Anda di halaman 1dari 1

BAB III

DEFINISI

1. Keselamatan Pasien adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Sistem
tersebut meliputi assesmen resiko, identifikasi dan pengelolahan hal yang berhubungan dengan resiko
pasien, pelaporan, analisis insident, kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya serta
implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya resiko. Sistem tersebut diharapakan dapat mencegah
terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak
melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan.
2. WHO Patient Safety mendifinisikan: patient safety is the absensce of preventable harm to a patient during
the process of heatlth care.
3. Insiden Keselamatan Pasien adalah setiap kejadian atau situasi yang dapat mengakibatkan atau
berpotensi mengakibatkan harm (penyakit,cedera,cacat,kematian dan lain-lain) yang tidak seharusnya
terjadi.
4. Laporan Insiden Keselamatan pasien adalah laporan tertulis atau suatu sistem untuk
mendokumentasikan insiden yang tidak sengaja dan tidak diharapkan., yang dapat mengakibatkan atau
berpotensi mengakibatka cedera pada pasien. Sistem ini juga mendokumentasikan kejadian-kejadian yang
tidak konsisten dengan operasiopnal rutin rumah sakit atau asuhan pasien.
5. Kejadian Potensi Cedera / Reportable circumstance adalah kondisi atau situasi yang angat berpotensi
untuk menimbulkan cedera,tetapi belum terjadi insiden.
Contoh : Alat defibrilator di IGD rusuk, Icu yang dalam kondisi jumlah tenaga yang kurang
6. Kejadian Tidak Cedera adalah suatu insiden yang sudah terpapar ke pasien, tetapi tidak menimbulkan
cedera.
7. Kejadian Nyaris cedera adalah suatu insiden yang belum sampai terpapar ke pasien sehingga pasien
tidak cedera.
8. Kejadian Tidak Diharapkan adalah suatu kejadian yang mengakibatkancedera yang tidak diharapkan
kepada pasien karena suatu tindakan (“commission”) atau karena tidak bertindak (“omission”) bukan karena
“underlying disease” atau kondisi paien.
9. Kejadian Sentinel adalah suatu kejadian tidak diharapkan yang dapat mengakibatkan kematian atau
cedera yang serius; biasanya dipakai untuk kejadian yang sangat tidak diharapkan atau tidak dapat diterima
seperti – Operasi pada bagian tubuh yang salah.
- Amputasi pada kaki yang salah,dsb sehingga pencarian fakta terhadap kebijakan dan prosedur yang
berlaku
10. RCA / Root Cause Analysis adalah metode evaluasi terstruktur untuk identifikasi akar masalah dari
kejadian yang tidak diharapakan dan tindakan adekuat untuk mencegah kejadian yang sama terulang
kembali.
11. FMEA/ Failure Mode dan Effect Analysis adalah metode perbaikan kinerja yang dilakukan secara proaktif
dengan melakukan identifikasi dan mencegah potensi kegagalan sebelum terjadi yang bertujuan untuk
meningkatkan keselamatan pasien.