Anda di halaman 1dari 10

Makalah Seni Tari

A. Tari kreasi adalah Tari kreasi adalah jenis tarian yang


diinovasi dengan menyesuaikan gerakan, alat pengiring,
atau properti yang digunakan dalam tarian tersebut agar
terlihat modern serta dapat diterima oleh masyarakat
Indonesia seiring perkembangan zaman.
B. Apa manfaat tari kreasi? sebagai suatu kegiatan seni tari
memiliki beberapa fungsi, yaitu seni tari ssebagaisaranaa
upacara ,seni tari sebagai hiburan, seni tari sebagai media
pergaulan,seni tarisebagai penyaluran terapi,seni tari
sebagai media pendidikan , seni tari sebagai pertunjukan.
C. a).Sebagai sarana upacara tari dapat digunakan sebagai
sarana upacaraa.jenis tari ini banyak macamnya,seperti
tari untuk upacara keagamaan dan upacaraa penting
dalam kehidupan manusia.
D. b).Seni sebagai hiburan tari sebagai hiburan harus
bervariasi sehingga tidak menjemuhkan dan
menjenuhkanoleh karena itu ,jenis ini menggunakan tema
yang sederhana,tidak muluk muluk,diiiringi lagu yang enak
dan mengasikkan..kostum dan tata panggungnya
dipersiapkan dengan cara yang menarik.
E. c).Seni tari sebagai penyaluran terapi Jenis tari ini
biasaanya di tunjukan untuk penyandang cacat fisik atau
cacat mental.Penyaluran dapat dilakukan seecara langsung
bagi penderita cacat tubuh atau penderita tuna wicara dan
tuna rungu , dan secara tidak langsung bagi penderita
cacat mental. Pada masyarakat timur, jenis tarian ini
menjadi pantangan karna rasatak sampai hati.
F. d).Seni tari sebagai media pendidikan kegiatan tari dapat
dijadikan media pendidikan, seperti mendidik anak untuk
bersikap dewasa dan menghindari tingkah laku yang
menyimpang. Nilai nilai keindahan dan keluhuran pada
seni tari dapat mengasah perasaan seseorang.
C. Unsur – unsur tari. Menurut aktifitasnya gerak dapat di
bagi menjadi dua macam,yaitu :
Gerak setempat adalah gerak yang dilakukan tanpa berpindah
tempat
Gerak berpindah tempat adalah gerak yang dilakukan dengan
berpindah tempat dapat dilakukan dengan gerak bergeser,
melangkah, meluncur dan melompat.
Menurut bentuknya,gerak dapat dibagi menjadi tiga
macam,yaitu :
Gerak Realistik / Gerak Wantah adalah gerak yang dilakukan
oleh sesorang sesuai dengan apa yang dilihatnya.
Gerak Stilir adalah gerak yang sudah digubah,gerak tidak
wantah dengan cara diperhalus.
Gerak Simbolik adalah gerak yang hanya sebagai simbol,gerak
tidak wantah yang sudah di stilir.
Menurut sifatnya gerak dapat dapat di bagi menjadi
empat,yaitu :
Gerak Lemah adalah gerak yang dilakukan dengan tidak
menggunakan kekuatan otot.
Gerak tegang adalah gerak yang dilakukan dengan
menggunakan otot-otot atau kekuatan.
Gerak lembut adalah gerak yang dilakukan oleh sesorang yang
gerak-gerakannya mengalir.
Gerak kasar adalah gerak-gerak yang dilakukan oleh sesorang
dengan menggunakan otot-otot yang kuat.seperti hentakan-
hentakan kakiyang dilakukan dengan kecepatan tinggi.

D. Contoh Tarian Tradisional.


1. Tari Nguri.
Tari Nguri merupakan tari kreasi baru yang bertemakan penyambutan
dan persembahan. Tari ini pada mulanya diilhami oleh suasana
kehidupan seputar istana sumbawa, ketika raja ditimpa duka beruntun,
maka beberapa wanita datang menghadap dengan tujuan menghibur,
melahirkan ucapan yang lemah lembut (menyentuh), istilah daerahnya
disebut “Kuri”, sembari mempersembahkan sesuatu yang mengurangi
kedukaan sang raja. pada dewasa ini Tari Nguri telah dihayati
masyarakat pendukungnya. Sesuai tuntutan perkembangan zaman
maka tari ini semakin membuka jendela wawasannya, sebagian tari
penyambutan dalam menerima kunjungan kerja tamu terpandang dari
pusat. Nampak jelas dalam gerak tari ini tercermin gerak tanak, renat,
linting, sere, basalunte, dan lain-lain yang merupakan Tari Sumbawa.

2. Tari Kuntulan

Tarian Kuntulan mulai dikenal masyarakat Pemalang pada sekitar awal


abad 20 yaitu pada saat di tanah air banyak muncul pergerakkan
kebangsaan. Tokoh-tokoh masyarakat Pemalang pada saat itu tak mau
ketinggalan ikut dalam kancah perjuangan nasional, yaitu dengan
dibentuknya perkumpulan bela diri, khusunya pencak silat. Kegiatan
bela diri tersebut ketika saat itu selalu diiringi dengan rebana dan
pukulan bedug serta dikumandangkan pula doa-doa salawat nabi
sehingga terkesan sebagai kegiatan kesenian bertajuk keagamaan.
Sebagai hiburan, biasanya dipentaskan pada acara hajatan, upacara
hari besar nasional, dan lain-lain. Gerakannya seperti gerakan-gerakan
dalam ilmu pencak silat. Perpaduan jurus-jurus bela diri yang tampak
sangat artistik.
3. Tari Gong (Kalimantan Timur)
Tari Gong merupakan salah satu ekspresi seni masyarakat Dayak yang
mendiami Kalimantan Timur. Tari Gong adalah tari yang
mengekspresikan tentang kelembutan seorang wanita dengan menari
di atas Gong dengan gerakan yang lemah lembut dan penuh
keseimbangan. Tari ini mengungkapkan kecantikan, kepandaian dan
lemah lembut gerakan tari. Sesuai dengan nama tarinya, tari Gong
ditarikan di atas sebuah Gong, diiringi dengan alat musik Sapeq ( alat
musik yang dipetik seperti kecapi). Penari Gong menggunakan busana
berupa baju manik dan Taah ( pakaian khas wanita yang terdiri dari
kain beludru yang dihiasi manik-manik, yang dipakai dengan cara
dililitkan pada pinggang, yang masing-masing ujung tali dililitkan dan
berhenti di pusar ), serta perlengkapan lainnya yang digunakan Lavung
( Topi yang dibuat dari rotan dan terdapat corak-corak sesuai dengan
corak baju dan Taah), dan kalung yang terbuat dari manik-manik yang
berwarna dan gigi atau taring Macan, dan bulu burung Enggang yang
dikenakan di kedua belah tangan penari. Kesederhanaan tari Gong
terlihat pada gerak dan musik. Gerak pada tari Gong hanya beberapa
segmen tubuh saja yang bergerak, serta bentuk gerakannya diulang-
ulang pada saat penari menuju Gong, saat berada di atas Gong dan
turun dari Gong. Tari Gong memiliki gerak kaki yang sederhana dalam
melangkah dan ayunan tubuh dan tangan yang lemah lembut. Kostum
yang digunakan sangat mewah karena terbuat dari manik-manik yang
dirangkai menjadi motif – motif binatang seperti motif Kalung Aso
(Naga Anjing), pola permainan musik yang mendukung tarian ini datar
tidak terjadi pergantian iringan dari awal hingga akhir tari.
E. Pola Lantai.

G. Level Tari.
Level gerak tari adalah jangkauan peragaan gerak dalam ruang gerak tari
oleh penari itu sendiri. Memperagakan rangkaian gerak tari untuk
menghindari kemonotonan penampilan gerak, pinata, atau penyusun
gerak harus menggunakan level gerak yang bervariasi. Level yang
bervariasi maksudnya adalah gerakan yang tidak melulu sama, tetapi
memiliki level gerak tinggi, medium, dan rendah. Level ini haruslah
disesuaikan dengan karakter gerak tari itu sendiri, apalagi jika
diperagakan secara kelompok atau berpasang-pasangan.

1. Level Tinggi
Biasanya pada level tinggi, penari melakukan gerakan meloncat sambil
menggerakkan salah satu tangannya ke atas dan peragaan level ini
akan tampak jelas jika dilakukan secara kelompok.
2) Level Sedang (Medium)

Pada level sedang, penari melakukan gerakan berdiri seperti biasa. Level
medium jika dilakukan dalam kelompok secara terus-menerus akan terkesan
monoton. Oleh karena itu, level ini harus divariasi dengan level lain jika dipakai
dalam peragaan tari secara berkelompok.
.

3) Level Rendah

Pada level rendah, penari melakukan gerakan jengkeng atau duduk. Sama
seperti level sedang, level rendah juga harus dibuat bervariasi ragam geraknya
dengan permainan penggunaan ruang gerak dan penggunaan tenaga yang
diberi aksen-aksen gerak, seperti tari saman atau kecak, sesekali bergerak
sedikit naik, ke samping agar rangkaian geraknya ditempat dar:i ruang geraknya
cenderung menyempit menjadi tidak menarik.
Demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai materi yang menjadi
bahasan dalam makalah ini, tentunya banyak kekurangan dan kelemahan
kerena terbatasnya pengetahuan kurangnya rujukan atau referensi yang kami
peroleh hubungannya dengan makalah ini Penulis banyak berharap kepada
para pembaca yang budiman memberikan kritik saran yang membangun
kepada kami demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi penulis para pembaca khusus pada penulis.

Kelompok I : - Davina
- Shilma
- Amelia
- Lutfhi
- Aryo