Anda di halaman 1dari 21

DOSEN : Sulasmi SKM.,M.

Kes

MATA KULIAH : Promosi Kesehatan

“PERILAKU MEROKOK”

Oleh:

KELOMPOK X

D-IV III B

FATMAWATI RAHIM PO.71.4.221.15.1.056

ANJAS PRATAMA PO.71.4.221.15.1.048

NUR HARDIYANTI PO.71.4.221.15.1.069

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR


JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI D.IV
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur Kami panjatkan kehadirat Tuhan yang maha Esa karena atas
anugrah-NYA Kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul
“PERILAKU” dengan tepat waktu dan penuh rasa tanggung jawab,
mengingat ini merupakan salah satu kriteria penilaian dosen terhadap
mahasiswa khususnya dalam mata pelajaran Penyehatan PVBP-B

Adapun dalam penulisan makalah ini Kami dihadapkan dengan


berbagai kesulitan dan hambatan-hambatan, namun semua itu dapat
teratasi berkat adanya bantuan dari berbagai pihak, baik bantuan moral,
maupun materil.

Oleh karena itu, ijinkan kani menyampaikan rasa terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada pihak yang telah membantu, akhirnya Kami
menyadari bahwa “tiada gading yang tak retak” begitu pula Kami selaku
insan manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan kekurangan.
Olehnya saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini
sangat diharapkan.

Makassar, 7 Maret 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata pengantar .................................................................................................. i

Daftar isi ...........................................................................................................ii

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar belakang ............................................................................................ 1


B. Rumusan masalah....................................................................................... 2
C. Tujuan ........................................................................................................ 2

BAB II. PEMBAHASAN

A. Pengertian Perilaku .................................................................................... 3


B. Definisi Sehat….............................................................................. 5
C. Perilaku Kesehatan........................................................................... 5
D. Faktor-faktor yang mempengaruhi Perilaku Hidup Sehat……………….. 8
E. Perubahan Perilaku Sehat............................................................... 9
F. Pencegahan, Tujuan dan Dampak Hidup Sehat…............................ 11
G. Upaya Perubahan Perilaku Kesehatan.............................................. 12
H. Contoh Kasus Perubahan Perilaku Kesehatan………………………….. 13

BAB III . PENUTUP

A. Kesimpulan .............................................................................................. 17
B. Saran ......................................................................................................... 17

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perilaku adalah merupakan perbuatan/tindakan dan perkataan


seseorang yang sifatnya dapat diamati, digambarkan dan dicatat oleh orang
lain ataupun orang yang melakukannya. Berdasarkan sifatnya perilaku
terbagi menjadi dua, yaitu perilaku perilaku baik dan buruk.
Tolak ukur perilaku yang baik dan buruk ini pun dinilai dari norma-norma
yang berlaku dimasyarakat. Baik itu norma agama, hukum, kesopanan,
kesusialaan, dan norma-norma lainnya.

Perilaku terbagi menjadi beberapa domain, pengetahuan, sikap, dan


tindakan. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan terjadi setelah orang
melakukan penginderaan terhadap suatu objek. Sedangkan sikap adalah
reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu
stimulus atau objek. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya
kesesuain reaksi terhadapi stimulus tertentu yang sehari-hari merupakan
reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus social. Dan sikap adalah
kecenderungan untuk bertindak (Notoatmodjo, 2010).

Menurut Skinner perilaku kesehatan (health behavior) adalah respons


seseorang terhadap stimulus atau objek uang berkaitan dengan sehat-sakit,
penyakit, dan faktor-faktor yang mempengaruhi sehat-sakit (kesehatan)
seperti lingkungan, makanan, minuman, dan pelayanan kesehatan. Perilaku
kesehatan ini ada yang dapat diamati (observable) dan ada juga yang tidak
dapat diamati (unobservable).

1
Dalam kesehatan hubungan perilaku sangatlah erat sekali. Banyak hal
yang tanpa kita sadari dari perilaku yang kecil dapat menimbulkan efek
kesehatan yang besar bagi seseorang. Salah satu contohnya berupa pesan
kesehatan yang sedang maraknya digerakkan oleh promoter kesehatan
tentang cuci tangan sebelum melakukan aktifitas, kita semua tahu jika
mencuci tangan adalah hal yang sederhana, tapi dari hal kecil tersebut kita
bisa melakukan revolusi kesehatan kearah yang lebih baik. Sungguh besar
efek perilaku tersebut bagi kesehatan, begitu pula dengan kesehatan yang
baik akan tercermin apabila seseorang tersebut melakukan perilaku yang
baik.

Maka dari itu dalam makalah ini, penulis hanya membahas tentang
hubungan kesehatan dengan perilaku, sesuai dengan judul makalah yaitu
hubungan kesehatan dengan perilaku.

B. Rumusan Masalah
a. Apa pengertian perilaku?
b. Apa pengertian sehat?
c. Apa yang dimaksud perilaku sehat?
d. Apa faktor yang mempengaruhi Perilaku Hidup Sehat?
e. Bagaiamana Upaya Perubahan Perilaku Kesehatan?
f. Apa Pencegahan, Tujuan dan Dampak Hidup Sehat?

C. Tujuan
a. Untuk mengetahui pengertian perilaku sehat.
b. Untuk faktor yang mempengaruhi Perilaku Hidup Sehat.
c. Untuk mengetahui Upaya Perubahan Perilaku Kesehatan.
d. Untuk mengetahui Pencegahan, Tujuan dan Dampak Hidup Sehat.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Perilaku

Pengertian perilaku sehat menurut Soekidjo Notoatmojo (1997:121)


adalah suatu respon seseorang/organisme terhadap stimulus yang berkaitan
dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan, serta
lingkungan. Kesehatan menurut UU Kesehatan No. 39 tahun 2009 Kesehatan
adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang
memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan
ekonomis.
Dalam wikipedia disebutkan perilaku manusia adalah sekumpulan
perilaku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi,
nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan atau genetika. Perilaku seseorang
dikelompokkan ke dalam perilaku wajar, perilaku dapat diterima, perilaku
aneh, dan perilaku menyimpang. Dalam sosiologi, perilaku dianggap sebagai
sesuatu yang tidak ditujukan kepada orang lain dan oleh karenanya merupakan
suatu tindakan sosial manusia yang sangat mendasar
Menurut Skinner sebagaimana dikutip oleh Soekidjo Notoatmojo
(2010: 21) perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap
rangsangan dari luar (stimulus). Perilaku dapat dikelompokkan menjadi dua:

a. Perilaku tertutup (covert behaviour), perilaku tertutup terjadi bila respons


terhadap stimulus tersebut masih belum bisa diamati orang lain (dari luar)
secara jelas. Respon seseorang masih terbatas dalam bentuk perhatian,
perasaan, persepsi, dan sikap terhadap stimulus yang bersangkutan.
Bentuk “unobservabel behavior´atau “covert behavior” apabila respons
tersebut terjadi dalam diri sendiri, dan sulit diamati dari luar (orang lain)
yang disebut dengan pengetahuan (knowledge) dan sikap (attitude).
b. Perilaku Terbuka (Overt behaviour), apabila respons tersebut dalam

3
bentuk tindakan yang dapat diamati dari luar (orang lain) yang disebut
praktek (practice) yang diamati orang lain dati luar atau “observabel
behavior”.
Perilaku terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme,
dan kemudian organisme tersebut merespon, maka teori Skinner ini disebut
teori ‘S-O-R” (Stimulus-Organisme-Respons). Berdasarkan batasan dari
Skinner tersebut, maka dapat didefinisikan bahwa perilaku adalah kegiatan
atau aktivitas yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka pemenuhan
keinginan, kehendak, kebutuhan, nafsu, dan sebagainya. Kegiatan ini
mencakup :
a. Kegiatan kognitif: pengamatan, perhatian, berfikir yang disebut
Pengetahuan
b. Kegiatan emosi: merasakan, menilai yang disebut sikap (afeksi)
c. Kegiatan konasi: keinginan, kehendak yang disebut tindakan (practice)
Sedangkan menurut Soekidjo Notoatmojo (1997: 118) perilaku adalah
suatu aktivitas dari manusia itu sendiri. Dan pendapat diatas disimpulkan
bahwa perilaku (aktivitas) yang ada pada individu tidak timbul dengan
sendirinya, tetapi akibat dari adanya rangsang yang mengenai individu
tersebut.
Menurut Soekidjo Notoatmojo (1997: 120-121) perilaku dapat
dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
a. Perilaku pasif adalah respon internal, yaitu yang terjadi dalam diri
manusia dan yang tidak secara langsung dapat terlihat orang lain. (tanpa
tindakan: berfikir, berpendapat, bersikap) artinya seseorang yang
memiliki pengetahuan positif untuk mendukung hidup sehat tetapi ia
belum melakukannya secara kongkrit.
b. Perilaku aktif adalah perilaku yang dapat diamati secara langsung
(melakukan tindakan), misalnya: seseorang yang tahu bahwa menjaga
kebersihan amat penting bagi kesehatannya ia sendiri melaksanakan
dengan baik serta dapat menganjurkan pada orang lain untuk berbuat
serupa.
4
B. Definisi Sehat

Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari


penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang
meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual.
Menurut WHO (1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan
yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari
penyakit atau kelemahan (WHO, 1947). Definisi WHO tentang sehat
mempunyui karakteristik berikut yang dapat meningkatkan. konsep sehat yang
positif (Edelman dan Mandle. 1994):
1. Memperhatikan individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh.
2. Memandang sehat dengan mengidentifikasi lingkungan internal dan
eksternal.
3. Penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup.

UU No.23,1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa: Kesehatan


adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan
hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka
kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-
unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan
bagian integral kesehatan. Dalam pengertian yang paling luas sehat
merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri
dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis, intelektual,
spiritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, social, dan ekonomi)
dalam mempertahankan kesehatannya.

C. Perilaku Kesehatan

Menurut Skinner perilaku kesehatan (health behavior) adalah respons


seseorang terhadap stimulus atau objek uang berkaitan dengan sehat-sakit,
penyakit, dan faktor-faktor yang mempengaruhi sehat-sakit (kesehatan)
seperti lingkungan, makanan, minuman, dan pelayanan kesehatan. Perilaku

5
kesehatan ini ada yang dapat diamati (observable) dan ada juga yang tidak
dapat diamati (unobservable). Perilaku kesehatan secara garis besar dapat
diklasifikan menjadi 2 kelompok:

1. Perilaku Pemeliharaan Kesehatan (health maintenance)


Adalah perilaku atau usaha-usaha seseorang untuk memelihara atau
menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha untuk penyembuhan
bilamana sakit. Oleh sebab itu perilaku pemeliharaan kesehatan ini terdiri
dari 3 aspek :
a. Perilaku pencegahan penyakit, dan penyembuhan penyakit bila sakit,
serta pemulihan kesehatan bilamana telah sembuh dari penyakit.
b. Perilaku peningkatan kesehatan, apabila seseorang dalam keadaan
sakit.
c. Perilaku gizi (makanan dan minuman).
2. Perilaku Pencarian dan Penggunaan Sistem atau Fasilitas Pelayanan
Kesehatan atau Sering disebut Perilaku Pencarian Pengobatan (Health
Seeking Behavior).
Adalah menyangkut upaya atau tindakan seseorang pada saat menderita
dan atau kecelakaan. Tindakan atau perilaku ini dimulai dari mengobati
sendiri (self treatment) sampai mencari pengobatan ke luar negeri.

Perilaku kesehatan dapat diklasifikasikan menjadi 3 kelompok :

1. Perilaku pemeliharaan kesehatan (health maintenance)


Usaha seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan agar tidak
sakit dan usaha untuk penyembuhan bilamana sakit. Perilaku
pemeliharaan kesehatan terdiri dari 3 aspek :

a. Perilaku pencegahan penyakit, dan penyembuhan penyakit bila sakit,


serta pemulihan kesehatan bilamana telah sembuh dari penyakit
b. Perilaku peningkatan kesehatan, apabila seseorang dalam keadaan
sakit.
6
c. Perilaku gizi (makanan dan minnuman)
2. Perilaku pencarian dan penggunaan sisitem atau fasilitas pelayanan
kesehatan, Upaya seseorang pada saat menderita dan atau kecelakaan.
Dimulai dari pengobatan sendiri sampai mencari pengobatan ke luar
negeri.
3. Perilaku kesehatan lingkungan
Becker, 1979 membuat klasifikasi tentang perilaku kesehatan,
diantaranya :

1. Perilaku hidup sehat (healthy behavior)

Adalah perilaku –perilaku yang berkaitan dengan upaya atau kegiatan


seseorang untuk mempertahankan dan meningkatikan kesehatannya.
Perilaku ini mencakup antar lain :

a. Menu seimbang
b. Kegiatan fisik secara teratur
c. Tidak merokok
d. Tidak minum-minuman keras dan narkoba
e. Istirahat yang cukup
f. Pengendalian atau manajemen stress
g. Perilaku atau gaya hidup lain yang positif untuk kesehatan

2. Perilaku Sakit (illness behavior)


Mencakup tindakan atau kegiatan seseorang terhadap sakit dan atau
terkena masalah kesehatan. Persepsinya terhadap sakit, pengetahuan
tentang penyebab dan gejala penyakit, pengobatan penyakit dan
sebagainya. Perilaku ini mencakup:
a. Mendiamkan saja (no action)
b. Melakukan pengobatan sendiri (self treatment atau self medication)
c. Mencari penyembuhan atau pengobatan keluar

7
3. Perilaku peran sakit (the sick role behavior)
Menurut Becker hak dan kewajiban orang yang sedang sakit adalah
merupakan perilaku peran orang sakit. Perilaku ini mencakup:
a. Tindakan untuk memperoleh kesembuhan
b. Mengenal/mengetahui fasilitas atau sasaran pelayanan
penyembuhan penyakit yang layak.
c. Melaksanakan kewajiban sebagai pasien
d. Tidak melakukan sesuatu yang merugikan penyembuhannya
e. Mengetahui kewajiban agar tidak kambuh
.
D. Faktor-faktor yang mempengaruhi Perilaku Hidup Sehat
Perilaku kesehatan adalah semua aktivitas atau kegiatan seseorang,
baik yang dapat diamati (observable) maupun yang tidak dapat diamati
(unobservable), yang berkaitan dengan pemeliharaan dan peningkatan
kesehatan. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku hidup sehat
antara lain dipengaruhi oleh (Soekidjo Notoatmojo, 2010: 25):
1. Faktor makanan dan minuman terdiri dari kebiasaan makan pagi,
pemilihan jenis makanan, jumlah makanan dan minuman, kebersihan
makanan.
2. Faktor perilaku terhadap kebersihan diri sendiri terdiri dari mandi,
membersihkan mulut dan gigi, membersihkan tangan dan kaki,
kebersihan pakaian.
3. Faktor perilaku terhadap kebersihan lingkungan lingkungan terdiri dari
kebersiahn kamar, kebersihan rumah, kebersihan lingkungan rumah,
kebersihan lingkungan sekolah.
4. Faktor perilaku terhadap sakit dan penyakit terdiri dari pemelihraan
kesehatan, pencegahan terhadap penyakit, rencana pengobatan dan
pemulihan kesehatan.

8
E. Perubahan Perilaku Sehat

Telah menjadi pemahaman umum, perilaku merupakan diterminan


kesehatan yang menjadi sasaran dari promosi untuk mengubah perilaku (
behaviour change ). Perubahan perilaku kesehatan sebagai tujuan dari promosi
atau pendidkan kesehatan, sekurang- kurangnya mempunyai 3 dimensi, yakni:
a. Mengubah perilaku negative (tidak sehat) menjadi perilaku positif (sesuai
dengan nilai – nilai kesehatan)

b. Mengembangkan perilaku positif (pembentukan atau pengambangan


perilau sehat).

c. Memelihara perilaku yang sudah positif atau perilaku yang sudah sesuai
dengan norma/nilai kesehatan (perilaku sehat). Dengan perkatan
mempertahankan perilaku sehat yang sudah ada.
Perilaku seseorang dapat berubah jika terjadi ketidakseimbangan antara
kedua kekuatan di dalam diri seseorang.

Beberapa rangsangan dapat menyebabkan orang merubah perilaku


mereka:
a. Faktor Sosial
Factor sosial sebagai factor eksternal yang mempengaruhi perilaku
antara lain sktruktur sosial, pranata –pranata sosial dan permasalahan
-permasalahan sosial yang lain. Pada factor sosial ini bila seseorang
berada pada lingkungan yang baik yang maka orang tersebut akan
memiliki perilaku sehat yang baik sedangkan sebaliknya bila
seseorang berada pada lingkungan yang kurang baik maka orang
tersebut akan memiliki perilaku sehat yang kurang baik juga.
Dukungan sosial ( keluarga, teman ) mendorong perubaha perubahan
sehat. Contohnya konsumsi alcohol, kebiasaan merokok, dan perilaku
seksual.

9
b. Faktor Kepribadian

Faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku salah satunya adalah


perilaku itu sendiri (kepribadian) yang dimana dipengaruhi oleh
karakteristik individu, penilaian individu terhadap perubahan yang di
tawarkan, interaksi dengan petugas kesehatan yang merekomen-
dasikan perubahan perilaku, dan pengalaman mencoba merubah
perilaku yang serupa. Contohnya yang berhubungan adalah rasa
kehatian – hatian, membatasi porsi pemakaian internet pada waktu –
waktu tertentu agar tidak menjadi addicted, ini akan membantu
individu agar dengan tidak menjadikan hal tersebut suatu kebiasaan (
habit) yang dapat merubah perilaku.

c. Faktor Emosi
Rangsangan yang bersumber dari rasa takut, cinta, atau harapan –
harapan yang dimiliki yang bersangkutan. Contohnya berhubungan
dengan stress yang mendorong melakukan perilaku tidak sehat seperti
merokok.

Untuk proses perubahan perilaku biasanya diperlukan waktu


lama, jarang ada orang yang langsung merubah perilakunya. Kadang-
kadang orang merubah perilakunya karena tekanan dari masyarakat
lingkunganya, atau karena yang bersangkutan ingin menyesuaikan diri
dengan norma yang ada. Proses terjadinya perubahan ini tidak semena
-mena dapat tercapai dan harus benar- benar teruji, ada 5 tingkatan
perubahan perilaku :
1. Prekontemplasi
Belum ada niat perubahan perilaku
2. Kontemplasi
Individu sadar adanya masalahnya dan secara Belum siap
berkomitmen untuk berubah.

10
3. Persiapan

a. Individu siap berubah dan ingin mengejar tujuan.

b. Sudah pernah melakukan tapi masih gagal.

4. Tindakan
Individu sudah melakukan perilaku sehat, sekurangnya 6
bulan dari sejak mulai usaha memberlakukan perilaku hidup
sehat.

F. Pencegahan, Tujuan dan Dampak Hidup Sehat


a. Pencegahan
Perilaku pencegahan penyakit (health prevention) adalah respon
untuk melakukan pencegahan penyakit dan upaya mepertahankan dan
meningkatkan kesehatannya / segala tindakan secara medis
direkomendasikan, dialkukan secara sukarela oleh seseorang yang percaya
dirinya sehat dan bermaksud untuk mencegah penyakit atau
ketidakmampuan atau untuk mendeteksi penyakit yang tidak tampak nyata
(asimptomatik). Pada proses pencegahan dapat dilakukan dalam dua bentuk
medis dan non medis.
1) Contoh pencegahan secara Medis : imunisasi, makan makanan bergizi
yang mengandung kebutuhan tubuh.

2) Contoh pencegahan Non-Medis : olahraga teratur, tidak merokok, tidak


minum minuman keras dan alcohol, istirahat yang cukup. Selain itu
perilaku dan gaya hidup yang positif bagi kesehatan (misalnya, tidak
gonta ganti pasangan, adaptasi dengan lingkungan )
b. Tujuan
Tujuan dari perilaku sehat dan perubahan perilaku sehat adalah
agar terjadinya suatu pola hidup sehat yang menunjukan kepada
kebiasaan.

11
c. Akibat
Akibat Perilaku Sehat:

1) Reinforcement (Peningkatan)
Reinforcemen merupakan sesuatu yang dilakukan yang dapat
membawa kesenangan dan kepuasan.
Contohnya:
1) Positive reinforcement : anak kecil yang mau cuci tangan
sebelum makan bila di berikan mainan.
2) Negative reinforcement : anda minum milanta agar sakit maag
hilang.
2) Extincion (peniadaan).
Extincion merupakan perilaku sehat yang apabila
konsekuensinya di hilangkan maka akan melemah responnya jika
tidak ada stimuli/reinforcer lain yang mempertahankan perilaku
sehat.Contohnya: anak kecil yang mau cuci tangan sebelum makan
bila di berikan mainan tetap melakukan perilaku sehatnya karena
pujian orang tua atau kepuasan karena tangannya bersih dari kuman
3) Punishment (hukuman)
Punishment merupakan perilaku yang apabila dilakukan dan
membawa konsekuensi yang tidak menyenangkan cenderung
ditekan.Contohnya: anak kecil yang bermain dengan benda tajam
seperti pisau dimarahi oleh Ibunya, akan tidak mengulanginya lagi.

G. Upaya Perubahan Perilaku Kesehatan


Hal yang penting di dalam perilaku kesehatan adalah masalah
pembentukan dan perubahan perilaku. Karena perubahan perilaku merupakan
tujuan dari pendidikan kesehatan atau penyuluhan kesehatan sebagai
penunjang program kesehatan lainnya. Perubahan yang dimaksud bukan hanya
sekedar covert behaviour tapi juga overt behaviour. Di dalam program -
program kesehatan, agar diperoleh perubahan perilaku yang sesuai dengan

12
norma – norma kesehatan diperlukan usaha – usaha yang konkrit dan positip.
Beberapa strategi untuk memperoleh perubahan perilaku bisa
dikelompokkan menjadi tiga bagian :
1. Menggunakan kekuatan / kekuasaan atau dorongan
Dalam hal ini perubahan perilaku dipaksakan kepada sasaran
sehingga ia mau melakukan perilaku yang diharapkan. Misalnya dengan
peraturan – peraturan / undang – undang yang harus dipatuhi oleh
masyarakat. Cara ini menyebabkan perubahan yang cepat akan tetapi
biasanya tidak berlangsung lama karena perubahan terjadi bukan
berdasarkan kesadaran sendiri. Sebagai contoh adanya perubahan di
masyarakat untuk menata rumahnya dengan membuat pagar rumah pada
saat akan ada lomba desa tetapi begitu lomba / penilaian selesai banyak
pagar yang kurang terawat.
2. Pemberian informasi
Adanya informasi tentang cara mencapai hidup sehat,
pemeliharaan kesehatan, cara menghindari penyakit dan sebagainya akan
meningkatkan pengetahuan masyarakat. Selanjutnya diharapkan
pengetahuan tadi menimbulkan kesadaran masyarakat yang pada akhirnya
akan menyebabkan orang berperilaku sesuai pengetahuan yang dimilikinya.
Perubahan semacam ini akan memakan waktu lama tapi perubahan yang
dicapai akan bersifat lebih langgeng.
3. Diskusi partisipatif
Cara ini merupakan pengembangan dari cara kedua dimana
penyampaian informasi kesehatan bukan hanya searah tetapi dilakukan
secara partisipatif.

H. Perubahan Perilaku Merokok

Berbagai penelitian kesehatan tentang dampak rokok sudah banyak


dilakukan para ahli kesehatan masyarakat. Namun meski telah banyak
dilakukan penelitian dan sudah terbukti berdampak buruk bagi kesehatan,
13
jumlah perokok tidak kunjung turun, utamanya dinegara-negara berkembang
termasuk Indonesia. Untuk itu, dibutuhkan pendekatan perilaku dalam
promosi kesehatan tentang bahaya rokok.

Publikasi terbaru hasil penelitian tentang rokok dirilis pada 6 Februari


2012 dalam jurnal Archives of General Psychiatry, yang dilakukan Severine
Sabia dan rekan-rekannya dari University College London. Penilaian fungsi
mental para responden dilakukan selama tiga kali selama kurun waktu 10
tahun. Sedangkan penilaian status merokok responden dilakukan enam kali
dalam kurun waktu 25 tahun. Usia rata-rata responden adalah sekitar 56 tahun
ketika penilaian pertama dilakukan.

Hasil analisis data sekitar 5.100 pria dan lebih dari 2.100 wanita terkait
fungsi mental, seperti memori, pembelajaran, dan pengolahan pikiran. Peneliti
menemukan bahwa di kalangan kaum pria, merokok berhubungan dengan
merosotnya kemampuan otak yang lebih cepat. Selain itu, penurunan yang
lebih massif terjadi pada pria yang terus merokok selama masa penelitian.
Peneliti menemukan bahwa pria yang berhenti merokok dalam 10 tahun
sebelum penilaian pertama dilakukan ternyata masih berisiko mengalami
penurunan mental, terutama terkait fungsi “eksekutif” pada otak. Namun,
mereka yang telah berhenti merokok dalam jangka waktu lama, cenderung
mengalami penurunan fungsi otak lebih lambat.

Dalam riset tersebut, Severine Sabia dan rekan-rekannya tidak


menemukan hubungan antara efek merokok dan penurunan fungsi mental pada
kaum wanita. Alasan untuk perbedaan jenis kelamin ini belum terungkap
dengan jelas. Tetapi, hal itu mungkin berkaitan dengan fakta bahwa pria
umumnya cenderung merokok lebih banyak ketimbang wanita.

Untuk merubah perilaku merokok, maka beberapa teori perilaku bisa


menjadi rujukan seperti Teori Kurt Lewin, Teori Festinger, dan sebagainya.
Menurut Kurt Lewin (1970), perilaku manusia adalah suatu keadaan yang
14
seimbang antara kekuatan-kekuatan pendorong (driven forces) dan kekuatan-
kekuatan penahan (restining forces). Pada teori Kurt Lewin, melakukan
perubahan perilaku dengan cara melakukan ketidakseimbangan antara kedua
kekuatan didalam diri seseorang sehingga ada tiga kemungkinan terjadinya
perubahan pada diri seseorang.

Ketiga kemungkinan tersebut adalah pertama, kekuatan-kekuatan


pendorong meningkat; adanya stimulus yang mendorong untuk terjadinya
perubahan-perubahan perilaku, seperti penyuluhan kesehatan dan bentuk-
bentuk promosi kesehatan lainnya. Kedua, kekuatan-kekuatan penahan
menurun; adanya stimulus yang memperlemah kekuatan penahan seperti
anggapan bahwa merokok tidak mengganggu kesehatan. Anggapan yang
keliru tersebut dapat memperlemah driven forces. Ketiga, kekuatan
pendorong meningkat sedang kekuatan penahan menurun; kondisi inilah yang
memungkinkan terjadinya perubahan perilaku, termasuk perilaku merokok.

Dari studi kasus perilaku merokok, maka bisa dilihat hubungan erat
pentingnya Ilmu Psikologi dalam dunia kesehatan. Apalagi Ilmu Kesehatan
Masyarakat yang memiliki pendekatan preventif dan promotif, maka
penggunaan Psikologi sangat penting dan relevan dalam upaya-upaya
pencegahan ancaman terjangkit penyakit.
Adapun upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah perilaku merokok
masyarakat yaitu:

1) Ganti rokok yang ingin anda hisap dengan permen karet atau permen
mints Sehingga menghilangkan aroma rokok pada mulut, hilangnya rasa
rokok pada mulut akan membuat kita melupakan rokok untuk seterusnya.
2) Buatlah kegiatan lain untuk mengisi waktu luang

Misal sehabis makan, kita bisa mengunyah permen atau makanan penutup.
Saat ngeblog, kita bisa makan kudapan. Saat antri kendaraan, kita bisa
browsing atau membaca buku. Tidak mudah memang, tetapi bila dilakukan

15
dengan tekad penuh maka akan mudah untuk dilakukan.

3) Berolahraga dan minum cukup air

Akan membantu kita melupakan rokok. Aktivitas ini akan membuat tubuh
kita tambah sehat dan membantu mengeluarkan toksin serta zat beracun
lain dari tubuh. Olahraga bisa dilakukan dilingkungan yang banyak orang
sehingga kita juga bisa bergaul.

4) Jauhi material terkait rokok

Jauhi segala macam material (bahan) yang menggugah selera merokok


seperti korek api, asbak. Karena jika benda-benda tesebut berada di
sekitar, bukan tidak mungkin akan memicu kembali gairah untuk merokok.

5) Bulatkan tekad

Begitu berencana untuk berhenti merokok, buatlah sebuah harapan dan


target dalam sebuah catatan pribadi. Setiap kali merasa menyerah pada
godaan, buka kembali catatan pribadi untuk mengingat akan tujuan awal.

6) Berpikir positif

Pikiran memegang peranan vital dalam mewujudkan tujuan dan cita-cita


seseorang. Tanamkan selalu dibenak bahwa kita mampu dan bisa untuk
melepaskan godaan-godaan merokok.

16
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Pengertian perilaku sehat menurut Soekidjo Notoatmojo (1997:121)


adalah suatu respon seseorang/organisme terhadap stimulus yang
berkaitan dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan,
makanan, serta lingkungan. Kesehatan menurut UU Kesehatan No. 39
tahun 2009 Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental,
spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup
produktif secara sosial dan ekonomis.

2. Perubahan perilaku kesehatan sebagai tujuan dari promosi atau pendidkan


kesehatan, sekurang- kurangnya mempunyai 3 dimensi, yakni:
a. Mengubah perilaku negative (tidak sehat) menjadi perilaku positif
(sesuai dengan nilai – nilai kesehatan)

b. Mengembangkan perilaku positif (pembentukan atau pengambangan


perilau sehat).

c. Memelihara perilaku yang sudah positif atau perilaku yang sudah


sesuai dengan norma/nilai kesehatan (perilaku sehat). Dengan
perkatan mempertahankan perilaku sehat yang sudah ada.
d. Perilaku seseorang dapat berubah jika terjadi ketidakseimbangan
antara kedua kekuatan di dalam diri seseorang.

B. Saran
Semoga dengan adanya makalah ini dapat menjadi sumber referensi pembaca
maupun masyarakat sehingga dapat menerapkan perilaku hidup sehat dan
direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

17
DAFTAR PUSTAKA

Bascom. 2011. Konsep Perilaku Kesehatan.. (diakses 7 Maret 2018


http://www.bascommetro.com/2009/05/konsep-perilaku-kesehatan.html)

Hermawan, 2011, Yoni. Hubungan antara Tingkat Pendidikan dan Persepsi


dengan Perilaku Ibu Rumah Tangga dalam Pemeliharaan
Kebersihan Lingkungan. Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP
Universitas Siliwangi. (diakses 7 Maret 2018 www.scribd.com)

Kompas..2012. Pentingnya Ilmu Psikologis Dalam Kesehatan. (diakses 7 Maret


2018 http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2012/03/20/pentingnya-
ilmu-psikologi-dalam-kesehatan/)

Notoatmodjo, S, 2003. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Notoatmodjo, S, 2010. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Sarwono, Solita. 1997. Sosiologi Kesehatan. Yog vyakarta: Gadjah Mada


University Press. [diakses 7 Maret 2018 www.Word-to-PDF-
Converter.net]

Suparyanto, 2010. Konsep Kepatuhan .(diakses 7 Maret 2018 dari www.dr-


suparyanto.blogspot.com/favicon)

18