Anda di halaman 1dari 5

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

WAHAM

Nama : TN. W
Umur : 39 tahun
Jenis kelamin : laki-laki
Ruangan : Melati
Tanggal masuk : 15/10/2017
Pengkajian tanggal : 20/10/17

STRATEGI PELAKSANAAN (SP1)

A. Kondisi Klien
Data :
 Klien Mengatakan teman Nazarudin.
 Klien mengatakan sekarang dia berada di penjara.
 Klien mengatakan iya pernah dipenjara bersama Nazarudin
 Klien Berbicara tidak realisti
 Klien memiliki panu
 Klien berpenampilan kurang rapi
 Kuku panjang
 Kumis panjang

B. Diagnosa Keperawatan
Perubahan proses pikir : waham

C. Tujuan
 Halusinasi : Klien Dapat Membina Hubungan Saling Percaya Dengan Orang Lain Dan
Mengenali Masalah Yang Sedang Terjadi.
 Mengenalkan tata cara perawatan diri sehingga perawatan diri dapat diidentifikasi.
D. Tindakan Keperawatan
 Identifikasi tanda dan gejala waham
 Membantu orientasi realita : nama, waktu, orang , tempat.
 Mendiskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi
 Mendiskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi
 Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

E. Strategi Komunikasi Dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan


1.Fase Orientasi
Salam Terapeutik
“Selamat pagi,pak. perkenalkan nama saya Adinda Dwi Karnita , saya bisa dipanggil Adin,
saya perawat disini yang akan membantu bapak selama dirawat di sini. Nah sekarang saya yang
bertanya ya pak? nama Bapak siapa?…. saya boleh panggil apa?”

Evaluasi/validasi :
Menanyakan Perasaan Klien
“Bagaimana perasaan bapak hari ini? Bapak terlihat segar,mungin kita bisa berbincang-
bincang mengenai masalah yang bapak alami saat ini?”
“ Baiklah semoga setelah bertemu dengan saya masalah bapak akan teratasi. Begitu ya pak?”

Kontrak
“Bapak peran saya disini adalah membantu bapak memfasilitasi bapak, tugas saya membantu
menyelesaikan permasalahan yang bapak alami, bapak bisa ceritakan semua permasalahan
bapak kepada saya tentang apa yang bapak alami selamai ini, saya akan merahasiakan
semuanya dari orang lain bapak tidak perlu khawatir, saya tidak akan menceritakan kepada
siapapun kecuali demi kesembuhan bapak dan keperluan pengobatan bapak. Bagaimana pak?
Apakah bapak setuju?”
“ Baiklah bagaimana kalau kita berbincang-bincangnya di sini saja? Berapa lama bapak
mempunyai waktu dengan saya? Bagaimana kalau 20 menit, ?”
2. Fase Kerja
“Nah, tadi saya sudah menyebutkan nama saya, coba ulangi siapa nama saya? Lupa? Masih
sebentar kok sudah lupa? Saya ulangi lagi nama saya Adinda, bapak bisa memanggil saya Adin
ya pak?”
“ Bapak Wendy , alamat rumah bapak dimana? “
“Ohhh,, dan tanggal lahir bapak kapan? “
“Oh bagus, jadi usia bapak berapa ya sekarang?”
“ Wah bgus kalo begitu. Bapak, Baiklah semoga bapak bisa mengenal saya, begitu pula
sebaliknya sehingga bapak bisa merasa nyaman bercerita kepada saya.”
“Coba sekarang bapak ceritakan pada saya apa yang bapak alami? Bapak sekarang tauh
bapak ada dimana?”
“Penjara, kenapa bapak bias masuk penjara. Oooo jadi bapak korban salah tangkap polisi
akibat bapak berada dirumah Nazarudin?memang bapak ada hubungan apa dengan
Nazarudin.”
“Ohh jadi bapak teman saja dengan Nazarudin? dan ibunya merupakan sodara dari ibu
bapak.wah,,, saya jadi bingung, sebnarnya bapak itu teman atau sodara Nazarudin? Kalo boleh
saya jelaskan bapak bukan keluarga Nazarudin. Dan peru bapak ketahui ini bukan penjara pak.
Namun ini adalah rumah sakit jiwa?”
“Kenapa bapak dapat masuk sini?”
“Tidak, tahu? Pasti bapak tahu kenapa masuk rumah sakit jiwa? Bapak dulu masuk rumah sakit
jiwa Karena bapak sering marah-marah tanpa sebab. Bapak kenapa bias marah-marah tanpa
sebab dan membanting benda dirumah?”
“ Lupa,, masa bapak lupa, pasti bapak tau?”
“Oooo karena ada yang bilang bahwa barang-barang dirumah adalah barang curian ? sapa
yang bilang pak? Tetangga. Tetangga atau bisikan pak.”
“Oohhh,,,,, jdi tetangga”
“Bapak coba sekarang sebutkan bapak di rumah tinggal dengan siapa? siapa orang yang paling
dekat dengan anda di rumah?”
“Ibu dengan adik anda yang bernama ismi. Apakah anada saying pada mereka.”
“ Lalu bagaiman dengan ayah anda ?”
”ooo, ayah anda adalah ayah tiri. Tadi anda dibesuk oleh ibu dan adik bapak. Bagaiman
perasannya?”
“Senanglah ya dibesuk/jenguk. Kalau tadi itu di rumah, bagaimana kalo di sini/di RSJ. Sapa
teman yang paling dekat dengan anda.”
“ Ohh,, sudah pulang temannya. Apakah bapak sering berbicara dengan teman-teman yang
lainnya?”
“ Ohhh bagus itu, apa yang bapak bicarakan kepada teman-teman bapk? “
“Pak, hari ini sudah mandi berapa kali?”
“Apakah waktu bapak memakai sabun dan menggosok gigi”
“Bapak sudah menggosok gigi, tapi kenapa gigi bapak masih kotor.?Dan bila mandi bapak
sering tidak bersih tu,,, karena bapak panuan.”
“Nah bapak, Sudah BAB ? sehari serapa kali pak?”
“Ohh bagaimana dengan BAKnya?”
“Oh ya, coba saya boleh liat kukunya. Wah kuku dan kumis bapak sudah panjang, kapan terakir
bapak bersihkan.”
“Ohh sudah seminggu yang lalu. Wah sudah lama juga ya pak. Mulai besok kita bersihkan dan
bapak bias kan bersihkan sendirikan? Terus ganti baju sehari berapa kali?”
“Kapan saja itu? Baik bapak, kita buat jatwal harian agar bapak bias merawat diri bapak
ya?” “Agar bapak lebih terlihat,,, lebih ganteng? Selain itu kalo badan bapak rajin mandi,
menggosok gigi, memotong kumis, kuku, dan menjaga kebersihan diri bapak. Bapak akan
keliatan lebih rapi dan badan bapak tidak mudah terkena penyakit”

3. Fase Terminasi
Evaluasi Subyektif
”Baiklah, saya rasa bapak sudah mulai terbuka dan merasa nyaman dengan kehadiran saya,
sekarang bagaimana perasaan bapak setelah bertemu dan bercerita dengan saya?”
“Bagus, rasa berharap bapak lebih bisa mengungkapkan perasaan bapak dan lebih terbuka
dengan harapan agar masalah bapak dapat teratasi”

Evaluasi Obyektif
“Nah, sekarang coba sebutkan lagi siapa nama saya? Bagus sekali. Mulai sekarang kalau
ketemu saya jangan lupa panggil saya dengan? Bagus”

Tindak Lanjut
“Baiklah, saya rasa pertemuan kita cukup sekian, kita sudah cukup saling mengenal saat ini,
Saya berharap setiap bapak bertemu dengan saya dan saat memerlukan bantuan saya, bapak
mau memanggil saya supaya selama bapak di sini dapat bekerjasama dengan saya serta bapak
mampu sembuh kembali.”

Kontrak yang akan datang


“Sekarang 20 menitnya sudah habis, berarti pertemuan kita disini juga sudah selesai. Besok
pukul 15.00 , saya akan datang kembali menemui bapak untuk mendiskusikan masalah yang
sedang bapak hadapi sekarang, nanti dimana kita bisa bertemu kembali? Baiklah nanti kita
bertemu lagi disini ya pak? “