Anda di halaman 1dari 12

BAB II

PEMBAHASAN
A. Pendahuluan
Organisasi merupakan suatu wadah untuk menampung inspirasi-
inspirasi dari berbagai individu. Dan dalam organisasi ini juga terdapat
berbagai macaam karakteristik yang mempunyai tujuan yang sama.
Organisasi ini terbentuk karena adanya kesamaan latar belakang dan
kesamaan dalam mencapai tujuan. Dalam pengertian yang lain
organisasi dikatakan sebagai suatu unit satuan sosial yang
dikoordinasikan dengan sadar, yang terdiri dari dua orang atau lebih,
yang berfungsi atas dasar yang relatif terus- menerus untuk mencapai
suatu tujuan atau serangkaian tujuan yang sama. Dalamsuatu
organisasi juga untuk mempermudah pemahaman kepada setiap
individu maka diadakan kajian pembelajaran perilaku organisasi.
Kajian ini memudahkan kita dalam menentukan langkah kerja yang
akan diambil dan juga dalam menentukan sebuah perencanaan.
Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan yang didalamnya
terdapat kepala sekolah, guru-guru, pegawai tata usaha, dsb.
Memerlukan adanya organisasi yang baik agar jalannya sekolah itu
lanacar menuju kepada tujuannya. Faktor lain yang menyebabkan
perlunya organisasi pendidikan antara lain untuk menjalankan roda
kependidikan sehingga semua SDM dapat bertanggung jawab serta
menjalankan tugasnya masing-masing.
Dengan adanya organisasi pendidikan yang baik dimaksudkan agar
pembagian tugas dan tanggung jawab dapat merata kepada semua
orang sesuai dengan fungsinya masing-masing. Tiap orang mengerti
dan menyadari tugasnya dan tempatnya di dalam struktur organisasi
tersebut. Dengan demikian dapat dihindari pula adanya tindakan yang
sewenang-wenang atau otariter dari pihak pemimpin pendidikan,
dengan demikian dapat menciptakan roda pendidikan secara teratur.
B. Pengertian Organisasi
Organisasi adalah suatu unit satuan nasional sosial yang
dikoordinasikan dengan sadar yang terdiri dari dua orang atau lebih,
yang berfungsi atas dasar yang relatif terus-menerus untuk mencapai
suatu tujuan atau serangkaian tujuan bersama. Organisasi berasal dari
kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian
organisasi telah disampaikan banyak para ahli, tetapi pada dasarnya
tidak ada perbedaan yang prinsip, dan sebagai bahan perbandingan
akan disampaikan beberapa pendapat sebagai berikut.
1. Chester I. Barnard (1938) dalam bukunya “The Executive
Functions” organisasi adalah sistem kerjasama antara dua orang
atau lebih (I define organization as a system of cooperatives of two
more persons).
2. James D. Mooney
“Organization is the form of every human association for the
attainment of common purpose” (Organisasi adalah setiap bentuk
kerjasama untuk mencapai tujuan bersama)
3. Dimock
a. Organisasi adalah “Organization is the systematic bringing
together of interdepent part to from a unified whole through
which authoriy, coordinstion and control may be exercised to
achive a given purpose”.
b. Organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-
bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk membentuk
suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan
pegawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan.

4. Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalu
mana orang-orang dibawah pengaruh manajer mengejar tujuan
bersama.
Organisasi mempunyai istilah dapat diartikan sebagai suatu
lembaga atau kelompok fungsional, dan bagaimana pekerjaan diatur
dan dialokasikan di antara para anggota sehingga tujuan organisasi itu
dapat tercapai secar efektif. Sedangkan organisasi itu sendiri diartikan
sebagai kumpulan orang dengan sistem kerja sama untuk mencapai
tujuan bersama. Dalam sistem kerja sama secara jelas diatur siapa
menjalankan apa, siapa bertanggung jawab atas siapa, arus komunikasi,
dan memfokuskan sumber daya pada tujuan. Karakteristis sistem kerja
sama dapat dilihat, di antarnya (a) Ada komunikasi antara orang yang
berkerja sama, (b) individu dalam organisasi tersebut mempunyai
kemampuan untuk bekerja sama, (c) kerja sama ditunjukan untuk
mencapai tujuan. Pengorganisasian sebagai proses membagi kerja ke
dalam tugas-tugas yang lebih kecil, membebankan tugas-tugas kepada
orang yang sesuai dengan kemampuannya, dan mengalokasikan sumber
daya, serta mengkoordinasikannya dalam rangka efektifvitas pencapain
tujuan organisasi.

Organisasi pendidikan membawa maksud satu gabungan atau


kesatuan yang mempunyai objektif mentadbir, mengajar dan belajar,
tugas mentadbir disebuah sekolah diserahkan kepada Guru Besar
dengan dibantu oleh Penolong-penolong kanan, Guru-guru kanan Mata
Pelajaran dan juga pekerjaan-pekerjaan perkeranian. Manakala tugas
mengajar dipikul oleh guru-guru di sekolah tersebut. Murid-murid pula
mempunyai peranan belajar dan menerima tunjuk ajar dari guru-guru.
Gabungan komponen-komponen ini yang menjadikan sekolah itu
sebagai sebuah organisasi pendidikan.

Amital Etzioni (1987:4) mengemukakan ciri organisasi sebagai


berikut.

a. Adanya pembagian tugas pekerjaan, kekuasaan tanggung jawab dan


pengaturan komunikasi dalam mencapai tujuan.
b. Pengendalian dan pengarhan usaha mencapai tujuan dari pusat
kekuasaan yang telah ditetapkan.
c. Penggantian tenaga/ personil untuk lebih meningkatkan usahanya,
juga ditandai oleh:
1) Service provider yaitu pelayanan professional yang diberikan
oleh orang-orang yang ada didalamnya.
2) Efisiensi, baik berupa uang, waktu maupun fasilitas yang
digunakan karena keterbatasan sumber daya.
3) Pertanggung jawaban kepada stakeholder, yang berupa
akuntabilitas organisasi dalam hal jumlah, mutu, efesiensi,
kinerja atau produktifitas yang telah dicapainya.
4) Memanfaatkan produk teknologi tinggi baik dalam mengolah
informasi maupundalam mengolah input menjadi output.
5) Interdependen dan hidup saling menguntungkan dengan
lingkungannya, sehingga mamp bertahan lama karena dapat
menyesuaikan diri dengan perkembanagan zama.

C. Prnsip-Prinsip Organisasi
Prinsip-prinsip organisasi banyak dikemukan oleh para ahli, salah
satunya A.M. Williams yang mengemukakan pendapatnya cukup
lengkap dalam bukunya “Organization of Canadian Government
Administration” (1965), bahwa prinsip-prinsip organisasi meliputi:
1. Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas
Organisasi dibentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai,
dengan demikian tidak mungkin suatu organisasi tanpa adanya
tujuan. Misalnya, organisasi pelayanan kesehatan seperti rumah
sakit dan puskesmas sebagai suatu organisasi,mempunyai tujuan
yang ingin dicapai antara lain, memberikan pelayanan kesehatan
yang berkualitas dan lain-lain.
2. Prinsip Skala Hirarkhi
Dalam suatu organisasi harus ada garis kewenangan yang jelas dari
pimpinan, pembantu pimpinan sampai pelaksana,sehingga dapat
mempertegas dalam pendelegasian wewenang dan pertanggung
jawaban, dan akan menunjang efektivitas jalannya organisasi
secara keseluruhan.
3. Prinsip Kesatuan Perintah
Dalam hal ini, seseorang hanya menerima perintah atau
bertanggung jawab kepada seorang atasan saja.
4. Prinsip Pendelegasian Wewenang
Seorang pemimpinan mempunyai kemampuan terbatas dalam
menjalankan pekerjaannya, sehingga perlu dilakukan
pendelegasian wewenang kepada bawahannya. Pejabat yang diberi
wewenang harus dapat menjamin tercapainya hasil yang
diharapkan. Dalam pendelegasian, wewenang yang dilimpahkan
meliputi kewenangan dalam pengambilan keputusan, melakukan
hubungan dengan orang lain, dan mengadakan tindakan tanpa
minta persetujuan lebih dahulu kepada atasanya lagi.
5. Prinsip Pertanggung Jawaban
Dalam menjalankan tugasnya setiap pegawai harus bertanggung
jawab sepenuhnya kepada atasan.
6. Prinsip Pembagian Pekerjaan
Suatu organisasi, untuk mencapai tujuannya, melakukan berbagai
aktivitas atau kegiatan. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan
optimal maka dilakukan pembagian tugas/ pekerjaan yang
didasarkan kepada kemampuan dan keahlian dari masing-masing
pegawai. Adanya kejalasan dalam pembagian tugas, akan
memperjelas dalam pendelegasian wewenang,
pertanggungjawaban, serta menunjang efektifitas jalannya
organisasi.
7. Prinsip Rentang Pengendalian
Artinya bahwa jumlah bawahan atau staf yang harus di
kendalikanole seorang atasan perlu dibatasi secara rasioanal.
Rentang kendali ini sesuai dengan bentuk dan tipe organisasi,
semakin besar suatu organisasi dengan jumlah pegawai yang cukup
banyak, semakin kompleks rentang pengendaliannya.
8. Prinsip fungsional
Bahwa seorang pegawai dalam suatu organisasi secara fugsional
harus jelas tugas dan wewenangnya, kegiatannya, hubungan kerja,
serta tanggung jawab dari pekerjaannya.
9. Prinsip Pemisahan
Bahwa beban tugas pekerjaan seseoarang tidak dapat dibebankan
tanggung jawabnya kepada orang lain.
10. Prinsip Keseimbangan
Keseimbnagan antara struktur organisasi yang efektif dengan
tujuan organisasi. Dalam hal ini, penyusunan struktur organisasi
harus sesuai dengan tujuan dari organisasi tersebut. Tujuan
organisasi tersebut akan diwujudkan melalui aktivitas/kegiatan
yang akan dilakukan. Organisasi yang aktivitasnya sederhana
(tidak kompleks) contoh ‘koprasi di suatu desa terpencil’, struktur
organisasinya akan berbeda dengan organisasi koperasi yang ada di
kota besar seperti di Jakarta, Bandung, atau Surabaya.
11. Prinsip Fleksibilitas
Organisasi harus senantiasa melakukan pertumbuhan dan
perkembangan sesuai dengan dinamika organisasi sendiri (internal
faktor) dan juga karena adanya pengaruh di luar organisasi
(external faktor), sehingga organisasi mampu mejalankan fungsi
dalam mencapai tujuannya.
12. Prinsip Kepemimpinan
Dalam organisasi apapun bentuknya diperlukan adanya
kepemimpinan, atau dengan kata lain organisasi mampu
menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan
yang digerakan oleh pemimpin organisasi tersebut.

D. Jenis-Jenis Organisasi
Pengelompokan jenis organisasi dapat dilakukan dengan
mengguanakan kriteria sebagai berikut.
1. Berdasarkan Jumlah Orang yang Memegang Pucuk Pimpinan
a. Bentuk tunggal, yaitu pucuk pimpinan berada ditangan satu
orang, semua kekuasaan dan tugas pekerjaan bersumber kepada
satu orang.
b. Bentuk komisi, pimpinan organissi merupakan suatu dewan
yang terdiri dari beberapa orang, semua kekuasaan dan
tanggung jawab dipikul oleh dewan sebagai suatu kesatuan.
2. Berdasarkan Lalu Lintas Kekuasaan
Bentuk organisasi ini meliputi:
a. Organisasi lini atau bentuk lurus, kekuasaan mengalir dari
pucuk pimpinan organisasi langsung lurus kepada para pejabat
yang memimpin unit-unit dalam organisasi.
b. Bentuk lini dan staff, dalam organisasi ini pucuk pimpinan
dibantu oleh staf pimpinan ahli dengan tugas sebagai pembantu
pucuk pimpinan dalam menjalankan roda organisasi.
c. Bentuk fungsional, bentuk organisasi dalam kegiatannya dibagi
dalam fungsi-fungsi yang dipimpin oleh seorang ahli
dibidangnya, dengan hubungan kerja lebih bersifat horizontal.
3. Berdasarkan Sifat Hubungan Personal
a. Organisasi formal, adalah organisasi yang diatur secara resmi,
seperti: organisasi pemerintahan, organisasi yang berbadan
hukum.
b. Organisasi informal, adalah organisasi yang terbentuk karena
hubungan bersifat pribadi,antara lain kesamaan minat atau
hobby,dll.
4. Berdasarkan Tujuan
Organisasi ini dapat dibedakan, yaitu:
a. Organisasi yang tujuannya mencari keuntungan atau ‘profit
oriented’.
b. Organisasi sosial atau ‘non profit oriented’.
5. Berdasarkan Kehidupan Dalam Masyarakat
a. Organisasi pendidikan.
b. Organisasi kesehatan.
c. Organisasi petanian, dan lain lain.
6. Berdasarkan Fungsi dan Tujuan yang Dilayani
a. Organisasi produksi, misalnya organisasi produk makanan.
b. Organisasi berorientasi pada politik, misalnya prtai politik.
c. Organisasi yang bersifat integratif, misalnya serikat pekerja.
d. Organisasi pemelihara, misalnya organisasi peduli lingkungan
dan lain-lain.
7. Berdasarkan Pihak yang Memakai Manfaat
Organisasi ini meliputi:
a. Mutual benefit organization, yaitu organization, yaitu
organisasi yang kemanfaatannya terutama dinikmati oleh
anggotanya.
b. Service organization, yaitu organisasi yang kemanfaatannya
dinikmati oleh pelanggan, misalnya bank.
c. Business Organization, yaitu organisasi yang bergerak dalam
dunia usaha.
d. Commonwealth organization, adalah organisasi yang
kemanfaatannya terutama dinikmati oleh masyarakat umum.
E. Bentuk Organisasi
Paling tidak ada tiga macam bentuk organisasi, yaitu bentuk
organisasi jalur, bentuk organisasi lini dan staff (line organization) dan
bentuk organisasi fungsional.
Bentuk organisasi jalur adalah bentuk yang menunjukan adanya
garis komando central dari atasan kepada bawahan seperti pada garis
komando tentara. Dimana bawahan harus menyampaikan
pertanggungjawaban sesuai dengan garis komando yang telah
ditetapkan. Setiap pimpinan memberi perintah kepada bawahannya
masing-masing sesuai dengan jalurnya. Atau setiap bawahan harus
bertanggung jawab langsung kepada atasan yang memberinya
komando.
Bentuk organisasi garis dan staff (line organization) adalah bentuk
organisasi dimana puncak pimpinan mempunyai staf sebagai pemandu
yang tidak memiliki kewenangan memberi komando. Staf tidak
memiliki bawahan. Jika staf akan memberi perintah kepada bawahan
harus melalui puncak pimpinannya. Pada bentuk organisasi lini dan
staf, puncak pimpinanlah yang membuat keputusan yang kemudian
akan langsung memberi perintah kepada bawahannya, serta meminta
pertanggungjawaban dari perintah yang diberikan tersebut.
Bentuk organisasi fungsional adalah organisasi yang mendasarkan
kepada keahlian. Sebagian wewenang dari puncak pimpinan
dilimpahkan kepada satuan organisasi yang ada dibawahnya sesuai
dengan fungsinya sebagai staf. Staf ini mempunyai kewenangan untuk
memberi perintah kepada bawahannya sebagai pelaksana, sesuai
dengan fungsi/ keahliannya.

F. Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit
kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukan adanya
pembagian kerja dan menunjukan bagaimana fungsi-fungsi atau
kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan
(koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukan
spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian
laporan.
Empat elemen dalam struktur organisasi yaitu:
1. Adanya spesialisasi kegiatan kerja.
2. Adanya standardisasi kegiatan kerja.
3. Adanya koordinasi kegiatan kerja.
4. Besaran seluruh organisasi.

Organisasi dan manajemen pendidikan nasional diatur dalam


undang-undang sistem pendidikan nasional. Undang-undang ini
bersifat mengikat dalam mewujudkan tekad bangsa mencerdaskan
kehidupan bangsa seperti yang diinginkan dalam pembukaan Undang-
Undang dasar 1945. UUD 1945 merupakan “Indonesia declaration of
independence” yang menunjukan dengan tegas pengungkapan
keyakinan bangsa indonesia (bahwa kemerdekaan adalah), landasan
fundamental kenegaraan (pancasila), dan alasan ideology berdirinya
Negara Indonesia yang merdeka. Alasan Negara didirikan
sebagaimana dinyatakan dalam pembukaan itu adalah untuk: (1)
Mempertahankan bangsa dan tanah air, (2) meningkatkan
kesejahteraan rakyat, (3) mencerdaskan kehidupan bangsa, dan (4) ikut
serta menciptakan perdamaian dunia yang abadi dan keadilan. Sesuai
dengan otonomi daerah pada tingkat propinsi, kabupaten dan kota,
masing-masing mempunyai kewenangan dalam mengelola dan
mengorganisasi pendidikan di daerahnya masing-masing. Sekarang
pada tingkat propinsi, kabupaten atau kota, pendidikan berada di satu
tangan, yaitu berada langsung dibawah gubernur, Bupati atau Wali
Kota. Pada masa sentralisasi pendidikan berada dibawa kanwil tingkat
propinsi., kadep Kabupaten dan Kotamadya. Untuk Pendidikan Dasar
ditangani oleh dua instansi yaitu Departemen DIKBUD dan Dinas
P&K. Sekarang setelah bergulir era otonomi daerah pendidikan berada
di bawah Dinas Pendidikan tingkat Provinsi, Dinas Pendidikan Tingkat
Kabupaten atau Dinas Pendidikan Kota. Berikut akan dipaparkan dua
struktur organisasi mulai dari tingkat Depdiknas Departemen
Pendidikan Nasional dan juga struktur sekolah di daerah Bandung.
Sebagai contoh struktur organisasi yang ada di Depdiknas Departemen
Pendidikan Nasional RI adalah sebagai berikut.

Organisasi sekolah mempunyai perbedaan dalam melakukan


struktur organisasi, perbedaan tersebut terlihat dari adanya beberapa
faktor. Beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan-perbedaan
tersebut dalam susunan organisasi sekolah, antara lain:

1. Besar kecilnya sekolah


Ada sekolah yang mempunyai banyak murid, banyak guru, dan
banyak pula ruangan belajarnya, tetapi ada pula yang sebaliknya.
Ada sekolah yang banyak murid-muridnya, tetapi tidak cukup
guru-gurunya, tidak cukup ruangan belajarnya, dan sebagainya.
2. Letak sekolah
Sekolah yang berada di kota besar berlainan dengan sekolah di
kota kecil, di kota kecamatan, di pinggir pantai, dsb. Letak sekolah
atau lingkungan sekolah menentukan tokoh-tokoh masyarakat
siapakah yang perlu diikutsertakan di dalam membangun dan
membina sekolah itu.
3. Jenis dan tingkat sekolah
Sekolah kejuruan berbeda dengan sekolah umum, sekolah dasar
tidak sama dengan SLTP/SLTA, dan berbeda pula dengan
perguruan tinggi, dst. Tujuan khusus tiap-tiap sekolah yang tidak
sejenis ini tidak sama.
Demikianlah, meskipun sekolah-sekolah itu pada umumnya
mempunyai keperluan dan kebutuhan yang banyak persamaannya,
dilihat dari perbedaannya di dalam ketiga faktor tersebut, banyak pula
perbedaan-perbedaan dalam keadaan dan kebutuhannya. Ini semua
dapat mempengaruhi adanya perbedaan di dalam suasana organisasi
sekolah yang diperlukan.
Kepala sekolah bertugas memimpin dan mengkoordinasikan semua
pelaksanaan rencana kerja harian, mingguan, bulanan catur wulan dan
tahunan. Mengadakan hubungan dan kerjasama dengan pejabat-
pejabat resmi setempat dalam usaha pembinaan sekolah. Wakil
Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, bertugas membuat perencanaan
dan mengkoordinasikan pembagian tugas guru-guru percatur wulan,
merekap daya serap dan target pencapaian kurikulum per catur wulan
dan per tahun pelajaran, serta segala kegiatan yang berhubungan
dengan urusan kurikulum dan pengajaran bidang intra-kurikuler.
Wakil Kepala sekolah Bidang Kesiswaan, bertugas membuat
perencanaan penerimaan siswa baru kelas I, mutasi siswa kelas II dan
III dan pendaftaran ulang siswa. Membina dan membimbing OSIS
(Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan mengkoordinasikan semua yang
berkaitan dengan kegiatan siswa di bidang ekstra-kurikuler.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana Pendidikan,
bertugas mengkoordinasikan segala kegiatan yang berkaitan dengan
pengadaan, pemeliharaan dan penghapusan barang-barang investaris/
non investaris baik fisik maupun non-fisik milik sekolah.
Kepala Tata Usaha, bertugas mengkoordinasikan seluruh kegiatan
yang berkaitan dengan administrasi sekolah,meliputi penyusunan
program tahunan, kepegawaian, keuangan, pelaporan, investaris dan
kesiswaan.1

1
Eka Prihatin,Teori Administrasi Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm.87-98.