Anda di halaman 1dari 2

STIKes PATRIA HUSADA BLITAR

Standar Operating Procedure (SOP)


Perawatan stoma
Pengertian Perawatan terhadap stoma meliputi pemasangan dan penggantian kantong ostomi dan
pembersihan dengan teknik aseptic (bruner & suddarth 1996)
Indikasi Individu yang memiliki stoma ostomi inkontinen yang harus menggunakan kantung
atau alat pengumpul feses.
Kontraindikasi Klien dengan trauma dada
Petugas 1. Dosen S1 Keperawatan STIKes Patria Husada Blitar
2. Perawat
3. Mahasiswa S1 Keperawatan semester 3,4,5 dan 6
Tujuan 1. Memberikan perawatan pada ostomi sehingga pola defekasinya rutin.
2. Mencegah terjadinya infeksi.
3. Memenuhi kebutuhan untuk defikasi.
Pengkajian 1. TTV
2. Terakhir penggantian kantung
3. Kondisi kantung, barier kulit yang terpasang untuk melihat kebocoran
4. Perhatikan penampakan stoma di bawahnya dan insisi bedah
5. Kaji ketidaknyamanan di sekitar stoma
Persiapan 1. Menjelaskan prosedur dan tindakan yang akan dilakukan
pasien 2. Mengatur posisi pasien senyaman mungkin dan sesuai dengan prosedur tindakan
yang akan dilakukan
3. Hangatkan kedua tangan
Persiapan alat 1. Handscoen
2. Kantung ostomi
3. Set rawat luka
4. Bengkok
5. Lap basah, handuk, baskom cuci berisi air hangat
6. Kassa
7. Kapas alkohol dan kapas basah
Persiapan 1. Memberikan lingkungan yang tenang, aman dan nyaman.
lingkungan 2. Tutup sketsel.
Prosedur 1. Jelaskan prosedur yang akan anda lakukan pada klien.
2. Tutup sketsel atau pintu kamar.
3. Mencuci tangan.
4. Memakai handscoen.
5. Kaji kondisi kantung barier kulit yang terpasang untuk melihat kebocoran,
perhatikan penampakan stoma di bawahnya dan insisi bedah. Kaji
ketidaknyamanan di sekitar stoma.
6. Perhatikan jumlah drainase dari stoma.
7. Kaji kulit di sekitar stoma, perhatikan adanya jaringan parut, lipatan atau tonjolan
kulit.
8. Tetapkan sejauh mana pengetahuan dan pemahaman klien tentang ostomi.
9. Atur posisi klien terlentang atau duduk saat pemasangan kantog ostomi.
10. Cuci tangan dan kenakan sarung tangan.
11. Apabila kantung penuh, geser klem dan kosongkan isinya dari bagian bawah
kantong ke dalam depan.
12. Angkat peralatan yang lama dalam satu kesatuan.
13. Cuci kulit dengan lembut menggunakan pembersih kulit atau dengan
menggunakan sabun dan air yang biasa digunakan. Buang sekresi dari kulit.
14. Bilas sabun secara seksama. Biarkan kering.
15. Adpabila darah muncul dalam jumlah yang sedikit setelah mencuci, yakinkan
klien bahwa sejumlah kecil darah adalah hal yang normal. Klarifikasi apa yang
dimaksud pengeluaran darah abnormal.
16. Observasi kondisi kulit dan stoma. Dorong klien untuk melakukan observasi ini
setiap hari. Ukur kembali stoma.
17. Apabila terdapat lipatan abdomen atau jika konlur abdomen tidak beraturan, isi
dengan barier tipe pasta.
18. Biarkan pasta mongering selama 1 sampai 2 menit.
19. Apabila konlur abdomen datar atau setelah pasta mengering siapkan barier kulit
dengan menggunakan penyegel kulit atau pasta. Lubangi barier kulit ssedikit lebih
besar dari stoma ± 30 mm. buat irisan radial dari bagian tengah lubang . Gunting
secara melingkar pada sisi barier kulit.
20. Siapkan kantung ostomi untuk kantung yang belum digunting dilubangi bagian
tengah lempeng 30 mm lebih besar daripada lubang barier.
21. Lepaskan pelapis kertas dari lempeng kantung dan tempelkan pada sis barier yang
mengkilat dan tidak tertutup.
22. Lepaskan pelapis dan barier dan tempelkan baner dengan kantong sebagai satu
unit ke kulit.
23. Lipat ujung bagian bawah kantong ke arah atas untuk menyesuaikan dengan klem
atau peralatan penutup. Amankan klem.
24. Buang peralatan lama ke dalam kantung plastik dan buang ke tempat sampah yang
terbuat dari bahan parasul.
25. Lepaskan sarung tangan yang kotor dan buang ke tempat sampah yang sesuai.
26. Cuci tangan.
27. Bantu klien memberikan posisi yang nyaman.
Evaluasi sikap 1. Menunjukkan sikap sopan dan ramah
2. Menjamin privasi pasien
3. Bekerja dengan teliti

Daftar Daftar pustaka:


rujukan Bruner and sudart. 1996 Teks Book Keperawatan Medikal Surgikal. EGC: Jakarta