Anda di halaman 1dari 21

Pengertian Pendidikan Menurut 50 Ahli Dan Referensi-nya Terlengkap - Pendidikan

adalah salah satu hal terpenting dalam kehidupan kita. Karena itu, pendidikan menjadi
prioritas setiap orang (manusia), siapapun dia dan apapun latar belakangnya. Secara fitrah
(kodrati), pendidikan adalah bagian yang melekat atau tidak terpisahkan dari setiap insan.

Secara global, setiap orang berhak mengenyam bangku pendidikan. Sebagaimana hal ini
telah diperkuat dengan terbitnya Pasal 13 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi,
Sosial dan Budaya yang mengakui hak setiap orang atas pendidikan (ICESCR, Article
13.1 - Wikipedia, terakhir diubah tanggal 28 April 2018).

Lantas, apa pengertian, definisi atau konsep pendidikan menurut para ahli? Seperti apa
persamaan dan perbedaan konsep pendidikan menurut para ahli? Dan apa referensi-nya?
Untuk diketahui, secara umum (menurut hemat penulis), setidaknya terdapat 2 pandangan
besar tentang sejak kapan pendidikan diperoleh manusia? Apakah sejak ia dilahirkan
ataukah sebelum ia dilahirkan? Perdebatan ini sebenarnya sudah terjadi dikalangan para
filsuf pendidikan, sejak zaman klasik, modern hingga postmodern saat
ini. Pertama, sebagian para ahli pendidikan meyakini, bahwa manusia telah mendapatkan
pendidikan pertamanya, sebelum ia dilahirkan di dunia. Yang kedua, sebagian lain
umumnya, berpendapat bahwa manusia barulah mendapat pendidikan pada saat ia
dilahirkan. Tentu saja para ahli tersebut memiliki sumber dan referensi masing-masing.
Seperti apa itu? Simak dibawah ini !

PENGERTIAN PENDIDIKAN MENURUT 50 AHLI DAN REFERENSINYA

PENDIDIKAN MENURUT ROCKY GERUNG


Pendidikan adalah perang terhadap kedunguan. [1]
_______________________________________________________________________

Baca Juga : Rocky Gerung Siapa? | Profil dan Biodata Rocky Gerung
_______________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT SOCRATES


Pendidikan adalah suatu sarana yang digunakan untuk mencari kebenaran. Sedangkan
metode-nya adalah dialektika. [2]
_________________________________________________________________________
________

PENDIDIKAN MENURUT PLATO

Pendidikan adalah sesuatu yang dapat membantu perkembangan individu dari jasmani
dan akal dengan sesuatu yang dapat memungkinkan tercapainya sebuah kesempurnaan.
Menurut Plato pendidikan direncanakan dan di-program menjadi tiga tahap dengan tingkat
usia, tahap pertama adalah pendidikan yang diberikan kepada murid hingga sampai dua
puluh tahun; dan tahap kedua, dari usia dua puluh tahun sampai tiga puluh tahun;
sedangkan tahap ketiga, dari tiga puluh tahun sampai usia empat puluh tahun. [3]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT ARISTOTELES

Education is a function of the State, and is conducted, primarily at least, for the ends of the
State. State - highest social institution which secures the highest goal or happiness of man.
Education is preparation for some worthy activity. [4] Education should be guided by
legislation to make it correspond with the results of psychological analysis, and follow the
gradual development of the bodily and mental faculties. [5]
Artinya : Pendidikan adalah salah satu fungsi dari suatu negara, dan dilakukan, terutama
setidaknya, untuk tujuan Negara itu sendiri. Negara adalah institusi sosial tertinggi yang
mengamankan tujuan tertinggi atau kebahagiaan manusia. Pendidikan adalah
persiapan/bekal untuk beberapa aktivitas/pekerjaan yang layak. Pendidikan semestinya
dipandu oleh undang-undang untuk membuatnya sesuai (koresponden) dengan hasil
analisis psikologis, dan mengikuti perkembangan secara bertahap, baik secara fisik
(lahiriah) maupun mental (batiniah/jiwa).
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT IMAM KHOMEINI

Pendidikan lahir untuk memahami manusia, namun tujuan ini berdampak terbalik, yang
dengan-nya mengarahkan manusia untuk mengetahui wujud Tuhan dan mengenal Allah
swt, atau yang dikenal dengan nama ru’yah kauniyah tauhidiyah(pandangan-pandangan
tauhid). Pendidikan mesti mengantarkan manusia tidak hanya pada sisi materi (lahiriah),
tetapi juga kebahagiaan hakiki (batiniah). [6]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT MUHAMMAD IQBAL

Pendidikan merupakan daya budaya yang mempengaruhi kehidupan perorangan maupun


kelompok masyarakat untuk membentuk manusia mukmin sejati atau yang biasa disebut
dengan insan kamil . [7]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT MURTADHA


MUTHAHHARI

Pendidikan adalah proses yang sangat penting didalam kehidupan manusia. Melalui
pendidikan, setiap manusia belajar seluruh hal yang belum mereka ketahui. Bahkan
dengan pendidikan, seorang manusia dapat menguasai dunia dan tidak terikat lagi oleh
batas-batas yang membatasi dirinya. Pendidikan melahirkan seorang yang berilmu, yang
dapat menjadi khalifah Allah di bumi ini. [8]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT MUHAMMAD 'ABDUH

Pendidikan adalah hal terpenting dalam kehidupan manusia dan dapat merubah segala
sesuatu. [9]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT AL-GHAZALI

Pendidikan merupakan proses me-manusia-kan manusia sejak masa kejadiannya sampai


akhir hayatnya melalui berbagai ilmu pengetahuan yang disampaikan dalam bentuk
pengajaran secara bertahap, dimana proses pengajaran itu menjadi tanggung jawab orang
tua dan masyarakat menuju pendekatan diri kepada Allah sehingga menjadi manusia
sempurna. [10]
________________________________________________________________________
PENDIDIKAN MENURUT IBNU SINA

Pendidikan adalah proses untuk membentuk perkembangan anak dan membiasakan


kebiasaan yang baik dan sifat-sifat yang baik menjadi faktor utama guna mencapai
kebahagiaan anak, oleh karena itu orang yang ditiru hendaklah menjadi pemimpin yang
baik, contoh yang bagus dan ber-akhlak hingga tidak meninggalkan kesan buruk dalam
jiwa anak yang meniru-nya. [11]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT CONFUCIUS

Pendidikan melahirkan keyakinan diri, keyakinan diri melahirkan harapan, dan harapan
melahirkan perdamaian. [12]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT KI HAJAR DEWANTARA

Pendidikan adalah suatu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. [13]


________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT MAHMUD YUNUS

Pendidikan adalah suatu usaha yang dengan sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan
membantu anak yang bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, jasmani dan
akhlak sehingga secara perlahan bisa mengantarkan anak kepada tujuan dan cita-citanya
yang paling tinggi. Agar memperoleh kehidupan yang bahagia dan apa yang dilakukannya
dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, negara dan agamanya. [14]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT CARTER V. GOOD

Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan individu dalam sikap dan perilaku
bermasyarakat. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh suatu lingkungan yang
ter-organisir, seperti rumah atau sekolah, sehingga dapat mencapai perkembangan diri dan
kecakapan sosial. [15]
________________________________________________________________________
PENDIDIKAN MENURUT DRIYARKARA

Pendidikan diartikan sebagai suatu upaya dalam me-manusia-kan manusia muda atau
pengangkatan manusia muda ke taraf yang insani. [16]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT PAULO FREIRE

Pendidikan ialah usaha untuk mengembalikan fungsi pendidikan sebagai alat yang
membebaskan manusia dari berbagai bentuk penindasan dan ke-tertindas-an. pendidikan
haruslah berorientasi kepada pengenalan realitas diri manusia dan dirinya sendiri. [17]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT AHMAD D. MARIMBA

Pendidikan merupakan suatu proses bimbingan yang dilaksanakan secara sadar oleh
pendidik terhadap suatu proses perkembangan jasmani dan rohani peserta didik, yang
tujuannya agar kepribadian peserta didik terbentuk dengan sangat unggul. [18]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT ZAHARAI INDRIS

Pendidikan adalah serangkaian kegiatan berkomunikasi yang bertujuan supaya manusia


dewasa atau pendidik dengan peserta didik saling ber-tatap muka atau dengan
menggunakan media dalam rangka memberikan bantuan pada perkembangan anak
dengan utuh. [19]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT JAMES MILL

Pendidikan itu harus menjadikan seseorang cakap, agar dia menjadi orang yang
senantiasa berusaha mencapai kebahagiaan untuk dirinya terutama dan untuk orang lain
selainnya. [20]
________________________________________________________________________
PENDIDIKAN MENURUT JEAN JACQUES
ROUSSEAU

Pendidikan adalah memberi kita pembekalan yang tidak ada pada masa anak-anak, tetapi
kita membutuhkannya di waktu dewasa. [21]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT WILL DURANT

Pendidikan adalah sebuah penemuan progresif dari kebodohan diri sendiri. [22]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT MALCOM FORBES

Pendidikan adalah upaya untuk mengganti pikiran yang kosong menjadi pikiran yang
terbuka. [23]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT ALBERT EINSTEIN

Pendidikan ialah sesuatu yang tersisa setelah seseorang melupakan apa yang ia pelajari
di sekolah. [24]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT JOHN STUART MILL

Pendidikan meliputi segala sesuatu yang dikerjakan oleh seseorang untuk dirinya atau
yang dikerjakan oleh orang lain untuk dia, dengan tujuan mendekatkan dia kepada tingkat
kesempurnaan. [25]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT JOHN DEWEY

Pendidikan adalah suatu proses pengalaman. Karena kehidupan merupakan


pertumbuhan, maka pendidikan berarti membantu pertumbuhan batin manusia tanpa
dibatasi oleh usia. Proses pertumbuhan adalah proses penyesuaian pada setiap fase dan
menambah kecakapan dalam perkembangan seseorang melalui pendidikan. [26]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT HERBERT SPENCER

Pendidikan adalah menyiapkan seseorang agar dapat menikmati kehidupan yang bahagia.
Pendidikan membuat manusia menjadi selaras dengan lingkungannya. [27]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT MARTINUS JAN


LANGEVELD

Pendidikan adalah upaya dalam membimbing manusia yang belum dewasa kearah
kedewasaan. Pendidikan adalah suatu usaha dalam menolong anak untuk melakukan
tugas-tugas hidupnya, agar mandiri dan bertanggung jawab secara susila. [28]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT CROW

Pendidikan ditafsirkan dengan makna untuk mempertahankan manusia dengan


kebutuhan-kebutuhan yang senantiasa bertambah, dan merupakan suatu harapan untuk
dapat mengembangkan diri agar berhasil, serta untuk memperluas, men-intensif-kan ilmu
pengetahuan dan memahami elemen-elemen yang ada di-sekitarnya. Pendidikan juga
mencakup segala perubahan yang terjadi sebagai akibat dari partisipasi individu dalam
pengalaman-pengalaman dan belajar. [29]
________________________________________________________________________
PENDIDIKAN MENURUT HERMAN H. HORN

Pendidikan adalah suatu proses dari penyesuaian lebih tinggi (eternal) bagi makhluk yang
telah berkembang secara fisik dan mental yang bebas dan sadar kepada Tuhan
sebagaimana diwujudkan dalam alam sekitar, intelektual, emosional dan kemauan dari
manusia itu sendiri. [30]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT ROUSSEAU

Pendidikan adalah pembekalan diri kita dengan sesuatu yang belum ada pada kita
sewaktu masa kanak-kanak, akan tetapi kita membutuhkannya di waktu dewasa. [31]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT DEDI SUPRIADI

Pendidikan merupakan salah satu fungsi yang harus dapat dilakukan dengan sebaik-
baiknya oleh keluarga dan masyarakat secara terpadu dengan berbagai institusi yang
memang diadakan dengan sengaja untuk mengembangkan fungsi pendidikan. [32]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT STELLA VAN PETTEN


HENDERSON

Pendidikan adalah suatu kombinasi dari pertumbuhan dan perkembangan insani dengan
warisan sosial. [33]
________________________________________________________________________
PENDIDIKAN MENURUT WASTY SOEMANTO

Pendidikan adalah proses pembelajaran yang menghasilkan pengalaman yang


memberikan kesejahteraan pribadi, baik lahir maupun batiniah. [34]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT FREDERICK J. MC.


DONALD

Pendidikan merupakan suatu proses yang arah tujuannya untuk mengubah tabiat manusia
atau peserta didik (murid). [35]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT KOHNSTAMM DAN


GUNNING

Pendidikan adalah suatu proses pembentukan hati nurani manusia. [36]


________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT NYERERE

Pendidikan baik formal maupun informal diarahkan untuk men-transmisi-kan satu generasi
ke generasi berikutnya yang terakumulasi dalam kearifan dan pengetahuan dari
masyarakat dan untuk mempersiapkan kaum muda untuk mengurus masa depan mereka
di masyarakat dan peran aktif mereka dalam pembangunan. [37]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT HORNE


Pendidikan adalah proses yang dilakukan secara terus menerus (continue) dari
penyesuaian yang lebih tinggi bagi manusia yang telah berkembang secara fisik dan
mentalnya. [38]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT ABDULLAH IBNU AL-


MUQAFAH

Pendidikan adalah kebutuhan untuk mendapatkan sesuatu yang akan menguatkan semua
indera kita seperti makanan dan minuman, dengan yang lebih kita butuhkan untuk
mencapai peradaban yang tinggi yang merupakan santapan akal dan rohani. [39]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT DARMANINGTYAS

Darmaningtyas mendefinisikan pendidikan sebagai usaha dasar dan sistematis untuk


mencapai taraf hidup dan kemajuan yang lebih baik. [40]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT MARY MCLEOD


BETHUNE

Menurut Dia, pendidikan adalah suatu perbuatan atau proses untuk memperoleh sebuah
pengetahuan. [41]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT EDGAR DALE

Pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan dengan sadar oleh keluarga, masyarakat
atau pemerintah melalui bimbingan, pengajaran, pembelajaran dan pelatihan yang
berlangsung, baik dilakukan di sekolah maupun diluar sekolah sepanjang hidup, untuk
mempersiapkan peserta didik (murid) agar dapat menjalankan perannya dalam lingkungan
untuk masa yang akan datang. [42]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT IMAN BARNADIB

Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau kemajuan
yang lebih baik. [43]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT GIREX B

Pendidikan adalah berbagai upaya dan usaha yang dilakukan orang dewasa untuk
mendidik nalar peserta didik dan mengatur moral mereka. [44]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT S.A. BRATANATA,DKK

Pendidikan adalah usaha yang sengaja diadakan baik langsung maupun dengan cara
yang tidak langsung untuk membantu anak dalam perkembangannya mencapai
kedewasaan. [45]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT AN-NAHLAWI

Pendidikan dalam bahasa Arab adalah tarbiyah, arti tarbiyah atau pendidikan ialah segala
usaha dalam mengurus, mengatur dan memperbaiki segala sesuatu atau potensi yang
sudah ada dari lahir agar tumbuh dan berkembang menjadi lebih dewasa. [46]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT THEODORE BRAMELD


Pendidikan memiliki fungsi yang luas yaitu sebagai pengayom dan pen-ubah kehidupan
suatu masyarakat jadi lebih baik dan membimbing masyarakat yang baru supaya mengenal
tanggung jawab bersama dalam masyarakat. Jadi pendidikan adalah sebuah proses yang
lebih luas dari sekedar periode pendidikan di sekolah. [47]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT GODFREY THOMSON

Sir Godfrey Thomson (1993) lebih concern dengan pendekatan psikologi dan psikometri
dalam memandang pendidikan. Bagi-nya pendidikan perlu mengedepankan sisi psikologis
atau psikologi pendidikan. Ia berkata: "secara khusus, psikologi telah membenahi
pendidikan yang membuat individu yang sebenarnya dan bukan rata-rata atau individu
yang unik. Pendidikan harus melihat tujuan dan tujuan, bukan hanya pada metode dan
sarana." [48]
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT AL-FARABI DAN


MISKAWAH

Al-Farabi [49] dan Miskawah [50] memiliki kesamaan tentang Pendidikan. Menurut
mereka, pendidikan adalah hal yang memungkinkan manusia mencapai kesempurnaan
yang tepat untuk sifat mereka.
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT IBNU KHALDUN

Ibnu Khaldun menekankan pentingnya prinsip pendekatan progresif dalam pendidikan. Dia
menyarankan para guru untuk memulai materi dari yang paling mudah (sederhana) menuju
hal yang paling sulit, bukan sebaliknya. Lebih jauh, bahwa pendidikan secara lahiriah (ilmu
empirisme) tidak boleh dipisahkan dari pengembangan bakat mental (jiwa) yang diperlukan
untuk pengetahuan. Keduanya harus di-asimilasi-kan. Seperti yang dia tunjukkan: "Pada
awalnya peserta didik (murid) benar-benar tidak mampu memahami apa pun, kecuali untuk
beberapa poin saja, dalam hal apapun, mereka hanya memahami dengan cara perkiraan
dan ringkasan. Ketika mereka dijelaskan dengan contoh yang diambil dari pengalaman
sensorik (pengalaman sehari-hari). Hal itu kemudian membuat kesiapan siswa secara
bertahap berkembang: materi atau subjek pembahasan menjadi lebih mudah dicerna
dengan setiap pengulangan, dan karenanya pemikiran peserta didik kemudian berkembang
dari pengetahuan perkiraan ke asimilasi yang lebih dalam " [51].
________________________________________________________________________

PENDIDIKAN MENURUT MAHATMA GANDHI

"Yang saya maksudkan dengan pendidikan ialah menampilkan sifat-sifat terbaik secara
menyeluruh yang ada dalam kepribadian seseorang anak atau manusia, yaitu tubuh, akal,
dan jiwa. Kepandaian membaca dan menulis bukan merupakan tujuan akhir, bahkan bukan
juga tujuan awal dari pendidikan. Melek aksara hanyalah merupakan salah satu sarana
untuk memungkinkan pendidikan seorang pria atau wanita. Kepandaian membaca dan
menulis, bukan merupakan pendidikan. Maka saya lebih setuju bila pendidikan seorang
anak dinilai dengan mengajar suatu cabang kerajinan tangan dan memungkinkan murid itu
menghasilkan barang dari saat awal pendidikannya,” [52]
________________________________________________________________________

Berdasarkan pengertian-pengertian atau definisi-definisi dari para ahli tentang pendidikan


tersebut, maka penulis menyimpulkan :
1. Pendidikan adalah upaya untuk me-manusia-kan manusia.
2. Pendidikan dilakukan bukan saja lewat bangku formal, akan tetapi juga
melalui bangku non-formal
3. Penulis menilai, adanya sebagian perbedaan mendasar dari para ahli diatas
tentang apa pengertian atau definisi dari pendidikan. Sejak kapan pendidikan
diperoleh manusia? Apakah sejak ia dilahirkan atau sebelum ia dilahirkan? Menurut
hemat penulis, hal itu disebabkan oleh perbedaan dalam kerangka filsafat
pendidikan masing-masing, yakni perbedaan standar pengetahuan/pemikiran
(epitemologi), segmen ontologis dan aksiologis-nya. Sebagian besar para ahli
pendidikan Barat lebih condong dengan standar pengetahuan (epistemologi)
empirisme dan sebagiannya bertumpu pada rasionalisme murni, yang kedua-duanya
menggunakan segmen ontologis "materialisme". Tentu saja akan sangat berbeda
secara aksiologis (praksis), dengan pandangan para ahli/filsuf pendidikan timur yang
lebih menyesuaikan pada subjek dan objek pendidikan itu sendiri. Dalam tradisi
pendidikan filsafat timur, jika pendidikan tentang ilmu pasti atau ilmu lahiriah (seperti
fisika, kimia dan lain-lain) yang menjadi objek dan subjek penelitiannya, maka
standar epistemologi-nya menggunakan empirisme (berdasarkan pada pengalaman
inderawi/eksperimental). Namun jika ilmu yang dikaji adalah ilmu metafisik (seperti
logika, matematika dan lain-lain) maka yang digunakan lebih dominan ke
epistemologi rasionalisme (berdasarkan pada akal). Selain itu, para ahli/filsuf
pendidikan barat meyakini bahwa pendidikan diperoleh manusia nanti ketika ia
dilahirkan. Sedangkan bagi para filsuf/ahli pendidikan timur menilai bahwa justru
sebaliknya, manusia telah mendapatkan pendidikan, bahkan sebelum ia dilahirkan di
muka bumi, salah satu contohnya adalah ketika dimasa kehamilan seorang Ibu.
Bagaimana orang tua (terutama Ibu) yang mendidik anaknya dengan melakukan
komunikasi verbal, menyanyikan lagu atau membaca kepada bayi dalam kandungan
dengan maksud mengajar/mendidik bayi mereka sebelum kelahirannya. Kondisi
kebatinan seorang anak sangat dirasakan oleh Ibu-nya saat mengandung. Manakala
seorang Ibu, (misalnya) mengidap stress atau penyakit, akan dikhawatirkan
berdampak pada anak-nya. Dengan kata lain, seorang Ibu yang baik akan merawat
dan mengatur dirinya dengan baik, karena Ia sadar bahwa itu sama artinya dengan
mendidik dan mengajarkan anak (bayi) yang ia kandung tersebut. Bukankah
demikian?

Demikian deskripsi sederhana tentang 50 Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli Dan
Referensi-nya Terlengkap, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Mohon maaf jika
ada kekeliruan, mohon diingatkan. Terima Kasih.

REFERENSI DAN CATATAN KAKI


_______________________________________________________________________

[1] Disampaikan melalui cuit-an Rocky Gerung di Twitter


pada peringatan Hardiknas, 2 Mei 2018.
Lihat https://twitter.com/rockygerung/status/9914801580820
56193.

[2] Perlu diketahui, bahwa Dialektika yang dimaksud oleh


Sokrates ini berbeda dengan Dialektika ala Karl
Marx. Dialektika berasal dari kata Yunani dialegestai yang
berarti bercakap-cakap atau berdialog. Metode Sokrates
dinamakan dialektika karena di dalamnya, dialog atau
percakapan mempunyai peranan yang hakiki. Dalam suatu
kutipan yang terkenal, Sokrates sendiri mengusulkan nama
lain untuk menunjukkan metode-nya, yakni seni kebidanan
atau dalam bahasa Yunani dinamai maieutike tekhne.
Maksudnya seperti ibunya adalah seorang bidan, demikian
Sokrates membidani jiwa-jiwa. Ia sendiri tidak
menyampaikan pengetahuan tetapi dengan pertanyaan-
pertanyaan, ia justru membedah pengetahuan yang
terdapat dalam jiwa orang lain (K. Bertens, Sejarah Filsafat
Yunani,Kanisius: 1999)
[3] Plato adalah Filsuf Yunani yang hidup dari tahun 429 SM-
346 M. Ia adalah salah seorang murid dari Socrates.

[4] (Davidson, 169) seperti dikutip


di https://www.newfoundations.com/GALLERY/Aristotle.html

[5] Aristoteles dikenal sebagai filsuf terbesar Yunani, guru


Iskandar Makedoni, yang dilahirkan pada tahun 384 SM-322
SM. Data tentang kelahiran Aristoteles dirujuk
dilaman https://www.newfoundations.com/GALLERY/Aristotle
.html

[6] Imam Khomeini adalah pemimpin agung Republik Islam


Iran ke-1. Lihat pranala luar
berikut: https://id.wikipedia.org/wiki/Pemimpin_Agung_Iran

[7] K.G. Saiyidain, Iqbal’s Educational Philosophy,


Penerjemah : M.I. Soelaeman,(Bandung: CV. Diponegoro,
1981), hal. 90.

[8] Muhammad ‘Ammarah, Al-Imam Muhammad ‘Abduh, Al-


Imam Muhammad ‘Abduh: Mujaddid al-Islam (Beirut: Al-
Muassassah al-Islamiyyah li al-Dirasah wa al-Nasyr, 1981),
h.207.

[9] https://www.slideshare.net/harisandidevi/pendidikan-
merupakan-hal-yang-terpenting-dalam-kehidupan-kita
[10] https://www.academia.edu/5525204/Pengertian_Pendidi
kan_Menurut_Al_Ghazali

[11] Prof. Dr. Azyumardi Azra MA, Esei-esei Intelektual


Muslim Pendidikan Islam, PT. Logos Wacana Ilmu, Ciputat,
1999 hal.81

[12] Widyastini, 2004: 7-8

[13] Ki Hajar Dewantara adalah Bapak Pendidikan Nasional


Indonesia, (1889 - 1959). Maksud dari definisi Ki Hajar
Dewantara, adalah pendidikan menuntun segala kekuatan
kodrat yang ada pada peserta didik agar sebagai manusia
dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan
kebahagiaan hidup yang setinggi-tingginya - Phylo Post.

[14] Mahmud Yunus, Pokok-Pokok Pendidikan dan


Pengajaran, (Jakarta, Hidakarya Agung) 70
[15] Good, Carter V, Dasar Konsep Pendidikan Moral,
(Bandung, Alfabeta) 1977: Hal 1

[16] Driyarkara, dkk. (ed), Esai-Esai Pemikiran yang Terlibat.


Penuh dalam Perjuangan Bangsanya, (Jakarta: Gramedia,
2006), Hal 269
[17] Paulo Freire adalah filsuf pendidikan asal negara Brazil.
Selain yang disebutkan diatas, Paulo Freire juga
mengatakan bahwa Pendidikan adalah jalan menuju
pembebasan yang permanen dan terdiri dari dua tahap.
Tahap pertama, adalah masa dimana manusia menjadi sadar
akan pembebasan mereka, dimana
melalui praksis mengubah keadaan itu. Tahap kedua,
dibangun atas tahap yang pertama, dan merupakan sebuah
proses tindakan kultural yang membebaskan - Paulo Freire
dalam Siti Murtiningsih, Pendidikan Alat Perlawanan: Teori
Pendidikan Radikal Paulo Freire, (Yogyakarta: Resist Book,
2004), hlm. 55

[18] Kepribadian yang dimaksud oleh Ahmad D. Marimba


bermakna filosofis, yakni pribadi yang tidak sekedar pintar
saja atau pandai secara akademis saja, namun juga baik
secara karakter (Menurut Phylo Post)

[19] Zahara Idris, Dasar-Dasar Kependidikan, ( Bandung :


Angkasa. T.th ). hlm. 11

[20] filsuf Inggris, 1773-1836.

[21] filsuf swiss, 1712-1778.

[22] Maksudnya : Pendidikan adalah sebuah proses yang


dijalani oleh orang yang tidak tahu atau bodoh. Mereka yang
belajar harus memahami dan menyadari bahwa dirinya tidak
tahu. Ini seperti yang beliau sampaikan dalam sebuah
perkataan - Phylo Post.

[23] Secara sederhana dapat diartikan bahwa, pendidikan


merupakan upaya untuk mengubah dari "tidak tahu"
(kosong) menjadi "tahu" (memiliki isi) - Phylo Post.

[24] Dapat diartikan bahwa, pendidikan adalah pengetahuan


atau pemahaman yang melekat di alam bawah sadar murid
tentang apa yang Ia diajarkan oleh Gurunya - Phylo Post.

[25] filsuf Inggris, 1806-1873 M


[26] filsuf Amerika Serikat, 1859 M - 1952 M. John Dewei
adalah salah satu filsuf yang menganut filsafat
pendidikan empirisme (berdasarkan pengalaman) - Phylo
Post.

[27] Filsuf Inggris,1820-1903 M

[28] Seorang ahli pendidikan Belanda ini juga menjelaskan


pendidikan sebagai usaha untuk mencapai penentuan diri
dan tanggung jawab.

[29] Dalam Supriyatno, 2001

[30] Dalam kutipan asli-nya, Herman Harrel Horne


mendefinisikan pendidikan sebagai "the eternal process of
superior adjustment of the physically and mentally
developed, free, conscious, human being to God as
manifested n the intellectual, emotional, and volitional
environment of man" (Horne, 1927, p. 285).
Hasil translation dan dikutip dalam
laman : https://www.talbot.edu/ce20/educators/protestant/h
erman_horne/

[31] Filsuf Prancis, 1712-1778 M (Setyamidjaja, Djoehana.


2002. Landasan Ilmu Pendidikan. Universitas Pakuan Bogor: Bogor)

[32] Dedi Supriadi, 1998 : 95


[33] https://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEDAGOGIK/19500
9081981011-
Y._SUYITNO/INTRODUCTION_TO_PHILOSOPHY_OF_EDUCATION
.pdf

[34] Soemanto, Wasty. 2006. Psikologi Pendidikan: Landasan


Kerja Pemimpin. Pendidikan (Cetakan Ke 5). Jakarta: Rineka
Cipta. Solihatin, Etin Raharjo. 2007

[35] Frederick J. Mc Donald, seorang filsuf asal Amerika


Serikat

[36] Dengan kata lain, pendidikan adalah suatu proses


pembentukan dan penentuan diri secara etis yang sesuai
dengan hati nurani. (Driyarkara, Driyarkara About
Education, Canisius Foundation, Yogyakarta, 1950, hlm.74.)

[37] Dirujuk
pada : https://www.sdsmorogoro.com/common/My
%20pages/Research%20Papers/Plato's%20Concept%20of
%20Education.html#_ftn29(Dikutip melalui
website : https://www.myelimu.com/thread-Nyerere-On-
Education

[38] (Horne, 1927, p. 285). Hasil translation dan dikutip dalam


laman : https://www.talbot.edu/ce20/educators/protestant/herman_horne
/

[39] Abdullah Ibnu Al-Muqafah adalah salah seorang tokoh


bangsa Arab yang hidup tahun 106 H- 143 H,
pengarang Kitab Kalilah dan Daminah)
[40] Darmaningtyas, Pendidikan Pada dan setelah
Krisis ( Evaluasi Pendidikan di masa Krisis ),. Cet. I,
Yogyakarta

[41] Mary McLeod Bethune, adalah seorang filsuf pendidikan perempuan


asal Amerika Serikat (Lihat Buku Mary Mcleod Bethune: Words of
Wisdom )

[42] Lihat referensi rujukan : Edgar Dale On Education

[43] Prof. Dr. Iman Barnadib, salah satu dosen di fakultas


filsafat Universitas Gajah Mada (UGM)

[44] (Warta Politeknik Negeri, 2007)

[45] Dkk, S.A. Bratanatabuku Ilmu Pendidikan, 1991 : 69

[46] Lihat referensi rujukan : Buku HADIS PENDIDIKAN:


Konsep Pendidikan Berbasis Hadis

[47] Lanjut, Theodore Brameld juga menjelaskan bahwa,


pendidikan adalah sebuah proses belajar terus menerus
dalam keseluruhan aktivitas sosial sehingga manusia tetap
ada dan berkembang.

[48] Lihat referensi rujukan (translation) Academic life and


educational research
[49] Lihat khususnya Ara 'ahl al-madina al-fadila [Pendapat
dari Penduduk Kota Berbudi luhur ] dan Kitab tahsil as-
sa'ada [ Kitab Peninggalan Kebahagiaan]. Profil al-Farabi
termasuk dalam seri '100 Pemikir tentang Pendidikan' ini.
Seperti dikutip dalam laman
web :https://www.muslimheritage.com/article/ibn-khalduns-
concept-education-%E2%80%98muqaddima
%E2%80%99#ftn7

[50] Lihat Kitab tahdhib al-akhlaq [The Book of Moral


Education]. Seperti dikutip
di https://www.muslimheritage.com/article/ibn-khalduns-
concept-education-%E2%80%98muqaddima
%E2%80%99#ftnref8

[51] Muqaddima , III, hlm. 1243-45; Fr. tr., III, pp. 1218-21;
Engl. tr., III, hlm 292-94. Seperti dikuti
di https://www.muslimheritage.com/article/ibn-khalduns-
concept-education-%E2%80%98muqaddima
%E2%80%99#ftn37

[52] Mahatma Gandhi, 1968. Semua Manusia Bersaudara:


Kehidupan dan Gagasan Mahatma Gandhi, sebagaimana
diceritakan Sendiri, terjemahan. Kustiniyati Mochtar.
Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, hlm. 176.