Anda di halaman 1dari 4

Chlorinated Hydrocarbone dapat dibagi menjadi empat kategori:Gautam Biswas

1. DTT dan analognya: DTT dan methoxychlor


2. Benzone hexachloride: Gamma hexachlorobenzene (Lindane)
3. Cydodienes dan senyawa terkait: Endrin, aldrin, chordane, chloedecone, dieldrin,
endosulfan, hepatochlor, isobenan dan mirex
4. Toxaphone dan senyawa terkait
Semua pestisida ini diserap melalui kulit, per oral dan melalui inhalasi. Agen yang
umum digunakan adalah: DTT, endrin, gammezane, dan dieldrin. Gautam Biswas

Temuan postmoterm:
Eksternal: Gautam Biswas
 Bau seperti minyak tanah dari mulut dan lubang hidung, dapat ditemukan
bahkan pada tubuh yang sudah membusuk
 Buih putih halus, kadang-kadang disertai darah dari mulut dan hidung
 Sianosis pada wajah dan kuku
 Kongesti konjugtiva serta pupil dilatasi
Internal: Gautam Biswas
 Kongesti mukosa esofagus, abdomen, dan intestinal, serta mengeluarkan bau
seperti minyak tanah
 Darah gelap dan cair
 Saluran nafas mengandung lendir berbusa
 Ptekie di paru-paru dan jantung
 Bendungan paru
 Bendungan pada hati, ginjal, dan otak, dengn degenarasi lemak hati.

Keracunan kronis
Paparan jangka panjang pada senyawa ini menghasilkan toksisitas kumulatig yang
ditandai oleh kelemahan, kehilangan berat badan, ataksia, tremor, perubahan mental,
oligospermia, peningkatan kecendrungan untuk leukimia, purpura, anemia aplastik, dan
karsinoma hati. Gautam Biswas

DDT (Chlorophenothane) adalah insektisida chloronated hydrocarbon yang paling


umum digunakan dalam bidang pertanian. DDT berbentuk berupa bubuk kristal putih dengan
bau aromatik yang samar. DDT tidak larut dalam air tapi larut dalam minyak tanah, minyak
sayur, dan pelarut organik lainnya. Pada pemakaiannya, bubuk DDT diencerkan sampai
dengan 10% dengan kapur bubuk atau kaolin, lalu dapat digunakan sebagai semprotan dalam
5% larutan diencerkan dengan pelarut yang sesuai.Textbook of medicine and toxicology
DDT dapat digunakan sebagai insektisida dan parasitisida untuk membunuh nyamuk,
lalat, kutu busuk, kutu, arthropoda, dan serangga lainnya. Namun, pada pemakaian jangka
panjang dapat terjadi resistensi terhadap DDT. Textbook of medicine and toxicology
Dalam bentuk padat, DDT tidak diserap melalui kulit, tetapi ketika dilarutkan dalam
minyak tanah atau pelarut lainnya, DDT dapat dengan mudah diserap melalui saluran
pencernaan, kulit, dan paru-paru. Larutan DDT 2% dapat menjadi racun bagi manusia dan
larutannya dalam asam lemak meningkatkan toksisitas.Textbook of medicine and toxicology
Dosis fatal: Textbook of medicine and toxicology
 DDT : 30 gr atau 0,5 gr/kg
 Lindane: 15 gr
 Chlordane: 30 gr
 Methoxychlor: 350 gr
Dengan sifatnya yang lipofilik, organoklorin cenderung menumpuk di jaringan adiposa
dan pembersihan dari sistem-sistem tubuh terjadi sangat lambat. Zat ini dapat diserap secara
transdermal, oral dan melalui inhalasi. Penyerapan oleh semua rute ini dipengaruhi oleh
pelarut yang digunakan. Umumnya pelarut yang digunakan adalah minyak tanah, toluena dan
distilat minyak bumi lainnya.5th edition

SEDIAAN5th edition

 DDT (dichlorodiphenyltrichloroethane) dan analog: DDT tersedia dalam bentuk


yang murni dan dalam campuran kering dari beberapa insektisida atau larutan
dari satu atau lebih insektisida dalam berbagai pelarut organik.
 Golongan benzena hexachloride: Tersedia sebagai bubuk basah, emulsi, debu
dan solusi untuk digunakan sebagai insektisida. Gamma-benzene hexachloride
(GBH) digunakan untuk mengendalikan kutu dan kudis.
Gammahexachlorocyclohexane (lindane) adalah contoh lain.
 Cyclodienes dan senyawa terkait: Aldrin, dieldrin, endosulfan (thiodan), endrin,
isobenzan, chlordane, chlordecone (kepone), mirex (dechlorane).
 Toxaphene dan senyawa terkait.

PENYERAPAN, FATE, DAN EKSERSI

Untuk serangga, hidrokarbon terklorinasi adalah racun kontak dan diserap melalui
exoskeleton. Pada manusia, hidrokarbon terklorinasi (kecuali dieldrin) dalam bentuk bubuk
kering diserap melalui selaput lendir saluran pencernaan. Dieldrin dan endrin diserap melalui
kulit dalam bentuk bubuk kering. Ketika dilarutkan dalam minyak tanah dan pelarut lainnya,
semuanya dapat diserap melalui kulit dan selaput lendir. Zat ini terutama disimpan dalam
lemak tubuh dan sebagian kecil di hati, ginjal dan otak. 5th edition

MODE OF ACTION

DDT dan analog mempengaruhi saluran natrium dan konduktansi natrium di seluruh
membran saraf, terutama akson. Zat ini bekerja pada otak kecil dan korteks motorik dari
sistem saraf pusat. Zat ini juga mengubah metabolisme serotonin, norepinefrin dan
asetilkolin. 5th edition

DOSA FATAL

Untuk aldrin, dieldrin dan endrin: 2–6 gm; untuk chlordane: 5–7 gm; untuk DDT dan
lindane: 15–30 gm. 5th edition

Gejala KLINIS

Efek racun dari DDT dapat terjadi apabila DTT tertelan, kontaminasi ekstensif pada
kulit atau inhalasi berkepanjangan. Jika tertelan dapat menyebabkan salivasi, mual, muntah
dan sakit perut dalam satu jam. Gejala yang paling umum dan serius adalah terjadinya kejang,
yang dapat terjadi tanpa gejala prodromal toksisitas GIT. (Pelarut organik hadir dalam
banyak insektisida komersial menurunkan efek kejang DDT dan meningkatkan depresi CNS.)
Gejala lain yang terlihat terutama pada intoksikasi DDT adalah pusing, mioklonus,
kelemahan kaki, agitasi dan kebingungan. Kerusakan hati dan ginjal dapat terjadi pada kasus
yang jarang. Kematian dapat terjadi karena gagal nafas. 5th edition

KERACUNAN KRONIS

Paparan jangka panjang untuk senyawa ini menghasilkan toksisitas kumulatif dengan
manifestasi seperti penurunan berat badan, kelemahan, tremor, ataksia, perubahan mental
yang abnormal dan peningkatan kecenderungan untuk leukimia, purpura thrombocytopenic,
anemia aplastik, dll. 5th edition

DIAGNOSIS

Foto abdomen dapat menunjukkan adanya organoklorin tertentu, yaitu radiopak.


Organoklorin dapat dideteksi dalam serum, jaringan adipose dan urin dengan kromatografi
gas. 5th edition

PENAMPILAN POSTMORTEM

Dalam keracunan akut, temuannya adalah asfiksia dan sumbatan GIT. Perut biasanya
memberikan bau seperti minyak tanah (pelarut yang biasa digunakan). Edema pulmonal
sering terjadi. Buih, kadang-kadang bercampur darah, dapat ditemukan pada saluran
pernapasan. Pada keracunan kronis, efeknya lebih besar pada hati dan ginjal, yang dapat
menunjukkan perubahan nekrosis dan degeneratif. 5th edition

ASPEK MEDICOLEGAL

Keracunan yang tidak disengaja lebih umum terjadi pada anak-anak yang memiliki
akses ke racun. Toleransi terhadap racun lebih sedikit pada anak-anak. Keracunan yang tidak
disengaja juga dapat terjadi pada orang yang berkontak dengan racun. Keracunan bunuh diri
dengan zat ini cukup sering terjadi, lebih banyak di daerah pedesaan. Pembunuhan dengan
organoklorin sangat jarang karena adanya bau dan memerlukan dosis yang besar. 5th edition

Namun, bau dapat tertutup oleh pemberian racun dengan alkohol. (Banyak tanda dan
gejala keracunan mungkin karena efek pelarut seperti minyak tanah.) 5th edition

Pestisida golongan ini bersifat mengganggu susunan syaraf dan larut dalam

lemak. Secara kimia tergolong insektisida yang toksisitasnya relatif rendah akan

tetapi mampu bertahan lama dalam lingkungan. Contohnya DDT.

C. Organokhlorin

Organokhlorin atau disebut “Chlorinated hydrocarbon” terdiri dari beberapa


kelompok yang diklasifikasi menurut bentuk kimianya. Yang paling populer dan

pertama kali disinthesis adalah “Dichloro-diphenyltrichloroethan”atau disebut DDT.

Tabel 2.6 Klasifikasi insektisida organokhlorin

Kelompok Komponen

Cyclodienes Aldrin, Chlordan, Dieldrin, Heptachlor, Endrin. Toxaphen, Kepon, Mirex


Hexachlorocyclohexan Lindane Derivat Chlorinated-ethan DDT

Mekanisme toksisitas dari DDT masih dalam perdebatan, walaupun

komponen kimia ini sudah disinthesis sejak tahun 1874. Tetapi pada dasarnya

pengaruh toksiknya terfokus pada neurotoksin dan pada otak. Saraf sensorik dan

serabut saraf motorik serta kortek motorik adalah merupakan target toksisitas

tersebut. Dilain pihak bila terjadi efek keracunan perubahan patologiknya tidaklah

nyata. Bila seseorang menelan DDT sekitar 10mg/Kg akan dapat menyebabkan

keracunan, hal tersebut terjadi dalam waktu beberapa jam. Perkiraan LD50 untuk

24

manusia adalah 300-500 mg/Kg. DDT dihentikan penggunaannya sejak tahun 1972,

tetapi penggunaannya masih berlangsung sampai beberapa tahun kemudian,bahkan

sampai sekarang residu DDT masih dapat terdeteksi. Gejala yang terlihat pada

intoksikasi DDT adalah sebagai berikut: Nausea, vomitus; Paresthesis pada lidah;

bibir dan muka; Iritabilitas; Tremor; Convulsi; Koma; Kegagalan pernafasan;

Kematian.