Anda di halaman 1dari 6

TUGAS MANAJEMEN OPERASI INTERNASIONAL

DISUSUN OLEH:

FIRDAN RUSTANDI (14311230)

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA


FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAGEMEN
KASUS 1

A. LATAR BELAKANG
Dari tahun ke tahun, Johnson & Co. disebut sebagai perusahaan konsultan
manajemen yang paling dapat menjaga rahasia, paling bergengsi, paling
konsisten, paling dipercaya, sekaligus paling tidak disukai di seluruh dunia.
Walau perusahaan ini tidak mendiskusikan tarifnya, baik perusahaan pesaing
maupun kliennya setuju bahwa Johnson & Co. merupakan perusahaan konsultan
manajemen yang paling mahal di dunia. Selain itu, perusahaan ini juga diakui
sebagai perusahaan konsultan yang paling kuat.
Dengan komitmennya untuk bersaing dengan sukses dalam perekonomian
global, Johnson & Co. membuktikannya dengan beroperasi dalam 58 kantor yang
tersebar di seluruh dunia. Total 60% pendapatan Johnson & Co. diperoleh dari
luar Amerika. Pasar di Rusia, Eropa Timur, Cina, dan India dikenal sebagai
wilayah penting dalam pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan di masa yang
akan datang.
Pesaing, klien, dan analis setuju bahwa budaya Johnson adalah sumber
keunggulan bersaing yang berkesinambungan. Budaya yang unik dan eksentrik
membedakan Johnson & Co. dari perusahaan lainnya dan sering kali membuat
heran siapa pun yang berhubungan dengan pelayanannya. Dasar budaya Johnson
& Co. dibentuk oleh Martin Hower, pendiri perusahaan tersebut. Konsep Hower
mengenai bagaimana perusahaannya harus beroperasi adalah bahwa perusahaan
harus memberikan saran mengenai praktik manajerial yang efektif kepada
eksekutif puncak.
Sebagai petunjuk bagi para konsultan Johnson, Hower mengembangkan
sejumlah prinsip. Prinsip-prinsip tersebut merupakan tulang punggung keunikan
perusahaan dan beberapa menganggapnya sebagai budaya yang aneh. Menurut
prinsip Hower, konsultan Johnson harus (1) mendahulukan kepentingan klien
sehinggan penerimaan perusahaan dapat meningkat, (2) menutup mulut atas
operasi usaha klien, (3) jujur dan tidak takut menentang pendapat klien, dan (4)
melakukan hanya pekerjaan yang menurutnya terbaik bagi klien dan dapat
dikerjakan dengan baik oleh Johnson.
Orang-orang di Johnson mendukung dan memelihara budaya yang ada di
perusahaan tersebut. Perusahaan ini terkenal dengan kulitas orang-orangnya
karena mempekerjakan “orang yang sama” dari waktu ke waktu. Dibandingkan
dengan perusahaan konsultan lainnya, Johnson hanya memiliki sedikit
diversifikasi atas orang-orangnya. Sebagian manajer puncaknya adalah pria
terbaik yang lulus dari sekolah-sekolah bisnis terkemuka. Menurut mantan
direktur utama Johnson, perusahaan ini hanya mempekerjakan (1) orang-orang
yang amat cerdas, (2) tidak merasa aman sehingga didorong oleh perasaan
tersebut, dan (3) mau bersaing.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Sebutkan dan jelaskan sumber keunggulan bersaing yang
berkesinambungan bagi Johnson & Co.
2. Johnson & Co. menggunakan tiga kriteria utama dalam memilih pekerja.
Apakah kriteria tersebut? Menurut Anda, apakah kriteria tersebut sahih?
Mengapa? Jelaskan.

C. TUJUAN
1. Mengetahui sumber keunggulan bersaing yang berkesinambungan bagi
Johnson & Co.
2. Mengetahui tiga kriteria utama Johnson & Co. dalam memilih pekerja.

D. PEMBAHASAN
Sebutkan dan jelaskan sumber keunggulan bersaing yang
berkesinambungan bagi Johnson & Co.
Pesaing, klien, dan analis setuju bahwa budaya Johnson adalah sumber
keunggulan bersaing yang berkesinambungan. Budaya yang unik dan eksentrik
membedakan Johnson & Co. dari perusahaan lainnya dan sering kali membuat
heran siapa pun yang berhubungan dengan pelayanannya. Dasar budaya Johnson
& Co. dibentuk oleh Martin Hower, pendiri perusahaan tersebut. Konsep Hower
mengenai bagaimana perusahaannya harus beroperasi adalah bahwa perusahaan
harus memberikan saran mengenai praktik manajerial yang efektif kepada
eksekutif puncak.
Keunggulan bersaing yang berkesinambungan terjadi pada saat perusahaan
menerapkan suatu strategi penciptaan nilai dan perusahaan pesaing tidak secara
berkesinambungan menerapkannya, serta saat perusahaan lain tidak mampu
meniru keunggulan strategi tersebut.
Kriteria keunggulan bersaing yang berkesinambungan bagi Johnson & Co.
termasuk ke dalam “kemampuan yang tak dapat ditiru dengan sempurna
(imperfectly imitable capabillities)”. Kemampuan ini adalah kemampuan yang tak
dapat dikembangkan dengan mudah oleh perusahaan lain. Kondisi ini dapat
terjadi karena satu atau kombinasi dari tiga hal, yaitu:
1) Suatu perusahaan sering kali dapat mengembangkan kemampuan karena
kondisi historis yang unik. Beberapa kemampuan didapatkan dari waktu
dan lokasi yang tepat. Sebuah perusahaan dengan budaya organisasional
yang unik, yang muncul selama tahap awal perkembangannya, dapat
menjadi keunggulan yang hampir tak dapat ditiru pesaing yang budayanya
telah berkembang sepanjang suatu periode historis tertentu (J.B. Barney,
Organization Culture, 1989)
2) Terjadi saat hubungan antara kompetensi perusahaan dan keunggulan
bersaingnya tidak jelas satu sama lainnya. Dalam hal ini, pesaing tidak
dapat mengerti dengan jelas bagaimana perusahaan menggunakan
kompetensinya sebagai dasar keunggulan bersaing yang
berkesinambungan. Hasilnya, pesaing tidak yakin mengenai kompetensi
yang harus mereka kembangkan untuk meniru benefit pencitptaan nilai
dari strategi perusahaan.
3) Kompleksitas sosial merupakan kemampuan yang tak dapat ditiru dengan
sempurna. Beberapa kemampuan merupakan produk dari fenomena sosial
yang kompleks. Contoh kemampuan yang kompleks secara sosial
mencakup hubungan interpersonal antara manajer dan reputasi perusahaan
di mata pemasok dan konsumen.
Johnson & Co. menggunakan tiga kriteria utama dalam memilih pekerja.
Apakah kriteria tersebut? Menurut Anda, apakah kriteria tersebut sahih?
Mengapa? Jelaskan
Dalam memilih pekerja, Johnson & Co. memiliki tiga kriteria utama, yaitu: (1)
orang-orang tersebut adalah orang-orang yang amat cerdas, (2) tidak merasa aman
sehingga didorong oleh perasaan tersebut, dan (3) mau bersaing.
Menurut saya, kriteria tersebut sudah sahih karena keberhasilan Johnson &
Co. dalam menciptakan keunggulan bersaing yang berkesinambungan. Dari tahun
ke tahun, Johnson & Co. disebut sebagai perusahaan konsultan manajemen yang
paling dapat menjaga rahasia, paling bergengsi, paling konsisten, dan paling
dipercaya.

E. KESIMPULAN
Johnson & Co. merupakan suatu perusahaan yang berhasil menciptakan
keunggulan bersaing yang berkesinambungan. Dari tahun ke tahun, Johnson &
Co. disebut sebagai perusahaan konsultan manajemen yang paling dapat menjaga
rahasia, paling bergengsi, paling konsisten, dan paling dipercaya. Selain itu,
perusahaan ini juga diakui sebagai perusahaan konsultan yang paling kuat.
Kriteria keunggulan bersaing yang berkesinambungan bagi Johnson & Co.
termasuk ke dalam “kemampuan yang tak dapat ditiru dengan sempurna
(imperfectly imitable capabillities)”. Kemampuan ini adalah kemampuan yang tak
dapat dikembangkan dengan mudah oleh perusahaan lain.
Dalam memilih pekerja, Johnson & Co. memiliki tiga kriteria utama yang
juga merupakan faktor utama keberhasilan perusahaan dalam menciptakan
keunggulan bersaing yang berkesinambungan, yaitu: (1) orang-orang tersebut
adalah orang-orang yang amat cerdas, (2) tidak merasa aman sehingga didorong
oleh perasaan tersebut, dan (3) mau bersaing.
KASUS 2

I. LATAR BELAKANG
Kiva Systems, sebuah perusahaan hi-tech yang didanai oleh Bai Capital
Ventures, menciptakan sistem perintah pengisian menggunakan robot untuk
gudang, yang mana membantu perusahaan membangung strategi skalabilitas
kompetitif. Staples, Walgreens, GAP, dan Toy “R” Us mengadopsi sistem
penanganan bahan baku Kiva ini.
Retailers online dituntut untuk meramalkan permintaan guna menetapkan
kapasitas gudang yang optimal. Retailers online