Anda di halaman 1dari 6

TUGAS NEGOSIASI DAN RESOLUSI KONFLIK

(KONFLIK PT. FREEPORT INDONESIA)

DISUSUN OLEH:

MUH ZULFICHRIE A (14311235)


FIRDAN RUSTANDI (14311230)
ALDY BUSVIANDRI (14311612)
ADITYA ALFIAN D (14311114)
SULTHON FATHILA (14311371)

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA


FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAGEMENT
Abstrak

Banyak perusahaan-perusahaan baik dalam negeri maupun dari luar negeri yang mempunyai
saham di pertambangan di papua. banyak perusahaan-perusahaan luar negeri yang
menanamkan modalnya ke Indonesia karena Indonesia merupakan salah satu negara yang
memiliki kekayan akan sumber daya alamnya. Sejak tahun 1967 PT Freeport sudah menjalin
kerjasama dengan Indonesia mengenai pertambangan yang ada di daerah Papua. Kasus yang
terjadi antara Indonesia dengan PT Freeport ini merupakan kasus yang disebabkan oleh oknum
yang ingin mengambil keuntungan untuk pribadi atau kelompok karena perusahaan PT
Freeport ini merupakan perusahaan pertambangan yang besar. Saat ini PT Freeport sedang
mencoba membujuk Indonesia untuk memperpanjang kontraknya yang habis pada tahun 2021
nanti. Dan ini memicu perdebatan antara berbagai pihak karena soal perpanjangan kontrak ini
membuat beberapa kasus yang diduga merembet kepada kasus korupsi. Dan saat ini Mahkamah
Kehormatan Dewan sedang menyelidiki kebenaran hal tersebut. Pada tahun ini permasalahan
dengan PT Freeport mulai mencuat ke ranah public disebabkan oleh beredarnya suatu rekaman
yang membuktikan beberapa oknum ingin mengambil keuntungan pribadi dari kerjasama
pertambangan ini.
Latar Belakang

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan sumber daya alam. Kekayaan alamnya
sangat melimpah mulai dari sabang sampai merauke. Mempunyai hutan yang beribu-ribu
hektar luasnya dan itu menjadikan Indonesia sebagai paru-paru dunia. Indonesia juga kaya akan
berbagai macam rempah-rempah. Tidak heran jika Indonesia ini banyak mengekspor rempah-
rempah keluar negeri Indonesia. Tidak kalah lagi dengan sumber daya alam tambangnya.
Dibawah tanah Negara Indonesia ini tersimpan berbagai macam hasil tambang. Banyak
pengusaha-pengusaha yang sukses jika begelut dibidang usaha pertambangan di Indonesia ini.
Negara Indonesia yang dilalui oleh garis Khatulistiwa ini membuat Negara Indonesia menjadi
subur.

Papua merupakan salah satu diantara 33 provinsi di Indonesia yang juga kaya akan hasil
tambang yang tersembunyi. Banyak perusahaan-perusahaan baik dalam negeri maupun dari
luar negeri yang mempunyai saham di pertambangan di papua. Hasil yang mereka peroleh juga
sangat sebanding dengan modal yang mereka keluarkan dan malah hasilnya akan menjadi lebih
besar. Banyak perusahaan-perusahaan luar negeri yang menanamkan modalnya ke Indonesia
karena Indonesia ini memang sangat kaya akan sumber daya alamnya.

Salah satu perusahaan luar negeri terbesar yang mengelola pertambangan di papua ini yakni
PT Freeport. Perusahaan ini mempunyai kontrak dengan Indonesia sejak tahun 1967 silam.
Pada awal periode pemerintahan Soeharto, Indonesia ini mengalami perekonomian yang
kurang baik. Akhirnya Soeharto segera mengambil kebijakan yang nyata untuk meningkatkan
pembangunan ekonomi dan namun dengan kondisi ekonomi nasional yang terbatas setelah
penggantian kekuasaan, pemerintah segera mengambil langkah strategis dengan mengeluarkan
Undang-undang Modal Asing (UU No. 1 Tahun 1967).

Adapun rumusan masalah yang kelompok kami akan bahas dari kasus konflik PT. Freeport ini
yaitu:

 Mengidentifikasi konflik kasus dari perusahaan PT. Freeport?

 Fakto-faktor dominan yang menjadi penyebab konflik tersebut?


 Pendekatan apa saja yang digunakan?

 Solusi dari konflik yang terjadi dalam kasus PT. Freeport?

Hasil Pembahasan

Kasus PT. Freeport

 Penawaran permintaan McMoran terhadap pemerintah indonesia untuk pengubahan


Surat KK (kontrak karya) PT. Freeport menjadi IUPK (izin usaha pertambangan
khusus).

Pemerintah Indonesia melarang Freeport untuk mengekspor konsentratnya jika status


Freeport Indonesia belum menjadi IUPK. Freeport McMoran Inc menganggap
pemerintah Indonesia berlaku tak adil karena menerbitkan aturan yang mewajibkan
perubahan status Kontrak Karya ke IUPK. Dilihat dari status kontrak karya Freeport
yang jatuh tempo pada tahun 2021. Sedangkan McMoran sendiri ingin mengubah
kontrak karya nya sebelum jatuh tempo yang telah disepakati dengan pemerintah
indonesia, agar Freeport dengan segera dapat mengekspor konsentratnya keluar. Hal ini
menjadi sebuah konflik antara pihak PT. Freeport dengan pemerintah indonesia.
Sebagai reaksi perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat tersebut, Presiden
Direktur Freeport McMoran Inc, berencana membawa permasalahan tersebut ke
penyelesaian sengketa di luar peradilan umum (arbitrase) jika tak kunjung menemui
kata sepakat.

 Pelanggaran Kode Etik oleh Ketua DPR RI

Kasus pelanggaran kode etik oleh ketua DPR RI ini mencuat ke publik sejak
tersebarnya suatu rekaman yang diduga itu adalah rekaman pertemuan antara ketua
DPR RI yakni Setya Novanto beserta dengan seorang pengusaha migas yang bernama
Muhammad Reza Chalid dan juga Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef
Sjamsuddin di Pasific Place 8 Juni 2015 lalu. Dalam pertemuan tersebut Setya Novanto
menjanjikan bisa membantu perpanjangan kontrak Freeport di Papua yang berakhir
pada 2021. Imbalannya, ia meminta 20 persen saham untuk presiden dan wakil
presiden. Dia sendiri meminta 49 persen saham Pembangkit Listrik Tenaga Air
Urumuka di Paniai, Papua.

Faktor yang menjadi penyebab konflik PT. Freeport

 Ketidak terimaan dari pihak PT. Freeport atas kebijakan dari pemerintah indonesia atas
peraturan perundang-undangan pengubahan surat Kontrak Karya (KK) menjadi Izin
Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), yang tidak mengizinkan pengubahan surat
Kontrak Karya (KK) PT. Freeport menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK)
sebelum masa jatuh tempo yang telah disepakati.

 Karena melanggar tugas dan tanggung jawab seorang anggota dewan karena
mencampuri tugas eksekutif, dan juga mengandung unsur kepentingan diri sendiri.

Pendekatan/Teori yang digunakan dalam kasus konflik PT. Freeport

 Understand the regulation potential, bagaimana aturan legal seperti undang-undang bisa
mengintervensi atau menggawangi proses konflik.

 Specify the context, yang menelusuri informasi mengenai sejarah konflik dan bentuk
fisik dan tata organisasi yang berkonflik. Konflik tidak muncul di ruang hampa, bisa
muncul dalam konteks politik Negara, keluarga, perusahaan, dan komunitas etnis dan
agama.
Solusi dari konflik yang terjadi dalam kasus PT. Freeport

 Menurut kelompok kami, kasus ini perlu ditindak lanjuti dengan teliti karena ini
menyangkut aset sumber daya alam Indonesia. PT Freeport ini merupakan perusahaan
yang terbesar di Indonesia dan juga di dunia dan pastinya mereka juga tidak akan ragu
memberikan dana yang lebih untuk kontrak mereka dapat diperpanjang lagi.

 Setya Novanto sebagai ketua DPR RI seharusnya lebih bisa menjaga etikanya saat
berhubungan dengan mitra kerja apalagi dengan perusahaan swasta, jangan sampai
menimbulkan prasangka-prasangka buruk terhadapnya.