Anda di halaman 1dari 8

SISTEM

INFORMASI
MANAJEMEN

Sistem Informasi, Organisasi, & Strategi

Baziedy Aditya Darmawan, MM.

SISTEM INFORMASI & ORGANISASI


ü SI dan organisasi memiliki hubungan saling memengaruhi satu sama lain.

ü SI dibangun oleh organisasi untuk memenuhi kebutuhan organisasi.

ü Di sisi lain, organisasi juga dipengaruhi SI, dalam hal ini organisasi harus terbuka
dalam menerima pengaruh SI agar mampu mendapatkan manfaat dari teknologi
baru .

ü Manajemen organisasi menentukan SI seperti apa yang akan dibuat?; bagaimana


SI diimplementasikan?; apa saja yang dapat dikerjakan oleh SI?.

ü Perubahan yang terjadi atau hasil yang diperoleh organisasi dari hasil
implementasi SI yang baru, tidak dapat diprediksi.

ü 15 tahun yang lalu, surel ( email) dan layanan pesan singkat ( chat application)
tidak diprediksi akan mendominasi proses komunikasi organisasi bisnis. Saat ini
seorang Manajer dapat menerima 200 surel setiap harinya.

1
HUBUNGAN 2 ARAH TI & ORGANISASI

Interaksi antara
teknologi informasi
dan organisasi
sangatlah rumit dan
dipengaruhi banyak
faktor, seperti proses
bisnis, politik,
budaya, lingkungan
bisnis, dan keputusan
manajemen.

MIKROEKONOMI TEKNIS ORGANISASI

ü Modal dan tenaga kerja (faktor produksi utama) diubah oleh organisasi bisnis
melalui proses produksi menjadi barang atau jasa ( output untuk lingkungan).
ü Produk (barang atau jasa) tersebut dikonsumsi oleh lingkungan yang
menyediakan persediaan modal dan tenaga kerja lagi sebagai input dalam
putaran umpan balik ( feedback).

2
SUDUT PANDANG PERILAKU ORGANISASI

Sudut pandang perilaku dan organiasi menekankan pada hubungan struktur, nilai-
nilai, dan proses.

ORGANISASI & PROSES BISNIS


ü Perusahaan selalu
mengembangkan rutinitas
dalam menghasilkan barang
atau jasa yang terkadang
disebut dengan Standar
Operating Procedures (SOP),
yakni suatu peraturan yang
praktis agar sesuai dengan
situasi yang diharapkan.
ü Proses bisnis merupakan
sekumpulan rutinitas, sehingga
dalam hal ini perusahaan
sebenarnya adalah
sekumpulan dari proses bisnis.

3
LINGKUNGAN ORGANISASI
ü Yakni lingkungan tempat organisasi memperoleh sumber daya dan
menyediakan hasil akhir (barang atau jasa). Organisasi dan lingkungannya
memiliki hubungan timbal balik.

ü Organisasi harus mampu merespon (menyesuaikan diri) dengan setiap


perubahan lingkungan organisasi dengan baik agar tetap kompetitif.

ü Di sisi lain, organisasi juga dapat memengaruhi ligkungannya.

ü SI berperan dalam membantu perusahaan dalam mempersepsikan dan


merespon perubahan lingkungan.

ü SI mampu melakukan pemindaian ( scanning) melalui pengumpulan data dan


hasil analisis untuk mengidentifikasi perubahan-perubahan yang terjadi di
lingkungan untuk meresponnya dengan cepat dan tepat.

HUBUNGAN LINGKUNGAN & ORGANISASI

ü Lingkungan memengaruhi
bagaimana apa yang
dapat dilakukan oleh
organisasi, sebaliknya,
organisasi juga dapat
memengaruhi lingkungan.
ü SI berperan dalam
memersepsikan
perubahan lingkungan
guna membantu
organisasi dalam
merespon perubahan
tersebut.

4
DAMPAK SI BAGI EKONOMI
ü Sistem Informasi (SI) dianggap sebagai faktor
produksi yang sangat penting saat ini,
disamping modal dan tenaga kerja.

ü SI mampu membantu perusahaan dalam


menekan biaya dan bahkan menggantikan
peran tenaga kerja secara administratif.

ü Peningkatan investasi pada TI oleh banyak perusahaan juga dipengaruhi


oleh penurunan biaya relatif dibandingkan dengan bentuk modal investasi
lainnya.
ü SI mampu menekan biaya transaksi (perdagangan/jual-beli) dan sekaligus
perampingan tenaga kerja ( outsourcing) guna meningkatkan daya saing.

DAMPAK SI BAGI STRUKTUR


& PERILAKU ORGANISASI
ü SI mampu ‘meratakan’ bentuk organisasi yang kebanyakan bersifat birokrat.

ü SI mampu membantu meratakan hierarki struktur organisasi dan memperluas


distribusi informasi guna memberdayakan karyawan pada level di bawahnya
sehingga memunculkan diskresi (kewenangan untuk mengambil keputusan)
pada level di bawahnya.

ü Hal tersebut dikarenakan fungsi pengawasan oleh manajer puncak menjadi


lebih baik, cepat, dan akurat kepada manajer menengah dan struktur di
bawahnya dengan bantuan SI.

ü Pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan akurat dengan bantuan SI,
karenanya jumlah manajer (menengah dan lini yang membentuk birokrasi) juga
dapat berkurang, sehingga mengurangi biaya untuk meningkatkan efisiensi.

5
SI ‘MERATAKAN’ ORGANISASI
ü SI meningkatkan fungsi
pengawasan dengan lebih
baik.
ü Di saat yang sama, SI
mengurangi jumlah
tingkatan dalam organisasi
dengan memberikan
informasi memberikan
wewenang dalam
mengambil keputusan
kepada karyawan pada
tingkat yang lebih rendah.

MODEL DAYA KOMPETITIF PORTER


Daya Kompetitif dalam
lingkungan bisnis ditentukan
oleh :
ü Intensitas persaingan
dalam suatu industri
ü Ancaman munculnya
pesaing baru
ü Ancaman produk
pengganti
ü Daya tawar pemasok
ü Daya tawar konsumen

6
SI & STRATEGI KOMPETITIF
ü Cost Leadership (SI mampu meningkatkan
biaya operasional serendah mungkin)
§ Walmart menggunakan SI dalam
sistem replenishment (pengisian ulang
persediaan barang) agar tidak perlu
menyimpan persediaan dalam gudang,
sehingga meniadakan biaya
penyimpanan dan mampu menjual
berbagai produk dengan harga yang
lebih murah.
§ IKEA menggunakan sistem self check
out sehingga meniadakan tenaga kerja
kasir, hal ini mampu mengurangi biaya
tenaga kerja secara signifikan.

SI & STRATEGI KOMPETITIF


ü Differentiation (SI mampu
mendorong terciptanya inovasi
dan keunikan produk baru)
§ Melalui NIKEid, NIKE
mempraktikkan kustomisasi
massal dengan memberikan
keleluasaan bagi pelanggan
untuk memilih jenis sepatu,
warna, bahan, sol, dan logo
identitas pelanggan sendiri.

7
SI & STRATEGI KOMPETITIF
ü Focus
§ SI mampu membantu perusahaan untuk melayani ceruk pasar yang sempit
melalui analisis pasar, seperti pola pembelian, selera, dan hal-hal yang
disukai oleh pelanggan secara jelas, sehingga mampu menghasilkan produk
dan pendekatan promosi kepada pelanggan dengan cara yang lebih fokus
dan terarah.
§ Hotel Hilton menganalisis berbagai hal yang disukai oleh pelanggan agar
mampu memberikan setiap layanan sesuai dengan selera pelanggannya.
§ Ferari menganalisis berbagai keinginan dan selera pelanggan guna
menghasilkan mobil sport yang dianggap eksklusif bagi pelanggannya.
§ Sabun Krim Ekonomi atau B29 menganalisis kebutuhan mendasar
pelanggannya guna menciptakan produk yang memiliki kualitas sesuai
dengan ekspektasi pelanggan yang sensitif terhadap harga.