Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Sel adalah bagian terkecil dari suatu organisme dan sebagai kesatuan
struktural dan fungsional penyusun organisme, selain itu sel juga menentukan
factor sifat dari induk kepada keturunannya. Kesatuan sel yang ada mempunyai
bentuk dan fungsi yang sana tergabung membentuk jaringan, yang kemudian dari
kumpulan jaringan ini membentuk organ, dan akan tergabung membentuk suatu
organisme (Azidin,1986).
Pada teori lama menyatakan sel adalah suatu kesatuan struktural saja dan
makhluk hidup tersusun atas sel sedangkan teori yang baru menyatakan sel adalah
merupakan suatu satuan struktural maupun fungsional dan merupakan penentu
sifat atau faktor genetika dari makhluk hidup, sel merupakan suatu yang berasal
dari sel yang telah ada sebelumnya (Subowo, 1992).
Ilmu yang mempelajari jaringan disebut histologi. Jaringan di dalam tubuh
hewan memiliki sifat yang khusus dalam melakukan fungsinya, seperti peka dan
pengendalian (jaringan saraf), gerakan (jaringan otot), penunjang dan pengisi
tubuh (jaringan ikat), absorbsi dan sekresi (jaringan epitel), bersifat cair dan
lainnya. Beberapa jaringan dasar dibedakan lagi menjadi beberapa tipe sesuai
dengan fungsinya. Pada saat embrio, lapisan kecambah (germ layers)
berdeferensiasi (dengan proses yang disebut dengan histogenesis) menjadi empat
macam jaringan, yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat, jaringan otot, dan
jaringan saraf (Campbell, 1999).
Perbedaan yang mendasar antara sel hewan dan tumbuhan yaitu adanya
dinding sel pada sel tumbuhan yang mengandung bahan selulosa. Apabila dalam
ruang sel terdapat protoplasma maka sel tersebut bisa dikatakan hidup karena pada
protoplasma sel terdapat plasma sel yang mengandung inti sel, butir-butir plastida
dan mitokondria (Subowo, 1992)

1.2. Tujuan
Tujuan praktikum kali ini adalah sebagai berikut untuk mengamati bentuk-
bentuk sel yang menyusun jaringan tubuh hewan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Sel merupakan suatu kesatuan terkecil penyusun suatu organisme. Di


dalam sel terdapat materi-materi penyusunnya, seperti inti sel, protoplasma,
mitokondria, retikulum endoplasma, dan lain-lain. Dalam satu jaringan terdapat
beberapa sel yang mempunyai fungsi yang berbeda namun saling mendukung satu
dengan yang lainnya (Heddy,1987).
Setiap jenis sel dikhususkan untuk melakukan suatu fungsi tertentu.
Misalnya sel darah merah yang jumlahnya 25 triliun berfungsi untuk mengangkut
oksigen dari paru-paru ke jaringan. Disamping sel darah merah masih terdapat
sekitar 75 triliun sel lain yang menyusun tubuh manusia, sehingga jumlah sel pada
manusia sekitar 100 triliun sel (Anonim, 2007).
Walaupun banyak sel yang berbeda satu sama lainnya, tetapi umumnya
seluruh sel mempunyai sifar-sifat dasar yang mirip satu sama lain, misalnya :
o oksigen akan terikat pada karbohidrat, lemak atau protein pada setiap sel
untuk melepaskan energi
o mekanisme umum merubah makanan menjadi energi
o setiap sel melepaskan hasil akhir reaksinya ke cairan disekitarnya
o hampir semua sel mempunyai kemampuan mengadakan reproduksi dan
jika sel tertentu mengalami kerusakan maka sel sejenis yang lain
akan beregenerasi
Jaringan merupakan kumpulan sel dengan fungsi yang sama. Jenis
jaringan yang berbeda memiliki struktur berbeda yang sesuai dengan fungsinya.
Sel yang lengkap umumnya terdiri dari dinding sel, protoplas, dan vakuola.
Bagian-bagian yang hidup dari suatu sel disebut protoplas yang terdiri dari
sitoplasma (plasma sel), inti sel (nukleus), dan plastida. Bagian-bagian yang
penting dari protoplasma adalah zat putih telur (protein), zat mineral, zat tepung,
lemak, dn lipirid. Masa dasar yang menyusun protoplas kecuali nukleus yang
terdapat pada bagian-bagian lain seperti plastida, mitokondria, dll disebut plasma
sel. Inti sel selama masih hidup terlihat berstruktur halus dengan bagian-bagian
membbran inti, rangka inti, nukleoli (anak inti), cairan inti (Salisbury, 1992).
Sel-sel penyusun jaringan pada hewan dikelompokkan menjadi 4 jaringan
utama, yaitu:
1. Jaringan epitelium
Terdapat dalam wujud lapisan sel-sel yang terkemas secara rapat. Jaringan
ini melindungi bagian luar tubuh dan melapisi organ dan rongga di dalam tubuh.
Dua kriteria yang menjadi dasar pengelompokan epitelium adalah jumlah lapisan
sel dan bentuk sel-sel pada permukaan bebasnya.jaringan epitel terdiri dari satu
atau banyak lapisan sel yang menutupi permukaan dalam dan luar suatu organ.
Secara embriologi, jaringan epitel ini berasal dari lapisan endoderm, mesoderm,
dan ektoderm. Pada bagian luar, jaringan epitel ini membentuk lapisan pelindung,
sedangkan pada bagian dalam terdapat sepanjang sisi organ. Berdasarkan bentuk
dan jumlah lapisan selnya, epitel dibedakan menjadi:
a. Epitel pipih (squamous ephitella), terdiri dari epitel pipih selapis(terdapat
pleura, peritonium, perikardium) dan epitel pipih berlapis (terdapat pada
vagina, anus, dan kulit).
b. Epitel batang/silindris (columnar ephitella), terdiri dari epitel batang selapis
(terdapat pada dinding saluran cerna) dan epitel batang berlapis (terdapat pada
konjungtiva mata).
c. Epitel kubus (kuboidal ephitella), terdiri dari epitel kubus selapis (terdapat
pada dinding tubulus ginjal) dan epitel kubus berlapis (terdapat pada folikel
ovarium yang sedang tumbuh (Radiopetro, 1997).
2. Jaringan ikat
Terutama berfungsi untuk mengikat dan menyokong jaringan lain.
Jaringan ikat ini memiliki kumpulan sel-sel yang jarang, tersebar dalam suatu
matrik ekstraseluler. Serat jaringan ikat (yang terbentuk dari protein) terdiri atas
tiga jenis, yaitu serat berkolagen, serat elastis, dan serat retikuler. Jaringan ikat ini
dibedakan menjadi:
a. Jaringan pengikat sebenarnya, dapat dibedakan:
 Jaringan ikat padat
 Jaringan ikat longgar
b. Jaringan ikat khusus, dapat dibedakan:
 Jaringan lemak
 Jaringan tulang (jaringan tulang keras dan jaringan tulang rawa)
 Jaringan darah (sel darah dan plasma darah)
Jaringan ikat longgar paling banyak ditemukan dalam tubuh. Di dalam
matriks, jaringan ikat longgar hanya sedikit ditemukan serabut. Serabut penyusun
jaringan ikat ini disebut dengan kalogen. Fungsi utama jaringan ikat longgar ini
adalah pengikat material dan sebagai tumbuhan bagi jaringan dan organ lainnya.
Jaringan ikat longgar di kulit membatasi dengan otot.
Jaringan ikat padat memiliki banyak matriks yang banyak mengandung
serabut kolagen. Jaringan ini membentuk tendon sebagai tempat pelekatan otot
dengan tulang dan ligamen sebagai tempat persendian tulang dengan tulang
(Campell dkk, 1999).
Jaringan lemak memiliki fungsi sebagi bantalan dan melindungi tubuh,
serta sebagai penyimpan energi. Setiap sel lemak mengandung tetes lemak yang
besar. Di dalam jaringan lemak, matriks relatif sedikit (Campbell dkk, 1999).
Darah adalah jaringan ikat yang tersusun dari sebagian besar cairan.
Matriks darah disebut plasma, yang tersusun oleh air, garam mineral, dan protein
terlarut. Darah ini memiliki fungsi utama dalam transpor substansi dari satu
bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain dan juga berperan dalam sistem
kekebalan.
Jaringan tulang rawan adalah jaringan ikat yang membentuk material
rangka yang fleksibel dan kuat, terdiri dari serabut kolagen yang tertanam di
dalam matriks. Kartilago dapat ditemukan pada bagian ujung tulang keras,
hidung, telinga, dan ruas-ruas tulang belakang (Campbell dkk, 1999).
Jaringan tulang keras merupakan jaringan ikat yang kaku, keras dengan
serabut kolagen yang tertanam di dalam matriks. Di dalam matriks terdapat
kalsium yang bergerak dan diserap oleh darah. Sel tulang terdapat pada ruang
yang disebut dengan lakuna (Campbell dkk, 1999).
3. Jaringan saraf
Merasakan adanya stimulus atau rangsangan dan menghantarkan sinyal
dari satu bagian tubuh hewan ke bagian tubuh yang lainnya. Jaringan ini memiliki
fungsi yaitu menerima, membangkitkan, dan menghantarkan impuls saraf. Secara
embriologi, jaringan ini berasal dari lapisan ektoderm. Jaringan ini terdapat dalam
sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Ada dua macam sel, yaitu sel saraf
(neuron) dan sel pendukung (sel glia).
4. Jaringan otot
Terdiri atas sel-sel panjang yang disebut serabut otot yang mampu
berkontraksi ketika dirangsang oleh impuls. Tersusun dalam susunan paralel di
dalam sitoplasma, serabut otot adalah sejumlah besar mikrofilamen yang etrbuat
dari protein kontraktil aktin dan miosin. Otot adalah jaringan yang paling banyak
terdapat pada sebagian besar hewan. Jaringan otot ini dibagi menjadi tiga jenis,
yaitu otot lurik (rangka), otot jantung, dan otot polos (Campbell dkk, 1999).
Secara embriologi, jaringan otot berasal dari lapisan mesoderm. Jaringan
ini terdiri atas sel-sel yang berbentuk serabut yang dapat berkontraksi karena
adanya molekul miofibril. Otot rangka berbentuk melintang berfungsi untuk
menggerakkan rangka otot ini bersifat sadar karena mampu dilakukan oleh
kemauan. Serabut otot memiliki banyak nukleus yang terletak di tepi.
Otot jantung merupakan otot bergaris yang melintang dan bercabang. Sifat
otot ini tidak sadar, karena kontraksinya tidak diatur oleh kemauan. Pada bagian
ujung sel, terdapat sambungan rapat yang membentuk struktur pembawa sinyal
dari satu sel ke sel yang lainnya selama jantung berdenyut (Campbell dkk, 1999).
Otot polos bersifat tidak sadar, seperti otot jantung. Otot polos ditemukan
pada banyak bagian dalam tubuh, diantarnya terdapat pada dinding pembuluh
darah dan melapisi organ seperti usus dan uterus (Campbell dkk, 1999).
Kulit pada hewan terdiri dari epidermis yang terletak di bagian luar dan
del dermis yang terletak di bagian dalamnya. Epidermis terdiri dari atas beberapa
lapisan, yaitu Stratum Germinatum, Stratum Transtional, dan Stratum Corneum.
Pada lapisan Sratum Germinatum merupakan bagian epidermis yang sel-selnya
aktif membelah, membentuk sel baru. Sel-sel baru yang termasuk akan mendesak
sel-sel lama kearah permukaan kulit, sehingga semakin lama sel-sel tersebut jauh
dari epidermis dan akhirnya mati.
Ciri-ciri pada sel hewan,yaitu :
1. Tidak memiliki dinding sel.
2. Tidak memiliki butir plastida.
3. Bentuk tidak tetap karena hanya memiliki membran sel yang keadaannya tidak
kaku.
4. Jumlah mitokondria relatif banyak.
5. Vakuola berjumlah banyak dan ukurannya relatif kecil.
6. sentrosom dan sentriol tampak jelas.
Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Selaput Plasma (Membran Plasma atau Plasmalemma).
2. Sitoplasma dan Organel Sel.
3. Inti Sel (Nukleus).
Selaput Plasma yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling luar
yang tersusun dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak
atau Lipid dan senyawa Protein). Fungsi dari selaput plasma ini adalah
menyelenggarakan Transportasi zat dari sel yang satu ke sel yang lain.
Bagian yang cair dalam sel dinamakan Sitoplasma khusus untuk cairan
yang berada dalam inti sel dinamakan Nukleoplasma), sedang bagian yang padat
dan memiliki fungsi tertentu digunakan Organel Sel. Penyusun utama dari
sitoplasma adalah air (90%), berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai
media terjadinya reaksi kimia sel. Organel sel adalah benda-benda solid yang
terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi
kehidupan).
BAB III
METODE PERCOBAAN

3.1 Waktu dan Tempat


Praktikum Biologi Umum kali ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 6
November 2007 pada pukul 11.00 – 13.00 WITA, bertempat di Laboratorium
Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung
Mangkurat Banjarbaru.

3.2 Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah preparat jadi
bagian kulit reptil yang mengelupas, preparat jadi otot polos dan otot lurik, sel
epitelium rongga mulut, preparat jadi sel darah merah/eritrosit, preparat jadi
tulang keras dan tulang rawan, tusuk gigi, dan metilen blue.

3.3 Prosedur Percobaan


Langkah-langkah yang dilakukan untuk melakukan percobaan ini adalah:
1. Menggaruk bagian pipi sebelah dalam dengan tusuk gigi kemudian
menggoreskannya pada gelas obyek.
2. Menetesi obyek dengan metilen blue dan membiarkannya selama 5 menit
kemudian menutup dengan kaca penutup serta langsung mengamatinya pada
mikroskop. Menggambar dan memberi keterangan bagian-bagian sel yang
terlihat.
3. Memperhatikan bentuk dan bagaimana sel menyusun jaringan, untuk preparat
awetan.
4. Menjelaskan bagaimana hubungan antara bentuk dan bagaiman sel menyusun
jaringan dengan fungsi jaringan tersebut.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Dari praktikum ini didapatkan:


Tabel Hasil Pengamatan
No. Gambar Keterangan
1. Kartilago (Tulang Rawan) 1. Perikardium
2. Matriks

Perbesaran 40x
2. Otot Polos 1. Inti sel
2. Membran

Perbesaran 100x
3. Sel Darah Merah 1. Plasma
2. Membran

Perbesaran 400x
4. Otot Lurik 1. Inti sel
2. Membran

Perbesaran 100x
5. Tulang Keras 1. Perikardium

Perbesaran 40x
6. Epitelium Rongga Mulut 1. Inti sel
2. Membran
3. Matriks

Perbesaran 100x
7. Bagian Kulit Reptil yang Mengelupas 1. Lapisan Keratin

4.2 Pembahasan

Praktikum kali ini bertujuan untuk mengetahui bentuk sel-srl penyusun


jaringan hewan. Jaringan hewan seperti otot polos, otot lurik, tulang keras, sel
darah merah, epitel rongga mulut, dan tulang rawan diamati langsung dengan
menggunakan mikroskop. Jaringan-jaringan hewan tersebut dimati menggunakan
preparat jadinya.
Sel darah merah (eritrosit) berwarna merah karena mengandung
hemoglobin yang berfungsi mengikat oksigen pada saat transportasi gas,
berbentuk bintik-bintik kecil yang menyebar acak dan ditengahnya terdapat inti.
Sel ini tidak dapat diamati denfgan jelas karena memiliki bentuk yang tidak
teratur. Menurut peninjauan dibuku bentuknya adalah bikonkaf. Sel darah merah
adalah sel yang hidup karena di dalamnya terdapat plasma.
Sel epitalium rongga mulut tidak jelas terlihat, sel epitelium rongga
mulut ini hanya terlihat berupa sel-sel yang tersusun secara acak dan tidak teratur.
Sel otot polos berbentuk gelondong atau kumparan, yaitu bagian yang menebal
dan mengandung inti di tengahnya. Sel otot polos tersusun secara merata atau
menyebar membentuk berkas memanjang sebagai lembaran. Sel otot polos
kelihatan kosong dan tidak berisi. Sel otot lurik ini disebut juga sel otot rangka.
Dinamakan otot lurik karena pengaturan filamennya yang ttumpang tindih,
sehingga memberikan sel-sel itu memiliki penampakan berlurik atau bergaris.
Tulang rawan memiliki serat berkolagen yang sangat berlimpah, yang
tertanam dalam suatu matriks yang mirip dengan karet yang tersusun atas suatu
bahan yang disebut kondroitin sulfat, suatu kompleks protein-karbahidrat.
Kondroitin sulfat dan kolagen disekresikan oleh kondrosit, sel-sel yang hanya
terdapat pada ruangan yang tersebar dalam matriks yang disebut lakuna. Manusia,
memiliki kerangka tulang rawan selama tahapan perkembangan embrio, teteapi
digantikan oleh tulang sejati ketika embrio tersebut tumbuh dewasa.
Namun,tulang rawan tetap dipertahankan karena tulang rawan sebagai penyokong
yang fleksibel pada lokasi-lokasi tertentu (Campbell, 1999).
Untuk preparat bagian kulit reptil tidak dilakukan dalam percobaan ini.
Kulit reptil yang mengelupas merupakan salah satu sel mati yang terdesak oleh
sel-sel baru. Sel tersebut merupakan sel epidermis yang mati sehingga terdapat
lapisan keratin. Sel berbentuk bulat dan tersebar.
Sel hewan ini berbeda dengan sel tumbuhan. Pada sel hewan, tidak
memiliki dinding sel, tidak memiliki butir plastida, bentuk tidak tetap karena
hanya memiliki membran sel yang keadaannya tidak kaku, jumlah mitokondria
relatif banyak, vakuola berjumlah banyak dan ukurannya relatif kecil, sentrosom
dan sentriol tampak jelas.
Dari literatur, sel hewan digambarkan (Anonim, 2007):

INCLUDEPICTURE "sel_files/a_data/animalcellsfigure1.jpg" \* MERGEFORMATINET


BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah:
1. Sel hewan berbeda dengan sel tumbuhan. Dimana sel hewan tidak memiliki
dinding sel, tidak memiliki butir plastida, bentuk tidak tetap karena hanya
memiliki membran sel yang keadaannya tidak kaku, jumlah mitokondria
relatif banyak, vakuola berjumlah banyak dan ukurannya relatif kecil,
sentrosom dan sentriol tampak jelas.
2. Epidermis terdiri dari atas beberapa lapisan, yaitu Stratum Germinatum,
Stratum Transtional, dan Stratum Corneum.
3. Bentuk sel pada sel darah merah adalah bikonkaf. Pada otot polos berbetuk
gelondong dan pada otot lurik berlurik atau bergaris.
4. Kulit reptil yang mengelupas merupakan salah satu sel mati yang terdesak
oleh sel-sel baru. Sel tersebut merupakan sel epidermis yang mati sehingga
terdapat lapisan keratin. Sel berbentuk bulat dan tersebar.
5. Jaringan pada hewan dibagi menjadi empat bagian, yaitu jaringan ikat,
jaringan ikat, jaringan otot, danjaringan saraf.

5.2 Saran
1. Dalam melaksanakan praktikum ini sebaiknya dilakukan oleh beberapa orang
agar data yang dihasilkan lebih akurat.
2. Sebaiknya dalam melakukan praktikum ini praktikan harus teliti dan
mengikuti semua petunjuk, sehingga praktikum yang akan datang dapat
berjalan lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2007. Sudahkah Anda Tahu Tentang Sel?.


http://iwansain.wordpress.com/2007/09/20/sudahkah-anda-tahu-tentang-
sel/.
Diakses tanggal 13 November 2007.

Azidin, 1986. Ringkasan Biologi. Ganeca Exact: Bandung

Campbell, dkk. 1999. Biologi Jilid III. Erlangga: Jakarta.

Heddy, S. 1987. Biologi Pertanian. Rajawali Press; Jakarta.

Johnson, 1985. Anatomi Tumbuhan. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Salisbury, Frank B. 1992. Fisiologi Tumbuhan. ITB. Bandung.

Subowo, 1992. Histologi Umum. Bumi Aksara: Jakarta


PERCOBAAN III
SEL-SEL PENYUSUN JARINGAN HEWAN

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM

Nama : Winda Ayu Fazraningtyas


NIM : J1A107208
Kelompok : 2
Asisten : Pahriati

PROGRAM STUDI S-1 MATEMATIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2007