Anda di halaman 1dari 10

copyright© Yuflihul Khair (R_R)

Ns. YUFLIHUL KHAIR, S.Kep

LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN TUBERCULOSIS PARU

Oleh : Ns. Yuflihul Khair, S.Kep

A. Pengertian
Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang dapat menyerang
berbagai organ tubuh manusia seperti paru, ginjal, kelenjar getah bening,
selaput jantung, selaput otak usus, dan lain-lain, tetapi yang paling
banyak adalah organ paru. (Bahar,2001). Seseorang disebut penderita
tuberculosis paru jika kuman M.Tuberculosis menyerang paru.
Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi pada paru yang disebabkan
oleh mycobacterium tuberculosa, yaitu suatu bakteri tahan asam.
(Suriadi,2001)
Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh
M.Tuberculosis yang biasanya ditularkan dari orang ke orang melalui
nuclei droplet lewat udara. (Netina,2002).
B. Pathofisiologi Dan Pathway
 Masuknya kuman .tuberculosis kedalam tubuh tidak selalu
menimbulkan penyakit infeksi dipengaruhi oleh virulensi dan
banyaknya kuman tuberculosis serta daya tahan tubuh.
 Segera setelah menghirup basil tuberculosis hidup kedalam paru-paru,
maka terjadi eksudasi dan konsolidasi yang terbatas disebut focus
primer. Basil tuberculosis akan menyebar , histosit mulai mengangkut
organisme tersebut ke kelenjar limfe regional melalui saluran getah
bening menuju ke kelenjar regional sehingga terbentuk komplek
primer dan mengadakan reaksi eksudasi terjadi sekitar 2-10 minggu
pasca infeksi.
 Bersamaan dengan terbentuknya komplek primer terjadi pula
hypersensitivitas terhadap tuberkuloprotein yang dapat diketahui

http://yuflihul.blogspot.com EBOOK’ YUFLIHUL KHAIR


copyright© Yuflihul Khair (R_R)
Ns. YUFLIHUL KHAIR, S.Kep

melalui uji tuberkuli. Masa terjadinya infeksi sampai terbentuknya


kompleks primer disebut masa inkubasi.
 Pada anak yang lesi, dalam paru dapat terjadi dimanapun terutama
diperifer dekat pleura, tetapi lebih banyak terjadi di lapangan bawah
paru dibanding dengan lapangan atas. Juga terdapat pembesaran
kelenjar regional serta penyembuhannya mengarah kukalsifikasi dan
penyebarannya lebih banyak terjadi melalui hematogen.
 Pada reaksi radang dimana leukosit polimorfonuklear tampak pada
alveoli dan memfagosit bakteri namun tidak membunuhnya.
Kemudian basil menyebar kelimfe dan sirkulasi. Dalam beberapa
minggu limfosit T menjadi sensitive terhadap organisme TBC dan
membebaskan limfokin yang merubah makrofag atau mengaktifkan
makrofag. Alveoli yang terserang akan mengalami konsolidasi dan
timbul gejala pneumoni akut. Pneumonia seluler ini dapat sembuh
dengan sendirinya, sehingga tidak ada sisa nekrosis yang tertinggal,
atau proses dapat berjalan terus dan bakteri terus difagosit atau
berkembang biak dalam sel. makrofag yang mengadakan infiltrasi
menjadi lebih panjang dan sebagian bersatu sehingga membentuk sel
tuberkelepiteloid yang dikelilingi oleh limfosit. Nekrosis pada bagian
sentral lesi memberikan gambaran yang relatif padat, seperti keju
yang disebut nekrosis kaseosa.
 Terdapat 3 macam penyebaran secara pathogen pada tuberculosis
anak ; penyebaran hematogen tersembunyi yang kemudian mungkin
timbul gejala atau tanpa gejala klinis , penyebaran hematogen umum,
penyebaran millier, biasanya terjadi sekaligus dan menimbulkan
gejala akut, kadang-kadang kronis, penyebaran hematogen berulang.

http://yuflihul.blogspot.com EBOOK’ YUFLIHUL KHAIR


copyright© Yuflihul Khair (R_R)
Ns. YUFLIHUL KHAIR, S.Kep

Pathway M. Tuberculosis terhirup


masuk paru-paru

Menempel
bronkhiolus/alveoli

Proliferasi sel epitel di sekililing basil dan


membentuk dinding antara basil dan organ terinfeksi

Menyebar melalui kelenjar getah bening ke kelenjar


regional menimbulkan reaksi eksudasi

Resiko tinggi Proses peradangan


penyebaran infeksi

Panas Lesi primer


menimbulkan
kerusakan jaringan
Hipertermi paru

Produksi sekret Mengalami


meningkat perkejuan

Meningkatkan Tidak efektifnya Difuse O2


rangsang batuk bersihan jalan menurun
nafas

Sekret terdorong Tidak efektifnya Intoleransi


ke mulut pola nafas aktifitas

Gangguan
Mempengaruhi pusat sensasi di pertukaran
hipotalamus gas

pemenuhan nutrisi
Anoreksia
kurang dari kebutuhan

http://yuflihul.blogspot.com EBOOK’ YUFLIHUL KHAIR


copyright© Yuflihul Khair (R_R)
Ns. YUFLIHUL KHAIR, S.Kep

C. Manifestasi Klinis
 Demam , malaise, anoreksia, berat badan menurun, kadang-kadang
batuk ( Batuk tidak selalu ada , menurun sejalan dengan lamanya
penyakit), nyeri dada, hemoptisis.
 Gejala lanjut (jaringan paru-paru sudah banyak yang rusak) : pucat,
anemia, lemah, dan berat bada menurun.
 Permulaan tuberculosis primer biasanya sukar diketahui secara klinis
karena mulainya penyakit secara berlahan. Kadang tuberculosis
ditemukan pada nak tanpa gejala atau keluhan . tetapi secara rutin
dengan uji tuiberkulin dapat ditemukan penyakit tersebut. Gejala
tuberculosis primer dapat berupa demam yang naik turun selama 1-2
minggu, dengan atau tanpa batuk pilek. Gambaran klinisnya; demam,
batuk, anoreksia, dan berat badan menurun.
D. KOMPLIKASI
 Meningitis
 Spondilitis
 Pleuritis
 Brokhopneumoni
 Ateletaksis
E. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
 Tes tuberculin : reaksi tes positif ( Diameter = 5) menunjukkan
adanya infeksi primer
 Radiologi : terdapat kompleks primer dengan atau tanpa perkapuran,
pembesaran kelenjar paratrakheal, penyebaran millier, penyebaran
bronkogen, pleuritis dengan efusi.
 Kultur sputum : ditemukan basil tuberculosis.
 Patologi Anatomi : dilakukan pada kelenjar getah bening, hepar
pleura, peritoneum, kulit ditemukan tuberkel dan basil tahan asam.

http://yuflihul.blogspot.com EBOOK’ YUFLIHUL KHAIR


copyright© Yuflihul Khair (R_R)
Ns. YUFLIHUL KHAIR, S.Kep

 Uji BCG : reaksi positif jika setelah mendapat suntikan BCG langsung
terdapat reaksi lokal yang besar dalam waktu kurang dari 8 hari
setelah penyuntikan.
 Infeksi TB : hanya diperlihatkan oleh skin tes tuberculin positif.
 Penyakit TB : gambaran radiology positif, kultur sputum positif, dan
adanya gejala-gejala penyakit.
F. PENATALAKSANAAN
1) Nutrisi adequat
2) Medik
- INH
- Rifampicin
- Pyrazinamid
- Streptomycin injeksi
- Pyrazinamid
- Ethambutol
- Kortikosteroid
3) Pembedahan, jika kemotherapi tidak berhasil
4) Pencegahan; menghindari kontak dengan yang terinfeksi basil
tuberculosis, mempertahankan status kesehatannya, pemberian
imunisasi BCG.

http://yuflihul.blogspot.com EBOOK’ YUFLIHUL KHAIR


copyright© Yuflihul Khair (R_R)
Ns. YUFLIHUL KHAIR, S.Kep

KONSEP KEPERAWATAN

A. Pengkajian
- Riwayat keperawatan : riwayat kontak dengan individu yang
terinfeksi, penyakit yang pernah diderita sebelumnya.
- Kaji adanya gejala-gejala panas yang naik turun dan dalam jangka
waktu yang lama, batuk yang hilang timbul, anoreksia, lesu, kurang
nafsu makan, hemoptysis
B. Diagnosa Keperawatan
1. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan kerusakan jaringan
paru
a. Tujuan : Meningkatkan pertukaran gas yang adekuat
b. Intervensi :
 Monitor tanda-tanda vital
 Observasi adanya sianosis pada mulut
 Kaji irama, kedalaman, dan ekspansi pernafasan
 Lakukan auskultasi suara nafas
 Ajarkan cara bernafas efektif
 Berikan oksigen sesuai indikasi
 Monitor hasil analisa gas darah
2. Tidak efektifnya pola nafas berhubungan dengan adanya batuk, nyeri
dada
a. Tujuan : Meningkatkan pola nafas yang efektif
b. Intervensi :
 Kaji ulang status pernafasannya ( irama, kedalaman, , suara
nafas , penggunaan otot Bantu pernafasan, bernafas melalui
mulut)
 Kaji ulang Tanda-tanda vital
 Berikan posisi tidur semi fowler/fowler
 Anjurkan untuk banyak minum

http://yuflihul.blogspot.com EBOOK’ YUFLIHUL KHAIR


copyright© Yuflihul Khair (R_R)
Ns. YUFLIHUL KHAIR, S.Kep

 Berikan oksigen sesuai indikasi


3. Tidak efektifnya bersihan jalan nafas berhubungan dengan adanya
secret
a. Tujuan : Meningkatkan kepatenan jalan nafas
b. Intervensi :
 Kaji ulang status pernafasannya ( irama, kedalaman, , suara
nafas , penggunaan otot Bantu pernafasan, bernafas melalui
mulut)
 Kaji ulang Tanda-tanda vital
 Berikan posisi tidur semi fowler/fowler
 Anjurkan untuk banyak minum
 Berikan oksigen sesuai indikasi
 Berikan obat-obat yang dapat meningkatkan efektifnya jalan
nafas seperti: bronkhodilator
4. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh sehubungan dengan
anoreksia.
a. Tujuan : Terpenuhinya kebutuhan nutrisi
b. Intervensi :
 Kaji ketidakmampuan anak untuk makan
 Berikan anak makanan yang disertai suplemen nutrisi untuk
meningkatkan kualitas intake nutrisi
 Kolaborasi untuk pemberian nutrisi parenteral jika kebutuhan
nutrisi melalui oral tidak mencukupi
 Kaji ulang berat badan, lingkar lengan , membran mukosa.
Anjurkan orang tua untuk memberikan makanan dengan porsi
kecil tapi sering.
 Pertahankan kebersihan mulut anak
 Jelaskan pentingnya intake nutrisi yang adekuat untuk
penyembuhan penyakit.

http://yuflihul.blogspot.com EBOOK’ YUFLIHUL KHAIR


copyright© Yuflihul Khair (R_R)
Ns. YUFLIHUL KHAIR, S.Kep

5. Hipertermi berhubungan dengan proses peradangan


a. Tujuan : Suhu tubuh normal
b. Intervensi :
 Monitor suhu tubuh anak untuk mengetahui peningkatan suhu
 Berikan intake cairan adekuat
 Berikan kompres bila perlu
 Kolaborasi pemberian antipiretik dan antibiotik
6. Resiko penyebarluasan infeksi berhubungan dengan organisme virulen
a. Tujuan : Perluasan infeksi tidak terjadi
b. Intervensi :
 Tempatkan anak pada ruang khusus
 Pertahankan isolasi yang ketat di rumah sakit pada anak
dengan TB aktif
 Gunakan prosedur perlindungan infeksi jika melakukan kontak
dengan anak.
 lakukan uji tuberculin
 Berikan anti tuberkulosis sesuai order
7. Gangguan aktivitas diversional berhubungan dengan isolasi dari
kelompok sebaya
a. Tujuan : Anak dapat melakukan aktivitas sesuai dengan usia dan
tugas perkembangan selama menjalani isolasi dari teman sebaya
atau anggota keluarga.
b. Intervensi :
 Berikan aktivitas ringan yang sesuai dengan usia anak (
permainan, keterampilan tangan,, video game, televisi)
 Berikan makanan yang menarik untuk memberikan stimulus
yang bervariasi bagi anak.
 Libatkan anak dengan mengatur jadwal harian dan memilih
aktivitas yang diinginkan.

http://yuflihul.blogspot.com EBOOK’ YUFLIHUL KHAIR


copyright© Yuflihul Khair (R_R)
Ns. YUFLIHUL KHAIR, S.Kep

 Izinkan anak untuk mengerjakan tugas sekolah selama di


rumah sakit
 Anjurkan anak untuk berhubungan dengan teman melalui
telepon jika memungkinkan.

http://yuflihul.blogspot.com EBOOK’ YUFLIHUL KHAIR


copyright© Yuflihul Khair (R_R)
Ns. YUFLIHUL KHAIR, S.Kep

DAFTAR PUSTAKA

Bahar asril. Tuberculosis Paru. Balai penerbit FKUI. Jakarta. 2001


Nettina SM Lippincont. Pocket Manual of Nursing Practice. ECG. Jakarta.
2001
Ngastiyah. Perawatan Anak Sakit. EGC. Jakarta. 1997
Suriadi, Yuliani Rita. Asuhan Keperawatan Pada Anak. CV. Agung Seto.
Jakarta. 2001

http://yuflihul.blogspot.com EBOOK’ YUFLIHUL KHAIR