Anda di halaman 1dari 21

SINTESIS PROTEIN

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Biologi Sel

DOSEN MATA KULIAH :


Dr. Dra. Arni Amir, MS

DI SUSUN OLEH :
Amelya Permata Sari
1720332015

PROGRAM PASCASARJANA ILMU KEBIDANAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ANDALAS PADANG
2017
KATA PENGANTAR

Penulis mengucapkan syukur Alhamdulillah atas karunia Allah SWT, akhirnya tugas
makalah mata kuliah Biologi Sel dengan judul “Sintesis Protein” dapat diselesaikan tepat
pada waktunya.
Materi tugas ini diambil dari berbagai sumber ilmiah. Tugas ini disusun terutama untuk
memenuhi tugas mata kuliah Biologi Sel, dengan harapan dapat memperdalam wawasan
keilmuan penulis sebagai mahasiswa Pascasarjana Ilmu Kebidanan tentang Sintesis Protein.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah Biologi Sel, ibu Dra.
Arni Amir, MS, yang telah memberi kesempatan dan bimbingan kepada penulis sehingga
dapat menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna,oleh karena itu penulis
mengharapkan saran serta masukan yang bermanfaat dalam kesempurnaan makalah ini.

Padang, November 2017

Penulis
DAFTAR ISI
JUDUL HALAMAN :......................................................................................................................................1
KATA PENGANTAR........................................................................................................................................1
DAFTAR ISI...................................................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................................................5
A. Latar Belakang.................................................................................................................................5
B. Tujuan..............................................................................................................................................6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...........................................................................................................................6
A. Sintesis Protein................................................................................................................................6
B. Komponen Sintesis Protein..............................................................................................................8
C. Polipeptida.....................................................................................................................................13
D. Mekanisme Sintesis Protein...........................................................................................................15
E. Modifikasi Pasca Translasi Protein.....................................................Error! Bookmark not defined.
F. Struktur Protein.................................................................................Error! Bookmark not defined.
BAB II PENUTUP.........................................................................................................................................19
A. Kesimpulan........................................................................................Error! Bookmark not defined.
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................Error! Bookmark not defined.
DAFTAR ISI

JUDUL HALAMAN

KATA PENGANTAR..............................................................................................................................i

DAFTAR ISI............................................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................................................4

A. Latar Belakang............................................................................................................................4

B. Tujuan.........................................................................................................................................4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .............................................................................................................5

A. Sintesis Protein............................................................................................................................5

B. Komponen Sintesis Protein.........................................................................................................6

C. Polipeptida................................................................................................................................11

D. Mekanisme Sintesis Protein......................................................................................................13

BAB II PENUTUP.................................................................................................................................15

A. Kesimpulan...............................................................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sintesis protein terjadi di dalam sel, yaitu di dalam ribosom. Struktur dan
aktivitas protein ditentukan oleh urutan asam amino yang menyusunnya. Setiap
macam protein mempunyai urutan asam-asam amino yang spesifik.

Emil Fisher merupakan orang yang pertama berhasil menyusun molekul


protein dengan cara menggandeng-gandengkan 15 molekul glisin dengan molekul
leusin sehingga diperoleh suatu polipeptida. Asam amino yang satu dengan asam
amino yang lain dihubungkan dengan suatu ikatan yang disebut ikatan peptida.

Potein adalah bagian dari sel makhluk hidup dan merupakan bagian terbesar
tubuh sesudah air. Seperlima bagian tubuh adalah protein, setengahnya ada dalam
otot, seperlima ada dalam tulang dan tulang rawan, sepersepuluhnya ada di dalam
kulit, selebihnya ada di dalam cairan lain dan cairan tubuh. Semua enzim, berbagai
hormon, pengangkut zat –zat gizi dan darah, matriks intraselular dan sebagainya
adalah protein. Di samping itu asam amino yang membentuk protein bertindak
sebagai prekursor (senyawa yang mendahului senyawa laindalam jalur metabolisme)
sebagian besar koenzim hormon, asam nukleat, dan molekul-molekul yang esensial
untuk kehidupan. Protein memiliki fungsi khas yang tidak dapat digantikan oleh zat
gizi lain, yaitu pembangun serta memelihara sel-sel dan jaringan tubuh.

Potein merupakan satu-satunya makronutrien yang mengandung unsur


nitrogen (N). Selain itu apabila dibandingkan dengan makronutrien lain seperti lemak
dan karbohidrat, protein jauh lebih kompleks karena selain mengandung karbon (C),
hidrogen (H), dan oksigen (O) adapula sebagian protein yang mengandung S. Bahkan
terkadang ada pula yang mengandung P,Fe, dan Cu.

B. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini secara umum adalah untuk memenuhi tugas
mata kuliah Biologi Sel dan secara khusus untuk mengetahui Sintesis Protein.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Sintesis Protein
Protein mempunyai peranan penting dalam organisasi struktural dan fungsional
dari sel. Protein struktural menghasilkan beberapa komponen sel dan beberapa bagian
diluar sel seperti kutikula, serabut dan sebagainya. Protein fungsional (enzim dan
hormon) mengawasi hampir semua kegiatan metabolisme, biosintesis, pertumbuhan,
pernapasan dan perkembangbiakan dari sel. Namun demikian sebuah sel tidak mungkin
membuat protein yang dibutuhkan oleh individu yang bersel banyak.
Sintesis protein adalah proses pembentukan protein dari monomer peptida yang
diatur susunannya oleh kode genetik. Sintesis protein dimulai dari anak inti sel,
sitoplasma dan ribosom.
Sintesis protein melibatkan DNA sebagai pembuat rantai polipeptida. Meskipun
begitu, DNA tidak dapat secara langsung menyusun rantai polipeptida karena harus
melalui RNA. Seperti yang telah kita ketahui bahwa DNA merupakan bahan informasi
genetik yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi. Informasi yang dikode di
dalam gen diterjemahkan menjadi urutan asam amino selama sintesis protein. Informasi
ditransfer secara akurat dari DNA melalui RNA untuk menghasilkan polipeptida dari
urutan asam amino yang spesifik. DNA merupakan susunan kimia makromolekular
yang komplek, yang terdiri dari tiga macam molekul yaitu: Gula pentose yang dikenal
sebagai deoksiribosa, Asam pospat, dan Basa nitrogen, dibedakan atas dua tipe dasar
yaitu: pirimidin {sitosin (C) dan timin (T)} dan purin {adenine (A) dan guanine (G)}
membentuk rangkaian kimiawi dengan deoksiribosa.
Suatu konsep dasar hereditas yang mampu menentukan ciri spesifik suatu jenis
makhluk menunjukkan adanya aliran informasi bahan genetik dari DNA ke asam amino
(protein). Konsep tersebut dikenal dengan dogma genetik. Tahap pertama dogma
genetik dikenal sebagai proses transkripsi DNA menjadi mRNA. Tahap kedua dogma
genetik adalah proses translasi atau penerjemahan kode genetik pada RNA menjadi
urutan asam amino. Dogma genetik dapat digambarkan secara skematis sebagai berikut.

DNA transkripsi RNA translasi Protein


Pada tahun 1968, Barry Commoner menduga bahwa informasi genetik dapat
beralih secara memutar (sirkuler), yaitu dengan DNA mencetak RNA, dan RNA dapat
membuat DNA kembali dengan cara transkripsi balik menggunakan enzim DNA
polymerase bergantung RNA (disebut juga “transcriptase sebaliknya”).
transkripsi translasi
DNA RNA Protein

Pendapat ini menjadi sebuah hal yang penting bagi Biologi Molekuler karena
ditemukannya dogma baru yang selanjutnya disebut “dogma pusat sebaliknya”.
Adanya teori tentang dogma pusat semakin mempengaruhi perkembangan pengetahuan
sintesis protein karena berawal dari teori itulah kini sintesis protein semakin diketahui
dengan jelas proses-prosesnya.

B. Komponen Sintesis Protein


Pembuatan atau penyusunan protein terjadi di dalam masing-masing sel tubuh.
Komponen-komponen di dalam sel yang berperan penting dalam terlaksananya proses
sintesis protein adalah sebagai berikut:
1. Asam amino
Oleh karena protein adalah polimer dari asam-asam amino, maka proses sintesa
protein membutuhkan asam-asam amino sebagai bahan mentah. Asam amino
yang umum dijumpai berjumlah 20 dan berkumpul di dalam sitoplasma
membentuk suatu “kumpulan asam amino”.Semua asam amino (kecuali prolin)
memiliki gugus amino dan karboksil yang bebas seperti tertera di bawah ini.

gugus H H O
amino H N C C OH gugus karboksil
R
gugus tambahan
Asam amino satu dengan lainnya berbeda pada gugus tambahannya.Selama
sintesa protein, asam-asam amino terangkai oleh peptida yang dihasilkan oleh
hidrolisa dari gugus amino dan karboksil.

peptida
H O H O H O H O
H2N C C OH  H N C C OH H2N C C N C C OH  H2O
R1 H R2 R1 H R2
dipeptida

Polipeptida adalah deretan asam-asam amino, yang dapat terdiri dari 51 asam
amino (seperti pada insulin) sampai lebih dari 1000 asam amino (seperti pada
fibroin, protein sutera).
2. DNA
DNA merupakan pusat informasi genetik.Ia dapat mengatur sebuah sel dengan
informasi yang disampaikannya ke bagian-bagian sel dalam rangka pengaturan
sel tersebut.
DNA merupakan singkatan dari deoksiribonucleic acid, yang dalam bahasa
Indonesia disebut asam deoksiribonukleat. DNA dimiliki oleh semua jenis
mahluk hidup kecuali beberapa virus saja.DNA terletak di dalam sel, terutama
terdapat pada kromosom. Sebuah pita molekul DNA tersusun atas tiga senyawa
kimia, yaitu:
a. Asam pospat,
b. Gula deoksiribosa,
c. Basa nitrogen, yang terdiri atas 2 tipe dasar, yaitu:
1. Pirimidin, terdiri atas timin(T) dan sitosin(C).
2. Purin, terdiri atas adenine(A) dan guanine(G).
Menurut Waston dan Crick molekul DNA terbentuk sebagai dua pita spiral yang
saling berpilin (“double helix”). Di bagian luar terdapat deretan gula pospat yang
membentuk tulang punggung dari “double helix” tersebut, didalamnya terdapat
basa purin dan pirimidin. Pita spiral tersebut dihubungkan dengan pita spiral yang
lain oleh atom hidrogen, yaitu antara pasangan purin dan pirimidin tertentu.
Adenin hanya dapat berpasangan dengan timin yang dihubungkan dengan ikatan
hidrogen, sedangakan guanin hanya dapat berpasangan dengan sitosin dengan
ikatan hidrogen.

Struktur DNA berbentuk double helix yangterdiri dari gula deoksiribosadan asam pospat sebagai
tulang punggung, serta basa nitrogen yang terdiri dari timin, adenin, guanin dan sitosin
didalamnya.

Di dalam sintesis protein, DNA berperan sebagai pengatur jenis protein yang akan
disintesis. Peran DNA ini disebabkan karena DNA memiliki kode genetik. Kode
genetik adalah kode-kode pada DNA yang dapat memberikan informasi kepada
bagian sel lain untuk diterjemahkan.
3. RNA
RNA merupakan singkatan dari ribonucleic acid yang dalam bahasa Indonesia
disebut asan ribonukleat. RNA merupakan molekul genetik dan pembawa segala
informasi genetik pada beberapa mahluk hidup seperti virus yang tidak memiliki
DNA.RNA yang berfungsi demikian disebut dengan RNA genetik.
Pada sel-sel yang memiliki DNA sebagai penyimpan informasi, terdapat RNA
dengan fungsi yang non-genetik.RNA inilah yang berperan penting dalam sintesis
protein pada manusia.
Molekul RNA berbentuk pita tunggal, atau pita double tetapi tidak berpilin. Satu
pita RNA terdiri atas:
a. Gula ribosa,
b. Asam pospat,
c. Basa nitrogen, yang terbagi atas:
1. Pirimidin, terdiri atas urasil(U) dan sitosin (C)
2. Purin, terdiri atas adenine (A) dan guanine (G)
RNA non-genetik dapat dibedakan menjadi tiga berdasarkan tempat terdapatnya
dan fungsinya, yaitu sebagai berikut:
a. RNA duta, disingkat RNAd (“messenger RNA” = mRNA). mRNA berbentuk
pita tunggal, terdapat di dalam nukleus, dihasilkan oleh DNA dalam proses
transkripsi. Fungsi mRNA adalah sebagai penerima dan pembawa kode
genetik dari DNA.
b. RNAp atau RNA pemindah (“transfer RNA” = tRNA). Menurut R. Holley,
tRNA dibentuk di dalam nukleus, lalu ditempatkan di dalam sitoplasma. Oleh
karena itu, tRNA sering disebut RNA larut (disingkat RNAl, atau “soluble
RNA” = sRNA). RNAt berfungsi menerjemahkan kode dari mRNA ke
ribosom.
c. RNA ribosom disingkat RNAr (“ribosom RNA” = rRNA). rRNA terdapat di
dalam ribosom, tetapi disintesis di dalam nukleus. Fungsi rRNA sampai
sekarang belum diketahui, tetapi diduga mempunyai peranan penting dalam
berlangsungnya proses sintesis protein yang sempurna.

Struktur mRNA yang terdiri dari basa nitrogen, asam pospat, dan gula ribosa, tersusun atas satu pita saja.
4. Ribosom
Ribosom adalah struktur makromolekular (organel sel) di dalam
sel yang memimpin berbagai interaksi yang ada hubungannya
dengan sintesis protein.Ribosom mengandung faktor-faktor yang
berfungsi sebagai enzim.Di dalam menjalankan fungsinya,
ribosom-ribosom berderet membentuk kelompok yang disebut
poliribosom atau polisom.Banyaknya poliribosom menentukan
panjangnya suatu protein. Semakin banyak poliribosom, maka
protein yang dibentuk akan semakin panjang. Misalnya
pembentukan polipeptida hemoglobin dibutuhkan lima ribosom
atau dikenal dengan istilah pentamer.
Sebuah ribosom memiliki struktur yang terdiri dari subunit besar
dan subunit kecil.Subunit kecil menjadi tempat melekatnya
mRNA. Subunit kecil ini mengandung 3 faktor yang disebut
dengan IFsatu, IFdua, dan IFtiga yang masing-masing memiliki
peranan yang penting selama proses translasi.
Subunit besar merupakan tempat pembentukan rantai
polipeptida.Menurut W.D. Stanfield, subunit ini memiliki tiga
sisi yang mengikat tRNA yang masuk, yaitu sisi A (sisi amino
asil tRNA) dan sisi P (sisi peptidil tRNA), serta sisi E (sisi exit).
Kedua struktur ribosom tersebut, yaitu subunit besar dan subunit
kecil hanya akan berkumpul jika akan mengadakan proses
sintesis protein. Dengan kata lain, kedua subunit itu akan
berpisah jika tidak akan melakukan proses sintesis protein.
Ribosom terdiri atas subunit kecil dan subunit besar.
Subunit besar memiliki tiga sisi, yaitu sisi E, sisi A, dan sisi P.
C. Polipeptida
1. Struktur polipeptida
Polipeptida merupakan nama lain dari protein. Polipeptida
tersusun atas asam amino-asam amino yang terhubung satu
sama lain dengan ikatan peptida membentuk diri seperti rantai.
Protein merupakan zat yang sangat penting bagi kehidupan
mahluk hidup.Kata protein berasal dari bahasa Yunani protos
atau proteos yang artinya pertama atau utama. Disebut demikian
karena protein memegang peranan penting dalam penyusunan
tubuh mahluk hidup, dan jika tidak karena protein yang
menyusunnya, maka manusia dan mahluk lainnya tidak akan
hidup. Jika kekurangan saja, ia akan sakit, dan jika sudah sangat
kronis kekurangannya, maka ia akan mati secara perlahan-lahan.
Sebuah protein tersusun atas asam amino-asam amino
dalam jumlah yang banyak.Asam amino merupakan asam
karboksilat yang mempunyai gugus amino.

Terdapat dua puluh jenis asam amino yang sampai sekarang sudah
diketahui.Asam amino-asam amino tersebut dapat dikelompokkan
menjadi asam amino esensial dan asam amino non-esensial.Asam
amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat dibuat atau
disintesis oleh tubuh manusia.Sedangkan asam amino non-esensial
adalah asam amino yang dapat dibuat oleh tubuh manusia.
Berikut merupakan jenis asam amino-asam amino yang termasuk
essensial dan non-esensial.
Asam amino non-esensial Asam amino esensial
Triptofan Isoleusin Tirosin Arginin
Treonin Fenilalanin Sistein Glutamin
Metionin Valin Serin Histidin
Lisin Leusin Prolin Alanin
Glisin Asparagin
Asam glutamat Asam aspartat

Pada pembahasan sebelumnya diketahui bahwa asam amino-asam


amino dapat dibuat atau disintesis oleh tubuh.Asam amino tersebut
dikodekan dengan sebuah kodon.Sebuah kodon terdiri dari tiga buah
nukleotida, yang dengan kata lain terdiri dari tiga gula, tiga asam
pospat, dan tiga basa nitrogen. Jadi, satu asam amino dikodekan oleh
tiga basa nitrogen.
Pada proses sintesis protein dengan cara transkripsi dan translasi,
protein disusun dengan cara penerjemahan kode-kode basa nitrogen
menjadi asam amino, dan asam amino-asam amino disusun menjadi
sebuah protein. Demikianlah proses yang terjadi pada sebuah sel yang
memproduksi protein untuk keperluan dirinya melanjutkan hidup.

2. Fungsi Polipeptida
Protein yang dikonsumsi manusia dan hewan akan berfungsi
untuk:
a. Pembentukan dan pertumbuhan tubuh dengan cara berikatan
dengan lipid atau lemak,atau zat anorganik seperti fosfor
menjadi fosfolipid.
b. Sebagai biokatalis, yaitu protein yang menyusun sebuah
enzim, berfungsi untuk mempercapat reaksi-reaksi kimia
yang ada di dalam tubuh.
c. Mengangkut berbagai jenis gas. Misalnya jenis protein yang
membangun hemoglobin yang berada di dalam sel-sel darah
merah(eritrosit), berfungsi mengangkut oksigen dan karbon
dioksida dari paru-paru ke seluruh tubuh dan sebaliknya.
d. Sebagai antigen atau antibodi yang melawan zat-zat asing
yang masuk ke dalam tubuh manusia, misalnya sel darah
putih.
e. Sumber energi. Protein dapat dijadikan sebagai bahan bakar
untuk menghasilkan energi jika sumber energi utama, yaitu
karbohidrat, sedang mengalami kekurangan, atau karena
aktivitas otot yang terlalu aktif.
f. Sebagai zat yang menguatkan ikatan antara tulang dan
daging, misalnya tendon dan kolagen.
g. Untuk penyimpanan, misalnya feritin untuk menyimpan besi
dalam darah dan gliadin untuk menyimpan asam amino
dalam biji gandum yang dorman.

D. Mekanisme Sintesis Protein


Sintesis protein merupakan proses terbentuknya protein yang
terdiri dari 2 tahap yaitu tahap transkripsi dan tahap translasi. Tahap
transkripsi adalah tahap dimana pada saat pembentukan mRNA di
dalam nukleus dari DNA template dengan dibantu oleh enzim
polimerase. Tahap translasi adalah tahap dimana mRNA keluar dari
inti sel dan bertemu dengan tRNA lalu dibantu oleh Ribosom yang
terdiri dari sub unit besar dan sub unit kecil.
1. Transkripsi
Pada organisme eukariot (memiliki dinding inti sel), DNA
terdapat pada kromosom, artinya bahwa DNA berada si dalam inti sel.
DNA akan tetap berada di dalam sel, sedangkan protein dibuat di
dalam sitoplasma. DNA tidak ikut berperan secara langsung dalam
pembuatan protein, tetapi pita double helix DNA sangat berperan
penting dalam terbentuknya mRNA.
Transkripsi adalah proses pembentukan molekul RNA dari
DNA. Proses transkripsi memerlukan kerja sekelompok enzim yang
disebut dengan RNA polimerase. Untuk memulai proses ini,
dibutuhkan adanya sinyal atau tanda yang berupa gen tertentu. Gen
yang menjadi tanda itu adalah kodon AUG. Tempat mulainya
transkripsi ini disebut hulu, atau dikodekan dengan bentuk 5`. Proses
dimulainya transkripsi dikenal dengan istilah inisiasi. Pada
pengakhiran proses transkripsi, ada daerah yang disebut hilir yang
sering ditandai dengan bentuk 3`. Proses diakhirinya transkripsi
dikenal dengan istilah terminasi. Proses transkripsi selalu berjalan dari
hulu ke hilir, artinya selalu berjalan menurut arah 5` ke 3`.
Sudah kita ketahui bahwa DNA memiliki dua untai atau dua
pita. Pada proses transkripsi, hanya satu untai saja yang berfungsi
sebagai pencetak RNA. Pita DNA yang mencetak mRNA ini dikenal
dengan istilah DNA “sense”. Pita DNA komplementer (pelengkap)
lainnya yang tidak mencetak mRNA disebut DNA “antisense”.
Proses antara inisiasi dan terminasi adalah proses pemanjangan
atau dikenal dengan proses elongasi. Pita mRNA dengan pita DNA
memiliki panjang yang berbeda. Untaian RNA lebih pendek dari pada
untaian DNA. Di dalam satu untai DNA double helix bisa terjadi
beberapa proses transkripsi yang menghasilkan beberapa untai
mRNA.
Informasi yang diterjemahkan dari DNA ke RNA adalah basa
nitrogennya. Jika pada untai DNA sense terdapat basa nitrogen adenin
(A), maka pada rantai mRNA akan diterjemahkan sebagai basa
nitrogen urasil (U). Jika pada untai DNA sense terdapat basa nitrogen
guanin (G), maka pada untai mRNA akan diartikan sebagai basa
nitrogen sitosin (S). Hal ini berlaku sebaliknya. Untai inisiasi pada
DNA-pun akan diterjemahkan menjadi untai terminasi pada mRNA,
dan sebaliknya.
mRNA yang telah selesai dicetak (dalam arti telah selesai
menerima informasi genetik dari DNA) akan meninggalkan DNA,
keluar dari inti sel melalui pori-pori membran inti sel menuju
sitoplasma untuk melanjutkan proses translasi.

RNA dibuat dari untai DNA.Tahap transkripsi terdiri dari tiga tahap, yaitu inisiasi,
elongasi, dan terminasi.

2. Translasi
Pada proses ini, mRNA telah keluar dari inti sel. Sekali mRNA
keluar dari inti sel dan telah berada dalam sitoplasma, maka mRNA
akan bergabung dengan satu atau lebih ribosom yang memungkinkan
asam-asam amino disusun menjadi rantai polipeptida sesuai dengan
kode genetik yang diamanahkan pada rantai mRNA. Jadi proses
translasi merupakan proses pemindahan informasi genetik dari RNA
ke protein.
Proses translasi dibantu dengan bantuan molekul-molekul
perantara lain yang terdapat di dalam sitoplasma, yaitu tRNA atau
RNA pemindah. tRNAberfungsi untuk mengikat asam amino pada
satu ujungnya, sedangkan ujung yang lain mampu untuk mengenal
kodon mRNA untuk tempat melekatnya asam amino yang dia ikat.
Asam amino yang terdapat di dalam sitoplasma akan diikat oleh
tRNA. Pengikatan ini dibantu dengan menggunakan energi yang
berupa ATP(adenin tripospat).ATP berfungsi untuk mengaktifkan
asam amino agar siap untuk diangkut ke subunit ribosom.
Translasi meliputi tiga tahapan, yaitu inisiasi, elongasi, dan
terminasi. Proses pertama translasi disebut dengan inisiasi atau
permulaan. mRNA yang telah keluar dari inti sel(nukleus) dan sudah
berada di sitoplasma akan bersatu dengan subunit kecil ribosom.
Ribosom akan menempel pada mRNA yang memiliki kodon AUG.
Kodon ini merupakan kodon penanda yang menandai akan dimulainya
sintesis protein. Kodon AUG adalah kode kodon untuk asam amino
metionin.Kodon AUG biasanya ada di ujung 5`. Setelah ditemukan
kodon ini, maka akan dilanjutkan dengan tahapan translasi
selanjutnya, yaitu tahap elongasi atau perpanjangan.
Tahap kedua yaitu tahap elongasi. Setelah kodon AUG
ditemukan, tRNA akan membawa asam amino dari sitoplasma yang
memiliki kode UAS sebagai terjemahan dari metionin. Setelah
metionin diterjemahkan, subunit besar ribosom akan bersatu dengan
subunit kecil yang membentuk ribosom yang sempurna. Setelah
menerjemahkan metionin, kodon-kodon selanjutnya akan terbaca dan
akan diterjemahkan dengan cara yang sama.
tRNA membawa asam amino masuk ke dalam subunit besar dan
melekat pada sisi A, lalu akan dilepaskan pada sisi P. tRNA akan
keluar melalui sisi E pada bagian subunit besar ribosom.Misal setelah
AUG terdapat kodon ASG. Maka tRNA akan mencarikan terjemahan
dari kodon itu, yaitu UGS, yang berarti kode untuk asam amino
treonin. Kodon treonin itu akan diangkut oleh tRNA memasuki bagian
sisi A dan melepaskannya pada sisi P. tRNAakan keluar dari ribosom
melalui sisi E pada subunit besar untuk membawa asam amino yang
lainnya.Demikian proses yang terjadi sampai terbentuk untaian yang
cukup panjang, sampai ditemukan kode untuk menghentikan proses
ini.
Tahap ketiga yaitu tahap terminasi atau penghentian sintesis
protein. Tahap ini terjadi karena terdapat kode-kode yang menandai
mRNA untuk menghentikan proses pengangkutan asam amino. Kode-
kode itu berbentuk kodon UAA, UAG, atau UGA. Jika salah satu
kodon itu ditemukan oleh tRNA, maka secara langsung proses sintesis
protein akan terhenti karena tRNA tidak mengikat asam amino
kembali.
Setelah selesai tahap terminasi, maka secara otomatis ribosom
akan berpisah antara subunit besar dan subunit kecilnya, serta asam
amino akan membentuk zat lain yang sedang dibutuhkan oleh sel. Sub
unit besar dan subunit kecil akan bersatu kembali jika akan dilakukan
proses sintesis kembali.
Berikut merupakan gambar proses sintesis protein yang meliputi
transkripsi dan translasi sampai terbentuk polipeptida yang berupa
rantai.
BAB III

PENUTUP

Proses sintesis protein terbagi atas transkripsi dan translasi. Seperti


kita ketahui DNAsebagai media untuk proses transkripsi suatu gen berada di
kromosom dan terikat oleh protein histon. Saat menjelang proses transkripsi
berjalan, biasanya didahului signaldari luar akan kebutuhan suatu protein
atau molekul lain yang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan,
perkembangan, metabolisme, dan fungsi lain di tingkat sel maupun jaringan.

DNA terdiri dari dua sulur , utas polinukleotida yang bersifat


antiparalel dan utas nukleotida berikatan pada basa N Ikatan H3. Agar dapat
diwariskan dari satu generasi ke generasi, DNA harus melakukan
replikasiatau penggandaan DNA. Sintesa protein adalah penyusunan amino
pada rantai polipeptida.

Replikasi adalah proses duplikasi DNA secara akurat . Replikasi


terjadi dengan proses semikonservatif karena semua DNA double helix.
Transkripsi merupakan sintesis RNA berdasarkan arahan DNA. Translasi
merupakan sintesis polipeptida yang sesungguhnya, yang trejadi
berdasarkan arahan mRNA. Siklus urea merupakan bagian dari siklus
nitrogen, yang meliputi reaksi konversi amonia menjadi urea.
DAFTAR PUSTAKA

Campbell NA, Reece BJ, Mitchell LG.2002.Biologi. Jakarta: Erlangga

Subowo. 2011. Biologi Sel. Jakarta : IKAPI

Yuwono T. 2005. Biologi Molekuler. Jakarta: Erlangga.