Anda di halaman 1dari 5

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS PAGAK
JL. Hamid Rusdi No. 84, Telp ( 0341 ) 311002, Kecamatan Pagak
Email : puskesmaspagak@ymail.com
MALANG-65168

SUSUNAN RENCANA ASUHAN GIZI


Pelayanan gizi/asuhan gizi/dietetic process

• Adalah proses yg dinamis sebab pasien sbg fokus asuhan gizi selalu berubah, pd saat

yg sama terjadi perubahan penyakit akibat intervensi medis, gizi & sosial

• Proses pelayanan diet berupa siklus manajemen penyakit & pasien/klien sekaligus

Terapi Gizi Medis (MNT)

• Tahun 1990 à mempromosikan manfaat pengelolaan/pengobatan penyakit dengan gizi.

• Komponen : Pengkajian gizi, penyediaan modifikasi diet, konseling gizi, terapi gizi

khusus.

• Tahun 2001 : manfaat MNT adalah diagnosa gizi, pemberian terapi & konseling untuk

tujuan penanganan penyakit yang dilakukan oleh RD atau profesional gizi.

Nutrition Care Process (ADA 2006)

• Metode pemecahan masalah yang sistematis dan digunakan profesi dietetik secara

kritis dalam membuat keputusan tentang masalah gizi & penyediaan pelayanan gizi

yang berkualitas & efektif secara aman.

Tujuan NCP (Nutrition Care Process)

• Metode sistematik & terstruktur à berfikir kritis dalam membuat keputusan

• Mengelola pelayanan gizi secara menyeluruh (holistik) dan ilmiah

• Membantu pasien memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatannya

• Menghasilkan dampak yang baik

4 step dalam NCP

1. Nutrition assessment (pengkajian gizi)

2. Nutrition diagnosis (diagnosa gizi)


3. Nutrition intervention (intervensi gizi)

4. Nutrition monitoring & evaluatin (monitoring & evaluasi gizi)

Asessmen atau pengkajian gizi

• Skrining atau asessmen awal dilakukan setelah pasien dirawat 1-3 hari untuk

mengetahui apakah pasien butuh asessmen lanjutan

• Skrining dapat dilakukan dengan cepat misal adanya penurunan BB (10%) dalam waktu

singkat perlu di kaji lebih lanjut untuk mencegah adanya gizi kurang, dengan Subyektif

Global Assessment (SGA) dll

• Asessmen lanjutan : sosial ekonomi, status gizi, data lab, data medik & riwayat gizi

Pengkajian Gizi

• Menggunakan data riwayat gizi melalui wawancara & pengukuran

• Meliputi : BB, TB, riwayat BB; Data pemeriksaan biokimia; asupan makan, kemampuan

menerima, mengunyah, menelan makanan, pasien makan sendiri, fungsi organ saluran

cerna, ada konstipasi, kembung, diare, food alergi/tolerance; obat yg diminum (potensi

adanya interaksi obat & gizi), adanya trauma, infeksi, luka bakar, stress, faktor yang

pengaruhi status gizi (kesukaan, budaya dll)

• Riwayat gizi : makanan yang disukai & tidak disukai, tipe makanan yang dikonsumsi

sehari-hari (recall makan 24 jam, asupan makan setiap hari & hari libur), frekuensi

makan & waktu makan, fasilitas masak, anggaran makan perorang perhari, jenis

suplemen yg dikonsumsi (tablet, kapsul, vitamin dll)

• Kebutuhan diet selama dirawat : makanan yg disukai & tidak disukai, preskripsi diet &

alasan diberikan diet tsb, nafsu makan (kemampuan mengunyah, ada mual/muntah,

kembung/nyeri dll), ada hambatan fisik

Perencanaan

• Berdasarkan hasil asessmen dibuat rencana pelayanan gizi meliputi preskripsi diet,

tujuan diet & strategi mencapai tujuan

• Tujuan :
1. Pasien DM dengan Obesitas :

a. Menurunkan glukosa darah s/d.batas normal dalam waktu 1 bln

b. Menurunkan BB secara bertahap s.d. batas normal dalam waktu 3 bln

c. Mampu memilih jenis & jumlah makanan sesuai kebutuhan

2. Pasien HT

a. Menstabilkan tekanan darah

b. Membatasi makanan yang dapat menaikkan tekanan darah

c. Mampu memilih jenis & jumlah makanan sesuai kebutuhan

• Strategi : menetapkan preksripsi diet dengan tepat, menyediakan makanan sesuai

kebutuhan gizi, selera, kemampuan menerima, memberikan penyuluhan & konsultasi

gizi.

Tujuan terapi diet

• Memelihara/mempertahankan kesehatan melibatkan : pencegahan (preventif),

diagnosa dini, penyembuhan (kuratif) dan istirahat (keseimbangan hidup baik sebagai

individu/masyarakat)

• Contoh :

Terapi diet pasien Diabetes Melitus (DM) tidak hanya penyembuhan DM, namun

memikirkan pencegahan penyakit baru yg diakibatkan karena DM, misal perlu

memperhatikan asupan lemak, menurunkan BB (kalau pasien gemuk), mengurangi

asupan garam (bila ada tanda-tanda hipertensi), kesimpulan terapi diet harus berfikir

menyeluruh (holistik)

Implementasi & Evaluasi

• Implementasi pelayanan gizi hendaknya sesuai rencana

• implementasi pelayanan gizi dievaluasi berdasarkan hasil lab, asupan makan,

antropometri/status gizi, sikap, perilaku dan pengetahuan tentang makanan, &

perkembangan penyakit secara keseluruhan


• Jika hasil evaluasi tidak mencapai tujuan atau timbul masalah maka dilakukan

peninjauan ulang disetiap langkah pelayanan gizi

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam terapi diet atau asuhan gizi

• Keadaan penyakit yg perlu perubahan diet : kondisi akut, kronis, data klinis, lab

• Kemungkinan lamanya penyakit

• Alasan perubahan diet, karakteristik diet, keuntungan & kerugiannya, modifikasi diet &

indikasi penggunaannya

• Toleransi pasien terhadap makanan

Pengaruh penyakit terhadap penerimaan makanan

• Stress karena penyakit : kecemasan, rasa takut dll

• Pengaruh obat : anoreksia, mempengaruhi absorpsi & utilisasi

• Pengaruh sakit terhadap proses penyakit, kebiasaan makan dll

• Stress gizi : trauma, infeksi, stress psikis dan lain - lain dapat menyebabkan

keseimbangan zat gizi terganggu

• Modifikasi diet : cenderung menambah problem dan perlu konsultasi gizi

Hal - hal yg perlu perhatian dalam penyembuhan penyakit secara individu

• Ingin dilayani secara individu (setiap pasien punya kebutuhan psikis, sosial & spiritual)

• Pasien haurs berperan dalam pengobatan, harus diberi pengertian tentang

pengobatannya

• Pasien mengharap setiap tingkah laku dapat diterima sebagai bagian dari sakitnya

• Mengharap akan dilayani dengan ramah, sabar & penuh perhatian

Dokumentasi SOAP

• S (subyektif) : catatan bagaimana asumsi & keluhan pasien tentang penyakit & dietnya

(riwayat penyakit keluarga, dahulu, sekarang, pola makan, keadaan sosial ekonomi,

lingkungan), termasuk kesan pewawancara terhadap performance & sikap pasien

• O (obyektif) : Antropometri (BB, TB, LLA dll), Biokimia, klinis (hasil diagnosa, hasil

observasi), Dietary atau anamnesa diet (kebiasaan, pola, frekuennsi mak, bahan

makanan yg sering digunakan)


• A (assessmen) :

1. klinis (diagnosa penyakit),

2. gizi (status gizi, pemenuhan gizi terhadap kebutuhan),

3. pengetahuan, assessment kasus keseluruhan

• P (planning) :

1. Tujuan diet, prinsip/syarat diet,

2. strategi penyuluhan/konseling,

3. strategi/prosedur monitoring

Peranan Anggota Tim Asuhan Gizi

• Dokter : kapten, tanggung jwb terhadap pasien, tentukan diagnosa & terapi

• Perawat : jalur komunikasi anggota tim dengan pasien, membantu pasien saat makan,

mengawasi, mencatat & melaporkan respon pasien terhadap diet

• Ahli gizi : terjemahkan diet dalam hidangan, rencana pelayanan gizi-evaluasi, beri

konseling/penyuluhan, menilai status gizi pasien, buat pola mak sesuai kebiasaan &

pengobatan, anjuran makanan enteral jika diperlukan

Anda mungkin juga menyukai