Anda di halaman 1dari 13

3.

1
DIKETAHUI: BIAYA TETAP MINGGUAN STAN KOPI = Rp 2.000.000,-
BIAYA VARIABEL PER GELAS = Rp 2.500,-
DITANYAKAN: A. MELENGKAPI TABEL BIAYA
B. APAKAH BIAYA PER GELAS KOPI MENINGKAT, MENURUN, ATAU TETAP SAMA APABILA JUMLAH GELAS KOPI DISAJIKAN
MENINGKAT? JELASKAN
JAWABAN:
A. TABEL BIAYA
JUMLAH GELAS KOPI DISAJIKAN MINGGUAN (GELAS)
KETERANGAN
2,000 2,100 2,200
BIAYA TETAP (Rp) 2,000,000 2,000,000 2,000,000
BIAYA VARIABEL (Rp) 5,000,000 5,250,000 5,500,000
BIAYA TOTAL (Rp) 7,000,000 7,250,000 7,500,000
BIAYA PER GELAS DISAJIKAN
(Rp) 3,500 3,452 3,409

B. BIAYA PER GELAS KOPI MENGALAMI PENURUNAN APABILA JUMLAH GELAS KOPI YANG DISAJIKAN MENINGKAT KARENA BIAYA TETAP PER GELAS
MENGALAMI PENURUNAN
SEMAKIN MENINGKAT JUMLAH GELAS KOPI YANG DISAJIKAN MAKA BIAYA TETAP PER GELAS KOPI AKAN SEMAKIN MENURUN
3.2
DIKETAHUI: KISARAN RELEVAN PERUSAHAAN ADALAH 5000 SAMPAI 8000 JAM
DITANYAKAN: NILAI PADA SETIAP BAGIAN TABEL
JAWABAN:
JAM OPERASI (JAM)
KETERANGAN
5,000 6,000 7,000 8,000
BIAYA TOTAL:
BIAYA VARIABEL (Rp) 20,000 24,000 28,000 32,000
BIAYA TETAP (Rp) 168,000 168,000 168,000 168,000
BOAYA TOTAL (Rp) 188,000 192,000 196,000 200,000

BIAYA PER JAM:


BIAYA VARIABEL (Rp) 4 4 4 4
BIAYA TETAP (Rp) 34 28 24 21
BIAYA PER JAM (Rp) 38 32 28 25
3.5
DIKETAHUI: GRAFIK HUBUNGAN BIAYA DENGAN AKTIVITAS
DITANYAKAN:
A. GAMBAR GRAFIK UNTUK SETIAP SITUASI
B. BAGAIMANA PERILAKU BIAYA DAPAT MEMBANTU MANAJER MENGANALISIS STRUKTUR BIAYA DI PERUSAHAAN
JAWABAN:
A. GAMBAR GRAFIK UNTUK SETIAP SITUASI
1. GRAFIK PERAGA 3.3
2. GRAFIK PERAGA 3.3
3. GRAFIK 3
4. GRAFIK 10
5. GRAFIK 1
6. GRAFIK 4
7. GRAFIK 10
8. GRAFIK 7
9 GRAFIK 7
10. GRAFIK 9

B. PENGETAHUAN TENTANG PERILAKU BIAYA DIGUNAKAN OLEH MANAJER UNTUK MENGENDALIKAN BIAYA, PENGESTIMASIAN BIAYA, DAN PEMBUATAN
KEPUTUSAN
4.1
DIKETAHUI:
PT SALMA MEMPRODUKSI BERBAGAI JENIS PERLENGKAPAN TIDUR
HARGA JUAL BANTAL: Rp 40.000,-
HARGA JUAL GULING: Rp 30.000,-
PROYEKSI PENJUALAN KEDUA JENIS PRODUK EMPAT KUARTAL YANG AKAN DATANG
KETERANGAN BANTAL GULING
KUARTAL PERTAMA 5,000 4,000
KUARTAL KEDUA 6,500 4,500
KUARTAL KETIGA 10,000 8,000
KUARTAL KEEMPAT 5,500 5,000
PERSEDIAAN PER 1 JANUARI
- BANTAL: 300 BUAH
- GULING: 170 BUAH
PERSEDIAAN AKHIR
- Bantal: 20% DARI PENJUALAN KUARTAL BERIKUTNYA
- GULING: 10% DARI PENJUALAN KUARTAL BERIKUTNYA

DITANYAKAN:
1. ANGGARAN PENJUALAN SETIAP KUARTAL DAN SETAHUN MENURUT PRODUK DAN TOTAL DALAM SETIAP PERIODE
2. FAKTOR-FAKTOR YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN PERUSAHAAN DALAM MENYUSUN ANGGARAN PENJUALAN
3. ANGGARAN PRODUKSI TERPISAH UNTUK SETIAP PRODUK DALAM TIGA KUARGAL PERTAMA TAHUN TERSEBUT
JAWABAN:
1. ANGGARAN PENJUALAN PRODUK
ANGGARAN PENJUALAN BANTAL
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER XXXX
KUARTAL
KETERANGAN
1 2 3 4 SETAHUN
UNIT PENJUALAN 5,000 6,500 10,000 5,500 27,000
HARGA JUAL PER UNIT 40,000 40,000 40,000 40,000 40,000
PENJUALAN 200,000,000 260,000,000 400,000,000 220,000,000 1,080,000,000

ANGGARAN PENJUALAN GULING


UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER XXXX
KUARTAL
KETERANGAN
1 2 3 4 SETAHUN
UNIT PENJUALAN 4,000 4,500 8,000 5,000 21,500
HARGA JUAL PER UNIT 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000
PENJUALAN 120,000,000 135,000,000 240,000,000 150,000,000 645,000,000

2. FAKTOR-FAKTOR YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN PERUSAHAAN DALAM MENYUSUN


ANGGARAN PENJUALAN ADALAH:
- PENJUALAN TAHUN LALU (VOLUME, JENIS, HARGA, WAKTU, DAERAH PENJUALAN, KEBIJAKAN
PERUSAHAAN, KAPASITAS PRODUKSI, TENAGA KERJA, MODAL, DAN FASILITAS-FASILITAS PENUNJANG)
- FAKTOR EKSTERNAL ( KEADAAN DAN POSISI PERUSAHAAN DALAM PERSAINGAN, TINGKAT
PERTUMBUHAN DAN PENGHASILAN MASYARAKAT, ELASTISITAS PERMINTAAN BARANG YANG
DIHASILKAN, KEBIJAKAN PEMERINTAH, KEADAAN PEREKONOMIAN, DAN KEMAJUAN TEKNOLOGI)
3. ANGGARAN PRODUKSI
ANGGARAN PRODUKSI BANTAL
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER XXXX
KUARTAL
KETERANGAN
1 2 3 4 SETAHUN
PENJUALAN (UNIT) 5,000 6,500 10,000 5,500 27,000
PERSEDIAAN AKHIR YANG DIINGINKAN 1,300 2,000 1,100
JUMLAH KEBUTUHAN 6,300 8,500 11,100
PERSEDIAAN AWAL -300 -1,300 -2,000
UNIT YANG AKAN DIPRODUKSI 6,000 7,200 9,100

ANGGARAN PRODUKSI GULING


UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER XXXX
KUARTAL
KETERANGAN
1 2 3 4 SETAHUN
PENJUALAN (UNIT) 4,000 4,500 8,000 5,000 21,500
PERSEDIAAN AKHIR YANG DIINGINKAN 450 800 500
JUMLAH KEBUTUHAN 4,450 5,300 8,500
PERSEDIAAN AWAL -170 -450 -800
UNIT YANG AKAN DIPRODUKSI 4,280 4,850 7,700
5.1
DIKETAHUI:
KETERANGAN PEMELIHARAAN UMUM PABRIK
BIAYA TETAP BULANAN 7,500,000 30,000,000
BIAYA VARIABEL 8,500 PER JAM PEMELIHARAAN 20,000 PER KARYAWAN DEP. PRODUKSI
TINGKAT AKTIVITAS DIHARAPKAN 15,000 JAM PEMELIHARAAN/BULAN 1,000 KARYAWAN DEP. PRODUKSI

HASIL SESUNGGUHNYA NOVEMBER:


BIAYA TOTAL 132,000,000 51,000,000
TINGKAT AKTIVITAS 14,000 JAM PEMELIHARAAN 980 KARYAWAN DEP. PRODUKSI
DITANYAKAN:
1. TARIF PENAGIHAN DITENTUKAN DIMUKA YANG AKAN DIGUNAKAN UNTUK MENTRANSFER TAKSIRAN BIAYA PEMELIHARAAN
DAN UMUM PABRIK KE DEPARTEMEN YANG MEMPEROLEH MANFAAT (MENGGUNAKAN TARIF TUNGGAL)
2. PENYIMPANGAN PENGELUARAN DAN KAPASITAS MENGANGGUR UNTUK KEDUA DEPARTEMEN JASA
JAWABAN:
1. TARIF PENAGIHAN DITENTUKAN DIMUKA
TARIF PENAGIHAN BIAYA PEMELIHARAAN DITENTUKAN DIMUKA
- BIAYA TETAP PER JAM PEMELIHARAAN
7.500.000 : 15.000 = 500
- BIAYA VARIABEL 8,500
TARIF PENAGIHAN BIAYA PEMELIHARAAN DITENTUKAN DIMUKA 9,000 PER JAM PEMELIHARAAN

TARIF PENAGIHAN BIAYA UMUM PABRIK DITENTUKAN DIMUKA


- BIAYA TETAP PER JAM PEMELIHARAAN
30.000.000 : 1.000 = 30,000
- BIAYA VARIABEL 20,000
TARIF PENAGIHAN BIAYA UMUM PABRIK DITENTUKAN DIMUKA 50,000 PER KARYAWAN PRODUKSI
2. PENYIMPANGAN PENGELUARAN DAN KAPASITAS MENGANGGUR UNTUK KEDUA DEPARTEMEN JASA
PENYIMPANGAN PENGELUARAN:
DARI DEPARTEMEN PEMELIHARAAN
= BIAYA SESUNGGUHNYA - [(TARIF TETAP X TINGKAT AKTIVITAS DIANGGARKAN)+(TARIF VARIABEL X TINGKAT AKIVITAS SESUNGGUHNYA)]
= 132.000.000 - [(500 X 15.000) + (8.500 X 14.000)
= 132.000.000 - [ 7.500.000 + 119.000.000]
= 132.000.000 - 126.000.000
= 6.000.000
DARI DEPARTEMEN UMUM PABRIK
= BIAYA SESUNGGUHNYA - [(TARIF TETAP X TINGKAT AKTIVITAS DIANGGARKAN)+(TARIF VARIABEL X TINGKAT AKIVITAS SESUNGGUHNYA)]
= 51.000.000 - [(30.000 X 1.000) + (20.000 X 980)
= 51.000.000 - [ 30.000.000 + 19.600.000]
= 51.000.000 - 49.600.000
= 1.400.000

PENYIMPANGAN KAPASITAS MENGANGGUR


DARI DEPARTEMEN PEMELIHARAAN
= (TINGKAT AKTIVITAS DIANGGARKAN - TINGKAT AKTIVITAS SESUNGGUHNYA) X TARIF TETAP
= (15.000 - 14.000) X 500
= 1.000 X 500
= 500.000
DARI DEPARTEMEN UMUM PABRIK
= (TINGKAT AKTIVITAS DIANGGARKAN - TINGKAT AKTIVITAS SESUNGGUHNYA) X TARIF TETAP
= (1.000 - 980) X 30.000
= 20 X 30.000
= 600.000
6.7
DIKETAHUI:
KETERANGAN STANDAR DELUXE
JUMLAH UNIT DIPRODUKSI 45,000 15,000
BIAYA PER UNIT:
- BAHAN BAKU 62,000 88,000
- TENAGA KERJA LANGSUNG 15,000 33,000
JAM PERAWATAN 30 60
JAM PENGUJIAN 1,500 750
JUMLAH PEMINDAHAN BAHAN 200 300
JUMLAH PENGESETAN 20 30
PENCETAKAN 7,500 3,750
JAM TENAGA KERJA LANGSUNG 4,800 2,200
WATT KELISTRIKAN 20,000 10,000

DATA DEPARTEMEN PRODUKSI:


AKTIVITAS DEPT. I DEPT. II
PENCETAKAN:
- STANDAR 5,000 2,500
- DELUXE 3,000 750
JAM TENAGA KERJA LANGSUNG:
- STANDAR 1,400 2,000
- DELUXE 1,600 2,000
DATA BOP:
KETERANGAN DEPT. I DEPT. II
PENGESETAN 20,000,000 20,000,000 40,000,000
KELISTRIKAN 50,000,000 25,000,000 75,000,000
PERAWATAN 30,000,000 60,000,000 90,000,000
PENANGANAN BAHAN 30,000,000 45,000,000 75,000,000
PENGUJIAN 10,000,000 10,000,000 20,000,000
PEMBENTUKAN 25,000,000 25,000,000 50,000,000
TOTAL 165,000,000 185,000,000 350,000,000

DITANYAKAN: BIAYA PER UNIT JIKA MENGGUNAKAN:


1. TARIF TUNGGAL JIKA BOP DIHITUNG DENGAN BERDASARKAN JAM TENAGA KERJA LANGSUNG
2. TARIF DEPARTEMENTAL JIKA DEPARTEMEN I DIHITUNG BERDASARKAN JUMLAH PENCETAKAN DAN DEPARTEMEN II BERDASARKAN JAM TENAGA KERJA
LANGSUNG
3. ACTIVITY BASED COSTING

JAWABAN:
1. TARIF TUNGGAL JIKA BOP DIHITUNG DENGAN BERDASARKAN JAM TENAGA KERJA LANGSUNG
TARIF BOP = BOP DIANGGARKAN : AKTIVITAS DIANGGARKAN
TARIF BOP = (165.000.000 + 185.000.000) :(4.800 + 2.200)
TARIF BOP = 350.000.000 : 7.000)
TARIF BOP = Rp. 50.000/ JAM TENAGA KERJA LANGSUNG
PERHITUNGAN BIAYA PER UNIT PRODUK DENGAN METODE TARIF TUNGGAL
KETERANGAN STANDAR DELUXE
BIAYA BAHAN BAKU 62,000 88,000
BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG 15,000 33,000
BOP 50,000 50,000
BIAYA PER UNIT 127,000 171,000
2. TARIF DEPARTEMENTAL JIKA TARIF DEPARTEMEN I DIHITUNG BERDASARKAN JUMLAH PENCETAKAN DAN DEPARTEMN II BERDASARKAN JAM TENAGA KERJA
LANGSUNG
TARIF DEPARTEMEN I = ANGGARAN OVERHEAD DEPARTEMEN I : AKTIVITAS DIHARAPKAN DEPARTEMEN I
TARIF DEPARTEMEN I = 165.000.000 : 8000
TARIF DEPARTEMEN I = 20.625
TARIF DEPARTEMEN II = ANGGARAN DEPARTEMEN II : AKTIVITAS DIHARAPKAN DEPARTEMEN II
TARIF DEPARTEMEN II = 185.000.000 : 4.000
TARIF DEPARTEMEN II = 46.250
KETERANGAN STANDAR DELUXE
BIAYA BAHAN BAKU 62,000 88,000
BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG 15,000 33,000
BOP
- DEPARTEMEN I 20,625 20,625
- DEPARTEMEN II 46,250 46,250
BIAYA PER UNIT 143,875 187,875

3. ACTIVITY BASED COSTING


PENGIDENTIFIKASIAN AKTIVITAS
AKTIVITAS PEMICU BIAYA (Rp)
PENGESETAN PRODUCTION RUN 40,000,000
KELISTRIKAN JAM MESIN 75,000,000
PERAWATAN JAM MESIN 90,000,000
PENANGANAN BAHAN PEMINDAHAN BAHAN 75,000,000
PENGUJIAN JAM KERJA LANGSUNG 20,000,000
PEMBENTUKAN JAM KERJA LANGSUNG 50,000,000
PERHITUNGAN RASIO KONSUMSI
AKTIVITAS RASIO KONSUMSI
PEMICU STANDAR RASIO DELUXE RASIO
PENGESETAN PRODUCTION RUN 20:50 0.40 30:50 0.60
KELISTRIKAN JAM MESIN 20.000:30.000 0.67 10.000:30.000 0.33
PERAWATAN JAM MESIN 30:90 0.33 60:90 0.67
PENGANGANAN BAHAN PEMINDAHAN BAHAN 200:500 0.40 300:500 0.60
PENGUJIAN JAM KERJA LANGSUNG 1.500:2.250 0.67 750:2.250 0.33
PEMBENTUKAN JAM KERJA LANGSUNG 7.500:11.250 0.67 3.750:11.250 0.33

PENGELOMPOKAN AKTIVITAS
KETERANGAN AKTIVITAS BIAYA TOTAL BIAYA PER KELOMPOK
KELOMPOK I KELISTRIKAN 75,000,000
PENGUJIAN 20,000,000
PEMBENTUKAN 50,000,000 145,000,000
KELOMPOK II PENGESETAN 40,000,000
PENANGANAN BAHAN 75,000,000 115,000,000
KELOMPOK III PERAWATAN 90,000,000 90,000,000

TARIF KELOMPOK I = 145.000.000: (4.800 + 2.200) JAM KERJA LANGSUNG


TARIF KELOMPOK I = 145.000.000 : 7.000
TARIF KELOMPOK I = 20.715
TARIF KELOMPOK II = 115.000.000 : (200 + 300) PEMINDAHAN BAHAN
TARIF KELOMPOK II =115.000.000 : 500
TARIF KELOMPOK II = 23.000
TARIF KELOMPOK III = 90.000.000 : (4800 +2200) JAM KERJA LANGSUNG
TARIF KEOMPOK III = 12.857
PERHITUNGAN BIAYA PER UNIT
KETERANGAN STANDAR DELUXE
BIAYA BAHAN BAKU 62,000 88,000
BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG 15,000 33,000
BOP
- TARIF KELOMPOK I 20,715 20,715
- TARIF KELOMPOK II 23,000 23,000
- TARIF KELOMPOK III 12,857 12,857
BIAYA PER UNIT 133,572 177,572

Anda mungkin juga menyukai