Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PENGENALAN ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM

Seldatia Syifani Alhafidzoh, 230110170033


Kelompok 3, Perikanan A

ABSTRACT
An understanding of laboratory management is very important to be owned by the
parties related to the laboratory. Practitioner should know how to use tools based
on SOP (Standard Operating Procedure) and the introduction of the nature and
type of chemicals based on the MSDS (Material Safety Data Sheet) in order to
curate the risk of accidents in the laboratory. The following tools,
spectrophotometer, incubator, hot plate, refrigerator, water bath, autoklaf, and
laminar air flow. While the following material, sulfuric acid (H2SO4), Sodium
Hydroxide (NH4OH), sodium hydroxide (NaOH), Acetic Acid (CH3COOH),
distilled water (H2O). Practicum contains about the introduction of tools and
materials for lab biochemistry waters conducted on Monday, March 19, 2018 in
the Lab. Water Resource Management Faculty of Fisheries and Marine Sciences,
University of Padjadjaran.

Keywords: tools, materials, MSDS, practitioner, SOP.

PENDAHULUAN merupakan syarat penting dalam


Laboratorium diartikan sebagai menunjang terjadinya keberhasilan
suatu tempat untuk mengadakan dalam melakukan suatu praktikum.
percobaan, penyelidikan, dan Selain itu, peralatan yang ada di
sebagainya yang berhubungan dalam Laboratorium juga dapat
dengan ilmu fisika, kimia, dan biologi mengakibatkan bahaya yang tak
atau bidang ilmu lain. (Emha. 2002), jarang berisiko tinggi bagi praktikan
Tentu dalam melakukan kegiatan di yang sedang melakukan praktikum
laboratorium ada yang namanaya alat jika tidak mengetahui cara dan
dan bahan. Ketersediaan alat dan prosedur penggunaan alat yang akan
bahan praktikum di laboratorium digunakan. Oleh karena itu,
pengenalan alat-alat laboratorium METODOLOGI
sangat penting dilakukan selain untuk Praktikum ini dilaksanakan
pengetahuan praktikan juga dapat pada hari Senin, 19 Maret 2018 pada
meminimalisir sedikit mungkin pukul 09.30 WIB di Laboratorium
kesalahan prosedur pemakaian alat Manajemen Sumberdaya Perairan
sehingga dapat menekan terjadinya Fakultas Perikanan dan Ilmu
kecelakaan saat melakukan Kelautan Universitas Padjadjaran.
praktikum. Pada Praktikum ini dibahas
Tidak hanya pengetahuan mengenai beberapa alat dan bahan
mengenai alat laboratorium saja, yang digunakan selama praktikum
praktikan juga dituntut untuk dapat berlangsung, penjelasan secara umum
memahami dan memiliki dari beberapa alat antara lain :
pengetahuan mengenai sifat dan spektofotometer, inkubator, hot plate,
karakteristik bahan kimia ini yang water bath, lemari pendingin,
harus dimiliki praktikan sebelum autoklat dan laminar air flow. Dan
melakukan praktikum agar senantiasa penjelasan dari beberapa bahan antara
waspada dengan bahaya yang bisa lain : Asam Sulfat (H2SO4), Natrium
saja terjadi di dalam laboratorium. Hidroksida (NH4OH), Natrium
Keselamatan kerja sangatlah penting Hidroksida (NaOH), Asam Asetat
di dalam melakukan suatu pekerjaan. (CH3COOH), dan Akuades (H2O).
(Simanjuntak 1994).
Tujuan dari praktikum HASIL DAN PEMBAHASAN
pengenalan alat dan bahan yang ada A. Alat
di laboratorium ini agar praktikan 1. Spektofotometer
dapat memahami fungsi, prinsip kerja Spektrofotometer adalah alat
dan SOP (Standar Operasional yang digunakan untuk menganalisa
Prosedur) dari beberapa alat yang suatu senyawa baik kuantitatif
digunakan serta mengetahui sifat dan maupun kualitatif, dengan cara
karakteristik berdasarkan MSDS mengukur transmitan ataupun
(Material Safety Data Sheet) dari absorban suatu cuplikan sebagai
bahan – bahan kimia yang digunakan. fungsi dari konsentrasi. (Hiskia
1993). Fungsi untuk menganalisis
suatu larutan dengan output berupa
data dan spectrum yang dihasilkan
dari penembakan sinar monokromatik
kepada larutan yang terdapat didalam Gambar 1. Spektofotometer
tabung yang berada dalam kuvet. (Sumber : alat-ukur.c.id)
Prinsip berdasarkan hukum Lambert- 2. Inkubator
Beer “Bila cahaya monokromatik Inkubator adalah alat yang
ditembakan kedalam suatu larutan digunakan untuk tumbuh dan
maka sebagian cahaya akan memelihara budaya mikrobiologi
dipantulkan dan sisanya akan atau kultur sel. Inkubator
dipancarkan” radiasi yang digunakan mempertahankan suhu optimal,
harus monokromatik serta kelembaban dan kondisi lain seperti
larutannyapun homogen. Prosedur karbon dioksida (CO2) dan
dan SOP dari alat ini yaitu kandungan oksigen dari atmosfer di
menyambungan dengan arus listrik, dalamnya. Fungsinya yaitu sebagai
setting On pada spektofotometer, lemari steril tempat inkubasi untuk
pemasukan tabung yang telah terisi menumbuhkan kultur sel maupun
oleh larutan kedalam kuvet pertama jaringan pada suhu tertentu Prinsip
dan yang kedua oleh blanko, pilih kerja dari incubator ini adalah
panjang gelombang yang diinginkan, pengkondisian lingkungan untuk
sinar datang dari 2 lampu yaitu inkubasi dengan pemanasan oleh
wolfram dan deuterium, pada detector aliran listrik pada suhu tertentu.
yang diteruskan oleh sampel terjadi Prosedur dan SOP dari alat ini yaitu
pengubahan data sinar menjadi angka Inkubator menyetel secara otomatis
serta spectrum dari hasil penembakan pada suhu tertentu apa yang kita telah
sinal monokromatik tersebut. set sebelumnya sehingga suhu
pada/dalam incubator tersebut stabil
diangka yang telah kita atur
sebelumnya.
4. Water Bath
Water Bath adalah salah satu
perlengkapan yang digunakan di
laboratorium yang terbuat dari wadah
yang diisi air panas. Air panas
tersebur digunakan untuk menetaskan
Gambar 2. Inkubator
(Sumber :Dokumentasi Pribadi) sampel dari air. Sampel ditetaskan
pada suhu konstan selama jangka
3. Hot Plate
waktu yang panjang. Alat ini
Hot Plate, model dari hotplate
dilengkapi dengan interface yang
ini bermacam-macam dari yang kecil
berfungsi untuk mengatur suhu yang
sampai dengan yang besar, Dengan
diinginkan. Water bath ini juga di
fungsi untuk menghomogenkan suatu
manfaatkan untuk mencairnya
larutan dengan bantuan dan juga
substrat atau inkubasi kultur sel. Hal
untuk memanaskan suatu larutan serta
ini juga digunakan untuk
dalam penggunaanya hotplate ini di
mengaktifkan reaksi kimia tertentu
fungsikan dengan tenaga listrik.
yang dapat terjadi pada suhu tinggi.
Prinsip Kerja dari hotplate ini yaitu
Prinsip kerja dari alat ini yaitu
menghomogenkan larutan dengan
memanaskan air pada bagian bawah
bantuan energi panas dan proses
water bath sampai mencapai titik
pengadukan. Prosedur dan SOP
didih yang tepat kemudian larutan
Larutan diaduk dengan bantuan
yang akan dipanaskan dimasukan
batang magnet stirrer pada hotplate,
kedalamnya. Prosedur dan SOP
Pelat yang terdapat pada hotplate ini
menggunakan alat ini dengan cara
memanas yang proses
menyambungkan kabel dengan stop
penghomogenan dari larutan tersebut.
kontak dan menyalakannya dengan
menekan tombol ON, lalu mengatur
suhu yang dibutuhkan kemudian
larutan yang akan dipanaskan
diletakan pada penanggas air.
Gambar 3. Hot Plate
(Sumber : Dokumentasi Pribadi)
6. Autoklaf
Autoklaf adalah alat pemanas
tertutup yang digunakan
untuk mensterilisasi suatu benda
menggunakan uap bersuhu dan
bertekanan tinggi selama kurang lebih
15 menit. Suhu yang tinggi inilah
Gambar 4. Water Bath yang akan membunuh
(Sumber : Dokumentasi Pribadi)
mikroorganisme. Perhitungan waktu
5. Lemari Pendingin sterilisasi autoklaf dimulai ketika
Lemari Pendingin berfungsi suhu di dalam autoklaf mencapai
sebagai alat bantu dalam penanganan 121 °C. Jika objek yang disterilisasi
bahan pangan, kimia, maupun cukup tebal atau banyak, transfer
biologis dalam suhu rendah Prinsip panas pada bagian dalam autoklaf
kerja penggunaan suhu rendah untuk akan melambat, sehingga terjadi
pengawetan bahan dengan perpanjangan waktu pemanasan total
menghambat aktivasi biologis dan untuk memastikan bahwa semua
kimiawi.Prosedur dan SOP, objek bersuhu 121 °C untuk waktu
Hubungkan dengan sumber listrik, 10-15 menit. Prinsip kerja pada
setting skalar atau derajat dinginnya autoklaf sama dengan prinsip kerja
kedaan dalam lemari pendingin sesuai kukusan, hanya saja alat ini memiliki
kebutuhan, lalu masukan objek yang tekanan sehingga menghasilkan
ingin dihambat aktivasi biologis dan panas yang lebih tinggi. Hal ini
kimiawinya. bertujuan untuk lebih
menyempurnakan proses sterilisasi.
Prosedur dan SOP dari alat ini yaitu
medium yang akan disterilkan
ditempatkan dalam beberapa botol
yang agak kecil daripada dikumpul
dalam satu botol yang besar. Setelah
Gambar 5. Lemari Pendingin
(Sumber : Dokumentasi Pribadi) pintu autoclave ditutup rapat, barulah
kran pada pipa uap dibuka dan dari alat ini adalah sebuah alat yang
temperatur akan terus-menerus naik digunakan sebagai meja kerja steril
sampai 121oC (Dwidjoseputro, 1990). untuk kegiatan inokulasi/ penanaman
dengan mengutamakan adanya
hembusan udara steril yang
digerakkan oleh blower yang disaring
oleh HEPA Filter. Prosedur dan SOP
alat ini yaitu sebelum dioperasikan
Laminar Air Flow harus dinyalakan
Gambar 6. Autoklaf
(Sumber : Dokumentasi Pribadi) minimal 30 menit dan harus
dilakukan penyemprotan dengan
7. Laminar Air Flow alcohol agar alat dan ruang kerja
Laminar Air Flow adalah tersebut terjamin kesterilannya. Pada
meja kerja steril untuk melakukan saat melaksanakan pekerjaan, harus
kegiatan inokulasi/ penanaman. Alat dinyalakan blowernya yang berfungsi
ini diberi nama Laminar Air Flow sebagai penghembus udara steril dan
Cabinet, karena meniupkan udara lampu TL sebagai penerang. Agar
steril secara kontinue melewati Laminar Air Flow dapat difungsikan
tempat kerja sehingga tempat kerja setiap saat, pemeliharaan dan
bebas dari, debu dan spora-spora yang perawatan alat harus selalu dilakukan.
mungkin jatuh kedalam media, waktu
pelaksanaan penanaman. Laminar Air
Flow sering disebut juga sebagai
Biological Safety
Cabinet (BSC) yaitu alat yang
berguna untuk bekerja secara aseptis
karena BSC/LAF mempunyai pola
Gambar 7. Laminar Air Flow
pengaturan dan penyaring aliran (Sumber : ceconpollutech.com )
udara sehingga menjadi steril dan
aplikasisinar UV beberapa jam
sebelum digunakan. Prinsip Kerja
B. Bahan NaHCO3 (natrium bikarbonat) untuk
1. Asam sulfat (H2SO4) menetralkan.
Bahaya larutan Asam Sulfat 2. Amonium hidroksida
yaitu, iritan yang bisa menyebabkan (NH4OH)
luka bakar, dermatitis, kerusakan Warna larutan Amonium
organ mata, dan mudah menguap hidroksida (NH4OH) yaitu putih
(jangan dihirup). Hindari kontak seperti warna susu, cair, bau amonia.
mata, pakaian, kulit, terhirup atau pun Berbahaya bersifat iritan, beracun
tertelan. ketika dihirup.

Gambar 8. Asam Sulfat (H2SO4)


(Sumber: indonetwork.co.id) Gambar 9. Amonium Hidroksida
Pertolongan pertama jika (NH4OH)
terkena mata segeralah mencuci mata (Sumber : indonesia.alibaba.com)
Pertolongan pertama apabila
dengan air mengalir kurang lebih 15
terkena mata basuh mata dengan air
menit, apabila terkena kulit segeralah
bersih sebanyak – banyaknya dan
basuh dengan sabun dan air kurang
hubungi tim medis, apabila terkena
lebih 15 menit, apabila terkena
kulit basuh dengan air selama 15
pakaian segeralah melepas pakaian
menit, apabila terhirup cari udara
yang telah terkontaminasi bahan
segar tetapi apabila sulit bernapas beri
kimia, apabila terhirup maka
oksigen, apabila tertelan jangan
segeralah berpindah ketempat terbuka
dimuntahkan dan jangan memberi
dan memiliki banyak udara segar.
apapun kepada orang yang pingsan.
Simpan di tempat yang dingin,
Simpan dibotol gelap dan botol
kering, berventilasi yang baik di
ditutup rapat.
tempat penyimpanan. Apabila larutan
3. Natrium Hidroksida (NaOH)
tumpah gunakan lap basah untuk
Warna Natrium Hidroksida
membersihkannya atau pakai
yaitu putih, berbentuk padat (kristal),
tidak berbau, larut dalam air, ph basa 4. Asam asetat (CH3COOH)
> 14, bersifat korosi terhadap logam. Asam asetat (CH3COOH)
Bahaya bahan kimia ini adalah iritasi, merupakan suatu larutan yang tidak
kerusakan pada mata. Simpan NaOH berwarna, memiliki bau cuka dan
di botol pelastik. Pertolongan pertama memiliki titik didih 118oC serta
jika terkena mata segeralah mencuci mudah larut dalam air. Asam asetat
mata dengan air mengalir kurang termasuk zat yang berbahaya karena
lebih 15 menit, apabila terkena kulit bersifat korosif, dapat menyebabkan
segeralah basuh dengan sabun dan air kerusakan organ, beracun,
kurang lebih 15 menit, apabila membahayakan janin, beracun dalam
terkena pakaian segeralah melepas air. Jika terkena gas tersebut dapat
pakaian yang teah terkontaminasi mengakibatkan kerusakan jaringan
bahan kimia, apabila terhirup maka terutama pada selaput lendir mata,
segeralah berpindah ketempat terbuka mulut dan saluran pernapasan.
dan memiliki banyak udara segar, Tersentuh dengan kulit dapat
apabila tertelan beberikan beberapa menghasilkan luka bakar. Terhirup
gelas air dan susu untuk gas tersebut akan menghasilkan iritasi
menetralkannya. pada saluran pernapasan, yang
ditandai dengan batuk, tersedak, atau
sesak napas. Radang pada mata
ditandai dengan mata kemerahan,
penyiraman, dan gatal. Radang kulit
yang ditandai dengan gatal, merah
Gambar 10. Natrium Hidroksida pada kulit.
(NaOH)
(Sumber :jagadkimia.com)
Simpanlah ditempat yang sejuk,
kering, berventilasi baik dan tempat
yang jauh dari bahan bahan yang
tidak kompatibel. Usahakan tempat
penyimpanan tertutup rapat. Gambar 11. Asam Asetat
(CH3COOH)
(Sumber: wikipedia.com)
Pertolongan pertama apabila hasil bahwa praktikum dasar
terkena mata basuh mata dengan air mengenai pengenalan alat dan bahan
bersih sebanyak – banyaknya dan ini sangat penting terlebih manfaat
hubungi tim medis, apabila terkena dari praktikum ini akan dipakai selalu
kulit basuh dengan air selama 15 jika kita sedang praktikum biokimia
menit, apabila terhirup cari udara perairan maupun praktikum lain yang
segar tetapi apabila sulit bernapas beri berhubungan dengan alat dan bahan
oksigen, apabila tertelan jangan kimia, sehingga kita bisa menekan
dimuntahkan dan jangan memberi resiko terjadinya kecelakaan pada
apapun kepada orang yang pingsan. saat melakukan praktikum tersebut.
Simpan di wadah tertutup dan tempat
yang sejuk juga berventilasi cukup. DAFTAR PUSTAKA
5. Akuades (H2O) Rico Vendamawan. 2015.
Pengelolaan Laboratorium
Berbentuk cair, tidak berbau
Kimia. Metana, Jurnal Vol.
dan tidak berwarna, titik beku 0°C 11 No. 02, Desember 2015,
Hal. 41 – 46. Pranata
dan titik didih 100°C, tidak mudah
Laboratorium Pendidikan D
terbakar, tidak beracun dan tidak III Teknik Kimia Fakultas
Teknik Universitas
berbahaya. Cara penyimpanan,
Diponegoro
simpan di wadah yang tidak memiliki
Achmad, Hiskia. 1993. Penuntun
daya serap.
Dasar-Dasar Praktikum
Kimia. Bandung : ITB

P, Simanjuntak. 1994. Keselamatan


Dalam Bekerja. Jakarta :
Kanisius
www.scienclab.com
(Diakses 20 Maret 2018)
Gambar 12. Akuades (H2O)
(Sumber : tokoalatperaga.co.id) Komite Akreditasi Nasional. 2008.
Laminar Air Flow. Jakarta :
Laboratorium Kalibrasi
KESIMPULAN tersedia di
Dari hasil praktikum yang http://www.biosafetycabinet
.co.id/laminar-air-flow/
telah dilakukan maka didapatkan (Diakses 21 Maret 2018)