Anda di halaman 1dari 12

AKUNTANSI PERHOTELAN

SAP 13
MENGANALISIS INFORMASI KEUANGAN BERDASARKAN USALI PADA
USAHA PERHOTELAN

KELOMPOK 5

NAMA ANGGOTA KELOMPOK:

1. Ni Putu Meiditya Ningsih 1406305126

2. Mila Nilayanti 1406305171

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

TAHUN 2017
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Laporan akuntansi keuangan disusun berdasarkan SAK, sehingga secara garis besar
tidak terdapat banyak perbedaan dengan laporan akuntansi keuangan yang disusun oleh
industri lain. Analisis laporan keuangan perhotelan juga tidak jauh beda dengan analisis
laporan keuangan perusahaan lainnya. Analisa – analisa laporan keuangan terdiri dari
penelaahan atau mempelajari daripada hubungan dan tendensi atau kecenderungan (trend)
untuk menentukan posisi keuangan dan hasil operasi serta perkembangan perusahaan yang
bersangkutan. Metode dan teknik analisa digunakan untuk menentukan dan mengukur
hubungan antara pos – pos yang ada dalam laporan, sehingga dapat diketahui perubahan–
perubahan dari masing–masing pos tersebut bila diperbandingkan dengan laporan dari
beberapa periode untuk satu perusahaan tertentu, atau diperbandingkan dengan alat–alat
pembanding lainnya. Tujuan dari setiap metode dan teknik analisa adalah untuk
memperjelas dan mempermudah dalam membaca dan menginterpretasikan laporan
keuangan yang disajikan oleh manajemen hotel.
Terdapat beberapa metode dalam menganalisa laporan keuangan yaitu: analisis
vertikal, analisis horizontal, analisis rasio, dan analisis informasi keuangan berdasarkan
USALI (Uniform System of Accounts for The Lodging Industry).

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka dapat dirumuskan
beberapa permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana membuat analisis vertikal dan horizontal?
2. Bagaimana membuat analisis rasio?
3. Bagaimana menganalisis informasi keuangan berdasarkan USALI?

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Analisis Vertikal dan Horizontal


Menurut Munawir (2010:36), ada dua metode analisis yang digunakan oleh
setiap penganalisis laporan keuangan, yaitu analisis vertikal dan analisis horizontal.
1. Analisis Vertikal
Metode analisis vertikal (statis) adalah metode analisis yang dilakukan dengan
cara menganalisis laporan keuangan pada satu periode tertentu dengan
membandingkan antara pos yang satu dengan pos yang lainnya pada laporan keuangan
yang sama. Disebut metode statis karena metode ini hanya membandingkan pos-pos
laporan keuangan pada periode yang sama. Disebut analisis vertikal karena
membandingkan antara pos yang satu dengan pos yang lainnya pada laporan keuangan
yang sama.
Dalam analisis vertikal terhadap neraca, masing-masing pos aktiva dinyatakan
sebagai persen dari total aktiva. Masing-masing pos kewajiban dan ekuitas pemilik
dinyatakan sebagai persen dari total kewajiban dan ekuitas pemilik. Dalam analisis
vertikal terhadap laporan laba-rugi, masing-masing pos dinyatakan sebagai persen
dari total pendapatan atau penghasilan. Analisis vertikal juga bisa diterapkan untuk
beberapa periode guna menyoroti perubahan hubungan sepanjang waktu.

2. Analisis Horizontal
Metode analisis horizontal (dinamis) adalah metode analisis yang dilakukan
dengan cara membandingkan laporan keuangan untuk beberapa periode sehingga
dapat diketahui perkembangan dan kecenderungannya. Disebut metode horizontal
karena analisis ini membandingkan pos yang sama untuk beberapa periode yang
berbeda. Disebut analisis dinamis karena metode ini bergerak dari tahun ke tahun
(periode).
Dalam melakukan analisis horizontal, suatu akun laporan keuangan tahun
berjalan dibandingkan dengan akun yang sama pada periode sebelumnya. Kenaikan
atau penurunan jumlah pos tersebut dihitung sebagai persentase kenaikan atau
penurunan. Dalam membandingkan laporan dari dua periode yang berbeda, laporan
keuangan yang lebih awal selalu dijadikan dasar perhitungan untuk analisis horizontal.

2
2.2. Analisis Rasio
Beberapa rasio keuangan yang lazim diterapkan untuk mengevaluasi kinerja
keuangan hotel diantaranya:
1. Rasio likuiditas
Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
melunasi hutang–hutang jangka pendeknya. Rasio ini terdiri dari beberapa rasio
likuiditas diantaranya:
1) Current ratio
Current ratio membandingkan antara aktiva lancar dengan utang lancar, karena
rasio ini mengukur kemampuan hotel dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya. Formula untuk menghitung current ratio adalah:
𝑐𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑎𝑠𝑠𝑒𝑡
𝑐𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜 =
𝑐𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑙𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠
2) Acid-test ratio (rasio cepat)
Rasio ini membandingkan aktiva lancar yang benar-benar likuid dengan kewajiban
lancar hotel. Formula untuk menghitung rasio cepat adalah:
Kas + Piutang + Surat Berharga Jangka Pendek
𝐴𝑐𝑖𝑑 𝑡𝑒𝑠𝑡 𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜 (rasio cepat) =
Utang Lancar
3) Operating cash flows to current liabilities ratio
Rasio ini mengungkapkan informasi mengenai besaran arus kas dari kegiatan
operasional hotel dibandingkan dengan kewajiban jangka pendek hotel. Sehingga,
investor dapat mengetahui sumber-sumber kas hotel dalam memenuhi kewajiban
jangka pendeknya.
𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑖𝑛𝑔 𝑐𝑎𝑠ℎ 𝑓𝑙𝑜𝑤𝑠
𝑂𝐶𝐹𝐶𝐿 =
𝑅𝑒𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
4) Account receivable turnover (tingkat perputaran piutang)
Account receivable turnover ini mengukur tingkat perputaran piutang hotel menjadi
kas. Formula untuk menghitung ARTO adalah:
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑘𝑟𝑒𝑑𝑖𝑡
𝐴𝑅𝑇𝑂 =
𝑅𝑒𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑃𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
5) Average collection period (jangka waktu pengutipan piutang)
Rasio ini mengukur jangka waktu piutang menjadi kas. Makin pendek jangka waktu
yang dihasilkan, makin pendek usia piutang sehingga makin cepat pula menjadi
tunai. Lazimnya, usia piutang selama 30 hari. Formula perhitungan ACP adalah
sebagai berikut:

3
365 ℎ𝑎𝑟𝑖
𝐴𝐶𝑃 =
𝐴𝑅𝑇𝑂

2. Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas mengukur kemampuan hotel untuk memenuhi kewajiban jangka
panjangnya. Rasio-rasio ini mengungkapkan seberapa besar hotel menggunakan utang
jangka panjang sebagai sumber pendanaan hotel. Investor umumnya lebih menyukai
risiko yang lebih kecil dengan mengamati rasio solvabilitas hotel. Rasio solvabilitas
terdiri dari:
1) Rasio solvabilitas (solvency ratio)
Rasio ini menggambarkan kemampuan hotel untuk memenuhi kewajiban jangka
panjangnya. Rasio ini membandingkan jumlah asset yang dimiliki oleh hotel
dengan kewajiban hotel. Formula untuk menghitung rasio ini adalah:
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑠𝑠𝑒𝑡
𝑠𝑜𝑙𝑣𝑒𝑛𝑐𝑦 𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜 =
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑙𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠
2) Rasio ekuitas utang (debt equity ratio)
Dengan DER, dapat diungkapkan berapa besar modal sendiri (ekuitas) pemilik
hotel dibandingkan dengan total utang dalam pendanaan hotel. Rasio ini digunakan
dalam mengukur kemampuan pemilik hotel untuk memenuhi seluruh kewajiban
hotel. Formula yang digunakan adalah sebagai berikut:
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑙𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠
𝐷𝐸𝑅 =
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑜𝑤𝑛𝑒𝑟 ′ 𝑠 𝑒𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦
3) Number of times interest earned ratio
Rasio ini mengukur kemampuan hotel dalam menutupi beban bunga jangka
panjang, dibandingkan dengan laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) yang
dihasilkan oleh hotel. Untuk menentukan rasio NTIE, formula yang diterapkan
adalah:
𝐸𝐵𝐼𝑇
𝑁𝑇𝐼𝐸 =
𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝐸𝑥𝑝𝑒𝑛𝑠𝑒

3. Rasio Aktivitas
Rasio-rasio ini mengungkapkan informasi mengenai efektivitas manajemen dalam
mengelola sumber daya hotel. Pengelolaan sumber-sumber ekonomis hotel akan lebih
baik bila semua digunakan−semua berputar untuk waktu tertentu. Rasio ini terdiri dari:
1) Perputaran persediaan (inventory turnover−ITO)

4
Rasio ini mengungkapkan informasi tingkat kecepatan berputar persediaan bahan
makanan dan minuman dalam satu periode, misalnya sebulan. Formula untuk
menentukan tingkat persediaan bahan makanan:
𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑃𝑜𝑘𝑜𝑘 𝑀𝑎𝑘𝑎𝑛𝑎𝑛 𝐾𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖𝑎𝑛
𝐼𝑇𝑂 =
𝑅𝑒𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛
2) Jangka waktu perputaran persediaan (days of turnover−DTO)
Rasio ini merupakan varian dari ITO, yaitu mengukur berapa lama waktu (hari)
yang diperlukan untuk satu kali perputaran bahan makanan untuk periode satu
bulan. Formula untuk menentukan DTO:
30 ℎ𝑎𝑟𝑖
𝐷𝑇𝑂 =
𝐼𝑇𝑂
3) Perputaran asset (asset turnover−ATO)
Rasio ini mengungkapkan efektivitas manajemen dalam mengelola asset hotel yang
digunakan.
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑟𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒
𝐴𝑇𝑂 =
𝑎𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑠𝑠𝑒𝑡
4) Persentase tamu yang bayar (paid occupancy percentage−POP)
Rasio ini membandingkan jumlah kamar yang dijual kepada tamu dengan jumlah
kamar yang ditawarkan oleh hotel.
𝑟𝑜𝑜𝑚𝑠 𝑜𝑐𝑐𝑢𝑝𝑖𝑒𝑑
𝑃𝑂𝑃 =
𝑎𝑣𝑎𝑖𝑙𝑎𝑏𝑙𝑒 𝑟𝑜𝑜𝑚𝑠
5) Persentase tamu komplimen (complimentary occupancy percentage−COP)
Memberikan jasa kamar dengan gratis kepada pihak-pihak tertentu misalnya agen
perjalanan, pada saat check-out merupakan salah satu cara promosi hotel. Untuk
tujuan pengendalian, jumlah complimentary harus dilaporkan.
𝑐𝑜𝑚𝑝𝑙𝑖𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟𝑦 𝑟𝑜𝑜𝑚𝑠
𝐶𝑂𝑃 =
𝑟𝑜𝑜𝑚𝑠 𝑎𝑣𝑎𝑖𝑙𝑎𝑏𝑙𝑒
6) Persentase hunian ganda (double occupancy percentage−DOP)
Rasio ini mengungkapkan informasi jumlah kamar yang dihuni oleh lebih dari satu
orang atau dihuni oleh dua orang.
(𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑎𝑚𝑢 − 𝑘𝑎𝑚𝑎𝑟 𝑡𝑒𝑟ℎ𝑢𝑛𝑖)
𝐷𝑂𝑃 =
𝑘𝑎𝑚𝑎𝑟 𝑡𝑒𝑟ℎ𝑢𝑛𝑖

5
4. Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas memberikan gambaran pada pihak-pihak yang berkepentingan
tentang kemampuan manajemen hotel dalam menghasilkan laba untuk periode tertentu.
Manajemen hotel yang efektif dan efisien mengelola sumber daya hotel akan
memberikan tingkat profitabilitas yang berarti bagi pemilik, kreditur, dan pihak
manajemen sendiri. Rasio ini ada beberapa macam, diantaranya:
1) Marjin laba (profit margin)
Rasio ini mengungkapkan informasi kemampuan manajemen dalam menghasilkan
laba dalam periode tertentu.
𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒
𝑃𝑀 =
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑅𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒
2) Rasio efisiensi operasional (operating efficiency ratio)
Rasio ini mengungkapkan informasi efisiensi manajemen dalam menghasikan
tingkat laba sebelum beban-beban tetap hotel. Rasio ini sering juga disebut gross
operating profit (GOP).
𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 𝐴𝑓𝑡𝑒𝑟 𝑈𝑛𝑑𝑖𝑠𝑡𝑟𝑖𝑏𝑢𝑡𝑒𝑑 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑖𝑛𝑔 𝐸𝑥𝑝𝑒𝑛𝑠𝑒𝑠 (𝐼𝐴𝑈𝑂𝐸)
𝑂𝐸𝑅 =
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑅𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒
3) Imbal hasil asset (return on asset)
Rasio ini mengungkapkan informasi besaran laba yang diberikan oleh asset hotel.
Formula untuk ROA sebagai berikut:
𝑛𝑒𝑡 𝑖𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒
𝑅𝑂𝐴 = 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑃𝑀 × 𝐴𝑇𝑂
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑠𝑠𝑒𝑡
4) Imbal hasil ekuitas (return on owner’s equity)
Rasio ini mengungkapkan informasi laba yang diperoleh oleh investor untuk dana
yang diinvestasikan hotel.
𝑛𝑒𝑡 𝑖𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒 𝑎𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑠𝑠𝑒𝑡
𝑅𝑂𝐸 = 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑅𝑂𝐴 ×
𝑎𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝑒𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 𝑎𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑜𝑤𝑛𝑒𝑟 ′ 𝑠 𝑒𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦
5) Laba per lembar saham (earning per share)
Rasio ini menggambarkan jumlah laba yang dihasilkan untuk setiap lembar saham
yang dimiliki oleh pemilik atau investor.
𝑛𝑒𝑡 𝑖𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒
𝐸𝑃𝑆 =
𝑎𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝑠ℎ𝑎𝑟𝑒𝑠 𝑜𝑢𝑡𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔

6
5. Rasio Operasional
Dengan menganalisis rasio-rasio operasional, manajemen hotel mendapatkan informasi
mengenai operasional hotel, baik untuk revenue generating departments seperti room
dan food and beverages, maupun untuk non-revenue department. Rasio ini ada
beberapa macam, diantaranya:
1) Rerata harga kamar harian (average daily rate)
ADR dipengaruhi oleh jenis kamar yang terjual seperti single standard, deluxe,
suite, dan jenis kamar yang lain. Disamping itu, ADR dipengaruhi oleh tingkat
hunian ganda dan tunggal serta struktur harga yang ditawarjan oleh hotel. Rasio ini
mencerminkan efektivitas suatu departemen dalam menghasilkan penjualan kamar.
𝑟𝑜𝑜𝑚 𝑟𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒
𝐴𝐷𝑅 =
𝑛𝑢𝑚𝑏𝑒𝑟 𝑜𝑓 𝑟𝑜𝑜𝑚𝑠 𝑠𝑜𝑙𝑑
2) Pendapatan untuk setiap kamar (revenue per available room)
Rasio ini memberikan informasi mengenai penjualan yang dihasilkan untuk setiap
kamar yang dimiliki hotel yang dapat dijual kepada tamu.
𝑟𝑜𝑜𝑚 𝑟𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒
𝑅𝐸𝑉𝑃𝐴𝑅 =
𝑎𝑣𝑎𝑖𝑙𝑎𝑏𝑙𝑒 𝑟𝑜𝑜𝑚𝑠
3) Rerata pengeluaran tamu restoran (average food service check)
Rasio ini mengukur efektivitas penjualan makanan di restoran hotel. Rasio ini
memberikan gambaran secara rerata berapa rupiah tamu berbelanja/makan di
restoran hotel.
𝑓𝑜𝑜𝑑 𝑠𝑎𝑙𝑒𝑠
𝐴𝐹𝐶 =
𝑓𝑜𝑜𝑑 𝑐𝑜𝑣𝑒𝑟𝑠
4) Persentase harga pokok makanan (food cost percentage)
Rasio ini menggambarkan efisiensi kinerja bagian produksi makanan hotel.
Efisiensi diukur dari persentase harga pokok makanan yang dijual dengan harga
pokok makanan baku.
𝑐𝑜𝑠𝑡 𝑜𝑓 𝑓𝑜𝑜𝑑 𝑠𝑜𝑙𝑑
𝐹𝐶𝑃 =
𝑓𝑜𝑜𝑑 𝑠𝑎𝑙𝑒𝑠
5) Persentase harga pokok minuman (beverage cost percentage)
Rasio ini mengungkapkan informasi mengenai efisiensi bagian minuman hotel.
𝑐𝑜𝑠𝑡 𝑜𝑓 𝑏𝑒𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝑠𝑜𝑙𝑑
𝐵𝐶𝑃 =
𝑏𝑒𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝑠𝑎𝑙𝑒𝑠

7
2.3. Menganalisis Informasi Keuangan Berdasarkan USALI
USALI merupakan penetapan format standar dan klasifikasi perkiraan yang
mengarah pada kepemilikan individu dalam penyiapan dan penyajian laporan keuangan
pada bidang penelitian. Salah satu kegiatan yang perlu dilakukan dalam pengelolaan
keuangan usaha perhotelan yaitu perlunya analisis terhadap laporan keuangan dan
operasional. Analisis laporan keuangan perusahaan pada dasarnya untuk mengetahui
tingkat profitabilitas dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan perusahaan. Dalam analisis
laporan keuangan, terdapat suatu kebutuhan untuk membandingkan informasi.
Perbandingan dapat dibuat menurut dasar yang berbeda-beda:
1) Dasar intra perusahaan, yaitu membandingkan suatu pos atau hubungan finansial
perusahaan pada tahun sekarang dengan pos atau hubungan yang sama pada tahun-
tahun sebelumnya.
2) Rata-rata industry, yaitu membandingkan suatu pos atau hubungan finansial
perusahaan pada tahun sekarang dengan pos atau hubungan yang sama dalam satu
atau lebih perusahaan-perusahaan pesaing lainnya.
3) Dasar antar perusahaan, yakni membandingkan suatu pos atau hubungan finansial
perusahaan pada tahun sekarang dengan pos atau hubungan yang sama dalam satu
atau lebih perusahaan-perusahaan pesaing lainnya.
Analisis keuangan yang terkait dengan operasional dapat dilakukan dengan
menggunakan alat analisis berupa laporan keuangan dan laporan operasional harian.
1) Laporan keuangan. Angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan hanya akan
merupakan data bagi manajemen untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan.
Dengan analisis keuangan, dapat menggambarkan apakah kondisi tersebut
menguntungkan/merugikan bagi perusahaan.
2) Laporan operasional harian. Laporan ini khususnya menyajikan mengenai tingkat
penjualan dan statistik dari dua departemen mayor, yaitu room department dan F&B.
Karena disajikan setiap hari, maka manajemen dapat segera mengetahui tingkat
pencapaian rencana dan target usaha tiap harinya.
Prosedur analisis terdiri dari:
1) Memahami latar belakang data keuangan. Sebelum analisis dilakukan perlu memahami
terlebih dahulu pedoman dalam penyusunan laporan keuangan. Kebijakan akuntansi yang
digunakan, sistem dan format laporan keuangan. Pada umumnya laporan keuangan hotel
disusun berdasarkan USALI.

8
2) Kondisi yang memengaruhi usaha hotel. Dalam melakukan analisis, perlu
mempertimbangkan kondisi yang mempengaruhi usaha suatu hotel, misalnya ekonomi,
pariwisata, dll. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan diluar
batas pengendalian manajemen.
3) Mereview penyusunan laporan keuangan. Langkah ini sangat penting untuk memastikan
apakah metode-metode akuntansi digunakan secara konsisten dari tahun ke tahun.
Sehingga bila ada perubahan laba yang diperoleh diketahui apakah berasal dari kegiatan
usaha atau hanya dari perubahan metode akuntansinya.
4) Menganalisa laporan keuangan. Analisis laporan keuangan dilakukan karena laporan
keuangan yang disusun masih bersifat umum dan ditujukan bukan hanya untuk melakukan
interpretasi dan analisis. Dalam melakukan analisis terdapat beberapa teknik yang dapat
dilakukan, salah satunya dengan teknik analisis ratio financial statement.

9
BAB III
KESIMPULAN

Berdasarkan pemaparan materi diatas, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Analisis vertical adalah metode analisis yang dilakukan dengan cara menganalisis laporan
keuangan pada satu periode tertentu dengan membandingkan antara pos yang satu dengan
pos lainnya pada laporan keuangan yang sama. Analisis horizontal adalah metode analisis
yang dilakukan dengan cara membandingkan laporan keuangan untuk beberapa periode
sehingga dapat diketahui perkembangan dan kecenderungannya.
2. Beberapa rasio keuangan yang lazim diterapkan untuk mengevaluasi kinerja keuangan
hotel diantaranya rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, rasio profitabilitas, dan
rasio operasional.
3. Dalam melakukan analisis laporan keuangan, diperlukan alat analisis berupa laporan
keuangan dan laporan operasional harian. Prosedur analisisnya terdiri dari pemahaman
latar belakang data keuangan, kemudian mempertimbangkan kondisi yang mempengaruhi
usaha hotel, mereview penyusunan laporan keuangan dan terakhir menganalisa laporan
keuangan.

10
DAFTAR PUSTAKA

Wiyasha, IBM. 2010. Akuntansi Perhotelan: Penerapan Uniform System of Accounts for The
Lodging Industry. Yogyakarta: ANDI Yogyakarta.
https://www.academia.edu/9420085/3.1_Membuat_Analisis_Vertikal_dan_Horizontal?auto=
download
https://www.coursehero.com/file/17825602/Akuntansi-Hotel-SAP-13docx/

11