Anda di halaman 1dari 4

Diagram alir diatas menjelaskan bahwa sebelum penelitian dilakukan, terlebih dahulu harus

menyiapkan alat dan bahan mulai dari memotong besi baja dengan tebal ……mm,variasi pelumas
sebagai media pendingin dan juga menyiapkan peralatan mulai dari tungku pemanas, tang penjepit,
dan wadah sebagai tempat penampung pelumas. Setelah bahan sudah siap maka akan dilakukan
proses heat treatment. Setelah mencapai suhu 790˚C, sebelum diangkat dari tungku pemanas, baja
yang mengalami proses heat treatment akan diberi waktu 10 menit, didalam tungku pemanas
sebagai proses holding time dengan tujuan agar pemanasan lebih merata, setelah itu masuk pada
tahapan quenching, baja yang sudah di holding time akan diangkat dan dimasukan kedalam variasi
pelumas, setelah baja dingin maka akan dilakukan penguian material seperti pengujian Vickers
dan mikrostruktur. Pada pengujian Vickers, specimen cukup di lap dengan kain bersih agar cairan
pelumas tidak menutupi permukaan yang akan ditekan oleh alat uji Vickers. Sedangkan pada
pengujian mikrostruktur, bahan harus digosok permukaanya agar nantinya terlihat ferrit dan perlit
pada saat pengujian mikrostruktur. Setelah semua pengujian selesai dilakukan,maka akan
mendapatkan data yang insyaAllah diinginkan. Setelah data terkumpul maka akan dilakukan
perhitungan dan pembahasan data agar mencapai hasil yang diinginkan.
3.2 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan InsyaAllah pada bulan Juni 2018, dan untuk tempatnya :
1. Pengujian kekerasan (vickers) di lakukan di Laboraturium Teknik Mesin Universitas
Muhammadiyah Malang.
3.3 Materia, Alat dan Bahan Penelitian
3.3.1 Material
 Baja AISI O1
Bahan yang dipilih dalam penelitian ini adalah baja paduan rendah yang termasuk kedalam

golongan baja perkakas yaitu baja AISI O1 dengan komposisi Carbon (C)= 0,85% ; Silicon

(Si) = 0,25% ; Manggan (Mn) = 1,10% ; Chrom ( Cr) =0,55% ; Vanadium (V) = 0,10% ; dan

Wolfram (W) = 0,55%.. Baja Perkakas ini dibentuk menjadi specimen kekerasan, dan

mikrostruktur yang memiliki tensile streinght sebesar

 Oli Pelumas

Oli pelumas yang digunakan adalah oli SAE 20,40,90,140 dengan kekentalan yang berbeda

yang mengandung bahan aditif detergent dispersant,anti oksidan dan anti aus, sehingga

bias digunakan untuk pengujian viskositas pelumas.


3.3.2. Alat dan Bahan Penelitian

 Tungku Pemanas

Tungku Pemanas adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk memanaskan suatu

specimen untuk mencapai suhu tinggi yang diinginkan, dapat dilihat pada gambar 7 berikut

ini :

 Tang Penjepit

Tang Penjepit adalah sebuah alat yang digunakan untuk menjepit specimen setelah proses

pemanas berlangsung, dapat dilihat pada gambar 8 berikut ini :

 Penampang Oli

Penampang oli yang digunakan adalah sebuah ember dari seng yang dapat menampang oli

dan menahan panas yang dihasilkan dari proses heat treatment, dapat dilihat pada gambar

9 berikut ini :

 Mikroskop

Miksroskop digunakan untuk uji mikrostruktur pada specimen yang sudah di heat treatment

dan melalui proses pendinginan, dapat dilihat pada gambar 10 berikut ini :

 Alat Uji Kekerasan (vickers)

Alat uji kekerasan (vickers) adalah alat yang digunakan untuk menilai kekerasan dari suatu

specimen, dapat dilihat pada gambar 11 berikut ini :

3.4 Langkah Kerja Penelitian

Urutan dari penelitian ini dimulai dengan uji komposisi kimia bahan, untuk mengetahui

kandungan unsur didalamnya yang digunakan untuk menentukan suhu pemanasan. Bahan

dibentuk specimen sesuai standart yang ditentkan dan memenuhi persyaratan specimen sejumlah

20 buah specimen (baja AISI O1). Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memasukan 5
spesimen kedalam tungku pemanas, pemanasan dilakukan bertahap mulai dari suhu kamar suhu

(400˚C/jam) selama 60 menit. Kemudian dilanjutkan sampai suhu yang dituju yaitu 790˚C. pada

suhu terakhir ini dipertahankan selama 10 menit (holding time) dengan maksud agar pemanasan

dan kekerasannya benar-benar merata pada seluruh lapisan specimen, kemudian menyiapkan 5 bak

untuk menampung oli dengan SAE 20 sebagai bahah pendingin. Kemudian memasukan specimen

yang baru dikeluarkan dari tungku pemanas. Setelah specimen dingin kemudian dilakukan

pengujian kekerasan dengan alat Vickers dengan meletakan specimen pada alat Vickers kemudian

specimen akan ditekan oleh indentor piramida intan setelah itu baru memulai pengamatan terhadap

diagonal 1 dan 2 untuk menentukan rata-ratanya. Setelah pengujian kekerasan kemudian specimen

disiapkan untuk pengujian mikrostruktur dengan cara memotong salah satu ujung specimen untuk

sample sepanjang 2 cm, lalu meratakan dan menghaluskan permukaan sampai memenuhi syarat

specimen dengan menggunakan amplas ukuran 60,240 dan 1000, kemudian di etsa (dibersihkan)

dengan kain lap halus dan diberi autosol supaya terlihat mengkilap. Kemudian dilihat dengan

mikroskop SEM untuk mendapatkan gambar struktur dari specimen baja AISI O1. Uji kekerasan

dan uji mikrostruktur masing-masing sebanyak 4x pengujian untuk spesimenbaja AISI O1, karena

menggunakan 4 jenis oli dengan kekentalan yang berbeda ( SAE 20,40,90,140). Untuk pengujian

berikutnya yang menggunakan oli 40,90 dan 140 dilakukan degan cara yang sama seperti yang

telah dipaparkan diatas.

3.5 Modul Pengolahan Data Uji Kekerasan (Vickers) dan Mikrostruktur

Pada penelitian ini terdapat modul pengolahan data dari pengujian kekerasan (Vickers),

Modul tersebut dapat dilihat pada table….dibawah ini :

Table …..Pengolahan Data Uji Kekerasan


NO P t d1 d2 d rata-rata