Oleh :
Mirza Alvian Nurochman Syah (1310141002)
Dosen Pengampu:
Ainur Rofiq Nansur, ST MT
1. Pengertian pembangkit
Pembangkit Tenaga Listrik adalah salah satu bagian dari sistem tenaga listrik,
pada Pembangkit Tenaga Listrik terdapat peralatan elektrikal, mekanikal, dan bangunan
kerja. Terdapat juga komponen-komponen utama pembangkitan yaitu generator, turbin
yang berfungsi untuk mengkonversi energi (potensi) mekanik menjadi energi (potensi)
listrik.
Macam-macam pembangkit listrik :
- PLTA
Pembangkit Listrik Tenaga Air atau yang lebih akrab disebut dengan PLTA merupakan
pembangkit listrik yang memanfaatkan aliran air untuk menggerakkan turbin pada
generatornya.
- PLTD
Pembangkit Listrik Tenaga Diesel atau yang juga biasa disebut dengan PLTD adalah
pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar solar.
- PLTU
Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU adalah pembangkit yang mengandalkan
energi kinetik dari uap untuk menghasilkan energi listrik.
- PLTG
Pembangkit Listrik Tenaga Gas atau PLTG merupakan sebuah pembangkit yang
menggunakan gas alam sebagai bahan bakar untuk menggerakkan turbin dan turbin
digunakan untuk menggerakkan generator listrik.
- PLTGU
Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap atau PLTGU adalah gabungan antara PLTG
dengan PLTU, dimana panas dari gas buang dari PLTG digunakan untuk menghasilkan
uap yang digunakan sebagai fluida kerja di PLTU. Dan bagian yang digunakan untuk
menghasilkan uap tersebut adalah HRSG (Heat Recovery Steam Generator).
- PLTP
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi atau Geothermal Power Plant merupakan
bentuk pembangkit listrik yang mengandalkan uap panas alami untuk menggerakan
turbin.
- PLTN
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir alias PLTN merupakan pembangkit listrik yang
bahan bakarnya menggunakan reaksi pembelahan inti urianium dalam reaktor nuklir.
- PLTGL
PLTGL atau Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut merupakan pembangkit
listrik yang memanfaatkan gelombang laut sebagai sumber energinya. Pembangkit ini
akan mengubah gelombang laut menjadi energi kinetik yang akan meggerakkan turbin.
- PLTB
Pembangkit listrik ini menggunakan bahan bakar fosil berupa batubara yang dibakar
untuk mendidikan air agar menghasilkan uap. Uap yang dihasilkan digunakan untuk
menggerakan turbin uap atau turbin gas kemudian diubah menjadi energi listrik.
2. Prinsi kerja pembangkit
a. Prinsip kerja PLTA
Prinsip cara kerja pembangkit listrik tenaga air adalah memanfaatkan tenaga potensial
air yang dihimpun melalui pembuatan bendungan, sehingga kekuatan air untuk
menggerakan turbin atau propeler semakin terhimpun dan besar. Berikut ini adalah
prosesnya :
- Aliran sungai dengan jumlah debit air sedimikian besar ditampung dalam waduk yang
ditunjan dalam betuk bangunan bendungan
- Air tersebut dialirkan melalui saringan power intake
- Kemudian masuk ke dalam pipa pesat (penstock)
- Untuk mengubah energi potensial menjadi energi kinetik. Pada ujung pipa dipasang katup
utama (Main Inlet Valve)
- Untuk mengalirkan air ke turbin ,katub utama akan diutup secara otomatis apabila terjadi
gangguan atau di stop atau dilakukan perbaikan/pemeliharaan turbin. Air yang telah
mempunyai tekanan dan kecepatan tinggi (energi kinetik) dirubah menjadi energi mekanik
dengan dialirkan melalui sirip – sirip pengarah (sudu tetap) akan mendorong sudu
jalan/runner yang terpasang pada turbin
- Pada turbin , gaya jatuh air yng mendorong baling – baling menyebabkan turbin berputar
. turbin air kebanyakan seperti kincir angin, dengan menggantikan fungsi dorong angin
untuk memutar baling – baling digantikan air untuk memutar turbin. Selanjutnya turbin
merubah energi kinetic yang disebabkan gaya jatuh air menjadi energy mekanik
- Generator dihubungkan dengan turbin melalui gigi – gigi putar sehingga ketika baling –
baling turbin berputar maka generator ikut berputar. Generator selanjutnya merubah energy
mekanik dari turbin menjadi energy elektrik. listrik pada generator terjadi karena kumparan
tembaga yang diberi inti besi digerakkan (diputar) dekat magnet. bolak-baliknya kutub
magnet akan menggerakkan elektron pada kumparan tembaga sehingga pada ujung-ujung
kawat tembaga akan keluar listriknya.Yang kemudian menhasilkan tenaga lisrik. Air keluar
melalui tail race selanjutnya kembali ke sungai.
- Tenaga listrik yang dihasilkan oleh generator masih rrendah, maka dari itu tegangan
tersebut terlebih dahulu dinaikan dengan trafo utama
- Untuk efisiensi penyaluran energi dari pembangkit ke pusat beban , tegangan tinggi
tersebut kemudian diatur / dibagi di switch yard 11. Dan selanjutnya disalurkan
/interkoneksi ke sistem tenaga listrik melalui kawat saluran tegangan tinggi.
b. Prinsip kerja PLTD
Bahan bakar di dalam tangki penyimpanan bahan bakar dipompakan ke dalam tanki
penyimpanan sementara namun sebelumnya disaring terlebih dahulu. Kemudian disimpan
di dalam tangki penyimpanan sementara (daily tank). Jika bahan bakar adalah bahan bakar
minyak (BBM) maka bahan bakar dari daily tank dipompakan ke Pengabut (nozzel), di sini
bahan bakar dinaikan temperaturnya hingga manjadi kabut. Sedangkan jika bahan bakar
adalah bahan bakar gas (BBG) maka dari daily tank dipompakan ke convertion kit
(pengatur tekanan gas) untuk diatur tekanannya. Menggunakan kompresor udara bersih
dimasukan ke dalam tangki udara start melalui saluran masuk (intake manifold) kemudian
dialirkan ke turbocharger. Di dalam turbocharger tekanan dan temperatur udara dinaikan
terlebih dahulu. Udara yang dialirkan pada umumnya sebesar 500 psi dengan suhu
mencapai ±600°C.
Udara yang bertekanan dan bertemperatur tinggi dimasukan ke dalam ruang bakar
(combustion chamber). Bahan bakar dari convertion kit (untuk BBG) atau nozzel (untuk
BBM) kemudian diinjeksikan ke dalam ruang bakar (combustion chamber).
Di dalam mesin diesel terjadi penyalaan sendiri, karena proses kerjanya berdasarkan
udara murni yang dimanfaatkan di dalam silinder pada tekanan yang tinggi (35 – 50 atm),
sehingga temperatur di dalam silinder naik. Dan pada saat itu bahan bakar disemprotkan
dalam silinder yang bertemperatur dan bertekanan tinggi melebihi titik nyala bahan bakar
sehingga akan menyala secara otomatis yang menimbulkan ledakan bahan bakar. Ledakan
pada ruang bakar tersebut menggerak torak/piston yang kemudian pada poros engkol
dirubah menjadi energi mekanis. Tekanan gas hasil pembakaran bahan bakar dan udara
akan mendorong torak yang dihubungkan dengan poros engkol menggunakan batang torak,
sehingga torak dapat bergerak bolak-balik (reciprocating). Gerak bolak-balik torak akan
diubah menjadi gerak rotasi oleh poros engkol (crank shaft). Dan sebaliknya gerak rotasi
poros engkol juga diubah menjadi gerak bolak-balik torak pada langkah kompresi.
Poros engkol mesin diesel digunakan untuk menggerakan poros rotor generator. Oleh
generator energi mekanis ini dirubah menjadi energi listrik sehingga terjadi gaya geral
listrik (ggl).
c. Prinsip kerja PLTU
PLTU adalah pembangkit listrik yang mengubah energi kinetik uap menjadi energi
listrik. PLTU membutuhkan panas yang cukup untuk menghasilkan uap yang dapat
memutar turbin sehingga menghasilkan listrik. Sehingga, secara prinsip PLTU adalah alat
yang diciptakan dengan memanfaatkan panas yang dapat diubah menjadi uap untuk
menggerakkan turbin dan menghasilkan energi listrik.
Pertama air diisikan ke boiler hingga mengisi penuh seluruh luas permukaan pemindah
panas. Didalam boiler air ini dipanaskan dengan gas panas hasil pembakaran bahan bakar
dengan udara sehingga berubah menjadi uap.
Kedua, uap hasil produksi boiler dengan tekanan dan temperatur tertentu diarahkan untuk
memutar turbin sehingga menghasilkan daya mekanik berupa putaran.
Ketiga, generator yang dikopel langsung dengan turbin berputar menghasilkan energi
listrik sebagai hasil dari perputaran medan magnet dalam kumparan, sehingga ketika
turbin berputar dihasilkan energi listrik dari terminal output generator
Keempat, Uap bekas keluar turbin masuk ke kondensor untuk didinginkan dengan air
pendingin agar berubah kembali menjadi air yang disebut air kondensat. Air kondensat
hasil kondensasi uap kemudian digunakan lagi sebagai air pengisi boiler.
Siklus kerja PLTU yang merupakan siklus tertutup dapat digambarkan dengan diagram T
– s (Temperatur – entropi). Siklus ini adalah penerapan siklus rankine ideal. Adapun urutan
langkahnya adalah sebagai berikut :
a – b : Air dipompa dari tekanan P2 menjadi P1. Langkah ini adalah langkah kompresi
isentropis, dan proses ini terjadi pada pompa air pengisi.
b – c : Air bertekanan ini dinaikkan temperaturnya hingga mencapai titik didih. Terjadi di
LP heater, HP heater dan Economiser. .
d – e : Uap dipanaskan lebih lanjut hingga uap mencapai temperatur kerjanya menjadi uap
panas lanjut (superheated vapour). Langkah ini terjadi di superheater boiler dengan
proses isobar.
e – f : Uap melakukan kerja sehingga tekanan dan temperaturnya turun. Langkah ini
adalah langkah ekspansi isentropis, dan terjadi didalam turbin.
f – a : Pembuangan panas laten uap sehingga berubah menjadi air kondensat. Langkah
ini adalah isobar isothermis, dan terjadi didalam kondensor.
1. Uap di-supply dari sumur produksi melalui sistem transmisi uap yang kemudian masuk
ke dalam Steam Receiving Header sebagai media pengumpul uap. Steam Receiving
Header dilengkapi dengan Rupture Disc yang berfungsi sebagai pengaman terakhir unit
.Bila terjadi tekanan berlebih (over pressure) di dalam Steam Receiving maka uap akan
dibuang melalui Vent Structure.Vent Structure berfungsi untuk warming-up di pipe line
ketika akan start unit dan sebagai katup pengaman yang akan membuang tekanan bila
sudden trip terjadi.
2. Dari Steam Receiving Header uap kemudian dialirkan ke Separator (Cyclone Type)
yang berfungsi untuk memisahkan uap (pure steam) dari benda-benda asing seperti
partikel berat (Sodium, Potasium, Calsium, Silika, Boron, Amonia, Fluor dll).
3. Kemudian uap masuk ke Demister yang berfungsi untuk memisahkan moisture yang
terkandung dalam uap, sehingga diharapkan uap bersih yang akan masuk ke dalam
Turbin.
4. Uap masuk ke dalam Turbin sehingga terjadi konversi energi dari Energi Kalor yang
terkandung dalam uap menjadi Energi Kinetik yang diterima oleh sudu-sudu Turbin.
Turbin yang dikopel dengan generator akan menyebabkan generatkut berputar saat
turbin berputar sehingga terjadi konversi dari Energi Kinetik menjadi Energi Mekanik.
5. Generator berputar menghasilkan Energi Listrik (Electricity)
6. Exhaust Steam (uap bekas) dari Turbin dikondensasikan di dalam Condensor dengan
sistem Jet Spray (Direct Contact Condensor).
7. NCG (Non Condensable Gas) yang masuk kedalam Condensor dihisap oleh First
Ejector kemudian masuk ke Intercondensor sebagai media pendingin dan penangkap
NCG. Setelah dari Intercondensor, NCG dihisap lagi oleh Second Ejector masuk ke
dalam Aftercondensor sebagai media pendingin dan kemudian dibuang ke atmosfir
melalui Cooling Tower.
8. Dari Condensor air hasil condensasi dialirkan oleh Main Cooling Water Pump masuk
ke Cooling Tower. Selanjutnya air hasil pendinginan dari Cooling Tower uap kering
disirkulasikan kembali ke dalam Condensor sebagai media pendingin.
9. Primary Cooling System disamping sebagai pendingin Secondary Cooling System juga
mengisi air pendingin ke Intercondensor dan Aftercondensor.
10. Overflow dari Cold Basin Cooling Tower akan ditampung untuk kepentingan
Reinjection Pump.
11.River Make-Up Pump beroperasi hanya saat akan mengisi Basin Cooling Tower.
Ada 2 cara untuk mengkonversi energi gelombang laut menjadi listrik, yaitu dengan
sistem off-shore (lepas pantai) atau on-shore (pantai):
1. Kompresor.
2. Ruang bakar (combuster)
3. Turbin.
4. Generator.
Adapun komponen pendukung pada PLTD meliputi:
c. PLTU
Bagian utama dari PLTU pada umumnya adalah :
- Boiler : Boiler berfungsi untuk mengubah air (feed water) menjadi uap panas lanjut
(superheated steam) yang akan digunakan untuk memutar turbin.
- Turbin uap : Turbin uap berfungsi untuk mengkonversi energi panas yang dikandung oleh
uap menjadi energi putar (energi mekanik).
- Kondensor : Kondensor berfungsi untuk mengkondensasikan uap bekas dari turbin (uap
yang telah digunakan untuk memutar turbin).
- Generator : Generator berfungsi untuk mengubah energi putar dari turbin menjadi energi
listrik.
d. PLTG
- Natural Gas Line : Merupakan saluran masuknya udara alami dari luar yang membantu
proses pembakaran.
- Oil Storage : Merupakan tangki yang digunakan untuk menampung bahan bakar.
- Air Intake : Merupakan saluran masuknya udara dari atmosfer yang akan ditekan kedalam
ruang pembakaran menggunakan kompressor.
- Compressor : Merupakan alat yang digunakan untuk menekan udara yang masuk dari air
intake menuju ke ruang pembakaran.
- Combustion Chambers : Merupakan tempat yang digunakan untuk proses pembakaran.
Bahan bakar dicampurkan dengan udara yang telah terkompresi dengan temperatur dan
tekanan yang sangat tinggi sehingga menghasilkan tenaga mekanik untuk menggerakkan
turbin.
- Turbin : Berfungsi mengubah aliran air menjadi energi mekanik. Air yang jatuh akan
mendorong baling-baling sehingga menyebabkan turbin berputar.
- Generator : Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari
sumber energi mekanis.
- Transformator : Berfungsi untuk mentransmisikan dan mengubah energi dari ukuran satu
ke ukuran yang lain. Transformator yang digunakan adalah transformator step up. Karena
digunakan untuk mengubah energi yang dihasilkan generator menjadi energi yang lebih
besar ukuranya.
- Jalur Transmisi : Berfungsi untuk mengalirkan energi listrik dari PLTA menuju konsumen
listrik yaitu rumah-rumah dan pusat industri.
- Exhaust : Merupakan saluran pembuangan udara-udara sisa yang tidak terpakai lagi setelah
digunakan untuk memutar turbin.
e. PLTGU
Sistem PLTGU dapat dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu: sistem GTG, HRSG dan
STG.
- Komponen–komponen utama sistem GTG adalah sebagai berikut:
1) Cranking Motor adalah motor yang digunakan sebagai penggerak awal atau start up
sistem GTG. Motor cranking mendapat suplai listrik tegangan 6 kV yang berasal dari
switch gear.
2) Filter Udara merupakan filter yang berfungsi untuk menyaring udara bebas agar
udara yang mengalir menuju ke kompresor merupakan udara yang bersih.
3) Kompresor berfungsi mengkompresi udara dalam turbin gas.
4) Ruang bakar, berfungsi sebagai tempat pembakaran di dalam sistem turbin gas.
Dapat berupa ruang bakar tunggal atau terdiri dari ruang – ruang bakar yang banyak.
5) Turbin, berfungsi untuk mengekspansi gas panas hingga menghasilkan energi
mekanis untuk menggerakkan generator.
6) Generator berfungsi sebagai pembangkit energi listrik dimana di dalamnya terjadi
proses perubahan dari energi mekanik ke listrik.
- HRSG (Heat Recovery Steam Generator)
Energi panas yang terkandung dalam gas buang/saluran keluaran turbin gas yang
temperaturnya masih cukup tinggi (sekitar 5630C) dialirkan masuk ke dalam HRSG
untuk memanaskan air di dalam pipa–pipa pemanas (evaporator), selanjutnya keluar
melalui cerobong dengan temperatur sekitar 1500C.
- Komponen utama Sistem STG adalah sebagai berikut.
1) Turbin Uap (Steam Turbine), berfungsi untuk mengekspansi uap superheat hingga
menghasilkan energi mekanis untuk menggerakkan generator.
2) Generator, berfungsi untuk menghasilkan energi listrik di mana di dalamnya terjadi
proses perubahan energi mekanis menjadi energi listrik.
3) Kondensor (Condenser), berfungsi sebagai penampung air condensate sekaligus
sebagai tempat pendinginan uap bekas hasil ekspansi turbin uap dimana media air
laut digunakan sebagai media pendinginnya.
4) Tangki air Pengisi (Feed Water Tank), tangki ini berisi air murni sebagai tandon
pengisi air condenser.
5) Pompa air Pengisi (Feed Water Pump), pompa ini memindahkan air pengisi dari
tangki air pengisi ke condenser dan menjaga level condenser tetap pada kondisi
normal.
f. PLTP
- Sumur Produksi (Production Wells) : Sumur produksi merupakan fasilitas utama yang
bertugas mengalirkan uap dari reservoir menuju ke permukaan tanah.
- Steam Receiving Header : Steam receiving header adalah stasiun pengumpul uap dari
beberapa sumur produksi sebelum uap tersebut dialirkan menuju turbin.
- Separator : Separator adalah tempat untuk memisahkan uap dari air atau tempat untuk
memisahkan uap dari partikel padat dan mist.
- Demister : Demister adalah peralatan yang berfungsi untuk menangkap butiranbutiran air
yang masih terkandung di dalam uap sesaat sebelum uap tersebut memasuki turbin.
Sehingga demister biasanya dipasang tidak jauh dari turbin.
- Turbin : Pada pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), turbin akan mengkonversi
energi termal dari uap menjadi energi mekanis. Generator selanjutnya akan mengubah
energi mekanis ini menjadi energi listrik.
- Generator : Generator memiliki dua komponen mekanis penting yaitu rotor dan stator. Di
bagian rotor terletak magnet permanen dan di bagian stator terletak konduktor. Sepanjang
terdapat gerak relatif antara medan magnet dengan konduktor atau sebaliknya, maka
tegangan akan diinduksikan di dalam konduktor.
- Kondensor : Kondensor adalah alat yang berfungsi untuk menciptakan kondisi vakum
ketika uap keluar dari turbin. Besarnya daya listrik yang dihasilkan oleh PLTP sebanding
dengan selisih antara tekanan masuk turbin dan tekanan keluar turbin. Sehingga jika
kondisi keluar turbin dapat dipertahankan vakum maka selisih tekanan tersebut akan
maksimal dan daya listrik yang dihasilkan bisa optimal.
- Sistem Pembuang Gas (Gas Removal System/GRS) : Sistem pembuang gas atau dikenal
sebagai gas removal system / GRS berfungsi untuk membuang gasgas yang tidak bisa
terkondensasi (non condensible gas / NCG) keluar dari kondensor. Adanya NCG di dalam
kondensor akan menyebabkan kondisi vakum tidak tercapai dengan optimal. Hal ini dapat
menyebabkan penurunan kinerja dari pembangkit.
- Main Cooling Water Pump : Main cooling water pump adalah pompa yang bertugas untuk
memompakan air kondensat dari kondensor menuju ke menara pendingin.
- Menara Pendingin (Cooling Tower) Fungsi dari menara pendingin adalah menurunkan
temperatur air kondensat yang keluar dari kondensor. Air kondensat yang telah diturunkan
temperaturnya ini sebagian akan dikembalikan ke kondensor untuk mengkondensasikan
fluida berikutnya dan sebagian lagi akan dialirkan ke sumur injeksi untuk dikembalikan ke
dalam perut bumi.
- Sumur Injeksi (Injection Wells) : Sumur injeksi adalah sumur yang digunakan untuk
mengalirkan air hasil pemisahan dan air kondensat kembali ke dalam perut bumi.
g. PLTGL
- Piston hidrolik : menjaga keseimbangan generator agar kedudukannya tidak terpengaruh
oleh laju ombak yang bergerak
- Turbin : konverter yang merubah energi mekanik ombak menjad energi mekanik yang
mana menggerakkan generator, yang digunakan adalah turbin impuls
- Generator : Generator memiliki dua komponen mekanis penting yaitu rotor dan stator.
Generator yang digunakan adalah 3 fasa dengan kapasitas daya yang dihasilkan 2.25 MW
- Submarine tower : menara pemantau yang didalamnya terdapat jaringan interkoneksi dari
generator menuju gardu induk atau kendali
h. PLTB
- Anemometer : Mengukur kecepatan angin dan mengirimkan data kecepatan angin ke
pengontrol.
- Blades : Kebanyakan turbin baik dua atau tiga pisau. Angin bertiup di atas menyebabkan
pisau pisau untuk mengangkat dan berputar.
- Brake : Digunakan untuk menjaga putaran pada poros setelah gearbox agar bekerja pada
titik aman saat terdapat angin yang besar. Alat ini perlu dipasang karena generator memiliki
titik kerja aman dalam pengoperasiannya.
- Controller : Pengontrol mesin mulai dengan kecepatan angin sekitar 8-16 mil per jam
(mph) dan menutup mesin turbin sekitar 55 mph. tidak beroperasi pada kecepatan angin
sekitar 55 mph di atas, karena dapat rusak karena angin yang kencang.
- Gear box : Gears menghubungkan poros kecepatan tinggi di poros kecepatan rendah dan
meningkatkan kecepatan sekitar 30-60 rotasi per menit (rpm), sekitar 1000-1800 rpm,
kecepatan rotasi yang diperlukan oleh sebagian besar generator untuk menghasilkan listrik.
gearbox adalah bagian mahal (dan berat) dari turbin angin dan insinyur generator
mengeksplorasi direct-drive yang beroperasi pada kecepatan rotasi yang lebih rendah dan
tidak perlu kotak gigi.
- Generator : Biasanya standar induksi generator yang menghasilkan listrik dari 60 siklus
listrik AC.
- High-speed shaft
- Low-speed shaft : Mengubah poros rotor kecepatan rendah sekitar 30-60 rotasi per menit.
- Nacelle : Nacelle berada di atas menara dan berisi gear box, poros kecepatan rendah dan
tinggi, generator, kontrol, dan rem.
- Pitch : Blades yang berbalik, atau nada, dari angin untuk mengontrol kecepatan rotor dan
menjaga rotor berputar dalam angin yang terlalu tinggi atau terlalu rendah untuk
menghasilkan listrik
- Rotor : Pisau dan terhubung bersama-sama disebut rotor
- Tower : Menara yang terbuat dari baja tabung (yang ditampilkan di sini), beton atau kisi
baja.
- Wind direction : Ini adalah turbin pertama”yang disebut karena beroperasi melawan angin.
turbin lainnya dirancang untuk menjalankan “melawan arah angin,” menghadap jauh dari
angin.
- Wind vane : tindakan arah angin dan berkomunikasi dengan yaw drive untuk
menggerakkan turbin dengan koneksi yang benar dengan angin.
- Yaw drive : Yaw drive yang digunakan untuk menjaga rotor menghadap ke arah angin
sebagai perubahan arah angin.
- Yaw motor : Kekuatan dari drive yaw.
- Penyimpan energi (Battery) : Karena keterbatasan ketersediaan akan energi angin (tidak
sepanjang hari angin akan selalu tersedia) maka ketersediaan listrik pun tidak menentu.
Oleh karena itu digunakan alat penyimpan energi yang berfungsi sebagai back-up energi
listrik.
4. Blok Diagram Pembangkit
5. Proteksi Pembangkit
Macam-Macam Relai Proteksi Trafo Pembangkit Dan Fungsinya
No Nama Relai Fungsi Relai
1 Relai suhu Relai ini adalah relai mekanis yang berfungsi mendeteksi suhu
minyak dan kumparan secara langsung yang akan membunyikan
alarm serta mengeluarkan/mentripkan PMT.
Relai suhu ini dipasang pada semua transformator
2 Relai beban lebih Relai ini berfungsi untuk mengamankan transformator terhadap
suhu yang berlebihan akibat beban lebih
3 Relai Bucholz Relai ini berfungsi untuk mendeteksi adanya gas yang ditimbulkan
oleh loncatan bunga api dan pemanasan setempat dalam minyak
transformator
4 Relai tekanan lebih (sudden Bagi transformator tanpa konservator, dipasang relai tekanan
pressure relay) mendadak yang dipasang pada tangki, dan bekerja dengan
pertolongan membran.
Relai ini dipasang pada semua transformator.
5 Relai arus lebih Relai ini berfungsi untuk mengamankan transformator terhadap
gangguan hubung singkat antar phasa di dalam maupun di luar
daerah pengamanan transformator. Relai ini juga diharapkan
mempunyai sifat komplementer dengan relai beban lebih. Relai ini
berfungsi juga sebagai pengaman cadangan bagi bagian instalasi
lainnya
6 Relai gangguan tanah Relai ini berfungsi untuk mengamankan transformator terhadap
hubung tanah, di dalam dan di luar daerah pengamanan.
7 Relai differensial Relai ini berfungsi untuk mengamankan transformator terhadap
gangguan hubung singkat yang terjadi di dalam daerah pengamanan
transformator
8 Relai gangguan tanah terbatas Relai ini berfungsi untuk mengamankan transformator terhadap
(Restricted earth fault relay) gangguan tanah dalam daerah pengamanan transformator
khususnya untuk gangguan di dekat titik netral yang tidak dapat
dirasakan oleh relai differensial
9 Relai fluksi lebih Relai ini berfungsi untuk mengamankan transformator generator.
Relai ini mendeteksi besaran fluksi /perbandingan tegangan dan
frekuensi
2.
Diketahui :
P = 120 MW
pf = 0,707
φ = 45◦
V = 150 kV
Ditanya :
a. Tentukan impedansi input, arus input, tegangan input, power factor input, daya aktif input,
daya reaktif input dan daya semu input
b. Gambar segi daya input
Jawab :
a. P = √3 x V x I x Cos φ
P 120 M
I1 = = = 653 < - 45◦
√3 x V x Cos φ √3 x 150k x 0,707
Z 150 k < 0
Z= = = 230 <45◦ = 163 + J163 𝛀
I 653< 45
3. Bus 3
Bus 1 Bus 2
G Load 2
Load 1 Load 3
Load 1
𝜑 = 𝑎𝑟𝑐 cos 0,75 = 41°
𝑃1 10𝑀
𝐼1 = = = 168∠ − 41° = 127 − 𝑗110𝐴
√3 𝑉1 cos 𝜑 √3 × 45828 × 0,75
𝑉1 45828
𝑍𝐿1 = = = 273∠41° = 206 + 𝑗179Ω
𝐼1 168∠ − 41°
𝐼𝑖𝑛 = 𝐼𝑏𝑢𝑠 2 + 𝐼1 = (490 − 𝑗3324) + (127 − 𝑗110) = 617 − 𝑗434 = 754∠ − 35°𝐴
𝑉𝑖𝑛 = 𝑉𝑏𝑢𝑠 1 + 𝑉𝑑𝑟𝑜𝑝 𝐺 = 45828 + 754,4 = 48844 𝑉
𝜑𝑖𝑛 = 35°
𝑝𝑓 = cos 𝜑𝑖𝑛 = 0,82 𝑙𝑎𝑔
b. Segitiga Daya
𝑆 = 𝑉𝑖𝑛 + 𝐼𝑖𝑛 = 48844 × 754 = 36828376 𝑉𝐴
𝑃 = 𝑆 cos 𝜑𝑖𝑛 = 30199268 𝑊
𝑄 = √𝑆 2 − 𝑃2 = 21079219 𝑉𝐴𝑅
𝑍𝐿2 × 𝑍𝐿3 (49∠32°)(110∠38°)
𝑍𝑝 = 𝑍𝐿2 //𝑍𝐿3 = = = 34∠ − 23° = 31 − 𝑗13Ω
𝑍𝐿2 + 𝑍𝐿3 (42 + 𝑗26) + (87 + 𝑗67)
𝑍𝑠 = 𝑍𝑝 + 𝑍2 + 𝑍3 = (31 − 𝑗13) + (20 + 𝑗15) + (24 + 𝑗14) = 25 + 𝑗16 = 77∠12°Ω
𝑍𝑠 × 𝑍𝐿1 (77∠12°)(273∠41°)
𝑍𝑠 //𝑍𝐿1 = = = 62∠18° = 59 + 𝑗19Ω
𝑍𝑠 + 𝑍𝐿1 (25 + 𝑗16) + (206 + 𝑗179)
𝑍𝑖𝑛 = 𝑍0 + (𝑍𝑠 //𝑍𝐿1 ) = (4 + 𝑗3) + (59 + 𝑗19) = 63 + 𝑗22Ω
Q = 21079219 VAR
P = 30199268 W
4. Generator sinkron tiga fasa hubungan bintang dibebani dengan beban linear mempunyai
data parameter sebagai berikut:
Tegangan line to line beban 420 V
Power factor beban 0,75 lagging
Arus Beban 12 A
Tahanan jangkar 8 Ω
Reaktansi sinkron 7 Ω
Jumlah 4 pasang kutub dan frekuensi jala 50 Hz
Tegangan medan 400 V dan tahanan medan 200 Ω
Tugas:
a. Gambar rangkaian ekuivalen
b. Tentukan putaran sinkron dan sudut phasanya
c. Tentukan arus medan dan rugi tembaga medan
d. Tentukan impedansi, daya aktif, daya reaktif dan daya semu beban
e. Tentukan impedansi jangkar dan tegangan yang dibangkitkan oleh generator
sinkronnya
f. Gambar Diagram vektor
Jawab:
a. Gambar rangkaian ekuivalen generator sinkron tiga fasa
5. Generator sinkron tiga fasa hubungan delta dibebani dengan beban linear mempunyai
data parameter sebagai berikut:
Tegangan line to line beban 380 V
Power factor beban 0,8 lagging
Arus Beban 10 A
Tahanan jangkar 10 Ω
Reaktansi sinkron 8 Ω
Jumlah 8 pasang kutub dan frekuensi jala 50 Hz
Tegangan medan 200 V dan tahanan medan 100 Ω
Tugas:
a. Gambar rangkaian ekuivalen
b. Tentukan putaran sinkron dan sudut phasanya
c. Tentukan arus medan dan rugi tembaga medan
d. Tentukan impedansi, daya aktif, daya reaktif dan daya semu
e. Tentukan impedansi jangkar dan tegangan yang dibangkitkan oleh generator
sinkronnya
Jawab:
a. Gambar rangkaian ekuivalen generator sinkron tiga fasa
6. Generator singkron tiga fasa hubungan bintang dibebani dengan beban linear mempunyai
data parameter sebagai berikut:
Tegangan line to line beban 420 V
Power factor tertinggal 45 derajat
Tahanan jangkar 3 Ω
Reaktansi singkron 2 Ω
Jumlah 8 pasang kutub dan frekuensi jala 50 Hz
Tegangan medan 200 V dan tahanan medan 120 Ω
Dicari :
a. Gambar rangkaian ekuivalen
b. Tentukan putaran singkron
c. Tentukan arus medan dan rugi tembaga medan
d. Tentukan impedansi, daya aktif, daya reaktif dan daya semu
e. Tentukan impedansi jangkar dan tegangan yang dibangkitkan oleh generator
singkronnya
Jawab:
a. Gambar rangkaian ekuivalen generator singkron tiga fasa
JAWABAN NO 7 :
a) Rangkaian lengkap trafo :
𝑅𝑤 . 𝑗𝑋𝑚
c) ZO = 𝑅𝑤 + 𝑗𝑋𝑚
260 . 1550 ∟ 90
= 260 + 𝑗1550
403000 ∟ 90
= 1571,7 ∟ 80,5
= 256,41 ∟9,5o Ω
= 252,9 + j42,3 Ω
ZS = (𝑅𝐿 ′ + 𝑅2 ′ ) + 𝑗(𝑋𝐿 ′ + 𝑋2 ′ )
𝑅 𝑅 𝑋 𝑋
= (𝑎𝐿2 + 𝑎22 ) + 𝑗(𝑎2𝐿 + 𝑎22 )
0,87 0,004 0,39 0,0074
= ( 0,12 + ) + 𝑗( 0,12 + )
0,12 0,12
= 87,4 + j39,74 Ω
= 96 ∟ 24,45o Ω
𝑍𝑜 . 𝑍𝑠
ZP = 𝑍𝑜 + 𝑍𝑠
256,41 ∟ 9,5 . 96 ∟ 24,45
= 252,9+𝑗42,3 + 87,4+𝑗39,74
24615,36 ∟ 33,95
= 340,3+𝑗82,04
24615,36 ∟ 33,95
= 350 ∟ 13,55
= 70,33 ∟ 20,4o Ω
= 65,92 + j24,52 Ω
Z1 = R1 + jX1
= 0,32 + j0,8 Ω
= 0,86 ∟ 68,2o Ω
Zin = Z1 + ZP
= 0,32+j0,8 + 65,92+j24,52
= 66,24 + j25,32 Ω
= 70,91 ∟ 20,92o Ω
Ɵin = arc tan Xin / Rin
= arc tan 25,32 / 66,24
= 20,92o
Pfin = cos Ɵin
= cos 20,92o
= 0,93
Iin = V1 / Zin
= 2200 / 70,91 ∟ 20,92o
= 31,03 ∟ -20,92 A
= 28,98 – j11,08 A
Pin = V1 . Iin . cos Ɵin
= 2200 . 31,03 . 0,93
= 63,49 KW
Qin = V1 . Iin . sin Ɵin
= 2200 . 31,03 . 0,36
= 24,58 KVAR
Sin = V1 . Iin
= 2200 . 31,03
= 68,27 KVA
d) Pcup = I12 . R1
= 31,032 . 0,32
= 308 W
I2’ = a . IL
= 0,1 . 231,58
= 23,16 ∟ -24,15o A
= 21,13 – j9,48 A
Pcus = I2’2 . R2’
= 23,162 . 0,4
= 214,5 W
Pcu total = Pcup + Pcus
= 308 + 214,5
= 522,5 W
Ph (hysterisis) = Kh . f2 . Bmaksn
Pe (eddy current) = Ke . f2 . t2 . Bmaks2
𝑍𝑜
Vo = 𝑍𝑜+𝑍 . 𝑉1
1
256,41
= 256,41+0,86 . 2200
= 2192,65 V
𝑃𝑜𝑢𝑡
η = . 100%
𝑃𝑖𝑛
46,36 𝐾
= 63,49 𝐾 . 100%
= 73,02 %
𝑉1 − 𝑉𝑜
e) ΔV = | | . 100%
𝑉𝑜
2200 − 2192,65
=| | . 100%
2192,65
= 0,33 %
Vektor Segitiga Daya (sisi input) :
QL = 20,88 KVAR
ΦL = 24,15 o
PL= 46,36 KW
f) a = V2 / V1
= 220 / 2200
= 0,1
1N = menghasilkan 0,4 Volt, maka :
N Belitan Primer = V1 / 0,4
= 2200 / 0,4
= 5500 lilitan
N Belitan Sekunder = V2 / 0,4
= 220 / 0,4
= 550 lilitan
Φmaks = B . A
= 4 . 0,0036
= 0,0144 Weber
b. Menentukan power faktor, arus output, daya semu output, daya aktif output dan daya
reaktif output
𝜃L = arc tan XL/RL
= arc tan 0,49/0,89 Ω
= 28,84°
IL = V2/ZL = 2400/1,02 < 28,84°
= 235,29 < -28,84° A
PL = V2 x IL cos 𝜃L = 240 x 235,29 x 0,88
= 49,69 kW
QL = V2 x IL sin 𝜃L = 240 x 235,29 x 0,48
= 27,11 kVAR
SL = V2 x IL = 240 x 235,29
= 56,47 Kva
c. Impedansi input, arus input, power faktor input, daya semu input, daya aktif input dan daya
reaktif input
(Rw x jXm) (300 x 1750 <90°) (525000 <90°)
Zo = (Rw+ jXm) = = ( 1775,53<80,27°) = 295,69 < 9,73° Ω = 291,44 + j49,97 Ω
(300 + j1750)
RL R2 XL X2
Zs = ( a2 + a2 ) + 𝑗 ( a2 + a2 )
0,89 0,0045 0,49 0,0084
= ( 0,12 + ) + 𝑗( + ) = 89,45 + j49,84 = 102,39 < 29, 13° Ω
0,12 0,12 0,12
(Zo x Zs) (295,69 <9,73° x 102,39 < 29,13° ) (30275,69 < 38,86°) (30275,69 < 38,86°)
Zp = (Zo+ Zs) = = =
(291,44 + j49,97+ 89,45 + j49,84) (380,89 +j99,81 ) (393,75 < 14,68° )
= 76,89 < 24,18° Ω
= 70, 14 + j31,49 Ω
Z1 = R1 + jX1 = 0,350 + j0,82 Ω = 0,89 < 66,86° Ω
Zin = Z1 + Zp = 0,350 + j0,82 + 70, 14 + j31,49 = 70,49 + j32,31 Ω = 77,54 < 24,62°
Menentukan parameter di sisi input
𝜃in = arc tan Xin/Rin
= arc tan 32,31/70,49
= 24,62°
Iin = Vin/Zin = 2400/77,54< 24,62°
= 30,95 < -24,62° A
Pin = Vin x Iin cos 𝜃L = 2400 x 30,95 x 0,91
= 67,59 kW
Qin = Vin x Iin sin 𝜃L = 2400 x 30,95 x 0,42
= 31, 197 kVAR
Sin = Vin x Iin = 2400 x 30,95
= 74,28 kVA
d. Rugi inti besi, rugi tembaga (primer dan sekunder), efisiensi transformator
Pcup = I12 x R1 = 30,952 x 0,350 = 335,27 W
I’2 = a x IL = 0,1 x 235,29 = 23,529 < -28,84° A
Pcus = I’22 x R’2 = 23,5292 x 0,45 = 249,13 W
Pcu total = Pcup + Pcus = 335,27 + 249,13 = 584,4 W
Io = I1 - I’2 = 30,95 - 23,529 = 7,42 A
Vo = (Zo/( Zo + Z1)) x V1
295,69
= (291,44 +0,350 ) x 2400
295,69
= ( 291,79 ) x 2400 = 2432,07 Volt
Xm
𝜃o = arc tan Rw
1750
= arc tan = 80,27°
300
Po = Vo x Io cos 𝜃o
= 2432,07 x7,42 x cos (80,27°) = 3,049 kW
Ƞ = Pout / Pin x 100%
= 49,69k/67,59k x 100%
= 73,52 %
e. Regulasi tegangan dan gambar vector segitiga daya
∆ = |(V1-Vo)/Vo| x 100%
= |(2400 - 2432,07)/2432,07| x 100%
= 1,32 %
S = 74,28 kVA
Q = 31,197 kVAR
24,6° KkVAR
P = 67,59 kW
f. Tentukan angka transformasi, fluksi maksimum, jumlah belitan primer dan sekunder
a = V2 / V1 = 240/2400 = 0,1
1N = 0,4 Volt maka :
Belitan primer = V1 / 0,4 = 2400/0,4 = 6000
Belitan sekunder = V2 / 0,4 = 240/0,4 = 600
ϕmaks = B x A
= 5 Wb/ m2 x 0,0046 m2
= 0,023 Wb
g. Tuliskan rumus tegangan induksi pada belitan primer dan sekunder
E1 = 4,44 x f x ϕmaks x N1 = 4,44 x 50 x 0,023 x 6000 = 30636 Volt
E2 = 4,44 x f x ϕmaks x N2 = 4,44 x 50 x 0,023 x 600 = 3063,6 Volt
9. Transformator tenaga tiga phasa hubungan Y-Y di gardu distribusi 220 KV/380 V, rating trafo
1000 KVA, rugi inti besi 1.7 KW, tahanan pada belitan primer 60 ohm dan reaktansinya di abaikan,
tahanan di belitan sekunder 0.075 ohm reaktansinya diabaikan, rugi tetap transformator 0.5 KW,
beban 4/5 beban penuh dengan power factor 0.75 lagging.
Tentukan:
a. Angka transformasi dan gambar rangkaian lengkap trafo
b. Daya semu, daya aktif, daya reaktif, arus dan impedansi beban
c. Rugi tembaga sekunder dan primer, rugi total trafo dan efisiensi
d. Daya aktif, daya semu dan daya reaktif input dengan power faktornya tidak berubah
e. Arus input dan impedansi input
f. Regulasi tegangan pada sisi primer dan sisi sekunder
g. Bila transformator tenaga tersebut dibebani setiap harinya 12 jam selama 1 bulan
tentukan tariff yang harus dibayar apabila per kwh nya Rp.1750,- dan sewa meteran
Rp.150.000,-
Jawab:
a. Menentukan angka transformasi dan gambar rangkaian lengkap
a = V2/V1 = 380 / 20000 = 0,019
b. Menentukan daya semu, daya aktif, daya reaktif, arus dan impedansi beban
SL = 4/5 rating trafo
= 4/5 x 100 KVA = 80 KVA
PL = SL x PF
= 80 KVA x 0,75 = 60 KWatt
QL = SL x sin θ
= 80 KVA x 0,66 = 52.92 KVAR
𝑆𝐿 80𝐾
𝐼𝐿 = = = 121.55 < −41.41° 𝐴
√3 𝑉𝐿 √3×380
𝑉𝐿 380
𝑍𝐿 = = = 3.13 < 41.41° 𝛺
𝐼𝐿 121.55 < −41.41°
c. Menentukan Rugi tembaga sekunder
Pcus = 3Is2Rs = 3 x 121.552 x 0,075 = 3324.24Watt
Menentukan Rugi tembaga primer
Pcup = 3Ip2Rp
= 3 x ( Np / Ns IL ) 2 x 60
= 3 x ( 0,019 x 121.55) 2 x 60
= 960.04 Watt
Menentukan Rugi tembaga total
Pcu = Pcus + Pcup
= 3324.24 + 960.04
= 4284.28 Watt
Menentukan efisiensi
Plosses = Pcu + Pinti
= 4284.28 + 1700
= 5984.28 Watt
η = PL / (PL + Plosses ) x100 %
= 60 K / (60 K + 5984.28 ) x 100%
= 90.93 %
d. Menentukan daya aktif, daya semu, daya reaktif input dengan power faktornya tidak
berubah
Pin = PL + Pinti + Pcu
= 60000 + 1700 + 4284.24
= 65984.28 Watt
Sin = Pin / PF
= 65984.28 / 0.75
= 88 KVA
Qin = Sin x sin θ
= 88 K x 0,66
= 58.21 KVAR
e. Menentukan arus input dan impedansi input
𝑆𝑖𝑛 88𝐾
𝐼𝑖𝑛 = = = 2.54 < −41.41° 𝐴
√3 𝑉1 √3×20𝐾
𝑉𝐿 20𝐾
𝑍𝐿 = = = 7872.96 < 41.41° 𝛺
𝐼𝐿 2.54 < −41.41°
Es = ILRs + VL
= 121.55 x 0,075 + 380
= 389.12 V
ΔV = ( Es – V ) / V x 100 %
= (389.12 – 380 ) / 380 x 100%
= 2.4 %
Ep = IpRp + Vp
= 2.54 x 60 + 20000
= 20152.4V
ΔV = ( Ep– Vp ) / Vp x 100 %
= (20152.4 - 20000 ) / 20000 x 100%
= 0,762 %
g. Menentukan biaya tarif selama 1 bulan
Besar energi listrik selama 12 jam perhari dalam 1 bulan :
W = 65984.28 x (30 x 12)
= 23754 𝑘𝑤ℎ
BesarBiaya:
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 = (𝑅𝑝 1750 𝑥 23754) + (𝑅𝑝 1𝑥150000)
= 𝑅𝑝 41.719.500