Anda di halaman 1dari 2

Nama : Masnah

NIM : 837217001

Tugas Tuton 2

1.Menurut Henderson dan Dweck bahwa pada anak-anak dan remaja ditemukan 2 reaksi yang
berbeda dalam menghadapi suatu tantangan , jelaskan kedua reaksi tersebut ?

2.Setelah tahun 1930-an Thorndike meralat 2 hukum belajarnya yaitu hukum latihan (law of exercise)
dan hukum akibat. Mengapa Thorndike meralat kedua hukum belajar tersebut?

3.Seorang guru harus memiliki sikap empatik, terbuka, keaslian, kekonkretan dan kehangatan,
jelaskan maksud dari masing- masing istilah diatas ?

Jawab :

1. Reaksi anak-anak dan remaja cenderung berbeda dalam menghadapi sesuatu, anak-anak
cenderung lebih polos dan ingin mencari jalan yang lebih mudah untuk menghadapi suatu
permasalahan, dan biasanya, jika perempuan, dia akan lebih menghindar dari permasalahan
yang tidak terlalu penting dan yang tidak dia mengerti.

namun, pada remaja atau mahasiswa, sangat berbeda, mereka lebih cenderung mengatasi atau
menghadapi suatu tantangan dengan lebih antusias dan semangat, bahkan, untuk beberapa
remaja, lebih memilih jalan yang lebih susah, karena menurut mereka, dengan begitu, mereka
bisa lebih cepat menjadi pandai.

2. Hukum Latihan (Law of Exercise)


Untuk menghasilkan tindakan yang cocok dan memuaskan untuk merespon suatu
stimulus maka seseorang harus mengadakan percobaan dan latihan yang berulang-ulang,
adapun latihan atau pengulangan perilaku yang cocok yang telah ditemukan dalam belajar,
maka ini merupakan bentuk peningkatan existensi dari perilaku yang cocok tersebut semakin
kuat (Law of Use). Dalam suatu teknik agar seseorang dapat mentransfer pesan yang telah ia
dapat dari sort time memory ke long time memory ini dibutuhkan pengulangan sebanyak-
banyaknya dengan harapan pesan yang telah didapat tidak mudah hilang dari benaknya.
Hukum Akibat (Law of Effect)
Hukum akibat Thorndike mengemukakan (Dahar, 2011: 18) jika suatu tindakan
diikuti oleh suatu perubahan yang memuaskan dalam lingkungan, kemungkinan tindakan itu
diulangi dalam situasi yang mirip akan meningkat. Akan tetapi, bila suatu perilaku diikuti
oleh suatu perubahan yang tidak memuaskan dalam lingkungan, kemungkinan perilaku itu
diulangi akan menurun. Jadi konsekuensi perilaku seseorang pada suatu waktu memegang
peranan penting dalam menentukan perilaku orang itu selanjutnya.
Thorndike mengungkapkan bahwa organisme itu sebagai mekanismus yang hanya
bertindak jika ada perangsang dan situasi yang mempengaruhinya. Dalam dunia pendidikan
Law of Effect ini terjadi pada tindakan seseorang dalam memberikan punishment atau
reward. Akan tetapi dalam dunia pendidikan menurut Thorndike yang lebih memegang
peranan adalah pemberian reward dan inilah yang lebih dianjurkan. Teori Thorndike ini
biasanya juga disebut teori koneksionisme karena dalam hukum belajarnya ada “Law of
Effect” yang mana di sini terjadi hubungan antara tingkah laku atau respon yang dipengaruhi
oleh stimulus dan situasi dan tingkah laku tersebut mendatangkan hasilnya (effect).
3. - Empati

Empati merupakan suatu sifat dimana guru dapat merasakan apa yang dirasakan oleh anak
didiknya. Contohnya ketika sedang belajar di dalam kelas, Nadia terlihat murung dan tidak
bergairah untuk mengikuti kegiatan. Seorang guru yang memiliki sifat empati tidak akan
membiarkan anak didiknya sedih, guru akan mendekati Nadia dan bertanya mengapa dia
tidak mau mengikuti kegiatan seperti teman-temannya. Apa yang dirasakan anak pada satu
waktu tertentu dapat dirasakan oleh gurunya pula. Sifat empati perlu dimiliki guru agar
guru memiliki rasa kepekaan terhadap apa yang dialami atau dirasakan anak didik, sehingga
dengan sifat seperti itu guru dapat membantu mengatasi masalah yang dihadapi anak.

- Penuh kehangatan

Guru yang memiliki sifat penuh kehangatan ditandai dengan kemampuan menciptakan
suasana yang penuh dengan keriang gembiraan, bebas dari rasa takut dan cemas. Suasana
seperti ini dapat diciptakan guru dalam kondisi dan waktu apapun. Anak tidak takut dengan
guru yang penuh kehangatan dan bahkan anak merasa aman dan selalu ingin dekat dengan
gurunya.