Anda di halaman 1dari 5

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/321507484

Kemoradiasi Neoajuvan pada Kanker Payudara Lanjut Lokal

Article · March 2011

CITATIONS READS

0 51

4 authors, including:

Soehartati Gondhowiardjo
RSCM Hospitals
55 PUBLICATIONS   171 CITATIONS   

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Adaptive Radiotherapy View project

Breast Cancer View project

All content following this page was uploaded by Soehartati Gondhowiardjo on 05 December 2017.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


Kemoradiasi Neoajuvan pada Kanker Payudara Lokal Lanjut di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo 1
(Siti Khotimah, Soehartati A. Gondhowiardjo, Evert D.C. Poetiray, Zubairi Djoerban)

Penelitian
Kemoradiasi Neoajuvan pada Kanker Payudara Lanjut
Lokal
Siti Khotimah1, Soehartati A. Gondhowiardjo2,3, Evert D.C. Poetiray3, Zubairi Djoerban3,4
1. Sub Departemen Radioterapi Rumkital Dr. Ramelan, Surabaya
2. Departemen Radioterapi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta
3. Jakarta Breast Center, Jakarta
4. Divisi Hematologi-Onkologi Medik Departemen Penyakit Dalam RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia, Jakarta

Informasi Artikel Abstrak / Abstract


Riwayat Artikel: Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan mengetahui peran kemoradiasi
Diterima 10 Januari 2011 neoajuvan dalam meningkatkan operabilitas pada pasien kanker payudara (KPD)
Disetujui 15 Maret 2011 lanjut lokal inoperabel sehingga dapat dilakukan operasi (mastektomi atau breast
conserving surgery ditambah radiasi).
Metode dan material: Kami melakukan analisis retrospektif terhadap 67 pasien
KPD lanjut lokal yang menjalani kemoterapi maupun kemoradiasi neoajuvan
selama periode tahun 2004 sampai tahun 2005. Penelitian dilakukan di RSUPN
Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Operabilitas pasca kemoradiasi
maupun pasca kemoterapi dianalisis dengan tes Pearson Chi-Square.
Hasil: Dari 83,3% kasus inoperabel pada kelompok yang dilakukan kemoradiasi,
75% kasus menjadi operabel. Sejumlah 53,3%-nya dapat dilakukan breast
conserving therapy (BCT). Dari 86% kasus inoperabel pada kelompok yang
dilakukan kemoterapi, 75,6% kasus menjadi operabel. Sedangkan hanya 3,6%-
nya yang bisa dilakukan BCT. Penggunaan terapi neoajuvan secara signifikan
berhubungan dengan operabilitas kasus KPD lokal lanjut (p<0,05).
Kesimpulan: Pemberian terapi neoajuvan dapat meningkatkan operabilitas kasus
KPD lokal lanjut. Penggunaan kemoradiasi meningkatkan usaha penyelamatan
payudara dengan dilakukan BCT pada kasus KPD lokal lanjut.
Kata kunci: Kemoradiasi, kemoterapi, kanker payudara, operabel.

Alamat Korespondensi: Background: The purpose of this research was exploring the role of adjuvant
Dr. Siti Khotimah, SpRad (K) Onk chemoradiation to enhance operability of inoperable locally advance of breast
Rad cancer patients, in order to be able to perform surgery (mastectomy or breast
Sub Departemen Radioterapi conserving surgery plus irradiation).
Rumkital Dr. Ramelan, Surabaya Methods and materials: We conduct retrospective analysis in 67 loccaly advance
Jl. Gadung No. 1 Surabaya 60244 breast cancer patients undergoing chemotherapy or neoadjuvant chemoradiation
Email: khotimahhamid@yahoo.com during period of 2004 – 2005. The research was being done in RSUPN Dr. Cipto
Mangunkusumo, Jakarta. Operability post-chemoradiation or chemotherapy was
analyzed using Pearson Chi-Square test.
Result: From 83,3% inoperable cases in chemoradiation group, 75% became
operable. As much as 53,3% could be done by breast conserving therapy (BCT).
From 86% inoperable cases in chemotherapy group, 75,6% cases became
operable. Only 3,6% was able to be done by BCT. The use of neoadjuvant
therapy significantly correlated to operability of advanced local breast cancer
(p<0.05)
Conclusion: Neo adjuvant therapy can increase the operability of advanced local
breast cancer. The use of chemoradiation increase the ability to perform BCT to
preserve the breast in advance local breast cancer patients.
Key words: Chemoradiation, chemotherapy, breast cancer, operable

Hak cipta ©2010 Perhimpunan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Indonesia


Radioterapi & Onkologi Indonesia Vol 2(1) Mar 2011:1-4 2

Pendahuluan lanjut lokal, namun regimen yang optimal dan


rangkaiannya belum menjadi ketetapan. Kombinasi
Kanker Payudara (KPD) saat ini merupakan neoajuvan paclitaxel dengan konkuren radiasi efektif
salah satu keganasan terbanyak pertama pada wanita di dalam menurunkan ukuran tumor pada pasien dengan
Indonesia, dan terdapat kecenderungan insiden ini T3 atau T4.6
meningkat dari tahun ke tahun seperti halnya di negara Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
barat. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik peran kemoradiasi neoajuvan dalam meningkatkan
Kementerian Kesehatan menunjukkan data bahwa operabilitas pada pasien KPD lanjut lokal inoperabel
tahun 2004 terdapat 5.196 kasus baru KPD sebagai sehingga dapat dilakukan mastektomi atau operasi
kanker terbanyak wanita dan 369 kasus kematian penyelamatan payudara (breast conserving
terbanyak karena KPD. Di RS Kanker Dharmais juga surgery/BCS).
tercatat sejak tahun 1998 hingga 2006, KPD
merupakan kanker terbanyak pertama.1 Secara global, Metode dan Material
KPD masih merupakan kanker utama penyebab
kematian pada wanita. Tahun 2002 sebanyak Kami melakukan analisis retrospektif terhadap
1.152.161 kasus baru KPD dan 411.093 wanita 67 pasien KPD lanjut lokal yang menjalani
meninggal karena KPD.2 Di Amerika Serikat, data kemoradiasi maupun kemoterapi neoajuvan selama
tahun 2006 menunjukkan KPD merupakan kanker periode tahun 2004 sampai tahun 2005. Penelitian
terbanyak (31% dari 679.510 kasus keganasan) dan dilakukan di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo
menjadi penyebab kematian kedua tertinggi akibat (RSCM), Jakarta. Operasi dilakukan dengan
keganasan, yaitu 15% dari 273.560 kematian pada mastektomi atau BCS ditambah radiasi (breast
wanita, setelah kanker paru.3 Di Departemen conserving therapy/BCT) Cara penelitian dilakukan
Radioterapi RSCM selama periode tahun 2004 dan dengan pengumpulan catatan medik, pencatatan awal
2005 tercatat 243 dan 205 penderita KPD sebagai pelayanan radiasi berdasarkan stadium, kunjungan
urutan kedua setelah kanker leher rahim yang terakhir, dan data-data deskriptif pasien. Selanjutnya
menjalani radiasi. dianalisis operabilitas pasca kemoterapi maupun pasca
Angka kejadian KPD lanjut lokal di Indonesia kemoradiasi dengan tes Pearson Chi-Square.
menurut laporan dari berbagai senter saat ini masih
cukup tinggi yaitu 40-60%, sedangkan menurut Ramli,
KPD stadium IIIA dan IIIB terdapat sebanyak 43,4% Hasil
dari seluruh KPD dan pengobatan pada keadaan
tersebut memerlukan multimodalitas terapi.4 Pada kelompok KPD lanjut lokal yang
Angka ketahanan hidup penderita KPD dilakukan kemoradiasi neoajuvan terdapat 83% kasus
tergantung pada berbagai faktor diantaranya adalah yang inoperabel (20 dari 24). Pasca kemoradiasi
stadium penyakit saat diagnosis ditegakkan dan pilihan terdapat 75% kasus menjadi operabel (15 dari 20).
terapi yang tepat antara pembedahan, radiasi, Dari 15 kasus yang menjadi operabel maka 53,3%
kemoterapi, terapi hormonal dan sebagainya. Di dapat dilakukan BCT (8 dari 15). Pada 4 kasus yang
Indonesia pasien kebanyakan datang berobat sudah sebelumnya operabel, 50% dapat dilakukan BCT (2
dalam keadaan lanjut. Angka ketahanan hidup 5 tahun dari 4).
pada KPD stadium III adalah 55-60% sedangkan Sedangkan pada kelompok KPD lanjut lokal
angka ketahanan hidup 10 tahun adalah 35-40%. yang dilakukan kemoterapi neoajuvan terdapat 86%
Pengobatan yang optimal untuk pasien-pasien dengan kasus yang inoperabel (37 dari 43). Pasca kemoterapi
KPD lanjut lokal memaksimalkan kesintasan dan terdapat 75,6% kasus menjadi operabel (28 dari 37),
mencegah terjadinya rekurensi lokoregional.5 namun hanya 3,6% kasus yang dapat dilakukan BCT
Radiasi merupakan salah satu modalitas untuk (1 dari 28). Kasus yang sebelumnya operabel (6 kasus)
pengobatan keganasan secara lokal dan regional, yang hanya 16,7% yang dapat dilakukan BCT (1 dari 6).
sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya rekuren Dari analisis statistik terdapat hubungan antara terapi
lokoregional (RLR) pada KPD lanjut lokal baik neoajuvan dengan operabilitas pada kasus KPD lokal
sebagai neoajuvan atau sebagai ajuvan terapi.5 Terapi lanjut (p<0.05).
multimodalitas menjadi standar pengobatan KPD

Tabel 1. Hasil operabilitas KPD lokal lanjut dengan terapi neoajuvan

Kemoterapi neoajuvan Kemoradiasi neoajuvan Total


Operabel Inoperabel Operabel Inoperabel
Tidak operasi 0 9 0 5 14
BCT 1 1 2 8 12
Mastektomi 5 27 2 7 41
Total 6 37 4 20 67
Kemoradiasi Neoajuvan pada Kanker Payudara Lokal Lanjut di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo 3
(Siti Khotimah, Soehartati A. Gondhowiardjo, Evert D.C. Poetiray, Zubairi Djoerban)

Tabel 2. Karakteristik pasien yang menjalani terapi neoajuvan

Karakteristik Kemoterapi neoajuvan Kemoradiasi neoajuvan p


(n=43) (n=24)
Umur: 0,870
- < 45 tahun 17 (39,5%) 9 (37,5%)
- ≥ 45 tahun 26 (60,5%) 15 (62,5%)
T (ukuran tumor primer): 0,116
- T1 0 (0%) 0 (0%)
- T2 3 (7%) 6 (25%)
- T3 18 (41,9%) 8 (33,3%)
- T4 22 951,1%) 10 (41,7%)
PA: 0,582
- Ductal invasif 28 (65,1%) 14 (58,3%)
- Non Ductal invasif 15 (34,9%) 10 (41,7%)
ER: 0,705
- Negatif 10 (23,3%) 4 (16,7%)
- Positif 5 (11,6%) 2 (8,3%)
- Tidak ada data 28 (65,1%) 18 (75%)
PR: 0,563
- Negatif 10 (23,3%) 3 (12,5%)
- Positif 5 (11,6%) 3 (12,5%)
- Tidak ada data 28 (65,1%) 18 (75%)
HER2: 0,484
- Negatif 6 (14%) 2 (8,3%)
- Positif 9 (20,9%) 3 (12,5%)
- Tidak ada data 28 (65,1%) 19 (79,2%)

Diskusi yang berasal dari brevafolia yang terbukti mempunyai


aktifitas antitumor pada rodent cell line. Obat ini
Pengobatan KPD lanjut lokal harus mencapai menstabilkan mikrotubules melalui ikatan heterodimer
dua tujuan, yaitu kontrol lokoregional yang tinggi dan tubulin menyebabkan bentukan dan fungsi abnormal
eradikasi metastasis, sehingga memerlukan terapi lokal dari organela seperti mitosis spindel. Walaupun
dan sistemik.7 Manajemen umum KPD lanjut lokal bekerja pada semua fase siklus sel tapi sangat kuat
adalah modified radical mastectomy (MRM) bahkan pada fase G2 dan M. Duplikasi kromosom yang harus
pada pasien berespon baik terhadap kemoterapi terjadi pada fase M tidak terjadi karena
neoajuvan sekalipun. Namun dengan semakin inhibisi/hambatan. Dari penelitian pada hewan terlihat
berkembangnya peran kemoterapi neoajuvan dan fase G2 dan M terhenti setelah 10 jam pemberian
akhir-akhir ini kemoradiasi neoajuvan maka banyak paclitaxel. Terdapat pula peningkatan apoptosis 24 jam
pasien yang dapat dilakukan BCS untuk setelah pemberian paclitaxel dan terjadi peningkatan
menyelamatkan payudara.8 Penggunaan terapi oksigenasi. Proses ini diperlukan dalam peningkatan
neoajuvan ini menyebabkan pengecilan tumor efek radiasi.10,12 Pada kasus KPD metastasis, paclitaxel
sehingga terjadi peningkatan operabilitas baik dengan memberikan respon klinis obyektif 50-60% ketika
BCS atau MRM.9 digunakan pada terapi awal dan memberikan respon
Kemoterapi telah banyak dipakai sebagai klinis obyektif 20-25% pada pasien yang telah gagal
terapi neoajuvan pada KPD. Salah satu pemikiran dengan regimen lain. Paclitaxel sebagai agen tunggal
penggunaan kemoterapi ini karena tingginya juga sama efektifnya dengan regimen kombinasi
metastasis hematogen dari KPD yaitu 60-80%. Akhir- kemoterapi pada KPD lanjut lokal inoperabel.13
akhir ini terdapat beberapa penelitian yang berusaha Dengan pertimbangan diatas, paclitaxel dipilih
mengkombinasikan kemoterapi dan radiasi sebagai sebagai agen kemoterapi yang dikombinasikan dengan
terapi neoajuvan pada KPD lanjut lokal. Kemoterapi radiasi pada penelitian ini. Kami mendapatkan bahwa
yang sering digunakan sebagai neoajuvan adalah penggunaan terapi neoajuvan dapat meningkatkan
anthracycline, namun karena toksisitasnya yang tinggi operabilitas KPD lanjut lokal. Bahkan penggunaan
tidak dipertimbangkan digunakan bersamaan dengan kemoradiasi neoajuvan lebih dapat menyelamatkan
radiasi.10 Suatu penelitian random memperlihatkan payudara (dengan dilakukan BCS) daripada
bahwa respon klinik dan patologik pada penggunaan kemoterapi neoajuvan.
paclitaxel (golongan taxan) neoajuvan sama dengan Pada penelitian yang dilakukan Chakravarthy
anthracycline neoajuvan.11 Paclitaxel merupakan obat dkk, angka respon komplit patologik pada kasus KPD
Radioterapi & Onkologi Indonesia Vol 2(1) Mar 2011:1-4 4

yang telah diterapi dengan paclitaxel perminggu (83%) menjadi operabel, dan 3 dari 10 kasus secara
konkuren dengan radiasi adalah 34% berlawanan klinik tidak ditemukan tumor lagi sehingga cukup
dengan penggunaan kemoterapi neoajuvan saja dimana dilakukan BCT.14
angka respon komplit patologik umumnya terbatas 10-
15%. Angka respon komplit patologik antara
penggunaan paclitaxel tiap minggu lebih tinggi dari Kesimpulan
tiap 3 minggu (28% vs 15%).10 Skinner KA dkk,
melakukan kombinasi preoperasi paclitaxel konkuren Penggunaan terapi neoajuvan, terutama
dengan radiasi pada 28 pasien KPD lanjut lokal. kemoradiasi neoajuvan dapat meningkatkan
Penggunaan kemoradiasi tersebut efektif dalam operabilitas pasien KPD lanjut lokal yang inoperabel,
menurunkan ukuran tumor pada pasien T3 dan T4. dan dapat meningkatkan penyelamatan payudara
Sebanyak 89% pasien mempunyai respon klinis pasien dengan dilakukan BCT. Kemoradiasi neoajuvan
obyektif dan semua pasien dapat direseksi dengan tepi dapat menghasilkan konsep baru dalam peningkatan
sayatan bebas tumor. Dari 27 pasien yang dapat BCT pada kasus KPD lanjut lokal. Pemilihan
dioperasi, 2 pasien dengan BCS, dan 25 pasien dengan paclitaxel yang diberikan konkuren radiasi merupakan
MRM. Sebanyak 33% tanpa residu atau minimal kemoterapi yang rasional sebagai sensitizer sehingga
residu secara mikroskopis. Toksisitas akut kemoradiasi dapat meningkatkan efek radiasi. Penelitian kami
terbatas. Hasil ini lebih baik dari penggunaan mempunyai kekurangan dengan tidak menganalisis
neoajuvan lainnya.6 Hasil yang setara juga terdapat efek samping kemoradiasi karena keterbatasan
pada penelitian pendahuluan oleh Gondhowiardjo SA kelengkapan data pasien terutama efek samping
dkk tahun 2000, dimana kasus KPD lanjut lokal yang pascaoperasi, namun dari berbagai penelitian terdahulu
diberikan paclitaxel menunjukkan hasil yang sangat dilaporkan efek samping yang dapat ditoleransi baik
menjanjikan dengan didapatkan 10 dari 12 kasus saat pemberian kemoradiasi maupun pascaoperasi.

Daftar Pustaka

1. Atmakusuma D, Suzanna E, Setyowati T. after primary chemotherapy in locally advanced


Introduction top 10 cancer cases in Indonesia: Update breast cancer. Acta Chir Belg 2005;105(1):62-68
status. Paper presented at: Two Days Seminar & 9. Taghian AG, Powell SN. Breast cancer management:
Exhibition Cancer Update: 2008; Jakarta, Indonesia The role of radiation therapy for primary breast
2. Perkin DM, Bray F, Ferlay J, Pisani P. Global cancer cancer. Surg Oncol NA 1999;79(5):1091-1109
statistics 2002. CA Cancer J Clin 2005;55:74-108 10. Chakravarthy AB, Kelley MC, McLaren B, Truica
3. American Cancer Society. Cancer statistics CI, Billheimer D, Mayer IA, et al. Neoadjuvant
presentation 2006 [internet]. 2006 [update 2006; concurrent paclitaxel and radiation in stage II/III
cited 2006 Jul]. Available from: http://www. breast cancer. Clin Cancer Res 2006;12(5):1570-
cancer.org. 1576
4. Ramli M. Epidemiological review of breast cancer in 11. Buzdar AU, Singletary SE, Theriault RL, Booser DJ,
Indonesia. Paper presented at: Jakarta International Valero V, Ibrahim N, et al. Prospective evaluation of
Cancer Conference: 1997; Jakarta, Indonesia paclitaxel versus combination chemotherapy with
5. Taylor ME, Perez CA, Mortimer JE, Levitt SH, flourourascil, doxorubicine, and cyclophosphamide
Ieumwananonthachai N, Wahab SH. Breast: Locally as neoadjuvant therapy in patients with operable
advanced (T3 and T4) and recurrent tumors. In: Perez breast cancer. J Clin Oncol 1999;17:3412-3417
CA, Brady LW, Halperin EC, Schmidt-Ullrich RK, 12. Radriques M, Sevin BU, Perras J, Nguyen HN, Pham
editors. Principles and practice of radiation oncology C, Steren AJ, et al. Paclitaxel: A radiosensitizer of
4th ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; human cervical cancer. Gynecol Oncol 1995;57:165-
2004 169
6. Skinner KA, Silberman H, Florentine B, Lomis TJ, 13. Hortobagyi GN, Buzdar AU. Locally advanced
Corso S, Spicer D, et al. Preoperative paclitaxel and breast cancer: A review including the MD Anderson
radiotherapy for locally advanced breast cancer: experience. In: Ragaz J, Ariel IM, editors. High risk
Surgical aspect. Ann Surg Oncol 1999;7(1):145-149 breast cancer therapy. Berlin: Springer Verlag; 1991
7. Jagsi R, Abi RR, Goldberg S, Sullivan T, Michaelson 14. Gondhowiardjo SA, Poetiray ED, Tjarta A, Djoerban
J, Powel SN et al. Locoregional recurrence rates and Z, Reksodipoetro AH. Preliminary report
prognostic factors for failure in node-negative concomitant irradiation and paclitaxel as
patients treated with mastectomy: Implications for radiosensitizer to increase the operability of
postmastectomy radiation. Int J Radiat Oncol Biol unresectable locally advanced breast cancer. Gan To
Phys 2005;62(4):1035-1039 Kagaku Ryoho (Jpn) 2000;27 Suppl 2: S461-468
8. Asoglu O, Muslumanoglu M, Igci A, Ozmen V,
Karanlik H, Ayalp K, et al. Breast conserving surgery

View publication stats