Anda di halaman 1dari 10

BAB 1

PEMBAHASAN
1.1 Sejarah Golongan IV A
a. Karbon (C)
Nama karbon berasal dari bahasa latin carbo yang berarti coal (charcoal) yang artinya arang. Karbon
pertama kali ditemukan sebagai arang di zaman prasejarah, bahkan nama penemunya tidak diketahui. Karbon
tidak diakui sebagai unsur hingga abad ke-17 setelah Robert Boyle menyatakan bahwa unsur adalah zat yang
tidak dapat didekomposisi menjadi zat yang lebih sederhana. Sementara itu, Antoine Laurent Lavoisier,
perintis buku kimia Traité Élémentaire de Chimie yang diterbitkan tahun 1789, menyatakan karbon sebagai
unsur yang dapat teroksidasi dan dapat diasamkan.
Karbon terjadi secara alami dalam beberapa bentuk. Berlian, grafit, dan amorf karbon telah dikenal sepanjang
sejarah tertulis, tapi tidak diketahui bahwa ketiganya adalah bentuk yang berbeda dari substansi yang sama
sampai pada akhir abad ke-18.
Lavoisier menunjukkan bahwa berlian adalah bentuk karbon pada tahun 1772. Dia membakar berlian yang
sudah ditimbang dengan sampel karbon dan menunjukkan bahwa kedua zat tidak menghasilkan uap air dan
menghasilkan jumlah yang sama dari gas karbon dioksida per gram. Karbon merupakan unsur ke-19 yang
paling banyak terdapat di kerak bumi yaitu dengan prosentase berat 0,027%, dan menjadi unsur paling banyak
ke-4 terdapat jagat raya setelah hydrogen, helium, dan oksigen. Ditemukan baik di air, darat, dan atmosfer
bumi, dan didalam tubuh makhluk hidup. Karbon membentuk senyawaan hampir dengan semua unsur
terutama senyawa organik yang banyak menyusun dan menjadi bagian dari makhluk hidup.

b. Silicon (Si)
Pada tahun 1789, kimiawan Perancis Antoine Laurent Lavoisier mengusulkan bahwa kuarsa (kristal
silikon dioksida) yang mungkin menjadi oksida dari elemen yang sangat umum, namun belum teridentifikasi
atau terisolasi. Ada kemungkinan bahwa di Inggris pada tahun 1808 Humphry Davy berhasil mengisolasi
silikon sebagian murni untuk pertama kalinya, namun dia tidak menyadarinya.
Di tahun 1811, kimiawan Perancis Joseph L. Gay-Lussac dan Louis Jacques Thenard juga mungkin
telah membuat silikon murni dengan mereaksikan kalium dengan apa yang sekarang
kita sebut silikon tetrafluorida untuk menghasilkan suatu padatan coklat kemerahan yang mungkin silikon
amorf.
Pada 1824 kimiawan Swedia Jöns Jakob Berzelius menghasilkan sampel dari silikon amorf, solid
coklat, dengan mereaksikan kalium fluorosilikat dengan kalium, memurnikan produk dengan mencuci
berulang-ulang. Itu dinamakan silicium unsur baru. Pada saat itu, konsep semikonduktor berbaring abad di
masa depan dan ilmuwan memperdebatkan apakah unsur baru adalah logam atau bukan logam. Berzelius
percaya itu adalah logam, sementara Humphry Davy mengira itu bukan logam. Masalahnya adalah bahwa
unsur baru adalah konduktor baik listrik dari nonmetals, tapi tidak sebagus konduktor sebagai logam.
Silikon diberi nama pada tahun 1831 oleh kimiawan Skotlandia Thomas Thomson. Dia tetap bagian
dari nama Berzelius, dari 'silicis', yang berarti batu. Dia mengubah akhiran elemen dengan elemen on karena
itu lebih mirip dengan nonmetals boron dan karbon daripada untuk logam seperti kalsium dan magnesium.
(Silicis, atau batu api, mungkin penggunaan pertama kali silikon dioksida).
Pada tahun 1854 Henri Deville memproduksi silikon kristal untuk pertama kalinya menggunakan
metode elektrolitik. Dia mengelektrolisis lelehan murni sebuah natrium klorida untuk menghasilkan silisida
aluminium. Ketika silikon telah dihilangkan dengan air, meninggalkan kristal silikon.

c. Germanium (Ge)
Germanium berasal dari bahasa Latin: Germania, Jerman. Germanium ditemukan sekitar 100 tahun
yang lalu oleh ahli kimia Rusia, Mendeleev Omitri pada tahun 1871. Sementara pada tahun 1886, seorang
kimiawan Jerman, Clemens Winkler, memutuskan untuk memberi nama unsur baru germanium, sebagai
penghormatan kepada tanah airnya.
 Mengambil unsur ini secara komersil dari debu-debu pabrik pengolahan bijih-bijih seng.
 Sebagai produk sampingan beberapa pembakaran batubara.
 Germanium dapat dipisahkan dari logam-logam lainnya dengan cara distilasi fraksi tetrakloridanya yang
sangat reaktif. Teknik ini dapat memproduksi germanium dengan kemurnian yang tinggi

d. Timah (Sn)
Timah dalam bahasa Inggris disebut sebagai Tin dengan symbol kimia Sn. Nama latin dari timah adalah
“Stannum” dimana kata ini berhubungan dengan kata “stagnum” yang dalam bahasa inggris bersinonim
dengan kata “dripping” yang artinya menjadi cair / basah, penggunaan kata ini dihubungkan dengan logam
timah yang mudah mencair.
Timah putih merupakan salah satu logam yang dikenal dan digunakan paling awal. Ditemukan pada
masa sebelum Masehi dan tidak diketahui siapa orang yang pertama kali menemukan Timah.
Timah tidak ditemukan dalam unsur bebasnya dibumi, akan tetapi diperoleh dari senyawaannya yaitu SnO2.
Timah pada saat ini diperoleh dari mineral cassiterite atau tinstone. Cassiterite adalah mineral timah oksida
dengan rumus SnO2. Berbentuk kristal dengan banyak permukaan mengkilap sehingga tampak seperti batu
perhiasan. Kristal tipis Cassiterite tampak translusen. Cassiterite adalah sumber mineral untuk menghasilkan
logam timah yang utama Cassiterite banyak ditemukan dalam deposit alluvial/alluvium yaitu tanah atau
sediment yang tidak berkonsolidasi membentuk bongkahan batu dimana dapat dapat mengendap di dasar laut,
sungai, atau danau.

e. Timbal (Pb)
Timbal dalam bahasa Inggris disebut sebagai “Lead” dengan simbol kimia “Pb”. Simbol ini berasal dari
nama latin timbal yaitu “Plumbum” yang artinya logam lunak. Logam timbal telah dipergunakan oleh manusia
sejak ribuan tahun yang lalu (sekitar 6400 SM) hal ini disebabkan logam timbal terdapat diberbagai belahan
bumi, selain itu timbal mudah di ekstraksi dan mudah dikelola. Unsur ini telah lama diketahui dan disebutkan
di kitab Exodus. Para alkemi mempercayai bahwa timbal merupakan unsur tertua dan diasosiasikan dengan
planet Saturnus.
Timbal didapatkan dari galena (PbS) dengan proses pemanggangan. Timbal tidak ditemukan bebas dialam
akan tetapi biasanya ditemukan sebagai biji mineral bersama dengan logam lain misalnya seng, perak, dan
tembaga. Sumber mineral timbal yang utama adalah “Galena (PbS)” yang mengandung 86,6% Pb dengan
proses pemanggangan, “Cerussite (PbCO3)”, dan “Anglesite”(PbSO4).timbal organik ditemukan dalam
bentuk senyawa Tetra Ethyl Lead (TEL) dan Tetra Methyl Lead (TML).

1.2 Sifat Fisika dan Kimia Unsur Golongan IV A

a. Karbon (C)

 Sifat Fisik
Lambang :C
Nomor Atom :6
Massa Atom Relatif (Ar) (g/mol) : 12,011
Titik leleh (°C) : 3550
Titik didih (°C) : 4827
Rapatan pada 25 °C (g/cm3) : 2,25 (granit) 3,51 (intan)
Wujud : padatan berwarna hitam (Granit), tidak berwarna (intan)
Energi Ionisasi : 1086,4
Afinitas Elektron :121,8
Elektronegatifitas : 2,55
Jari – jari Ion (Å) : 0,15 (+4), 2,60 (-4)
Jari – jari Atom (Å) : 0,77

Adapun sifat-sifat karbon berdasarkan alotropinya antara lain:

1. Amorf
Unsur karbon dalam bentuk amorf, selain terdapat dialam,juga dihasilkan dari
pembakaran terbatas minyak bumi (jumlah oksigen terbatas, sekitar 50 % dari jumlah oksigen yang
diperlukan untuk pembakaran sempurna). Secara alami, karbon amorf dihasilkan dari perubahan
serbuk gergaji,lignit batu bara,gambut,kayu,batok kelapa,dan biji-bijian.
2. Grafit
Grafit adalah zat bukan logam yang mampu mengantarkan panas dengan baik. Bentuk kristal mikro
grafit banyak kita kenal sebagai arang,jelaga,atau jelaga minyak. Sifat fiska grafit ditentukan oleh
sifat dan luasnya permukaan. Bentuk grafit yang halus akan mempunyai permukaan yang relatif lebih
luas,sehingga dengan sedikit gaya tarik akan mudah menyerap gas dan zat terlarut. Grafit, terdapat
dalam bentuk padatan yang memiliki ukuran kristal dan tingkat kemurnian yang berbeda-beda.
3. Diamond
Diamond adalah salah satu contoh alotrop yang terbaik dari karbon dan memiliki nilai ekonomi yang
tinggi, dimana sifatnya yang keras dan memiliki optikal optis sehingga banyak dipakai dalam
berbagai industri dan untuk bahan baku perhiasan. Diamond menjadi mineral alami terkeras yang
pernah ada, tidak ada unsur alam yang dapat memotong diamond maupun menarik (merenggangkan)
diamond.
Setiap karbon yang terdapat dalam diamond berikatan secara kovalen pada empat atom karbon yang
lain dalam bentuk geometri tetrahedral. Dan tetrahedral ini membentuk 6 cincin karbon seperti
sikloheksana dalam bentuk konformasi “kursi” sehingga hal ini mengakibatkan tidak adanya sudut
ikatan yang mengalami ketegangan. Jalinan struktur kovalen yang stabil inilah membuat sifat
diamond menjadi keras.

 Sifat Kimia

Adapun sifat khas dari atom karbon diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Atom Karbon memiliki 4 elektron valensi.


Atom karbon memiliki empat elektron valensi, keempat elektron valensi tersebut dapat membentuk
empat ikatan kovalen melalui penggunaan bersama pasangan elektron dengan atom-atom lain.
2. Atom - atom karbon dapat mengadakan katenasi yaitu kemampuan untuk membentuk rantai karbon.
Ada dua bentuk rantai karbon, yaitu terbuka (alifatik, yang terdiri atas rantai lurus dan rantai bercabang)
dan tertutup (siklik). Akibat dari katenasi itu adalah timbulnya peristiwa isomeri, yaitu zat - zat kimia
yang mempunyai rumus molekul yang sama tetapi rumus strukturnya berbeda.
3. Unsur karbon dapat membentuk ikatan-ikatan kimia yang kuat, baik sebagai ikatan tunggal, ikatan
rangkap atau sebagai ganda tiga. Ini terbukti dari besarnya energi ikatan yang dapat kita lihat di bawah
ini :
Ikatan tunggal : C - C dengan enegi ikatan : + 356 kJ 1/mol
Ikatan rangkap: C=C dengan energi ikatan + 598kJ 1/mol
Ikatan ganda tiga: C=C dengan energi ikatan: + 813 kJ 1/mol
Ikatan tunggal: C - H dengan energi ikatan : + 416 kJ 1/mol
Karbon ditemukan di alam ditemukan dalam tiga bentuk alotropik, yaitu amorf, grafit, dan berlian
(diamond).

Reaksi Karrbon dengan senyawa lain :

Karbon Monoksida (CO)


Karbon monoksida dapat dibuat secara komersil dengan hidrogen melalui pembentukan uap kembali atau
pembakaran sebagian hidrokarbon dengan reaksi: CO2 + H2 → CO + H2O
Gas ini tidak berwarna dan mempunyai titik didih -190. Dapat digunakan sebagai bahan bakar industri
melalui reaksi: 2CO(g) +O2(g)→2CO2(g)
Gas CO juga dapat trjadi sebagai hasil samping pembakaran senyawa organik dalam ruang kurang oksigen
dengan reaksi : C8H18 +6O2(g) → 8CO +4H2O
Secara besar-besaran dapat dibuat dengan reaksi:
C(S) + H2O → CO +H2

Karbon Dioksida (CO2)


CO2 dapat dibuat dengan membakar karbon senyawa hidrokarbon, atau gas
CO dengan oksigen yang cukup.
C + O2 → CO2
CH4 + 2O2 → CO2 + H2O
2CO + O2 → 2CO2
Dilaboratorium gas CO2 dapat dibuat dengan mereaksikan garam karbonat dengan asam seperti :
CaCO3 + 2HCl → CaCl2 + H2O + CO2

Karbon Disulfida (CS2)


CS2 adalah cairan yang mudah terbakar dan dapat dipakai sebagai bahan pembuat CCl4,dengan reaksi:
CS2 + 3Cl2 → CCl4 +S2Cl2

b. Silicon (Si)

 Sifat Fisik
Lambang : Si
Nomor Atom : 14
Massa Atom Relatif (Ar) (g/mol) : 28,086
Titik leleh (°C) : 1410
Titik didih (°C) : 2355
Rapatan pada 25 °C (g/cm3) : 2,33
Wujud : padatan logam berwarna bu – abu
Energi Ionisasi : 786,4
Afinitas Elektron : 133,6
Elektronegatifitas : 1,90
Jari – jari Ion (Å) : 0,42 (+4), 2,71 (-4)
Jari – jari Atom (Å) :1

 Sifat Kimia
Unsur ini dapat dibuat dari silikon dioksida (SiO2) yang terdapat dalam pasir, melalui reaksi:
SiO2(s) + 2C(s) → Si(s) + 2CO(g)
Silikon murni berstruktur seperti Intan ( tetrahedral) sehingga sangat keras dan tidak
menghantarkan listrik, jika dicampur dengan sedikit unsur lain, seperti alumunium (Al) atau boron (B).
silikon bersifat semikonduktor (sedikit menghantarkan listrik), yang diperlukan dalam berbagai peralatan,
elektronik, seperti kalkulator dan Komputer. Itulah sebabnya silikon merupakan zat yang sangat penting
dalam dunia modern. Untuk itu dibutuhkan silikon yang kemurniannya sangat tinggi dan dapat dihasilkan
dengan reaksi:
SiCl4(g) + 2H2(g) → Si(s) + 4HCl(g)
Jari-jari silikon lebih besar dari karbon, sehingga tidak dapat membentuk ikatan π (rangkap dua
atau tiga) sesamanya, hanya ikatan tunggal (σ). Karena itu silikon tidak reaktif pada suhu kamar dan tidak
bereaksi dengan asam, tetapi dapat bereaksi dengan basa kuat seperti NaOH.
Si(s) + 4OH-(aq) → SiO4(aq) + 2H2(g)
Pada suhu tinggi, silikon dapat bereaksi dengan hidrogen membentuk hidrida, dan dengan
halogen membentuk halide, seperti:
Si(s) + 2H2 → SiH4
Si(s) + 2Cl2 → SiCl4

Pembuatan Silikon
Silikon dibuat dengan mereduksi kuarsa (quartz) atau sering disebut juga dengan silika ataupun
silikon dioksida dengan kokas (C). Proses reduksi ini dilangsungkan di dalam tungku listrik pada suhu
3000 °C. Reaksi yang terjadi adalah:
SiO2(l) + 2C(s) –––→ Si(l) + 2CO2
Silikon yang diperoleh kemudian didinginkan sehingga diperoleh padatan silikon. Namun silikon
yang diperoleh dengan cara ini belum dalam keadaan murni. Agar diperoleh silikon dalam bentuk murni
diawali dengan mereaksikan padatan silikon yang diperoleh melalui cara di atas direaksikan dengan gas
klorin (Cl2), sesuai reaksi berikut:
Si(s) + Cl2(g) –––→ SiCl4(g)
Gas SiCl4 ini mememiliki titik didih 58 °C. Uap yang terbentuk kemudian dilewatkan melalui sebuah
tabung panas berisi gas H2 sehingga terbentuk Si, berikut reaksinya:
SiCl4(g) + 2H2(g) –––→ Si(s) + 4HCl(g)
Padatan Si yang terbentuk berupa batangan yang perlu dimurnikan lebih lanjut denan cara pemurnian
zona (zona refining).

c. Germanium (Ge)

 Sifat Fisik
Lambang : Ge
Nomor Atom : 32
Massa Atom Relatif (Ar) (g/mol) : 72,59
Titik leleh (°C) : 938,5
Titik didih (°C) : 2834
3
Rapatan pada 25 °C (g/cm ) : 5,32
Wujud : berwarna putih keabu-abuan
Energi Ionisasi :-
Afinitas Elektron :-
Elektronegatifitas : 2,01
Jari – jari Ion (Å) : 1,22
Jari – jari Atom (Å) : 1,37

 Sifat Kimia

Reaksi Germanium dengan senyawa lain


Pemanasan germanium dioksida dengan germanium serbuk pada 1000 °C membentuk germanium
monoksida (GeO).
Heksagonal (d = 4,29 gr/cm3) membentuk germanium dioksida yang lebih stabil dari bentuk rutile
(d = 6,27 g/cm3) dan larut membentuk asam germanat, H4GeO4 atau Ge(OH)4. GeO2 hanya sedikit larut
dalam asam tetapi lebih mudah larut dalam basa yang menghasilkan germanat.
Sebaliknya dengan asam klorida yang melepaskan germanium tetraklorida yang volatil dan korosif.

Pembutan Germanium
Unsur ini diambil secara komersil dari debu-debu pabrik pengolahan bijih-bijih seng, dan sebagai
produk sampingan beberapa pembakaran batubara. Germanium dapat dipisahkan dari logam-logam
lainnya dengan cara distilasi fraksi tetrakloridanya yang sangat reaktif. Tehnik ini dapat memproduksi
germanium dengan kemurnian yang tinggi.
d. Timah (Sn)

 Sifat Fisik
Lambang : Sn
Nomor Atom : 50
Massa Atom Relatif (Ar) (g/mol) : 118,710
Titik leleh (°C) : 231,97
Titik didih (°C) : 2270
Rapatan pada 25 °C (g/cm3) : 5,75 (abu - abu) 7,31 (putih)
Wujud : padatan, berwarna perak
Energi Ionisasi : 708,6
Afinitas Elektron : 120,0
Elektronegatifitas : 1,88
Jari – jari Ion (Å) : 0,71 (+4), 0,93 (+2)
Jari – jari Atom (Å) : 1,40

 Sifat Kimia

Reaksi Timah dengan seyawa lain


Timah larut dalam HCl, HNO3, H2SO4, dan beberapa pelarut organic seperti asam asetat, asam
oksalat dan asam sitrat. Timah juga larut dalam basa kuat seperti NaOH dan KOH.
Timah (II) cenderung memiliki sifat logam dan mudah diperoleh dari pelarutan Sn dalam HCl
pekat panas. Berikut adalah reaksi timah dengan unsur/senyawa lain.
1. Hidrida
Hidrida timah yang stabil hanya SnH4.
Sn(s) + 2H2 → SnH4
2. Reaksi dengan Halogen
Timah bereaksi dengan klorin secara langsung membentuk Sn(IV) klorida.
Sn+ 2X2 → SnX4
Contoh: Sn + 2Cl2 → SnCl4
3. Reaksi dengan oksigen
Jika timah dipanaskan dengan adanya udara maka akan terbentuk SnO2, oksida dari timah yang
paling stabil. Sebenarnya SnO ada tetapi sifatnya tidak mantap dan jika dipanaskan di udara akan
berubah menjadi SnO2.
Sn(s) + O2(g) SnO2(S)

Pembuatan Timah

Cara pembuatannya yaitu


1. bijih dicuci dan dipekatkan dengan cara megnetik
2. dipanggang untuk menghilangkan arsen dan belerang
3. reduksi dengan antrasit atau kokas

SnO2 (s) + 2 C (s)  Sn (c) + 2 CO(g)


Timah (Sn) dapat dibuat dari SnO2 yang terdapat dalam bijih logam yang disebut kaseteril. Bila bijih
itu dipanaskan kuat di udara akan menguap oksida dan zat lainnya. Kemudian SnO2 direduksi dengan
karbon
SnO2 (s) + C (s) Sn (c) + CO2(g)
Logam timah dapat juga dimurnikan dengan cara elektrolisis dan akan didapat timah pada katoda.
Berbagai macam metode dipakai untuk membuat timah dari biji timah tergantung dari jenis biji
dan kandungan impuritas dari biji timah

e. Timbal (Pb)

 Sifat Fisik
Lambang : Pb
Nomor Atom : 82
Massa Atom Relatif (Ar) (g/mol) : 207,200
Titik leleh (°C) : 327,50
Titik didih (°C) : 1740,0
Rapatan pada 25 °C (g/cm3) : 11,35
Wujud : padatan lunak, berwarna putih kebiru biruan
Energi Ionisasi : 715,5
Afinitas Elektron : 35,1
Elektronegatifitas : 2,10
Jari – jari Ion (Å) : 0,84 (+4), 1,20 (+2)
Jari – jari Atom (Å) : 1,75

 Sifat Kimia

Reaksi dengan Senyawa lain


a. Oksida
Ada tiga macam oksida timbal yang penting, yaitu PbO, PbO2, dan Pb3O4.
Timbal(II) oksida (kuning) dapat diperoleh dari pemanasan timbal dengan udara.Untuk reaksinya
adalah sebagai berikut.
2Pb(s) + O2(g)  2PbO(s)
Timbal(IV) oksida (cokelat) dapat diperoleh dari oksidasi senyawa timbal(II) dalam larutan basa;
dengan oksidator larutan natrium hipoklorit, NaClO. Adapun persamaan reaksinya yaitu sebagai
berikut.
ClO-(aq) + H2O(l) + 2e-  Cl-(aq) + 2OH-(aq)
Pb2+(aq) + 4OH-(aq)  PbO2(s) + 2H2O(l) + 2e-
Pb2+(aq) + 2OH-(aq) + ClO-(aq)  PbO2(s) + Cl-(aq) + 2H2O(l)

Pb3O4 (kuning kemerahan) dapat diperoleh dari oksidasi PbO dalam udara terbuka dengan
pemanasan pada temperatur sekitar 4000C-5000C.
Senyawa ini berwarna kuning kemerahan. Reaksinya adalah sebagai berikut.
6PbO(s) + O2(g)  2Pb3O4(s)
b. Timbal diklorida
Senyawa ini dapat terbentuk dari reaksi antara timbal dengan klor dan biloks timbal pada
senyawa ini adalah +2. Reaksinya adalah sebagai berikut.
Pb(s) + Cl2(g)  PbCl2(s)

c. Timbal Sulfida
Timbal sulfida dapat terbentuk dengan mengalirkan gas hidrogen sulfida ke dalam campuran
yang mengandung endapan timbal klorida putih, reaksinya adalah sebagai berikut.
PbCl2(s) + H2S(g)  PbS(S) + 2H+ +2Cl-

Pembuatan Timbal

1. Ekstraksi
a. Bijih Galena dipekatkan dengan teknik flotasi buih.
b. Ditambah kuarsa, SiO2 lalu dilakukan proses pemanggangan.
2PbS + 3O2  2PbO + 2SO2
c. Direduksi dengan batu bara coke (C) dan air kapur.
PbO (p) + C (p)  Pb (c) + CO (g)
PbO (p) + CO (g)  Pb (c) + CO2 (g)
Maksudnya dalam proses pemanggangan dengan temperatur tinggi ada kemungkinan sebagian
Galena diubah menjadi PbSO4, dimana oleh kuarsa akan diubah menjadi silikat menurut persamaan
berikut.
PbSiO3 + SO4  PbSO4 + SiO2
Silikat diubah oleh air kapur (CaO) menjadi PbCO dan kalsium silikat (CaSPO3).
PbO + CaSiO3  PbSiO3 (s) + CaO
Alternatif lain pada proses reduksi dipakai reduktan bijih bakar dari Galena segar sebagai pengganti
batu bara.
Pb + SO2 (g)  PbS (s) + 2PbO (s)

2. Pemurnian
a. Pb dilelehkan beberapa saat pada suhu di bawah titik leleh tembaga sehingga Cu pengotor
mengkristal dan dapat dipisahkan.
b. Udara ditiupkan di atas permukaan lelehan Pb sehingga pengotor Arsen dan antimon diubah
menjadi Arsenat dan antimonat atau oksidanya.termasuk Bismuth sehingga buih di atas permukaan
yang dapat disendoki keluar.
c. Ditambah 1-2% Zn agar Ag dan Au akan terbawa dalam Zn yang akan mengkristal lebih dahulu
dan dapat dipisahkan dari lelehan Pb.
d. Didinginkan perlahan pada suhu 4800-4200 C.

3. Elektrolisis
a. Menggunakan elektrolit larutan PbSiF6 dan H2SiF6.
b. Lembaran tebal Pb dipasang sebagai katoda.
c. Anoda Pb teroksidasi menjadi logam Pb dan melekat pada katoda.
d. Diperoleh kemurnian Pb 99,9%.
1.3 Kegunaan unsur – unsur Golongan IV A

a. Karbon (C)
 Digunakan dalam bidang industri baja, plastik, cat, karet dan lain-lain
 Dalam bentuk intan dapat digunakan sebagai perhiasan dan untuk membuat alat pemotong, karena sifatnya
yang sangat keras
 Dalam bentuk senyawa-senyawa hidrokarbon, seperti minyak bumi dan turunannya digunakan sebagai
bahan bakar, obat-obatan, dan industri-industri petrokimia
 Gas karbondioksida (CO2) digunakan oleh tumbuhan hijau untuk proses fotosintesis yang menghasilkan
gas oksigen untuk pernapasan manusia
 Isotop karbon-14 digunakan dalam bidang arkheologi
 Dalam bentuk batu bara digunakan sebagai bahan bakar,
 Arang dapat digunakan untuk mengadsorpsi zat warna dan bahan polutan dalam pengolahan air serta
dalam air tebu pada pengolahan gula, selain sebagai obat sakit perut.
 Asam karbonat (H2CO3), digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan garam-garam karbonat.
 Glukosa (C6H12O6), yang bermanfaat sebagai sumber energi yang digunakan untuk proses respirasi

b. Silicon (Si)
Penggunaan penting dari silikon adalah dalam pembuatan transistor, chips, komputer dan sel surya. Untuk
tujuan itu diperlukan silikon ultra murni. Silikon juga digunakan dalam berbagai jenis alise dengan besi (baja).
Sedangkan senyawa silikon digunakan dalam industri. Silica dan silikat digunakan untuk membuat gelas,
keramik, porselin dan semen.
Larutan pekat natrium silikat (Na2SiO3), suatu zat padat amorf yang tidak berwarna, yang disebut water
glass, digunakan untuk pengawetan telur dan sebagai perekat, juga sebagai bahan pengisi (fillir) dalam
detergent.
Silikon karbida (SiC), merupakan zat padat yang sangat keras digunakan untuk ampelas (abrasive) dan
pelindung untuk pesawat ulang alik terhadap suhu yang tinggi sewaktu kembali kebumi. Silica gel, suatu zat
padat amorf yang sangat berfori, dibuat dengan melepas sebagian air dari asam silikat (H2SiO3) atau
(SiO2H2O). silica gel bersifat higroskopis (mengikat air) sehingga digunakan sebagai pengering dalam
berbagai macam produk.

Bahan-bahan yang mengandung silikon yang dikenal baik


a. Keramik.
b. Semen
c. Kaca
d. Silikon
e. Zeolit

c. Germanium (Ge)

 Ketika germanium didoping dengan arsenik, galium atau unsur-unsur lainnya digunakan sebagai transistor
dalam banyak barang elektronik.
 Sebagai semikonduktor
 Sebagai bahan pencampur logam, sebagai fosfor di bola lampu pijar dan sebagai katalis.
 Germanium dan germanium oksida tembus cahaya sinar infra merah dan digunakan dalam spekstroskopi
infra merah dan barang-barang optik lainnya, termasuk pendeteksi infra merah yang sensitif
 Index refraksi yang tinggi dan sifat dispersi oksidanya telah membuat germanium sangat berguna sebagai
lensa kamera wide-angle dan microscope objectives. Bidang studi kimia organogermanium berkembang
menjadi bidang yang penting.

d. Timah (Sn)

 Timah merupakan logam ramah lingkungan, penggunaan untuk kaleng makanan tidak berbahaya terhadap
kesehatan manusia. Kebanyakan penggunaan timah putih untuk pelapis/pelindung, dan paduan logam
dengan logam lainnya seperti timah hitam dan seng.
 Logam timah banyak dipergunakan untuk solder(52%).Timah dipakai dalam bentuk solder merupakan
campuran antara 5-70% timah dengan timbale akan tetapi campuran 63% timah dan 37% timbale
merupakan komposisi yang umum untuk solder. Solder banyak digunakan untuk menyambung pipa atau
alat elektronik
 Industri plating (16%) , logam timah banyak dipergunakan untuk melapisi logam lain seperti seng, timbale
dan baja dengan tujuan agar tahan terhadap korosi. Aplikasi ini banyak dipergunakan untuk melapisi
kaleng kemasan makanan dan pelapisan pipa yang terbuat dari logam.
 Pewter, merupakan paduan antara 85-99% timah dan sisanya tembaga, antimony, bismuth, dan timbale.
Banyak dipakai untuk vas, peralatan ornament rumah, atau peralatan rumah tangga.
 Untuk bahan dasar kimia (13%)
 Kuningan & perunggu (5,5%)
 Industri gelas (2%)
 Dan berbagai macam aplikasi lain (11%).

e. Timbal (Pb)

 Tetra etil lead disingkat sebagai TEL adalah senyawa organometalik yang memiliki rumus Pb(CH3CH2).
TEL dipakai sebagai zat “antiknocking” pada bahan bakar.
 PbCl2 merupakan salah satu reagen berbasis timbal. Banyak digunakan sebagai bahan untuk produksi kaca
yang menstransimisikan inframerah, memproduksi kaca ornament, dan juga sebagai bahan cat.
 PbO2 (Plumbi oksida atau Timbal(IV) oksida) digunakan sebagai katoda dalam accu.
 Timbal tetroksida (Pb3O4) banyak dipergunakan oleh industri penghasil baterai, kaca timbal, dan cat anti
korosi.
 Timbal dipakai dalam industri plastic PVC untuk menutup kawat listrik.
 Timbal dipakai sebagai proyektil untuk alat tembak dan dipakai pada peralatan pancing untuk pemberat
disebakan timbale memiliki densitas yang tinggi, harganya murah dan mudah untuk digunakan.
 Lembaran timbal dipakai sebagai bahan pelapis dinding dalam studio musik
 Timbal dipakai untuk pelindung alat-alat kedokteran, laboratorium yang menggunakan radiasi misalnya
sinar X.