Anda di halaman 1dari 9

Pemberdayaan karyawan adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pola pikir karyawan

atas tanggung jawab, akuntabilitas, kemampuan, dan otonomi. Dalam istilah bisnis,
pemberdayaan berupa keterbalikkan dari menejemen mikro. Karena itu, akan cukup
menguntungkan bagi manajer untuk memberdaya karyawan, jadi mengembangkan keandalan
karyawan dan lingkungan kerja-tim. Jika Anda tertarik untuk mengerti apa yang diperlukan
untuk meningkatkan pemberdayaan karyawan di tempat kerja, Anda tidak perlu berjurusan bisnis
untuk berhasil dalam ini.

Menjadi Pemimpin yang Kuat

1. Ikutilah sifat dari pemimpin yang baik yang mementingkan pemberdayaan


karyawan. Jika ingin memberdayakan karyawan, maka Anda harus menjadi panutan mereka.
Jika mereka tidak menghormati atau menganggap Anda sebagai panutan atau malas, maka akan
sulit bagi mereka untuk merasa diberdayakan Anda. Ini adalah apa yang perlu dilakukan untuk
menjadi panutan yang baik bagi karyawan:
 Be accountable for the things you say and do, and expect the same from your
employees. Bertanggung-jawab atas sesuatu yang Anda katakan dan lakukan dan
harapkan hal yang sama dari karyawan.
 Dengari apa yang dikatakan karyawan Anda.
 Tunjukkan ketulusan saat menghadapi karyawan.
 Jadilah contoh yang baik dalam menunjukkan kedisiplinan di tempat kerja.
 Hindari mengambil jasa atas prestasi dari tim.
 Komunikasilah dengan teratur dan efektif.
 Fokuslah atas sikap positif dan berkomitmen.
 Teruslah bertanya “Apa kunci utama pada sifat pemimpin yang paling efektif?” Buatlah
daftar dan bangunlah sifat-sifat itu dan kembangkanlah keahlian tersebut.

2. Serahkan tugas dengan jelas dan singkat. Pastikan tidak ada daerah abu-abu saat
membagi tugas khusus kepada karyawan khusus. Dengan begitu, karyawan akan mengetahui
dengan jelas apa yang diharapkan dan tidak ada kesempatan untuk mengelak dari tanggung
jawab. Selain itu, saat Anda menunjukkan karyawan bahwa Anda mempercayakan sebuah tugas
kepada mereka atas tanggung jawab sepenuhnya, dengan begitu akan meningkatkan kepercayaan
diri dan menaikkan rasa harga diri saat bekerja.
 Meskipun Anda cenderung ingin menjadi manajer mikro, jika ingin memberdayakan
karyawan, maka Anda harus menunjukkan kepercayaan yang cukup supaya mereka
dapat bekerja mandiri. Mereka tidak akan merasa diberdayakan jika Anda selalu
mengawasi dengan ketat.
 Ditambah lagi, jika Anda memberikan tanggung jawab yang lebih banyak kepada
karyawan, maka mereka akan merasa lebih termotivasi untuk sukses dan memajukan
perkejaan. Bila mereka merasa sudah kerja di perusahaan yang sama dalam jangka
waktu yang cukup lama tanpa mendapatkan tugas atau kewajiban tambahan untuk
bertampil, maka mereka akan merasa tidak mendapatkan kemajuan dalam bekerja.
 Saat Anda menyerahkan tugas, pastikan setiap karyawan mengetahui apa yang
diharapkan dari hasilnya untuk menghindari miskomunikasi masa depan.

3. Serahkahlah sebagian kekuasaan untuk mendukung otonomi karyawan. Saat Anda


lebih yakin bahwa karyawan cukup terampil dan berdedikasi untuk bertanggung jawab atas tugas
sendiri, perbolehkan kebebasan yang lebih banyak dalam penentuan metode yang digunakan
untuk menyelesaikan tugas tersebut. Dengan begini akan membuat mereka lebih semangat dan
dihargai atas pekerjaan sendiri, karena merasa lebih memiliki kemampuan dalam pekerjaan yang
dilakukan.
 Contohnya, jika ahli eksekutif pemasaran Anda menuntut part-time telekomunikasi
dapat membantu kelancaran daya cipta dan produktifitas akhir, sediakan fleksibilitas
tersebut.
 Anda tetap dapat mengatur pertemuan rutin dengan karyawan dan mengecek kemajuan
tanpa membuat mereka merasa tertahan.

4. Bersikap ramah tetapi bukan menjadi teman. Meskipun Anda harus menghindari
menjadi “atasan yang dingin” yang sedikit terlalu ramah dengan semua karyawan, tidak akan
menyakiti Anda dengan bersenyum kepada karyawan, berbicaralah sedikit dengan mereka, dan
buatlah mereka merasa dipedulikan secara individu. Anda tidak akan ingin menjadi atasan yang
terlalu sibuk bahkan tidak sempat mengatakan hai kepada karyawan sendiri dan menggempur
dengan kelihatan sibuk dan letih setiap saat; habiskanlah sedikit waktu agar mereka merasa
dipedulikan, tidak peduli seberapa sibuknya Anda.
 Jika benar-benar ingin memberdayakan karyawan, maka Anda harus membuat setiap
dari mereka merasa sedikit dimengerti. Mereka akan kesulitan untuk bekerja dengan
baik jika merasa Anda bahkan tidak mengetahui siapa dirinya.
 Ketahuilah sedikit-sedikit mengenai setiap karyawan, seperti nama dan umur anaknya,
aktivitas yang disenangi di luar jam kerja atau tempat asal mereka. Cukup menanyakan
detil-detil seperti ini akan membuat mereka merasa Anda benar-benar peduli.
 Jika Anda benar-benar terlalu sibuk untuk mengatakan halo kepada karyawan, cobalah
untuk tiba di kantor 15 menit lebih awal setiap hari. Dengan begini akan memberikan
waktu untuk memulai hari Anda dan tidak merasa kelelahan saat masuk ke kantor setiap
paginya, di mana dapat menyisakan waktu yang lebih banyak kepada karyawan.

5. Menghormati. Jika ingin memotivasi karyawan, maka Anda harus menghormati mereka
sebagai manusia dan karyawan. Berilah petunjuk dalam sikap yang hormat, jangan kasar atau
tidak sopan, dan meluangkan waktu untuk mendengarkan pertanyaan atau pertimbangan sebelum
memulai proyek baru. Selain itu, menghormati waktu mereka dan jangan meminta mereka
menjadi yang terakhir balik setiap malam atau bersikap seperti mereka tidak mempunyai hidup
di luar kerja jika Anda benar-benar ingin memberdayakan karyawan.
 Jangan membuat karyawan Anda merasa tidak layak akan waktu Anda. Jika mereka
akan menghadap Anda, jangan berkata seperti, “Saya mempunyai 7 menit untuk
ketemu!” atau, “Saya hanya dipenuhi dengan rapat-rapat minggu ini.” Iya, Anda adalah
atasan dan mereka tahu Anda sibuk, tetapi jangan membuat mereka merasa sedang
menghabiskan waktu Anda setiap kali hendak ketemu.

6. Bersikap positif. Cara lain untuk menjadi pemimpin yang baik dan memotivasi
karyawan adalah dengan bersikap positif dan memelihara lingkungan yang positif. Jika Anda
selalu kelihatan tertekan atau dengan jelas sedang kesal atau hanya selalu merasa malang dan
murung saat berada di kantor, maka tentunya karyawan Anda tidak akan merasa sangat
diberdayakan untuk melakukan yang terbaik. Anda harus berkerja dengan tersenyum, bahaslah
sedikit perkembangan positif dari perusahaan, berilah penguatan yang banyak dan buatlah orang
merasa perusahaan Anda adalah tempat bekerja yang baik.
 Tentunya, bila perusahaan sedang tidak lancar, maka akan cukup susah untuk
bersenyum setiap saat. Bersikap jujurlah dengan karyawan mengenai kesulitan yang
dihadapi perusahaan sementara tetap berfokus pada perkembangan postif di tempat
kerja.
 Pastikan karyawan pernah mendengar tertawa Anda. Tentunya, Anda tidak ingin
menjadi atasan yang terlalu serius dan tertekan setiap waktu bahkan karyawan tidak
pernah mendengar candaan atau tertawaan Anda sekalipun.

7. Berilah pedoman yang jelas untuk sukses. Cara lain untuk memberdayakan karyawan
adalah dengan memastikan mereka mengetahui dengan jelas bagaimana sukses. Anda tidak ingin
mereka merasa mendapatkan isyarat-isyarat yang tidak jelas atau hal-hal di perusahaan Anda
terlalu cepat berubah yang membuat mereka kebingungan mengenai apa kriteria atas hasil kerja
yang bagus. Harapan Anda harus sejelas kristal jika ingin karyawan merasa diberdayakan dan
termotivasi untuk melakukan yang terbaik.
 Kadang-kadang harapan memang berubah; jika ini yang terjadi, maka pastikan
karyawan mengetahui langsung perubahan yang dilakukan dan jelaskan alasan Anda
sehingga mereka tidak merasa ditutupi atas kebijakan perusahaan.

Bagian2
Mendorong Karyawan

1. Akuilah pencapaian karyawan. Temuilah waktu untuk menyatakan kesuksesan saat rapat dewan

dan dengan langsung mengucapkan selamat dan memberdayakan karyawan untuk terus bekerja dengan
baik. Bila merasa diuntungkan, Anda juga dapat mengakui kerja keras tersebut dengan memberikan bonus
atau jenis penghargaan lainnya sehingga karyawan merasa Anda benar-benar melihat kemajuan mereka.
 Kadang-kadang, karyawan bekerja keras tetapi tidak mendapatkan hasil yang
diharapkan. Meskipun mereka tidak berhasil, Anda harus mengakui mereka atas
usahanya dan telah melakukan yang terbaik.
 Ketahuilah bahwa hadiah uang tentunya dapat memberdayakan karyawan, tetapi uang
tidak dapat menjadi hal satu-satunya yang mendorong mereka.
2. Terbuka untuk karyawan. Salah satu bagian yang penting dalam pemberdayaan
karyawan adalah memberi tahu mereka bahwa opini mereka berharga bagi Anda. Menggunakan
kebijaksanaan terbuka supaya karyawan mengetahui bahwa kepedulian Anda mengenai apa yang
mereka katakan dan memperbolehkan pemberian masukan dan berperan aktif untuk
mengembangkan bisnis. Setiap karyawan yang merasa terlibat adalah karyawan yang
diberdayakan.
 Saat karyawan menghadap Anda, pastikan untuk memberikan perhatian penuh. Jangan
mendengarkan keluhan mereka sambil mengecek telepon atau mengunyah makanan;
bahkan meskipun Anda hanya mempunyai waktu beberapa menit, pastikan mereka
mendapatkan perhatian penuh.

3. Berilah lebih banyak pujian dibandingkan kritik. Meskipun kritik yang tepat dapat
menjadi sangat berguna, Anda harus berfokus pada semua hal baik yang dilakukan karyawan
dibandingkan banyak rewel dan membuat mereka merasa seperti “tidak ada kabar adalah kabar
baik.” Anda perlu memuji dan memberi tahu bahwa mereka telah bekerja dengan baik dan
melakukan ini sesering mungkin.
 This policy can help establish a positive environment, instead of making your
employees feel like they’ll only hear from you if they’ve made a mistake. Kebijakan
ini dapat bantu membangun lingkungan yang positif, dibandingkan karyawan Anda
hanya merasa akan menghadap Anda saat melakukan kesalahan.

4. Berilah kritik yang bersifat konstruktif. Anda tidak akan berhasil jika tidak pernah
memberikan kritik kepada karyawan, tetapi bila Anda memberi tahu sesuatu yang salah
dilakukan mereka, pastikan Anda melakukannya dalam sikap yang hormat sehingga mereka
termotivasi untuk berhasil. Dari pada terkesan mereka telah mengacaukan sepenuhnya, marah,
atau bahkan mengancam untuk memecat mereka, berbicaralah dengan sopan di mana berdiskusi
bagian apa yang dapat dilakukan lebih baik dan caranya untuk menjadi lebih baik.
 Karyawan tidak akan bekerja dengan baik saat mereka berkecil hati atau merasa tidak
akan berhasil apapun yang telah dilakukan. Jika Anda berikan suatu target untuk
dicapai dan mereka merasa mampu berhasil, maka ini berupa strategi yang lebih baik
dibandingkan mereka merasa selalu gagal.
 Meskipun Anda memberikan kritik, pastikan juga menunjukkan hal-hal yang
dilakukan dengan baik oleh karyawan itu. Contohnya, Anda dapat berkata, “Anda
seorang pekerja keras dan saya tahu seberapa besar Anda ingin berhasil. Akan tetapi,
jika Anda membiarkan orang lain mendapat tanggung jawab yang lebih banyak
selama kerja tim, menurut saya hasilnya akan lebih seimbang dan merasa lebih tidak
tertekan dengan melakukan semuanya sendiri.”

5. Ketahuilah apa yang memotivasi masing-masing karyawan. Jika Anda benar-benar


ingin memberdayakan karyawan, maka Anda harus mengetahui apa yang membuat mereka
bekerja. Mereka tidak akan termotivasi oleh hal yang sama, jadi jika benar-benar ingin karyawan
berhasil, maka harus mengetahui kekuatan dan kelemahan untuk mengembangkan kemampuan
mereka. Perhatikan keahlian dan apa yang dikatakan mereka saat rapat dan carilah cara untuk
membantu karyawan mencapai potensi sepenuhnya.
 Contohnya, jika salah satu karyawan menyukai kerja dengan orang lain, pastikan dia
mendapatkan banyak kesempatan dalam kerja tim.
 Jika salah satu karyawan mempunyai kemampuan analisa yang baik, mintalah dia
untuk membantu Anda menganalisa laporan perusahaan yang terbaru. Optimalkan
setiap kekuatan karyawan.

6. Buatlah agar karyawan merasa mereka sesungguhnya bagian dari perusahaan.Jika


ingin memberdayakan karyawan, maka harus membuat mereka merasa apa yang dilakukannya
terhadap perusahaan benar-benar berpengaruh dan berhasil. Baik memberikan statistik, grafik,
data, atau pesan dan kesan, Anda harus berusaha supaya mereka melihat gambaran yang lebih
besar dan merasa benar-benar berpengaruh terhadap keseluruhan perusahaan.
 Pastikan karyawan mengetahui perkembangan terbaru perusahaan. Jika Anda
merekrut lebih banyak karyawan, memulai cabang baru perusahaan, bekerja pada
proyek baru, atau membuat perubahan yang besar, beri tahulah karyawan sebanyak
mungkin mengenai apa yang sedang terjadi. Anda tidak ingin mereka selalu menjadi
yang terakhir mendengar kabar mengenai perubahan besar yang terjadi karena ini
membuat mereka merasa tidak mempunyai kepentingan di dalam perusahaan.
7. Tunjuklah bahwa selalu ada ruang untuk berkembang dalam perusahaan ini.Untuk
memberdaya karyawan, Anda tidak boleh membuat mereka merasa tidak ada kesempatan untuk
maju. Jika mereka merasa hanya akan selalu melakukan perkejaan lama yang sama setiap
tahunnya tanpa ada tanggung jawab tambahan, kesempatan atau kenaikan pangkat, maka akan
sulit bagi mereka untuk benar-benar merasakan diberdayakan. Pastkan mereka mempunya jalan
yang jelas untuk menuju sukses dan merasa diakui saat berkerja lebih baik.
 Bonus atau kenaikan gaji tambahan dapat membantu karyawan merasa pekerjaan ini
mempunyai masa depan yang bagus. Contohnya jika mereka telah mengerjakan
kerjaan yang sama selama dua tahun tanpa kenaikan gaji sekalipun, maka mereka
akan mulai merasa memasuki jalan buntu.
 Pastikan berbicara dengan karyawan mengenai apa yang ingin diraihnya di masa
depan dan membantu mereka mencapainya. Mereka seharusnya mengerti bahwa
mereka memiliki kesempatan untuk berkembang dan mempelajari keahliah yang
lebih banyak dan lebih bertanggung jawab jika mereka lebih lama melanjutkan pada
pekerjaan ini.

Bagian3
Melanjutkan Lebih Jauh

1. Memajukan pendidikan karyawan. Sediakan sarana kepada karyawan supaya mereka


mendapatkan pelatihan apapun yang diperlukan untuk mengoptimalkan kinerja sehingga dapat
benar-benar menguasai tanggung jawab pekerjaan. Untuk tambahan, tunjukkan bahwa Anda
menginventasi dalam kesuksesan profesional dengan menjadwalkan mereka mengikuti seminar
atau kursus pengembangan karir. Ini tidak hanya menyediakan pemberdayaan karyawan, tetapi
juga berupa cara baik untuk mendapatkan loyalitas dan meningkatkan kinerja karyawan.
 Membantu karyawan dalam mencari ilmu dan keahlian tidak hanya membuat mereka
bekerja lebih baik, tetapi membuat mereka lebih bersemangat dengan perkejaan yang
sedang dilakukan.
2. Tanyakan umpan balik dari karyawan. Anda dapat lebih memberdayakan karyawan
dengan menanyakan cara terbaik yang dapat Anda lakukan dalam pemberdayaan ini. Letakkan
kotak saran dan tanyakan opini saat rapat dan secara langsung. Pertimbangkan saran yang
bermaksud baik dan tunjukkan bahwa mereka memang memiliki peran dalam keberhasilan
perusahaan. Kemudian akuilah bahwa ide mereka telah dipertimbangkan atau diimplementasi.
 Hal yang terburuk adalah meminta umpan balik, menerima banyak saran negative,
menunjukkannya dan kemudian tidak melakukan apa-apa. Jika Anda meminta
saran, maka pastikan Anda bersedia untuk mengambil tindak. Jika keluhan tertentu
memang tidak bisa ditanggapi, pastikan Anda menjelaskan alasannya dibandingkan
mengabaikannya.
 Jika Anda kebiasaan menanyakan saran dan menerima banyak saran negative,
kemudian Anda bukan seharusnya hanya berhenti bertanya. Ini menunjukkan Anda
memang tidak peduli akan apa yang dipikirkan atau diinginkan karyawan.

3
Bersedia untuk melakukan apa yang Anda meminta mereka lakukan. Kemudian “saling
menopang” dengan membantu tugas mereka; dengan begini akan membantu membantu
kehormatan Anda sebagai seorang pemimpin. Kadang kala Anda perlu “memimpin” dan
mengambil alih atas tugas tersebut untuk sementara saat membimbing. Ini juga membuat mereka
mengetahui bahwa mereka mempunyai atasan yang kompeten. Anda tidak mau mereka merasa
pekerjaan yang perintahkan bahkan adalah sesuatu yang tidak dimengerti Anda sendiri.
2.

4. Buatlah lingkungan tempat kerja yang menggembirakan. Cara lain untuk


memberdayakan karyawan adalah dengan membuat tempat kerja menjadi menyenangkan dan
ramah untuk bekerja. Anda tidak ingin mereka merasa dipenjara setiap kali memasuki kantor.
Bahkan hal kecil yang Anda lakukan untuk membuat lingkungan menjadi lebih ramah akan
membuat perubahan yang besar. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan:
 Letakkan bunga segar di sekitar kantor; itu dapat merapikan tempat kerja.
 Buatlah dekorasi hari besar saat mendekati Halloween, Hari Pengucapan Syukur,
atau masa hari besar lainnya, sehingga lingkungan kerja terasa lebih bergembira.
 Letakkan kue kering yang segar, permen, buah-buahan, atau traktiran lainnya di
dalam dapur kantor untuk dinikmati karyawan setiap waktu. Anda tidak perlu
menghabiskan banyak uang untuk membuat kantor Anda terasa seperti rumah.
 Miliki lampu penerangan yang hangat dan ramah di dalam kantor. Lampu pijar akan
terlalu terang dan berat. Akan tetapi, ruangan yang samar-samar dengan
pencahayaan yang kurang dan ditutupi jendela akan membuat kantor seperti di gua.

5. Dukunglah kegiatan tim di luar ruangan. Jika ingin memberdayakan karyawan, maka
Anda harus membuat mereka peduli akan pekerjaan yang di luar tempat kerja. Meskipun Anda
tidak perlu menekan supaya mereka menghadiri setiap kegiatan setelah kerja, Anda harus
menyediakan beberapa pilihan bagi karyawan supaya mereka merasa terlibat ke dalam kerja
dengan berbagai cara; Anda dapat mengadakan waktu gembira mingguan, sesi sukarelawan,
bocce kerja, sofbol, atau perkumpulan sepakbola, atau aktivitas yang perlu membangun tim yang
membantu memberdayakan karyawan.
 Jika karyawan menghabiskan lebih banyak waktu bersama satu dan lainnya di luar
jam kerja, maka mereka akan membangun hubungan yang lebih baik dengan
sesame dan lebih peduli terhadap kerja masing-masing.
 Pastikan Anda juga memiliki pesta hari besar setiap tahun; ini membantu karyawan
Anda merasa berkeja pada tempat yang gembira dan ramah.

6. Buatlah karyawan merasa berkontribusi pada misi perusahaan. Cara lain untuk
memberdayakan karyawan adalah membuat mereka merasa berkontribusi terhadap misi
perusahaan dan membuat dunia menjadi lebih baik. Baik misi perusahaan yang mendukung
manusia untuk belajar dan membaca mandiri atau memperbaiki lingkungan, Anda harus
membuat agar setiap karyawan merasa kerja kerasa mereka berkontribusi pada misi tersebut.
 Kadang-kadang akan cukup sulit bagi karyawan untuk merasa mereka memang
berpengaruh pada dunia atau membantu misi perusahaan saat yang mereka lakukan
hanya duduk di depan komputer. Maka ini berupa tugas Anda untuk mengingatkan
bahwa perkejaan mereka memang memiliki pengaruh besar di luar kantor.