Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH

Pengembangan Alat Ukur Psikologi (Skala Guttmen)

Oleh :

Elfienda Nadyla H (J01215106)


Habi Maulana M (J71215112)
Ipung Alda Prasetyawan (J71215117)
M. Febrianto (J71215130)
Moch. Taufik (J7121)
Qanita Zulkarnain (J71215135)

Dosen Pengampu :

Lucky Abrory, M.Psi, Psikolog

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL

SURABAYA

2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa


melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah dengan judul Pengembangan alat ukur psikologi (Skala
Guttman).

Dalam karya tulis ini dijabarkan mengenai sejarah skala guttman serta
biografinya, pengertian skala guttman dan rumusnya, cara menyusun skala,
kelemahan dan keunggulan skala guttman, perbedaan guttman dengan skala
lainnya, uji validitas dan reabilitas serta blue print skala guttman.

Pada kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan


yang setinggi-tingginya kepada bapak Lucky Abrory, M.Psi, Psikolog sebagai
dosen pengampu dalam pembuatan makalah ini.
Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala atas segala amal yang
telah diberikan dan semoga makalah ini berguna baik bagi diri kami sendiri
maupun pihak lain yang memanfaatkan.

Surabaya, Maret 2018


Penulis

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang…………………………….……………………...……
1
1.2 Rumusan Masalah………………………………….……….………….
2
1.3 Tujuan……………………...………………………...…………...……
2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Biografi Louis Guttman. ……….…..................................................3
2.2 Sejarah Skala
Guttman………………………………………...………...3
2.3 Pengertian Skala dan Rumus Skala.......................................................
..4
2.4 Menyusun Skala Guttman.................……………………..……..........
..7
2.5 Kelemahan dan Keunggulan Skala Guttman........................................8
2.6 Perbedaan Skala Guttman dengan Skala lain.........................................
..9
2.7 Uji Validitas dan
Realibilitas…………...............................................11
2.8 Blue Print Skala
Guttman………………………………………………..13
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ………………………………………………………….. 15
3.2 Saran.......................................................................................... ........... 15
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam bebagai bidang penelitian disegala keilmuan, pengukuran
merupakan kegiatan yang menjadi salah satu hal yang sering digunakan untuk
mencari serta mengolah data dari sumber data yang telah ditentukan. Data akan
digunakan sebagai acuan dari hasil penelitian yang dilakukan dan juga sebagai
bukti bahwa penelitian yang dilakukan memiliki hal yang dapat
dipertanggungjawabakan. Dalam bidang Psikologi sebagai cabang ilmu
pengetahuan yang dapat dikatakan menggunakan pengukuran sebagai cara untuk
mendapatkan data yang sesuai hasil yang ingin dicapai. Ilmu pengukuran
(measurement) merupakan cabang dari ilmu statistika terapan yang bertujuan
membangun dasar-dasar pengembangan tes yang lebih baik sehingga dapat
menghasilkan tes yang berfungsi secara optimal, valid, dan reliable. Dasar-dasar
pengembangan tes tersebut dibangun diatas model-model matematika yang
secara berkesinambungan terus diuji kelayakannya oleh ilmu psikometri.
Pengukuran itu sendiri, dapat didefinisikan sebagai “measurement is the
assignment of numerals to object or events according to rulers” (Steven, 1946).
Atau disebut juga “measurement is quantities of attributes”(Nunnaly,1970).
Pengukuran adalah proses, cara perbuatan mengukur yaitu suatu prosessistimatik
dalam menilai dan membedakan sesuatu obyek yang diukur ataupemberian angka
terhadap objek atau fenomena menurut aturan tertentu.Pengukuran tersebut diatur
menurut kaidah-kaidah tertentu. Kaidah-kaidahyang berbeda menghendaki skala
serta pengukuran yang berbeda pula.Misalnya, orang dapat digambarkan dari
beberapa karakteristik : umur,tingkat pendidikan, jenis kelamin, tingkat
pendapatan.
Pada makalah ini akan dijelaskan mengenai skala Guttman yang merupakan skala
kumulatif dan mengukur satu dimensi saja dari satuvariabel. Sesuai dengan
namanya, skalaini pertama kali diperkenalkan oleh Louis Guttman (1916–1987).
Dalampenggunaannya, skala Guttman menghasilkan binary skor (0 – 1),
dandigunakan untuk memperoleh jawaban yang tegas dan konsisten seperti‘ya’
dan ‘tidak’; ‘benar-salah’, dan lain-lain. Skala Guttman merupakan skala yang
digunakan untuk memperoleh jawaban dari responden yang bersifat jelas (tegas)
dan konsisten. Data yang diperoleh berupa data interval atau rasio dikotomi (dua
alternatif pilihan).

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana sejarah dan biografi Louis Guttman?
2. Bagaimana definisi skala guttman dan rumusnya?
3. Bagaimana cara menyusun skala guttman?
4. Bagaimana kelemahan dan kelebihan skala guttman?
5. Bagaimana perbedaan skala guttman dengan skala lainnya?
6. Bagaimana uji vaiditas dan realibilitas serta blue print skala guttman?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui sejarah dan biografi dari Louis Guttman.
2. Untuk mengetahui definisi skala guttman dan rumusnya.
3. Untuk mengetahui penyusunan skala guttman.
4. Untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan skala guttman.
5. Untuk mengetahui skala guttman dengan skala lainnya.
6. Dapat mengidentifikasi uji vaiditas dan realibilitas serta blue print skala
guttman.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1Biografi Guttman

Guttman lahir di New York City pada tanggal 10 februari 1916 dan
tumbuh di komunitas yahudi di Minneapolis, Minnesota. Guttman menerima
gelar BA pada tahun 1936 dan MA pada tahun 1939 di Universitas Minnesota,
dan gelar PhD dalam pengukuran sosial dan psikologis pada tahun 1942. Dari
1941 hingga 1947 Guttman adalah profesor sosiologi di Cornell University,
sementara sebagai bagian dari upaya Perang Dunia II, ia juga menjabat sebagai
Konsultan Ahli di Cabang Penelitian Angkatan Darat AS. Pada tahun 1947,
Guttman dan istrinya, Ruth, beremigrasi ke Palestina.
Dia adalah anggota Akademi Ilmu Pengetahuan dan Kemanusiaan Israel,
dan anggota Kehormatan luar negeri dari Akademi Seni dan Ilmu Pengetahuan
Amerika dan Presiden Masyarakat Psikometrik. Pada tahun 1956, ia terpilih
sebagai Universitas Stanford: Rekan di Pusat Studi Lanjut dalam Ilmu Perilaku.
Pada 1962, ia menerima Hadiah Rothschild. Pengembangan teori skala oleh Louis
Guttman dan Clyde Coombs telah diakui oleh Science sebagai salah satu dari 62
kemajuan besar dalam ilmu sosial pada periode 1900-1965. Penghargaan lainnya
adalah:
1. 1974 Bupati Universitas Minnesota - Penghargaan Pencapaian Luar Biasa
2. 1978 Israel Prize dalam ilmu sosial
3. 1984 Educational Testing Service Measurement Award dari Princeton
University.

Guttman meninggal pada 25 Oktober 1987, saat cuti panjang di


Minneapolis.Skala Guttman dikembangkan oleh Louis Guttman. Skala Guttman
disebut juga dengan Scalogram atau analisis skala (Scale Analysis). Louis
Guttman mengembangkan skala ini untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh
Likert dan Thurstone. Disamping itu skala Gulttman mempunyai asumsi menurut
Babble (Sukardi,2011;149) bahwa dasar dari fakta di mana beberapa item di
bawah pertimbangan yang harus dibuktikan menjadi petunjuk kuat satu variabel
disbanding dengan variabel lainnya.

Skala Guttman memiliki beberapa ciri penting, yaitu:


a. Skala Guttman merupakan skala komulatif. Jika seseorang responden
mengiyakan pertanyaan atau pernyataan yang berbobot lebih berat,
maka ia juga akan mengiyakan pertanyaan atau pernyataan yang
kurang berbobot lainya.
b. Skala Guttman mengukur satu dimensi saja dari suatu variabel yang
multidimensi, sehingga skala ini mempunyai sifat unidimensional.
Tujuan utama pembuatan skala Guttman pada prinsipnya untuk
menentukan jika sikap yang diteliti benar-benar mencakup berdimensi
tunggal. Sikap dikatakan berdimensi tunggal bila sikap tersebut
menghasilkan skala komulatif. Sebagai misal, jika seorang responden yang
setuju terhadap item 2, maka ia berarti juga setuju terhadap item 1. Jika
seorang responden yang setuju dengan item 3, maka juga ia setuju dengan
item 2 dan 1, demikian seterusnya.
2.2 Pengertian Skala Guttman dan Rumus
Skala Guttmenadalah ketunggalan dimensi (unidimensionality).
Artinya, skala sebaiknya hanya mengukur satu dimensi saja dari variabel
yang memiliki beberapa dimensi. Misalnya, walaupun variabel nilai anak
mempunyai dimensi ekonomi, dimensi psikologi, dan dimensi sosial,
namun suatu skala nilai anak sebaiknya hanya mengukur salah satu dari
dimensi diatas.
Prinsip lain yang terdapat dalam skala Guttmen ini adalah seperti yang
terdapat skala Bogardius dan Thurstone. Pernyataan-pernyataan
mempunyai bobot yang berbeda; dan apabila ia seorang responden
menyetujui pernyataan yang lebih berat bobotnya, maka dia diharapkan
akan menyetujui pernyataan-pernyataan yang bobotnya lebih rendah.
Untuk menilai ketunggalan dimensi suatu skala diadakan analisa
skalogram untuk mendapatkan koefisien (coefficient of reproducibility),
Kr, dan koefisien skalabilitas (coefficient of scalability), Ks. Buat
perhitungan-perhitungan tersebut perlu disusun sebuah tabel Guttman
yang bentuknya adalah seperti dalam tabel.
Misalnya, seorang peneliti hendak menyusun suatu skala untuk
mengukur nilai ekonomi anak. Skala ini mempunyai 7 pertanyaan. Untuk
menilai apakah skala tersebut cukup baik untuk digunakan dalam survey,
skala tersebut dicobakan pada 15 sampel yang memiliki ciri-ciri yang
hampir sama dengan populasi yang hendak diteliti. Setelah informasi
terkumpul, diadakan analisa skalogram. Langkah pertama adalah
menyusun tabel Guttmen atas dasar informasi tadi.

Contoh Tabel Guttman untuk Skala ‘Nilai Eokonomi Anak’

Responden Pernyataan
3 1 2 7 4 6 5
A Ya Ya
C Ya Ya
D Ya Ya Ya
A Ya Ya Ya
G Ya Ya Ya
H Ya Ya Ya Ya
E Ya Ya Ya Ya
I Ya Ya Ya Ya Ya
F Ya Ya Ya Ya Ya Ya
K Ya Ya Ya Ya Ya Ya
M Ya Ya Ya Ya Ya
N Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya
J Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya
L Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya
O Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya
e : 1 1 1 1 1 1 =6
Tn : 14 14 13 9 9 18 4 = 71
n : 15 x 7 = 105

Skala Guttman merupakan skala yang digunakan untuk


memperoleh jawaban dari responden yang bersifat jelas (tegas) dan
konsisten. Kata-kata yang digunakan, misalnya: ya – tidak, benar – salah,
positif – negatif, yakin – tidak yakin dan sebagainya. Data yangdiperoleh
berupa data interval atau rasio dikotomi (dua alternatif pilihan). Pada
skala Guttman hanya mempunyai dua skor, misal pada sikap yang
mendukung sesuai dengan pertanyaan atau pernyataan diberi skor 1 dan
sikap yang tidak mendukung sesuai dengan pertanyaan atau pernyataan
diberi skor 0.
Setelah tabel Guttman tersusun, langkah selanjutnya adalah menilai
Skala Nilai Ekonomi Anak dengan analisa Skalogram. Untuk ini perlu
dihitung jumlah kesalahan (e). Kalau dihitung sel-sel yang kosong dari
jawaban ‘’Ya’’ yang menyeleweng pada kolom-kolom pernyataan 1
sampai 7 dalam Tabel Guttman, maka jumlah masih dipandang baik?
Pernyataan ini mungkin lebih berarti apabila jumlah kesalahan
dibandingkan dengan jumlah kesalahan yang mungkin terjadi pada skala
diatas.
Jumlah total kesalahan yang dapat terjadi pada skala dengan
jumlah total pilihan jawaban (n) dikurangi jumlah jawaban para
responden (Tn), yaitu :105-71=34. Apakah skala memiliki 6 kesalahan
dari 34 kemungkinan kesalahan, cukup baik digunakan ? Untuk
menjawab pertanyaan ini perlu diadakan dua macam test, yakni test
reproduksibilitas (test of reproducibility) dan test skalabilitas ( test of
scalability).
Koefisien reprodusibilitas (kr) menunjukan derajat ketepatan
instrumen pengukur dan dihitung dengan menggunakan berikut :
Jumlah kesalahan
Kr = 1 --------------------------------------------------
Jumlah pernyataan x jumlah responden
Atau :
Kr = 1 – e/n
Pada contoh diatas, Kr = 1-6/105 = 0,94. Secara arbitrer ditentukan bahwa
skala yang memiliki Kr 0,90 keatas dianggap cukup baik untuk digunakan.
Setelah Kr diketahui, langkah selanjutnya ialah menghitung koefisien
skalabilitas dengan menggunkan rumus berikut :

Jumlah kesalahan
Ks = 1 - --------------------------------------------------
Jumlah kesalahan yang diharapkan

Atau :
Ks = 1 – e/x
Dan :
E = Jumlah kesalahan
k = Jumlah kesalahan yang diharapkan atau c (n-Tn) dan c
adalah kemungkinan mendapatkan jawaban yang benar. Karena
jawaban ‘’Ya’’ dan ‘’Tidak’’ c = 0,5
n = Jumlah jawaban
Tn = Jumlah pilihan jawaban
Ks untuk contoh diatas adalah 1 – 6/0,5 (105 -71)= 0,65.
Skala yang memiliki Ks = 0,60 keatas dianggap cukup baik untuk
digunakan dalam survei.
2.4 Langkah-Langkah Menyusun Skala
Langkah-langkah yang harus ditempuh untuk menyusun skala
dengan metode Guttman adalah sebagai berikut :
a. Susunlah sejumlah pertanyaan yang relevan untuk mengukur variabel yang
diteliti
b. Pre-test pertanyaan tersebut pada suatu sampel sebesar lebih kurang 50
responden.
c. Singkirkan pernyataan-pernyataan yang memperoleh jawaban yang
ekstrem ; yang disetujui atau tidak disetujui 80 persen responden.
d. Susun jawaban yang diperoleh dalam suatu tabel Guttman. Pada baris
susunlah responden menurut urutan skor total jawabannya dari yang
terkecil sampe yang terbesar. Pada kolom susunlah pernyataan-pernyataan
dai yang paling banyak mendapatkan jawaban yang paling sedikit.
e. Hitunglah koefisien reprodusbilitas (Kr) dan koefisien skalabilitas (Ks).
Skala yang memiliki Kr= 0,90 dan Ks= 0,60 keatas dapat diterima.
f. Skor skala Guttman dihitung dari jumlah jawaban ‘’Ya’’ untuk
pernyataan-pernyataan dalam skala tersebut. Jadi, kalau responden
menjawab ‘’Ya’’ untuk 6 pernyataan dalan skala nilai ekonomi anak, skor
totalnya adalah 6.
2.5 Kelemahan Dan Keunggulan Dari Skala Guttman
a) Kelemahan pokok dari Skala Guttman, yaitu:
1. Skala ini bisa jadi tidak mungkin menjadi dasar yang efektif baik
untuk mengukur sikap terhadap objek yang kompleks atau pun untuk
membuat prediksi tentang perilaku objek tersebut.
2. Satu skala bisa saja mempunyai dimensi tunggal untuk satu
kelompok tetapi ganda untuk kelompok lain, ataupun berdimensi satu
untuk satu waktu dan mempunyai dimensi ganda untuk waktu yang lain.
b) Kelebihan pokok dari Skala Guttman, yaitu:
1. Skala ini langsung menanyakan untuk memperoleh jawaban yang jelas
dan tegas.
2. Skala Guttman mengandung penekanan terhadap ketegasan jawaban
dari responden, sehingga tidak ada alasan lebih lanjut (no arguing).
Contoh pertanyaan dalam skala Guttman:
1. Dalam bentuk check list
a. Yakin atau tidak, bahwa di semester pada mata kuliah statistik
saya pasti akan lulus dengan nilai terbaik?
 Yakin ( )
 Tidak yakin ( )
b. Pernahkan bos anda mengajak anda dan karyawan yang lain
untuk makan bersama?
 Pernah ( )
 Tidak pernah ( )
2. Dalam bentuk pilihan ganda
a. Apakah anda tinggal bersama dengan kedua orangtua?
a) Ya
b) Tidak
b. Apakah anda sudah menikah?
a) Sudah
b) Belum

2.6 Perbedaan Skala Guttman dengan Skala lain


Dilihat dari bentuk instrument dan pernyataan yang dkembangkan
dalam instrument, maka kita mengenal berbagai bentuk skala yang dapat
digunakan dalam pengukuran bidang pendidikan, yaitu: skala Likert, skala
Guttman, semantic Differensial, Rating scale, dan skala Thurstone. Berikut
akan dijelaskan secara ringkas masing-masing bentuk skala pengukuran
dalam penenitian.
1. Skala Likert
Skala Likert adalah skala yang dapat dipergunakan untuk
mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau
sekelompok orang mengenai suatu gejala atau fenomena
pendidikan. Dalam skala Likert terdapat dua bentuk pernyataan
yaitu pernyataan positif yang berfungsi untuk mengukur sikap
positif, dan pernyataan negative yang berfungsi untuk mengukur
sikap negative objek sikap.
Skor pernyataan positif dimulai dari 1 untuk sangat tidak setuju
(STS), 2 untuk tidak setuju (TS), 3 untuk ragu-ragu (R), 4 untuk
setuju (S), dan 5 untuk sangat setuju (SS). Skor pernyataan
negative dimulai dari 1 untuk sangat setuju (SS), 2 untuk setuju
(S), 3 untuk ragu-ragu (R), 4 untuk tidak setuju (TS), dan 5 untuk
sangat tidak setuju (STS). Beberapa peneliti menghilangkan option
“Ragu-ragu” dalam instrument penelitian untuk memudahkan
peneliti melihat sikap siswa sesungguhnya sesuai angket yang
responden isikan.
2. Skala Guttman
Yaitu skala yang menginginkan tipe jawaban tegas, seperti
jawaban benar - salah, ya - tidak, pernah - tidak pernah, positif -
negative, tinggi - rendah, baik - buruk, dan seterusnya. Pada skala
Guttman, hanya ada dua interval, yaitu setuju dan tidak setuju.
Skala Guttman dapat dibuat dalam bentuk pilihan ganda maupun
daftar checklist. Untuk jawaban positif seperti benar, ya, tinggi,
baik, dan semacamnya diberi skor 1; sedangkan untuk jawaban
negative seperti salah, tidak, rendah, buruk, dan semacamnya
diberi skor 0.
3. Semantik Differensial
Skala diferensial yaitu skala untuk mengukur sikap, tetapi
bentuknya bukan pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun
dalam satu garis kontinum di mana jawaban yang sangat positif
terletak dibagian kanan garis, dan jawaban yang sangat negative
terletak dibagian kiri garis, atau sebaliknya.
Data yang diperoleh melalui pengukuran dengan skala semantic
differential adalah data interval. Skala bentuk ini biasanya
digunakan untuk mengukur sikap atau karakteristik tertentu yang
dimiliki seseorang. Berikut contoh penggunaan skala semantic
differential mengenai gaya kepemimpinan kepala sekolah. Gaya
Kepemimpinan Kepala Sekolah style="text-align:
center;">Responden yang member penilaian angka 7, berarti
persepsi terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah adalah
sangat positif; sedangkan responden yang memberikan penilaian
angka 1 persepsi kepemimpinan kepala sekolah adalah sangat
negative.
4. Rating Scale
Data-data skala yang diperoleh melalui tiga macam skala yang
dikemukakan di atas adalah data kualitatif yang dikuantitatifkan.
Berbeda dengan rating scale, data yang diperoleh adalah data
kuantitatif (angka) yang kemudian ditafsirkan dalam pengertian
kualitatif. Seperti halnya skala lainnya, dalam rating scale
responden akan memilih salah satu jawaban kuantitatif yang telah
disediakan.
Rating scale lebih fleksibel, tidak saja untuk mengukur sikap tetapi
dapat juga digunakan untuk mengukur persepsi responden terhadap
fenomena lingkungan, seperti skala untuk mengukur status sosial,
ekonomi, pengetahuan, kemampuan, dan lain-lain. Dalam rating
scale, yang paling penting adalah kemampuan menterjemahkan
alternative jawaban yang dipilih responden. Misalnya responden
memilih jawaban angka 3, tetapi angka 3 oleh orang tertentu belum
tentu sama dengan angka 3bagi orang lain yang juga memiliki
jawaban angka 3.
5. Skala Thurstone
Skala Thurstone adalah skala yang disusun dengan memilih butir
yang berbentuk skala interval. Setiap butir memiliki kunci skor dan
jika diurut, kunci skor menghasilkan nilai yang berjarak sama.
Skala Thurstone dibuat dalam bentuk sejumlah (40-50) pernyataan
yang relevan dengan variable yang hendak diukur kemudian
sejumlah ahli (20-40) orang menilai relevansi pernyataan itu
dengan konten atau konstruk yang hendak diukur.

Adapun contoh skala penilaian model Thurstone adalah seperti


gambar di bawah ini.Nilai 1 pada skala di atas menyatakan sangat tidak
relevan, sedangkan nilai 11 menyatakan sangat relevan.

2.7 Uji Validitas Dan Realiblitas Skala Guttman


Sebelum kita mencari nilai koefisien reprodosibilitas, kita harus
mencari nilai eror terlebih dahulu. Dimana nilai eror didapatkan dari skor
butir individu yang tidak sesuai dengan harapan. Contohnya bisa dilihat
pada gambar di bawah ini yang berisi butir yang telah diurutkan dari yang
paling mudah hingga paling sulit.
Saat memulai menghitung data yang terkumpul dari kuesioner,
urutkan pertanyaan dari bobot mudah ke bobot sulit. Dengan asumsi
bahwa responden yang menjawab “ya” pada pertanyaan yang berbobot
lebih sulit diasumsikan akan juga memberikan jawaban “ya” pada
pertanyaan yang berbobot lebih mudah jadi itulah kenapa pertanyaan harus
diurutkan dari yang bobotnya dianggap lebih mudah hingga ke pertanyaan
yang dianggap memiliki bobot yang agak sulit.
Responden 1 mendapatkan skor 18 dan eror 0, tidak ada eror dari
responsden 1 karena ia bisa mengatasi butir mudah dan bisa mengatasi
butir yang sulit.
Responde 2 mendapatkan skor 17 dan eror 4. Hal ini dikarena
responden 2 tidak bisa menjawab dengan benar pada pertanyaan 17 point
d, namun dia dapat menjawab dengan benar pertanyaan pada butir 3
berikutnya. Eror responden 2 terletak pada butir pertanyaan 17 d, dimana
harusnya responden 2 bisa menjawab dengan benar akan tetapi justru dia
tidak bisa menjawab dengan benar, sedangkan butir 26, 27 dan 37
harusnya responden tidak bisa menjawab dengan benar malah dia bisa
menjawabnya dengan benar.
Responde 3 mendapatkan skor 17 dan eror 1. Hal ini dikarena
responden 3 tidak bisa menjawab dengan benar pada pertanyaan 27,
namun dia dapat menjawab dengan benar pertanyaan pada butir
berikutnya.
Responden 4. Dia mendapatkan skor 16 dan eror 0, tidak ada eror
dari responsden 4 karena memberikan jawaban ideal, ia bisa mengatasi
butir mudah dan tidak bisa mengatasi butir yang sulit.Setelah ketemu nilai
error, hitung nilai koefisien reprodusibilitas dan koefisien skalabilitas.
 Cara uji validitas skala guttman, yaitu sebagai berikut :
1. Hitung koefesien reprodusibilitasnya
Rumus Koefesien Reprodusibilitas
Kr = 1-(e/n)
Ket:
e = jumlah kesalahan / nilai error
n = jumlah pernyataan dikali jumlah responden

Syarat penerimaan nilai koefisien reprodusibiltas yaitu apabila


koefisien reprodusibiltas memiliki nilai >0,90.

2. Setelah itu lanjut hitung koefisien skalabilitas, dimana perinciannya


yaitu:
Rumus koefisien skalabilitas
Ks = 1-(e/x)

Ket:

e = jumlah kesalahan/nilai error

x = 0,5 ({jumlah pernyataan dikali jumlah responden} – jumlah


jawaban “ya”)

Syarat penerimaan nilai koefisien skalabilitas yaitu apabila koefisien


skalabilitas memiliki nilai >0, 60

 Cara uji realibilitas skala guttman


Formula KR 20
c. )
Ket:
r11 = reliabilitas tes secara keseluruhan.
p = proporsi subjek yang menjawab item dengan benar.
q = proporsi subjek yang menjawab item dengan salah ( q = 1-p )
∑pq = jumlah hasil perkalian antara p dan q.
n = banyaknya item.
= standar deviasi dari tes dikuadratkan sama dengan variansi.

) = 0.652386
Dalam penghitungan ini terlihat bahwa = 0.65, sehingga
berdasarkan kategori koefisien reliabilitas (Guilford, 1956: 145)
bahwa kuisioner dapat disimpulkan reliabel.

2.8 Blue Print Skala Guttman


Setelah menemukan indikator-indikator untuk membuat item-item
pertanyaan maka harus membuat Blue Print yang memuat prosentase dan
jumlah pertanyaan yang akan digunakan untuk pedoman penyusunan
kuesioner. Kuesioner pengetahuan kesehatan reproduksi berupa
pertanyaan yang dibuat dalam dua bentuk yaitu Benar dan Salah. Dalam
kuesioner variabel ini meliputi 16 item benar dan 14 item salah dan
menggunakan skala guttman. Adapun Blue Print kuesioner variabel
pengetahuan kesehatan reproduksi dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.3 Blue Print Kuesioner Pengetahuan Kesehatan


Reproduksi
Skala guttman yaitu hanya ada dua jarak (interval) yaitu Benar (B) dan Salah
(S). Skala Guttman ini digunakan karena jawaban dalam variable ini bersifat
jelas (tegas) dan konsisten (Riduwan, 2011:17). Adapun untuk skor Benar dan
Salah dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 3.4 Skor Benar dan Salah Skala Guttman variabel


pengetahuan kesehatan reproduksi
Alternatif Jawaban
Kriteria Aitem
Benar (B) Salah (S)
Benar 1 0
Salah 0 1

BAB III
PENUTUP

1.1 Kesimpulan
Skala Guttman dikembangkan oleh Louis Guttman. Pengembangan
teori skala oleh Louis Guttman dan Clyde Coombs telah diakui oleh
Science sebagai salah satu dari 62 kemajuan besar dalam ilmu sosial pada
periode 1900-1965. Skala Guttman disebut juga dengan Scalogram atau
analisis skala (Scale Analysis). Skala Guttman memiliki beberapa ciri
penting, yaitu:
a. Skala Guttman merupakan skala komulatif.
b. Skala Guttman mengukur satu dimensi saja dari suatu variabel yang
multidimensi, sehingga skala ini mempunyai sifat unidimensional.
Skala Guttman merupakan skala yang digunakan untuk memperoleh
jawaban dari responden yang bersifat jelas (tegas) dan konsisten. Kata-kata yang
digunakan, misalnya: ya – tidak, benar – salah, positif – negatif, yakin – tidak yakin
dan sebagainya. Data yang diperoleh berupa data interval atau rasio dikotomi (dua
alternatif pilihan). Pada skala Guttman hanya mempunyai dua skor, misal pada
sikap yang mendukung sesuai dengan pertanyaan atau pernyataan diberi skor 1 dan
sikap yang tidak mendukung sesuai dengan pertanyaan atau pernyataan diberi skor
0.
Langkah-langkah yang harus ditempuh untuk menyusun skala dengan
metode Guttman adalah sebagai berikut :
a. Susunlah sejumlah pertanyaan yang relevan untuk mengukur variabel
yang diteliti
b. Pre-test pertanyaan tersebut pada suatu sampel sebesar lebih kurang 50
responden.
c. Singkirkan pernyataan-pernyataan yang memperoleh jawaban yang
ekstrem
d. Susun jawaban yang diperoleh dalam suatu tabel Guttman.
e. Hitunglah koefisien reprodusbilitas (Kr) dan koefisien skalabilitas
(Ks).
f. Skor skala Guttman dihitung dari jumlah jawaban ‘’Ya’’ untuk
pernyataan-pernyataan dalam skala tersebut.
Dalam skala guttman juga memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelemahan
yang ada antara lain adalah: (a) Skala ini bisa jadi tidak mungkin menjadi
dasar yang efektif baik untuk mengukur sikap terhadap objek yang
kompleks atau pun untuk membuat prediksi tentang perilaku objek
tersebut. (b) Satu skala bisa saja mempunyai dimensi tunggal untuk satu
kelompok tetapi ganda untuk kelompok lain, ataupun berdimensi satu
untuk satu waktu dan mempunyai dimensi ganda untuk waktu yang lain.
Kelebihan pokok dari Skala Guttman yaitu: (a) Skala ini langsung
menanyakan untuk memperoleh jawaban yang jelas dan tegas. (b) Skala
Guttman mengandung penekanan terhadap ketegasan jawaban dari
responden, sehingga tidak ada alasan lebih lanjut (no arguing).
Cara uji validitas skala guttman, yaitu sebagai berikut :
1. Hitung koefesien reprodusibilitasnya
2. Setelah itu lanjut hitung koefisien skalabilitas
1.2 Saran
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya
penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di
atas dengan sumber - sumber yang lebih banyak yang tentunga dapat di
pertanggung jawabkan.
Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk
menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di
jelaskan.
Daftar Pustaka

Kriyantono, Rachmat. 2009. Teknik Praktis Riset Komunikasi.


Jakarta: Kencana Predana Media Group.
Muhid, A., Suhadiyanto dan Nurhidayat, D. Pengembangan Alat Ukur
Psikologi. Surabaya: UIN Sunan Ampel Pers.
Nasir M. 1999. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia.
Priyatno, Duwi. 2010. Paham Analisis Statistik Data dengan SPSS.
Yogyakarta: Mediakom.
Rakhmat,Jalaluddin. 1998. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung:
Remadja Karya.
Santoso, Singgih. 2014. Statistik nonparametrik: Konsep dan Aplikasi
dengan SPSS. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Singarimbun, M. dan Sofian E. 1991. MetodePenelitian Survei.
Jakarta: LP3ES Morrisan. 2012. Metode Penelitian Survei. Jakarta:
Prenadamedia Grup.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif dan R&D.
bandung: CV. Alfabeta.
http://statistikian.blogspot.com/2014/01/kr-20-dengan-exel.html.
http://widhiarso.staff.ugm.ac.id/wp/skalo-program-analisis-skala-
guttman/
http://www-01.ibm.com/support/docview.wss?uid=swg21476088
Lampiran 1
Pengujian validitas dengan koefisien reprodusibilitas dan koefisien skalabilitas

pertanyaan
Responden 11 15 17 Skor Erorr
37 12 13 26 27
a b c d e d b a c d b a c
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17 0
2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 15 0
3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18 0
4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 17 2
5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 16 0
6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 14 2
7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 15 0
8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17 0
9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18 0
10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18 0
11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 13 0
12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17 0
13 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18 0
14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 15 2
15 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17 0
16 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17 0
17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 17 2
18 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17 0
19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18 0
20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17 0
21 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17 0
22 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 14 0
23 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17 0
24 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18 0
25 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17 0
26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 15 0
27 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 17 2
28 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 17 2
29 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 14 0
30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17 0
31 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 15 0
32 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18 0
33 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 13 0
34 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17 0
35 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18 0
36 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 14 0
37 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17 0
38 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17 0
39 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18 0
40 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 14 0
Total 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 37 33 29 23 13 ∑655 ∑12
N=40x18 720
Kr 0.983333
Ks 0.630769

Lampiran 2
Pengujian Reliabilitas dengan Kuder-Richardson KR-20

pertanyaan
Responden 11 15 17 Skor
37 12 13 26 27
a b c d e d b a c d b a c
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17
2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 15
3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18
4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 17
5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 16
6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 14
7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 15
8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17
9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18
10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18
11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 13
12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17
13 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18
14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 15
15 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17
16 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17
17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 17
18 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17
19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18
20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17
21 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17
22 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 14
23 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17
24 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18
25 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17
26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 15
27 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 17
28 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 17
29 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 14
30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17
31 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 15
32 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18
33 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 13
34 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17
35 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18
36 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 14
37 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17
38 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17
39 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18
40 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 14
Total 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 37 33 29 23 13

p 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0.925 0.825 0.725


q 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.075 0.175 0.275
p.q 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.069375 0.144375 0.199375 0.24

N 18
Σpq 0.876875
Var 2.284375
KR 20 0.652386
27