Anda di halaman 1dari 3

Skills For Being Effective Manager/ Kemampuan Untuk

Menjadi Manajer yang Efektif


Untuk menjadi seorang manajer yang efektif tentu dibutuhkan kemampuan yang khusus atau
kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Dalam artikel ini saya akan membahas
bagaimana kita menjadi seorang “Effective Manager” dan kemampuan apa yang harus dimiliki
oleh seorang “Effective Manager”.
Sebelumnya apa itu manajer? Menurut But Mintzberg (1989) manajer yang sebenarnya adalah
yang dapat mengetahui apa yang di perlukan untuk memastikan bahwa karyawannya dapat
melakukan pekerjaannya dengan baik.
Seorang manajer keperawatan yang efektif harus memiliki kombinasi dari kualitas:
kepemimpinan, kemampuan klinis, dan kemampuan bisnis yang sama baiknya.
Kepemimpinan: semua orang yang ingin menjadi manajer yang efektif harus mempunyai
kemampuan dalam memimpin. Kemampuan ini dibutuhkan dari fungsi sebagai seorang
manajer.
Kemampuan Klinis: akan sangat sulit untuk membantu orang lain mengembangkan
kemampuan klinisnya dan mmengevaluasi mereka tanpa memiliki kemampuan klinis dari diri
sendiri. Ini mungkin tidak terlalu dibutuhkan untuk mengetahui segala hal dalam sebuah tim
yang profesional, tapi ini sangat penting untuk kemampuan mengkaji seberapa efektif sebuah
tim itu bekrja dan hasil yang didapatkan dari pasien.
Kemampuan berbisnis: manajer perawat juga perlu menaruh perhatian kepada “bottom line”
artinya harga yang dibayar harus sesuai dengan pelayanan yang diberikan, terutama dalam
perbandingan antara pendapatan yang diterima dari pelayanan dan dana yang tersedia untuk
dibayarkan baik itu dari asuransi, pelayanan medis, ataupun dari kantong pasien itu sendiri.
Seorang manajer yang baik harus mampu untuk merencanakan segala sesuatu untuk mencapai
tujuan dan hasil. Karena perencanaan merupakan kompas yang menentukan filosofi,
tujuan/hasil, objektif, kebijakan, prosedur dan aturan.
Berikut ini adalah jenis-jenis perencanaan yang harus dimiliki oleh seorang manajer:
perencanaan proyek, perencanaan operasional dan perencanaan strategis.
Perencanaan Proyek: perencanaan proyek termasuk suatu usaha, sebagai contoh untuk
mengumpulkan tim keperawatan untuk memimpin komunitas yang mengumpulkan dana untuk
penyelenggaraan acara.
Perencanaan Operasional: adalah rincian rencana kerja untuk tahun yang akan datang.
Perencanaan ini digunakan untuk mengidentifikasi tanggung jawab dan sumber-sumber yang
dibutuhkan untuk melengkapi departemen atau unit yang menjadi prioritas terhadap arus
pembukuan tahunan.
Perencanaan strategis: adalah proses sistematik untuk mengukur pengkajian dari suatu
lingkungan (ekonomi, politik, sosial, dan teknologi) keduanya baik secara internal maupun
eksternal. Perencanaan strategis adalah suatu alat management untuk menolong sebuah
organisasi mengatur hasil jangka panjang.
Berikut ini adalah langkah-langkah yang terdapat di dalam proses perencanaan strategis:
1. Pengkajian dari suatu lingkungan: ini merupakan langkah pertama dari proses
perencanaan.Sebagai contoh pada satu tingkatan unit pengkajian lingkungan termasuk
mengkaji para karyawan. Sebagai seorang manajer perlu untuk mengkaji bagaimana karyawan
bekerja untuk merasakan dan bereaksi terhadap isi dari proyek, operasional, atau rencana
strategis.
2. Kalimat Misi dan Visi: kalimat misi mengidentifikasi bagaimana keberadaan dari suatu
organisasi. Visi mengidentifikasi masa depan dari suatu organisasi.
3. Pengaturan hasil/tujuan: adalah satu kalimat umum yang membantu individu atau organisasi
merencanakan masa depan secara konstruktif. Tujuan harus menggambarkan secara jelas
keinginan hasil akhir dari satu produk. Untuk perencanaan dalam organisasi, hasil merupakan
tulisan dari suatu rencana operasional dan rencana strategis.
4. Objektif: adalah penjelasan dari penampilan dan aktivitas. Adalah statement untuk membuat
hasil lebih spesifik dan diukur dan memberikan manajer kemampuan untuk mengevaluasi
pencapaian hasil.
5. Strategies: adalah lanjutan dari tindakan dan sikap yang membantu pembuat rencana untuk
mencapai objektifnya.
6. Implementasi: kesuksesan dari suatu strategi implementasi tergantung dari keterlibatan
manajer yang harus memantau semua aktivitas untuk memastikan tercapainya suatu objektif.
7. Pencapaian: pencapaian adalah hasil dari rencana yang telah terwujud. Pencapaian harus
realistik dan dapat diterima.
8. Evaluasi: evaluasi menentukan perjalanan menuju identifikasi hasil.
Ada juga beberapa indikator atau faktor-faktor pendorong yang harus diperhatikan oleh
seorang manajer keperawatan untuk mempertahankan kualitas pelayanan:
1. Pasien dalam hal ini mempunyai peranan penting, karena pasien mempunyai pilihan tentang
harapannya tentang penyedia layanan kesehatan yang sesuai keinginannya.
2. Regulator: regulator mempunyai peran dalam pengaturan standar minimum untuk kualitas dari
suatu organisasi profesional khusunya dalam bidan pelayanan kesehatan.
3. Payers: konstitusi karyawan mempunyai proporsi besar dari pembayar pelayanan perawatan
kesehatan.
4. Kelompok Profesional

Model Kualitas: menyediakan kerangka kerja untuk mendiagnosa dan menemukan solusi dari
suatu masalah. Seringkali pemimpin organisasi memilih model ini karena sering digunakan
dalam pengaturan pelayanan kesehatan.
PDSA( Plan, Do, Study,Act) ini merupakan suatu putaran model improvisasi. Dr. Deming
menganjurkan metode ini improvisasi yang berkelanjutan.
Kepuasan Pasien dan Kualitas Keperawatan: kepuasan pasien dengan pelayanan keperawatan
adalah pengkajian penting dari kualitas pelayanan keperawatan. Karena keperawatan
merupakan tolak ukur dari pengalaman perawatan pasien. Ukuran dari suatu kepuasan mungkin
termasuk persepsi, kepuasan dengan keramahan perawat, ketepatan dari response apabila ada
panggilan dari pasien dan obat-obatan termasuk penjelasan yang diberikan kepada keluarga
dan teman-teman.
Salah satu buku paling berpengaruh pada pengukuran pelayanan pasien adalah Through the
Patients’ Eyes (Gerteis et al., 1993).
• Referensi : Leadership Roles and Management Function in Nursing Theory and Application.
(Pg.28)
Essential of Nursing Leadership and Management 5th ed (pg.14-18)
Nursing Leadership and Management – Theories, Processes and Practice. (pg. 223-236)