Anda di halaman 1dari 14

RELINING, REBASING, REPARASI GIGI TIRUAN

Dosen Pengampu: drg. Teguh Tri Widodo, Sp. Prost., M. Kes.


Tim Pencatat: Ahyi Alfia Husna
Tim Moting: Latifa Hanif Zuhri

“relining & rebasing  dilakukan karena GTL longgar”

PENYEBAB LONGGARNYA GIGI TIRUAN (KELUAR)


1. Resorbsi Residual Ridge

“resorpsi residual ridge  resorpsi ke atas  dibungkus cortical plate & trabecule
bone”

“resorpsi residual ridge terjadi secara alamiah (faktor usia) dan secara oklusi”
2. Penyakit sistemik (TBC, gangguan gastrointestinal, gangguan hormonal, penyakit
ginjal)
3. Kesalahan2 oklusi yg menyebabkan beban berlebih pada residual ridge.

“Kennedy membagi tipe GT menjadi 3: all mucosa borne, all teeth borne, dan

mucosa and teeth borne”

“gigi yg tidak punya gigi sandaran  terjadi resorpsi pada residual ridge”
“gigi yg punya gigi sandaran  residual ridge tertekan”
“gigi sandaran  untuk mempertahankan ketinggian DV”
“respon propioseptik  seluruh gaya yg diterima gigi akan diteruskan ke serabut-

serabut periodontal”
4. Peradangan

“pada trabecule bone”


5. Pembuatan sayap gigi tiruan yg terlalu pendek

“under-extension  beban dijatuhkan pada salah satu titik tertentu  terjadi resorpsi
parsial, tergantung di mana bebam terbesar dijatuhkan  menyebabkan osteoporosis”
6. Osteoporosis

Resorbsi residual Ridge = berkurangnya ukuran tulang di bawah residual Ridge karena
berbagai sebab.

“bisa terjadi dari arah vertikal maupun horizontal


 pada denture bearing area / fitting surface  terdapat ruang kosong dengan
residual ridge  kehilangan retensi  berkurangnya DV & rest position  stabilisasi

↓  kehilangan kontak intercuspal proximal”

“jatuhnya oklusi pada fossa central  syarat oklusi”


Perubahan klinis yg terjadi akibat resorbsi residual ridge:
1. Hilangnya retensi dan stabilisasi
2. Hilangnya dimensi vertikal oklusi

“dari arah vertikal”


3. Berkurangnya suport/jaringan pendukung wajah

“pasien terlihat lebih tua”


4. Pergeseran arah horisontal gigi tiruan → Relasi oklusal yg salah

“dari sisi kanan-kiri”

RESORBSI TULANG ALVEOLAR (KELUAR)


Tulang alveolar mengalami remodeling terus menerus sbg respon terhadap
tekanan oklusal.

“penyebab resorbsi tulang alveolar: malfungsi, trauma, penyakit, karena fungsional”


Osteoblast dan osteoklast mendistribusikan substansi tulang untk memenuhi

kebutuhan fungsional yang baru secara lebih efisien. “pada usia tua”
Tulang adalah cadangan kalsium bagi tubuh dlm menjaga keseimbangan kalsium.
Kalsium dilepas dari tulang alveolar untk memenuhi kebutuhan kalsium
lainnya....semakin usia menua...proses pelepasan semakin meningkat.

“Ca2+ dalam tubuh  menghambat proses degenerasi tulang”


Resorbsi tulang disebabkan (KELUAR)
• Infeksi bakteri yg mengeluarkan produck LPS (Lipo Polisacharide) untuk
mengadakan destruksi pada tulang

“bakteri memakan tulang  mengeluarkan toksin LPS”


• Rendahnya intake kalsium

“bisa diperoleh dari minum susu”


• Jaringan osteoid yg tidak terkalsifikasi dalam sumsum tulang alveolar
• Tekanan oklusi yg merusak terhadap residual ridge akibat hilangnya respon
propioseptik. (KELUAR)

“Respon propioseptik (KELUAR)


- adanya gaya yang berbeda yang tidak dapat diterima
- fungsinya berubah / otomatis berhenti

- membantu terhidar dari cidera yang merusak”

RELINING (KELUAR)
Menempatkan bahan baru pd permukaan basis GT yg lama utk memperbaiki
kehilangan kontak basis dgn jaringan mukosa yg disebabkan oleh resorbsi pd residual ridge.

“untuk mengatasi GT longgar”


Relining : adalah proses koreksi adaptasi permukaan fitting surface (basis gigi tiruan)
terhadap pemukaan mukosa kontak residual ridge dengan cara menambahkan suatu bahan
tertentu tanpa merubah relasi oklusi gigi geliginya.

“kehilangan fitting surface / kontak pada denture bearing area”


“kehilangan kontak antara basis & mukosa  tanpa mengubah susunan gigi & DV 

ditambahkan suatu bahan baru”


Adalah proses mengoreksi adaptasi permukaan cetakan gigi tiruan (basis gigi tiruan)
terhadap mukosa pendukungnya, dengan cara menambah resin akrilik baru pada permukaan
tersebut tanpa mengubah relasi oklusal gigi-geliginya.

“Cara mengukur DV:  ada banyak 


1. Secara klinis

2. Secara teknik”

“Relining: (KELUAR)
- Akibat dari berkurangnya volume tulang

- Proses koreksi adaptasi permukaan fitting surface”

Tujuan utama dari relining dan rebasing adalah:


1. Membangun kembali hubungan yang benar dari gigi tiruan pada jaringan basal.
2. Kembalikan oklusal hilang dan hubungan maksilomandibula, dan
3. Mengembalikan stabilitas dan retensi
4. Memperbaiki basis gigi tiruan terhadap mukosa pendukungnya

Syarat Relining (KELUAR)


1. Dimensi Vertikal masih baik

“pasien full edentulous  kehilangan 1/3 wajah bagian atas”


“cara menghitung DV:
- ambil titik orientasi  glabella, subnasion, pogonion
 dalam keadaan sentrik  condyle berada paling dorsal dari fossa glenoid
- cara 2-dot technique
- sambil mengucapkan huruf M
- cara Willis

- cara Bruno  mencari titik A ke B dengan subnasion & gnation”


2. Oklusi sentrik dan relasi sentrik masih baik

“relasi sentrik  hubungan RA & RB di mana condyle berada paling dorsal dari

fossa glenoid (rest position physiologic)  intercuspal position”

“oklusi sentrik = relasi sentrik - freeway space (2-4 mm)”


3. Estetik baik

“gigi nongol  tidak ada phyltrum nya”


4. Mukosa mulut sehat
5. Tidak ada Undercut

Indikasi Untuk Relining dan Rebasing


1. Resorbsi residual ridge telah menyebabkan hilangnya adaptasi dari basis gigi tiruan
2. Hilangnya retensi gigi tiruan

“retensi GTL:
- adhesi
- kohesi
- tegangan permukaan
- tekanan atmosferik

- muscle support”
3. Ketidakstabilan GT / GT tidak cekat lagi
4. Food under Denture ( akumulasi makanan di bawah basis gigi tiruan )

“tidak ada kontak intimate antara basis GT (denture bearing area) dengan mukosa”
5. GT longgar sedikit
6. 3-6 bulan setelah penempatan sebuah gigi tiruan langsung.
7. Untuk pasien geriatri atau sakit kronis dengan perawatan jangka panjang atau
beberapa yang memerlukan untuk pembuatan gigi tiruan baru.
8. Jika kondisi sosio ekonomi pasien kesulitan mengeluarkan biaya untuk memiliki gigi
palsu baru.
9. Oklusi masih cukup baik dan dapat dipertahankan setelah reline selesai

Kontra Indikasi (KELUAR)


1. Resorbsi banyak

“resorbsi  dilakukan pembuangan seluruh bagian kontak GT”


2. Kelainan pada sendi rahang
3. Estetis GT sangat buruk

“harus ganti GT baru”


4. Hubungan relasi RA dan RB tidak baik
5. Kelainan jaringan lunak

“ada flabby tissue (jaringan berlebihan/bergelambir)  bisa disebabkan karena suatu


sindrom tertentu  harus dilakukan surgery”
6. Kelainan TMJ

TEKNIK RELINING
1. Secara Langsung (KELUAR)
• Permukaan anatomis dari basis dikeringkan dan dibersihkan kemudian dibuang
sedikit lalu dikasarkan.
• Adonan self curing akrilik dibuat cukup kental dan mudah mengalir.
• Pasien disuruh berkumur dgn air dingin.
• Adonan diletakkan di atas basis yg sudah dikasarkan dan diolesi dgn likuid resin

“monomer”.
• Cek oklusi dan catat Vertikal Dimensi “sebelum dilakukan relining”
• Segera masukkan ke dlm mulut pasien dan operator memperhatikan kedudukan GT.

“GT harus fit dengan: frenulum, DV, gigi lawannya”


• Masih dlm keadaan plastis, GT dikeluarkan dari mulut utk dibuang kelebihan resin.

“kelebihan resin akrilik  dibuang saat dalam keadaan plastis  kalau sudah kering
akan sulit untuk dilakukan finishing & polishing”
• Setelah setting GT dikeluarkan dan dilakukan pemolesan.
• Rendam dlm air panas, untk menghilangkan monomer sisa (maksimal polimerisasi)
• GT siap dipasangkan

“resin akrilik self curing:


- proses polimerisasi tidak pernah berhenti
- bahan karsinogenik
- reaksi proses polimerisasi bersifat eksotermik

- melepaskan radikal bebas”

“protesa memiliki transversal strength & flexural strength


 kekuatan ketika pada sebuah benda diberi tekanan, jadi lentur sampai patah

 self cure  bisa patah di dalam mulut”


“porosity internal  jadi tempat bersembunyinya bakteri  Candida  membentuk
koloni  membentuk pseudohyfa & hyfa  mengeluarkan toksin  terjadi Candidiasis

 bisa masuk ke organ tubuh lain”

2. Secara Tidak Langsung (KELUAR)


1. Pencetakan
Selama mencetak, buang sebagian kecil resin akrilik basis yg menghadap mukosa mulut dan
daerah undercut.

“sendok cetaknya pake protesa yg lama”


Alasannya:
• Harus disediakan ruangan utk bhn cetak yg dipakai
• Menyediakan ruang utk resin baru spy dpt kontak langsung dgn mukosa dan sisa
basis
2. Pertahankan hubungan antar gigi-gigi dan GT selama pengerasan bahan cetak.
3. Basis yang menghadap mukosa diolesi vaselin, lalu ditanam di kuvet bawah, permukaan
yang menghadap mukosa menghadap ke atas.
4. Pasang kuvet atas lalu cor. Setelah gips putih mengeras, kuvet dibuka.
5. Permukaan vaselin disiram dgn air panas, lalu buang bahan cetak, bersihkan dgn air,
keringkan.
6. Packing.
7. Procesing
8. Poles.

• Tissue Preparation
1. Mengistirahan jaringan mukosa
2. Menggunakan tisue conditioner

“agar jaringan dalam keadaan normal kembali”


3. Surgeri...jaringan hipertropi yg mengganggu diangkat melalui prosedur pembedahan

Prosedur klinis untuk kedua pelapisan ulang dan rebasing dapat dicapai dengan
menggunakan salah satu metode berikut:
1. Teknik statis.
2. Teknik fungsional.
Prosedur klinis relining dan rebasing mencakup jaringan dan gigi

Relining:
- Cara Flask
- Hopper Duplikasi atau Metode articulator
REBASING (KELUAR)
Rebasing adalah : Proses melekatkan kembali GT yg longgar dgn menggantikan basis GT yg
lama dgn bahan basis yg baru tanpa merubah relasi oklusal gigi. Sering dilakukan pada basis
GT yg retak, berubah warna, resorbsi processus alveolar besar shg GT sangat longgar.

“terjadi karena berkurangnya DV sedikit”

TEKNIK REBASING
Rebasing
• Adalah proses penggantian seluruh basis gigi tiruan dengan basis gigi tiruan yg baru,
dengan tetap menggunakan gigi tiruan yang lama dan tanpa merubah posisi dan oklusi
gigi

“adanya space yg besar antara denture bearing area & bidang oklusi”

Indikasi (KELUAR)
1. GT longgar
2. Dasar resin terlihat buruk karena pemakaian yang lama atau bekas
3. Elemen tidak patah, rusak atau aus yg berlebihh
4. under extended gigi tiruan
5. Terjadi resorbsi tulang alveolar secara menyeluruh
6. basis gigi tiruan yg buruk karena pemakaian dlm jangka lama
7. Telah dilakukan relining berkali2
8. Untuk membuat post Dam

“RA:
- posterior : palatal seal (post dam)
- anterior : mucobuccal fold

RB: mucobuccal fold, linea oblique externa, mylohyoid, retromolar pad”


9. Imediate Denture

10. Tidak mungkin dilakukan relining, krn basis akan tebal dan mengganggu retensi “&
estetik”
11. Anasir gigi tiruan masih baik
2. Rebasing: (KELUAR)
Prosedur klinis rebase pada dasarnya adalah sama dengan yang untuk relining.
Namun prosedur laboratorium adalah sebagai berikut:
• Teknik dilakukan secara tidak langsung
• Mula-mula GT dibersihkan dan permukaan yg menghadap mukosa dikasarkan dan
dibuat retensi utk bhn cetak
• Bila perlu pd tepinya dilakukan border molding yg sesuai dgn kebutuhan.

“border molding  dilakukan untuk kondisi under extension  di bawah

mucobuccal fold”
• Adonan bahan cetak diletakkan di atas permukaan yg sdh dikasarkan (GT lama
digunakan sebagai cetakan).
• Masukkan ke dalam mulut pasien dan pasien disuruh beroklusi pd posisi yg benar.
• Setelah bhn cetak mengeras, GT dikeluarkan dari mulut pasien dan dicuci di bawah
air mengalir lalu perbaiki kekurangan cetakan.
• GT ditanam dalam kuvet bawah dgn bagian yg menghadap mukosa mengarah ke atas.
• Kuvet bawah diolesi vaselin.
• Cuvet atas dipasang dan dicor dgn gips putih.
• Buka cuvet, seluruh basis GT dibuang tanpa merubah posisi gigi dan cengkram.
• Lakukan pengisian resin akrilik yg baru (packing).
• Curing akrilik.
• Deflasking.
• Akrilik dipoles.
• Saat dilakukan pemasangan GT harus dilakukan pemeriksaan oklusi dan artikulasi,
letak cengkram dan kontak jaringan.

REPARASI
Reparasi adalah perbaikan fisik utk GT yg rusak. Suatu gigi tiruan perlu diperbaiki bila :
• Basis patah
• Gigi lepas
• menambah elemen gigi
Sebelum diperbaiki harus diperiksa keadaan intra oral, penyebab kerusakan GT, sudah
berapa lama GT tidak dipakai dan lain-lain yg berhubungan dgn kerusakan.

“Kegunaan dovetail  untuk retensi” (KELUAR)


TEKNIK REPARASI (KELUAR)
a. Reparasi – Basis Patah
Syarat yg boleh direposisi:
• Bagian yg patah tdk boleh hilang
• Tepi patahan bersudut tajam dan dirapatkan kembali dgn baik
Cara :
• Kedua bagian patah dipertemukan, shg garis rapat dan bila diperiksa dgn sonde tidak
adanya hambatan atau step.
• Kemudian direkatkan dengan malam perekat (sticky wax)
• Sticky wax dipanaskan, diletakkan ke permukaan poles pd daerah garis patah

• Setelah mengeras, diperiksa dgn ujung sonde yg digoreskan melewati garis patah, bila
sdh benar, maka ujung sonde tdk tersangkut.
• Pd daerah yg menghadap mukosa, undercut ditutupi dgn wax dan diolesi vaselin.

• Kemudian GT tersebut ditanam di gips.


• Setelah gips setting, GT dilepaskan dan wax yg ada dibersihkan.
• Pd daerah retakan sedikit dibuang, dibuat dove tail utk retensi.

• Self curing acrylic diaduk dan diisikan pada daerah retakan.


• Protesa direndam dlm air panas untk meningkatkan polimerisasi dan membuang
monomer sisa
• Setelah mengeras baru dilakukan pemolesan.

REPARASI – ELEMEN GIGI LEPAS / PATAH

• Bila gigi lepas, kita bisa melekatkan dgn membuang sedikit akrilik pada soket dan
melekatkannya dgn menggunakan self cure acrylic.
• Utk gigi patah, kita perlu GT baru dgn ukuran, warna dan bentuk yg sama.

“Being a famous designer is like being a famous dentist”

Anda mungkin juga menyukai