Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Tujuan
Pada percobaan efek Doppler kali ini bertujuan untuk dilihat pengaruh frekuensi
pendengar akibat gerakan sumber relative terhadap pendengar.
1.2 Dasar Teori
Efek Doppler merupakan fenomena dimana terdapat konsekuensi akibat dari dilatasi
waktu pada berubahnya frekuensi pengamat pada saat terjadi emisi cahaya dari atom dalam
gerakan untuk melawan emisi cahaya atom saat diam. Untuk kasus suara, pergerakan sumber
terhadap medium kebanyakan dapat dibedakan dari gerak pengamat terhadap medium.
Gelombang cahaya harus dianalisis secara berbeda. Bagaimanapun, karena tidak dibutuhkan
medium bagi gelombang cahaya untuk merambat. Jika sumber cahaya dan pengamat
mendekati satu sama lain dengan kecepatan relative pada frekuensi yang diukur dari
pengamat adalah:
√1+𝑣⁄𝑐
𝑓= 𝑓 ……………………........................(1.1)
√1−𝑣⁄𝑐 𝑠𝑜𝑢𝑟𝑐𝑒

Dimana 𝑓𝑠𝑜𝑢𝑟𝑐𝑒 adalah frekuensi dari sumber yang berada dalam keadaan diam. Rumusan di
atas adalah rumusan pergeseran relativistic Doppler. Tidak seperti pada suara, yang hanya
bergantung pada kecepatan relative 𝑣 pada sumber dan pengamat dan juga kecepatan relative
cahaya c. Dapat dibayangkan jika sumber dan pengamat saling mendekati maka frekuensi
pengamat akan lebih besar dari frekuensi sumber (Serway, 2008).

Dilatasi waktu merupakan bagian dari efek Doppler masih terjadi jika pergerakan cahaya
sumber tersalurkan. Seperti pada gambar berikut:
Gambar 1.1 (a) mengalirnya efek Doppler pada sumber cahaya menjauhi pengamat (b)
prediksi relativistic kundig yang menghasilkan efek Doppler dari sinar gamma.

Pada gambar (a), sumber cahaya bergerak menjauhi pengamat yang berada di subu x.
pergeseran frekuensinya diberikan oleh persamaan berikut:

𝑓
𝑓 = 𝛾0 ……………………………………………….(1.2)

Seperti prediksi teori Einstein, gerak relative sumber cahaya yang bersumber dari osilasi akan
menjadi lambat. Pada gambar b, Kundig memastikan prediksi dari laju efek Doppler. Pada
experimennya Kundig menjadikan sinar gamma sebagai sumber pada tengah atau pusat
ultrasentrifugal dan detector pada pelat sentrifugal (Morrison, 2015).

Dalam kasus bunyi pada efek Doppler, kecepatan pengamat dan sumber diukur relative
terhadap udara ataupun medium apapun. Dalam kasus ini teori relativitas khusus digunakan
untuk menurunkan pernyataan mengenai pergeseran frekuensi Doppler pada cahaya. Laju
gelombang sumber dan penerima adalah sama dan dinyatakan dalam laju cahaya c. jika
penerima diam, maka sumber akan menjauh dengan kecepatan v. jika sumber mendekati
penerima maka kecepatan v bernilai negatif. Efek Doppler untuk cahaya dapat dirumuskan
sebagai berikut:

𝑐−𝑣
𝑓𝑅 = √𝑐+𝑣 𝑓𝑠 ………………………………………(1.3)

Dimana 𝑓𝑅 adalah frekuensi yang diukur oleh pengamat dan 𝑓𝑠 adalah frekuensi sumber
(Young, 2003).

Sebuah sumber yang memancarkan radiasi elektromagnetik berfrekuensi 𝑣0 terhadap


pengukuran pengamat diam. Sumber ini juga bergerak terhadap pengamat lain dan didapati
frekuensi radiasi yang diterimanya dari sumber tersebut adalah v.
Gambar 1.2 Efek Doppler relativistic

Frekuensi menurut pengamat O yang diperoleh dari efek Doppler adalah:

2
√1−𝑣 ⁄ 2
𝑐
𝑣= 𝑣0 1−(𝑣⁄ ) cos 𝜃……………………………………(1.4)
𝑐

Jika sumber dan pengamat saling mendekat 𝜃 = 0. Maka :

𝑐+𝑣
𝑣 = 𝑣0 √𝑐−𝑣………………………………………......(1.5)

Jika sumber dan pengamat saling menjauh 𝜃 = 1800

𝑐−𝑣
𝑣 = 𝑣0 √𝑐+𝑣………………………………………......(1.6)

Jika radiasi tegak lurus terhadap arah gerak 𝜃 = 900 .

2
𝑣 = 𝑣0 √1 − (𝑣 ⁄𝑐 2 )………………………………..(1.7)

(Gautreau, 2003).

Aplikasi efek Doppler dapat dijumpai pada penggunaannya untuk radar. Efek Doppler
merupakan efek pentk dari radar. Ketika sinyal elektromagnetik radar terpantulkan dari target,
peristiwa tersebut disebut echo signal. Sinyal tersebut akan terpecah oleh frekuensi dari efek
Doppler. Frekuensi yang sangat kecil dapat dihitung dengan menyatukan getaran dari sinyal
echo dengan sinyal referensi. Frekuensi terbagi rata pada komponen radar dari kecepatan
target. Radar Doppler juga luas penggunaannya pada bidang meteorology. Gerakan vertical
airdrafts, ukuran dan gerakan curah hujan, gerakan musim dan lain-lain yang menggunakan
aplikasi dari radar Doppler (Thronton, 2013).
BAB II

METODOLOGI

2.1 Alat dan Bahan

Dalam percobaan kali ini digunakan beberapa alat diantaranya yaitu sebuah function
generator, 2 buah digital counter, 1 buah gate control, 1 buah tweeter loudspeaker, 1 buah
universal microphone, 2 buah precision metal rails, 2 buah fork-type light baries, 1 buah
control unit, 1 buah steel tape measure, satu buah konstantan wire 𝜑 = 0,25 mm. 1 buah
bench clamp, 1 buah rail connector dan beberapa buah kabel.

2.2 Tatalaksana percobaan

Langkah pertama yang dilakukan dalam percobaan ini adalah alat-alat yang disediakan
dirangkai seperti pada gambar percobaan, dengan pendengar yang diam dibuat terlebih
dahulu. Kedua, percobaan dilakukan di awal dengan pengukuran frekuensi sumber yang telah
diatur sedemikian rupa. Ketiga, frekuensi pendengar diukur dengan dibuat beberapa
konfigurasi (sumber diam- pendengar bergerak atau sumber bergerak-pendengar diam. Hal ini
dapat dilakukan dengan konfigurasi yang diubah-ubah pada rangkaianalat yang tersedia.
Yang terakhir untuk setiap frekuensi sumber, frekuensi pendengar diamati untuk setiap
kecepatan (baik kecepatan sumber atau pendengar) masing-masing lima kali.
2.3 Gambar Percobaan

Gambar 2.1 Rangkaian alat percobaan efek Doppler

Keterangan:

1. Universal microphone
2. Tweeter Loudspeaker
3. Precission metal rails
4. Digital counter
5. Signal generator
6. Motor penggerak trolley
7. Control Unit
8. Sensor
9. Kabel penghubung
BAB III

ANALISA DAN PEMBAHASAN

3.1 Data hasil percobaan

3.1.1 Data percobaan

3.1.1.1 Pendengar diam, sumber bergerak

s = 50 cm

No 𝑓0 (Hz) t (s) 𝑓+ (kHz) 𝑓− (kHz)


1 18,2 2,980 2,936
2 20,3 2,977 2,976
3000
3 19,7 2,977 2,941
4 19,5 2,976 2,938
5 20,8 4,097 4,095
6 22 4.097 4,093
4000
7 25,4 4,087 4,084
8 25,4 4,083 4,085

3.1.1.2 Sumber diam, pendengar bergerak

s = 50 cm

No 𝑓0 (Hz) t (s) 𝑓+ (kHz) 𝑓− (kHz)


1 22,6 2,842 2,669
2 23,2 2,717 2,435
3000
3 22,8 2,846 2,663
4 24 2,826 2,536
5 22,4 4,116 3,759
6 23 4,114 3,695
4000
7 23 4,114 3,786
8 22,4 4,113 3,397
3.1.2 Data simulasi

s = 45 cm

No 𝑓0 (Hz) t (s) 𝑓+ (kHz) 𝑓− (kHz)


1 9,81 2,842 2,842
2 10,51 2,843 2,842
3000
3 10,03 2,841 2,841
4 11,20 2,843 2,842
5 12,11 3,964 3,964
6 9,10 3,963 3,963
4000
7 13,20 3,964 3,964
8 11,13 3,963 3,963

3.2 Perhitungan

3.2.1 Perhitungan data simulasi

No t (s) v (𝑚⁄𝑠) 𝑓0 (Hz) 𝑓+ (Hz) 𝑓− (Hz)


1 9,81 4,59𝑥 10−2 3000 3000,6 2999,59
2 10,51 4,28𝑥 10−2 3000,3 2999,62
3 10,03 4,49𝑥 10−2 3000,4 2999,6
4 11,20 4,02𝑥 10−2 3000,36 2999,6
5 12,11 3,72𝑥 10−2 4000 4000,3 3999,67
6 9,10 4,94𝑥 10−2 4000,8 3999,57
7 13,20 3,41𝑥 10−2 4000,4 3999,7
8 11,13 4,04𝑥 10−2 4000,5 3999,6

𝑓0 = 3000 𝐻𝑧

𝑣0 = 340 𝑚⁄𝑠

𝑠 = 45 𝑐𝑚 = 0,45 𝑚

𝑠 0,45
𝑣1 = = = 0,0459 𝑚⁄𝑠 = 4,59𝑥 10−2 𝑚⁄𝑠
𝑡 9,81
𝑠 0,45
𝑣2 = = = 0,0428 𝑚⁄𝑠 = 4,28𝑥 10−2 𝑚⁄𝑠
𝑡 10,51
𝑠 0,45
𝑣3 = = = 0,0449 𝑚⁄𝑠 = 4,49𝑥 10−2 𝑚⁄𝑠
𝑡 10,03
𝑠 0,45
𝑣4 = = = 0,0402 𝑚⁄𝑠 = 4,02𝑥 10−2 𝑚⁄𝑠
𝑡 11,20
𝑓0 3000 3000
𝑓1 −= 𝑣𝑠 = −2 = = 2999,59 𝐻𝑧
1+𝑣 4,59𝑥 10 1,000135
1+
𝑤 340
𝑓0 3000 3000
𝑓2 −= 𝑣𝑠 = −2 = = 2999,62 𝐻𝑧
1+𝑣 4,28𝑥 10 1,000126
1+
𝑤 340
𝑓0 3000 3000
𝑓3 −= 𝑣𝑠 = −2 = = 2999,6 𝐻𝑧
1+𝑣 4,49𝑥 10 1,00013
1+
𝑤 340
𝑓0 3000 3000
𝑓4 −= 𝑣𝑠 = −2 = = 2999,6 𝐻𝑧
1+𝑣 4,02𝑥 10 1,00012
1+
𝑤 340
𝑓0 3000 3000
𝑓1 += 𝑣𝑠 = −2 = = 3000,6 𝐻𝑧
1−𝑣 4,59𝑥 10 0,9998
1−
𝑤 340
𝑓0 3000 3000
𝑓2 += 𝑣𝑠 = −2 = = 3000,3 𝐻𝑧
1−𝑣 4,28𝑥 10 0,9999
1−
𝑤 340
𝑓0 3000 3000
𝑓3 += 𝑣𝑠 = −2 = = 3000,4 𝐻𝑧
1−𝑣 4,49𝑥 10 0,999868
1−
𝑤 340
𝑓0 3000 3000
𝑓4 += 𝑣𝑠 = −2 = = 3000,36 𝐻𝑧
1−𝑣 4,02𝑥 10 0,99988
1−
𝑤 340
𝑓0 = 4000 𝐻𝑧

𝑣0 = 340 𝑚⁄𝑠

𝑠 = 45 𝑐𝑚 = 0,45 𝑚

𝑠 0,45
𝑣1 = = = 0,0372 𝑚⁄𝑠 = 3,72𝑥 10−2 𝑚⁄𝑠
𝑡 12,11
𝑠 0,45
𝑣2 = = = 0,0494 𝑚⁄𝑠 = 4,94𝑥 10−2 𝑚⁄𝑠
𝑡 9,10
𝑠 0,45
𝑣3 = = = 0,0341 𝑚⁄𝑠 = 3,41𝑥 10−2 𝑚⁄𝑠
𝑡 13,20
𝑠 0,45
𝑣4 = = = 0,0404 𝑚⁄𝑠 = 4,04𝑥 10−2 𝑚⁄𝑠
𝑡 11,13
𝑓0 4000 4000
𝑓1 −= 𝑣𝑠 = −2 = = 3999,67 𝐻𝑧
1+𝑣 3,72𝑥 10 1,000109
1+
𝑤 340
𝑓0 4000 4000
𝑓2 −= 𝑣𝑠 = −2 = = 3999,57 𝐻𝑧
1+𝑣 4,94𝑥 10 1,000145
1+
𝑤 340
𝑓0 4000 4000
𝑓3 −= 𝑣𝑠 = −2 = = 3999,7 𝐻𝑧
1+𝑣 3,41𝑥 10 1,0001
1+
𝑤 340
𝑓0 4000 4000
𝑓4 −= 𝑣𝑠 = −2 = = 3999,6 𝐻𝑧
1+𝑣 4,04𝑥 10 1,000118
1+
𝑤 340
𝑓0 4000 4000
𝑓1 += 𝑣𝑠 = −2 = = 4000,3 𝐻𝑧
1−𝑣 3,72𝑥 10 0,99989
1−
𝑤 340
𝑓0 4000 4000
𝑓2 += 𝑣𝑠 = −2 = = 4000,8 𝐻𝑧
1−𝑣 4,94𝑥 10 0,9998
1−
𝑤 340
𝑓0 4000 4000
𝑓3 += 𝑣𝑠 = −2 = = 4000,4 𝐻𝑧
1−𝑣 3,41𝑥 10 0,9999
1−
𝑤 340
𝑓0 4000 4000
𝑓4 += 𝑣𝑠 = −2 = = 4000,5 𝐻𝑧
1−𝑣 4,04𝑥 10 0,999882
1−
𝑤 340
3.2.2 Perhitungan data percobaan

3.2.2.1 Sumber bergerak, pendengar diam

𝑓0 = 3000 𝐻𝑧

𝑠 = 50 𝑐𝑚 = 0,5 𝑚

No t(s) Vs (𝑚⁄𝑠) ̅𝑠 |2
|𝑉𝑠 − 𝑉
1 18,2 0,027 0,0156𝑥 10−4
2 20,3 0,025 0,0056𝑥 10−4
3 19,7 0,0254 0,0012𝑥 10−4
4 19,5 0,0256 0,000225𝑥 10−4
𝑠 0,5
𝑣1 = = = 0,027 𝑚⁄𝑠
𝑡 18,2
𝑠 0,5
𝑣2 = = = 0,025 𝑚⁄𝑠
𝑡 12,11
𝑠 0,5
𝑣3 = = = 0,0254 𝑚⁄𝑠
𝑡 12,11
𝑠 0,5
𝑣4 = = = 0,0256 𝑚⁄𝑠
𝑡 12,11

∑ 𝑣𝑠 = 0,103 = 10,3𝑥 10−2 𝑚⁄𝑠

∑ 𝑣𝑠 10,3𝑥 10−2
𝑣̅𝑠 = = = 0,025781 𝑚⁄𝑠
𝑛 4
|𝑣1 − 𝑣̅𝑠 |2 = |0,027 − 0,025781|2 = 2,805 𝑥 10−6 𝑚⁄𝑠

|𝑣2 − 𝑣̅𝑠 |2 = |0,025 − 0,025781|2 = 1,324 𝑥 10−6 𝑚⁄𝑠

|𝑣3 − 𝑣̅𝑠 |2 = |0,0254 − 0,025781|2 = 0,1604 𝑥 10−6 𝑚⁄𝑠

|𝑣4 − 𝑣̅𝑠 |2 = |0,0256 − 0,025781|2 = 0,01965 𝑥 10−6 𝑚⁄𝑠

∑|𝑣𝑠 −𝑣
̅̅̅|2 4,36464𝑥 10−6
dVs=√ 𝑠
=√ = 0,000603 = 0,063𝑥10−2 𝑚⁄𝑠
𝑛(𝑛−1) 4.3

dVs 0,063𝑥10−2
𝐾𝑟𝑉𝑠 = 𝑥100% = 𝑥100% = 2,34%
𝑣̅𝑠 0,025781

𝑣 340
𝑓− = 𝑓0 ( ) = 3000 ( ) = 3000. 0,9999 = 2999,77 𝐻𝑧
𝑣 + 𝑣̅𝑠 340 + 0,025781

𝑣 340
𝑓+ = 𝑓0 ( ) = 3000 ( ) = 3000. 1,00007 = 3000,21 𝐻𝑧
𝑣 − 𝑣̅𝑠 340 − 0,025781

𝑓0 = 4000 Hz

No t (s) 𝑣𝑠 ̅𝑠 |2
|𝑉𝑠 − 𝑉
1 20,8 2,4𝑥 10−2 6,27256𝑥 10−6
2 22 2,3𝑥 10−2 1,42401𝑥 10−6
3 25,4 1,97𝑥 10−2 3,41848𝑥 10−6
4 25,4 1,97𝑥 10−2 3,41848𝑥 10−6
𝑠 0,5
𝑣1 = = = 0,02404 𝑚⁄𝑠 = 2,404 𝑥 10−2 𝑚⁄𝑠
𝑡 20,8
𝑠 0,5
𝑣2 = = = 0,022727 𝑚⁄𝑠 = 2,2727 𝑥 10−2 𝑚⁄𝑠
𝑡 22
𝑠 0,5
𝑣3 = = = 0,019685 𝑚⁄𝑠 = 1,9685 𝑥 10−2 𝑚⁄𝑠
𝑡 25,4
𝑠 0,5
𝑣4 = = = 0,019685 𝑚⁄𝑠 = 1,9685 𝑥 10−2 𝑚⁄𝑠
𝑡 25,4
∑ 𝑣𝑠 −2
𝑣̅𝑠 = = 0,021534 𝑚⁄𝑠 = 2,1534 𝑥 10 𝑚⁄𝑠
𝑛
|𝑣1 − 𝑣̅𝑠 |2 = |0,02404 − 0,021534|2 = 6,27256 𝑥 10−6 𝑚⁄𝑠

|𝑣2 − 𝑣̅𝑠 |2 = |0,022727 − 0,021534|2 = 1,42401 𝑥 10−6 𝑚⁄𝑠

|𝑣3 − 𝑣̅𝑠 |2 = |0,019685 − 0,021534|2 = 3,41848 𝑥 10−6 𝑚⁄𝑠

|𝑣4 − 𝑣̅𝑠 |2 = |0,019685 − 0,021534|2 = 3,41848 𝑥 10−6 𝑚⁄𝑠

∑|𝑣𝑠 −𝑣
̅̅̅|2 1,45335𝑥 10−5
dVs=√ 𝑠
=√ = 0,0011 𝑚⁄𝑠
𝑛(𝑛−1) 4.3

dVs 0,0011
𝐾𝑟𝑉𝑠 = 𝑥100% = 𝑥100% = 5,11%
𝑣̅𝑠 2,1534

𝑣 340
𝑓− = 𝑓0 ( ) = 4000 ( ) = 4000. 0,9999 = 3999,75 𝐻𝑧
𝑣 + 𝑣̅𝑠 340 + 0,021534

𝑣 340
𝑓+ = 𝑓0 ( ) = 4000 ( ) = 4000. 1,00007 = 3000,63 𝐻𝑧
𝑣 − 𝑣̅𝑠 340 − 0,021534

3.2.2.2 Pendengar bergerak, sumber diam

𝑓0 = 3000 𝐻𝑧

𝑠 = 50 𝑐𝑚 = 0,5 𝑚

No t(s) Vp (𝑚⁄𝑠) 2
|𝑉𝑝 − 𝑉̅𝑝 |
1 22,6 0,022124 2,64401𝑥 10−7
2 23,2 0,021552 3,3605 10−9
3 22,8 0,02193 1,02484𝑥 10−7
4 24 0,02083 1,020833𝑥 10−7

𝑠 0,5
𝑣1 = = = 0,022124 𝑚⁄𝑠
𝑡 22,6
𝑠 0,5
𝑣2 = = = 0,021552 𝑚⁄𝑠
𝑡 23,2
𝑠 0,5
𝑣3 = = = 0,02193 𝑚⁄𝑠
𝑡 22,8
𝑠 0,5
𝑣4 = = = 0,02086 𝑚⁄𝑠
𝑡 24
∑ 𝑣𝑠
𝑣𝑝 =
̅̅̅ = 0,02161 𝑚⁄𝑠
𝑛
2
𝑣𝑝 = |0,022124 − 0,02161|2 = 2,64401 𝑥 10−7 𝑚⁄𝑠
|𝑣1 − ̅̅̅|
2
𝑣𝑝 = |0,021552 − 0,02161|2 = 3,3605 𝑥 10−9 𝑚⁄𝑠
|𝑣2 − ̅̅̅|
2
𝑣𝑝 = |0,02193 − 0,02161|2 = 1,02484 𝑥 10−7 𝑚⁄𝑠
|𝑣3 − ̅̅̅|
2
𝑣𝑝 = |0,02086 − 0,02161|2 = 0,020833 𝑥 10−7 𝑚⁄𝑠
|𝑣4 − ̅̅̅|

2
∑|𝑣𝑝 −𝑣
̅̅̅̅| 9,72981𝑥 10−7
= 0,000285 𝑚⁄𝑠
𝑝
dVp=√ =√
𝑛(𝑛−1) 4.3

dVp 0,000285
𝐾𝑟𝑉𝑝 = 𝑥100% = 𝑥100% = 1,317 %
𝑣𝑝
̅̅̅ 0,02161

̅̅̅𝑝
𝑣 0,02161
𝑓− = 𝑓0 (1 − ) = 3000 (1 − ) = 2999,80 𝐻𝑧
𝑣0 340

̅̅̅𝑝
𝑣 0,02161
𝑓+ = 𝑓0 (1 + ) = 3000 (1 + ) = 3000,19 𝐻𝑧
𝑣0 340

𝑓0 = 4000 𝐻𝑧

𝑠 = 50 𝑐𝑚 = 0,5 𝑚

No t(s) Vp (𝑚⁄𝑠) 2
|𝑉𝑝 − 𝑉̅𝑝 |
1 22,4 2,23 𝑥 10−2 8,47678𝑥 10−8
2 23 2,17𝑥 10−2 8,47678𝑥 10−8
3 22 2,17𝑥 10−2 8,47678𝑥 10−8
4 22,4 2,23𝑥 10−2 8,47678𝑥 10−8

𝑠 0,5
𝑣1 = = = 2,23 𝑥 10−2 𝑚⁄𝑠
𝑡 22,4
𝑠 0,5
𝑣2 = = = 2,17𝑥 10−2 𝑚⁄𝑠
𝑡 23
𝑠 0,5
𝑣3 = = = 2,17𝑥 10−2 𝑚⁄𝑠
𝑡 23
𝑠 0,5
𝑣4 = = = 2,23𝑥 10−2 𝑚⁄𝑠
𝑡 22,4
∑ 𝑣𝑝
𝑣𝑝 =
̅̅̅ = 2,203𝑥 10−2 𝑚⁄𝑠
𝑛
2
𝑣𝑝 = |2,23 𝑥 10−2 − 2,203|2 = 8,47678𝑥 10−8 𝑚⁄𝑠
|𝑣1 − ̅̅̅|
2
𝑣𝑝 = |2,17𝑥 10−2 − 2,203|2 = 8,47678𝑥 10−8 𝑚⁄𝑠
|𝑣2 − ̅̅̅|
2
𝑣𝑝 = |2,17𝑥 10−2 − 2,203|2 = 8,47678𝑥 10−8 𝑚⁄𝑠
|𝑣3 − ̅̅̅|
2
𝑣𝑝 = |2,23𝑥 10−2 − 2,203|2 = 8,47678𝑥 10−8 𝑚⁄𝑠
|𝑣4 − ̅̅̅|

∑|𝑣𝑠 −𝑣
̅̅̅|2 3,39071𝑥 10−7
dVp=√ 𝑠
=√ = 0,000285 𝑚⁄𝑠
𝑛(𝑛−1) 4.3

dVp 0,000285
𝐾𝑟𝑉𝑝 = 𝑥100% = 𝑥100% = 0,76 %
𝑣𝑝
̅̅̅ 2,203𝑥 10−2

̅̅̅𝑝
𝑣 2,203𝑥 10−2
𝑓− = 𝑓0 (1 − ) = 4000 (1 − ) = 3999,74 𝐻𝑧
𝑣0 340

̅̅̅𝑝
𝑣 2,203𝑥 10−2
𝑓+ = 𝑓0 (1 + ) = 4000 (1 + ) = 4000,26 𝐻𝑧
𝑣0 340
3.3 Pembahasan

3.3.1 Analisa prosedur

3.3.1.1 Fungsi alat

Pada praktikum efek Doppler kali ini terdapat alat-alat yang digunakan yang kesemuanya
memiliki fungsi masing-masing sesuai sifat dan karakteristiknya. Alat pertama yaitu signal
generator yang berfungsi sebagai pembangkit gelombang dan juga frekuensi sehingga gelombang
bunyi dapat dimunculkan pada alat pengeras suara (tweeter loudspeaker). Alat selanjutnya adalah
tweeter loudspeaker yang berfungsi sebagai alat pengeras suara yang bersumber dari sinyal
generator dan dalam percobaan kali ini digunakan sebagai sumber. Kemudian terdapat universal
microphone yang berfungsi sebagai penangkap suara atau gelombang bunyi yang dikeluarkan
oleh tweeter loudspeaker atau dalam percobaan kali ini disebut sebagai pendengar. Hasil dari
penangkapan penangkapan suara oleh universal microphone ditampilkan pada digital counter
dalam bentuk angka dalam satuan frekuensi. Alat yang digunakan selanjutnya yaitu presision
metal rail yang juga disebut sebagai rail pengukur jarak yang fungsinya adalah sebagai tempat
lintasan dari trolley, pada rail ini disertai tanda yang menyatakan jarak yang akan digunakan
untuk trolley melintas. Alat selanjutnya adalah trolley yang berfungsi sebagai tempat microphone
atau loudspeaker bergerak melintasi lintasan rail. Selanjutnya terdapat electric motoryang
berfungsi sebagai penggerak trolley maju mundur mendekati atau menjauhi universal microphone
atau dengan kata lain adalah penyetel gerak motor listrik. Selanjutnya digunakan stopwatch yang
digunakan sebagai pengukur waktu dari suatu trolley bergerak maju. Alat terakhir yaitu kabel
penghubung yang difungsikan untuk penghubung semua komponen alat-alat percobaan.

3.3.1.2 Fungsi perlakuan

Perlakuan pertama pada percobaan kali ini adalah dihidupkan semua komponen percobaan,
selanjutnya lintasan dan motor penggerak diatur, hal ini berfungsi agar motor penggerak dapat
bergerak. Kemudian, signal generator dinyalakan dan diatur frekuensinya, hal ini bertujuna agar
sumber bunyi dapat diberi frekuensi agar dapat dilakukan perhitungan frekuensi maju atau
mundurnya. Dalam percobaan ini frekuensi yang digunakan adalah sebesar 3000 Hz dan 4000
Hz. Hal ini bertujuan agar didapatkan hasil data yang bervariasi sehingga dapat dijadikan sebagai
perbandingan. Setelah itu digital counter tersebut diatur dan dinyalakan, hal ini berfungsi agar
sumber bunyi yang muncul dapat dibaca. Pada digital counter tersebut diatur pada mode kHz agar
nantinya data keluaran berupa frekuensi sudah memiliki frekuensi yang satuannya adalah kHz.
Selanjutnya control motor dihidupkan dan diatur kecepatanyya, hal ini bertujuan agar
kecepatannya teratur dan konstan seperti yang diinginkan. Pada saat trolley digerakkan
stopwatch, digital counter, dan control motor dihidupkan secara bersama-sama. Hal ini berfungsi
agar data frekuensi dan waktu tempuh dapat dicatat dengan nilai kesalahan yang cukup kecil.
Selanjutnya control motor, stopwatch, dan digital counter di stop bersama-sama pada saat trolley
mencapai jarak yang ditentukan yaitu 50 cm. Hal ini dilakukan agar perhitungan frekueansi oleh
digital counter dapat dihitung. Hasil frekuensi yang didapat dirata-rata dan dicatat sebagai data
frekuensi. Trolley dijalankan maju dan mundur yang difungsikan jika dijalankan maju maka
frekuensi yang didapat adalah frekuensi mendekati sedangkan jika mundur maka yang diperoleh
adalah data frekuensi menjauhi. Selanjutnya langkah-langkah tersebut diulangi sebanyak 4 kali
percobaan pada tiap frekuensinya. Selanjutnya posisi sumber dibalik dengan posisi pendengar.
Hal ini bertujuan agar dapat diketahui pengaruh perubahan yang terjadi ketika pendengar yang
bergerak menjauhi atau mendekati sedangkan sumber diam. Untuk langkah selanjutnya yang
dilakukan tetap sama seperti percobaan dengan sumber bergerak menjauhi atau mendekati
sedangkan pendengar diam.

3.3.2 Analisa hasil

Dari data yang diperoleh baik dari simulasi maupun percobaan keduanya menunjukkan
bahwa f+ atau frekuensi saat sumber mendekati pendengar nilai frekuensinya akan selalu lebih
besar jika dibandingkan dengan f- atau ketika sumber menjauhi pendengar. Hal ini terjadi pada
tiap-tiap frekuensi yaitu 3000 Hz dan 4000 Hz. Hal ini bersesuaian dengan teori, dimana ketika
sumber mendekati pendengar maka frekuensi yang diterima akan semakin besar dan ketika
sumber menjauhi pendengar maka frekuensi yang diterima akan semakin kecil. Dari data simulasi
dan percobaan juga dapat dihitung dan dianalisa. Hasil yang diperoleh menunjukkan hal yang
tidak jauh berbeda dengan hasil data yang diperoleh dari percobaan maupun simulasi. Data yang
didapatkan dari hasil perhitungan juga menunjukkan bahwa ketika sumber mendekati pendengar
ataupun sumber diam dan didekati oleh pendengar maka frekuensinya akan lebih besar dari
frekuensi ketika sumber atau pendengar saling menjauhi. Jika dibandingkan antara ketika sumber
bergerak maka dapat dianalisa bahwa hasil yang diperoleh ketika sumber diam dan pengamat
bergerak lebih besar daripada frekuensi ketika sumber bergerak sedangkan pendengar diam.
Meskipun begitu, perbedaan diantara keduanya tidak terlalu signifikan.
Dari data yang diperoleh juga dapat dilihat bahwa frekuensi yang diperoleh ketika sumber
mendekat ke pendengar seringkali melebihi frekuensi yang diberikan mula-mula. Seperti pada
percobaan dengan frekuensi awal 4000 Hz. Hasil dari f+ menunjukkan hasil lebih besar daripada
frekuensi awalnya. Hal ini disebabkan karena adanya frekuensi yang terdapat di sekitar
lingkungan percobaan. Hasil data yang diperoleh dapat dianggap sesuai dengan teori yang suadah
ada. Hal ini dapat dilihat dari nilai presentase kesalahan relative yang juga dihitung dalam
percobaan kali ini. Nilai presentase kesalahan yang diperoleh kecil sehingga hal tersebut
menunjukkan bahwa perhitungan telah benar, adanya kr yang kecil tersebut disebabkan oleh
banyak faktor salah satunya adalah kurang telitinya pengamat dalam pengambilan data dan
pembulatan yang terlalu besar dalam perhitungan.

Efek Doppler adalah sesuatu yang terjadi ketika sesuatu yang memancarkan suara atau
cahaya bergerak relative terhadap pengamat. Objek, pengamat, atau keduanya dapat bergerak,
menyebabkan perubahan jelas dalam frekuensi panjang gelombang yang dipancarkan pada objek.
Efek Doppler menjelakan mengapa klakson mobeil sopir keras yang muncul berubah frekuensi
karena ia diperbesar dengan kecenderungan di atasnya, dan pemahaman tenteng efek Doppler
dapat membantu para ilmuan membuat berbagai pengamatan tentang dunia sekitar mereka.

Efek ini diusulkan dan dijelaskan oleh Christian Doppler pada tahun 1842. Seperti yang
sering terjadi, yang pertama di tempat kejadian harus bernama efek, sehingga fenomena ini
sekarang dinamai sebagai “efek Doppler”. Versi pendeknya penjelasan dari efek Doppler ini
adalah ketika sebuah objek mendekati pengamat, panjang gelombang yang dikompresi,
menyebabkan frekuensi meningkat dan ketika objek bergerak menjauh, panjang gelombang
menyebar, menyebabkan penurunan nilai frekuensi.Ketika sebuah benda mendekati pengamat,
frekuensi panjang gelombang tampak meningkat, dalam fenomena yang dikenal blueshifting .
Ketika objek bergerak menjauh dari pengamat, frekuensi tampaknya menurun dari perspektif
pengamat, dalam situasi ini dikenal sebagai redshifting.

Gejala peristiwa efek Doppler dapat digambarkan seperti pada gambar 3.1. pada bagian (a)
sumber mampu menerima A dan B diam atau relative diam maka frekuensi bunyi yang diterima
A dan B akan sama dengan yang dipancarkan oleh sumber. Bagaimana dengan (b), sumber bunyi
bergerak ke arah B dengan kecepatan Vs. saat sumber dan penerima relative bergerak ke arah B
maka penerima akan mendapat frekuensi bunyi lebih besar dari sumber, sedangkan penerima A
lebih kecil.
Gambar 3.1 Gejala peristiwa Efek Doppler

Menurut Doppler, perubahan frekuensi bunyi itu memenuhi hubungan: kecepatan relatifnya
sebanding dengan frekuensi

𝑓~∆𝑣

𝑓𝑝 ∆𝑉𝑝
=
𝑓𝑠 ∆𝑉𝑠

Vp adalah kecepatan relative bunyi terhadap pendengar. Dngan substitusi nilai ∆𝑉𝑝 dan ∆𝑉𝑠
diperoleh persamaan efek Doppler sebagai berikut:

𝑣 ± 𝑣𝑝
𝑓𝑝 = 𝑓𝑠
𝑣 ± 𝑣𝑠

𝑓𝑝 = frekuensi yang diterima pendengar (Hz)

𝑓𝑠 = frekuensi bunyi sumber (Hz)

𝑣 = cepat rambat bunyi di udara (𝑚⁄𝑠)

𝑣𝑠 = kecepatan sumber bunyi (𝑚⁄𝑠)

𝑣𝑝 = kecepatan pendengar 𝑚⁄𝑠)


BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diperoleh dari percobaan ini adalah frekuensi pendengar akan lebih
besar ketika suatu sumber bergerak mendekati pendengar atau ketika pendengar bergerak
mendekati sumber. Sebaliknya frekuensi yang diterima oleh pendengar akan lebih sedikit ketika
sumber bergerak relative menjauhi pendengar atau pendengar bergerak menjauhi sumber. Hal ini
bersesuaian dengan teori efek Doppler. Terjadinya penguatan bunyi disebabkan oleh sumber
bunyi lain di sekitar area pengamatan.

4.2 Saran

Saran pada percobaan kali ini adalah sebaiknya percobaan dilakukan pada tempat yang dapat
memungkinkan terjadinya adanya sumber suara yang dapat mengganggu frekuensi bunyi pada
percobaan efek Doppler ini.
DAFTAR PUSTAKA

Gautreau, Ronald., William, Savin. 2003. Modern Physics. Ciracas: Erlangga

Morrrison, John C. 2015. Modern Physics for Scientist and Engineer. Oxford: Elsevier

Serway, Raymond A., John, W Jewett. 2008. Physics for Scientist and Engineers with Modern
Physics. USA: Thomson Learning

Thornton, Stephen T., Andrew Rex. 2013. Modern Physics for Scientist and Engineering. Boston:
Cangage Learning

Young, Hugh D., Roger, A Freedman. 2003. Fisika Universitas. Jakarta: Erlangga