Anda di halaman 1dari 1

Penatalaksanaan

1. Pencegahan
 Tindakan kewaspadaan isolasi untuk pasien dengan penurunan imun
 Posisikan pasien untuk mencegah aspirasi
 Untuk mencegah VAP
 Hindari volume lambung yang berlebihan
 Pilih intubasi oral dari pada nasal
 Pemeliharaan sirkuit ventilator secara cermat
 Suksion subglotis kontinu
 Variasi/rotasi postural
 Gunakan sukralfat daripada penyekat H2 untuk profilaksis (masih kontroversial)
 Bilas mulut dengan klorheksidin
2. Penatalaksaan infeksi akut
 Oksigen dan hidrasi bila ada indikasi
 Pertimbangkan isolasi respirasi
 Hospitalisasi diindikasikan bila
 Usia diatas 65 tahun, tunawisma, dirawat dirumah sakit karena pneumonia ditahun yang lalu
 Denyut nadi > 140/menit, frekuensi respirasi > 30/menit hipotensi.
 Temperatur > 38,30C
 Penurunan status mental, sianosis
 Imunosupresi, kondisi penyerta
 Mikroorganisme risiko tinggi (mis, infeksi pseudomonas yang terbaru)
 SDP < 4000 atau > 3000/µL
 Tekanan parsial oksigan dalam darah arteri (PaO2) < 60 atau PaCO2 > 50
 Foto ronsen dada dengan keterlibatan banyak lobus atau progresi cepat
 Menarik napas dalam dan batuk, fisioterapi dada bila tersedia
 Antibiotik untuk pneumonia bakteri, parasit, atau jamur (bukan virus)
 Perlindungan empiris paling sering digunakan pada pasien rawat jalan; pewarnaan gram pada
sputum dapat menjadi panduan terapi pada pasien rawat inap tetapi mungkin perlu diubah
bila kultur dengan sensitivitas telahtersedia (48 samapi 72 jam).
 Pilihan antibiotik empiris bervariasi berdasar pada pasien rawat jalan versus rawat inap, usia,
faktor risiko pasien, dan pengkajian pasien; pilihan antibiotika empiris yang umum
dirangkum dalam tabel dibawah.