Anda di halaman 1dari 4

Remediasi

Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang

tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ

(atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini

lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan

bioremediasi ( Amzani, 2012 ).

Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan

kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut

dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki

yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut.

Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah

dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal

dan rumit ( Rosmeinasari, 2016 ).

Sebelum melakukan remediasi, hal yang perlu diketahui: 1) Jenis

pencemar (organik atau anorganik), terdegradasi atau tidak, berbahaya atau tidak.

2) Berapa banyak zat pencemar yang telah mencemari tanah tersebut. 3)

Perbandingan karbon (C), nitrogen (N), dan fosfat (P). 4) Jenis tanah. 5) Kondisi

tanah (basah, kering). 6) Telah berapa lama zat pencemar terendapkan di lokasi

tersebut.

7) Kondisi pencemaran (sangat penting untuk dibersihkan segera/bisa ditunda)

( Baroroh et.al, 2012 ).

Bioremediasi
Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan

menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk

memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun
atau tidak beracun (karbon dioksida dan air) ( Amzani, 2012 ).

Bioremediasi merupakan penggunaan mikroorganisme yang telah dipilih

untuk ditumbuhkan pada polutan tertentu sebagai upaya untuk menurunkan kadar

polutan tersebut. Pada saat proses bioremediasi berlangsung, enzim-enzim yang

diproduksi oleh mikroorganisme memodifikasi struktur polutan beracun menjadi

tidak kompleks sehingga menjadi metabolit yang tidak beracun dan berbahaya

( Priadie, 2012 ).

Ada 4 teknik dasar yang biasa digunakan dalam bioremediasi: 1) Stimulasi

aktivitas mikroorganisme asli (di lokasi tercemar) dengan penambahan nutrien,

pengaturan kondisi redoks, optimasi pH, dan sebagainya. 2) Inokulasi

(penanaman) mikroorganisme di lokasi tercemar, yaitu mikroorganisme yang

memiliki kemampuan biotransformasi khusus.3) Penerapan immobilized

enzymes. 4) Penggunaan tanaman (phytoremediation) untuk menghilangkan atau

mengubah pencemar ( Baroroh et.al, 2012 ).