Anda di halaman 1dari 35

Kelas

BAHAN AJAR XII


Semester 1
UKURAN PEMUSATAN
DAN PENYEBARAN
DATA

KOMPETENSI INTI

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.


2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi,
gotong-royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
social dana lam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, menyaji, dan menciptakan dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta
bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan
KOMPETENSI DASAR

3.2 Menentukan dan menganalisis ukuran pemusatan dan penyebaran data yang disajikan
dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan histogram.
4.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penyajian data hasil pengukuran dan
pencacahan dalam tabel distribusi frekuensi dan histogram.

INDIKATOR

3.2.1 Siswa dapat menyajikan data dalam bentuk tabel frekuensi berkelompok dan histogram.
3.2.2 Siswa dapat menentukan mean dari data yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi
frekuensi berkelompok dan histogram.
3.2.3 Siswa dapat menentukan modus dari data yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi
frekuensi berkelompok dan histogram.
3.2.4 Siswa dapat menentukan median dari data yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi
frekuensi berkelompok dan histogram.
3.2.5 Siswa dapat menentukan nilai jangkauan dari data yang disajikan dalam bentuk tabel
distribusi frekuensi berkelompok dan histogram.
3.2.6 Siswa dapat menentukan nilai simpangan rata-rata suatu data.
3.2.7 Siswa dapat menentukan nilai simpangan rata-rata dari data yang disajikan dalam
bentuk tabel distribusi frekuensi berkelompok dan histogram.
3.2.8 Siswa dapat menentukan nilai simpangan baku suatu data.
3.2.9 Siswa dapat menentukan nilai simpangan baku dari data yang disajikan dalam bentuk
tabel distribusi frekuensi berkelompok dan histogram.
3.2.10 Siswa dapat menentukan nilai variansi suatu data.
3.2.11 Siswa dapat menentukan nilai variansi dari data yang disajikan dalam bentuk tabel
distribusi frekuensi dan histogram.
4.2.1 Siswa dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan ukuran
pemusatan data dari data yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi
berkelompok dan histogram.
4.2.2 Siswa dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan ukuran
penyebaran data dari data yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi
berkelompok dan histogram.
Ketika masih duduk di SMP, kalian telah diperkenalkan dengan statistika
meskipun masih sangat sederhana. Kalian telah mengenal populasi, dan sampel,
datum dan data, pengumpulan data, mengurutkan data tunggal, menentukan mean,
median, modus, dan jangkauan data, serta menyajikan data dalam bentuk tabel
distribusi frekuensi tunggal maupun berbagai diagram. Materi-materi yang telah kalian
peroleh itu akan kita bahas lebih mendalam, dengan penambahan beberapa materi
yang sebelumnya belum kalian peroleh di SMP, seperti menyajikan data dalam bentuk
tabel distribusi frekuensi berkelompok dan histogram, simpangan rata-rata, varian serta
simpangan baku.
Untuk menyegarkan ingatan kalian tentang materi statistika, seperti yang telah
kalian pelajari di SMP, coba jawablah soal-soal berikut.

UJI PRASYARAT

Kerjakanlah soal-soal berikut di buku tugas!


1. Jelaskan langkah-langkah yang kamu lakukan untuk menyajikan data dalam
bentuk tabel distribusi frekuensi tunggal!
2. Apa yang dimaksud diagram
3. Apa yang dimaksud dengan mean, median, modus, dan jangkauan data?
Bagaimana cara menentukan keempat statistik data tersebut?
4. Diketahui data pengukuran berat badan 15 siswa kelas XII MIA 3 adalah sebagai
berikut (dalam kg).
45, 50, 50, 51, 55, 48, 50, 49, 44, 55, 45, 51, 48, 50, 51.
Sajikan data tersebut dalam bentuk tabel distribusi frekuensi tunggal, diagram
garis, diagram batang, dan diagram lingkaran. Tentukan mean, median, modus dan
jangkauan datanya.

Jika pertanyaan – pertanyaan di atas telah terjawab, mudah bagi kalian untuk
mempelajari materi berikut. Untuk itu, mari kita mulai materi ini.
PETA KONSEP

berhubungan
dengan
STATISTIKA Data

mempelajari

Pengumpulan Penyajian Pengolahan

dapat berupa berhubungan


dengan

Ukuran
Tabel Diagram Statistika

disajikan dalam bentuk

Garis Lingkaran Batang

terdiri atas

Ukuran Pemusatan

terdiri atas

Ukuran Penyebaran
Mean Modus Median

terdiri atas

Simpangan Ragam Simpangan Jangkauan


Rata-rata Baku
MANFAAT

Setelah mempelajari bab ini, siswa harus mampu melakukan pengolahan, penyajian dan
penafsiran data dengan cara membaca dan menyajikan data dalam bentuk tabel distribusi
frekuensi berkelompok dan histogram serta pemaknaannya, dan menentukan ukuran pemusatan
dan ukuran penyebaran data, serta menafsirkannya. Manfaat dari adanya statistika ini adalah
sebagai berikut.
1. Mendapatkan gambaran mengenai suatu fenomena tertentu dengan lebih sederhana melalui
ukuran-ukuran statistik.
2. Mampu mengambil kesimpulan dengan tingkat kepercayaan tertentu berdasarkan sampel
dari populasi.
3. Dapat melakukan efisiensi biaya melalui sampling.
4. Dapat membuat pemodelan dari sebuah permasalahan.
5. Dapat mengetahui apa saja faktor yang berhubungan dengan sebuah permasalahan.
6. Dapat mengetahui efek dari sebuah variabel.
7. Dapat melakukan peramalan data untuk masa mendatang.

PENGAITAN DENGAN ILMU LAIN

Peran statistika dalam berbagai bidang adalah sebagai berikut.


1. Dalam bidang politik dan pemerintahan dapat memprediksi calon yang akan terpilih dalam
pemilihan umum melalui quick count.
2. Dalam bidang marketing, dapat mengetahui apa saja yang mempengaruhi penjualan
3. Dalam bidang keuangan dan ekonomi makro, dapat mengetahui pengaruh kebijakan makro
pemerintah terhadap inflasi, peningkatan kesejahteraan dan lain-lain.
4. Dalam bidang kedokteran dan farmasi, dapat mengetahui efek suatu obat terhadap penyakit
tertentu.
5. Dalam bidang pertanian, dapat mengetahui bibit yang unggul yang dapat menghasilkan
produktivitas lebih tinggi melalui desain eksperimen.

6. Dalam bidang Sejarah, sastra, dan budaya dapat mengetahui efek dari suatu budaya asing
terhadap budaya lokal.
JENDELA INFORMASI

Salah satu tokoh statistika dunia adalah Florence Nightingale (lahir di


Florence, Italia, 12 Mei 1820 – meninggal di London, Inggris, 13
Agustus 1910 pada umur 90 tahun) yang lahir di Italia. Dia adalah
seorang perawat yang bekerja di rumah sakit militer di Turki, penulis,
dan ahli statistik. Ia dikenal dengan nama “The Lady With The Lamp”
atas jasanya yang tanpa kenal takut mengumpulkan korban perang pada
perang Krimea, di semenanjung Krimea, Rusia. Florence Nightingale
menghidupkan kembali konsep penjagaan kebersihan rumah sakit dan
kiat-kiat juru rawat. Ia memberikan penekanan kepada pemerhatian
teliti terhadap keperluan pasien dan penyusunan laporan mendetil
Sumber: Wikipedia
menggunakan statistik sebagai argumentasi perubahan ke arah yang
lebih baik pada bidang keperawatan di hadapan pemerintahan Florence Nightingale
Inggris.Dia berusaha memperbaiki administrasi rumah sakit tersebut (1820–1910)
dengan menggunakan statistika. Dia percaya pada keunggulan statistika
dan menggunakannya secara intensif untuk memecahkan masalah sosial dan kesehatan. Dia
juga berusaha untuk memasukkan statistika ke dalam kurikulum di Oxford. Dia menciptakan
boxcomb chart, suatu model penyajian data secara visual. Tulisannya dibahas pada Kongres
Statistika Internasional di London pada tahun 1860. Enam tahun kemudian, ia terpilih sebagai
anggota kehormatan asosiasi statistika Amerika. Karya Nightingale, yaitu penyajian data dalam
suatu chart, masih dioptimalkan. Carilah informasi lebih lengkap tentang tokoh ini dan
sumbangannya bagi dunia matematika. Kalian dapat memanfaatkan perpustakaan atau internet.

“BILA KAU TAK TAHAN LELAHNYA BELAJAR, MAKA


KAU HARUS TAHAN MENANGGUNG PERIHNYA
KEBODOHAN.” – IMAM SYAFI’I

UKURAN PEMUSATAN DATA


Kalian telah mempelajari cara membuat tabel distribusi tunggal. Bagaimana jika data
yang diberikan mempunyai jumlah yang sangat banyak, misalnya 100, 200, atau 250? Tentu
kalian akan kesulitan karena tabel yang harus dibuat sangat panjang. Untuk data yang berukuran
besar (lebih dari 30 datum) maka lebih mudah jika kita sajikan dengan mengelompokkannya
dalam kelas interval tertentu dalam bentuk tabel distribusi frekuensi berkelompok. Tabel
distribusi frekuensi berkelompok adalah statistika untuk menyajikan data dengan cara membagi
nilai observasi ke dalam kelas – kelas interval yang sama panjang.

AYO KITA AMATI

MASALAH 1.1

Agar tidak terjadi kesenjangan sosial, SMA 2 Budi Utomo mengkoordinir


siswanya agar memakai sepatu yang sama. Oleh karena itu Pak Joko selaku
koordinator ingin mengukur ukuran sepatu siswa dan siswi kelas XI. Data hasil
observasi yang dilakukan Pak Joko terhadap 50 siswa dan siswi kelas XI adalah
sebagai berikut.
36 37 37 36 39 40 40 36 37 39
40 41 37 37 38 36 38 42 39 40
37 36 36 42 38 43 39 37 41 41
36 41 40 42 38 36 36 37 39 36
41 36 37 36 36 36 41 42 38 36
Sajikan data tersebut dalam bentuk tabel distribusi frekuensi berkelompok dan
buatlah histogramnya. Kerjakanlah di buku tugas!

AYO KITA MENANYA

Setelah kamu mengamati masalah 1.1, coba buatlah beberapa pertanyaan


dengan menggunakan kata “tabel distribusi frekuensi berkelompok” dan “histogram”.
Tulislah pertanyaanmu di buku tulis dan tanyakan kepada gurumu!
AYO KITA MENGGALI INFORMASI

Berikut ini adalah bentuk umum tabel distribusi frekuensi berkelompok.

Kelas Interval Frekuensi (𝒇𝒊 )


𝑎−𝑏 𝑓1
𝑐−𝑑 𝑓2
𝑒−𝑓 𝑓3
𝑔−ℎ 𝑓4
𝑖−𝑗 𝑓5
∑ 𝑓𝑖

Beberapa istilah yang berkaitan dengan tabel distribusi frekuensi berkelompok.

Kelas Interval
Interval – interval pada kolom pertama pada tabel tersebut disebut kelas
interval sering disebut interval atau kelas saja. Tabel tersebut mempunyai 5 kelas
yaitu 𝑎 − 𝑏 disebut kelas pertama, 𝑐 − 𝑑 disebut kelas kedua, dan seterusnya.

Batas Kelas
Batas kelas adalah nilai–nilai ujung yang terdapat pada sebuah kelas. Nilai
ujung bawah suatu kelas disebut batas bawah dan nilai ujung atas suatu kelas
disebut batas atas. Berdasarkan tabel di atas, batas bawah untuk kelas pertama
adalah 𝑎, sedangkan batas atasnya 𝑏. Berapakah batas bawah dan atas untuk
kelas yang lain?

Tepi Kelas
Tepi bawah adalah batas bawah dikurangi dengan ketelitian data yang
digunakan. Tepi atas adalah batas atas ditambah dengan ketelitian pengukuran.
Jika data diukur dengan ketelitian sampai satuan terdekat, maka ketelitian
pengukuran adalah 0,5 sehingga:

Tepi bawah kelas ke-i = batas bawah kelas ke-i – 0,5


Tepi atas kelas ke-i = batas atas kelas ke-i + 0,5
Tepi bawah sering disebut batas bawah nyata, dan tepi atas juga sering
disebut batas atas nyata. Dari tabel di atas maka tepi bawah kelas pertama (𝑎 −
0,5) dan tepi atasnya (𝑏 + 0,5). Dengan cara yang sama, coba tentukan tepi kelas
untuk masing – masing kelas yang lain!

Panjang kelas
Panjang kelas adalah lebar suatu kelas yang dihitung dari perbedaan antara
kedua tepi kelas. Dengan demikian, panjang kelas adalah selisih antara tepi atas
dan tepi bawah.

Panjang kelas ke-i = tepi atas kelas ke-i – tepi bawah kelas ke-i

Pada suatu tabel distribusi frekuensi berkelompok, masing-masing kelas


memiliki panjang kelas yang sama. Oleh karena itu, untuk menentukan panjang
kelas cukup diambil kelas tertentu saja.
Dalam praktiknya, panjang kelas juga dapat dihitung menggunakan titik tengah
kelas, yaitu selisih antara dua titik tengah kelas yang berurutan. Jika
𝑥𝑖 adalah titik tengah kelas ke-i maka panjang kelasnya adalah
𝒑 = 𝒙𝒊 − 𝒙𝒊−𝟏
Perhatikan kembali tabel di atas. Jika titik tengah kelas pertama adalah 𝑥1 dan titik
tengah kelas kedua adalah 𝑥2 maka panjang kelas pada tabel tersebut adalah 𝑝 =
𝑥2 − 𝑥1 .

Titik Tengah (𝒙𝒊 )


Titik tengah kelas merupakan nilai yang dianggap mewakili suatu kelas. Titik
tengah kelas juga disebut nilai tengah kelas atau rataan yang dinyatakan dengan:

𝟏
𝒙𝒊 = [(𝐛𝐚𝐭𝐚𝐬 𝐛𝐚𝐰𝐚𝐡 𝐤𝐞𝐥𝐚𝐬 𝐤𝐞 − 𝒊) + (𝐛𝐚𝐭𝐚𝐬 𝐚𝐭𝐚𝐬 𝐤𝐞𝐥𝐚𝐬 𝐤𝐞 − 𝒊)]
𝟐
1
Dari tabel di atas, titik tengah kelas pertama adalah 𝑥1 dengan 𝑥1 = 2 [𝑎 + 𝑏],

1
titik tengah kelas kedua adalah 𝑥2 dengan 𝑥2 = 2 [𝑐 + 𝑑],

dan seterusnya.

AYO KITA MENALAR

Bagaimana langkah – langkah menyajikan data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi
berkelompok? Perhatikan langkah – langkah berikut ini.
1. Menentukan jangkauan (𝐽) dengan 𝐽 = nilai data terbesar – nilai data terkecil.
2. Menentukan banyak kelas (𝑘) dengan menggunakan kaidah empiris Sturgess yaitu:
𝑘 = 1 + 3,3 log 𝑛 dengan 𝑛 adalah banyak data. Banyak kelas harus merupakan
bilangan bulat positif hasil pembulatan.
𝐽
3. Menentukan panjang kelas (𝑝) dengan menggunakan rumus: = 𝑘 .

4. Pilihlah batas bawah kelas pertama dengan mengambil datum terkecil atau bilangan
lain yang lebih kecil daripada datum terkecil, tetapi selisihnya dengan datum terkecil
kurang dari panjang kelas. Kemudian, berdasarkan panjang kelas yang diperoleh
pada langkah 4, tentukan kelas-kelasnya sedemikian rupa sehingga seluruh nilai
data dapat tercakup di dalamnya.
5. Menentukan frekuensi masing-masing kelas dengan sistem turus atau tally (dihitung
satu per satu). Masukkan hasilnya dalam sebuah tabel sehingga tersusunlah suatu
tabel distribusi frekuensi berkelompok.
Gunakan langkah – langkah tersebut untuk menyelesaikan masalah 1.1!

INFORMASI

Histogram adalah grafik yang digambarkan berdasarkan data yang sudah


disusun dalam tabel distribusi frekuensi berkelompok. Histogram sering disebut grafik
frekuensi yang bertangga. Grafik tersebut berupa persegi panjang yang saling
berhimpit pada salah satu sisinya. Untuk penyajian histogram, pada setiap interval
kelas diperlukan tepi-tepi kelas baik tepi atas kelas maupun tepi bawah kelas.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat histogram, yaitu:
1) Terdapat dua sumbu, yaitu sumbu mendatar dan sumbu tegak.
2) Skala pada kedua sumbu tidak harus sama.
3) Sumbu tegak memuat frekuensi masing-masing kelas interval. Sumbu mendatar
memuat kelas - kelas interval yang dibatasi oleh tepi atas dan tepi bawah. Pada tepi
atas dan tepi bawah ditarik garis ke atas sampai menunjukkan bilangan yang sesuai
dengan frekuensi pada sumbu tegak. Selanjutnya kedua ujungnya dihubungkan,
sehingga akan terbentuk sebuah batang yang berupa persegi panjang.
4) Karena garis tegak lurus ditarik dari tepi atas dan tepi bawah setiap interval, maka
diperoleh gambar persegi panjang – persegi panjang yang saling berimpit pada
salah satu sisinya.
5) Setiap batang pada suatu histogram mewakili kelas tertentu. Tinggi batang
menyatakan frekuensi kelas. Lebar setiap batang harus sama antara satu dengan
yang lain karena menyatakan panjang kelas interval (bisa diwakili titik tengah).
Apabila titik-titik tengah dari puncak-puncak histogram tersebut dihubungkan
dengan garis, garis yang menghubungkan titik-titik tengah dari puncak-puncak
histogram itu dinamakan poligon frekuensi.

Dari informasi tersebut, coba buatlah histogram dari data pada masalah 1.1.

AYO KITA AMATI


MASALAH 1.2

Setelah data ukuran sepatu siswa – siswi kelas XI SMA 2 Budi Utomo
disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi berkelompok, Pak Joko ingin
mengetahui ukuran pemusatan datanya berupa mean, modus dan median.
Dapatkah kamu membantu Pak Joko untuk menemukan ukuran pemusatan data
tersebut?

AYO KITA MENANYA

Setelah kamu mengamati masalah 2, coba buatlah beberapa pertanyaan dengan


menggunakan kata “mean”, “modus”, dan “median”. Tulislah pertanyaanmu di buku
tulis dan tanyakan kepada gurumu!

AYO KITA MENGGALI INFORMASI

Kalian telah belajar menentukan ukuran pemusatan data yang disajikan dalam
bentuk tabel distribusi tunggal, seperti mean, median dan modus. Sekarang kalian
diajak untuk belajar menentukan mean, median, dan modus dari data yang disajikan
dalam bentuk tabel distribusi frekuensi berkelompok dan histogram.

Menentukan Mean (𝑥̅ )


Untuk menentukan nilai mean suatu data yang disajikan dalam bentuk tabel
distribusi berkelompok dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu :
1) Metode Biasa
Langkah-langkah :
a. Menentukan titik tengah setiap kelas (𝑥𝑖 ).
b. Menghitung hasil kali 𝑓𝑖 𝑥𝑖 untuk setiap kelas.
c. Menentukan mean dengan menggunakan metode biasa.
∑𝑘𝑖=1 𝑓𝑖 . 𝑥𝑖 𝑓1 . 𝑥1 + 𝑓2 . 𝑥2 + 𝑓3 . 𝑥3 + ⋯ + 𝑓𝑘 . 𝑥𝑘
𝑥̅ = =
∑𝑘𝑖=𝑖 𝑓𝑖 𝑓1 + 𝑓2 + 𝑓3 + ⋯ + 𝑓𝑘
dengan : 𝑥̅ = mean
𝑓𝑖 = frekuensi kelas ke-𝑖
𝑥𝑖 = titik tengah kelas ke-𝑖

2) Metode mean sementara


Mean dari suatu data dapat ditentukan melalui penjumlahan mean sementara
dengan mean simpangan suatu data (titik tengah). Misalkan mean sementara
𝑥̅𝑠 , mean data sesungguhnya 𝑥̅ , dan simpangannya adalah 𝑑𝑖 = 𝑥𝑖 − 𝑥̅𝑠 . Mean
sesungguhnya dapat ditentukan dengan 𝑥̅ = 𝑥̅𝑠 + mean simpangan.
Langkah-langkah :
a. Menentukan titik tengah setiap kelas (𝑥𝑖 ).
b. Mengambil titik tengah salah satu kelas sebagai mean sementara 𝑥̅𝑠 .
c. Menentukan simpangan titik tengah setiap kelas terhadap mean sementara
(𝑑𝑖 ) dengan 𝑑𝑖 = 𝑥𝑖 − 𝑥̅𝑠 .
d. Menghitung hasil kali 𝑓𝑖 𝑑𝑖 untuk setiap kelas.
e. Menentukan mean dengan menggunakan metode mean sementara.
∑𝑘𝑖=1 𝑓𝑖 𝑑𝑖
𝑥̅ = 𝑥̅𝑠 +
∑𝑘𝑖=𝑖 𝑓𝑖
dengan : 𝑥̅ = mean
𝑥̅𝑠 = mean sementara
𝑓𝑖 = frekuensi kelas ke-𝑖
𝑑𝑖 = simpangan titik tengah kelas ke-𝑖 terhadap mean sementara.

3) Metode Pengkodean (coding)


Metode pengkodean (coding) sering digunakan apabila dijumpai nilai–nilai
dalam data yang berupa bilangan – bilangan besar. Metode coding merupakan
penjabaran dari metode mean sementara. Apabila nilai 𝑑𝑖 = 𝑥𝑖 − 𝑥̅𝑠
merupakan kelipatan panjang kelas, perhitungan dapat disederhanakan
𝑥𝑖 − ̅̅̅
𝑥𝑠
dengan menambah kolom baru yaitu kolom = 𝜇𝑖 .
𝑝

Langkah-langkah :
a. Menentukan titik tengah setiap kelas (𝑥𝑖 )..
b. Mengambil titik tengah kelas dengan frekuensi terbesar sebagai mean
sementara 𝑥̅𝑠 .
c. Menentukan simpangan titik tengah setiap kelas terhadap mean sementara
(𝑑𝑖 ) dengan 𝑑𝑖 = 𝑥𝑖 − 𝑥̅𝑠 .
d. Menentukan panjang kelas interval (𝑝).
𝑥𝑖 − ̅̅̅
𝑥𝑠
e. Menentukan 𝜇𝑖 = untuk setiap kelas.
𝑝

f. Menghitung hasil kali 𝑓𝑖 𝜇𝑖 untuk setiap kelas.


g. Menentukan mean dengan menggunakan metode pengkodean.
∑𝑘𝑖=1 𝑓𝑖 𝜇𝑖
𝑥̅ = 𝑥̅𝑠 + 𝑝 ( 𝑘 )
∑𝑖=𝑖 𝑓𝑖
dengan : 𝑥̅ = mean
𝑥̅𝑠 = mean sementara
𝑝 = panjang kelas interval
𝑓𝑖 = frekuensi kelas ke-𝑖
𝑥𝑖 − 𝑥̅𝑠
𝜇𝑖 =
𝑝

Menentukan Modus (𝑀𝑂 )


Jika data yang diperoleh berukuran besar, data perlu dikelompokkan agar
penentuan modus mudah dilakukan. Modus adalah nilai yang paling sering muncul.
Prinsip ini digunakan untuk menentukan kelas modus pada data yang disajikan
dalam bentuk tabel distribusi frekuensi berkelompok. Kelas yang frekuensinya
paling banyak disebut kelas modus
Langkah-langkah :
a. Menentukan kelas modus.
b. Menentukan tepi bawah kelas modus (𝑏0 ).
c. Menentukan panjang kelas interval (𝑝).
d. Menentukan selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya (𝑑1 ).
e. Menentukan selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya (𝑑2 ).
f. Menentukan modus dengan menggunakan rumus modus.
𝑑1
𝑀𝑂 = 𝑏0 + 𝑝 ( )
𝑑1 + 𝑑2
dengan : 𝑀𝑂 = modus
𝑏0 = tepi bawah kelas modus
𝑝 = panjang kelas interval
𝑑1 = selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas
sebelumnya
𝑑2 = selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas
sesudahnya
Menentukan Median (𝑀𝑒 )
Seperti yang telah kalian pelajari sebelumnya, median adalah suatu nilai yang
terletak di tengah – tengah data, setelah data diurutkan dari terkecil hingga terbesar.
Bagaimanakah cara menentukan median data dari tabel distribusi frekuensi
berkelompok? Untuk mengetahuinya, simaklah langkah – langkah berikut ini.
Langkah-langkah :
a. Menentukan banyaknya data (𝑁).
𝑁
b. Menentukan kelas median yang merupakan kelas yang mempunyai frekuensi .
2

c. Menentukan tepi bawah kelas median (𝑏2 ).


d. Menentukan panjang kelas interval (𝑝).
e. Menentukan frekuensi kumulatif kurang dari sebelum kelas median (𝐹𝑘 ).
Frekuensi kumulatif kelas ke-𝑖 adalah jumlah frekuensi pada kelas yang
dimaksud dengan frekuensi kelas-kelas sebelumnya.
Ada dua macam frekuensi kumulatif, yaitu
 frekuensi kumulatif "kurang dari" ("kurang dari" diambil terhadap tepi atas
kelas);
 frekuensi kumulatif "lebih dari" ("lebih dari" diambil terhadap tepi bawah kelas).
f. Menentukan frekuensi kelas median (𝑓)
g. Menentukan median dengan menggunakan rumus median.
1
𝑁 − 𝐹𝑘
𝑀𝑒 = 𝑏2 + 𝑝 ( 2 )
𝑓

dengan : 𝑀𝑒 = median
𝑏2 = tepi bawah kelas median
𝑝 = panjang kelas interval
𝑁 = banyaknya data
𝐹𝑘 = frekuensi kumulatif kurang dari sebelum kelas median
𝑓 = frekuensi kelas median
AYO KITA MENALAR

Dari kegiatan “Ayo Kita Menggali Informasi” kalian dapat mengetahui cara
menentukan mean, modus dan median dari data yang disajikan dalam bentuk tabel
distribusi frekuensi berkelompok. Untuk data yang disajikan dalam bentuk histogram,
langkah pertama yang dilakukan adalah menyajikan data tersebut ke dalam bentuk
tabel distribusi frekuensi berkelompok, baru setelah itu kalian dapat menentukan
mean, modus dan mediannya.
Setelah melakukan kegiatan – kegiatan di atas, coba selesaikan masalah 1.2
dengan mengerjakannya buku tugas.

AYO KITA BERBAGI

Diskusikan jawaban kalian dari masalah 1.1 dan 1.2 dengan teman sebangku atau teman
dalam kelompok kalian. Tentukan jawaban terbaik jika kalian menemukan jawaban yang
berbeda dalam diskusi tersebut. Sajikan jawaban terbaik kalian di dalam kelas. Bagi siswa
atau kelompok yang tidak maju harap menanggapi presentasi dari temannya.

CONTOH SOAL

Kepala SMA Harapan Jaya Samarinda ingin meningkatkan prestasi hasil belajar
siswa. Untuk itu perlu diadakan evaluasi untuk melihat ukuran pemusatan data berupa
mean, modus, dan median. Guru matematika telah memiliki data nilai ulangan tengah
semester siswa kelas X. Bantulah Guru matematika menyajikan data tersebut dalam
bentuk tabel distribusi frekuensi berkelompok dan buatlah histogramnya! Tentukan
ukuran pemusatan datanya!
Berikut data nilai UTS Matematika siswa kelas X:

75 84 68 82 68 90 62 88 93 76

88 79 73 73 61 62 71 59 75 85
75 65 62 87 74 93 95 78 72 63

82 78 66 75 94 77 63 74 60 68

89 78 96 97 78 85 60 74 65 71

67 62 79 97 78 85 76 65 65 71

73 80 65 57 88 78 62 76 74 53

73 67 86 81 72 65 76 75 77 85

Alternatif penyelesaian:

a) Tabel Distribusi Frekuensi Berkelompok


Langkah 1 : menentukan jangkauan (𝐽)
𝐽 = nilai data terbesar − nilai data terkecil
𝐽 = 97 – 53
𝐽 = 44

Langkah 2 : menentukan banyak kelas (𝑘)


𝑘 = 1 + 3,3 log 𝑛
𝑘 = 1 + 3,3 log 80
𝑘 = 1 + 3,3 (1,9031) → diambil dari kalkulator/tabel logaritma
𝑘 = 1 + 6,3
𝑘 = 7,3 (dibulatkan menjadi 7 atau 8 kelas)

Langkah 3 : menentukan panjang kelas (𝑝)


Misalkan diambil k = 7 sehingga diperoleh
𝐽 44
𝑝= = = 6,3
𝑘 7
Panjang kelas yang diambil yaitu 7, karena jika diambil 6, ada data yang tidak masuk
ke kelas interval.

Langkah 4 : menentukan kelas – kelas interval


Misalnya, diambil p = 9, k = 7, dan batas bawah kelas pertama adalah 52, maka
diperoleh kelas-kelas berikut.
Kelas pertama adalah 52 – 58.
Kelas kedua adalah 59 – 65.
Kelas ketiga adalah 66 – 72.
Kelas keempat adalah 73 – 79.
Kelas kelima adalah 80 – 86.
Kelas keenam adalah 87 – 93.
Kelas ketujuh adalah 94 – 100.

Langkah 5 : menyusun tabel distribusi frekuensi berkelompok


Batas Batas Tepi Tepi
Kelas Titik
Turus Frekuensi Bawah Atas Bawah Atas
Interval Tengah
Kelas Kelas Kelas Kelas
52 – 58 || 2 52 58 55 51,5 58,5

59 – 65 |||| |||| |||| || 17 59 65 62 58,5 65,5

66 – 72 |||| |||| | 11 66 72 69 65,5 72,5

73 – 79 |||| |||| |||| |||| |||| || 27 73 79 76 72,5 79,5

80 – 86 |||| |||| 10 80 86 83 79,5 86,5


87 – 93 |||| ||| 8 87 93 90 86,5 93,5
94 - 100 |||| 5 94 100 97 93,5 100,5
Jumlah 80

b) Histogram
Tabel distribusi frekuensi berkelompok dari data di atas dapat digambarkan dalam
histogram seperti gambar berikut.
Histogram
30

25

20
Frekuensi

15

10

0
52 – 58 59 – 65 66 – 72 73 – 79 80 – 86 87 – 93 94 – 100
Kelas Interval

c) Ukuran Pemusatan Data


 Menentukan mean
1) Metode Biasa
No Kelas Interval Titik Tengah (𝒙𝒊 ) Frekuensi (𝒇𝒊 ) 𝒇𝒊 𝒙𝒊
1 52 – 58 55 2 110
2 59 – 65 62 17 1054
3 66 – 72 69 11 759
4 73 – 79 76 27 2052
5 80 – 86 83 10 830
6 87 – 93 90 8 720
7 94 – 100 97 5 485
Jumlah 80 6010

∑𝑘
𝑖=1 𝑓𝑖 .𝑥𝑖
Sehingga, 𝑥̅ = ∑𝑘
𝑖=𝑖 𝑓𝑖

6010
𝑥̅ =
80
𝑥̅ = 75,125

Jadi, mean dari nilai UTS Matematika siswa kelas X SMA Harapan Jaya
Samarinda adalah 75,125.
2) Metode mean sementara
Frekuensi Titik Tengah
No Kelas Interval 𝒅𝒊 𝒇𝒊 . 𝒅𝒊
(𝒇𝒊 ) (𝒙𝒊 )
1 52 – 58 2 55 –21 –42
2 59 – 65 17 62 –14 –238
3 66 – 72 11 69 –7 –77
4 73 – 79 27 76 0 0
5 80 – 86 10 83 7 70
6 87 – 93 8 90 14 112
7 94 – 100 5 97 21 105
Jumlah 80 – – – 70

Jika mean sementara diambil 76.


∑𝑘
𝑖=1 𝑓𝑖 𝑑𝑖
Maka, 𝑥̅ = 𝑥̅𝑠 + ∑𝑘
𝑖=𝑖 𝑓𝑖

−70
𝑥̅ = 76 +
80
𝑥̅ = 76 + (−0,875)
𝑥̅ = 75,125

Jadi, mean dari nilai UTS Matematika siswa kelas X SMA Harapan Jaya
Samarinda adalah 75,125.

3) Metode pengkodean
Titik
Kelas Frekuensi
No Tengah 𝒅𝒊 𝝁𝒊 𝒇𝒊 𝝁𝒊
Interval (𝒇𝒊 )
(𝒙𝒊 )
1 52 – 58 2 55 –21 –3 –6
2 59 – 65 17 62 –14 –2 –34
3 66 – 72 11 69 –7 –1 –11
4 73 – 79 27 76 0 0 0
5 80 – 86 10 83 7 1 10
6 87 – 93 8 90 14 2 16
7 94 – 100 5 97 21 3 15
Jumlah 80 – – – – 10

Jika mean sementara diambil 76.


∑𝑘
𝑖=1 𝑓𝑖 𝜇𝑖
Maka, 𝑥̅ = 𝑥̅𝑠 + 𝑝 ( ∑𝑘
)
𝑖=𝑖 𝑓𝑖

−10
𝑥̅ = 76 + 7 ( )
80
𝑥̅ = 76 + (−0,875)
𝑥̅ = 75,125

Jadi, mean dari nilai UTS Matematika siswa kelas X SMA Harapan Jaya
Samarinda adalah 75,125.

 Menentukan modus

No Kelas Interval Frekuensi (𝒇𝒊 )


1 52 – 58 2
2 59 – 65 17
3 66 – 72 11
4 73 – 79 27
5 80 – 86 10
6 87 – 93 8
7 94 – 100 5
Jumlah 80

Karena kelas ke-4 mempunyai frekuensi terbesar, maka kelas ke-4 merupakan
kelas modus,
𝑑1 = 27 − 11 = 16
𝑑2 = 27 − 10 = 17
𝑝 = 72,5 − 79,5 = 7
Sehingga,
𝑑1
𝑀𝑂 = 𝑏0 + 𝑝 ( )
𝑑1 + 𝑑2
16
= 72,5 + 7 ( )
16 + 17
16
= 72,5 + 7 ( )
33
= 72,5 + 3,36
= 75,86

Jadi, modus dari nilai UTS Matematika siswa kelas X SMA Harapan Jaya
Samarinda adalah 75,86.

 Menentukan nilai median

Frekuensi Frekuensi
Kelas Frekuensi
No Kumulatif Kurang Kumulatif Lebih
Interval (𝒇𝒊 )
Dari Dari
1 52 – 58 2 2 80
2 59 – 65 17 19 75
3 66 – 72 11 30 67
4 73 – 79 27 57 57
5 80 – 86 10 67 30
6 87 – 93 8 75 19
7 94 – 100 5 80 2

Jumlah 80

𝑁 80
Karena = = 40 , maka kelas ke-4 merupakan kelas median.
2 2

1
𝑁−𝐹𝑘
Sehingga, 𝑀𝑒 = 𝑏2 + 𝑝 ( 2 )
𝑓

1
80 − 30
= 72,5 + 7 ( 2 )
27
40 − 30
= 72,5 + 7 ( )
27

10
= 72,5 + 7 ( )
27

= 72,5 + 2,59

= 75,09

Jadi, median dari nilai UTS Matematika siswa kelas X SMA Harapan Jaya
Samarinda adalah 75,09.

AYO KITA MENCOBA

Cobalah kamu bekerja secara kelompok untuk mengumpulkan data, mengolah


data, dan menyajikan data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi berkelompok dan
histogram. Ikuti langkah – langkah di bawah ini.

1. Bentuklah kelompok kecil (3 – 5 orang) untuk mengerjakan tugas ini.


2. Kumpulkan suatu data, misalnya data tinggi badan atau berat badan teman – teman
sekelasmu. Setiap data minimal terdiri dari 30 datum. Data yang dikumpulkan setiap
kelompok tidak boleh sama.
3. Sajikan data tersebut dalam bentuk tabel distribusi frekuensi berkelompok dan
histogram.
4. Tentukanlah ukuran pemusatan datanya.
5. Buatlah laporan yang rapi, rinci dan sistematis.

AYO KITA BERBAGI

Dari kegiatan “Ayo Kita Mencoba”, sampaikan hasil kerja terbaik kelompok kalian
beserta kesimpulannya di depan kelas.
AYO KITA MENYIMPULKAN

1. Data yang berukuran besar (lebih dari 30 datum) lebih mudah jika disajikan dalam
bentuk tabel distribusi frekuensi berkelompok.
2. Tabel distribusi frekuensi berkelompok adalah statistika untuk menyajikan data
dengan cara membagi nilai observasi ke dalam kelas – kelas interval yang sama
panjang.
3. Histogram adalah diagram batang yang batang-batangnya berimpit, untuk
menyajikan data yang telah tersusun dalam distribusi frekuensi berkelompok.
4. Menurut kaidah empiris Sturgess, banyak kelas dari data dinyatakan dengn
persamaan: 𝑘 = 1 + 3,3 log 𝑛 dengan 𝑘 = banyak kelas, 𝑛 = banyak data.
𝐽
5. Panjang kelas dinyatakan dengan persamaan 𝑝 = 𝑘 dengan 𝑝 = panjang kelas, 𝐽

= jangkauan/range, 𝑘 = banyak kelas.


6. Mean atau rata – rata hitung
a) Metode Biasa
∑𝑘𝑖=1 𝑓𝑖 . 𝑥𝑖
𝑥̅ =
∑𝑘𝑖=𝑖 𝑓𝑖

dengan 𝑥̅ = mean, 𝑓𝑖 = frekuensi kelas ke-𝑖, 𝑥𝑖 = titik tengah kelas ke-𝑖

b) Metode Mean Sementara


∑𝑘𝑖=1 𝑓𝑖 𝑑𝑖
𝑥̅ = 𝑥̅𝑠 +
∑𝑘𝑖=𝑖 𝑓𝑖

dengan 𝑥̅ = mean, 𝑥̅𝑠 = mean sementara, 𝑓𝑖 = frekuensi kelas ke-𝑖, 𝑑𝑖 =


simpangan titik tengah kelas ke-𝑖 terhadap mean sementara.

c) Metode Pengkodean
∑𝑘𝑖=1 𝑓𝑖 𝜇𝑖
𝑥̅ = 𝑥̅𝑠 + 𝑝 ( 𝑘 )
∑𝑖=𝑖 𝑓𝑖

dengan 𝑥̅ = mean, 𝑥̅𝑠 = mean sementara, 𝑝 = panjang kelas interval, 𝑓𝑖 =


𝑥𝑖 − ̅̅̅
𝑥𝑠
frekuensi kelas ke-𝑖, 𝜇𝑖 = 𝑝
.
7. Modus dirumuskan dengan
𝑑1
𝑀𝑂 = 𝑏0 + 𝑝 ( )
𝑑1 + 𝑑2

dengan 𝑀𝑂 = modus, 𝑏0 = tepi bawah kelas modus, 𝑝 = panjang kelas interval, 𝑑1


= selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sebelumnya, 𝑑2 = selisih
frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sesudahnya.

8. Median dirumuskan dengan


1
𝑁 − 𝐹𝑘
𝑀𝑒 = 𝑏2 + 𝑝 ( 2 )
𝑓

dengan 𝑀𝑒 = median, 𝑏2 = tepi bawah kelas median, 𝑝 = panjang kelas interval, 𝑁


= banyaknya data, 𝐹𝑘 = frekuensi kumulatif kurang dari sebelum kelas median, 𝑓
= frekuensi kelas median.

UJI KOMPETENSI 1
1. Skor hasil tes IQ dari 50 siswa SMA 1 Ungaran tercatat sebagai berikut.
80 111 122 124 119 125 88 100 117 87
104 86 112 88 96 118 127 129 85 89
123 110 92 127 103 89 128 103 115 95
127 104 117 89 110 116 103 84 127 97
113 93 88 123 121 92 119 89 125 118
Sajikan data tersebut dalam bentuk tabel distribusi frekuensi kelompok dan buatlah
histogramnya.

2. Tentukan mean, modus dan median data hasil ulangan Fisika siswa kelas XI SMA
Merdeka yang disajikan dalam tabel distribusi frekuensi berkelompok berikut.

Nilai Frekuensi
40 – 44 3
45 – 49 4
50 – 54 6
55 – 59 8
60 – 64 10
65 – 69 11
70 – 74 15
75 – 79 6
80 – 84 4
85 – 89 2
90 – 94 2
Jumlah 71

3. Perhatikan gambar berikut.


Berat Badan Siswa Kelas X-2
12

10

8
FREKUENSI

0
50 – 54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 75 – 79
BERAT BADAN

Berat badan siswa kelas X-2 disajikan dengan histogram seperti pada
gambar. Tentukanlah ukuran pemusatan datanya.
KUNCI JAWABAN UJI KOMPETENSI 2

1. Tabel Distribusi Frekuensi Berkelompok


Langkah 1 : menentukan jangkauan (J)
J = nilai data terbesar- nilai data terkecil
J = 129 – 80
J = 49

Langkah 2 : menentukan banyak kelas (K)


𝐾 = 1 + 3,3 log 𝑛
𝐾 = 1 + 3,3 log 50
𝐾 = 1 + 3,3 (1,698)
𝐾 = 6,6 (dibulatkan menjadi 6 atau 7 kelas)

Langkah 3 : menentukan panjang interval kelas (I)


Misalkan diambil K = 6 sehingga diperoleh
𝐽 49
𝐼= = = 8,166
𝐾 6
Interval yang diambil yaitu 9, karena jika diambil 8, ada data yang tidak masuk
ke kelas interval.

Langkah 4 : menentukan kelas-kelas interval


Misalnya, diambil p = 9, k = 6, dan batas bawah kelas pertama adalah 80,
maka diperoleh kelas-kelas berikut.
Kelas pertama adalah 80–88
Kelas kedua adalah 89–97
Kelas ketiga adalah 98–106
Kelas keempat adalah 107–115
Kelas kelima adalah 116–124
Kelas keenam adalah 125–133.
Langkah 5 : menyusun tabel distribusi frekuensi berkelompok

No Kelas Interval Turus Frekuensi (𝒇𝒊 )


1 80 – 88 |||| ||| 8
2 89 – 97 |||| |||| 10
3 98 – 106 |||| | 6
4 107 – 115 |||| | 6
5 116 – 124 |||| |||| || 12
6 125 – 133 |||| ||| 8
Jumlah 50

Histogram

Hasil Tes IQ SMA 1 Ungaran


14

12

10
FREKUENSI

0
80 – 88 89 – 97 98 – 106 107 – 115 116 – 124 125 – 133
KELAS

2. Berikut tabel distribusi frekuensi berkelompok


Kelas 𝒇𝒊 𝒙𝒊 𝒅𝒊 𝝁𝒊 𝒇𝒊 𝒙𝒊 𝒇𝒊 𝒅𝒊 𝒇𝒊 𝝁𝒊

40 – 44 3 42 –25 –5 126 –75 –15

45 – 49 4 47 –20 –4 188 –80 –16

50 – 54 6 52 –15 –3 312 –90 –18

55 – 59 8 57 –10 –2 456 –80 –16

60 – 64 10 62 –5 –1 620 –50 –10


65 – 69 11 67 0 0 737 0 0

70 – 74 15 72 5 1 1080 75 15

75 – 79 6 77 10 2 462 60 12

80 – 84 4 82 15 3 328 60 12

85 – 89 2 87 20 4 174 40 8

90 – 94 2 92 25 5 184 50 10

Jumlah 71 – – – 4667 –90 –18

a) Mean
 Metode Biasa
∑𝑘𝑖=1 𝑓𝑖 . 𝑥𝑖
𝑥̅ =
∑𝑘𝑖=𝑖 𝑓𝑖
4667
𝑥̅ =
71
𝑥̅ = 65,73

Jadi, mean dari hasil ulangan Fisika siswa kelas XI SMA Merdeka adalah
65,73.

 Metode Mean Sementara

Jika mean sementara diambil 67.


∑𝑘
𝑖=1 𝑓𝑖 𝑑𝑖
Maka, 𝑥̅ = 𝑥̅𝑠 + ∑𝑘
𝑖=𝑖 𝑓𝑖

−90
𝑥̅ = 67 +
71
𝑥̅ = 65,73
Jadi, mean dari hasil ulangan Fisika siswa kelas XI SMA Merdeka adalah
65,73.

 Metode Pengkodean

Jika mean sementara diambil 67.


∑𝑘
𝑖=1 𝑓𝑖 𝜇𝑖
Maka, 𝑥̅ = 𝑥̅𝑠 + 𝑝 ( ∑𝑘
)
𝑖=𝑖 𝑓𝑖
−18
𝑥̅ = 67 + 7 ( )
71
𝑥̅ = 65,73

Jadi, mean dari hasil ulangan Fisika siswa kelas XI SMA Merdeka adalah
65,73.

b) Modus

Karena kelas ke-7 mempunyai frekuensi terbesar, maka kelas ke-7


merupakan kelas modus,

𝑑1 = 15 − 11 = 4

𝑑2 = 15 − 6 = 9

𝑝 = 74,5 − 69,5 = 5

𝑑1
Sehingga, 𝑀𝑂 = 𝑏0 + 𝑝 (𝑑 )
1 +𝑑2

4
= 69,5 + 5 ( )
4 +9
= 69,5 + 1,54

= 71,04

Jadi, modus dari hasil ulangan Fisika siswa kelas XI SMA Merdeka adalah
71,04.

c) Median

𝑁 71
Karena = = 35,5 , maka kelas ke-6 merupakan kelas median.
2 2

1
𝑁−𝐹𝑘
2
Sehingga, 𝑀𝑒 = 𝑏2 + 𝑝 ( )
𝑓

1
71 − 31
= 64,5 + 5 ( 2 )
11
4,5
= 64,5 + 5 ( )
11

= 64,5 + 2,045

= 66,545

Jadi, median dari hasil ulangan Fisika siswa kelas XI SMA Merdeka adalah
66,545.

3. Berikut tabel distribusi frekuensi berkelompok dari histogram tersebut.


Kelas 𝒇𝒊 𝒙𝒊 𝒅𝒊 𝝁𝒊 𝒇𝒊 𝒙𝒊 𝒇𝒊 𝒅𝒊 𝒇𝒊 𝝁𝒊

50 – 54 4 52 –15 –3 208 –60 –12

55 – 59 6 57 –10 –2 342 –60 –12

60 – 64 8 62 –5 –1 496 –40 –8

65 – 69 10 67 0 0 670 0 0

70 – 74 8 72 5 1 576 40 8

75 – 79 4 77 10 2 308 40 8

Jumlah 40 – – – 2600 –80 –16

a) Mean
 Metode Biasa
∑𝑘𝑖=1 𝑓𝑖 . 𝑥𝑖
𝑥̅ =
∑𝑘𝑖=𝑖 𝑓𝑖
2600
𝑥̅ =
40
𝑥̅ = 65

Jadi, mean dari berat badan siswa kelas X-2 adalah 65.

 Metode Mean Sementara

Jika mean sementara diambil 67.


∑𝑘
𝑖=1 𝑓𝑖 𝑑𝑖
Maka, 𝑥̅ = 𝑥̅𝑠 + ∑𝑘
𝑖=𝑖 𝑓𝑖
−80
𝑥̅ = 67 +
40
𝑥̅ = 65
Jadi, mean dari berat badan siswa kelas X-2 adalah 65.

 Metode Pengkodean

Jika mean sementara diambil 67.


∑𝑘
𝑖=1 𝑓𝑖 𝜇𝑖
Maka, 𝑥̅ = 𝑥̅𝑠 + 𝑝 ( ∑𝑘
)
𝑖=𝑖 𝑓𝑖

−16
𝑥̅ = 67 + 5 ( )
40
𝑥̅ = 65

Jadi, mean dari berat badan siswa kelas X-2 adalah 65.

b) Modus

Karena kelas ke-4 mempunyai frekuensi terbesar, maka kelas ke-4


merupakan kelas modus,

𝑑1 = 10 − 8 = 2

𝑑2 = 10 − 8 = 2

𝑝 = 69,5 − 64,5 = 5

𝑑1
Sehingga, 𝑀𝑂 = 𝑏0 + 𝑝 (𝑑 )
1 +𝑑2

2
= 64,5 + 5 ( )
2 +2
= 64,5 + 2,5

= 67

Jadi, modus dari berat badan siswa kelas X-2 adalah 67.

c) Median

𝑁 40
Karena 2
= 2
= 20 , maka kelas ke-4 merupakan kelas median.
1
𝑁−𝐹𝑘
Sehingga, 𝑀𝑒 = 𝑏2 + 𝑝 ( 2 )
𝑓

1
40 − 18
= 64,5 + 5 ( 2 )
10

2
= 64,5 + 5 ( )
10

= 64,5 + 1

= 65,5

Jadi, median dari berat badan siswa kelas X-2 adalah 65,5.