Anda di halaman 1dari 2

Infeksi Saluran

Kencing
d. Bisa tiba-tiba mengalami panas atau tiba-tiba
Istilah Medis hipotermia tanpa sebab yang jelas.
e. Bayi mengalami gagal tumbuh.
Infeksi saluran kencing termasuk ke dalam f. Sepsis (infeksi yang menyerang seluruh
infeksi saluran kemih, atau dikenal tubuh, karena kuman telah masuk ke
peredaran darah).
dengan ISK
g. Bayi mengalami kejang-kejang, bahkan
sampai koma.
h. Suhu tubuh bayi tidak stabil, mengalami
demam, atau kadang suhu tubuh lebih
rendah dari kondisi normal.
>> Pengenalan i. Bayi mudah sekali untuk sakit.
j. Air kemih atau air kencing berwarna
Infeksi saluran kencing bisa terjadi pada siapa
kemerahan.
saja, baik orang dewasa, anak-anak, maupun bayi
k. Perut bayi kembung, diare, muntah, dan
dan balita. Umumnya, ISK banyak diderita
tidak mau minum.
perempuan, tetapi bisa juga laki-laki.
Infeksi saluran kencing terjadi karena ada infeksi
Untuk bayi yang berusia 1
bakteri. Penyebabnya-terutama pada bayi dan
balita-ada dua macam. Pertama adalah bakteri sampai 2 tahun, gejalanya
yang berasal dari saluran cerna. Kedua adalah
jenis-jenis bakteri lain yang memang bisa di antaranya :
menginfeksi saluran cerna, contohnya a. Bayi mengalami demam.
Aerobacter aerogenes, Proteus species, dan b. Susah makan dan muntah-muntah.
masih banyak lagi. c. Sering menangis.
Selain bakteri-bakteri tersebut, ada juga d. Di sekitar kemaluannya muncul warna
beberapa factor yang membuat infeksi mudah kemerahan.
menimpa bayi dan balita, di antaranya : e. Mengalami diare dan berat badan bayi
a. Letak lubang kemih anak yang tidak normal. tidak naik.
b. Ada kelainan bawaan pada saluran kenih Sedangkan gejala yang terjadi
anak, seperti fimosis.
c. Sering menahan buang air kecil. Pada balita mulai usia 2
d. Ada batu di dalam saluran kemih anak.
Sampai 6 tahun di antaranya :

>> Gejala a. Balita atau anak tidak bisa menahan kencing.


b. Tiba-tiba mengalami panas atau tiba-tiba
Gejala yang ditimbulkan pada bayi dan balita mengalami hipotermia tanpa sebab yang
berbeda. Berikut gejala infeksi saluran kencing jelas.
pada bayi yang baru lahir : c. Terjadinya polakisuria (sering kencing
dengan jumlah sedikit), enuresis
a. Tidak ada gejala khas pada bayi yang baru
(mengompol), dan dysuria (nyeri saat
lahir, sehingga kondisinya sering tidak
berkemih).
terkontrol.
d. Air kemih anak berubah warna dan berbau.
b. Bayi berada dalam kondisi tidak ingin
e. Anak mengalami gangguan pada
menyusu.
pertumbuhannya, diare, dan muntah.
c. Kuning yang berkepanjangan.
+ Pengobatan

Bayi dan balita yang sudah terkena infeksi


saluran kencing harus segera ditangani
dan diobati. Berikut ini caranya :
a. Bila bayi atau balita dicurigai
mengalami infeksi saluran kemih,
segera lakukan pemeriksaan,
khususnya pemeriksaan
laboratorium. Di sana air kencing bayi
dan balita akan dicek. Ketika bayi dan
balita sudah dipastikan mengidap
>> Pencegahan infeksi saluran kencing, ada beberapa
hal yang harus dilakukan, di
Untuk mencegah bayi dan balita agar tidak
antaranya :
terkena infeksi saluran kencing, ada beberapa
 Memberantas infeksi yang terjadi
pencegahan yang sebaiknya diketahui dan
dilakukan oleh orang tua, di antaranya : pada saluran kemih bayi dan
balita.
a. Daerah di sekitar saluran kemih bayi dan  Pendeteksian, pencegahan, dan
balita harus selalu bersih dan terawatt
pengobatan infeksi berulang.
dengan baik, terutama pada bayi dan
 Melakukan pendeteksian pada
balita perempuan yang umumnya sering
mengalami kemerahan di sekitar kelainan anatomi serta
kemaluannya. fungsional saluran kemih bayi
b. Menjaga kebersihan pakaian bayi dan dan balita, kemudian dilakukan
balita, terutama yang berhubungan penanggulangan jika ada.
langsung dengan kemaluan. Bila b. Saat anak yang berusia 2 bulan
menggunakan popok, segeralah ganti sampai 2 tahun mengalami infeksi
popok setelah bayi dan balita buang air saluran kemih dan terlihat sakit berat,
besar. pemberian antibiotic bisa dilakukan
c. Ketika membersihkan kotoran setelah bayi dengan cara diinfus.
atau balita buang air besar, arah air harus c. Bayi dan balita yang menderita infeksi
berasal dari depan ke belakang, agar sisa
saluran kemih dengan gejala sepsis
kotoran dari anus tidak kena dan
atau bakterimia (bakteri yang
tertinggal di kemaluan bagian depan bayi
menyebar ke seluruh bagian tubuh
dan balita.
d. Biasakan agar bayi dan balita minum yang melalui peredaran darah), perlu
banyak (dengan catatan, tidak mendapatkan perawatan di rumah
berlebihan). Biasakan juga mereka untuk sakit.
tidak menahan kencing. Bayi dan balita yang mengidap infeksi
e. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar,
saluran kencing tetapi tidak mengalami
kebersihan kamar mandi, dan peralatan
sakit berat, bisa diberikan antibiotic
mandi bayi.
dengan cara diminum.