Anda di halaman 1dari 5

ALHAMDULILLAHI, 2X

Innal hamda lillaahi nahmaduhu


wanas ta iinuhuu
wanastag firuh
wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa
wa min sayyiaati akmaalinaa,
mayyahdihillaahu falaa mudilalah
wa man yud lilhu falaa hadiyalah.

Asyhadu allaa ilaahaillallaah wahdahu laa syariikalah


wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu warasuuluhu
laanabiyya ba’dah.
Allaahumma shalli wa sallim wabaarik ‘alaa muhammadin
wa ‘alaa aalihii wa shohbihi wa manih tadaa bi hudaahu
ilaa yaumil qiyaamah.
Amaaba’du,
Yaa ayyuhannasu uushikum wa iyyaaya bi taqwallaahi
fa qad faazaal muttaquun.
yaa ayyuhaladziina aamanut taqullaha haqqo tuqaa tihii
wala tamuutunnaa illaa wa antum muslimuun.
Yaa ayyuhalladziina amanut taqullaaha
wa quuluu qaulan sadiidaa.
Yuslih lakum akmaalakum
wa yag firlakum dzunuubakum
wa man yuti’illaaha wa rasuulahu
fa qad faaza fauzan ‘adziimaa.

Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah SWT,

Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dengan melakukan
segala perintahNya dan meninggalkan segaka laranganNya agar kita mencapai kebahagiaan
di dunia dan kesejahteraan di akhirat.

Ketahuilah bahwa kita kini berada di akhir bulan Sya’ban. Dengan berakhirnya bulan
Sya’ban ini kita akan bertemu dengan satu bulan yang dinanti-nantikan oleh umat Islam
seluruh dunia yaitu bulan Ramadhan yang penuh berkah. Kita akan menyambut kedatangan
bulan mulia tersebut dengan gembira karena didalamnya terdapat kelebihan dan keutamaan
yang tidak ada pada bulan-bulan yang lain. Apakah kita sudah melakukan persiapan-
persiapan dalam menyambut kedatangan bulan Ramadhan dan bagaimanakan persiapan kita
untuk menyambut bulan mulia tersebut? Kita bersyukur kepada Allah s.w.t. karena dengan
nikmat kesehatan, kesejahteraan, ketenteraman, keamanan dan dipanjangkannya usia kita,
maka kita masih bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan kali ini dan dapat melaksanakan
ibadah puasa yang menjadi salah satu kewajiban kita. Allah berfirman:
Ya ayuhalazi na amanu kutiba alaikum ashiyamu kama kutiba alaalladzina
minkablikum laallakum tannakuun

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas
orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, QS.Al-Baqoroh:183

Dalam kesempatan ini kita mengajak umat Islam agar bersiap-siap dan penuh tekat untuk
menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya. Marilah kita menghayati kembali tata cara
Rasulullah s.a.w. dalam menyambut kedatangan bulan Ramadhan yang mulia agar Ramadhan
kali ini dapat memberikan bekas yang positif dan kesan yang mendalam terhadap keimanan
dan ketaqwaan kita kepada Allah s.w.t.

Di antara tatacara menyambut bulan Ramadhan yang dilakukan Rasulullah s.a.w. adalah sbb:

1. Rasulullah s.a.w. membanyak puasa di bulan Sya’ban;

2. Rasulullah s.a.w. mengadakan ceramah-ceramah agama kepada para sahabatnya di akhir


bulan Sya’ban dengan menghadirkan tema-tema terkait keutamaan dan kelebihan bulan
Ramadhan seperti sabda baginda Rasulullah s.a.w. dalam sebuah hadist yang diriwayatkan
oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah r.a.

Sesungguhnya telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, yaitu bulan yang
diberkati, Allah mewajibkan kepada kalian puasa di dalamnya, di dalamnya terbuka
pintu-pintu sorga dan tertutup pintu-pintu neraka Jahim dan di dalamnya dibelenggu
para setan, di dalamnya terdapat malam yang lebih utama dari seribu bukan.
Barangsiapa yang tidak diberikan kepadanya kebaikan selama bulan tersebut berarti
telah tidak diberikan kepadanya segala bentuk kebaikan”

3. Memberikan ucapan selamat atas kedatangan bulan Ramadhan yang diberkati. Ketika
bulan Ramadhan datang, Rasulullah s.a.w. mengucapkan selamat kepada para sahabat dengan
ungkapan:

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, pemimpin segala bulan, maka selamat
datang kepadanya. Telah datang bulan puasa dengan membawa beragam keberkahan,
maka alangkah mulianya tamu yang datang itu”

Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah SWT,

Sebagaimana kita ketahui, ibadah puasa merupakan salah satu rukun Islam yang wajib
dilaksanakan oleh setiap muslim dengan penuh tanggung jawab. Ibadah yang hanya sebulan
dalam setahun ini sering dijadikan tolak ukur dan ujian bagi keimanan dan ketaqwaan hamba
kepada Tuhannya. Maka kita dapati berbagai perasaan yang beragam di kalangan umat Islam
dalam menyambut bulan puasa ini. Ada yang begitu gembira meluap-luap dan penuh
semangat, tetapi juga ada pula yang sebaliknya merasa resah dan kuatir serta ada pula yang
berperasaan biasa-biasa saja cuek dan tidak peduli.
Selayaknya kita menyambut bulan ini dengan perasaan yang wajar namun logis, agar kita
masuk dalam golongan orang-orang yang diberi kekuatan dan kesabaran dalam menjalankan
ibadah puasa sebulan penuh. Perasaan tersebut harus direalisasikan dalam bentuk
mempersiapkan diri secara fisik, mental dan spiritual.

Persiapan fisik adalah dengan menanamkan paradigma bahwa kesehatan jasmani adalah
penting. Maka Islam menuntut umatnya agar menjaga kesehatan supaya senantiasa kuat,
bertenaga dan bebas dari penyakit. Upaya menjaga fisik agar sehat dan tidak sakit adalah
dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, namun halal dan bersih serta
menjauhi makanan yang kurang sehat, kotor apalagi yang diharamkan oleh agama. Allah
berfirman:

Wakuluu mimma raza qokumullahu halala thayiba wattaqullahalladzi


antum bihi mukminun

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezkikan kepadamu,
dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.QS:Al-Maidah :88

Persiapan mental artinya mari kita sambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh rasa
syukur kepada Allah dan dengan kegembiraan. Hendaklah kita tanamkan tekad dan niat kita
untuk memberbaiki diri, memperbaiki ibadah puasa kita agar lebih baik dari sebelumnya.

Persiapan secara spiritual, adalah membekali diri kita dengan ketentuan, aturan dan hukum-
hukum puasa, adab dan etikanya serta amalan-amalan yang biasa dilakukan oleh Rasulullah
s.a.w. selama bulan puasa. Di samping itu, hendaklah kita berusaha membersihkan hati kita
dari sifat-sifat tercela seperti sombong, takabbur, dengki, tamak dan sifat-sifat hina lainnya
agar ibadah yang kita laksanakan diterima oleh Allah s.w.t.

Akhirnya, marilah kita persiapkan diri kita secara menyeluruh dan sempurna namun
semampu kita dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Kita berusaha dan berdoa agar
mampu melaksanakan ibadah puasa dengan sempurna. Yang tidak mampu melaksanakan
puasa karena udzur dan halangan, marilah kita ciptakan suasana menghidupkan spirit ikut
melaksanakan ibadah puasa.

Ada beberapa ajaran Rasulullah s.a.w. yang penting untuk kita teladani dalam menyambut
bulan suci Ramadhan, yaitu:

Pertama: kita dituntut untuk mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah s.a.w. dengan


memperbanyak amal salih dan meninggalkan maksiat;

Kedua: Kita dituntut untuk mempererat tali silaturrahmi antar kita, baik dengan keluarga,
handai taulan, sahabat tetangga kita;

Ketiga: Kita dituntut untuk memperbanyak sedekah dan membantu mereka yang
memerlukan bantuan agar mereka juga dapat melaksanakan puasa dan menikmati
kegembiraan bersama Ramadhan;

Keempat: Kita dianjurkan untuk meramaikan masjid-masjid dan musholla-muhsolla dengan


berbagai ibadah seperti sholat tarawih berjamaan dan membaca al-Quran baik sendiri maupun
kolektif.
Kelima: Kita dianjurkan untuk menghidupkan semangat persatuan dan kesatuan antar kita
selama bulan Ramadhan. Rasa lapar kita adalah ajakan untuk bersolidaritas dengan sebagian
saudara-saudara kita yang setiap saat dilanda kelaparan dan kesusahan hidup.

Semoga kita menjadi sebaik-baik umat selama bulan Ramadhan mendatang. amiin

Barokallahu Li walakum Fil Qur’an nil adzim Wana fa ani Wa iyaakum


Bima Fii Minal Ayati Wadzakril Hakim Wataqobaala Minaa Wamingkum
Tilawatahu inaahu Huwas saamii ul Alim Aquulu Qauli Hadza Wa as Tak
Firullahal Adzim Li walakum Walisa’iril Muslimiin Na wal Muslimat Wal
Mukminiin Na Wal Mukminat

Fas Tagfiruuhu Huwal Gofururoohiim.


1. Alhamdulillah 2X
Mu’a yadi sobirina biaziizi nasrih Wa muya saari saakirina Lihamidi sukri
Wa mu wa fakil muh tariina lil kiyami bi amrih
Ahma duhu ala ma an ama Wa as lama li amrihi fiima hakama wa abrom
Ashadu anla ilahailallah wahdahula sariikalah Wa as hadu ana
Muhamadda abduhu Warasulu
Allaahuma solii ala sayidina muhamaad Sollallaahu alaihi wa ala alihi
muntahad dzuuhur
Solatan da’i man bila fana’i wala futuur Wasallaamutasliima kasiro
Amaa bakdu
Faya ayuhannasu Takulla Inallaha amarakum bi amri bada afiihi bi nafsih
Wasanaa bi mala ikati wa ayaa da bil mukminiin min ibadih
Fakola azaa ming ko’il Inallaaha wa mala ikatahu yosoluna ala naabi
Ya ayuuhal lazi na amanu solu ala ihi wasalaamutaasliima
Allahumaa soluu ala sayidina Muhamaad, sayidil mursaliin
Wa ambiyak ika, Wa rosulika, Wa mala ika tikal mukoroobiin
Wa ahli zo atika Azj maiin.
2. Allahumaagfir
Lil mukminiina Wal mukminat Wal muslimiina Wal muslimat Inaaka
samii’u Qoriibu muzibudaa a wat
Robbana firlana, Wali ihwanina alaaziina sabaguna bil iiman Wa la tadz
alna Fii Qulu bina gilaa lillaaziina amanu. Robbaana inaaka Ro ufur
rohiim.
Robbana atina Fidunya HasanahWa fil ahiroti hasanah, wakina aza
banaar
3. Ibadallah Inallaaha yak muru bil adli Wal ihsani, Wa iita idil Qurba
Wa yan ha Anil fah sa i wal mungkar Wal bag yi Ya i zukum la alaakum
Tazakaaruun Faz kuruullaha al azim Yaz kurkum Was kuruuhu ala
nikmatihi yazikum wala zikrullahi akbar