Anda di halaman 1dari 46

MODUL 1

KONSEP BIAYA DAN AKUMULASI BIAYA

SOAL 1-1

Pada awal tahun 2011, Ali Imran (Direktur Utama PT. IMRAN JAYA)
menginstruksikan kepada Sulfandi (Kepala Departemen Keuangan) untuk
membantu menyusun proposal pinjaman ke bank. Pinjaman ini dibutuhkan
untuk mengatasi kesulitan likuiditas perusahaan setelah membangun
fasilitas produksi. Dari sekian banyak prasyarat yang diminta oleh bank,
salah satunya adalah proyeksi bisnis perusahaan ke depan dalam bentuk
anggaran.
Sebenarnya perusahaan sudah memiliki anggaran perusahaan untuk
tahun 2011. Namun anggaran tersebut tidak mungkin diserahkan ke bank
karena angka-angka yang tertera tidak dapat memenuhi jumlah pinjaman
yang dibutuhkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, Ali Imran meminta
kepada Sulfandi untuk membuat revisi anggaran di mana penjualan
diproyeksikan naik 50% dari tahun lalu, kapasitas produksi digunakan 80%
dan biaya-biaya operasi turun.

Sulfandi mengetahui bahwa revisi anggaran sebagaimana yang diminta


oleh Ali Imran adalah mustahil karena perusahaan baru saja
mengoperasikan fasilitas produksinya dengan kapasitas yang memang
dirancang dua kali dari omzet perusahaan saat ini untuk pengembangan
dimasa depan. Mengoperasikan kapasitas sebesar 80% berarti harus
mempekerjakan karyawan sebanyak dua shift, sementara saat ini jumlah
karyawan hanya cukup untuk satu shift. Bila kapasitas yang digunakan
meningkat, biaya-biaya operasi juga akan meningkat dan bukannya turun
karena beban pekerjaan yang bertambah. Selain itu, meningkatkan
penjualan sebanyak 50% adalah angka yang amat optimis mengingat
persaingan yang ada saat ini.
Ali Imran menjanjikan kepada Sulfandi bahwa jika proposal tersebut
disetujui oleh bank, maka perusahaan akan memberikan bonus yang
jumlahnya setara dengan gaji satu tahun kepada Sulfandi. Jumlah ini
sangat menggiurkan bagi Sulfandi yang memang sedang menabung untuk
membeli rumah.

Menurut anda:
a. Mana dari 15 tanggungjawab dalam Standard of ethical Counduct
yang sesuai denga situasi Sulfandi?
b. Apa yang seharusnya dilakukan oleh Sulfandi dalam kasus ini.

1 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
JAWABAN 1-1

Tanggung jawab dalam Standards of Ethical Conduct yang sesuai dengan situasi
Sulfandi adalah:
 Kompetensi

1. Sulfandi seharusnya melakukan tugas-tugas profesionalnya sesuai dengan


hukum, peraturan, dan standar teknis yang berlaku. Menyusun anggaran
dengan angka-angka yang tidak realistis mengarah pada tindakan penipuan
dalam aplikasi pinjaman dan tidak sesuai dengan standar teknis yang berlaku.
2. Sulfandi seharusnya menyusun laporan dan rekomendasi yang lengkap serta
jelas, setelah melakukan analisis yang benar terhadap informasi yang relevan
dan dapat dipercaya. Dalam kasus ini keandalan informasi diragukan dan
fakta sebenarnya menunjukkan bahwa angka-angka yang diminta dalam
anggaran untuk memperoleh pinjaman tidak relevan terhadap penyusunan
anggaran yang sebenarnya.
 Integritas

1. Sulfandi seharusnya menghindari konflik kepentingan aktual atau yang


tampak dan mengingatkan semua pihak akan potensi konflik. Bonus yang
dijanjikan kepada Sulfandi apabila proposal pinjaman tersebut disetujui oleh
bank menandakan adanya konflik kepentingan dalam diri Sulfandi.
2. Sulfandi seharusnya menahan diri untuk tidak mengalihkan pencapaian atas
tujuan-tujuan yang sah dan etis dari organisasi, baik secara aktif maupun
secara pasif. Atasan Sulfandi jelas-jelas meminta Sulfandi
untuk mengalihkan tujuan sah dari perusahaan ke kebutuhan saat ini untuk
memperoleh pinjaman.
3. Sulfandi seharusnya mengenali dan mengomunikasikan berbagai batasan
profesional atau kendala lainnya yang dapat menghalangi munculnya
penilaian yang bertanggung jawab atau kinerja yang sukses
dari suatu aktivitas. Dalam kasus ini Sulfandi tidak mengomunikasikan kepada
Ali Imran konflik dalam dirinya antara memperoleh bonus dengan tanggung
jawab etikanya.

2 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
4. Sulfandi seharusnya mengomunikasikan informasi yang baik maupun yang
buruk serta penilaian atau opini profesional. Dalam kasus ini Sulfandi diminta
untuk hanya mengungkapkan informasi yang menguntungkan perusahaan
saja.
5. Sulfandi seharusnya menahan diri dari keterlibatan dalam aktivitas yang dapat
merugikan profesi. Apabila Sulfandi memenuhi permintaan Ali Imran, maka
Sulfandi telah melanggar integritasnya sebagai akuntan manajemen
profesional.
 Objektivitas
1. Sulfandi seharusnya mengomunikasikan informasi dengan adil dan objektif.
Dalam hal ini Sulfandi berada di bawah tekanan untuk mengabaikan
objektivitas dalam menyusun anggaran yang diminta oleh Ali Imran.
2. Sulfandi seharusnya mengungkapkan semua informasi yang relevan, yang
diperkirakan dapat mempengaruhi pemahaman pengguna atas laporan,
komentar, dan rekomendasi yang dipresentasikan. Perbandingan antara target
angka penjualan dengan penjualan aktual dari periode-periode sebelumnya
kemungkinan besar akan memengaruhi pemahaman pihak bank mengenai
seberapa besar peningkatan penjualan yang disajikan.

SOAL 1-2
PT AGUN RAYA memiliki tiga bagian departemen yaitu departemen
peleburan, pencetakan dan penyelesaian. Setelah memiliki fasilitas
produksinya sendiri, struktur biaya PT. AGUN RAYA menjadi sebagai
berikut :

No. Deskripsi Biaya


1 Biaya alumunium batangan
2 Biaya gaji bagian peleburan
3 Biaya gaji bagian pencetakan
4 Biaya gaji bagian penyelesaian
5 Biaya gaji bagian perencanaan produksi
6 Biaya gaji bagian pengendalian persediaan bahan baku
7 Biaya gaji bagian pengendalian persediaan barang jadi
8 Biaya gaji kepala departemen produksi
9 Biaya gaji kepala departemen perencanaan produksi
10 Biaya gaji departemen pembelian
11 Biaya gaji departemen pemasaran
12 Biaya gaji departemen keuangan

3 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
13 Biaya gaji direktur utama
14 Biaya listrik kantor
15 Biaya air kantor
16 Biaya listrik pabrik
17 Biaya air pabrik
18 Biaya telepon dan faks
19 Biaya asuransi pabrik
20 Biaya pajak bumi dan bangunan
21 Biaya penyusutan mesin peleburan
22 Biaya penyusutan mesin pencetakan
23 Biaya penyusutan bangunan pabrik
24 Biaya penyusutan peralatan kantor
25 Biaya penyusutan bangunan kantor
26 Biaya amplas
27 Biaya Kikir
28 Biaya sarung tangan
29 Biaya masker pengaman
30 Biaya kacamata pengaman

Berdasarkan data-data diatas:


a. Klasifikasikanlah biaya-biaya terebut menjadi biaya langsung dan
biaya tidak langsung, bila objek biayanya adalah komponen atau
produk yang dihasilkan.
b. Klasifikasikanlah biaya-biaya terebut menjadi biaya bahan baku
langsung, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead, biaya
pemasaran dan biaya administratif.
c. Identifikasikan biaya-biaya yang termasuk dalam biaya utama (prime
cost) maupun dalam biaya konversi (corversion cost).
d. Klasifikasikanlah biaya-biaya terebut menjadi biaya tetap, biaya
variabel dan biaya semivariabel berdasarkan volume produksi.

JAWABAN 1-2

a. Klasifikasi biaya berdasarkan objek biaya


1. Biaya alumunium batangan → biaya langsung
2. Biaya gaji bagian peleburan → biaya langsung
3. Biaya gaji bagian pencetakan → biaya langsung
4. Biaya gaji bagian penyelesaian → biaya langsung
5. Biaya gaji bagian perencanaan produksi → biaya tidak langsung
6. Biaya gaji bagian pengendalian persediaan bahan baku → biaya tidak
langsung
7. Biaya gaji bagian pengendalian persediaan barang jadi → biaya tidak
langsung.
8. Biaya gaji kepala departemen produksi → biaya tidak langsung
9. Biaya gaji kepala departemen perencanaan produksi dan pengendalian
persediaan → biaya tidak langsung
10. Biaya gaji departemen pembelian → biaya tidak langsung

4 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
11. Biaya gaji departemen pemasaran → biaya tidak langsung
12. Biaya gaji departemen keuangan → biaya tidak langsung
13. Biaya gaji direktur utama → biaya tidak langsung
14. Biaya listrik kantor → biaya tidak langsung
15. Biaya air kantor → biaya tidak langsung
16. Biaya listrik pabrik → biaya tidak langsung
17. Biaya air pabrik → biaya tidak langsung
18. Biaya telepon dan faks → biaya tidak langsung
19. Biaya asuransi pabrik → biaya tidak langsung
20. Biaya pajak bumi dan bangunan → biaya tidak langsung
21. Biaya penyusutan mesin peleburan → biaya tidak langsung
22. Biaya penyusutan mesin pencetakan → biaya tidak langsung
23. Biaya penyusutan bangunan pabrik → biaya tidak langsung
24. Biaya penyusutan peralatan kantor → biaya tidak langsung
25. Biaya penyusutan bangunan kantor → biaya tidak langsung
26. Biaya amplas → biaya tidak langsung
27. Biaya kikir → biaya tidak langsung
28. Biaya sarung tangan → biaya tidak langsung
29. Biaya masker pengaman → biaya tidak langsung
30. Biaya kacamata pengaman → biaya tidak langsung

b. Klasifikasi biaya berdasarkan biaya bahan baku langsung, biaya tenaga


kerja langsung, biaya overhead, Biaya pemasaran, dan Biaya
administratif.
1. Biaya alumunium batangan → biaya bahan baku langsung
2. Biaya gaji bagian peleburan → biaya tenaga kerja langsung
3. Biaya gaji bagian pencetakan → biaya tenaga kerja langsung
4. Biaya gaji bagian penyelesaian → biaya tenaga kerja langsung
5. Biaya gaji bagian perencanaan produksi → biaya overhead
6. Biaya gaji bagian pengendalian persediaan bahan baku → biaya overhead
7. Biaya gaji bagian pengendalian persediaan barang jadi → biaya overhead
8. Biaya gaji kepala departemen produksi → biaya overhead
9. Biaya gaji kepala departemen perencanaan produksi dan pengendalian
persediaan → biaya overhead
10. Biaya gaji departemen pembelian → biaya overhead
11. Biaya gaji departemen pemasaran → Biaya pemasaran
12. Biaya gaji departemen keuangan → Biaya administratif
13. Biaya gaji direktur utama → Biaya administratif
14. Biaya listrik kantor → Biaya administratif
15. Biaya air kantor → Biaya administratif
16. Biaya listrik pabrik → biaya overhead
17. Biaya air pabrik → biaya overhead
18. Biaya telepon dan faks → Biaya administratif
19. Biaya asuransi pabrik → biaya overhead
20. Biaya pajak bumi dan bangunan → Biaya administratif/biaya overhead
21. Biaya penyusutan mesin peleburan → biaya overhead
22. Biaya penyusutan mesin pencetakan → biaya overhead
23. Biaya penyusutan bangunan pabrik → biaya overhead
24. Biaya penyusutan peralatan kantor → Biaya administratif

5 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
25. Biaya penyusutan bangunan kantor → Biaya administratif
26. Biaya amplas → biaya overhead
27. Biaya kikir → biaya overhead
28. Biaya sarung tangan → biaya overhead
29. Biaya masker pengaman → biaya overhead
30. Biaya kacamata pengaman → biaya overhead

c. Klasifikasi biaya berdasarkan biaya utama dan biaya konversi


1. Biaya aluminium batangan → biaya utama
2. Biaya gaji bagian peleburan → biaya konversi
3. Biaya gaji bagian pencetakan → biaya konversi
4. Biaya gaji bagian penyelesaian → biaya konversi
5. Biaya gaji bagian perencanaan produksi → biaya konversi
6. Biaya gaji bagian pengendalian persediaan bahan baku → biaya konversi
7. Biaya gaji bagian pengendalian persediaan barang jadi → biaya konversi
8. Biaya gaji kepala departemen produksi → biaya konversi
9. Biaya gaji kepala departemen perencanaan produksi dan pengendalian
persediaan → biaya konversi
10. Biaya gaji departemen pembelian → biaya konversi
11. Biaya gaji departemen pemasaran → N/A
12. Biaya gaji departemen keuangan → N/A
13. Biaya gaji direktur utama → N/A
14. Biaya listrik kantor → N/A
15. Biaya air kantor → N/A
16. Biaya listrik pabrik → biaya konversi
17. Biaya air pabrik → biaya konversi
18. Biaya telepon dan faks → N/A
19. Biaya asuransi pabrik → biaya konversi
20. Biaya pajak bumi dan bangunan → N/A atau biaya konversi
21. Biaya penyusutan mesin peleburan → biaya konversi
22. Biaya penyusutan mesin pencetakan → biaya konversi
23. Biaya penyusutan bangunan pabrik → biaya konversi
24. Biaya penyusutan peralatan kantor → N/A
25. Biaya penyusutan bangunan kantor → N/A
26. Biaya amplas → biaya konversi
27. Biaya kikir → biaya konversi
28. Biaya sarung tangan → biaya konversi
29. Biaya masker pengaman → biaya konversi
30. Biaya kacamata pengaman → biaya konversi

N/A: not applicable (tidak dapat diaplikasikan).

d. Klasifikasi biaya berdasarkan biaya tetap, biaya variabel dan biaya


semivariabel berdasarkan volume produksi
1. Biaya aluminium batangan → biaya variabel
2. Biaya gaji bagian peleburan → biaya semivariabel
3. Biaya gaji bagian pencetakan → biaya semivariabel
4. Biaya gaji bagian penyelesaian → biaya semivariabel
5. Biaya gaji bagian perencanaan produksi → biaya semivariabel

6 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
6. Biaya gaji bagian pengendalian persediaan bahan baku → biaya semivariabel
7. Biaya gaji bagian pengendalian persediaan barang jadi → biaya semivariabel
8. Biaya gaji kepala departemen produksi → biaya tetap
9. Biaya gaji kepala departemen perencanaan produksi dan pengendalian
persediaan → biaya tetap
10. Biaya gaji departemen pembelian → biaya tetap
11. Biaya gaji departemen pemasaran → biaya tetap
12. Biaya gaji departemen keuangan → biaya tetap
13. Biaya gaji direktur utama → biaya tetap
14. Biaya listrik kantor → biaya semivariabel
15. Biaya air kantor → biaya semivariabel
16. Biaya listrik pabrik → biaya semivariabel
17. Biaya air pabrik → biaya semivariabel
18. Biaya telepon dan faks → biaya semivariabel
19. Biaya asuransi pabrik → biaya tetap
20. Biaya pajak bumi dan bangunan → biaya tetap
21. Biaya penyusutan mesin peleburan → biaya tetap
22. Biaya penyusutan mesin pencetakan → biaya tetap
23. Biaya penyusutan bangunan pabrik → biaya tetap
24. Biaya penyusutan peralatan kantor → biaya tetap
25. Biaya penyusutan bangunan kantor → biaya tetap
26. Biaya amplas → biaya variabel
27. Biaya kikir → biaya variabel
28. Biaya sarung tangan → biaya variabel
29. Biaya masker pengaman → biaya variabel
30. Biaya kacamata pengaman → biaya variabel

SOAL 1-3
Berikut ini adalah data mengenai salah satu biaya semivariabel yang sudah
anda identifikasi pada bab sebelumnya. Asumsikan biya yang dimaksud
adalah biaya pemeliharaan mesin dan berhubungan dengan jam mesin.
Berikut informasi data biaya tersebut.

PT. AGUN RAYA


Biaya Pemeliharaan Mesin dan Data Jam Mesin
Bulan Biaya Jam Mesin
Januari Rp. 2.200.000 2.500 Jam
Februari Rp. 2.130.000 2.350 Jam
Maret Rp. 2.000.000 2.000 Jam
April Rp. 2.170.000 2.400 Jam
Mei Rp. 2.050.000 2.100 Jam
Juni Rp. 2.220.000 2.600 Jam
Juli Rp. 2.150.000 2.450 Jam
Agustus Rp. 2.250.000 2.550 Jam
September Rp. 2.290.000 2.700 Jam
Oktober Rp. 2.150.000 2.450 Jam

7 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
Nopember Rp. 2.210.000 2.400 Jam
Desember Rp. 2.100.000 2.300 Jam
TOTAL Rp. 25.920.000 28.800 Jam
Berdasarkan data-data tersebut di atas, tentukanlah tarif biaya
pemeliharaan mesin per jam dan rata-rata biaya tetap, dengan
menggunakan :
a. Metode tinggi rendah (high-low method)
b. Metode kuadrat terkecil (least-square method)
c. Metode scattergraph

JAWABAN 1-3

a. Metode tinggi rendah (high-low method)


Pemisahan biaya semivariabel menjadi biaya variabel dan biaya tetap berdasarkan
metode tinggi rendah.
Biaya Pemeliharaan Mesin Jam Mesin
Tinggi Rp. 2.290.000,- 2.700 Jam
Rendah Rp. 2.000.000,- 2.000 Jam
Selisih Rp. 290.000,- 700 Jam

Tarif beban variabel : Rp.290.000,- / 700 Jam = Rp. 414,2857

Tinggi Rendah
Total biaya Rp. 2.290.000,- Rp. 2.000.000,-
Total biaya variabel Rp.1.118.571,43,- Rp.828.571,43,-
Rata-rata biaya tetap Rp.1.171.428,57,- Rp.1.171.428,57,-

b. Metode kuadrat terkecil (least-square method)


Pemisahan biaya semivariabel menjadi biaya variabel dan biaya tetap berdasarkan
metode kuadrat terkecil.

Jam Devi.
Biaya Pemel. Deviasi biaya Kuadrat Dev. Biaya x
Bulan mesin Aktivitas
(Y) (Y - rata2 Y) (X) ( X - rata2 X) Dev. Aktivitas Dev. Aktivitas
Januari Rp 2,200,000 Rp 40,000 2,500 100 10,000 4,000,000
Februari Rp 2,130,000 Rp (30,000) 2,350 (50) 2,500 1,500,000
Meret Rp 2,000,000 Rp (160,000) 2,000 (400) 160,000 64,000,000
April Rp 2,170,000 Rp 10,000 2,400 - - -
Mei Rp 2,050,000 Rp (110,000) 2,100 (300) 90,000 33,000,000
Juni Rp 2,220,000 Rp 60,000 2,600 200 40,000 12,000,000
Juli Rp 2,150,000 Rp (10,000) 2,450 50 2,500 (500,000)
Agustus Rp 2,250,000 Rp 90,000 2,550 150 22,500 13,500,000
September Rp 2,290,000 Rp 130,000 2,700 300 90,000 39,000,000
Oktober Rp 2,150,000 Rp (10,000) 2,450 50 2,500 (500,000)

8 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
November Rp 2,210,000 Rp 50,000 2,400 - - -
Desember Rp 2,100,000 Rp (60,000) 2,300 (100) 10,000 6,000,000
Rp 25,920,000 Rp - 28,800 - 430,000 172,000,000

Rata-rata biaya : Rp.25.920.000 / 12 = Rp. 2.160.000,-


Rata-rata aktivitas : 28.800 / 12 = 2.400
= (x- )(y- ) / (x- )2 = 172.000.000 / 430.000 = Rp.400.000,- (Tarif biaya variabel)

Y= +
=
= Rp. 2.160.000 - (Rp.400.000) (2.400)
= Rp. 2.160.000 - Rp.960.000
= Rp. 1.200.000,-

9 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
MODUL 2
HARGA POKOK PESANAN
PT. HARAPAN adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang percetakan
dengan menggunakan metode harga pokok pesanan. Pada bulan September
2014, perusahaan mendapat pesanan untuk mencetak kartu undangan
sebanyak 2.400 lembar dari PT. ANEKA dengan harga yang dibebankan
adalah Rp.2.000 per lembar. Pada bulan yang sama, perusahaan juga
menerima pesanan sebanyak 100 spanduk dari PT. CEMPAKA dengan harga
Rp.200.000 per buah. Pesanan dari PT. ANEKA diberi nomor KU-01 dan
pesanan dari PT. CEMPAKA diberi nomor SP-02.

Data kegiatan dan Produksi:


1. Pada tanggal 4 September 2014, dibeli bahan baku dan bahan
penolong secara kredit yakni sebagai berikut:
Bahan Baku:
Kertas undangan Rp.1.350.000,-
Kain Putih 600 meter @ Rp.6.875 per meter

Bahan Penolong:
Bahan penolong X1 Rp.300.000,-
Bahan penolong X2 Rp.170.000,-

2. Dalam pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk


memproses pesanan KU-01 dan SP-02 tersebut, diperoleh informasi
sebagai berikut:
Bahan baku kertas undangan dan bahan penolong X2 digunakan untuk
memproses pesanan nomor KU-01, sedangkan bahan baku kain putih
dan bahan penolong X1 digunakan untuk memproses pesanan nomor
SP-02.

3. Untuk penentuan biaya tenaga kerja yang dikeluarkan oleh


departemen produksi menggunakan dasar jam tenaga kerja langsung
dengan perhitungan sebagai berikut:
Upah langsung:
Upah langsung untuk pesanan KU-01 yaitu 180 Jam @Rp.5.000,-
Upah langsung untuk pesanan SP-02 yaitu 1.000 Jam @Rp.5.000,-
Upah tidak langsung:
Upah tidak langsung Rp.2.900.000,-
Gaji Karyawan:
Gaji Karyawan bagian pemasaran dikeluarkan Rp.7.500.000,-
Gaji Karyawan bagian administrasi dikeluarkan Rp.4.000.000,-

4. Pencatatan Biaya Overhead Pabrik. Perusahaan dalam hal ini


menggunakan tarif BOP sebesar 160% dari biaya tenaga kerja
langsung, baik pesanan KU-01 maupun pesanan SP-02.

10 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
Biaya overhead pabrik sesungguhnya terjadi dalam kaitannya
dengan pesanan di atas, adalah sebagai berikut:
Biaya pemeliharaan gedung Rp. 500.000,-
Biaya depresiasi gedung pabrik Rp.2.000.000,-
Biaya depresiasi mesin Rp.1.500.000,-
Biaya pemeliharaan mesin Rp.1.000.000,-
Biaya asuransi gedung pabrik dan mesin Rp.2.000.000,-
5. Pencatatan harga pokok produk jadi dan produk dalam proses.
Berdasarkan informasi untuk pesanan no. KU-01 telah selesai
dikerjakan sedangkan pesanan no. SP-02 masih dalam proses
penyelesaian.

6. Pencatatan harga pokok produk yang dijual. Pesanan no. KU-01


telah diserahkan kepada pemesan. Dan dari penyerahan tersebut
pemesan akan membayar dengan cara kredit.

Diminta:
Berdasarkan informasi di atas, buatlah Jurnal yang diperlukan berdasarkan
metode harga pokok pesanan.

Jurnal-jurnal yang diperlukan:

1. Pencatatan Pembelian Bahan Baku dan Bahan Penolong


Persediaan Bahan baku Rp.5.475.000 -
Hutang Usaha - Rp.5.475.000

Persediaan Bahan penolong Rp.300.000 -


Hutang Usaha - Rp.300.000

2. Pencatatan Pemakaian Bahan Baku dan Bahan Penolong


BDP – Biaya bahan baku Rp.5.475.000 -
Persediaan bahan baku Rp.5.475.000
BOP – Sesungguhnya Rp. 470.000 -
Persediaan bahan penolong - Rp. 470.000
3. Pencatatan Biaya Tenaga Kerja
a. Pencatatan Biaya Tenaga kerja yang terutang
Gaji dan Upah Rp.20.300.000 -
Utang gaji dan upah - Rp.20.300.000
b. Pencatatan Distribusi Biaya Tenaga Kerja
BDP - Biaya tenaga kerja langsung Rp.5.900.000 -
BOP Sesungguhnya (BTK TL) Rp.2.900.000 -
Biaya pemasaran Rp.7.500.000 -
Biaya adm. & umum Rp.4.000.000 -
Gaji dan upah - Rp.20.300.000

c. Pembayaran Gaji dan Upah


Utang Gaji dan Upah Rp.20.300.000 -

11 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
Kas - Rp.20.300.000

4. Pencatatan Biaya Overhead Pabrik


BDP – Biaya overhead pabrik Rp.9.440.000 -
*)
BOP yang dibebankan - Rp.9.440.000

BOP yang sesungguhnya Rp.7.000.000 -


Persediaan bahan bangunan - Rp. 500.000
Akum. depresiasi gedung pabrik - Rp.2.000.000
Akum. depresiasi mesin - Rp.1.500.000
Persediaan suku cadang - Rp.1.000.000
Persekot asuransi - Rp.2.000.000

BOP yang dibebankan Rp.9.440.000 -


BOP yang sesungguhnya - Rp.9.440.000

Selisih BOP :
Untuk menentukan selisih BOP yaitu dengan cara membandingkan
jumlah BOP yang dibebankan dengan jumlah BOP sesungguhnya.

BOP sesungguhnya :
Jurnal no. #2 Rp. 470.000
Jurnal no. #3b Rp.2.900.000
Jurnal no. #4 Rp.7.000.000
Jumlah BOP Sesungguhnya Rp.10.370.000

BOP dibebankan : Rp. 9.440.000


Selisih pembebanan kurang Rp. 930.000

Jurnal Selisih BOP:


Selisih BOP Rp.930.000 -
BOP yang sesungguhnya - Rp.930.000
*)
Tarif BOP = 160% dari Biaya tenaga kerja langsung

5. Pencatatan Harga Pokok Produk Jadi (KU-01)


Persediaan produk jadi Rp.3.690.000
BDP – Biaya bahan baku - Rp.1.350.000
1)
BDP – Biaya tenaga kerja - Rp. 900.000
2)
BDP – Biaya overhead pabrik - Rp.1.440.000
1)
180 Jam x Rp.5.000 / Jam
2)
Tarif BOP = 160% x Biaya tenaga kerja langsung

6. Pencatatan Harga Pokok Produk Dalam Proses (SP-02)


Persediaan produk dalam proses Rp.17.125.000
BDP – Biaya bahan baku - Rp.4.125.000
1)
BDP – Biaya tenaga kerja - Rp.5.000.000
2)
BDP – Biaya overhead pabrik - Rp.8.000.000
1)
1.000 Jam x Rp.5.000 / Jam
2)
Tarif BOP = 160% x Biaya tenaga kerja langsung

12 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
7. Pencatatan Harga Pokok Produk Yang Dijual
Harga pokok penjualan Rp.3.690.000 -
Persediaan produk jadi - Rp.3.690.000

Piutang dagang Rp.4.800.000 -


Penjualan - Rp.4.800.000

MODUL 3
HARGA POKOK PROSES

SOAL 3-1

13 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
CV. BAYUTA dalam pengolahan produknya dilakukan secara massal dan
melalui satu departemen produksi. Diasumsikan bahwa tidak terdapat
persediaan produk dalam proses awal dan tidak terdapat produk yang rusak
atau hilang dalam proses pengolahan. Berikut ini disajikan data produksi
dan kegiatan selama bulan Oktober 2014, yakni sebagai berikut:

Produk yang dimasukkan dalam proses 5.000 unit


Produk Jadi 3.800 unit
Tingkat penyelesaian produk dalam proses:
Bahan baku dan penolong 100%
Biaya konversi 40%

Data biaya produksi:


Biaya bahan baku Rp.300.000,-
Biaya bahan penolong Rp.450.000,-
Biaya tenaga kerja Rp.513.600,-
Biaya overhead pabrik Rp.642.000,-

Berdasarkan data tersebut di atas, tentukan:


1. Berapa biaya produksi per unit untuk mengolah produk tersebut
2. Tentukan berapa harga pokok produk jadi
3. Berapa harga pokok produk dalam proses akhir bulan oktober 2014.
4. Buat jurnal-jurnal yang dibutuhkan.

JAWABAN 3-1

1. Perhitungan harga pokok produksi per unit

Jumlah
No. Jenis Biaya Unit Ekuivalen Biaya/Unit
Biaya
1 Biaya Bahan Baku Rp.300.00 3.800 + (1.200 x 100%) Rp. 60
0
2 Biaya Bahan Penolong Rp.450.00 3.800 + (1.200 x 100%) Rp. 90
0
3 Biaya Tenaga Kerja Rp.513.60 3.800 + (1.200 x 40%) Rp.120
0
4 Biaya Overhead Pabrik Rp.642.00 3.800 + (1.200 x 40%) Rp.150
0
Biaya Produksi Per Unit Rp.420

2. Harga pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang


3.800 unit x Rp.420 Rp.1.596.000

3. Harga pokok produk dalam proses akhir.


Biaya bahan baku: (1.200 x 100%) x Rp.60 Rp. 72.000
Biaya bahan penolong: (1.200 x 100%) x Rp.90 Rp.108.000
Biaya tenaga kerja: (1.200 x 40%) x Rp.120 Rp. 57.600
Biaya overhead pabrik: (1.200 x 40%) x Rp.150 Rp. 72.000
Harga pokok produksi dalam proses akhir Rp.309.600

14 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
4. Jurnal-jurnal yang diperlukan.
a. Jurnal untuk mencatat biaya bahan baku
BDP – Biaya bahan baku Rp.300.000 -
Persediaan bahan baku - Rp.300.000
b. Jurnal untuk mencatat biaya bahan penolong
BDP – Biaya bahan penolong Rp.450.000 -
Persediaan bahan penolong - Rp.450.000

c. Jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja


BDP – Biaya tenaga kerja Rp.513.600 -
Gaji dan upah - Rp.513.600

d. Jurnal untuk mencatat biaya overhead pabrik


BDP – Biaya overhead pabrik Rp.642.000 -
Berbagai rekening dikredit - Rp.642.000

e. Jurnal untuk mencatat harga pokok produk jadi yang


ditransfer ke gudang

Persediaan produk jadi Rp.1.596.000


BDP – Biaya bahan baku - Rp.228.000
BDP – Biaya bahan penolong - Rp.342.000
BDP – Biaya tenaga kerja - Rp.456.000
BDP – Biaya overhead pabrik - Rp.570.000
f. Jurnal untuk mencatat harga pokok produk yang masih
dalam proses akhir

Persediaan produk dalam proses Rp.309.600 -


BDP – Biaya bahan baku - Rp. 72.000
BDP – Biaya bahan penolong - Rp.108.000
BDP – Biaya tenaga kerja - Rp. 57.600
BDP – Biaya overhead pabrik - Rp. 72.000

SOAL 3-2

PT. SENANG memiliki dua departemen produksi dalam mengolah produknya


yakni departemen A dan departemen B. Berikut ini disajikan data produksi
dan biaya untuk kedua departemen tersebut:

15 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
Produk dimasukkan dalam proses : Dept A = 50.000 unit, Dept B = 0
Produk selesai yang di transfer ke Dept B : 40.000 unit
Produk selesai yang di transfer ke gudang : 35.000 unit
Tingkat penyelesaian produk dalam proses akhir :
Departemen A : Bahan baku dan penolong 100%, Biaya tenaga kerja 40%
dan BOP 35%
Departemen B : Bahan penolong 60% dan biaya konversi 40%

Data biaya produksi: Dept A Dept B


Biaya bahan baku Rp. 800.000,- -
Biaya bahan penolong Rp.1.150.000,- Rp. 988.000,-
Biaya tenaga kerja Rp.1.100.000,- Rp.1.241.000,-
Biaya overhead pabrik Rp. 870.000,- Rp.2.044.000,-

Berdasarkan data tersebut di atas, tentukan:


1. Harga pokok produksi per satuan yang dihasilkan oleh departemen A
2. Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke departemen B
3. Harga pokok produk dalam proses akhir departemen A
4. Biaya produksi per unit yang ditambahkan oleh departemen B
5. Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke gudang.
6. Harga pokok produk dalam proses akhir departemen B

JAWABAN 3-2

1. Perhitungan harga pokok produksi per unit Departemen A

Jumlah
No. Jenis Biaya Unit Ekuivalen Biaya/Unit
Biaya
1 Biaya Bahan Baku Rp. 800.000 40.000 + (10.000 x Rp.16
100%)
2 Biaya Bahan Penolong Rp.1.150.00 40.000 + (10.000 x Rp.23
0 100%)
3 Biaya Tenaga Kerja Rp.1.100.00 40.000 + (10.000 x 40%) Rp.25
0
4 Biaya Overhead Pabrik Rp. 870.000 40.000 + (10.000 x 35%) Rp.20
Biaya Produksi Per Unit Rp.84

2. Harga pokok produk jadi yang ditransfer ke Departemen B


40.000 unit x Rp.84 Rp.3.360.000

3. Harga pokok produk dalam proses akhir Departemen A.


Biaya bahan baku: (10.000 x 100%) x Rp.16 Rp.160.000
Biaya bahan penolong: (10.000 x 100%) x Rp.23 Rp.230.000
Biaya tenaga kerja: (10.000 x 40%) x Rp.25 Rp.100.000
Biaya overhead pabrik: (10.000 x 40%) x Rp.20 Rp. 70.000
Harga pokok produksi dalam proses akhir Rp.560.000

16 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
4. Perhitungan harga pokok produksi per unit yang ditambahkan di
Departemen B

Jumlah
No. Jenis Biaya Unit Ekuivalen Biaya/Unit
Biaya
1 Biaya Bahan Penolong Rp. 988.000 35.000 + (5.000 x 60%) Rp.26
2 Biaya Tenaga Kerja Rp.1.241.00 35.000 + (5.000 x 40%) Rp.34
0
3 Biaya Overhead Pabrik Rp.2.044.00 35.000 + (5.000 x 40%) Rp.55
0
Biaya Produksi Per Unit Rp.115
5. Harga pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang
35.000 unit x (Rp.115 + Rp.84*)) Rp.6.965.000

*)
Harga pokok yang dibawa dari departemen A

6. Harga pokok produk dalam proses akhir Departemen B.


HPP BDP Akhir dari Dept A: (5.000 x Rp.84) Rp.420.000
Biaya bahan penolong: (5.000 x 60%) x Rp.26 Rp. 78.000
Biaya tenaga kerja: (5.000 x 40%) x Rp.34 Rp. 68.000
Biaya overhead pabrik: (5.000 x 40%) x Rp.55 Rp.110.000
Harga pokok produksi dalam proses akhir Rp.676.000

SOAL 3-3
PT. CORDOBA memiliki dua departemen produksi dalam mengolah
produknya yakni departemen 1 dan departemen II. Berikut ini disajikan
data produksi dan biaya untuk kedua departemen tersebut.

Dept I Dept II
Produk dimasukkan dalam proses 3.000 unit -
Produk selesai ditransfer ke Dept II 2.500 unit -
Produk selesai di transfer ke gudang - 2.100 unit
Produk dalam proses akhir, tingkat penyelesaian
bahan baku dan bahan penolong 100%, biaya
konversi 45% 300 unit -
Produk dalam proses akhir, tingkat penyelesaian
bahan penolong 70%, biaya konversi 40% - 250 unit
Produk hilang awal proses 200 unit 150 unit

Data biaya produksi: Dept A Dept B


Biaya bahan baku Rp.350.000,- -
Biaya bahan penolong Rp.406.000,- Rp.409.500,-
Biaya tenaga kerja Rp.500.650,- Rp.473.000,-
Biaya overhead pabrik Rp.711.450,- Rp.352.000,-

Berdasarkan data tersebut di atas, tentukan:


1. Harga pokok produksi per satuan yang dihasilkan oleh departemen I
2. Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke departemen II

17 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
3. Harga pokok produk dalam proses akhir departemen I
4. Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke gudang.
5. Harga pokok produk dalam proses akhir departemen II

JAWABAN 3-3

PT. CORDOBA memiliki dua departemen produksi dalam mengolah


produknya yakni departemen 1 dan departemen II. Berikut ini disajikan
data produksi dan biaya untuk kedua departemen tersebut.

Dept I Dept II
Produk dimasukkan dalam proses 3.000 unit -
Produk selesai ditransfer ke Dept II 2.500 unit -
Produk selesai di transfer ke gudang - 2.100 unit
Produk dalam proses akhir, tingkat penyelesaian
bahan baku dan bahan penolong 100%, biaya
konversi 45% 300 unit -
Produk dalam proses akhir, tingkat penyelesaian
bahan penolong 70%, biaya konversi 40% - 250 unit
Produk hilang awal proses 200 unit 150 unit

Data biaya produksi: Dept A Dept B


Biaya bahan baku Rp.350.000,- -
Biaya bahan penolong Rp.406.000,- Rp.409.500,-
Biaya tenaga kerja Rp.500.650,- Rp.473.000,-
Biaya overhead pabrik Rp.711.450,- Rp.352.000,-

Berdasarkan data tersebut di atas, tentukan:


6. Harga pokok produksi per satuan yang dihasilkan oleh departemen I
7. Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke departemen II
8. Harga pokok produk dalam proses akhir departemen I
9. Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke gudang.
10. Harga pokok produk dalam proses akhir departemen II

1. Perhitungan harga pokok produksi per unit Departemen I

Jumlah
No. Jenis Biaya Unit Ekuivalen Biaya/Unit
Biaya
1 Biaya Bahan Baku Rp.350.000 2.500 + (300 x 100%) Rp.125
2 Biaya Bahan Penolong Rp.406.000 2.500 + (300 x 100%) Rp.145
3 Biaya Tenaga Kerja Rp.500.650 2.500 + (300 x 45%) Rp.190
4 Biaya Overhead Pabrik Rp.711.450 2.500 + (300 x 45%) Rp.270
Biaya Produksi Per Unit Rp.730

2. Harga pokok produk jadi yang ditransfer ke Departemen II


2.500 unit x Rp.730 Rp.1.825.000

18 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
3. Harga pokok produk dalam proses akhir Departemen A.
Biaya bahan baku: (300 x 100%) x Rp.125 Rp.37.500
Biaya bahan penolong: (300 x 100%) x Rp.145 Rp.43.500
Biaya tenaga kerja: (300 x 45%) x Rp.190 Rp.25.500
Biaya overhead pabrik: (300 x 45%) x Rp.270 Rp.36.450
Harga pokok produksi dalam proses akhir Rp.143.100

4. Perhitungan harga pokok produksi per unit yang ditambahkan di


Departemen II

Jumlah
No. Jenis Biaya Unit Ekuivalen Biaya/Unit
Biaya
1 Biaya Bahan Penolong Rp.409.500 2.100 + (250 x 70%) Rp.180
2 Biaya Tenaga Kerja Rp.473.000 2.100 + (250 x 40%) Rp.215
3 Biaya Overhead Pabrik Rp.352.000 2.100 + (250 x 40%) Rp.160
Biaya Produksi Per Unit Rp.555

5. Harga pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang


2.100 unit x (Rp.1.506,60*)) Rp.3.163.860

*)
Harga pokok yang dibawa dari departemen I Rp. 730
HPP dari Depart. I setelah adanya produk hilang:
= Rp.1.825.000 / (2.500 – 150 unit) Rp. 776,60
Penyesuaian harga pokok produksi Rp.1.506,60

6. Harga pokok produk dalam proses akhir Departemen B.


HPP BDP Akhir dari Dept A: (250 x Rp.1.506,60) Rp.420.000
Biaya bahan penolong: (250 x 70%) x Rp.180 Rp. 78.000
Biaya tenaga kerja: (250 x 40%) x Rp.215 Rp. 51.000
Biaya overhead pabrik: (250 x 40%) x Rp.160 Rp.110.000
Harga pokok produksi dalam proses akhir Rp.659.000

MODUL 4
HARGA POKOK PROSES –
METODE FIFO DAN RERATA

19 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
SOAL 4-1
ABC MEUBEL menggunakan kalkulasi biaya proses dengan metode FIFO
pada dua departemen produksi yang dimiliki yaitu Departemen Cutting dan
Assembly.
Data produksi untuk bulan Januari 2015 sebagai berikut:
Cutting Assembly
Unit Barang Dalam Proses, saldo awal 100 180
Unit baru pada departemen Cutting 600 -
Unit ditransfer ke Dept. Assembly 500 -
Unit diterima dari Dept. Cutting - 500
Unit ditransfer ke gudang barang jadi - 580
Unit Barang Dalam Proses, saldo akhir 200 100

Data biaya untuk bulan Januari 2015 sebagai berikut (dalam


ribuan):
Cutting Assembly
Barang Dalam Proses, Saldo Awal:
- Biaya dari dept. Cutting - Rp.8.320
- Biaya Bahan Baku Rp.1.892 Rp. 830
- Biaya Tenaga Kerja Rp. 400 Rp. 475
- Biaya Overhead Pabrik Rp. 796 Rp. 518

Biaya yang ditambahkan selama bulan Januari 2015:


- Biaya Bahan Baku Rp.13.608 Rp.7.296
- Biaya Tenaga Kerja Rp. 5.000 Rp.9.210
- Biaya Overhead Pabrik Rp. 7.904 Rp.11.052

Saldo awal barang dalam proses pada Departemen Cutting telah selesai
80% bahan baku, 40% tenaga kerja dan 60% overhead. Sedangkan
saldo awal barang dalam proses pada Departemen Assembly telah selesai
40% bahan baku, 20% tenaga kerja dan 20% overhead.
Saldo akhir barang dalam proses pada Departemen Cutting telah selesai
60% bahan baku, 20% tenaga kerja dan 40% overhead. Sedangkan
saldo akhir barang dalam proses pada Departemen Assembly telah
selesai 100% bahan baku, 70% tenaga kerja dan 70% overhead.

Anda diminta:
1. Hitung unit equivalen dari biaya pada periode berjalan dept Cutting dan
Assembly.
2. Hitung biaya per unit equivalen pada periode berjalan dept Cutting dan
Assembly.
3. Buat Jurnal yang diperlukan Dept Cutting dan Assembly bulan Januari
2015 untuk mencatat:
a. Pemakaian bahan baku
b. PemBiayaan gaji/upah
c. PemBiayaan overhead pabrik

20 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
JAWABAN 4-1

1. Unit equivalen dari biaya pada periode berjalan


a. Departemen Cutting
Bahan Tenaga
Overhead
Baku Kerja
UE pada saldo awal BDP 20 60 40
UE yang dimulai dan diselesaikan pada
periode ini 400 400 400
UE pada saldo akhir BDP 120 40 80
Total UE dari biaya periode
berjalan 540 500 520

b. Departemen Assembly.
Dari Dept. Bahan Tenaga
Cutting Baku Kerja Overhead

UE pada saldo awal BDP 0 108 144 144


UE yang dimulai dan
diselesaikan pada periode ini 400 400 400 400
UE pada saldo akhir BDP 100 100 70 70
Total UE dari biaya periode
berjalan 500 608 614 614

2. Biaya per unit equivalen pada periode berjalan.


a. Departemen Cutting
Bahan Tenaga
Overhead
Baku Kerja
Biaya yang ditambahkan selama 13.608 5.000 7.904
Januari
Total Unit equivalen 540 500 520
Biaya Per Unit Equivalen 25,20 10 15,20

b. Departemen Assembly.
Dari Dept. Bahan Tenaga
Cutting Baku Kerja Overhead

Biaya yang ditambahkan selama 24.960 7.296 9.210 11.052


Januari
Total Unit equivalen 500 608 614 614
Biaya Per Unit Equivalen 49,92 12 15 18

3. Jurnal yang diperlukan bulan Januari 2015


a. Departemen Cutting
1. Pemakaian bahan baku
Barang Dalam Proses – Dept. Cutting 13.608 -

21 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
Persediaan Bahan Baku - 13.608

2. Pembebanan gaji/upah
Barang Dalam Proses – Dept. Cutting 5.000 -
Gaji dan Upah - 5.000

3. Pembebanan overhead pabrik


Barang Dalam Proses – Dept. Cutting 7.904 -
Overhead dibebankan - 7.904

4. Transfer BDP dari Dept Cutting ke Dept. Assembly


Barang Dalam Proses – Dept. Assembly 24.960 -
Barang Dalam Proses – Dept. Cutting - 24.960

b. Departemen Assembly
1. Pemakaian bahan baku
Barang Dalam Proses – Dept. Assembly 7.296 -
Persediaan Bahan Baku - 7.296

2. Pembebanan gaji/upah
Barang Dalam Proses – Dept. Assembly 9.210 -
Gaji dan Upah - 9.210

3. Pembebanan overhead pabrik


Barang Dalam Proses – Dept. Assembly 11.052 -
Overhead dibebankan - 11.052

4. Transfer barang jadi dari Dept Assembly ke gudang


Persediaan Barang Jadi 54.159 -
Barang Dalam Proses – Dept. Assembly - 54.159

SOAL 4-2
Mengacu pada soal 5-1, Asumsikan ABC MEUBEL menggunakan kalkulasi
biaya proses dengan menggunakan metode Rata-Rata pada dua
departemen produksi yang dimiliki yaitu Departemen Cutting dan Assembly.
Data produksi dan data biaya untuk bulan Januari 2015 mengacu pada soal
5-1.

Saldo awal barang dalam proses pada Departemen Cutting telah selesai
80% bahan baku, 40% tenaga kerja dan 60% overhead. Sedangkan saldo
awal barang dalam proses pada Departemen Assembly telah selesai 40%
bahan baku, 20% tenaga kerja dan 20% overhead.

Anda diminta:
1. Hitung unit equivalen dari biaya pada periode berjalan dept Cutting dan
Assembly.

22 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
2. Hitung biaya per unit equivalen pada periode berjalan dept Cutting dan
Assembly.
3. Buat Jurnal yang diperlukan Dept Cutting dan Assembly bulan Januari
2015 untuk mencatat:
a. Pemakaian bahan baku
b. PemBiayaan gaji/upah
c. PemBiayaan overhead pabrik

JAWABAN 4-2

1. Unit equivalen dari biaya pada periode berjalan


a. Departemen Cutting
Bahan Tenaga
Overhead
Baku Kerja
Ditransfer ke Dept. Assembly 500 500 500
Saldo akhir BDP 120 40 80
Total Unit Equivalen 620 540 580

b. Departemen Assembly.
Dari Dept. Bahan Tenaga
Cutting Baku Kerja Overhead

Ditransfer ke barang jadi 580 580 580 580


Saldo akhir BDP 100 100 70 70
Total Unit Equivalen 680 680 650 650

2. Biaya per unit equivalen pada periode berjalan.


a. Departemen Cutting
Bahan Tenaga
Overhead
Baku Kerja
Saldo Awal 1.892 400 796
Biaya yang ditambahkan selama
Januari 13.608 5.000 7.904
Total Biaya 15.500 5.400 8.700
Total Unit equivalen 620 540 580
Biaya Per Unit Equivalen 25 10 15

b. Departemen Assembly.
Dari Dept. Bahan Tenaga
Cutting Baku Kerja Overhead

Saldo Awal 8.320 830 475 518


Biaya yang ditambahkan selama
Januari 24.960 7.296 9.210 11.052
Total Biaya 33.320 8.126 9685 11.570
Total Unit equivalen 680 680 650 650
Biaya Per Unit Equivalen 49 11,95 14,90 17,80
3. Jurnal yang diperlukan bulan Januari 2015
a. Departemen Cutting

23 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
1. Pemakaian bahan baku
Barang Dalam Proses – Dept. Cutting 13.608 -
Persediaan Bahan Baku - 13.608

2. Pembebanan gaji/upah
Barang Dalam Proses – Dept. Cutting 5.000 -
Gaji dan Upah - 5.000

3. Pembebanan overhead pabrik


Barang Dalam Proses – Dept. Cutting 7.904 -
Overhead dibebankan - 7.904

4. Transfer BDP dari Dept Cutting ke Dept. Assembly


Barang Dalam Proses – Dept. Assembly 25.000 -
Barang Dalam Proses – Dept. Cutting - 25.000

b. Departemen Assembly
1. Pemakaian bahan baku
Barang Dalam Proses – Dept. Assembly 7.296 -
Persediaan Bahan Baku - 7.296

2. Pembebanan gaji/upah
Barang Dalam Proses – Dept. Assembly 9.210 -
Gaji dan Upah - 9.210

3. Pembebanan overhead pabrik


Barang Dalam Proses – Dept. Assembly 11.052 -
Overhead dibebankan - 11.052

4. Transfer barang jadi dari Dept Assembly ke gudang


Persediaan Barang Jadi 54.317 -
Barang Dalam Proses – Dept. Assembly - 54.317

MODUL 5

24 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
PRODUK BERSAMA DAN SAMPINGAN

SOAL 5-1

PT. MEKAR memproduksi 2 macam produk yaitu A dan B, kedua produk


tersebut menggunakan bahan baku dan system produksi yang sama.
Informasi terkait biaya, unit yang diproduksi dan penjualan sebagai
berikut :

Informasi produk :
Produk Jumlah Unit yang Nilai Jual
diproduksi
A 1.400 Unit Rp.252.000
B 1.960 Unit Rp.378.000
Total 3.360 Unit Rp.630.000

Informasi biaya:
Biaya Bersama
Biaya Bahan Rp.125.000,-
Baku
Biaya Konversi Rp. 55.000,-
Total Rp.180.000,-

Buatlah alokasi biaya masing-masing produk, dengan metode :


1. Metode nilai pasar/nilai jual
2. Metode kuantitatif/metode biaya per unit rata-rata
3. Metode rata-rata tertimbang

JAWABAN 5-1

1. Metode Nilai Pasar


Nilai Jual Produk A : 1.400 unit Rp.252.000
Nilai Jual Produk B : 1.960 unit Rp.378.000
Rp.630.000
Alokasi Biaya Masing-Masing Produk:
Produk A Produk B
Biaya Bahan Baku Rp.50.0001) Rp.75.0002)
Biaya Konversi Rp.22.000a) Rp.33.000b)
Rp.77.000 Rp.108.000
Keterangan :
1)
Rp.252.000/Rp.630.000 x Rp.125.000
2)
Rp.378.000/Rp.630.000 x Rp.125.000
a)
Rp.252.000/Rp.630.000 x Rp.55.000
b)
Rp.378.000/Rp.630.000 x Rp.55.000

25 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
SOAL 5-3

2. Metode Biaya Rata-rata Per Unit


Diketahui :
Total Biaya : Rp.630.000
Total Unit Produksi : 3.360 unit

Biaya Per Unit = Rp.630.000 / 3.360 unit = Rp.187,5

Alokasi Biaya masing-masing produk:


Produk A : 1.400 unit x Rp.187,5 Rp.262.500
Produk A : 1.960 unit x Rp.187,5 Rp.367.500
Total Rp.630.000

3. Metode Rata-rata Tertimbang

SOAL 5-2
PT. HARUM memproduksi tiga produk secara bersama yaitu produk X,Y, Z.
Biaya bersama yang dikeluarkan untuk menghasilkan ketiga produk
tersebut adalah Rp 40.000.000. Data lain yang berhubungan dengan produk
bersama adalah :
Keterangan Produk X Produk Y Produk Z
Unit produksi 5.000 unit 6.000 unit 4.000 unit
Harga jual setelah titik pisah Rp.1.500,- Rp.2.000,- Rp.1.250,-
(akhir)
Biaya proses lanjutan Rp.2.628.000,- Rp.3.126.000,- Rp.1.346.000,-

1. Hitunglah alokasi biaya bersama masing-masing produk


2. Hitunglah biaya produksi masing-masing produk.

Data informasi PT. ZARA periode Desember 2014 sebagai berikut:


Unit produksi 16.200 Unit
Unit Penjualan 13.500 unit
Unit Persediaan Awal 500 Unit
Harga jual per unit Rp. 750,-
Biaya Produksi per Unit Rp. 500,-
Hasil penjualan produk sampingan Rp.2.047.500,-
Biaya Pemasaran dan Administrasi Produk utama Rp.2.925.000,-

Diminta :
Buatlah perhitungan laba/Rugi dengan asumsi:

26 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
1. Pendapatan produk sampingan diakui sebagai pendapatan lain-lain.
2. Pendapatan produk sampingan diakui sebagai penambah penjualan
atau pendapatan produk utama.
3. Pendapatan produk sampingan diakui sebagai pengurang harga
pokok penjualan.
4. Pendapatan produk sampingan diakui sebagai pengurang biaya
produksi.

27 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
MODUL 6
BOP DAN DEPERTEMENTALISASI BOP

SOAL 6-1
TIGA JAYA manufacturing, menerapkan metode harga pokok pesanan.
BOP dibebankan kepada produk, diterapkan berdasarkan pemakaian jam
kerja langsung dengan tarif :
a. Pesanan No. 11 – 14 : Rp. 16.500/jam
b. Pesanan No. 15 – 19 : Rp. 16.750/jam
Data produksi dan BOP yang sesungguhnya terjadi dalam bulan November
2014 sebagai berikut :
Produk yang diproses selama bulan November 2014 :
Pesanan No. 11 Menggunakan jam kerja langsung 150 jam
Pesanan No. 12 Menggunakan jam kerja langsung 360 jam
Pesanan No. 13 Menggunakan jam kerja langsung 215 jam
Pesanan No. 14 Menggunakan jam kerja langsung 240 jam
Pesanan No. 15 Menggunakan jam kerja langsung 300 jam
Pesanan No. 16 Menggunakan jam kerja langsung 200 jam
Pesanan No. 17 Menggunakan jam kerja langsung 320 jam
Pesanan No. 18 Menggunakan jam kerja langsung 450 jam
Pesanan No. 19 Menggunakan jam kerja langsung 250 jam

Biaya produksi yang terjadi dalam bulan November 2014, sebagai berikut :
Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung Rp. 7.320.000
Biaya Bahan Penolong Rp. 4.350.000
Biaya Pembangkit Tenaga Listrik Pabrik Rp. 8.115.000
Biaya Telepon Pabrik Rp. 520.000
Biaya Gaji Karyawan Toko Rp 5.000.000
Biaya Penyusutan Gedung Pabrik Rp. 4.500.000
Biaya Penyusutan Mesin Pabrik Rp. 2.500.000
Biaya Asuransi Gedung Pabrik Rp. 4.725.000
Biaya Penyusutan Peralatan Kantor Rp. 4.500.000
Biaya Perbaikan Mesin Rp. 3.890.000
Biaya Produksi tidak Langsung Lainnya Rp. 6.570.000

Berdasarkan data di atas diminta :


a. Hitung biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi !
b. Hitung biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk !
c. Hitung selisih biaya overhead pabrik dan tentukan selisih tersebut
laba atau rugi!
d. Buatlah jurnal yang diperlukan !

28 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
JAWABAN 6-1

a. Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi :

Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung Rp. 7.320.000


Biaya Bahan Penolong Rp. 4.350.000
Biaya Pembangkit Tenaga Listrik Rp. 8.115.000
Biaya Telepon Pabrik Rp. 520.000
Biaya Penyusutan Gedung Pabrik Rp. 4.500.000
Biaya Penyusutan Mesin Pabrik Rp. 2.500.000
Biaya Asuransi Pabrik Rp. 4.725.000
Biaya Perbaikan Mesin Rp. 3.890.000
Biaya Produksi tidak Langsung Lainnya Rp. 6.570.000
Rp.42.490.000

b. Biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk:

- Jumlah jam kerja langsung bulan November 2010 untuk pesanan No. 11
- 14 sebesar 965 jam dengan tarif Rp.16.500/jam dan untuk pesanan No.
15 - 19 sebesar 1.520 jam dengan tarif Rp. 16.750/jam.
- BOP dibebankan kepada produk ditetapkan berdasarkan pemakaian jam
kerja langsung.
- BOP dibebankan kepada produk = Jumlah jam kerja langsung X Tarif BOP

Pesanan No. 11 – 14
965 Jam x Rp. 16.500/Jam = Rp. 15.922.500
Pesanan No. 15 - 19
1.520 Jam x Rp. 16.750/Jam = Rp. 25.460.000
Total BOP dibebankan Rp. 41.382.500

c. Selisih BOP
Biaya overhead yang sesungguhnya terjadi Rp. 42.490.000
Biaya overhead pabrik yang dibebankan Rp. 41.382.500
Selisih Rugi Rp. 1.107.500

d. Jurnal yang diperlukan:

1. Mencatat biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi:


BOP Sesungguhnya Rp.42.490.000
Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung Rp. 7.320.000
Biaya Bahan Penolong Rp. 4.350.000
Biaya Pembangkit Tenaga Listrik Rp. 8.115.000
Biaya Telepon Pabrik Rp. 520.000
Biaya Penyusutan Gedung Pabrik Rp. 4.500.000
Biaya Penyusutan Mesin Pabrik Rp. 2.500.000
Biaya Asuransi Pabrik Rp. 4.725.000
Biaya Perbaikan Mesin Rp. 3.890.000

29 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
Biaya Produksi tidak Langsung Lainnya Rp. 6.570.000

2. Mencatat biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada


produk:
BDP – BOP Rp. 41.382.500
BOP dibebankan Rp. 41.382.500

3. Jurnal tersebut pada akhir periode dipindahkan ke dalam akun


BOPS dengan jurnal :
BOP dibebankan Rp. 41.382.500
BOP Sesungguhnya Rp. 41.382.500

4. Mencatat selisih BOP


Selisih BOPS Rp. 1.107.500
BOP Sesungguhnya Rp. 1.107.500

SOAL 6-2

Biaya overhead pabrik langsung dan tidak langsung departemen pembantu


dan departemen produksi selama tahun anggaran 2014 diperkirakan
sebagai berikut:

Departemen Produksi :
Departemen A : Rp.9.000.000,-
Departemen B : Rp.15.000.000,-
Departemen Jasa :
Departemen X : Rp.3.000.000,-
Departemen Y : Rp.5.000.000,-
Departemen Pembantu Departemen Produksi
Dept. X Dept. Y Dept. A Dept. B
Jasa Dept. X - 10% 65% 25%
Jasa Dept. Y 20% - 45% 35%

Diminta :

Hitunglah biaya overhead pabrik departemen produksi (A dan B) setelah


menerima alokasi biaya overhad pabrik dari departemen pembantu!.
Gunakan metode aljabar.

JAWABAN 6-2

Diketahui :
X = Jumlah biaya departemen X setelah menerima alokasi biaya
departemen Y
Y = Jumlah biaya departemen Y setelah menerima alokasi biaya
departemen X
Maka :

30 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
X = Rp.3.000.000 + 0,20Y
Y = Rp.5.000.000 + 0,10X

Penyelesaian :
X = Rp.3.000.000 + 0,20Y
X = Rp.3.000.000 + 0,20 (Rp.5.000.000 + 0,10X)
X = Rp.3.000.000 + Rp.1.000.000 + 0,02X
0,98X = Rp.4.000.000
X = Rp.4.081.632

Y = Rp.5.000.000 + 0,10X
Y = Rp.5.000.000 + 0,10 (Rp.4.081.633)
Y = Rp.5.000.000 + Rp.408.163
Y = Rp.5.408.163

Departemen Pembantu Departemen Produksi


Dept. X Dept. Y Dept. A Dept. B
BOP Sebelum alokasi 3.000.000 5.000.000 9.000.000 15.000.000
Alokasi BOP Dept. X (4.081.633) 408.163 2.653.061 1.020.408
Alokasi BOP Dept. Y 1.081.633 (5.408.163) 2.433.673 1.892.857
BOP Setelah alokasi 0 0 14.086.734 17.913.265

SOAL 6-3
PT. MADANI mengolah produknya melalui dua departemen produksi,
Departemen A dan Departemen B dan ditunjang oleh tiga departemen
pembantu, Departemen X, Y dan Z. Anggran biaya overhead pabrik per
departemen untuk tahun 2013 tampak sebagai berikut (dalam ribuan
rupiah):

Dept Produksi Dept. Pembantu


Jenis BOP Jumlah
A B X Y Z
BOP Langsung Departemen:
Biaya bahan penolong 1.450 550 750 50 75 25
Biaya bahan bakar 1.000 - - - 1.000 -
Biaya tenaga kerja tidak langsung 2.000 750 800 200 150 100
Biaya kesejahteraan karyawan 655 250 300 50 30 25
Biaya reparasi dan pemeliharaan mesin 1.375 400 500 300 100 75
Jumlah BOP langsung departemen 6.480 1.950 2.350 600 1.355 225
BOP tidak langsung departemen:
Biaya depresiasi gedung 400 100 120 76 40 64
Biaya asuransi gedung 500 125 150 95 50 80
Jumlah BOP tidak langsung departemen 900 225 270 171 90 144
Jumlah BOP 7.380 2.175 2.620 771 1.445 369

Taksiran jasa departemen pembantu yang dipakai oleh departemen produksi


sebagai berikut:
Dept. Pembantu Dept. Produksi A Dept. Produksi B
Departemen X 60% 40%
Departemen Y 45% 55%

31 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
Departemen Z 75% 25%

Diminta:
Hitunglah biaya overhead pabrik departemen produksi (A dan B)
setelah menerima alokasi BOP dari departemen pembantu.

JAWABAN 6-3

Dept Produksi Dept. Pembantu


Jenis BOP
A B X Y Z
Jumlah BOP Sebelum Alokasi 2.175 2.620 771 1.445 369
Alokasi BOP Departemen Z 276,75 92,25 (369)
Alokasi BOP Departemen Y 650,25 794,75 (1.445)
Alokasi BOP Departemen X 462,60 308,40 (771)
Jumlah BOP Setelah Alokasi 3.564,60 3.815,40 0 0 0

32 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
SOAL 7-1

MODUL 7
AKUNTANSI BAHAN BAKU

INDAH Manufacturing Company mengumpulkan serpihan kayu dari lantai


pabrik dan menjualnya secara periodik ke pabrik kertas terdekat. Penjualan
bahan baku sisa periode Agustus 2014 sebesar Rp.1.000.000,-

Anda diminta :
a. Buatlah jurnal jika penjualan tersebut diakui sebagai pendapatan
lain-lain
b. Buatlah jurnal jika penjualan tersebut diakui sebagai penambah
Harga pokok penjualan
c. Buatlah jurnal jika penjualan tersebut diakui sebagai pengendali
overhead pabrik
d. Buatlah jurnal jika penjualan tersebut diakui sebagai pengurang
barang dalam proses

JAWABAN 7-1

a. Kas/Piutang Usaha Rp.1.000.000 -


Pendapatan lain-lain - Rp.1.000.000

b. Kas/Piutang Usaha Rp.1.000.000 -


Harga pokok penjualan - Rp.1.000.000

c. Kas/Piutang Usaha Rp.1.000.000 -


Pengendali BOP - Rp.1.000.000

d. Kas/Piutang Usaha Rp.1.000.000 -


BDP – Bahan Baku - Rp.1.000.000

SOAL 7-2

DUTA plastic memproduksi 1.000 piring plastik dengan desain khusus untuk
Restauran KING berdasarkan pesanan No.123. Setelah 100 piring
diproduksi, pelanggan mengubah spesifikasi desain. 100 piring ini tidak
dapat digunakan oleh pelanggan dan tidak dapat diperbaiki sehingga tidak

33 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
dapat diterima oleh pelanggan. Meskipun demikian, DUTA plastic masih
dapat menjual 100 piring tersebut sebagai barang bekas dengan harga
Rp.1.000/unit. Tambahan 100 unit diproduksi untuk memenuhi pesanan
pelanggan. Total biaya yang dibebankan ke pesanan No.123 adalah:

Bahan Baku Rp.2.200.000,-


Tenaga Kerja Rp. 500.500,-
Overhead Pabrik Rp.1.100.000,-
Anda diminta:
a. Buatlah ayat jurnal untuk mencatat penyelesaian pesanan tersebut
dan pengiriman ke pelanggan.
b. Buat ayat jurnal untuk mencatat penagihan pesanan No.123
tersebut, jika DUTA plastic menjual hasil produksinya dengan harga
150% dari biaya produksi.
c. Buat ayat jurnal saat barang cacat berhasil dijual.

JAWABAN 7-2

a. Persediaan barang cacat Rp. 100.000 -


Harga pokok penjualan Rp. 3.700.500 -
Barang dalam proses - Rp.3.800.500

b. Kas/Piutang usaha Rp5.550.750 -


Penjualan - Rp.5.550.750

c. Kas/Piutang usaha Rp100.000 -


Persediaan barang cacat - Rp.100.000

SOAL 7-3
PT. AMANDA bekerjasama dengan hotel untuk memenuhi kebutuhan
ranjang tempat tidur yang terbuat dari kayu. Pada periode tertentu,
kebutuhan dari hotel yang harus dipenuhi adalah sebanyak 200 ranjang.
Untuk membuat 200 ranjang, total biaya produksi sebesar
Rp.200.000.000,- (BB: Rp.100.000.000,- , BTKL: Rp.75.000.000,- dan
BOP: Rp.25.000.000,-). Sebelum ranjang dikirimkan, ternyata pihak hotel
menginginkan perubahan warna Cat yang semula disepakati berwarna
coklat muda menjadi coklat tua. Sebagai akibatnya, perubahan cat warna
ranjang membuat adanya pengerjaan kembali yang menyerap tambahan
biaya produksi sebesar Rp.10.000.000,- (terdiri dari biaya cat
Rp.2.000.000,- dan upah tenaga kerja langsung sebesar Rp.8.000.000,-).

Anda diminta:
a. Buatlah ayat jurnal untuk mencatat biaya produksi awal?
b. Buatlah ayat jurnal untuk mencatat pengerjaan kembali (re-work)

34 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
c. Buatlah ayat jurnal yang diperlukan jika pesanan selesai dan
dikirimkan kepada pihak hotel dan dijual dengan mark-up 50% dari
biaya produksi.

JAWABAN 7-3

a. Barang Dalam Proses Rp.200.000.000 -


Biaya/Peersedian Bahan Baku - Rp.100.000.000
Gaji dan Upah - Rp. 75.000.000
BOP dibebankan - Rp. 25.000.000

b. Barang Dalam Proses Rp.10.000.000 -


Gaji dan Upah - Rp. 8.000.000
BOP dibebankan - Rp. 2.000.000

c. Kas/Piutang Usaha Rp.315.000.000 -


Penjualan - Rp.315.000.000
Harga Pokok Penjualan Rp.210.000.000 -
Barang Dalam Proses - Rp.210.000.000

SOAL 7-4
Soal ini mengacu pada soal sebelumnya (7-3).
Asumsikan bahwa biaya pengerjaan kembali Rp.10.000.000,- yang terjadi
karena perubahan warna cat bukan disebabkan oleh perubahan permintaan
pelanggan (pihak hotel) melainkan terjadi karena kesalahan yang dilakukan
oleh tenaga kerja produksi.

Anda diminta:
a. Buatlah ayat jurnal untuk mencatat pengerjaan kembali (re-work)
b. Buatlah ayat jurnal yang diperlukan jika pesanan selesai dan
dikirimkan kepada pihak hotel dan dijual dengan mark-up 50% dari
biaya produksi.

JAWABAN 7-4

a. Pengendali BOP Rp.10.000.000 -


Gaji dan Upah - Rp. 8.000.000
BOP dibebankan - Rp. 2.000.000

b. Kas/Piutang Usaha Rp.300.000.000 -


Penjualan - Rp.300.000.000
Harga Pokok Penjualan Rp.200.000.000 -

35 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
Barang Dalam Proses - Rp.200.000.000

MODUL 8
AKUNTANSI TENAGA KERJA
SOAL 8-1

PT. ARSI menetapkan kebijakan bahwa, jika karyawannya bekerja lebih dari
45 jam dalam seminggu, maka mereka memiliki hak untuk memperoleh
premi lembur. Dalam hal ini, tarif lembur adalah 50% dari tarif upah.
Jumlah karyawan PT. ARSI sebanyak 7 Orang dengan jam kerja minggu ini
sebagai berikut:

No. Karyawan Jam Kerja Upah/Jam


1 Amanda 42 Rp.1.500
2 Budiman 46 Rp.1.500
3 Ceria 44 Rp.2.000
4 Diana 45 Rp.2.000
5 Erika 40 Rp.2.000
6 Fatma 47 Rp.2.500
7 Girian 50 Rp.2.500

Tentukan besarnya upah yang diterima karyawan-karyawan tersebut


minggu ini?

JAWABAN 8-1
Jam Jam
No Karyawa Upah/Ja Jumlah Upah Premi
Kerj Standa Total Upah
. n m Upah Lembur Lembur
a r
1 Amanda 42 45 Rp.1.500 Rp.63.000 - - Rp.63.000
2 Budiman 46 45 Rp.1.500 Rp.67.500 Rp.1.500 Rp.750 Rp.69.750
3 Ceria 44 45 Rp.2.000 Rp.88.000 - - Rp.88.000
4 Diana 45 45 Rp.2.000 Rp.90.000 - - Rp.90.000
5 Erika 40 45 Rp.2.000 Rp.80.000 - - Rp.80.000
Fatma Rp.112.50 Rp.2.50 Rp.120.00
6 47 45 Rp.2.500 Rp.5.000
0 0 0
Girian Rp.112.50 Rp.12.50 Rp.6.25 Rp.131.25
7 50 45 Rp.2.500
0 0 0 0

SOAL 8-2

36 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
KARIM adalah seorang karyawan yang harus bekerja 45 jam per minggu.
Upahnya Rp.500 per Jam. Dari 45 jam kerja tersebut, 10 Jam merupakan
waktu menganggur.
Tentukan jurnal yang dibuat perusahaan tempat karim bekerja?

JAWABAN 8-2

BDP – Biaya Tenaga Kerja Rp.17.500 -


BOP Sesungguhnya Rp. 5.000 -
Gaji dan Upah - Rp.22.500

SOAL 8-3
PT. DUNIA mempekerjakan 2 orang karyawan yaitu DODI dan DUDI.
Berdasarkan kartu hadir minggu pertama bulan Maret 2015. DODI bekerja
selama 35 jam dengan upah Rp.1.000/jam. DUDI bekerja dengan periode
yang sama selama 40 jam dengan upah Rp.1.250/jam. Potongan Pph yang
ditentukan adalah sebesar 15%. Berikut adalah kartu kerja DODI dan DUDI.

Penggunaan waktu kerja DODI DUDI


Untuk pesanan #21 10 jam 25 jam
Untuk pesanan #12 25 jam 10 jam
Untuk menunggu persiapan pekerjaan 0 jam 5 jam

Tentukan :
a. Jumlah upah DODI dan DUDI minggu pertama bulan Maret 2015
b. Distribusi upah DODI dan DUDI minggu pertama bulan Maret 2015
c. Jurnal yang diperlukan

JAWABAN 8-3

a. Jumlah Upah DODI dan DUDI minggu pertama bulan Maret 2015
DODI : 35 Jam x Rp.1.000 = Rp.35.000
DUDI : 40 Jam x Rp.1.250 = Rp.50.000
Rp.85.000

b. Distribusi Upah DODI dan DUDI minggu pertama bulan Maret 2015
DODI DUDI
Pesanan #21 Rp.10.000 Rp.31.250
Pesanan #12 Rp.25.000 Rp.12.500
BOP Sesungguhnya - Rp. 6.250
Jumlah Upah Rp.35.000 Rp.50.000
PPh 15% (Rp.5.250) (Rp.7.500)

37 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
Upah Bersih Rp.29.750 Rp.42.500

c. Jurnal Yang diperlukan


1. BDP – BTK Rp.78.750 -
BOP Sesungguhnya Rp. 6.250 -
Gaji dan Upah - Rp.85.000

2. Gaji dan Upah Rp.85.000 -


Utang PPh - Rp.12.750
Utang Gaji dan Upah - Rp.72.250

3. Utang Gaji dan Upah Rp.72.250 -


Kas - Rp.72.250

4. Utang Pph Rp.12.750 -


Kas - Rp. 12.750

38 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
MODUL 9
BIAYA STANDAR
SOAL 9-1
Untuk memproduksi 1 satuan produk diperlukan biaya produksi menurut
standar yang disajikan sebagai berikut:

Biaya Bahan Baku 5 kg @ Rp.2.000 Rp. 10.000


Biaya Tenaga Kerja 20 Rp. Rp.700 Rp. 14.000
Biaya Overhead Pabrik :
- Variabel 20 Jam @ Rp.500 Rp. 10.000
- Tetap *) 20 Jam @ Rp.400 Rp. 8.000
Total Rp. 42.000
*) Kapasitas produksi per bulan yang direncanakan 4.500 JTKL

Transaksi yang terjadi selama bulan April 2015 adalah sebagai berikut:
1. Jumlah bahan baku yang dibeli adalah 1.500 kg @ Rp.2.500
2. Jumlah produk yang diproduksi dan selesai diproses dalam bulan
April 2015 adalah 200 satuan dengan biaya produksi sesungguhnya
sebagai berikut:
a. Biaya bahan baku 900 kg @ Rp.2.500
b. Biaya tenaga kerja 4.250 Jam @ Rp.600
c. Biaya Overhead pabrik Rp.3.700.000

Tentukan Analisis varians biaya produksi langsung dan biaya overhead


pabrik dengan metode 1 selisih – 4 selish.

JAWABAN 9-1

VARIANS BAHAN BAKU


a. Metode 1 Selisih
St = (HSt x KSt) – (HS x KS)
= (Rp.2.000 x 1.000) – (Rp.2.500 x 900)
= (Rp.2.000.000) – (Rp.2.250. 000)
= Rp.250.000 (R)

39 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
b. Metode 2 Selisih
1. Selisih Harga
SH = (HSt - HS) x KS
= (Rp.2.000 – Rp.2.500) x 900)
= Rp.500 x 900
= Rp.450.000 (R)

2. Selisih Kuantitas
SK = (KSt – KS) x HSt
= (1.000 – 900) x Rp.2.000
= Rp.200.000 (L)

c. Metode 3 Selisih
1. Selisih Harga
SH = (HSt – HS) x KS
= (Rp.2.000 – Rp.2.500) x 900
= Rp.450.000 (R)

2. Selisih Kuantitas
SK = (KSt – KS) x HSt
= (1.000 – 900) x Rp.2.000
= Rp.200.000 (L)

3. Selisih Harga/Kuantitas
Tidak ada Selisih

VARIANS TENAGA KERJA


a. Metode 1 Selisih
St = (TUSt x JKSt) – (TUS x JKS)
= (Rp.700 x 4.000) – (Rp.600 x 4.250)
= (Rp.2.800.000) – (Rp.2.550.000)
= Rp.250.000 (L)

b. Metode 2 Selisih
1. Selisih Tarif Upah
STu = (TUSt - TUS) x JKS
= (Rp.700 – Rp.600) x 4.250
= Rp.425.000 (L)

2. Selisih Efisiensi
SEf = (JKSt – JKS) x TUSt
= (4.000 – 4.250) x Rp.700
= Rp.175.000 (R)

c. Metode 3 Selisih
1. Selisih Tarif Upah
STu = (TUSt – TUS) x JKSt
= (Rp.700 – Rp.600) x 4.000
= Rp.400.000 (L)

40 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
2. Selisih Efisiensi
SEf = (JKSt – JKS) x TUS
= (4.000 – 4.250) x Rp.600
= Rp.150.000 (R)

3. Selisih Harga/Kuantitas
Tidak ada Selisih
VARIANS BIAYA OVERHEAD PABRIK
a. Metode 1 Selisih
Biaya overhead sesungguhnya 3.700.000
Biaya overhead pabrik yang dibebankan 3.600.000
Selisih total BOP 100.000 (R)

b. Metode 2 Selisih

 Selisih Terkendalikan (controllable variance);


BOP Sesungguhnya 3.700.000
BOP tetap pada kapasitas normal (4.500 x Rp.400) 1.800.000
BOP variabel sesungguhnya 1.900.000
BOP variabel pada jam standar (4.000 x Rp.500) 2.000.000
Selisih terkendalikan 100.000 (L)

 Selisih Volume (volume variance)


Jam tenaga kerja pada kapasitas normal 4.500 jam
Jam tenaga standar 4.000 jam
Selisih volume 500 jam
Tarif BOP tetap Rp.400 x
Selisih Volume 200.000 (R)

c. Metode 3 Selisih

1. Selisih Pengeluaran (Spending Variance) :


BOP Sesungguhnya 3.700.000
BOP Tetap pada kapasitas normal (4.500 x Rp.400) 1.800.000
BOP variabel sesungguhnya 1.900.000
BOP Variabel yg dignkn pd jam sesungguhnya (4.250 x Rp.500) 2.125.000
Selisih Pengeluaran 225.000 (L)

2. Selisih Kapasitas (Idle Capacity Variance) :


Kapasitas normal 4.500 jam
Kapasitas sesungguhnya 4.250 jam
Kapasitas tidak terpakai 250 jam
Tarif BOP Tetap Rp.400 x
Selisih Kapasitas 100.000 (R)

3. Selisih Efisiensi :
Jam standar 4.500 jam
Jam sesungguhnya 4.250 jam

41 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
Selisih efisiensi 250 jam
Tarif BOP Rp.900 x
Selisih Efisiensi 225.000 (R)

d. Metode 4 Selisih

Selisih Pengeluaran (Spending Variance) 225.000 (L)


Selisih Kapasitas (Idle Capacity Variance) 100.000 (R)
Selisih Efisiensi Variabel
Selisih efisiensi x Tarif BOP variabel 100.000 (R)
Selisih Efisiensi Tetap
Selisih efisiensi x Tarif BOP tetap 125.000 (R)
Total Selisih Biaya Overhead Pabrik 100.000 (R)

SOAL 9-2
PT. CEMPAKA biru pada tahun 2014 memproduksi produk jadi sebanyak
120.000 unit. Bahan baku yang dibeli dari pemasok sebanyak 750.000 kg,
sedangkan yang digunakan dalam proses produksi sebanyak 700.000 kg.
Dalam menghasilkan produk, ditetapkan standar kuantitas bahan baku
sebanyak 6 kg per unit dengan standar harga Rp.2.150 per kg, lalu
ditentukan pula standar efisiensi tenaga kerja langsung 3 jam per unit
dengan standar tarif upah Rp.2.400 per jam. Namun kenyataan yang
terjadi, harga bahan baku sesungguhnya hanya Rp.2.100 per kg dengan
jumlah jam tenaga kerja sesungguhnya selama 365.000 dengan tarif
Rp.2.500 per jam.

Diminta, Carilah:
a. Selisih harga bahan baku
b. Selisih kuantitas bahan baku
c. Selisih efisiensi tenaga kerja langsung
d. Selisih tarif tenaga kerja langsung
e. Jurnal untuk mencatat gaji dan upah yang harus dibayar serta
pengalokasian selisih gaji dan upah dengan mengabaikan pajak atas
gaji dan upah.

JAWABAN 9-2

a. Selisih Harga Bahan Baku


SH = (HSt – HS) x KS
= (Rp.2.150 – Rp.2.100) x Rp.700.000
= Rp.35.000.000 (L)

b. Selisih kuantitas bahan baku


SK = (KSt – KS) x HSt

42 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
= (720.000 – 700.000) x Rp.2.150
= Rp.43.000.000 (L)

c. Selisih efisiensi tenaga kerja langsung


SE/K = (JKSt – JKS) x TUSt
= (360.000 – 365.000) x Rp.2.400
= Rp.12.000.000 (R)

d. Selisih tarif tenaga kerja langsung


ST/H = (TUSt – TUS) x JKS
= (Rp.2.400 – Rp.2.500) x 365.000
= Rp.36.500.000 (R)

e. Jurnal untuk mengalokasikan gaji dan upah serta selisihnya.


BDP - BTK 864.000.000 *) -
Selisih Efisiensi TK Langsung 12.000.000 -
Selisih Tarif TK Langsung 36.500.000 -
Gaji dan Upah - Rp.912.500.000
Jurnal untuk mencatat gaji dan upah yang harus dibayar:
Gaji dan Upah 912.500.000 -
Hutang Gaji dan Upah - 912.500.000

SOAL 9-3

PT. KARTINI dalam mengolah produknya menggunakan 2 macam bahan


baku untuk produk Z. Berikut data-data mengenai bahan baku A dan B
untuk ahun 2014.

Data-data Harga Standar (STD) dan Harga Sesungguhnya (SSG)


Bulan Bahan A Bahan B
Januari Rp. 1.200 Rp. 1.220 Rp. 750 Rp. 770
Februari Rp. 1.200 Rp. 1.250 Rp. 750 Rp. 770
Maret Rp. 1.225 Rp. 1.250 Rp. 750 Rp. 770
April Rp. 1.225 Rp. 1.250 Rp. 750 Rp. 770
Mei Rp. 1.225 Rp. 1.250 Rp. 750 Rp. 770
Juni Rp. 1.225 Rp. 1.250 Rp. 750 Rp. 770
Juli Rp. 1.225 Rp. 1.250 Rp. 780 Rp. 810
Agustus Rp. 1.225 Rp. 1.250 Rp. 780 Rp. 810
September Rp. 1.225 Rp. 1.250 Rp. 780 Rp. 810
Oktober Rp. 1.240 Rp. 1.300 Rp. 780 Rp. 810
Nopember Rp. 1.240 Rp. 1.300 Rp. 780 Rp. 810
Desember Rp. 1.240 Rp. 1.300 Rp. 780 Rp. 810

Data-data Kuantitas Pemakaian Standar (STD) dan Pemakaian Sesungguhnya (SSG)


Bulan Bahan A Bahan B
Januari Rp. 1.500 Rp. 1.550 Rp. 2.700 Rp. 2.850
Februari Rp. 1.500 Rp. 1.550 Rp. 2.700 Rp. 2.800

43 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
Maret Rp. 1.500 Rp. 1.600 Rp. 2.700 Rp. 2.800
April Rp. 1.500 Rp. 1.570 Rp. 2.700 Rp. 2.825
Mei Rp. 1.500 Rp. 1.570 Rp. 2.700 Rp. 2.800
Juni Rp. 1.500 Rp. 1.570 Rp. 2.700 Rp. 2.850
Juli Rp. 1.500 Rp. 1.600 Rp. 2.700 Rp. 2.825
Agustus Rp. 1.500 Rp. 1.600 Rp. 2.700 Rp. 2.850
September Rp. 1.500 Rp. 1.575 Rp. 2.700 Rp. 2.850
Oktober Rp. 1.500 Rp. 1.550 Rp. 2.700 Rp. 2.870
Nopember Rp. 1.500 Rp. 1.600 Rp. 2.700 Rp. 2.870
Desember Rp. 1.500 Rp. 1.575 Rp. 2.700 Rp. 2.870

Diminta :
a. Hitung selisih harga bahan baku A dan B untuk tahun 2014
b. Hitung selisih kuantitas bahan baku A dan B untuk tahun 2014

44 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
JAWABAN 9-3

a. Selisih harga bahan baku A dan B untuk tahun 2014

HSt HS KS SELISIH
Bulan
Bahan A Bahan B Bahan A Bahan B Bahan A Bahan B Bahan A Bahan B
Januari 1,200 750 1,220 770 1,550 2,850 (31,000) (57,000)
Februari 1,200 750 1,250 770 1,550 2,800 (77,500) (56,000)
Maret 1,225 750 1,250 770 1,600 2,800 (40,000) (56,000)
April 1,225 750 1,250 770 1,570 2,825 (39,250) (56,500)
Mei 1,225 750 1,250 770 1,570 2,800 (39,250) (56,000)
Juni 1,225 750 1,250 770 1,570 2,850 (39,250) (57,000)
Juli 1,225 780 1,250 810 1,600 2,825 (40,000) (84,750)
Agustus 1,225 780 1,250 810 1,600 2,850 (40,000) (85,500)
September 1,225 780 1,250 810 1,575 2,850 (39,375) (85,500)
Oktober 1,240 780 1,300 810 1,550 2,870 (93,000) (86,100)
Nopember 1,240 780 1,300 810 1,600 2,870 (96,000) (86,100)
Desember 1,240 780 1,300 810 1,575 2,870 (94,500) (86,100)
TOTAL (669,125) (852,550)

b. Selisih kuantitas bahan baku A dan B untuk tahun 2014

45 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban
KSt KS HSt SELISIH
Bulan
Bahan A Bahan B Bahan A Bahan B Bahan A Bahan B Bahan A Bahan B
Januari 1,500 2,700 1,550 2,850 1,200 750 (60,000) (112,500)
Februari 1,500 2,700 1,550 2,800 1,200 750 (60,000) (75,000)
Maret 1,500 2,700 1,600 2,800 1,225 750 (122,500) (75,000)
April 1,500 2,700 1,570 2,825 1,225 750 (85,750) (93,750)
Mei 1,500 2,700 1,570 2,800 1,225 750 (85,750) (75,000)
Juni 1,500 2,700 1,570 2,850 1,225 750 (85,750) (112,500)
Juli 1,500 2,700 1,600 2,825 1,225 780 (122,500) (97,500)
Agustus 1,500 2,700 1,600 2,850 1,225 780 (122,500) (117,000)
September 1,500 2,700 1,575 2,850 1,225 780 (91,875) (117,000)
Oktober 1,500 2,700 1,550 2,870 1,240 780 (62,000) (132,600)
Nopember 1,500 2,700 1,600 2,870 1,240 780 (124,000) (132,600)
Desember 1,500 2,700 1,575 2,870 1,240 780 (93,000) (132,600)
TOTAL (1,115,625) (1,273,050)

46 | M o d u l P r a k ti k u m A k u n t a n s i B i a y a - Kunci Jawaban