Anda di halaman 1dari 1

Prasetya, et al, Perubahan Apoptosis Sel Asinar Kelenjar Parotis Akibat Pajanan Radiasi Sinar-X.....

Perubahan Apoptosis Sel Asinar Kelenjar Parotis Akibat


Pajanan Radiasi Sinar-X Dosis Rendah
(The Change of Apoptosis in Parotid Acinar Cells due to Low
Dose X-Ray Irradiation)
Agya Nanda Prasetya1, Swasthi Prasetyarini2, Sulistiyani3
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember
1

2
Bagian Radiologi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember
3
Bagian Pedodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember
Jalan Kalimantan No. 37, Jember 68121
Email : agya.spen2sby@gmail.com

Abstract
Background: Radiodiagnosis is one form of x-ray used in dentistry that aims to establishing
diagnosis and determining treatment plans using low dose irradiation. Dental x-ray use
ionizing radiation which cause ionization reactions on the affected objects. Radiation area in
patients oftenly involves salivary gland, especially parotid gland that contain of serous acinar
cells. Parotid acinar cells are very radiosensitive, thus irradiation may induced DNA damage
and the result of apoptosis (cell death). Objective: to know the effect of low dose x-ray
irradiation on changing apoptosis in male wistar rats (Rattus norvegicus) parotid acinar cells.
For this study, experimental laboratories technique was done. Methods: Eighteen male rats
(200-250 g) were divided into three groups, first group is control, while second and third
groups (in order) irradiated with 1,54 mGy and 7,85 mGy of dental x-ray with parotid area to
the source. Parotid glands tissue were collected three days after irradiation and analysed
using histology staining (Haematoxylin-eosin). Apoptotic index examined under light
microscope at 400x magnification by two pathologist. Result: There was significant difference
on apoptotic index between control group and irradiated group (p<0,05). Conclusion: Low
dose x-ray irradiation can increase apoptosis in male wistar rats parotid acinar cells.

Keywords: apoptosis, parotid acinar cells, x-ray, low dose irradiation.

Abstrak
Latar Belakang: Radiodiagnosis merupakan salah satu bentuk penggunaan sinar-x di bidang
kedokteran gigi yang bertujuan untuk membantu menegakkan diagnosis dan menentukan
rencana perawatan dengan pajanan radiasi dosis rendah. Radiasi di kedokteran gigi
menggunakan radiasi ionisasi yang dapat menyebabkan reaksi ionisasi pada obyek yang
dikenainya. Area radiasi pada pasien seringkali melibatkan kelenjar saliva, terutama kelenjar
parotis yang mengandung sel asinar serus. Sel asinar kelenjar parotis sangat radiosensitif,
sehingga radiasi dapat menyebabkan kerusakan DNA hingga kematian sel (apoptosis).
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui efek radiasi sinar-x dosis rendah terhadap perubahan
apoptosis sel asinar kelenjar parotis tikus wistar jantan (Rattus norvegicus). Penelitian ini
merupakan jenis eksperimental laboratoris. Metode Penelitian: Delapan belas tikus jantan
(200-250 g) dibagi menjadi tiga kelompok, kelompok pertama adalah kontrol, kelompok kedua
dan ketiga secara berurutan diberi pajanan radiasi sinar-x sebesar 1,54 mGy dan 7,85 mGy
dengan fokus area parotis. Jaringan kelenjar parotis diambil pada hari ketiga setelah pajanan
radiasi dan dianalisis menggunakan pewarnaan histologis (Hematoksilin-eosin). Indeks
apoptosis dihitung menggunakan mikroskop cahaya dengan perbesaran 400x oleh dua orang
ahli patologi anatomi. Hasil: Terdapat perbedaan indeks apoptosis yang bermakna antara
kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan (p<0,05). Kesimpulan: Pajanan radiasi sinar-x
dosis rendah dapat meningkatkan apoptosis sel asinar kelenjar parotis tikus wistar jantan.

Kata kunci: apoptosis, sel asinar kelenjar parotis, sinar-x, pajanan radiasi dosis rendah.