Anda di halaman 1dari 8

STRADA Jurnal Ilmiah Kesehatan p-ISSN: 2252-3847

Vol. 6 No. 2 Desember 2017 e-ISSN: 2614-350X

Pengaruh Relaksasi Genggam Jari Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Sectio
Caesarea Di Ruang Delima RSUD Kertosono

Puji Astutik1, Eka Kurlinawati2


1,2
STIKes Satria Bhakti Nganjuk
puji73sbn@gmail.com

ABSTRAK
Pasien post section caesarea sering mengalami nyeri dikarenakan insisi pembedahan.
Relaksasi genggam jari adalah teknik non farmakologis untuk mengurangi nyeri. Tujuan penelitian ini
adalah mengetahui pengaruh relaksasi genggam jari terhadap penurunan nyeri pada pasien post sectio
caesarea di ruang Delima RSUD Kertosono. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental
dengan pendekatan one group pre-post test design. Penelitian dilaksanakan 1 Januari sampai dengan 1
februari 2017 di ruang Delima RSUD Kertosono. Populasi adalah seluruh pasien post Sectio Caesarea
yang dirawat di ruang Delima RSUD Kertosono dalam sebulan sebanyak 21 pasien. Sampling
menggunakan Accidental sampling. Sampel sebanyak 20 responden. Terdapat 2 variabel, variabel
independen dengan relaksasi genggam jari dan dependen dengan penurunan nyeri. Pengumpulan data
menggunakan skala Verbal Descriptor Scale (VDS). Analisis statistik menggunakan wilcoxon dengan
taraf signifikasi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebelum pemberian relaksasi genggam jari
mengalami nyeri sedang yaitu sebanyak 13 responden (65 %). setelah pemberian relaksasi genggam
jari sebagian besar mengalami nyeri ringan sebanyak 12 responden (60 %). Didapatkan p value =
0,001 ≤ α = 0,05. Ada pengaruh relaksasi genggam jari terhadap penurunan nyeri pada pasien post
sectio caesarea di ruang Delima RSUD Kertosonono. Teknik relaksasi genggam merangsang
meridian jari yang meneruskan gelombang tersebut ke dalam otak. Hasil dari Perlakuan relaksasi
genggam jari akan menghasilkan impuls yang dikirim melalui serabut saraf aferen nonnosiseptor
sehingga stimulus nyeri terhambat dan berkurang.

Kata Kunci : Relaksasi Genggam Jari, Nyeri, Post Sectio Caesarea.

ABSTRAK
Cesarean section post patients often experience pain due to a surgical incision. Finger-handed
relaxation is a non-pharmacological technique to reduce pain. The purpose of this research is to
know the effect of finger hand relaxation on the decrease of pain in patient of post sectio caesarea in
Delima room of RSUD Kertosono. The research design used pre-experimental with one group pre-
post test design approach. The study was conducted from 1 January to 1 February 2017 in the Delima
Room of RSUD Kertosono. The population is all patients of post Sectio Caesarea treated in the
Delima room of RSUD Kertosono in a month as many as 21 patients. Sampling using Accidental
sampling. Samples were 20 respondents. There are 2 variables, independent variables with finger
hand relaxation and dependent with decreased pain. Data collection using Verbal Descriptor Scale
(VDS) scale. Statistical analysis using wilcoxon with 0.05 significance level. The result of the
research showed that prior to the giving of hand-held finger relaxation were 13 respondents (65%).
after the relaxation of hand-held fingers mostly experienced mild pain as much as 12 respondents
(60%). Obtained p value = 0.001 ≤ α = 0.05. There is influence of finger hand relaxation to the
decrease of pain in patient of post sectio caesarea in Delima room of RSUD Kertosonono. The hand-
held relaxation technique stimulates the finger meridian that forwards the wave into the brain. The
results of the hand-held relaxation treatment of the fingers will produce impulses transmitted through
the nonnosiseptor afferent nerve fibers so that the pain stimulus is inhibited and reduced.

Keywords: Handheld Relaxation Finger, Pain, Post Sectio Caesarea.

http://jurnal.strada.ac.id/sjik 30
STRADA Jurnal Ilmiah Kesehatan p-ISSN: 2252-3847
Vol. 6 No. 2 Desember 2017 e-ISSN: 2614-350X

PENDAHULUAN

Salah satu cara untuk menurunkan Di Jawa Timur pada tahun 2011 tercatat
angka kematian dengan tindakan 67.076 ribu kasus. Sementara itu, di
penyelamatan bayi serta ibunya dalam RSUD Kertosono pada tahun 2015
persalinan dengan cara operasi sectio mencapai 174 kasus.
caesarea (SC). Sectio Nyeri merupakan pengalaman
caesareamerupakan kelahiran janin sensori yang dibawa oleh stimulus
melalui jalur abdominal (laparotomi) sebagai akibat adanya kerusakan jaringan
yang memerlukan insisi ke dalam uterus (Perry & Potter, 2006). Nyeri persalinan
(histerotomi). Adanya insisi dan jaringan merupakan sensasi yang tidak
yang rusak menyebabkan sensasi rasa menyenangkan akibat stimulasi saraf
nyeri (Perry & Potter, 2005). Sensasi sensorik. Nyeri tersebut terdiri atas dua
nyeri yang dirasa tergantung pada komponen, yaitu komponen fisiologis dan
persepsinya, dan persepsi setiap pasien komponen psikologis. Komponen
terhadap nyeri berbeda-beda tergantung fisiologis merupakan proses penerimaan
nilai ambang batas nyerinya. Sehingga impuls tersebut menuju saraf pusat.
respons terhadap nyeri juga berbeda-beda, Sementara komponen psikologis meliputi
ada yang berteriak, meringis dan lain-lain rekognisi sensasi, interpretasi rasa nyeri
(Potter & Perry, 2001). Pilihan utama dan reaksi terhadap hasil interpretasi
untuk mengatasi nyeri dewasa ini ialah nyeri tersebut.
dengan pemberian analgesik. Nyeri pada ibu post SC dapat
Dewasa ini dikembangkan metode menimbulkan berbagai masalah, salah
terapi nonfarmakologis dalam mengatasi satunya masalah laktasi. Sekitar 68% ibu
nyeri. Salah satu dari terapi post SCmengalami kesulitan dengan
nonfarmakologis tersebut ialah terapi perawatan bayi, bergerak naik turun dari
relaksasi genggam jari. Terapi relaksasi tempat tidur dan mengatur posisi yang
genggam jari merupakan teknik relaksasi nyaman selama menyusui akibat adanya
dengan jari tangan serta aliran energi di nyeri (Anggorowati, dkk 2007). Rasa
dalam tubuh (Liana, 2008). Teknik ini nyeri tersebut akan menyebabkan pasien
diduga mampu menurunkan nyeri. Akan menunda pemberian ASI sejak awal pada
tetapi faktanya hasil pengamatan yang bayinya, karena rasa tidak nyaman selama
dilakukan pada tanggal 20 - 21 Mei 2016 proses menyusui berlangsung atau
terhadap 5 pasien pasca sectio caesarea peningkatan intensitas nyeri setelah
didapatkan bahwa pasien tampak operasi (Batubara dkk, 2008).
menyeringai kesakitan, 2 pasien Manajemen nyeri mempunyai
mengeluh nyeri dengan skala 5 dan 6, beberapa tindakan atau prosedur baik
serta 3 pasien mengeluh nyeri dengan secara farmakologis maupun non
skala 7 dan 8. Keseluruhan pasien pasca farmakologis. Prosedur secara
operasi tersebut telah diberikan analgesik. farmakologis dilakukan dengan
Kasus pembedahan atau operasi di pemberian analgesik, yaitu untuk
dunia menurut survey di Amerika Serikat mengurangi atau menghilangkan rasa
hampir 73 juta pasien telah dilakukan nyeri (Yuliatun, 2008). Sedangkan secara
operasi setiap tahunnya. Di Indonesia non farmakologis dapat dilakukan dengan
angka kejadian sectio caesarea terus cara relaksasi, teknik pernapasan,
meningkat baik di rumah sakit pendidikan pergerakan atau perubahan posisi,
maupun rumah sakit swasta. Angka masase, akupressur, terapi panas atau
kejadian sectio caesarea mencapai 35,7- dingin, hypnobirthing, musik, dan TENS
55,3%. Dan dari persalinan sectio (Transcutaneous Electrical Nerve
caesarea tersebut sekitar 13,9% Stimulation).
merupakan permintaan yang dilakukan Salah satu pengobatan non-
tanpa pertimbangan medis (Kasdu, 2003). farmakologis yang dapat dilakukan

http://jurnal.strada.ac.id/sjik 31
STRADA Jurnal Ilmiah Kesehatan p-ISSN: 2252-3847
Vol. 6 No. 2 Desember 2017 e-ISSN: 2614-350X

adalah teknik relaksasi genggam (2008) dalam Pinandita (2011:35), teknik


jari.Teknik relaksasi genggam jari relaksasi genggam jari (finger hold)
merupakan cara yang mudah untuk merupakan teknik relaksasi dengan jari
mengelola emosi dan mengembangkan tangan serta aliran energi didalam tubuh.
kecerdasan emosional. Di sepanjang jari- b. Mekanisme Relaksasi Genggam Jari
jari tangan kita terdapat saluran atau Relaksasi genggam jari menghasilkan
meridian energi yang terhubung dengan impuls yang di kirim melalui serabut
berbagai organ dan emosi (Puwahang, saraf aferen non-nosiseptor. Serabut
2011). Titik-titik refleksi pada tangan saraf non-nesiseptor mengakibatkan
memberikan rangsangan secara reflex “gerbang” tertutup sehingga stimulus
(spontan) pada saat genggaman. pada kortek serebi dihambat atau
Rangsangan tersebut akan mengalirkan dikurangi akibat counter stimulasi
semacam gelombang kejut atau listrik relaksasi dan menggenggam jari.
menuju otak. Gelombang tersebut Sehingga intensitas nyeri akan berubah
diterima otak dan diproses dengan cepat atau mengalami modulasi akibat
diteruskan menuju saraf pada organ tubuh stimulasi relaksasi genggam jari yang
yang mengalami gangguan, sehingga lebih dahulu dan lebih banyak mencapai
sumbatan di jalur energi menjadi lancar otak (Pinandita, 2012:41).
(Pinandita, 2012). Teknik relaksasi Relaksasi genggam jari dapat
genggam jari membantu tubuh, pikiran mengendalikan dan mengembalikan
dan jiwa untuk mencapai relaksasi (Liana, emosi yang akan membuat tubuh
2008). Dalam keadaan relaksasi secara menjadi rileks. Adanya stimulais nyeri
alamiah akan memicu pengeluaran pada luka bedah menyebabkan keluarnya
hormon endorfin, hormon ini merupakan mediator nyeri yang akan menstimulasi
analgesik alami dari tubuh sehingga nyeri transmisiimpuls disepanjang serabut
akan berkurang (Prasetyo, 2010). aferen nosiseptor ke substansi gelatinosa
(pintu gerbang) di medula spinalis untuk
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian selanjutnya melewati thalamus kemudian
ini adalah: disampaikan ke kortek serebi dan di
1. Mengidentifikasi nyeri pada pasien post interpretasikan sebagai nyeri (Pinandita,
sectio caesarea di ruang Delima RSUD 2012:41).
Kertosono sebelum pemberian relaksasi Perlakuan relaksasi genggam jari
genggam jari. akan menghasilakan impuls yang dikirim
2 Mengidentifikasi nyeri pada pasien post melalui serabut saraf aferen nosiseptor-
sectio caesarea di ruang Delima RSUD non nesiseptor. Serabut saraf non
Kertosono setelah pemberian relaksasi nesiseptor mengakibatkan “pintu
genggam jari. gerbang” tertutup sehingga stimulus
3. Menganalisa pengaruh relaksasi nyeri terhambat dan berkurang. Teori
genggam jari terhadap penurunan nyeri two gate control menyatakan bahwa
pada pasien post sectio caesarea di ruang terdapat satu pintu “pintu gerbang” lagi
Delima RSUD Kertosono di thalamus yang mengatur impuls nyeri
dari nervus trigeminus akan dihambat
KAJIAN PUSTAKA dan mangakibatkan tertutupnya “pintu
1. Konsep Relaksasi Genggam Jari gerbang’ di thalamus mangakibatkan
stimulasi yang menuju korteks serebri
a. Pengertian Relaksasi Genggam Jari terhambat sehingga intensitas nyeri
Dalam Tamsuri (2007) dalam Zees berkurang untuk kedua kalinya
(2012;640), relaksasi adalah tindakan (Pinandita, 2012:41).
relaksasi otot rangka yang dipercaya c. Prosedur Penatalaksanaan Teknik
dapat menurunkan nyeri dengan Relaksasi Genggam Jari
merelaksasikan ketegangan otot yang Menurut Wong (2011:126) prosedur
mendukung rasa nyeri.Menurut Liana penatalaksanaan teknik relaksasi

http://jurnal.strada.ac.id/sjik 32
STRADA Jurnal Ilmiah Kesehatan p-ISSN: 2252-3847
Vol. 6 No. 2 Desember 2017 e-ISSN: 2614-350X

genggam jari dilakukan selama 15 menit 2. Konsep Nyeri


dengan tahapan antara lain :
1) Duduk atau baring dengan tenang a. Pengertian Nyeri
2) Genggam ibu jari tangan dengan Intensitas nyeri adalah gambaran tentang
telapak tangan sebelahnya apabila seberapa parah nyeri dirasakan oleh
merasa khawatir yang berlebihan, individu.Pengukuran intensitas nyeri
genggam jari telunjuk dengan sangat subjektif dan individual.Nyeri
telapak tangaan sebelahnya apabila dalam intensitas yang sama dirasakan
merasa takut berlebihan, gengggam sangat berbeda oleh dua orang yang
jari tengah dengan telapak tangan berbeda (Andarmoyo,2013).
sebelahnya apabila merasa marah b. Intensitas Nyeri Pasien Pasca Bedah
berlebihan, genggam jari manis Pembedahan merupakan suatu
dengan telapak sebelahnya apabila kekerasan atau trauma bagi penderita.
merasa sedih berlebihan dan Anestesi maupun tindakan pembedahan
genggam jari kelingking dengan menyebabkan kelainan yang dapat
telapak tangan sebelahnya apabila menimbulkan berbagai keluhan dan
merasa stress berlebihan. gejala .Keluhan di kemukakan adalah
3) Tutup mata, fokus, dan tarik nafas nyeri,demam,takikardia,sesak nafas,
perlahan dari hidung, hembuskan mual, muntah, dan memburuknya
perlahan dengan mulut. Lakukan keadaan umum (Syamsuhidajat,2000)
berkali-kali
4) Katakan, “semakin rileks, semakin METODE PENELITIAN
rileks, semakin rileks, semakin Penelitian ini menggunakan metode
rileks”, dan seterusnya sampai pre eksperimen dengan pendekatan one group
benar-benar rileks. pre-post test design,..Penelitian ini
5) Apabila sudah dalam keadaan rileks, dilaksanakan di Ruang Delima RSUD
lakukan hipnopuntur yang Kertosono pada tanggal 12 Januari- 12
diinginkan seperti, “maafkan”, Pebruari 2017 .Dari populasi tersebut peneliti
“lepaskan”, “tunjukan yang mendapat 20 responden. Pengambilan sampel
terbaik”, “saya pasti bisa”, “saya dilakukan dengan tehnik sample accidental
yakin bahagia”, “saya ingin masalah sampling. Tehnik analisa data menggunakan
cepat selesai”, “saya bisa uji wilcoxon.
mendapatkan yang lebih baik”, dan
lain-lain sesuai dengan HASIL PENELITIAN
permasalahanya.
6) Gunakan perintah sebaliknya untik a. Nyeri Pada Pasien Post Sectio Caesarea
menormalkan pikiran bawah sadar. Di Ruang Delima RSUD Kertosono Sebelum
Contohnya, “saya akan terbang Pemberian Relaksasi Genggam Jari.
dnegan keadaan yang lebih baik”, Tabel 4.1Nyeri Pada Pasien Post Sectio
“mata saya perintah untuk normal Caesarea Di Ruang Delima RSUD
kembali dan dapat dengan mudah Kertosono Sebelum Dilakukan Relaksasi
untuk dibuka”. Genggam JariTanggal 12 Januari - 12
7) Lepas genggam jari dan usahakan Februari 2017.
lebih rileks.
d. Manfaat Relaksasi Genggam Jari No Nyeri Jumlah Persentase
Beberapa manfaat dari relaksasi 1 Tidak Nyeri 0 0
genggam jari ialah: 2 Nyeri Ringan 2 10
1) Memberikan rasa damai, fokus dan 3 Nyeri Sedang 13 65
nyaman 4 Nyeri Berat 5 25
2) Memperbaiki aspek emosi 5 Nyeri Sangat Berat 0 0
3) Menurunkan kecemasan dan depresi
Total 20 100
4) Menurunkan nyeri
http://jurnal.strada.ac.id/sjik 33
STRADA Jurnal Ilmiah Kesehatan p-ISSN: 2252-3847
Vol. 6 No. 2 Desember 2017 e-ISSN: 2614-350X

b. Nyeri Pada Pasien Post Sectio Caesarea Di dapatkan p value usia = 0,004 ≤ α = 0,05,
Ruang Delima RSUD Kertosono Setelah sehingga nyeri sebelum diberikan relaksasi
Pemberian Relaksasi Genggam Jari genggam jari dipengaruhi oleh usia.
Tabel 4.2 Nyeri Pada Pasien Post Sectio Faktor-faktor yang mempengaruhi
Caesarea Di Ruang Delima RSUD Kertosono nyeri antara lain usia, jenis kelamin,
Setelah Dilakukan Relaksasi Genggam Jari kebudayaan, makna nyeri, perhatian,
Tanggal 12 Januari - 12 Februari 2017. ansietas, keletihan, pengalaman
sebelumnya, gaya koping. Usia merupakan
No Nyeri Jumlah Persentase variabel yang penting yang mempengaruhi
1 Tidak Nyeri 5 25 nyeri. Perbedaan perkembangan yang
2 Nyeri Ringan 12 60 ditemukan di antara kedua kelompok usia
dapat mempengaruhi cara bereaksi
3 Nyeri Sedang 3 15
terhadap nyeri (misalnya, anak-anak dan
4 Nyeri Berat 0 0 lansia). Jenis kelamin juga turut
5 Nyeri Sangat Berat 0 0 mempengaruhi nyeri, secara umum, pria
Total 20 100 dan wanita tidak berbeda dalam berespons
terhadap nyeri. Beberapa kebudayaan
menganggap bahwa seorang anak laki-laki
c. Pengaruh Relaksasi Genggam Jari
harus berani dan tidak boleh menangis,
Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post
sedangkan seorang anak perempuan boleh
Sectio Caesarea Di Ruang Delima RSUD
menangis dalam situasi yang sama.
Kertosono
Toleransi terhadap nyeri dipengaruhi oleh
Tabel 4.3 Pengaruh Relaksasi Genggam Jari faktor-faktor biokimia dan merupakan hal
Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post unik yang terjadi pada setiap individu,
Sectio Caesarea Di Ruang Delima RSUD tanpa memperhatikan jenis kelamin (Potter
Kertosono Tanggal 12 Januari - 12 Februari dan Perry, 2010).
2017. Nyeri yang terjadi pada pasien pasca
Pre tes Post tes operasi sectio caesarea diketahui dalam
No Nyeri
Jumlah Persentase Jumlah Persentase kategori sedang dikarenakan luka akibat
1 dari bekas operasi yang menimbulkan
Tidak Nyeri 0 0 5 25
2 Nyeri trauma pada jaringan. Trauma tersebut
Ringan 2 10 12 60
3 Nyeri mengirimkan impuls syaraf yang
Sedang 13 65 3 15
4 kemudian direspon otak sehingga nyeri
Nyeri Berat 5 25 0 0
5 Nyeri yang terjadi dapat dirasakan. Berdasarkan
Sangat
Berat 0 0 0 0
hasil penelitian usia mempengaruhi
Total 20 100 20 100 terhadap nyeri yang terjadi. Usia sebagian
Uji statistik Wilcoxon didapatkan p value = 0,000 ≤ α = 0,05 besar responden dalam rentang 21 – 30
tahun dan baru pertama kali melaksanakan
operasi sectio caesarea. Usia yang masih
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN muda dan pengalaman menghadapi nyeri
akibat operasi yang kurang menjadikan
1. Nyeri Pada Pasien Post Sectio Caesarea Di seseorang kurang adaptif terhadap nyeri,
Ruang Delima RSUD Kertosono Sebelum sehingga respon yang ditunjukkan akan
Pemberian Relaksasi Genggam Jari. tidak adaptif. Perasaan takut terhadap luka
Berdasarkan hasil penelitiandari 20 yang diderita akan membuat nyeri
responden dapat diketahui bahwa sebagian diinterpretasikan lebih hebat sehingga
besar dari responden mengalami nyeri kecenderungan hasil pengkajian nyeri
sedang sebelum diberikan relaksasi setelah operasi memiliki skor yang tinggi.
genggam jari yaitu sebanyak 13 responden 2. Nyeri Pada Pasien Post Sectio Caesarea
(65 %).Dari 13 responden 10 responden Di Ruang Delima RSUD Kertosono
(76,9%) berusia 21-30tahun. Hasil uji Setelah Pemberian Relaksasi Genggam
statistik data demografi dengan pre tes di Jari.

http://jurnal.strada.ac.id/sjik 34
STRADA Jurnal Ilmiah Kesehatan p-ISSN: 2252-3847
Vol. 6 No. 2 Desember 2017 e-ISSN: 2614-350X

Berdasarkan hasil penelitiandari 20 dan pendidikan menengah sebagian besar


responden dapat diketahui bahwa sebagian responden merupakan kunci keberhasilan
besar dari responden mengalami nyeri dari intervensi yang dilakukan. Relaksasi
ringan setelah diberikan relaksasi genggam genggam jari merupakan cara yang mudah
jari yaitu sebanyak 12 responden (60 untuk dilakukan sehingga responden
%).Dari 12 responden 8 responden dengan usia dan pendidikan menengah
(66,7%) berusia 21-30tahun, 8 responden akan mudah menirukannya. Selain itu
(66,7%) berpendidikan SMA, 7 responden kesadaran yang tinggi bahwa nyeri yang
(58,3%) sebagai Ibu rumah tangga, 9 dialami merupakan proses yang wajar
responden (75%) menjalani SC yang setelah operasi akan membantu seseorang
pertama. Hasil uji statistik data demografi lebih adaptif terhadap nyeri yang
dengan pre tes di dapatkan p value usia = dirasakan. Hasilnya setelah dilakukan
0,364, p value pendidikan = 0,371, p value pengkajian ulang terhadap intensitas nyeri
pekerjaan = 0,508, p value SC= 0,449. setelah diberikan relaksasi genggam jari
Semua p value> α = 0,05, sehingga nyeri maka skala nyeri menjadi turun ke dalam
setelah diberikan relaksasi genggam jari kategori nyeri ringan.
tidak dipengaruhi oleh demografi secara 3. Pengaruh Relaksasi Genggam Jari
signifikan. Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien
Intensitas nyeri adalah gambaran Post Sectio Caesarea Di Ruang Delima
tentang seberapa parah nyeri dirasakan RSUD Kertosono
oleh individu. Pengukuran intensitas nyeri Berdasarkan hasil penelitian
sangat subjektif dan individual. Nyeri menunjukkan bahwa sebagian besar dari
dalam intensitas yang sama dirasakan responden mengalami nyeri sedang
sangat berbeda oleh dua orang yang
sebelum diberikan relaksasi genggam jari
berbeda (Andarmoyo,2013). Faktor-faktor
yang mempengaruhi nyeri antara lain usia, yaitu sebanyak 13 responden (65 %),
jenis kelamin, kebudayaan, makna nyeri, sedangkan setelah diberikan relaksasi
perhatian, ansietas, keletihan, pengalaman genggam jari berubah menjadi sebagian
sebelumnya, gaya koping. Beberapa hal besar responden mengalami nyeri ringan
yang dapat diterapkan untuk menurunkan yaitu sebanyak 12 responden (60 %). Hasil
intensitas nyeri antara lain non uji statistik Wilcoxon didapatkan p value =
farmakologis berupa akupresur, relaksasi,
0,000 ≤ α = 0,05 sehingga H1 diterima dan
imajinasi terbimbing, bimbingan
antisipasi, biofeedback, hypnosis diri, Ho ditolak, dapat disimpulkan ada
stimulasi kutaneus dan terapi musik pengaruh relaksasi genggam jari terhadap
sedangkan terapi farmakologis berupa, non penurunan nyeri pada pasien post sectio
narkotik dan obat antiinflamasi nonsteroid caesarea di ruang Delima RSUD
(NSAID), Analgesik narkotik, dan adjuvan Kertosonono.
(Potter dan Perry, 2010). Berdasarkan Teknik relaksasi genggam jari
penelitian yang telah dilakukan oleh
merupakan cara yang mudah untuk
Pinandita (2012) dengan judul “Pengaruh
teknik relaksasi genggam jari terhadap mengelola emosi dan mengembangkan
penurunan intensitas nyeri pada pasien kecerdasan emosional. Di sepanjang jari-
post operasi laparatomi” didapatkan data jari tangan kita terdapat saluran atau
ada perbedaan antara pre dan post dengan meridian energi yang terhubung dengan
perlakuan relaksasi genggam jari terhadap berbagai organ dan emosi (Puwahang,
penurunan intensitas nyeri.
2011). Titik-titik refleksi pada tangan
Hasil penelitian menunjukkan setelah
diberikan relaksasi genggam jari intensitas memberikan rangsangan secara reflex
nyeri turun menjadi nyeri ringan. Hal (spontan) pada saat genggaman.
tersebut tidak terlepas dari intervensi yang Rangsangan tersebut akan mengalirkan
telah diberikan. Usia yang masih muda semacam gelombang kejut atau listrik

http://jurnal.strada.ac.id/sjik 35
STRADA Jurnal Ilmiah Kesehatan p-ISSN: 2252-3847
Vol. 6 No. 2 Desember 2017 e-ISSN: 2614-350X

menuju otak. Gelombang tersebut diterima 3. Ada pengaruh relaksasi genggam jari
otak dan diproses dengan cepat diteruskan terhadap penurunan nyeri pada pasien
menuju saraf pada organ tubuh yang post sectio caesarea di ruang Delima
mengalami gangguan, sehingga sumbatan RSUD Kertosono, hal tersebut
berdasarkan ujiWilcoxondidapatkan p
di jalur energi menjadi lancar (Pinandita,
value = 0,000 ≤ α = 0,05 .
2012). Teknik relaksasi genggam jari
membantu tubuh, pikiran dan jiwa untuk SARAN
mencapai relaksasi (Liana, 2008). Dalam 1. Bagi Responden
keadaan relaksasi secara alamiah akan Diharapkan responden menggunakan
memicu pengeluaran hormon endorfin, relaksasi genggam jari dalam mengendalikan
hormon ini merupakan analgesik alami dan mengurangi rasa nyeri yang dirasakan
karena teknik ini mudah dan aman dilakukan.
dari tubuh sehingga nyeri akan berkurang 2. Bagi Tempat Penelitian
(Prasetyo, 2010). Diharapkan hasil penelitian digunakan
Pada saat fase inflamasi akibat luka sebagai bahan masukan, dalam menambah
bekas operasi, manifestasi yang sering khasanah keilmuan dan referensi bagi rumah
dirasakan adalah nyeri. Nyeri tersebut sakit untuk menjadikan teknik relaksasi
apabila dibiarkan akan membuat pasien genggam jari menjadi salah satu cara dalam
manajemen nyeri pasien post operasi
post sectio caesarea menjadi tidak
khususnya post SC.
nyaman. Teknik relaksasi genggam 3. Bagi Institusi Pendidikan
terbukti dapat menurunkan intensitas Diharapkan hasil penelitian dapat digunakan
nyeri. Teknik tersebut merangsang sebagai literature tambahan dalam mengelola
meridian jari yang meneruskan gelombang nyeri melalui teknik-teknik yang aman,
tersebut ke dalam otak. Hasil dari mudah dilakukan dan efektif untuk
Perlakuan relaksasi genggam jari akan menurunkan nyeri.
4. Bagi Peneliti
menghasilkan impuls yang dikirim melalui
Diharapka peneliti selanjutnya
serabut saraf aferen nonnosiseptor. mengembangkan teknik penurun nyeri yang
Serabut saraf nonnosiseptor lain seperti penggunaan aroma terapi
mengakibatkan “pintu gerbang” tertutup lavender.
sehingga stimulus nyeri terhambat dan 5. Bagi Profesi Keperawatan
berkurang. Apabila relaksasi tersebut Diharapkan profesi keperawatan mengunakan
dilaksanakan secara rutin maka hasil yang teknik relaksasi genggam jari dalam
intervensi asuhan keperawatan untuk
diharapkan akan lebih baik dengan penurunan nyeri
turunnya nyeri yang terjadi.
DAFTAR PUSTAKA
KESIMPULAN
1. Nyeri pada pasien post sectio caesarea Andarmoyo, Sulistyo& Suharti, Konsep
di ruang Delima RSUD Kertosono &Aplikasi Manajemen Nyeri, Ar-
sebelum pemberian relaksasi genggam Ruzz Media, Yogyakarta, 2013.
jari adalah sebagian besar mengalami
nyeri sedang sebanyak 13 responden (65 Anggorowati, dkk. (2007). Efektifitas
%). pemberian intervensi spiritual “spirit
2. Nyeri pada pasien post sectio caesarea di ibu” terhadap nyeri post sectio
ruang Delima RSUD Kertosono setelah caesarean (SC) pada rs sultan agung
pemberian relaksasi genggam jari adalah dan rs roemani semarang. Journal
sebagian besar mengalami nyeri ringan Media Ners,1 (1).
sebanyak 12 responden (60 %).

http://jurnal.strada.ac.id/sjik 36
STRADA Jurnal Ilmiah Kesehatan p-ISSN: 2252-3847
Vol. 6 No. 2 Desember 2017 e-ISSN: 2614-350X

Batubara, P. L. 2008. Farmakologi Dasar,


edisi II. Jakarta:Lembaga Studi dan
Konsultasi Farmakologi.

Kasdu,D.(2003).OperasiCaesar:Masalahdan
Solusinya. Jakarta:PuspaSwara.

Liana, E. (2008). Teknik Relaksasi: Genggam


Jari untuk
KeseimbanganEmosi.http://www.pe
mbelajar.com/teknikrelaksasi-
genggam-
jariuntukkeseimbanganemosi(Diaks
es 21 Oktober 2016).

Prasetyo, SN. (2010). Konsep Dan


ProsesKeperawatanNyeri.
Yogyakarta: Graha Ilmu.

Puwahang. (2011). Jari-jaritangan.


http://titikrefleksi-pada-tangan.
(Diakses 29 Oktober 2016).
Yuliatun, Laily. (2008). Penanganan Nyeri
Persalinan Dengan
MetodeNonfarmakologi.
JawaTimur: Bayumedia Publishing.

http://jurnal.strada.ac.id/sjik 37