Anda di halaman 1dari 37

Pratikum Kimia Fisika I

Tahun Akademik 2017/2018

PENENTUAN KALORIMETER DAN APLIKASI

I. TUJUAN
1. Menentukan panas pelarutan suatu zat.
2. Menggunakan Hukum Hess untuk menentukan panas reaksi secara tidak
langsung.
3. Mengetahui sifat-sifat kalorimeter.
4. Menentukan tetapan kalorimeter sebagai dasar percobaan-percobaan
lain.
II. TEORI
Setiap sistem atau zat mempunyai energi yang tersimpan di dalamnya.
Energi potensial berkaitan dengan wujud zat, volume dan tekanan. Energi
kinetik yang ditimbulkan karena atom-atom dan molekul-molekul dalam zat
bergerak secara acak. Jumlah total dari bentuk energi itu disebut entalpi (H).
Entalpi akan tetap konstan selama tidak ada energi yang masuk dan keluar
dari zat.Panas merupakan suatu bentuk energy yang bila ditambahkan ke
sebuah benda akan menyebabkan kandungan energy dalamnya bertambah
dan oleh karena itu temperaturnya tingg.( (Daryanto, 2000 : 148). Pada reaksi
endoterm, sistem menyerap energi dari lingkungan. Oleh karena itu entalpi
sistem akan bertambah. Sebaliknya, pada reaksi eksoterm, sistem
membebaskan energi sehingga entalpi sistem akan berkurang artinya entalpi
produk lebih kecil daripada entalpi pereaksi. Nilai entalpi dapat ditentukan
menggunakan Hukum Hess.
Kalorimetri adalah ilmu dalam pengukuran panas secara kuantitatif yang
masuk/keluar selama proses kimia. Kalorimeter adalah alat untuk
pengukuran kuantitas perubhan panas. Sebagai contoh jika energi dari reaksi
kimia eksotermal diserap air, perubahan suhu dalam air akan mengukur
jumlah panas yang ditambahkan (Penuntun Kimia Fisika I).
Hukum-hukum yang diterapkan dalam percobaan ini yaitu:
1. Azaz Black
Kapasitas kalor (C) dari sampel tertentu didefenisikan sebagai jumlah
energi yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu sampel tersebut sebesar 1 OC

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

atau 1OK. Dapat diketahui bahwa energi Q menghasilkan perubahan suhu


sampel sebesar ∆T, sehingga:
Q = C . ∆T atau C = m . c
(Daryanto, 2000 : 148).
Setiap benda akan memberikan respon yang berbeda terhadap
pengambilan atau penambahan panas, dinamakan kapasitas panas jenis.
Kalor jenis dari zat adalah kapasitas kalor persatuan massanya. Jika energi Q
dipindahkan ke sampel zat yang memiliki massa m dan suhu sampel berubah
sebesar ∆T, maka kalor jenis zat adalah:
Q
c=
m∆T
Kalor jenis pada dasarnya merupakan suatu ukuran seberapa tidak
sensitifnya zat secara termal terhadap penambahan energi. Semakin besar
kalor jenis suatu bahan, semakin besar pula energi yang harus ditambahkan
kepada bahan tersebut untuk perubahan suhu.
Dari defenisi tersebut dapat menghubungkan energi Q yang berpindah
antara suatu sampel bermassa m dari sebuah bahan dan sekelilingnya yang
menyebabkan perubahan suhu ∆T sebagai:
Q = m . c . ∆T
2. Hukum Hess
Suatu reaksi kimia dapat terdiri dari rangkaian banyak reaksi kimia.
Untuk mengetahui panas reaksi dari masing-masing tahap, dapat dihitung
dengan menambahkan atau mengurangi panas reaksi dari masing-masing
tahap. Panas reaksi ditambahkan atau dikurangi secara aljabar, disebut
hukum Hess mengenai penjumlahan panas kostan. Dasar dari hukum ini
adalah entalpi atau energi internal yang menyatakan bahwa besaran yang
tidak bergantung pada jalannya reaksi
Mekanisme Perpindahan Energi
1. Konduksi kalor
Proses perpindahan energi berupa kalor dapat juga disebut konduksi
atau konduksi termal. Dalam proses ini dapat didefenisikan sebagai

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

pertukaran energi kinetik antara energi yang lebih sedikit dengan energi
yang lebih banyak.
Sebagai contoh jika salah satu ujung batang logam dibakar maka ujung
batang yang lain semakin lama semakin tinggi pula suhunya.Pada peristiwa
ini tenaga termal dalam bentuk kalor ,dipindahkan dari tempat bersuhu lebih
tinggi ke tempat yang bersuhu lebih dingin.Karena adanya tambahan kalor
maka molekul atau atom penyusun bahan logam di tempat yang bersuhu
lebih dingin ini gerak getarnya bertambah cepaat.proses perpindahan kalor
inilah yang disebut konduksi(Murdaka.E dan Kuntoro P,2007:286).
2. Konveksi
Konveksi adalah perpindahan kalor dalam suatu medium yang disertai
perpindahan partikel-partikelnya.Sebagai contoh perpindahan panas dalam
air.Jumlah energy atau kalor yang merambat secara konveksi tiap satuan
waktu dirumuska.
H=Q/t
H=H.A.∆T
(Daryoanto,2000:156)
3. Radiasi
Suatu zat dapat dirangsang untuk memancarkan radiasi elektromagnetik denagn
berbagai cara seperti berikut:
1. Suatu penghantar listrik yang dialiri arus bolak-balik akan memancarkan radiasi
gelombang radio.
2. Padatan atau cairan panas memancarkan radiasi cahaya tampak dan ultraviolet.
3. Suatu zat yang atomnya radioaktif bisa memancarkan sinar γ.
Semua radiasi ini adalah gelomabang elektromagnetik,hanya panjang gelombangnya
yang berbeda-beda(Mark W dan Richard H,1986:98-99).
Kapasitas kalor jenis
Jika benda dipanaskan maka benda itu akan mendapatkan tambahan tenaga
berbentuk kalor dan menyebabkan sejumlah perubahan seperti perubahan
wujud ,perubahan dimensi atau perubahn suhu.kalor yang diperlukan untuk
menaikkan suhu benda bergantung beberapa factor seperti:
1. Massa benda

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

Massa berbanding lurus ,semakin besar massa suatu benda maka semakin besar
pula kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu benda tersebut dan sebaliknya
semakin kecil massa benda maka akan semakin kecil pula kalor yang diperlukan
untuk menaikkan suhu benda tersebut.
2. Jenis benda
Setiap benda mempunyai massa jenis masing-masing ,jadi untuk menaikkan suhu
maka kalor yang dibutuhkan bergantung pada massa jenis benda tersebut(Bambang
Murdaka.E dan Tri Kuntoro P,2007:293).

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

III. PROSEDUR PERCOBAAN


III.1 Alat dan Bahan
III.1.1 Alat dan Kegunaan
Alat Fungsi
Kalorimeter Sebagai pengukur perubahan panas
Gelas Piala Sebagai wadah Sampel
Termometer Sebagai pengukur Suhu
Batang Pengaduk Sebagai pengaduk larutan
Pemanas istrik Sebagai pemanas larutan
Stopwatch Sebagai alat utnuk menentukan waktu

3.1.2 Bahan
Bahan Fungsi
NaOH Sebagai sampel percobaan
Aseton Sebagai sampel Percobaan
Pemutih Sebagai sampel percobaan
Urea Sebagai sampel percobaan

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

3.2 Cara Kerja


3.2.1. Tetapan kalorimeter
1. 50 ml akuades dimasukkan ke dalam kalorimeter
2. Suhu air diaduk dan dicatat setiap 30 detik sampai menit ke 4
3. Tepat menit ke-4 air panas yang suhunya sudah diketahui (minimum
35 ◦c dan tidak boleh lebih dari 45 ◦c) dimasukkan sebanyak 50 ml
4. Suhu air dalam kalorimeter dicatat setiap 30 detik dengan diaduk
sampai menit ke-8

5. Dibuat kurva antara waktu dan suhu untuk memperoleh suhu


maksimum yang tepat

3.2.2 Panas pelarutan


3.2.1 Panas pelarutan NaOH
1. 100 ml air dimasukkan ke dalam kalorimeter sambil diaduk. Suhu
dicatat setiap 30 detik
2. 4 gram NaOH dimasukkan ke dalam kalorimeter sambil terus diaduk.
Suhu dan waktu dicatat ketika serbuk dimasukkan

3. Pembacaan temperatur dilanjutkan setiap 30 detik hingga menit ke 6


3.2.2 Panas Reaksi Aseton dan So klin
1. 25 ml aseton dimasukkan ke dalam kalorimeter
2. 75 ml so klin dimasukkan dan diaduk.Suhu dan waktu ketika so klin
dimasukkan dicatat
3. Pembacaan suhu dilanjutkan setiap 30 detik sampai menit ke 6
3.2.3 Panas Reaksi Urea
1. 100 ml air dimasukkan, diaduk dan suhu dicatat
setiap 30 detik
2. Ditambah 4 gram urea diaduk suhu dan waktu
dicatat
3. Suhu dicatat setiap 30 detik hingga menit ke 6

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

3.3 Skema Kerja


3.3.1 Tetapan Kalorimeter

Air Dingin Air Panas


Air Dingin
- dimasukkan 50
- dimasukkan 50 mL ke dalam
mL ke dalam air
kalorimeter
dingin

Campuran
- dicatat suhu
- air setiap 30 detik
sampai menit ke-8
- di buat kurva waktu dan suhu

Hasil
3.3.2 Panas Pelarutan
A. Panas Pelarutan NaOH

100 mL air 4 gram NaOH


- dimasukkan ke dalam - dimasukkan ke
kalorimeter dalam
kalorimeter
Campuran
- dicatat suhu setiap 30 detik
sampai menit ke-6

Hasil

B. Panas Pelarutan Urea

100 mL air 4 gram NaOH


- dimasukkan ke dalam - dimasukkan ke
kalorimeter dalam kalorimeter

Campuran
- dicatat suhu setiap 30 detik
sampai menit ke-6

Hasil

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

3.3.3 Panas Reaksi

25 mL Aseton 75 mL pemutih

- dimasukkan ke dalam - dimasukkan ke


kalorimeter dalam kalorimeter

Campuran
- dicatat suhu setiap 30 detik
sampai menit ke-6

Hasil

3.4 Skema Alat

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

1
2

Keterangan :

1. Termometer
2. Batang Pengaduk
3. Kalorimeter
4. Penutup

IV. DATA DAN PERHITUNGAN


4.1 Data

M air panas = 50 gram

M air dingin = 50 gram

Cair = 1 kal/g◦C

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

M NaOH = 4 gram

Mr NaOH = 40 gr/mol

M urea (CO(NH2)2) = 2,5 gram

Mr Urea = 60 gr/mol

Vso klin(NaOCl) = 75 mL

Mr so klin = 74,5 g/mol

V aseton = 25 mL

Mr aseton = 58 g/mol

A. Tetapan Kalorimeter

Suhu air dingin (Tad) = 25oC

Suhu air panas (Tap) = 40oC

Volume air dingin (Vad) = 50 mL

Volume air panas (Vap) = 50 mL

Massa air dingin (Mad) = 50 gram

Massa air panas (Map) = 50 gram

Kalor jenis air (Cair) = 1 kal/goC

Tabel Waktu terhadap Suhu

Waktu (s) Suhu air (oC) Suhu campuran (oC)


30 25 34
60 25 33
90 25 32,5
120 25 32
150 25 32
180 25 32
210 25 32

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

240 25 32
270 25 31,5
300 25 31
330 25 31
360 25 31
390 25 30,5
420 25 30,5
450 25 30,5
480 25 30,5
T campuran rata-rata (oC) 31,625

Reaksi

CH3CHOCH3 + NaOCl CH3COONa + CH3Cl

4.2 Perhitungan

A. Tetapan Kalorimeter

Qlepas = Qterima

Map Cap (Tap-Tc) = Mad Cad (Tc-Tad)+ Ckal(Tc-Tad)

50g 1 kalg-1C-1 (40-31,625)oC = 50g 1kalg-1C-1 (31,625-25)oC + Ckal


(31,625- 25)

418,75 kal = 331,25 kal + Ckal 6,625 ◦C

418,75 kal−331,25 kal


Ckal =
6,625 ᴼ C

= 13,20 kal/oC

Tabel Regresi
X = waktu
Y = Tcampuran
X (s) Y (Tc) XY X2
30 34 1020 900

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

60 33 1980 3600
90 32,5 2925 8100
120 32 3840 14400
150 32 4800 22500
180 32 5760 32400
210 32 6720 44100
240 32 7680 900
270 31,5 8505 3600
300 31 9300 8100
330 31 10230 14400
360 31 11160 22500
390 30,5 11895 32400
420 30,5 12810 44100
450 30,5 13725 57600
480 30,5 14640 72900
∑X = 4080 ∑Y= 506 ∑ X2 =
∑XY = 126990
X́ = 255 Ý =31,62 1346400

(n ×∑ XY )– ( ∑ X ×∑Y )
B= ( n ×∑ X 2) −(∑ X )2
(16 ×126990)– ( 4080 ×506)
= (16 × 1346400 )−(4080)2
2031840−2064480
= 21542400−16646400
−32640
= 4896000

= -0,0067

Ý X́
A= B
= 31,62 – (-0,0067) (255)
= 26,688 – (-1,7)
= 28,388
Persamaan Regresi :
Y = A + BX
= 28,388 -0,0067X

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

B. Panas Pelarutan

Suhu air dingin (Tad) = 26oC

Massa air (Mair) = 100 gram

Massa NaOH = 4 gram

Mr NaOH = 40 gr/mol

Massa Urea = 2,5 gram

Mr Urea = 60 gr/mol

Tabel Waktu terhadap Suhu

Suhu campuran (oC)


Waktu (s)
NaOH Urea

30 26 24
60 26 23,5
90 26 23
120 26 24
150 26 23,5
180 26 24
210 25,5 23,5
240 25,5 24
270 25,5 24
300 25,5 24
330 25,5 24
360 25,5 24
T campuran rata-rata (oC) 25,75 23,79

C. Panas Reaksi

Vso klin (NaOCl) = 75 mL

V Aseton = 25 mL

Suhu awal = 25oC

Mr NaOCl = 74,5 gram/mol

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

Mr Aseton = 58 gram/mol

% NaOCl = 5,25 %

Tabel Waktu terhadap Suhu

Suhu campuran (oC)


Waktu (s)
NaOH Urea

30 26 24
60 26 23,5
90 26 23
120 26 24
150 26 23,5
180 26 24
210 25,5 23,5
240 25,5 24
270 25,5 24
300 25,5 24
330 25,5 24
360 25,5 24
T campuran rata-rata (oC) 25,75 23,79

4.1.1 Reaksi

CH3CHOCH3 + NaOCl CH3COONa + CH3Cl

4.2 Perhitungan

A. Tetapan Kalorimeter

Qlepas = Qterima

Map Cap (Tap-Tc) = Mad Cad (Tc-Tad)+ Ckal(Tc-Tad)

50g 1 kalg-1C-1 (40-31,625)oC = 50g 1kalg-1C-1 (31,625-25)oC + Ckal


(31,625-25)

418,75 kal = 331,25 kal + C kal 6,625 ◦C

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

418,75 kal−331,25 kal


Ckal =
6,625 ᴼ C

= 13,20 kal/oC

Tabel Regresi

X = waktu

Y = Tcampuran

X (s) Y (Tc) XY X2
30 34 1020 900
60 33 1980 3600
90 32,5 2925 8100
120 32 3840 14400
150 32 4800 22500
180 32 5760 32400
210 32 6720 44100
240 32 7680 900
270 31,5 8505 3600
300 31 9300 8100
330 31 10230 14400
360 31 11160 22500
390 30,5 11895 32400
420 30,5 12810 44100
450 30,5 13725 57600
480 30,5 14640 72900
∑X = 4080 ∑Y= 506 ∑ X2 =
∑XY = 126990
X́ = 255 Ý =31,62 1346400

(n ×∑ XY ) – ( ∑ X ×∑ Y )
B=
( n ×∑ X 2) −( ∑ X )2

(16 ×126990)– ( 4080 ×506)


=
(16 × 1346400 )−(4080)2

2031840−2064480
=
21542400−16646400

−32640
=
4896000

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

= -0,0067

A = Ý B X́

= 31,62 – (-0,0067) (255)

= 26,688 – (-1,7)

= 28,388

Persamaan Regresi :

Y = A + BX

= 28,388 -0,0067X

B. Panas Pelarutan

1mol
a) Mol NaOH = 4 gram ×
40 gram
= 0,1 mol

Q = [ Mair × Cair (Tc-Tad)] + [Ckal (Tc – Tad)]

= [100 gr × 1 kal/goC × (25,75-26oC) + [13,20 kal/oC × ( 25,75-


26oC)]

= (100 kal/oC ×−¿ 0,25oC) + (13,20 kal/oC ×−¿ 0,25oC)

= -25 kal + (-3,3 kal)

= -28,3 kal

Panas Pelarutan NaOH = Q NaOH/ n

= -28,3 kal /0,1 mol

= -283 kal/mol

Tabel Regresi(NaOH)

X(s) Y(Tc) XY X
2

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

30 26 780 900
60 26 1560 3600
90 26 2340 8100
120 26 3120 14400
150 26 3900 22500
180 26 4680 32400
210 25,5 5355 44100
240 25,5 6120 57600
270 25,5 6885 72900
300 25,5 7650 90000
330 25,5 8415 108900
360 25,5 9180 129600
∑X = 2340 ∑Y = 309 ∑ X2 =
∑XY = 59985
X́ = 195 Ý =25,75 585000

(n ×∑ XY ) – ( ∑ X ×∑ Y )
B =
( n ×∑ X 2) −( ∑ X )2

(12× 59985) – (2340 ×309)


=
(12 ×585000 ) −(2340)2

719820−723060
=
7020000−5475600

−3240
=
1544400

= -0,002

A = Ý B X́

= 25,75 – ( −0.002 ) (195)

= 25,75 – (-0,39)

= 26,14

Persamaan Regresi :

Y = A + BX

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

= 26,14-0,002X

1mol
b) Mol Urea = 2,5 gram ×
60 gram
= 0,042 mol

Q = [ Mair × Cair (Tc-Tad)] + [Ckal (Tc – Tad)]

= [100 gr × 1 kal/goC × (23,79-26oC) + [13,20 kal/oC × ( 23,79-


26oC)]

= (100 kal/oC ×−¿ 2,21oC) + (13,20 kal/oC ×−¿ 2,21oC)

= -221 kal + (-29,172 kal)

= -250,172 kal

Panas Pelarutan Urea= Qurea/n

= -250,172 kal / 0,042 mol

= -5956,5 kal/mol

= -5,957 kkal/mol

Tabel Regresi(Urea)

X(s) Y(Tc) XY X2
30 24 720 900
60 23,5 1410 3600
90 23 2070 8100
120 24 2880 14400
150 23,5 3525 22500
180 24 4320 32400
210 23,5 4935 44100
240 24 5760 57600
270 24 6480 72900
300 24 7200 90000
330 24 7920 108900
360 24 8640 129600
∑X = 2340 ∑Y = 285,5 ∑ X2 =
∑XY = 55860
X́ = 195 Ý =23,79 585000

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

(n ×∑ XY )– ( ∑ X ×∑Y )
B =
( n ×∑ X 2) −( ∑ X )2

(12× 55860) – (2340 ×285,5)


=
(12 ×585000 ) −(2340)2

670320−668070
=
7020000−5475600

2250
=
1544400

= 0,0014

A = Ý B X́

= 23,79 – ( 0,0014 ) (195)

= 23,79 – (0,273)

= 23,517

Persamaan Regresi :

Y = A + BX

= 23,517+0,0014X

C. Panas Reaksi

5,25 g 1mol
Mol NaOCl = 75 ml x x = 0,053 mol
100 ml 74,5 g

0,769 g 1 mol
Mol Aseton = 25 ml x x = 0,33 mol
1 ml 58 g

Reaksi

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

CH3CHOCH3 + NaOCl CH3CONa + CH3Cl

Mula : 0,330 mol 0,053 mol - -

Bereaksi : 0,053 mol 0,053 mol 0,053 mol 0,053 mol

Sisa : 0,277 mol - 0,053 mol 0,053 mol

Q = Ckal x (Tc-Tad)

= 13,20 kal/oC x (43,25oC - 43oC)

= 13,20 kal/oC x (0,25oC)

= 3,3 kal

Q
∆H =
mol NaOCl

3,3 kal
= 0,053mol

= 62,26 kal/mol

Tabel Regeresi

X(s) Y(Tc) XY X
2

30 43,5 1305 900


60 43,5 2610 3600
90 43,5 3915 8100
120 43,5 5220 14400
150 43,5 6525 22500
180 43,5 7830 32400
210 43 9030 44100
240 43 10320 57600
270 43 11610 72900
300 43 12900 90000
330 43 14190 108900
360 43 15480 129600
∑X = 2340 ∑Y = 519 ∑ X2 =
∑XY = 100935
X́ = 195 Ý = 43,25 585000

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

(n ×∑ XY )– ( ∑ X ×∑Y )
B =
( n ×∑ X 2) −( ∑ X )2

(12× 100935) – (2340 ×519)


=
( 12 ×585000 ) −(2340)2

1211220−1214460
=
7020000−5475600

−3240
=
1544400

= 0,002

A = Ý B X́

= 43,25– ( 0,002) (195)

= 43,25 + 0,39

= 43,64

Persamaan Regresi :

Y = A + BX

= 43,64 - 0,002X

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

4.3. Grafik

Grafik Hubungan Waktu dan


Suhu Tetapan kalorimeter
35
34
33
f(x) = - 0.01x + 33.33
32 R² = 0.89
Suhu T

31
30
29
28
0 100 200 300 400 500 600
Waktu (s)

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

Grafik Hubungan Waktu dan


Suhu Panas Pelarutan NaOH
26.1
26 f(x) = - 0x + 26.16
R² = 0.76
25.9
25.8
25.7
Suhu T

25.6
25.5
25.4
25.3
25.2
0 50 100 150 200 250 300 350 400
Waktu (s)

Grafik Hubungan Waktu dan


Suhu Panas Reaksi aseton dan soklin
47
46
45 f(x) = - 0.01x + 46.26
44 R² = 0.85
43
Suhu T

42
41
40
39
38
0 50 100 150 200 250 300 350 400
Waktu (s)

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

Grafik Hubungan Waktu dan


Suhu Panas Reaksi urea
24.2
24
f(x) = 0x + 23.51
23.8 R² = 0.22
23.6
23.4
Suhu T

23.2
23
22.8
22.6
22.4
0 50 100 150 200 250 300 350 400

Waktu (s)

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

V. Pengamatan dan Pembahasan

5.1 Pengamatan

No Cara Kerja Langkah Kerja Pengamatan Analisa


1. 50 ml aquades diukur Air dingin memiliki suhu Pencampuran Air
untuk dimasukkan sebesar 25ᴼC dan air panas panas(melepaskan kalor) dan air
kedalam calorimeter memiliki suhu 35ᴼC dingin(menerima kalor)
ditambah dengan 50 ml bercampur membentuk suhu
air panas yang setimbang.

Berlaku Hukum Azas Black yaitu


2. Aquades yang sudah Suhu naik dan konstan pada Qlepas=Qterima. Zat yang
dikalorimeter diaduk, 27ᴼC menerima kalor adalah air dingin
sambil suhu dicatat dan yang melepas kalor adalah
air panas

NaOH memiliki sifat higroskopis


yaitu dapat menyerap molekul air
3. Penimbangan 4 gram NaOH yang lama dalam (H2O)

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

NaOH keadaan terbuka akan


mengalami pelelehan

NaOH memiliki sifat eksoterm,


yaitu menghasilkan panas.
4. NaOH dimasukkan Air pada larutan akan
kedalam calorimeter menjadi panas
yang telah berisi 100 ml
air

Karena aseton memiliki sifat


endoterm yang menyerap panas
dari kalorimeter
5. Pengambilan 25 ml Suhu air kalorimeter
aseton menjadi dingin

Terjadinya Azas Black sehingga


suhu antara aseton dan pemutih

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

sehingga mencapai suhu yang


6. Aseton dimasukkan Suhu mula-mula naik kosntan
kedalam calorimeter kemudian turun dan
ditambah dengan 75 ml konstan pada 38ᴼC
pemutih, diaduk sambil
suhunya dicatat

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

5.2 Pembahasan
Percobaan penentuan kalorimeter dan aplikasi nya dilakukan untuk
menentukan panas pelarutan mengetahui sifat-sifat kalorimeter dan
menentukan tetapan kalorimeter sebagai dasar percobaan lainnya. Hukum
yang melandasi praktikum ini yaitu Hukum Hess dan Asas Black. Kalorimeter
yang digunakan yaitu kalorimeter sederhana. Pada percobaan penentuan
tetapan kalorimeter, air melepaskan kalornya kedalam air dingin sehingga

suhu pencampuran rata-rata adalah 31,625oC. Hal ini membuktikan bahwa


dalam penentuan tetapan kalorimeter berlaku Azaz Black. Hasil tetapan
kalorimeter yang diperoleh yaitu 13,2 kal/◦C. Artinya untuk menaikkan suhu
air sebesar 1◦C dibutuhkan energi sebesar 13,2 kalori.
Pada percobaan penentuan panas pelarutan didapatkan suhu setelah
penambahan Natrium Hidroksida (NaOH). Mengalami kenaikan sedikit demi

sedikit. Suhu campuran rata-rata sebesar 25,75oC. NaOH bersifat eksoterm


atau dapat melepaskan panas ke air dan wujud dari NaOH yaitu padat
sehingga suhu mengalami kenaikan hingga NaOH tersebut larut. Ini yang
menyebabkan larutan tersebut perlahan lahan suhunya naik dari keadaan
semula NaOH dalam percobaan ini beperan sebagai sistem sedangkan air dan
kalorimeter merupakan lingkungan yang terukur suhunya. Pada praktikum
kali ini didapatkan entalpi panas pelarutan yang cukup besar yaitu -283
kal/mol.
Pada percobaan penentuan panas reaksi didapatkan hasil yang juga
menunjukkan kecenderungan peningkatan suhu namun tidak terlalu
signifikan, dan suhu yang dihasilkan pun lebih tinggi dibandingkan
percobaan lainnya, karena reaksi yang dihasilkan oleh so klin dengan aseton
menghasilkan panas yang cukup tinggi dan menyebabkan suhu air di dalam
kalorimeter juga meningkat dengan entalpi yaitu 26264,15 kal/mol. Fungsi
pengadukan dalam percobaan ini yaitu untuk mempercepat pencampuran
panas.
Dalam percobaan ini berlaku Azaz Black dan Hukum Hess. Azaz Black
dapat dilihat dari perpindahan panas dari soklin yang bersuhu tinggi

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

kedalam aseton yang suhunya jauh lebih rendah sehingga didapatkan suhu
pencampuran rata-rata 44oC, sedangkan Hukum Hess membuktikan bahwa
yang mempengaruhi entalpi hanyalah suhu awal dan suhu akhir setelah
pencampuran.
Prinsip kalorimeter pada percobaan ini adalah memnfaatkan perubahan
fase dari fisik suatu zat untuk membandingkan kapasitas panas kalor dari
zat-zat yang berbeda.Dimana sifat dari zat yang ada didalam kalorimeter ini
menjaga suhu suatu zat yang tidak berpengaruh terhadap lingkungan.
Prosesnya adalah secara adiabatik yaitu tidak ada energi yang masuk maupun
yang lepas dari kalorimeter tersebut.Dari grafik dapat diperoleh kesimpulan
grafik berbentuk linear kecuali untuk panas reaksi untuk urea.

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

IV. KESIMPULAN DAN SARAN


6.1 KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Prinsip dari percobaan ini adalah apabila suhu yang berbeda dicampurkan,
maka zat yang bersuhu tinggi akan melepaskan panas yang besarnya sama
dengan panas yang diterima oleh zat yang bersuhu rendah
2. Panas reaksi melepaskan panas lebih besar daripada panas pelarutan
3. Nilai tetapan kalorimeter adalah 13,20 kal
4. Nilai entalpi panas reaksi -283 kal/mol

6.2 SARAN
Untuk praktikum selanjutnya disarankan agar :
1. Pahami setiap langkah-langkah kerja
2. Hati-hati dalam pengadukan
3. Teliti saat mengamati suhu konstan
4. Teliti saat pembacaan skala pada termometer

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

DAFTAR PUSTAKA

Daryanto, Drs. 2000. Fisika Teknik. Jakarta : PT Rineka Cipta

Prasetiawan, Widi. 2008. Kimia Dasar I. Jakarta : Cerdas Pustaka Publisher

Zemansky, Mark Waldo. 1986. Kalor dan Termoodinamika. Bandung : ITB

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

Lampiran 1
Analisa Artikel Ilmiah

A. Judul Artikel Ilmiah


Penelitian Nilai Kalor Biomassa, Perbandingan antara Hasil Pengujian
Dengan Hasil Perhitungan.
B. Tujuan Penelitian
1. Memperoleh data nilai kalor biomassa (limbah pertanian dan limbah
peternakan).
2. Membandingkan nilai kalor yang diperoleh dari hasil pengujian dengan
estimasi berdasarkan komposisi dasar.
C. Cara Kerja
Langkah yang dilakukan untuk penelitian ini adalah:
Alat dan bahan
- disiapkan
- bahan dihaluskan dan dikeringkan
Analisa ultimat dan proksimat
- dilakukan di Pusat Penelitian dan Pengembangan
Teknologi Mineral dan Batubara

Nilai kalor
- dihitung berdasarkan hasil pengujian dengan kalorimeter
bom
- dihitung berdasarkan korelasi komposisi dasar bahan
bakar
Data
- dibandingkan berdasarkan dengan pengujian dan
Perhitungan dari beberapa korelasi yang ada
Hasil

D. Analisa Jurnal
1. Nilai Kalor Berdasarkan Pengukuran
Pengukuran nilai kalor biomassa dengan kalorimeter bom didapatkan data
sebagai berikut:

No Jenis Biomassa HHV (MJ/kg)


1 Sekam Padi 12.33881
2 Jerami 14.00637
3 Serbuk Kayu 24.85482
4 Kotoran Sapi 10.90874

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

5 Kotoran Kambing 10.37851


6 Kotoran Kelelawar 17.09983

2. Nilai Kalor Berdasarkan Pendekatan Menggunakan Korelasi HHV


Analisa Proksimat dan analisa Ultimat dilakukan di Puslitbang Teknologi
Mineral dan Batubara Bandung dengan hasil seperti tertera pada table
berikut:
Hasil analisa proksimat bahan penelitian

Air Abu, % Zat Karbon


Bahan Lembab, adb Terbang, Padat, %
% adb % adb adb
Sekam padi 4.03 27.56 55.06 13.35
Jerami 3.37 26.29 56.59 13.75
Serbuk kayu 3.87 2.39 78.33 15.41
Kotoran sapi 3.06 41.18 43.56 12.20
Kotoran 6.32 39.35 43.23 11.10
kambing
Kotoran 6.00 18.92 57.43 17.65
kelelawar

Hasil analisa ultimat bahan penelitian

Bahan S, % adb C, % H, % N, % O, %
adb adb adb adb
Sekam padi 0.12 33.25 5.11 0.47 33.49
Jerami 0.17 33.04 5.15 0.87 34.48
Serbuk 0.22 45.48 5.11 0.42 46.38
kayu
Kotoran 0.37 29.35 4.38 1.85 22.87
sapi
Kotoran 0.52 26.38 4.17 2.37 27.21
kambing
Kotoran 1.4 40.39 5.51 8.96 24.62
kelelawar
Berdasarkan komposisi dasar bahan bakar yang diperoleh dengan analisa
ultimat, dilakukan perhitungan untuk mendapatkan nilai kalor digunakan
korelasi-korelasi perhitungan nilai kalor.

3. Penyusunan korelasi yang sesuai dengan biomassa yang diuji

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

Dari korelasi-korelasi yang disusun, setelah diterapkan pada data biomassa


yang diuji diperoleh hasil sebagai berikut:

Korelasi A danKorelasi B

Korelasi
Jenis Biomassa A B
HHV E (%) HHV E (%)
(MJ/kg) (MJ/kg)
Limbah Sapi 10.6 2.47 10.9 0
Limbah Kambing 10.45 0.72 10.38 0.01
Limbah Kelelawar 17.16 0.37 17.1 0
Jerami 13.31 4.98 14.01 0
Sekam Padi 13.18 6.81 12.34 0
Sekam Kayu 24.83 0.1 24.85 0
Rata-rata 2.58 0

Korelasi C danKorelasi D

Korelasi
Jenis Biomassa C D
HHV E (%) HHV E (%)
(MJ/kg) (MJ/kg)
Limbah Sapi 11.05 1.32 10.98 0.7
Limbah Kambing 8.89 14.31 10.71 3.17
Limbah Kelelawar 19.23 12.45 17.01 0.51
Jerami 13.74 1.92 13.04 6.86
Sekam Padi 13.89 12.57 13.06 5.86
Sekam Kayu 22.78 8.33 24.87 0.06
Rata-rata 8.48 2.86
Dari tabel di atas dapat ditentukan bahwa korelasi yang memberikan
kesalahan paling kecil adalah korelasi B

HHV = 1.3941.C – 18.3638,H + 1.4682.O + 16.7184.N – 95.753.S + 0.5184.A,


dengan tingkat kesalahan 0%

E. Keunggulan Jurnal
1. Dapat mengetahui perbandingan nilai kalor biomassa (limbah pertanian
dan limbah peternakan) antara pengujian dengan yang diperhitungkan.
2. Dapat mengetahui korelasi yang paling sesuai untuk biomassa yang diuji.
3. Dapat mengetahui nilai kalor menggunakan kalorimeter bom.

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

Lampiran 2
Struktur Senyawa Yang Digunakan

No
Nama Senyawa Struktur Senyawa
.

1 So Klin Na O Cl

CH3

2 Aseton C

CH3 O

3 Etanol CH3 CH2 OH

4 Natrium Hidroksida Na OH

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi


Pratikum Kimia Fisika I
Tahun Akademik 2017/2018

Lampiran 3
Simbol-Simbol Yang Digunakan

No Simbol Keterangan Satuan


1. H Entalpi J/mol
2. Q Kalor Joule
1. C Tetapan Kalorimeter Kal/ᴼC
2. T Suhu ᴼC
3. m Massa Gram
4. V Volume Liter
5. Mr Massa molekul relatif Gram/mol
6. n Mol Mol

Penentuan Kalorimeter dan Aplikasi