Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

2.1 LATAR BELAKANG

Menstruasi merupakan proses pelepasan dinding rahim (endometrium) yang


disertai dengan perdarahan dan terjadi secara berulang setiap bulan kecuali pada
saat kehamilan. Menstruasi yang berulang setiap bulan tersebut pada akhirnya akan
membentuk siklus menstruasi. Menstruasi pertama (menarche) pada remaja putri
sering terjadi pada usia 11 tahun. Namun tidak tertutup kemungkinan terjadi pada
rentang usia 8-16 tahun. Menstruasi merupakan pertanda masa reproduktif pada
kehidupan seorang perempuan, yang dimulai dari menarce sampai terjadinya
menopause.

Awal siklus menstruasi dihitung sejak terjadinya perdarahan pada hari ke-1
dan berakhir tepat sebelum siklus menstruasi berikutnya. Umumnya, siklus
menstruasi yang terjadi berkisar antara 21-40 hari. Hanya 10-15% wanita yang
memiliki siklus 28 hari. Jarak antara siklus yang paling panjang biasanya terjadi
sesaat setelah menarche dan sesaat sebelum menopause.

Siklus menstruasi Sebagian besar wanita terjadi pada pertengahan usia


reproduktif, perdarahan menstruasi terjadi setiap 25-35 hari dengan median panjang
siklus adalah 28 hari. Wanita dengan siklus ovulatorik, selang waktu antara awal
menstruasi hingga ovulasi – fase folikular – bervariasi lamanya. Siklus yang diamati
terjadi pada wanita yang mengalami ovulasi. Selang waktu antara awal perdarahan
menstruasi – fase luteal – relatif konstan dengan rata-rata 14 ± 2 hari pada
kebanyakan wanita.

1
BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 Pengertian
Haid (menstruasi) ialah perdarahan yang siklik dari uterus sebagai tanda
bahwa alat kandungan menunaikan faalnya.Panjang siklus haid ialah jarak antara
tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid yang baru. Hari mulainya
perdarahan dinamakan hari pertama siklus. Panjang siklus haid yang normal atau
siklus dianggap sebagai siklus yang klasik ialah 28 hari, tetapi variasinya cukup luas,
bukan saja antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama. Juga pada
kakak beradik bahkan saudara kembar, siklusnya selalu tidak sama. Lebih dari 90%
1-2.3
wanita mempunyai siklus menstruasi antara 24 sampai 35 hari.
Lama haid biasanya antara 3 – 6 hari, ada yang 1 – 2 hari dan diikuti darah
sedikit sedikit kemudian, dan ada yang sampai 7 – 8 hari. Pada setiap wanita
biasanya lama haid itu tetap. Kurang lebih 50% darah menstruasi dikeluarkan dalam
24 jam pertama. Cairan menstruasi terdiri dari autolisis fungsional, exudat inflamasi,
sel darah merah, dan enzym proteolitik.
Siklus menstruasi normal pada manusia dapat dibagi menjadi dua segmen :
siklus ovarium dan siklus uterus. Siklus ovarium lebih lanjut dibagi menjadi phase
follikular dan phase luteal, mengingat siklus uterus juga dibagi sesuai phase
proliferasi dan sekresi. Pemantauan siklus menstruasi bermanfaat dalam menilai
subfertilitas.
2.2 Lapisan endometrium terdiri dari :
a. Perimetrium (Peritoneum)
Meliputi dinding uterus (rahim) sebelah luar, meliputi bagian luar uterus,
merupakan penebalan yang diisi jaringan ikat dan pembuluh darah limfe
dan urat syaraf. Meliputi tuba dan mencapai dinding abdomen. Perimetrium
berhubungan dengan perimetrium dan ligamentum-ligamentum.

2
Ligamentum adalah sesuatu yang menyangga uterus dalam tulang/rongga

panggul. 4.5
 Ligamen – Ligamen Uterus adalah :
1) Ligamentum Latum
Merupakan lipatan peritoneum sebelah lateral kanan dan kiri
daripada uterus meluas sampai kedinding panggul dan dasar
panggul sehingga seolah – olah menggantung pada tuba.
2) Ligamentum Rotundum
Terdapat di bagian atas lateral dari uterus terdiri dari jaringan otot
polos dan jaringan ikat fungsinya menahan uterus dalam posisi
antefleksi.
3) Ligamentum Infundibulo Pelvicum
Ligamentum ini mengantungkan uterus pada dinding panggul.
4) Ligamentum Cardinale
Menghalangi pergerakan ke kiri – kanan dan merupakan tempat
masuknya pembuluh darah menuju uterus.
5) Ligamentum Sacro Uterinum
Kiri Kanan dari seviks sebelah belakang ke sacrum
menggelingirectum.
6) Ligamentum Vesico Uterinum
Dari uterus ke kendung kencing

b. Myometrium (Lapisan Otot)

Merupakan lapisan yang paling tebal. Terdiri dari otot polos.Otot ini akan
tersusun menyerupai jala rapat, pada sela jala terdapat pembuluh darah
uterus. Bila otot ini berkontraksi maka akan terjadi penyempitan pembuluh
darah dan menimbulkan nyeri sehingga mendorong keluar isi uterus saat
persalinan.

Lapisan otot terdiri dari :

- Lapisan luar
Seperti kap melengkung dari fundus uteri menuju ligamentum

- Lapisan tengah

3
Terletak diantara kedua lapisan tersebut membuat lapisan tebal
anyaman serabut rahim yang ditembus pembuluh – pembuluh darah
arteri dan vena.Lengkung serabut otot ini membuat angka 8
sehingga saat terjadi kontraksi pembuluh darah terjepit, sehingga
perdarahan dapat terhenti.Makin ke serviks lapisan otot rahim makin
berkurang dan jaringan ikat bertambah.

- Lapisan dalam
Merupakan serabut otot yang berfungsi sebagai spingter terletak
pada ostium internum sampai ostium uteri eksternum

c. Endometrium (selaput lendir)

Merupakan lapisan bagian dalam dari corpus uteri yang membatasi


cavum uteri.Dibentuk oleh epitel torak yang banyak mengandung kelenjar
mukosa, tebalnya ± 1 cm. Dilapisan ini banyak terdapat pembuluh darah
yang berlekuk – lekuk.Pada endometrium terdapat lubang kecil yang
merupakan muara dari kelenjar endometrium, yang dapat menghasilkan
sekret alkalis yang membasahi kavum uteri.

Dinding endometrium dipengaruhi oleh hormon estrogen dan


progesteron. Saat menstruasi, endometrium tebal, sehingga akan
mengelupas bersama darah menstruasi. Saat terjadi nidasi endometrium
berubah menjadi desidua.

2.3 ASPEK ENDOKRIN DALAM SIKLUS HAID


Dalam proses terjadinya ovulasi harus ada kerjasama antara korteks serebri,
hipotalamus, hipofisis, ovarium, glandula tiroidea, glandula supra renalis dan kelenjar
kelenjar endokrin lainnya. Yang memegang peranan penting dalam proses tersebut
adalah hubungan antara hipotalamus, hipofisis dan ovarium (hyopothalamic-pituitary-
ovarian axis).

4
Gambar 1. Siklus mentruasi melibatkan kompleks hipotalamus-hipofisis-ovarium

Hypophyse anterior menghasilkan 3 hormon :


a) FSH
FSH dibentuk oleh sel β (basophil) dari lobus anterior hypophise. Pembentukan
FSH akan berkurang pada pembentukan atau pemberian estrogen dalam jumlah
cukup, kehamilan. Pengaruh FSH yaitu dapat menimbulkan beberapa folikel
primordial yang dapat berkembang dalam ovarium menjadi folikel de graaf yang
membuat estrogen (yang menimbulkan proliferasi pada endometrium).
b) LH
LH bekerjasama dengan FSH menyebabkan terjadinya sekresi estrogen dari
folikel de graaf dan penimbunan substansi dari progesteron dalam sel granulose.
Produksi LH bertambah sehingga menyebabkan produksi FSH dan LH yang
dapat merangsang terjadinya ovulasi.
c) Prolaktin
Dibentuk oleh sel alpha (acidophil) dari lobus anterior hypophyse, berfungsi untuk

memulai dan mempertahankan produksi progesteron dari corpus luteum. 1,2,5,6


Hormon-hormon dari ovarium
a) Estrogen
terdiri dari campuran oestriol, oestradiol, oestron, diproduksi dibawah pengaruh
FSH. Estrogen menimbulkan proliferasi dari endometrium dan berperan dalam
merangsang timbulnya tanda-tanda kelamin sekunder seperti tumbuhnnya buah
dada, rambut kemaluan, rambut ketiak, menambah kontraktilitas uterus, untuk
5
mengatur haid untuk pengobaatan menpouse, ada kalanya untuk memulai
persalinan,
b) Progesteron
dibentuk oleh corpus luteum setelah terjadi ovulasi dan plasenta. Pengaruh
hormon ini adalah pada alat-alat reproduksi terutama uterus dan
mammae.Progesteron berfungsi dalam mempersiapkan uterus untuk menerima
dan mengembangkan sel ovum yang telah dibuahi.
c) Relaxin
Relaxin berpengaruh pada penggenduran panggul, kelembutan serviks,

mendorong uterus untuk berkontraksi. 1,2,5,6

Gambar 2 :
Siklus Menstruasi

2.4 SIKLUS OVARIUM

6
Siklus haid (siklus ovarium) normal di bagi menjadi :

7
1. Fase follikuler
Tidak lama sesudah haid mulai, pada fase follikuler dini, beberapa follikel
berkembang oleh pengaruh FSH yang meningkat.Meningkatnya FSH ini
disebabkan oleh regresi korpus luteum, sehingga hormon steroid
berkurang.Dengan berkembangnya follikel, produksi estrogen meningkat, dan ini
menekan produksi FSH.
Pada saat ini LH juga meningkat, namun peranannya pada tingkat ini hanya
membantu pembuatan estrogen dalam follikel. Perkembangan follikel berakhir
setelah kadar estrogen dalam plasma meninggi. Pada awalnya estrogen meninggi
secara berangsur angsur, kemudian dengan cepat mencapi puncaknya.Ini
memberikan umpan balik positif terhadap pusat siklik dan dengan mendadak
terjadi puncak pelepasan LH (LH-surge) pada pertengahan siklus yang
mengakibatkan terjadinya ovulasi.
LH yang meninggi itu menetap kira kira 24 jam dan menurun pada fase luteal.
Dalam beberapa jam setelah LH meningkat, estrogen menurun dan mungkin
inilah yang menyebabkan LH menurun. Menurunnya estrogen mungkin
disebabkan perubahan morfologik pada follikelatau mungkin juga akibat umpan
balik negatif yang pendek dari LH terhadap hipotalamus.
LH-surge yang cukup saja tidak menjamin terjadinya ovulasi; follikel
hendaknya pada tingkat yang matang agar dapat dirangsang untuk
1,2,4,5,6
brovulasi.Pecahnya folikel terjadi antara 16 – 24 jam setelah LH-surge.

2. Fase Luteal
Pada fase luteal, setelah ovulasi sel sel granulasa membesar membentuk
vakuola dan bertumpuk pigmen kuning (lutein), follikel menjadi korpus luteum.
Vaskularisasi dalam lapisan granulose juga bertambah dan mencapi puncaknya
pada hari 8 – 9 setelah ovulasi . Luteinized granulose cells dalam korpus luteum
membuat progesterone banyak, dan luteinized theca cells membuat pula estrogen
yang banyak sehingga kedua hormon itu meningkat pada fase luteal. Mulai 10 –
12 hari setelah ovulasi korpus luteum mengalami regresi berangsur angsur

8
disertai dengan berkurangnya kapiler kapiler dan diikuti oleh menurunnya sekresi
progesterone dan estrogen.
Masa hidup korpus luteum pada manusia tidak bergantung pada hormon
gonadotropin.Pada kehamilan hidupnya korpus luteum diperpanjang oleh adanya
rangsangan dari Human Chorionic Gonadotropin (HCG) yang dibuat oleh
sinsiotrofoblast.Rangsangan ini dimulai pada puncak perkembangan korpus
luteum (8 hari pasca ovulasi), waktu yang tepat untuk mencegah terjadinya
regresi luteal. HCG memelihara steroidogenesis pada korpus luteum hingga 9 –
10 minggu kehamilan.Kemudian fungsi ini diambil alih oleh plasenta.

Gambar 3 :
Ovarium dan Folikel-Folikel dalam berbagai Tingkat Perkembangan

Pada permulaan siklus haid meningkatnya FSH disebabkan oleh menurunnya


esterogen pada fase luteal.Berhasilnya perkembangan folikel tanpa terjadinya atresia
tergantung pada cukupnya produksi esterogen oleh folikel yang berkembang.Ovulasi
terjadi oleh cepatnya esterogen meningkat pada pertengahan siklus haid yang

9
menyebabkan lonjakan LH. Hidupnya korpus luteum tergantung pula kadar minimum
LH yang terus-menerus.
Dari kesimpulan diatas maka Hubungan antara folikel dengan hipotalamus
bergantung pada fungsi esterogen, yang menyampaikan pesan-pesan berupa umpan
balik positif atau negatif. Segala keadaan yang menghambat produksi esterogen
dengan sendirinya akan mempengaruhi siklus reproduksi yang normal. dapat
dikatakan bahwa siklus haid tergantung pada perubahan-perubahan esterogen.
1,2,4,5,6

2.5 SIKLUS ENDOMETRIUM


Dengan diproduksinya hormon steroid oleh ovarium secara siklik akan
menginduksi perubahan penting pada uterus, yang melibatkan endometrium dan
mukosa serviks. Siklus endometrium terdiri dari 4 fase :

1. Fase menstruasi atau deskuamasi (hari ke-28 sampai hari ke-2 atau 3)
Pada fase ini menunjukkan masa terjadinya proses peluruhan dari lapisan
endometrium uteri disertai pengeluaran darah dari dalamnya. Hanya lapisan tipis
yang tinggal yang disebut dengan stratum basale, stadium ini berlangsung 4
hari.Dengan haid itu keluar darah, potongan potongan endometrium dan lendir dari
cervik.Darah tidak membeku karena adanya fermen yang mencegah pembekuan
darah dan mencairkan potongan potongan mukosa.Hanya kalau banyak darah
keluar maka fermen tersebut tidak mencukupi hingga timbul bekuan bekuan darah
dalam darah haid.
Terjadi kembali peningkatan kadar dan aktivitas hormon-hormon FSH dan

estrogen yang disebabkan tidak adanya hormon LH dan pengaruhnya, karena

produksinya telah dihentikan oleh peningkatan kadar hormon progesteron secara

maksimal. Hal ini mempengaruhi kondisi flora normal dan dinding-dinding di

daerah vagina dan uterus yang selanjutnya dapat mengakibatkan perubahan-

perubahan higiene pada daerah tsb dan menimbulkan keputihan. 1,2,4,5,6

10
.

Endometrium pada fase menstruasi atau deskuamasi

1. Fase post menstruasi atau stadium regenerasi (hari ke-1 sampai hari ke-5)
Pada fase ini terjadi proses pemulihan dan pembentukan kembali lapisan
endometrium uteri, sedangkan ovarium mulai beraktivitas kembali membentuk
folikel-folikel yang terkandung di dalamnya melalui pengaruh hormon-hormon FSH
dan estrogen yang sebelumnya sudah dihasilkan kembali di dalam ovarium.
Pada waktu ini tebal endometrium ± 0,5 mm, stadium sudah mulai waktu
stadium menstruasi dan berlangsung ± 4 hari.

Endometrium pada fase postmenstruasi atau regenerasi

2. Fase intermenstruum atau stadium proliferasi (hari ke 5 sampai hari ke 14)

11
Dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal ± 3,5 mm. Fase ini
berlangsung dari hari ke 5 sampai hari ke 14 dari siklus haid. Fase proliferasi dapat
dibagi dalam 3 subfase yaitu :
a) Fase proliferasi dini
Fase proliferasi dini berlangsung antara hari ke 4 sampai hari ke 9.Fase
ini dikenal dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel,
terutama dari mulut kelenjar.Kelenjar kebanyakan lurus, pendek dan
sempit.Bentuk kelenjar ini merupakan ciri khas fase proliferasi; sel sel kelenjar
mengalami mitosis.Sebagian sediaan masih menunjukkan suasana fase
menstruasi dimana terlihat perubahan perubahan involusi dari epitel kelenjar
yang berbentuk kuboid.Stroma padat dan sebagian menunjukkan aktivitas
mitosis, sel selnya berbentuk bintang dan lonjong dengan tonjolan tonjolan
anastomosis.Nukleus sel stroma relatif besar karena sitoplasma relatif sedikit.
b) Fase proliferasi akhir
Fase ini berlangsung pada hari ke 11 sampai hari 14.Fase ini dapat
dikenal dari permukaan kelenjar yang tidak rata dan dengan banyak
mitosis.Inti epitel kelenjar membentuk pseudostratifikasi.Stroma bertumbuh
aktif dan padat Pada masa ini adalah masa paling subur bagi seorang wanita.
Dinamakan fase folikuler karena pada saat ini terjadi pertumbuhan folikel di
dalam ovarium.
Pada pertengahan fase folikuler, kadar FSH sedikit meningkat sehingga
merangsang pertumbuhan sekitar 3 -30 folikel yang masing-masing
mengandung 1 sel telur. Tetapi hanya 1 folikel yang terus tumbuh, yang
lainnya hancur.
Pada suatu siklus, sebagian endometrium dilepaskan sebagai respon
terhadap penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron. Endometrium
terdiri dari 3 lapisan. Lapisan paling atas dan lapisan tengah dilepaskan,
sedangkan lapisan dasarnya tetap dipertahankan dan menghasilkan sel-sel
baru untuk kembali membentuk kedua lapisan yang telah dilepaskan.

12
Pada akhir dari fase ini terjadi lonjakan penghasilan hormon LH yang

sangat meningkat yang menyebabkan terjadinya proses ovulasi.1,2,4,5,6

Endometrium pada fase intermenstruasi atau proriferasi

13
4. Fase pramenstruum atau stadium sekresi
Fase ini mulai sesudah ovulasi dan berlangsung dari hari ke 14 sampai
ke 28.Pada fase ini endometrium kira kira tetap tebalnya, tetapi bentuk
kelenjar berubah menjadi panjang, berkeluk keluk dan mengeluarkan getah
yang makin lama makin nyata.
Peningkatkan hormon progesteron yang bermakna, yang diikuti oleh
penurunan kadar hormon-hormon FSH, estrogen, dan LH. Keadaan ini
digunakan sebagai penunjang lapisan endometrium untuk mempersiapkan
dinding rahim dalam menerima hasil konsepsi jika terjadi kehamilan,
digunakan untuk penghambatan masuknya sperma ke dalam uterus dan
proses peluruhan dinding rahim yang prosesnya akan terjadi pada akhir fase
ini.

Endometrium pada fase premenstruasi atau sekresi

Fase ini dibagi atas :


a) Fase sekresi dini
Dalam fase ini endometrium lebih tipis daripada fase sebelumnya
karena kehilangan cairan, tebalnya ± 4 – 5 mm. Pada saat ini dapat
dibedakan beberapa lapisan, yaitu :
 Stratum basale, yaitu lapisan endometrium bagian dalam yang
berbatasan dengan lapisan miometrium. Lapisan ini tidak aktif, kecuali
mitosis pada kelenjar.
 Stratum spongiosum, yaitu lapisan tengah berbentuk anyaman seperti
spons. Ini disebabkan oleh banyak kelenjar yang melebar dan berkeluk
keluk dan hanya sedikit stroma di antaranya.

14
 Stratum kompaktum, yaitu lapisan atas yang padat. Saluran saluran
kelenjar sempit, lumennya berisi sekret dan stromanya edema.

b) Fase sekresi lanjut


Endometrium dalam fase ini tebalnya 5 – 6 mm. Dalam fase ini terdapat
peningkatan dari fase sekresi dini , dengan endometrium sangat banyak
mengandung pembuluh darah yang berkeluk keluk dan kaya dengan
glikogen. Fase ini sangat ideal untuk nutrisi dan perkembangan ovum.
Sitoplasma sel sel stroma bertambah. Sel stroma menjadi sel desidua jika
1,2,4,5,6
terjadi kehamilan.

Perubahan perubahan endometrium dalam siklus menstruasi

2.6 VASKULARISASI ENDOMETRIUM DALAM SIKLUS HAID


Cabang cabang arteri uterine berjalan terutama dalam stratum vaskulare
endometrium.Dari sini sejumlah arteri radialis berjalan langsung ke
endometrium dan membentuk arteri spiralis.Pembuluh pembuluh darah ini
memelihara stratum fungsional endometrium yang terdiri dari stratum
kompaktum dan sebagian stratum spongiosum.
Stratum basale dipelihara oleh arteriola arteriola miometrium di
dekatnya.Mulai dari fase proliferasi terus ke fase sekresi pembuluh pembuluh

15
darah berkembang dan menjadi lebih berkeluk keluk dan segera setelah
mencapai permukaan, membentuk jaringan kapiler yang banyak.
Pada miometrium kapiler kapiler mempunyai endotel yang tebal dan
lumen yang kecil.Vena vena yang berdinding tipis membentuk pleksus pada
lapisan yang lebih dalam dari lamina propria mukosa dan membentuk
jaringan anastomosis yang tidak teratur dengan sinusoid sinusoid pada
semua lapisan.
Hampir sepanjang siklus haid pembuluh pembuluh darah menyempit dan
melebar secara ritmis, sehingga permukaan endometrium memucat dan
berwarna merah karena penuh dengan darah, berganti ganti. Bila tidak terjadi
pembuahan, korpus luteum mengalami kemunduran yang menyebabkan
kadar progesterone dan estrogen menurun.
Penurunan kadar hormon ini mempengaruhi keadaan endometrium ke
arah regresi, dan pada suatu saat lapisan fungsionalis dari endometrium
terlepas dari stratum basale yang di bawahnya. Peristiwa ini menyebabkan
pembuluh pembuluh darah terputus, dan terjadilah pengeluaran darah yang
disebut haid.
Jika terjadi kehamilan, maka akan terjadi perubahan-perubahan menetap
pada pembuluh-pembuluh darah. Pada dinding uterus dekat dengan placenta,
dinding pembuluh darah menunjukkan penebalan dari lapisan intimanya
dengan pembentukkan otot-otot polos baru, sedangkan pada lapisan tengah
otot-otot polos baru, sedangkan pada lapisan tengah otot-otot ditunjang oleh
1,2,4,5,6
jaringan elastis yang cukup banyak.

2.7 DATING ENDOMETRIUM


Untuk menentukan hari yang tepat dari siklus menstruasi disebut dating
endometrium.Dating dilakukan pada masa sekresi, oleh karena berbeda dari
fase proliferasi, fase ini menunjukkan perubahan perubahan yang nyata setiap
1,2
harinya dengan perubahan morfologi tertentu.
Jika siklus haid 28 hari dan perkiraan ovulasi terjadi pada hari ke 14, maka
36 – 48 jam setelah ovulasi belum terlihat perubahan yang menonjol pada

16
endometrium. Karena itu dating hari ke 14 dan ke 15 tidak berguna dilakukan,
dan sebaliknya baru dilakukan pada hari ke 16.
Hari ke 16 : Vakuola basal subnukleus terlihat pada banyak kelenjar. Hari ini
hari terahir pseudostratifikasi barisan inti.Terlihat mitosis pada kelenjar
kelenjar dan stroma.

Hari ke 17 : Nukleus dari kelenjar kelenjar tersusun dalam satu baris, dengan
sitoplasma yang homogen diatasnya dan vakuola yang besar besar di
bawahnya. Pseudostratifikasi menghilang, mitosis di kelenjar dan stroma
jarang.

Hari ke 18 : Sebagian vakuola mengecil karena sebagian isinya dilepaskan ke


arah sitoplasma sekitar lumen dan kemudian termasuk ke dalam lumen.
Karena vakuola subnukleus ini mengecil maka nukleus mendekati basis dari
sel. Tidak terlihat mitosis pada saat ini.

Hari ke 19 : Hanya sebagian kecil vakuola terlihat. Sepintas lalu gambarannya


menyerupai hari ke 16.Dapat terlihat sekresi intraluminal.Tidak terdapat
pseudostratifikasi dan mitosis.

Hari ke 20 : Vakuola subnukleus hanya satu satu. Sekresi intraluminal tampak


jelas.

Hari ke 21 : Mulai terlihat perubahan perubahan pada stroma. Sel sel stroma
mempunyai nukleus yang gelap dan padat.Mulai adanya edema stroma.

Hari ke 22 : Edema stroma mencapai maksimum. Sel sel stroma tampak


kecil, padat.Mulai terlihat arteri spiralis dengan dindingnya yang tipis.Sekresi
intaluminal aktif, tetapi mulai berkurang.

Hari ke 23 : Edema stroma menetap. Kondensasi stroma pada sekitar arteri


spiralis.Dapat juga dijumpai mitosis.

17
Hari ke 24 : Kumpulan sel sel pradesidua tampak jelas disekeliling arteriola.
Mitosis aktif, edema berkurang. Endometrium akan mulai berinvolusi, kecuali
terjadi kehamilan.

Hari ke 25 : Sel sel pradesidua mulai terdapat di bawah sel sel epitel
permukaan. Sedikit edema sekitar arteriola.Sedikit infiltrasi limfosit pada
stroma.

Hari ke 26 : Sel sel pradesidua mengelompok di seluruh stroma disertai


infiltrasi sel sel leukosit polinuklear.

Hari ke 27 : Pradesidua menonjol sekitar pembuluh darah dan di bawah epitel


permukaan. Jelas terlihat infiltrasi sel sel leukosit polinuklear.

Hari ke 28 : Mulai terlihat daerah dengan nekrosis (focal nekrosis), dan


daerah daerah kecil dengan perdarahan dalam stroma. Infiltrasi sel sel
leukosit polinuklear sangat banyak.Kelenjar kelenjar kelihatan mengalami
secretory exhaustion.

2.8 FAKTOR YANG BERPERAN DALAM MEKANISME HAID


Mekanisme haid belum diketahui seluruhnya, akan tetapi sudah dikenal
beberapa faktor , kecuali faktor hormonal, memegang peranan ini, yang penting
ialah :
1) Faktor Enzim
Dalam fase proliferasi esterogen mempengaruhi tersimpannya enzim-
enzim hidrolitik dalam endometrium, serta merangsang pembentukkan
glikogen dan asam-asam mukopolisakarida.Zat-zat terakhir ini memagang
peranan dalam pembangunan endometrium, khususnya dengan
pembentukkan stroma di bagian bawahnya.
Pada fase pertengahan luteul sintetis mukopolisakarida terhenti,
dengan akibat akan mempertinggi permeabilitas pembulu-pembuluh darah
yang sudah berkembang sejak permulaan fase proliferasi. Dengan demikian
lebih banyak makanan mengalir ke stroma endometrium sebagai persiapan
untuk implantasi, apabila terjadi kehamilan.
18
Jika kehamilan tidak terjadi maka kadar progesteron menurun, enzim-
enzim hidrolitik dilepaskan dan merusak sel-sel yang berperan dalam sintesa
protein. Karena itu timbul gangguan dalam metabolisme endometrium yang
mengakibatkan regresi endometrium dan perdarahan.
2) Faktor Vaskular
Pada pertumbuhan endometrium ikut tumbuh pula arteri-arteri, vena-
vena dan hubungan antaranya.Dengan regresi endometrium timbul statis
vena-vena saluran –saluran yang menghubungkannya dengan arteri.Dan
kemudian terjadi nekrosis dan haematoma dari vena dan arteri.

3) Faktor Postaglandin
Endometrium banyak mengandung prostaglandin E 2 dan F2.Dengan
desitegrasi endometrium, prostaglandin terlepas dan menyebabkan
berkontraksinya miometrium sebagai suatu faktor untuk membatasi
1,2
perdarahan .

2.9 GANGGUAN DALAM MENSTRUASI

Macam – macam gangguan menstruasi

1. Premenstrual Tension (Ketegangan Pra haid).

Ketegangan pra haid adalah keluhan-keluhan yang biasanya mulai satu minggu
sampai beberapa hari sebelum datangnya haid dan menghilang sesudah haid
datang walaupun kadang-kadang berlangsung terus sampai haid berhenti.

Penyebabnya :

Salah satu penyebab utama premenstrual tension adalah faktor kejiwaan, masalah
dalam keluarga dan masalah sosial. Jika ditinjau dari aspek anatomi penyebab
esensial dari gangguan tersebut adalah adanya defesiensi luteal dan pengurangan
produksi progesterone serta ketidakseimbangan estrogen dan progesteron dengan
akibat retensi cairan dan natrium.

19
Patofisiologi

Meningkatnya kadar esterogen dan menurunnya kadar progesteron di dalam darah,


yang akan menyebabkan gejala depresi dan khususnya gangguan mental. Kadar
esterogen akan mengganggu proses kimia tubuh ternasuk vitamin B6 (piridoksin)
yang dikenal sebagai vitaminanti depresi karena berfungsi mengontrol produksi
serotonin. Serotonin penting sekali bagi otak dan syaraf, dan kurangnya persediaan
zat ini dalam jumlah yang cukup dapat mengakibatkan depresi. Hormon lain yang
dikatakan sebagai penyebab gejala premenstruasi adalah prolaktin, yang dihasilkan
oleh kelenjar hipofisis dan dapat mempengaruhi jumlah esterogen dan progesteron
yang dihasilkan pada setiap siklus. Jumlah prolaktin yang terlalu banyak dapat
mengganggu keseimbangan mekanisme tubuh yang mengontrol produksi kedua
hormon tersebut. Wanita yang mengalami sindroma pre-menstruasi tersebut kadar
prolaktin dapat tinggi atau normal. Gangguan metabolisme prostaglandin akibat
kurangnya gamma linolenic acid (GLA). Fungsi prostaglandin adalah untuk mengatur
sistem reproduksi, sistem saraf, dan sebagai anti peradangan.

2. Disminorea

Disminorea adalah nyeri haid menjelang atau selama haid, sampai membuat wanita
tersebut tidak dapat bekerja dan harus tidur. Nyeri sering bersamaan dengan rasa
mual, sakit kepala, perasaan mau pingsan, lekas marah.

Penyebabnya :

Jika ditinjau dari aspek anatomi,yang menjadi salah satu penyebab gangguan
disminorea adanya sekresi hormonsecara berlebihan atau sekresi sejenis zat yang
disebut prostaglandin. Zat inilah yang menyebabkan peningkatan frekuensi
kontraksi otot rahim sehingga menimbulkan nyeri haid.Dikenal adanya disminore
primer dan sekunder.

Nyeri haid atau disminorea ada dua macam :

 Nyeri haid primer

20
Timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu,
tepatnya setelah stabilnya hormon tubuh atau perubahan posisi rahim setelah
menikah dan melahirkan. Nyeri haid itu normal, namun dapat berlebihan jika
dipengaruhi oleh faktor psikis dan fisik, dan seperti stres, shock, penyempitan
pembuluh darah, penyakit yang menahun, kurang darah, dan kondisi tubuh
yang menurun. Gejala tersebut tidak membahayakan kesehatan.

 Nyeri haid sekunder

Biasanya baru muncul kemudian, yaitu jika ada penyakit atau kelainan yang
menetap seperti infeksi rahim, kista atau polip, tumor sekitar kandungan, kelainan
kedudukan rahim yang mengganggu organ dan jaringan di sekitarnya.

3. Pendarahan Uterus Abnormal

1) Hipermenore

Hipermenore adalah perdarahan berkepanjangan atau berlebihan pada waktu


menstruasi teratur. Bisa disebut juga dengan perdarahan haid yang jumlahnya
banyak hingga 6-7 hari, ganti pembalut 5-6 kali/hari tetapi masih memiliki siklus-
siklus yang teratur. Pada hipermenore perdarahan menstruasi berat berlangsung
sekitar 8-10 hari dengan kehilangan darah lebih dari 80ml.

2) Amenore

Amenore bukan suatu penyakit tetapi merupakan gejala. Amenore adalah tidak
adanya haid selama 3 bulan atau lebih.

Penyebabnya.

Jika ditinjau dari aspek anatomi, penyebab utama terjadinya hipermenore adalah
terhambatnya fase proliferasi pada dinding endometrium, dikarenakan produksi
hormone estrogen kurang optimal. Selain itu, gangguan amenore disebabkan tidak
normalnya produksi FSH serta LH, dalam hal inimasing-masing bertujuan untuk
merangsang pertumbuhan folikel yang terdapat pada ovarium hingga folikel matang

dan mempercepat terjadinya ovulasi. 1,2

21
BAB II
KESIMPULAN

Haid (menstruasi) ialah perdarahan yang siklik dari uterus sebagai tanda
bahwa alat kandungan menunaikan faalnya.Panjang siklus haid ialah jarak antara
tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid yang baru. Hari mulainya
perdarahan dinamakan hari pertama siklus.

Sikuls menstruasi normal dapat dibagi menjadi 2 segmen yaitu, siklus


ovarium (indung telur) dan siklus uterus (rahim). Siklus indung telur terbagi lagi
menjadi 2 bagian, yaitu siklus folikular dan siklus luteal, sedangkan siklus uterus
dibagi menjadi masa proliferasi (pertumbuhan) dan masa sekresi.

Perubahan di dalam rahim merupakan respon terhadap perubahan hormonal.


Rahim terdiri dari 3 lapisan yaitu perimetrium (lapisan terluar rahim), miometrium
(lapisan otot rehim, terletak di bagian tengah), dan endometrium (lapisan terdalam
rahim). Endometrium adalah lapisan yangn berperan di dalam siklus menstruasi. 2/3
bagian endometrium disebut desidua fungsionalis yang terdiri dari kelenjar, dan 1/3
bagian terdalamnya disebut sebagai desidua basalis.

22

Anda mungkin juga menyukai