Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN

KELUARGA PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI

KASUS DAN PEMBAHASAN


Bapak D (40 Tahun ) dan J (35 tahun ) adalah suami istri yang sudah dikaruniai anak
yaitu anak C ( 9Tahun ) dan anak Y ( 5 tahun ) dan sekarang ibu J telah mengandung anak
ke tiga ( 6 bulan ).Keluarga ini tidak tinggal bersama dengan kedua orang tuanya.Ibu J
mengatakan sejak hamil kedua beliau sudah mengalami hipertensi,kemudian ibu J
melahirkan dirumah sejak hamil ke dua.Beliau mengalami tanda dan gejala yang sama
pada waktu kehamilan yang ke dua.Beliau hanya melakukan pemeriksaan kehamilan dua
kali.

PENGKAJIAN
A. Data Umum
1. Nama Keluarga :Kelurga Tn.D
Alamat :Jln.kyai Tapa RT : 1 /RW : 2
2. Komposisi Anggota Keluarga
Hub
Jenis
No Nama Umur Dg TTL Pekerjaan Pendidikan
Kelamin
KK
1. Bp.D 40 Th L KK Ktp,27/09/1962 Swasta SMP
2. Ibu J 35 Th P Istri Ktp,02/07/1972 Ibu RT SD
3. An.C 9 Th L Anak Ktp,20/02/1998 Anak SD
4. An.Y 5 Th L Anak Ktp,08/09/2002 Anak -

3. Genogram
( Terlampir )

4. Tipe Keluarga
Nuclear Family,Keluarga Bp D sudah mempunyai keluarga sendiri dan tidak lagi
tinggal bersama lagi dengan orang tuanya terkadang orang tuanya sering
berkunjung kerumahnya.
5. Latar Belakang Budaya
- Bp.D:”Saya asli Ketapang,desa pelang,sejak menikah dengan
istri saya,saya tinggal di seikinjil dan membangun rumah disana”.
- Ibu.J:”Saya asli orang sei-Kinjil,dan sejak kecil saya sudah
menetap di sei- Kinjil.Sejak menikah,saya membantu suami saya dengan
membuat kue seperti:jejumput,goreng pisang,lepat ubi,dan kelepon untuk
menambah penghasilan sehari-hari.Saya suka makan daun singkong yang
direbus,ditambah ikan asin dan sayur lodeh,apalagi sejak saya mengandung
anak ketiga,nafsu makan saya bertambah,apalagi dengan makanan seperti
itu.Anak saya yang paling tua sekarang sudah sekolah kelas 4, sekolah dasar
41 Desa Sei.Kinjil.dan yang satunya lagi belum sekolah”.
6. Identifikasi Religius
- Bp.D:”Dari kecil,saya sudah sering mengaji,tapi lebih banyak belajar mengaji
dikampung,tidak masuk TPA karna jaman dahulu tidak ada TPA.Anak
saya,saya ikutkan pengajian ditempat Pak Ustad yang tinggal tidak jauh dari
rumah saya.Saya juga sering ikut sholat berjamaah diSurau”.
- Ibu.J:”Semenjak saya mengandung anak ketiga,saya sudah melaksanakan
sholat berjamaah diSurau,saya hanya melakasanakan dirumah saya,karna jarak
antara rumah dan surau cukup jauh”.
7. Status ekonomi keluarga
- Bp.D:”Perekonomian keluarga kami allhamdulillah tercukupi.Kadang –kadang
saya bekerja dan kadang-kadang juga saya menggangur,untung saja istri saya
membantu saya dengan berjualan kue,walaupun hasilnya sedikit tapi kami
masih bisa menyisihkannya untuk menabung,untuk kelahiran anak ketiga
kami”.
- Ibu.J:”Ibu J mengatakan sering menjual kue ,dengan menitipkan kuenya
diwarung-warung,demi menutupi kekurangan dikeluarga saya.Saya bercita-
cita menyekolahkan anak saya hingga keperguruan tinggi,seperti mbak-mbak
ini.
- Bp.D:”Kebiasaan kami,kami sering berkunjung kerumah orang tua saya
Didesa Pelang.Apalagi sekarang istri saya sedang mengandung,saya berniat
membawa ibu saya untuk merawat istri nanti setelah melahirkan”.
8. Aktivitas Rekreasi dan Waktu Luang
- Bp.D:”Kebiasaan kami setelah selesai sholat,kemudian kami makan malam
bersama,dan kemudian kami menonton TV bersama anak-anak
dirumah.Kadang-kadang jika ada uang lebih saya mengajak anak-anak untuk
jalan-jalan walaupun saya meminjam kendaraan dengan tetangga”.
- Ibu.J:”Saya sangat senang sekali berkumpul dengan suami dan anak-anak saya
pada saat nonton TV”.

B. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


1. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Bp.D memiliki anak pertama yang berusia 9 tahun dan anaknya yang kedua 5
tahun,sehingga tahap perkembanganya termasuk keluarga anak usia sekolah.
Tugas-tugas perkembangan pada tahap ini adalah :
a. Memenuhi kebutuhan anggota keluarga separti rumah dan keamanan.
b. Mensosialisasi anak
c. Mengintegrasikan yang baru sementara tetap memenuhi kebutuhan seprti
anak-anak yang lain
d. Mempertahankan hubungan yang sehat dalam keluarga ( hubungan
perkawianan dan hubungn oarng tua anak ) dan diluar keluarga ( keluarga
besar dan komunitas ).
2. Tugas perkembangan yang tercapai
a. Bp.D :”saya akan berusaha sebaik mungkin untuk mencukupi kebutuhan
anak saya dan harapan saya kepada anak-anak saya,saya ingin anak-anak
saya bisa menyelesaikan sekolahnya dan menjadi orang yang sukses,selain
itu juga saya ingin sekali membelikan rumah yang bagus untuk istri dan
anak-anak saya.
b. Ibu J :”Sekarang kami sudah punya rumah sendiri,meskipun rumah kami
sederhana,karna kami ingin belajar hidup mandiri.Cita-cita saya terhadap
semua anak-anak saya,saya ingin anak-anak saya bisa menyelesaikan
sekolahnya sampai selesai,dan kalau sampai keperguruan tinggi dan jadi
orang yang sukses.
3. Riwayat Keluarga Inti
- Ibu J :”Dulu saya punya teman yang tinggal di desa pelang,terus
teman saya mengajak saya keacara keluarganya tak jauh dari rumah.
Disitulah saya bertemu dengan suami saya, lewat jasa teman saya, saya
diperkenalkan dengan suami saya, tak lama kemudian kami pacaran selama
tiga bulan kemudian dia melamar saya.
- Bp.D :”Sejak saya pacaran dengan istri saya,orang tua saya
setuju-setuju saja malah menyuruh saya cepat-cepat menikah,karna umur
saya yang sudah kepala tiga.Setelah tiga bulan pacaran,orang tua saya
melamar istri saya.
4. Riwayat Keluarga sebelumnya
- Bp.D:”Sebelum saya menikah orang tua saya masih ada,saya
anak pertama dari empat bersaudara.Setelah satu tahun menikah,pertama
bapak saya meninggal,karna sakit sudah tua.Dan sekarang tinggal ibu saya
yang masih hidup dan sekarang tinggal bersama adik-adik saya dirumahnya.
- Ibu J:”Kedua orang tua saya sudah meninggal semua,dulu ibu
saya pernah menderita hipertensi.Saya anak ketiga dari tujuh
bersaudara.Semua saudara saya sudah menikah.Sekarang saja juga sering
berkujung ketempat saudara saya.

C. Pengkajian Lingkungan
1. Karakteristik Rumah
- Bp.D:”Rumah ini saya bangun sejak anak kedua saya
lahir.Pertama saya mengontrak dipelang,kemudian setelah rumah saya jadi
saya langsung pindah.Luas rumah saya kira-kira 7×6m.Terdiri dari 1 kamar
tidur,dinding dan lantai rumah dari papan,ventilasi kurang memadai
memadai,karna hanya memiliki 2 jendela,jika ingin mandi kami langsung
kesumur yag letaknya dibelakang rumah.Sedangkan dapur dijadikan satu
dengan ruang makan.Atap rumah kami menggunakan atap seng.
- Ibu J :”Kami membangun rumah ini secara bertahap,Walaupun
sederhana.Jika kami punya uang,kami ingin merehap rumah kami ini.
- Denah rumah ( Terlampir ).

WC PINTU

D
A
P
KAMAR U
TIDUR R

RUANG TAMU

PINTU

2. Karakteristik Tetangga dan Komunitas


- Bp.D:”Disekitar rumah kami,rata-rata ada yang bekerja dan ada
yang tidak.Sebenarnya masih ada pertemuan RT tiap awal bulan,tapi saya
juga tidak tahu berpa yang hadir,karna saya sendiri jarang hadir,dikarnakan
kesibukkan saya bekerja.
- Ibu J:”Sejak saya tinggal disini,hubungan kami hanya paling
dengan tetengga disekitar atau tokoh masyarakat.
3. Mobilitas Geografis Keluarga
- Bp.D:”Awal pernikah,kami mengontrak didesa pelang,sambil
mengumpulkan uang kami membangun rumah di sei-kinjil. Setelah
kelahiran anak kedua,kami pindah kerumah baru yang terletak di sei
kinjil.Setelah kami mempunyai rumah,kami tidak berniat untuk pndah
rumah lagi.
- Ibu J :”Selain menjadi ibu rumah tangga,saya juga membuat kue
untuk dititpkan diwarung-warung,untuk menambah penghasilan
keluarga.Saya lebih banyak menghabiskan waktu saya untuk mengurus
anak-anak dan suami.Jika saya keluar rumah,saya biasanya pergi bersama
suami.
4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat
- Bp.D :”Setiap saya pulang kerja,saya menyempatkan waktu
untuk ngobrol bersama keluarga saya,tapi jika pulang kerjanya sudah terlalu
malam saya langsung beristirahat.Setiap pagi sebelum berangkat kerja,saya
selalu menyempatkan diri untuk sarapan pagi bersama keluarga.
- Ibu.J :”Kalau pertemuan ibu-ibu pengajian saya mengikuti,tapi
jika arisan sya tidak pernah ikut,dikarna masih banyak keperluan untuk
kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak’.
5. Sistem Pendukung Keluarga
- Bp.D :”Jika ditempat saya fasilitas yang ada cuma warung yang
menjual bahan sembako”.
- Ibu J :”Saya dan suami saya berserta anak-anak betah tinggal
disini,walaupun fasilitasnya kurang memadai.Sedangkan keamanan
dilingkungan tempat saya aman-aman saja,walaupun malam sangat sepi.

D. Sturtur Keluarga
1. Pola Komunikasi Keluarga
- Bp.D:”Saya lebih banyak bicara dengan keluarga,apalagi pada
waktu senggang dan libur.Setiap hari saya bekerja,waktu saya bekerja tidak
tentu,dikarnakan saya pekerja swasta
- Ibu J:”Jika suami saya berkerja,saya lebih banyak bersama anak
saya yang kedua.Sikecil lebih bisa menghibur saya disaat suami dan anak
saya yang pertama pergi untuk bekerja dan sekolah”.
2. Struktur Kekuatan keluarga
- Bp.D :”Setiap kali ada masalah istri selalu mengemukan
pendapatnya.Tapi lebih sering saya,karna saya adalah kepala rumah tangga.
- Ibu J :”Suami saya banyak bicara ,ketimbang saya,Sehingga jika
ada masalah tentang rumah tetap selalu kami rundingkan berdua.
3. Struktur Peran
- Bp D:”Saya bekerja demi anak dan istri saya,Walaupun
penghasilan saya pas-pasan.Saya berusaha menjadi suamu dan ayah yang
baik untuk anak dan istri saya.
- Ibu J :”Walaupun saya tidak mempunyai pekerjaan tetap,saya
akan berusaha menjadi ibu yang baik untuk keluarga.
4. Nilai dan Norma
- Bp.D:”Dalam keluarga kami ,ada sedikit aturan yang berlaku
seperti:pada waktu jam sholat tiba harus dilaksanakan berjamaah,dan
memusyawarakannya bersama-sama.
- Ibu J:”Walupun saya anak ketiga dari tujuh bersaudara,tapi saya
tetap menjaga tali silaturahmi sampai sekarang.

E. Fungsi Keluarga
1. Fungsi affektif
Bp.D:”Semenjak orang tua sebelah istri saya meninggal,saya sangat
menyayangi istri saya dan rasa kasih sayang itu tidak akan kurang sampai
kapanpun
Ibu.J:” :”Saya menyayangi mertua saya,seperti orang tua saya sendiri.
2. Fungsi sosialisasi
Bp.D :”Hubungan kami sangat baik,baik dengan saudara-saudara saya
maupun istri saya.Dengan tetangga pun saya tetap menjalin tali silaturahmi.
Ibu.J :”Untuk urusan rumah tangga saya sering berkompromi dengan suami
saya,apalagi tentang masalah penggunaan uang.Megenai Keluarga besar
saya,jika ada masalah,saya selalu mengumpulkan saudara-saudara saya untuk
menyelesaikannya.
3. Fungsi Perawatan Kesehatan
Hipertensi
a. Kemampuan keluarga mengenali masalah kesehatan
Bp.D:”Saya tidak ada penyakit hipertensi dan keluarga saya pun tidak ada
yang mengidap penyakit hipertensi.
Ibu J:”Dikeluarga saya ada yang mengidap penyakit hipertensi yaitu ibu
saya dan sekarang saya mengidap penyakit hipertensi apalagi saya sekarang
sedang hamil.
b. Kemampuan keluarga mengambil keputusan
terhadap tindakan kesehatan
yang tepat
Bp.D:”Biasanya kalau saya sakit,saya tidak berobat kepuskesmas,cuma
membeli obat diwarung.
Ibu J:”dulu,sebelum saya hamil,biasanya kalau saya sakit ringan,saya
Cuma beli obat-obatan yang dijual diwarung,atau saya langsung berobat
ke mbah jaka seorang dukun.Tapi sekarang saya sedang hamil dan sekitar
dua kali saya memeriksakan kandungan saya,itupun kalau saya sedang
sakit.
c. Kemampuan keluarga untuk merawat anggota keluarga yang sakit
Bp.D:”Kalau sakit istri saya yang merawat apalagi kalau sedang sakit
parah, kadang-kadang istri saya yang membuatkan bubur untuk saya makan
selama saya sakit, sekarang saya lebih berhati-hati menjaga istri saya yang
sedang hamil,
Ibu.J:”Siapa lagi kalau bukan saya yang merawat suami,walaupun sekarang
saya sedang hamil besar .
d. Kemampuan keluarga untuk memelihara lingkungan yang sehat
Bp.D:”Saya berusaha membuat suasana rumah menjadi lebih nyaman agar
istri saya tetap merasa nyaman dengan kehamilanya.Misalnya saja,saya
menyapu halaman depan rumah saya,kadang-kadang juga membersihkan
rumah apalagi istri saya sedang hamil,jadi saya membantu dan mengerjakan
tugas rumah.
e. Kemampuan keluarga mengguakan fasilitas yang ada
Bp.D:”Pernah waktu istri saya sakit pada saat dia hamil itupun kalau sudah
parah, saya membawanya kepraktek bidan.
Kehamilan.
a. Kemampuan keluarga mengenali masalah kesehatan
Ibu.J:”Kalau saya sakit, saya jarang memeriksakan diri kepuskesmas,
kalaupun ada itu sudah parah.kalau tidak parah saya jarang memeriksakan
diri saya kepuskesmas.
Bp.D:”Selama kehamilan ini saya sering menjaga istri saya,apa lagi
sekarang istri saya terkena penyakit darah tinggi.
b. Kemampuan keluarga mengambil keputusan terhadap tindakan kesehatan
yang tepat
Ibu.J:”Saya sudah berjanji dengan suami saya,kalau saya melahirkan saya
akan membawa dukun dan bidan kerumah.
Bp D:”Kalau saya setuju-setuju saja.
c. Kemampuan keluarga untuk merawat anggota keluarga yang sakit
Bp.D:”Kalau saya sekarang,mejaga istri saya,apalagi sekarang istri saya
sedang hamil besar.
Ibu J :”Kalau saya sakit saya tidak ada pantangan makan.
d. Kemampuan keluarga untuk memelihara lingkungan yang sehat
Ibu J : “Kalau untuk kehamilan ya harus hati-hati,Tapi saya tidak perlu
khawatir karna lantai rumah saya terbuat dari papan.
Bp.D:”Kalau perjalanan dengan jarak yang jauh saya sering
mengantarnya,takutnya kalau ada apa-apa dijalan.
e. Kemampuan kelurga menggunakan fasilitas yang ada
Bp.D:”Kalau saya jarang membawa istri saya pergi untuk memeriksakan
kandungannya kebidan.
4. Fungsi Reproduksi
- Bp.D:”kalau saya terserah kepada istri saja.
- Ibu J:”Kalau saya cukup tiga saja,kalau terlalu banyak takutnya
tidak mampu membiayainya.
5. Fungsi Ekonomi
- Bp.D :”Kalau saya dapat uang,saya langsung mamberikan
semuanya kepada istri dan jika ada keperluan saya selalu meminta kepada
istri saya.
- Ibu.J :”Saya selalu membelanjakan uang untuk keperluan sehari-
hari.kami sekeluarga makan dua kali sehari.

F. Stres dan Koping Keluarga


Stresor jangka panjang.
- Ibu J :”saya sangat berharap kehidupan kami bisa lebih baik,sekarang saja
lebih susah makanya saya berharap kehidupan saya lebih baik.
- Bp.D :”saya juga berharap pekerjaan saya lebih baik, supaya
dapat memenuhi kebutuhan sehari – hari .apalagi kebutuhan sekarang makin
mahal jadi itu sangat memberatkan saya .
Stresor jangka pendek
- Ibu J : “ saya bingung tentang biaya untuk melahirkan , makanya
saya sudah janji dengan dukun saja dan tidak melahirkan ke RS .
- Bp D : “ saya juga jadi susah memikirkannya , tp nanti saya
pikirkan lagi bagaimana cara mencari uangnya

Strategi koping yang digunakan


- Ibu J:” kalau ada masalah saya selalu bicarakan dengan suami , kadang –
kadang dengan keluarga apalagi sejak saya hamil.
- Bp D :”saya selalu membicarakan masalah dengan istri saya
,walaupun itu hanya masalah kecil ,apalagi tentang biaya melahirkan itu
juga kami rundingkan bersama
G. Pemenuhan Kebutuhan Dasar Keluarga
1. Praktik diet keluarga
- Ibu J :” kalau masalah makan dan minum, keluarga kami tidak ada
pantangan ,apalagi sekarang saya sedang hamil nafsu makan saya
bertambah ,apalagi kalau saya makan tidak pernah ketinggalan sayur
daun singkong dan ikan asin sebab itu makanan kesukaan saya .
- Bp D : ” kalau saya sih makan apa adanya ,apa yang dimasakan istri saya
itulah yang saya makan .
2. Istirahat dan tidur
- Ibu J:” sebelum saya hamil tidur saya tidak tentu,tapi karena sekarang
saya sedang hamil besar jadi tidurnya agak awal sekitar jam 8 .dan
bangunnya jam 5.
3. Olah raga dan mobilisasi
- Ibu J:”Setiap pagi saya selalu menimbang air disumur karna dirumah
tidak ada mesin air.
- Bp.D:”Kalau saya sering membersihkan halaman dirumah,karna didepan
rumah saya sering cepat tumbuh rumput.
4. Eliminasi
Ibu J :”Sejak saya hamil sering BAK,kira-kira 4× sehari,Sedangkan BAB
saya 1-2× sehari.
Bp.D:”BAK saya 3×sehari,Sedangkan BAB saya 1-2×sehari.
5. Personal higine.
Ibu J :”Sejak saya hamil,saya malas mandi,kalaupun mandi dalam satu
hari cuma mandi 1x sehari.
Bp.D:”Kalau saya mandinya seperti biasa 3× sehari
H. Pengkajian Psikiatrik
1. Konsep Diri
Ibu J :”Saya akan menjadi Ibu dan istri yang baik bagi keluarga saya.
Bp.D:” Saya berharap dapat membangun rumah tangga yang bahagia.
2. Status kesehatan mental
Ibu J :”Semenjak saya hamil,bawaan saya selalu malas,jadi saya jarang
memperhatikan suami dan anak-anak saya.
Bp.D:”Kalau saya capek bekerja,saya kadang-kadang lupa memperhatikan istri
dan anak-anak saya.
3. Pengkajian resiko
Ibu J :”Dalam keluarga kami tidak ada yang mengalami gangguan jiwa,atau
prustasi yang berlebihan.Kami menekankan keterbukaan setiap ada masalah,
sehingga dapat diselesaikan,cuma dulunya ibu saya pernah menderita
hipertensi.
I. Pengkajian Menunjang
- Ibu J :”Kemarin waktu saya ke puskesmas, bidan mengatakan
kalau kehamilan saya beresiko tinggi jadi bidan menyarankan saya untuk
sering mengontrol kehamilan saya dipuskesmas.
- Bp.D :”Sebenarnya saya maunya,istri saya sering kontrol,tapi
karna faktor biaya yang tidak memungkinkan makanya saya tidak bisa
mengontrol kehamilan istri saya.

J. Harapan Keluarga Terhadap Perawat Berhubungan Dengan Masalah yang


Dihadapi
-Ibu J :”Saya ingin anak ketiga saya lahir dengan sehat dan selamat,itu saja
harapan saya.
-Bp.D :”Jika nanti istri saya melahirkan,saya ingin istri dan anak saya lahir
dengan selamat.

K. Pemeriksaan Fisik
Pengkajian head to Toe
Bp.D (40th) Ibu.J (35th) Anak C (9th) Anak Y (5th)
BB 59kg 65kg 25kg 15kg
TB 160cm 156cm - -
TD 120/80mmHg 150/90mmHg - -
Suhu 37,1ºC 37ºC 37ºC 37ºC
LILA - - - -
RR 22×/mnt 25×/mnt 25×/mnt 24×/mnt
Nadi 90×/mnt 87×/mnt 90×/mnt 92×/mnt
Rambut Hitam,ikal Hitam,lurus Hitam,ikal Hitam,lurus
Kulit Tugor Tugor Tugor Tugor
baik,sawo baik,putih baik,sawo baik,hitam
matang matang
Telinga Pendengaran N Pendengaran N Pendengaran N Pendengaran N
Mata N N N N
Hidung Penciuman N Penciuman N Penciuman N Penciuman N
Mulut N N N N
Leher N N N N
Kaki N N N N

2. ANALISA DATA
No Data Etiologi Masalah
1. DS :Ibu.J berkata :”saya makan Ketidak patuhan Pemeliharaan
pucuk ubi ditambah ikan asin sejak diet. kesehatan
hamil anak ketiga,nafsu makan inefektif pada
saya bertambah. Ibu.J yang sedang
DO :Ibu.J :”BB :65 kg hamil yang
150/90mmhg terkena Hipertensi
2. DS :Ibu.J berkata :”saya binggung Keterbatasan Ketidak mampuan
tentang biaya untuk melahirkan ekonomi keluarga Bp.D
makanya saya sudah janji dengan mengambil
dukun saja dan tidak melahirkan keputusan
DS:Bp.D berkata :”saya juga jadi terhadap tindakan
susah memikirkannya tapi nanti kesehatan yang
saya pikirkan lagi bagaimana cara tepat.
mencari uangnya.

Pemeliharaan
DS :”Bp.D berkata :”kalau saya Kurang kesehatan
jarang membawa istri saya pergi informasi inefektif
3.
untuk memeriksakan kandunganya tentang perilaku
kebidan. sehat
DS :”Ibu.J berkata :”biasanya
kalau saya sakit saya sering
berobat kedukun,sekarang saya
sedang hamil hanya dua kali saya
memeriksakan kandungan kebidan

Potensia trauma
atau injuri
Perilaku sehari-
DS :”Ibu J berkata :”setiap pagi
hari
saya selalu menimbak air disumur
4.
karna dirumah tidak ada mesin air