Anda di halaman 1dari 12

RERANGKA KONSEPTUAL

Makalah Mata Kuliah Pelaporan Korporat


Dosen : Dr. Ratna Nurhayati, M. Com., Ak., CA

Disusun Oleh :

Kelompok 5 Kelas B

1. Akmal Ansori (17/421426/EE/07250)


2. Vita Sekarini (17/414078/EE/07243)
3. Windi Ide Armiani (17/421468/EE/07292)
4. Yulianita Danti Sukardi (17/421471/EE/07295)

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPAK)


FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2018
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Menurut FASB, kerangka konseptual merupakan suatu sistem yang
menggambarkan suatu hubungan antara tujuan dan konsep dasar akuntansi
pembentuk standar yang digunakan untuk menghasilkan standar yang konsisten dan
mampu menjelasakan sifat, fungsi, serta keterbatasan dari akuntansi keuangan dan
laporan keuangan. Tujuan dari kerangka konseptual adalah memberikan petunjuk
dalam proses penyusunan standar sehingga sesuai dengan kerangka konseptual. Di
Indonesia, terdapat beberapa standar akuntansi yang disediakan untuk mengatur
pelaporan keuangan dari berbagai jenis entitas, antara lain:
1. Standar Akuntansi Keuangan (SAK).
Merupakan standar akuntansi yang ditujukan bagi entitas yang memiliki
kewajiaban untuk menyusun laporan keuangan.
2. Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK
ETAP).
Merupakan standar akuntansi yang ditujukan untuk entitas yang tidak
memiliki akuntabilitas publik yang signifikan namun diperkenankan oleh
regulator dengan maksud penerbitan laporan keuangannya adalah untuk tujuan
umum (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal.
3. Standar Akuntansi Syariah (SAS).
Merupakan standar akuntansi yang ditujukan untuk entitas yang melakukan
transaksi dengan skema syariah.
4. Standar Akuntansi Pemerintah (SAP).
Merupakan standar akuntansi yang ditujukan sebagai acuan dalam penyusunan
laporan keuangan pemerintah. Baik pemerintah pusat maupun pemerintah
daerah.
5. Standar Akuntasi Keuangan Entitas Mikro Kecil Menengah (SAK EMKM)
Merupakan standar yang ditujukan untuk entitas kecil mikro kecil menengah.
PEMBAHASAN

1. Jelaskan persamaan dan perbedaan rerangka konseptual standar akuntasni


entitas komersial, ETAP, entitas berlamdaskan syariah, entitas pemerintah, dan
EMKM!

Terdapat beberapa perbedaan pada standar akuntansi yang berlaku di Indonesia yaitu
terkait dengan tujuan kerangka konseptual, pengguna laporan keuangan, tujuan
laporan keuangan, asumsi dasar, unsur- unsur yang terdapat didalam laporan
keuangan serta penerbit dari tiap standarnya. Penjabarannya adalah sebagai berikut :

Standar Standar Standar Standar Standar


Akuntansi Akuntansi Akuntansi Akuntansi Akuntansi
Keuangan Keuangan – Pemerintahan Pemerintah Keuangan-
(SAK) / Entitas Tanpa (SAP) an (SAP) Entitas
PSAK Akuntabilitas Mikro Kecil
Publik (SAK- dan
ETAP) Menengah
Tujuan Tujuannya Untuk Digunakan Digunakan Dimaksudka
Kerangk adalah untuk digunakan oleh untuk acuan dalam n untuk
a acuan bagi : entitas tanpa dalam : mengatur digunakan
Konsept  Audit akuntabilitas 1. Menyus penyajian oleh entitas
ual or publik. Yang un serta kecil dan
dalam termasuk dalam standar pengungkapa menengah
memb entitas tanpa dalam n laporan
erikan akuntabilitas pelaksan keuangan
penda publik adalah : aan yang
pat. 1. Entitas tugas bertujuan
 Pengg yang 2. Menyus umum untuk
una tidak un entitas
lapora memilik laporan syariah
n i keuanga sehingga
keuan akuntabi n dalam dapat
gan, litas menang dibandingka
sehing publik gulangi n dengan
ga yang masalah laporan
memu signifika akuntan keuangan
dahka n si yang entitas
n 2. Menerbi belum syariah lain
dalam tkan ada ataupun
menda laporan aturanny dengan
patkan keuanga a laporan
pemah n untuk didalam entitas pada
aman tujuan standar periode
atas umum 3. Member sebelumnya.
inform bagi ikan
asi penggun pendapa
lapora a t terkait
n eksterna dengan
keuan l apakah
gan. laporan
 Dewa keuanga
n yang n telah
menyu sesuai
sun dengan
standa standar
r yang
akunta ada atau
nsi belum.
keuan Hal
gan tersebut
dilakuka
n oleh
pemerik
sa.
4. Penafsir
an
penggun
a
laporan
keuanga
n
mengen
ai
tentang
informa
si yang
disajika
n dalam
laporan
keuanga
n yang
disusun
telah
sesuai
dengan
standar.
Penggun Badan atau Pemilik yang Masyarakat, Pemilik dana Digunakan
a bisnis yang tidak langsung wakil rakyat qardh, oleh entitas
Laporan memiliki dalam (DPR, DPRD), pemilik dana yang tidak
Keuanga akuntabilitas pengelola lembaga mudharabah, atau belum
n publik, yaitu usaha, kreditur, pengawas pemilik dana mampu
badan yang dan lembaga (BPK), lembaga titipan, memenuhi
terdaftar atau pemeringkat pemeriksa pembayar persyaratan
masih dalam kredit. (KPK), pihak dan akuntansi
proses yang memberi penerima yang diatur
pendaftaran di atau berperan zakat, infaq, dalm SAK
pasar modal dalam proses sedekah, dan ETAP
seperti donasi, wakaf,
perusahaan investasi dan pengawas
publik, pinjaman dan syariah,
asuransi, pemerintah karyawan,
perbankan, pemasok.
BUMN,
ataupun
perusahaan
dana pensiun)

Contohnya:
Karyawan,
Pemasok dan
kreditur,
Investor,
Pemerintah,
Masyarakat
serta Pemberi
pinjaman.
Tujuan Memberikan Menyediakan Untuk Memberikan Menyediaka
Laporan informasi informasi posisi menyediakan informasi n informasi
Keuanga mengenai keuangan, informasi yang tentang mengenai
n posisi kinerja relevan posisi posisi
keuangan, keuangan, dan mengenai posisi keuangan, keuangan,
kinerja laporan arus kas keuangan dan kinerja dan kinerja dan
keuangan, suatu entitas seluruh arus kas laporan kas
dan arus kas yang transaksi yang entitas suatu entitas.
entitas yang bermanfaat bagi dilakukan oleh syariah yang
bermanfaat sejumlah besar suatu entitas bermanfaat
bagi sebagian pengguna pelaporan bagi
besar dalam selama satu sebagian
kalangan pengambilan periode besar
pengguna keputusan pelaporan. kalangan
laporan ekonomi oleh pengguna
keuangan siapapun. laporan
dalam keuangan
pembuat dalam
keputusan rangka
ekonomi membuat
keputusan-
keputusan
ekonomi.
Asumsi Akrual dan Akrual Kemandirian Akrual dan Akrual dan
dasar kelangsungan entitas, kelangsunga kelangsunga
usaha entitas kesinambungan n usaha n usaha
dan going entitas, entitas dan entitas.
concern keterukuran going
dalam satuan concern
uang.
Karakter Dapat Dapat Dapat Dapat Dapat
istik dipahami, dipahami, dipahami, dipahami, dipahami,
kualitif relevan, relevan, relevan, andal, relevan, relevan,
informas materialitas, materialitas, dapat materialitas, materialitas,
i yang keandalan, keandalan, dibandingkan, keandalan, keandalan,
relevan peyajian, substansi dapat dipahami penyajian peyajian,
penyajian mengungguli jujur, penyajian
jujur, bentuk, substansi jujur,
substansi pertimbangan, mengungguli substansi
mengungguli kelengkapan, bentuk, mengungguli
bentuk, dapat netralitas, bentuk,
netralitas, dibandingkan, pertimbanga netralitas,
pertimbangan tepat waktu, n sehat, pertimbanga
sehat, keseimbangan kelengkapan, n sehat,
kelengkapan, antara biaya dapat kelengkapan,
dapat dan manfaat dibandingka dapat
dibandingkan, n, tepat dibandingka
tepat waktu, waktu, n, tepat
keseimbangan keseimbanga waktu,
antara biaya n antara keseimbanga
dan manfaat, biaya dan n antara
keseimbangan manfaat, biaya dan
diantara keseimbanga manfaat,
karakteristik n diantara keseimbanga
kualitatif, karakteristik n diantara
penyajian kualitatif, karakteristik
wajar penyajian kualitatif,
wajar penyajian
wajar
Unsur- - Posisi - Posisi - Laporan Komponen - Lapo
unsur keuan keuanga peaksan laporan ran
laporan gan n terdiri aan: keuangan posis
keuanga terdiri dari Laporan yang i
n dari aset, Realisas mencermink keua
aset, kewajib i an: ngan
kewaji an, dan Anggara - kegia terdir
ban, ekuitas n, dan tan i dari
dan pada Laporan kome aset,
ekuita waktu Perubah rsial liabili
s pada tertentu an Saldo - kegia tas,
waktu - Kinerja Anggara tan dan
tertent keuanga Lebih sosial ekuit
u n terdiri - Laporan - kegia as
- Kinerj hubunga Finansia tan - Lapo
a n abtara l: dan ran
keuan penghas Neraca, tangg laba
gan ilan dan Laporan ung rugi
terdiri beban Operasi jawa terdir
hubun dari onal, b i dari
gan ekuitas Laporan khus pend
abtara Perubah us apata
pengh an entita n,
asilan Ekuitas, s beba
dan Laporan syari n
beban Keuang ah pajak
dari an terse ,
ekuita Koperas but serta
s i beba
n
keua
ngan
- Catat
an
atas
lapor
an
keua
ngan
Penerbit DSAK IAI DSAK IAI KSAP DSAS DSAK IAI

Dilihat dari penjabaran perbedaan kelima standar akuntansi di atas, adapun


persamaan yang dimiliki yaitu terkait dari segi karakteristik kualitatif informasi yang
disajikan dalam laporan keuangannya adalah sebagai berikut :
 Dapat dipahami.
Informasi dalam laporan keuangan harus dapat dengan mudah dipahami oleh
pemakai.
 Relevan.
Infotmasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses
pengambilan keputusan. Relevansi informasi dapat digambarkan oleh
materialitasnya. Informasi dikatakan material apabila terdapat kesalahan
dalam menyajikan informasi tersebut sehingga dapat mempengaruhi
pengambilan keputusan oleh pemakai.
 Keandalan.
Informasi dikatakan terandalkan apabila bebas dari kesalahan materil dan
menyajikan informasi yang jujur.
 Dapat dibandingkan.
Informasi dalam laporan keuangan harus dapat memperbandingkan laporan
entitas antar periode untuk mengetahui kinerja keuangan yang berguna untuk
mengevaluasi posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan
secara relatif.

3. Mengapa terdapat perbedaan rerangka konseptual pada standar akuntansi yang


berbeda?
Karena, pengguna dari tiap- tiap standar akuntansi adalah berbeda. Sehingga rerangka
konseptual yang dibuat juga disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya terkait
dengan aspek tujuan, asumsi dasar, serta unsur- unsur yang terdapat didalam laporan
keuangan yang akan digunakan.

4. Informasi utama apa sajakah yang harus termuat dalam rerangka konseptual?

Adapun informasi utama yang harus termuat didalam kerangka konseptual terbagi
menjadi 3 level yaitu :

 Level 1 (Tingkatan Teori Tertinggi – Basic Objective)


Pada level ini menjelaskan ruang lingkup dan tujuan pelaporan keuangan.
 Level 2 (Tingkatan Selanjutnya - Fundamental Concept)
Pada level ini menjelaskan dan mengidentifikasikan karakteristik kualitatif
dari informasi keuangan dalam elemen laporan keuangan, serta
mendefinisikan elemen dalam laporan keuangan.

 Level 3 (Tingkat Operasional yang lebih rendah – Recognition, Measurment,


and Disclosure Concept)
Pada level ini menjelaskan mengenai asumsi/konsep dasar, prinsip akuntansi,
dan kendala dalam menyajikan informasi yang berkualitas. Dalam hal ini yaitu
menjelaskan bagaimana perusahaan harus mengakui, mengukur, dan
melaporkan elemen finansial dan kegiatannya dalam entitas tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

Modul Chartered Accountant.2015.Pelaporan Korporat.Jakarta: Ikatan Akuntan


Indonesia

Exposure Draft

ED. PSAK EMKM

ED. PSAK Syariah

ED. PSAP

ED. PSAK ETAP

ED. PSAK KOMERSIAL

https://leonardogustav.wordpress.com/2015/11/17/kerangka-konseptual-akuntansi