Anda di halaman 1dari 18

SAP KESEHATAN LINGKUNGAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )

Cabang ilmu : Keperawatan komunitas


Topik : Kesehatan Lingkungan
Hari/Tanggal : Rabu, 02 Mei 2018
Waktu : Jam 16.00 WIB
Tempat : Posko kelompok 4 / musola
Sasaran : Masyarakat RW 04 Desa Margakaya
Metode : Ceramah, Tanya jawab
Media : Infokus , ppt
Materi : ( Terlampir )

A. Tujuan instruksional
1. Tujuan umum
Setelah mengikuti ceramah dan tanya jawab selama 27 menit
diharapkan peserta mampu mengerti, memahami dan menjelaskan
tentang kesehatan lingkungan

2. Tujuan khusus
Setelah mengikuti ceramah dan Tanya jawab selama 27 menit
diharapkan peserta mampu :

1. Menyebutkan Pengertian Rumah Sehat


2. Menyebutkan Pengertian Jamban sehat
3. Menyebutkan Upaya pemberantasan sarang nyamuk ( PSN)
4. Menyebutkan Upaya yang harus dilakukam agar rumah bebas
dari asap rokok
5. Menyebutkan Pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun (
PHBS )
B. Sub Pokok Bahasan (materi terlampir)
1. Pengertian Rumah Sehat
2. Pengertian Jamban sehat
3. Upaya pemberantasan sarang nyamuk ( PSN )
4. Upaya rumah bebas dari asap rokok
5. Pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun ( materi PHBS )

C. Kegiatan Penyuluhan

No Waktu Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta Metode & Media

1 Pra Pembelajaran:
Mempersiapkan materi,
media, dan tempat
2 2 menit Pembukaan : - Menjawab salam Metode:
- Mendengarkan ceramah,
1. Membuka kegiatan
- Memperhatikan Tanya jawab
dengan
mengucapkan
salam
2. Memperkenalkan
diri
3. Kontrak waktu
4. Menyebutkan
materi yang akan
diberikan.
5. Menjelaskan tujuan
dari penyuluhan
3 15 Pelaksanaan : - Memperhatikan - Metode:
menit - Bertanya dan ceramah, Tanya
1. Penyuluh
menjawab jawab
menyampaikan
pertanyaan yang
materi Media: PPT dan
diajukan
(lihat sub pokok infokus
bahasan)
2. Sasaran menyimak
materi
3. Sasaran
mengajukan
pertanyaan
4. Penyuluh
menjawab
pertanyaan

4 10 Evaluasi: Metode:
menit ceramah, Tanya
1. Memberikan
jawab
Pertanyaan
2. Penyuluh dan
sasaran
menyimpulkan
materi
Penutup:
1. Mengucapkan
salam penutup
D. Setting tempat

LAYAR INFOKUS

MODERATOR
PENYAJI

PESERTA PENYULUHAN

E. Evaluasi
1. Evaluasi terstruktur
- Peserta hadir ditempat penyuluhan di ruangan
- Pelaksanaan penyuluhan sesuai yang telah dirumuskan pada
SAP
- Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan
sebelum dan saat penyuluhan
- Kesimpulan penyuluh termasuk kesiapan modul dan media
yang akan digunakan
- Kesiapaan audiensi meliputi kesiapaan menerima penyuluhan

2. Evaluasi proses
- Peserta antusias dan berkonsentrasi terhadap materi yang
disampaikan oleh penyuluh
- Peserta mendengarkan materi penyuluhan dengan baik dan
ada respon positif dari peserta.
- Peserta mengikuti kegiatan penyuluhan sampai selesai dan
tidak meninggalkan tempat
- Peserta mengajukan pertanyaan dan mampu menjawab
pertanyaan secara benar.
- Penyuluh menjelaskan atau menyampaikan materi dengan
jelas dan dengan suasana rileks.

3. Evaluasi Hasil
Peserta mampu menjawab 50 % dari pertanyaan penyuluh dengan benar
meliputi:
- Peserta mampu menjelaskan pengertian Rumah yang sehat
- Peserta mampu menjelaskan pengertian Jamban yang sehat
- Peserta mampu menyebutkan upaya pemberantasan sarang
nyamuk ( PSN)
- Peserta dapat menyebutkan upaya yang harus dilakukan agar
rumah bebas dari asap rokok
- Peserta dapat menjelaskan pentingnya mencuci tangan
menggunakan sabun
F. LAMPIRAN MATERI KESEHATAN LINGKUNGAN

RUMAH SEHAT
 Pengertian Rumah Sehat
Pengertian rumah sehat adalah rumah yang dapat memenuhi kebutuhan
rohani dan jasmani secara layak sebagai suatu tempat tinggal atau
perlindungan dari pengaruh alam luar serta memenuhi syarat-
syarat rumah yang sehat. Kebutuhan jasmani misalnya : terpenuhi
kebutuhan jasmani seperti membaca, menulis, istirahat dan aktivitas
lainnya. Kebutuhan rohani misalnya : perlindungan terhadap penyakit,
cuaca, angin dan sebagainya.

 Syarat –syarat Rumah Sehat


1. Lantai
Lantai sebaiknya tidak lembab,kedap air dan mudah dibersihkan. Lantai
rumah terbuat dari semen atau ubin, keramik, atau cukup tanah biasa
yang dipadatkan. Syarat yang penting disini adalah tidak berdebu pada
musim kemarau dan tidak becek pada musim hujan. Lantai yang basah
dan berdebu merupakan sarang penyakit.

2. Atap
Atap rumah sebaiknya terbuat bahan yang tidak menimbulkan suhu
panas dan memberikan rasa nyaman,mialnya dengan atap genteng.Atap
genteng adalah umum dipakai baik di daerah perkotaan maupun di
pedesaan.
Di samping atap genteng adalah cocok untuk daerah tropis juga dapat
terjangkau oleh masyarakat dan bahkan masyarakat dapat membuatnya
sendiri. Namun demikian banyak masyarakat pedesaan yang tidak
mampu untuk itu maka atap daun rumbai atau daun kelapa pun dapat
dipertahankan. Atap seng maupun asbes tidak cocok untuk rumah
pedesaan, disamping mahal juga menimbulkan suhu panas di dalam
rumah.
3. Ventilasi
Ventilasi digunakan untuk pergantian udara .Ventilasi yang baik dalam
ruangan harus mempunyai syarat lainnya, di antaranya:

1. Luas lubang ventilasi tetap, minimum 5% dari luas lantai ruangan.


Sedangkan luas lubang ventilasi insidentil (dapat dibuka dan ditutup)
minimum 5%. Jumlah keduanya menjadi 10% dikali luas lantai
ruangan. Ukuran luas ini diatur sedemikian rupa sehingga udara yang
masuk tidak terlalu deras dan tidak terlalu sedikit.
2. Udara yang masuk harus udara bersih, tidak dicemari oleh asap
dari sampah atau dari pabrik, dari knalpot kendaraan, debu dan lain-
lain.
3. Aliran udara diusahakan ventilasi silang dengan menempatkan
lubang hawa berhadapan antara 2 dinding ruangan. Aliran udara ini
jangan sampai terhalang oleh barang-barang besar misalnya almari,
dinding sekat dan lain-lain.

Ventilasi ada 2 macam yaitu :


1. Ventilasi alamiah melalui jendela, pintu, lubang anginlubang
dinding, kurang menguntungkan karena menjadi jalan masuk binatang
binatang atau vector penyakit
2. Ventilasi buatan dengan menggunakan alat khusus yaitu kipas
angina pengisap udara tapi tidak cocok untuk perumahan pedesaan

4. Cahaya
Rumah yang sehat memerlukan cahaya yang cukup, tidak kurang dan
tidak terlalu banyak.

Cahaya dibagi menjadi 2 macam yaitu :


1) Cahaya alamiah
 Cahaya alami sangat penting karena dapat mebunuh bakteri
pathogen misalnya TBC yang sensitive terhadap sinar
matahari
 Sebaiknya jendela 15%-30% dari luas lantai
 Dalam membuat jendela diusahakan sinar dapat langsung
masuk keruangan tidak terhalang oleh bangunan lain
 Jendela sebagai ventilasi dan sebagai jalan masuk cahaya
 Diusahakan sinar matahari menyinari lantai, bukan dinding
 Diusahakan dengan genteng kaca

2) Cahaya buatan
Sumber dari lampu listrik api diesel dan lain lain

5. Luas Bangunan
Rumah
Luas lantai bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni di
dalamnya, artinya luas lantai bangunan tersebut harus disesuaikan
dengan jumlah penghuninya. Luas bangunan yang tidak sebanding
dengan jumlah penghuninya akan menyebabkan perjubelan
(overcrowded),minimal 2,5-3 meter untuk tiap jiwa.Luas ruang tidur
minimal 8m2 dan tidak dianjurkan digunakan lebih dari dua orang
tidur dalam satu ruang tidur, kecuali anak dibawah umur 5 tahun.

6. Sampah
Sampah – sampah di tempat tinggal dapat ditanggulangi dengan cara
dibuang dilokasi pembuangan sampah (yang jauh dari lingkungan
tempat tinggal), atau dengan pembuatan lubang sampah, dengan
menimbun atau dikelola untuk dibuat pupuk kandang.

7. Tempat Pembuangan Tinja (jamban)


Rumah yang sehat harus mempunyai tempat pembuangan
kotoran (tinja) yaitu WC/septick tank,kakus, dan lain –
lain. Jarak jamban dengan sumber air minimal 10 meter.
8. Sumber Air
Kualitas air tanah dan air minum harus baik dan memenuhi
persyaratan kesehatan.Sumber Air (sumur), konstruksinya baik dan
memenuhi syarat, perlu diperhatikan saat membuat sumur, jarak
minimal dari sumber air kotor (septick tank, sumur resapan, saluran
air kotor yg tidak kedap air) adalah 7 meter, agar sumur tidak
tercemar.
9.Kandang hewan
Kandang hewan (biasanya untuk rumah di pedesaan), letaknya
diusahakan agar tidak terlalu dekat dengan rumah dan harus
terisah. Kandang hewan tidak boleh serumah dengan penghuni.

 Manfaat Rumah Sehat

Manfaat rumah sehat yaitu :


1. Untuk tempat beristirahat, tempat tinggal dan kegiatan hidup
harian.
2. Melindungi penghuninya dari cuaca baik / buruk.
3. Mencegah penyebaran penyakit menular.
4. Melindungi penghuninya dari bahaya-bahaya dari luar.
5. Meningkatkan hubungan sosial diantara penghuninya.

 Upaya yang dilakukan agar Rumah menjadi Sehat

Yang perlu dilakukan agar rumah menjadi sehat :


a) membuka jendela kamar setiap pagi dan siang.
b) Membersihkan rumah dan halaman rumah setiap hari.
c) Kamar mandi dijaga kebersihannya setiap hari.
d) Membuang sampah pada tempatnya.
e) Mendapat penerangan yang cukup.
f) Dinding diusahakan terang.
g) Menata rapi barang di rumah.
h) Melakukan penghijauan pada halaman.
i) Menguras bak mandi.
j) Mengubur barang bekas.
JAMBAN SEHAT
a. Pengertian Jamban
Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas
pembuangan kotoran manusia yang terdiri atas tempat
jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau
tampa leher angsa atau cemplung yang dilengkapi
dengan unit penampungan kotoran dan air untuk
membersihkanya.

b. Mengapa harus menggunakan jamban?


 Menjaga lingkungan bersih, sehat dan tidak
berbau
 Tidak mencemari sumber air yang berada
disekitarnya.
 Tidak mengundang datangnya lalat atau
serangga yang dapat menjadi penular penyakit
c. Syarat jamban sehat
 Tidak mencemari tanah disekitarnya
 Mudah dibersihkan dan aman digunakan
 Dilengkapi dinding dan atap pelindung
 Penerangan dan ventilasi cukup
 Lantai kedap air dan luas ruangan memadai
 Tersedia air, sabun dan alat pembersih
d. Cara memelihara jamban sehat
 Lantai jamban hendaknya selalu bersih dan
tidak ada genangan air.
 Bersihkan jamban dengan teratur sehingga ruan
jamban dalam keadaan bersih
 Di dalam jamban tidak ada kotoran yang
terlihat
 Tidak ada serangga dan tikus yang berkeliaran
 Tersedia alat pembersih
 Bila ada kerusakan, segera diperbaiki

RUMAH BEBAS JENTIK NYAMUK


a. Apa itu rumah bebas jentik
Rumah bebas jentik adalah rumah tangga yang setelah
dilakukan pemeriksaan jentik berkala tidak terdapat
jentik nyamuk.
b. Pemeriksaan jentik berkala (PJB)
Adalah pemeriksaan jentik pada tempat-tempat
perkembangbiakan nyamuk (tempat penampungan air)
yang ada didalam rumah seperti bak mandi (WC) vas
bunga, tatakan kulkas, dll. Dan diluar rumah seperti
talang air, alas pot kembang, pagar bambu dll, yang
dilakukan secara teratur setiap minggu.
c. Siapa yang melakukan pemeriksaan jentik nyamuk
dirumah?
Seluruh anggota rumah tangga yang mampu
melakukan pemeriksaan jentik.
d. Cara menghindari gigitan nyamuk
 Selalu melakukan program 3M ( Menguras,
menutup, mengubur)
 Menggunakan kelambu
 Menghindari kebiasaan menggantung
pakaian di belakang pintu kamar
 Memakai obat yang dapat mencegah gigitan
nyamuk.
 Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi
yang memadai
 Memperbaiki saluran dan talang air yang
rusak
 Menaburkan bubuk pembunuh
jentik.(abate)

RUMAH BEBAS ASAP ROKOK


Satu – satunya upaya agar rumah bebas dari asap rokok
adalah dengan membuat peraturan di dalam keluarga
kita untuk melarang kebiasaan “MEROKOK DALAM
RUMAH “ , bisa dengan stiker tulisan himbauan
dilarang merokok atau menasehati jika ada keluarga kita
yang merokok dalam rumah untuk mematikan rokoknya
.Ini berlaku tidak hanya bagi anggota keluarga sendiri
yang merokok namun agar orang lain yang bertamu juga
diharapkan mematuhi peraturan yang telah kita buat
untuk tidak merokok di dalam rumah, terlebih lagi jika
di rumah kita ada ibu hamil , bayi , atau anak – anak yang
bisa menjadi perokok pasif yang lebih membahayakan
keseahatan mereka. Alangkah lebih baik jika seseorang
yang merokok mengurangi bahkan menghentikan
kebiasaan merokoknya karena mewujudkan lingkungan
yang sehat tidak hanya sebatas di dalam rumah tapi di
lingkungan sekitar tempat kita tinggal. Jadi dengan men
STOP kebiasaan perilaku merokok dapat memberikan
feedback positiv atau kontribusi dalam meningkatkan
derajat kesehatan di lingkungan tempat kita tinggal.
PENTINGNYA MENCUCI TANGAN MENGGUNAKAN SABUN

 Apa itu perilaku hidup bersih dan sehat?


 PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan
atas kesadaran.
 PHBS jumlahnya banyak sekali setiap rumah tangga
dianjurkan melaksanakan PHBS

 Sepuluh perilaku hidup bersih dan sehat


 Persalinan ditolong oleh bidan
 Beri bayi dengan ASI ekslusif
 Menimbang bayi dan balita
 Menggunakan air bersih
 MENCUCI TANGAN DENGAN AIR DAN SABUN
 Menggunakan jamban sehat
 Memberantas jentik nyamuk
 Makan buah dan sayur setiap hari
 Melakukan aktifitas fisik setiap hari
 Tidak merokok dalam rumah
 Air bersih
a. Syarat-ayarat air bersih
 Air tidak berwarna, harus bening dan jernih
 Air tidak keruh, harus bebas dari pasir, debu,
lumpur, sampah, busa dan kotoran lainnya.
 Air tidak berasa
 Air tidak berbau
b. Kegunaan air
 Untuk diminum
 Untuk dimasak
 Untuk mandi
 Untuk mencuci
 Sumber Air Bersih
 Mata air
 Sumur gali
 Sumur pompa
 Penampungan Air hujan
 Air kemasan

c. Manfaat menggunakan air bersih


 Terhindar dari gangguan penyakit seperti diare,
kolera, dysentri, typus, cacingan, penyakit mata,
penyakit kulit, atau keracunan.
 Setiap anggota keluarga terpelihara kebersihan
dirinya

d. Cara menjaga kebersihan sumber air bersih


 Letak sumber air dengan jamban dan tempat
pembuangan sampah paling sedikit adalah 10 meter.
 Sumber mata air harus dilindungi dari bahan
pencemaran
 Sumber air minum harus dijaga bangunannya.
 Sumber air minum harus dijaga kebersihannya
 Apa Itu Sampah..???
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber
hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai
ekonomis

Jenis Sampah

a. Sampah organik
Sampah yang sebagian besar tersusun oleh senyawa-senyawa organik,
dan berasal dari sisa-sisa tumbuhan (sayur, buah, daun, kayu, dll.),
hewan (bangkai, kotoran, bagian tubuh seperti tulang, dll.). Sampah ini
bersifat dapat terurai (degradable) sehingga dalam waktu tertentu akan
berubah bentuk dan dapat menyatu kembali dengan alam.

b. Sampah An-organik
Sampah yang sebagian besar tersusun oleh senyawa-senyawa an-
organik, dan berasal dari sisa industri, seperti plastik, botol / kaca,
kaleng, logam, dll.. Sampah an-organik umumnya bersifat sukar terurai
/ sukar lapuk dan tidak lapuk (non-degradable) sehingga akan selalu
dalam bentuk aslinya di alam.

 Dampak Sampah Terhadap Kesehatan


a. Diare
b. Typhoid

c. Penyakit Kulit (Gatal-Gatal)

 Dampak Sampah Terhadap Lingkungan

Banjir Pencemaran Sungai

Sarang Lalat Pencemaran

Lingkungan Penduduk
 Cara Pengolahan Sampah

 Penimbunan.
 Pembakaran.
 Mendaur Ulang (memakai kembali barang bekas yang masih
bisa di pakai)
DAFTAR PUSTAKA

DEPKES RI, 2014. Kurikulum Dan Modul Pelatihan Bidan Poskesdes Jakarta.
Depkes RI :Jakarta

Notoatmojo, Soekidjo. 2014. Kesehatan Masyarakat. Jakarta:Rineka Cipta