Anda di halaman 1dari 12

TUGAS KOMPONEN DAN RANGKAIAN ELEKTRONIKA

KAPASITOR

Oleh :

Nama : Meli Gustina

Kelas : 1 TE A

Dosen Pembimbing : Ir. Abdul Rakhman, M.T

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI DIV

2017/2018
KAPASITOR

A. Pengertian Kapasitor

Kapasitor (Capacitor) atau disebut juga dengan Kondensator (Condensator) adalah


komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan muatan arus listrik dalam waktu
sementara dengan satuan kapasitansinya adalah Farad. Satuan Kapasitor tersebut diambil
dari nama penemunya yaitu Michael Faraday (1791 ~ 1867) yang berasal dari Inggris.
Namun Farad adalah satuan yang sangat besar, oleh karena itu pada umumnya Kapasitor
yang digunakan dalam peralatan elektronika adalah satuan Farad yang dikecilkan menjadi
pikoFarad, NanoFarad dan MicroFarad.
Konversi Satuan Farad adalah sebagai berikut :
1 Farad = 1.000.000 µF (mikro Farad)
1µF = 1.000 nF (nano Farad)
1µF = 1.000.000 pF (piko Farad)
1nF = 1.000pF (piko Farad)

Kapasitor merupakan komponen elektronika yang terdiri dari 2 pelat konduktor yang
pada umumnya adalah terbuat dari logam atau metal dan sebuah isolator diantaranya sebagai
pemisah. isolator ini disebut sebagai Dielectric. Dielectric inilah yang nantinya akan
menyimpan muatan arus DC. Dalam rangkaian elektronika, kapasitor disingkat dengan huruf
“C”.

B. Sejarah Kapasitor
Sejarah penemuan kapasitor sangat bervariasi, tidak ada keterangan yang pasti kapan
pertama kali kapasitor ditemukan. Ada catatan yang menunjukkan seorang ilmuwan Jerman
bernama Georg von Kleist Ewald menemukan kapasitor pada bulan November 1745.
Beberapa bulan kemudian Pieter van Musschenbroek, seorang profesor Belanda di
Universitas Leyden datang dengan perangkat yang sangat mirip dalam bentuk Botol Leyden,
yang umumnya diakui sebagai kapasitor pertama. Karena Kleist tidak memiliki rekaman dan
catatan rinci dan karena ketenaran rekannya, Musschenbroek, dia sering diabaikan sebagai
kontributor evolusi kapasitor. Namun, selama bertahun-tahun, keduanya telah diberi kredit
yang sama seperti yang telah ditetapkan bahwa penelitian mereka independen satu sama lain.
Botol Leyden merupakan perangkat yang sangat sederhana. Terdiri dari tabung kaca,
setengah terisi dengan air dan bagian dalam dan luar dilapisi dengan kertas logam. Gelas
berfungsi sebagai dielektrik. Terdapat kawat logam atau rangkaian yang menembus gabus di
atas tabung. Rangkaian tersebut kemudian tersambung ke sesuatu yang akan menghantarkan
muatan, kemungkinan besar sebuah generator statis yang digerakkan tangan. Tabung akan
menampung dua muatan yang sama tetapi berlawanan dalam kesetimbangan sampai mereka
terhubung dengan kawat, menghasilkan sedikit percikan atau sengatan arus.

Benjamin Franklin mengembangkan eksperimen botol Leyden dalam kelistrikan dan


segera menemukan bahwa potongan datar dari kaca bekerja sebaik model tabung, mendorong
dia untuk mengembangkan kapasitor datar, atau Franklin square. Bertahun-tahun kemudian,
kimiawan Inggris Michael Faraday akan memplopori aplikasi praktis pertama untuk
kapasitor pada percobaan untuk menyimpan elektron yang tidak terpakai dari eksperimennya.
Hal ini berujung pada kapasitor yang digunakan pertama kali, terbuat dari barel minyak
besar. Kemajuan Faraday dengan kapasitor inilah yang akhirnya memungkinkan kita untuk
memberikan tenaga listrik melalui jarak yang jauh. Sebagai hasil dari prestasi Faraday di
bidang kelistrikan, unit pengukuran untuk kapasitor, atau kapasitansi, dikenal sebagai farad.

C. Jenis-Jenis Kapasitor
A. KAPASITOR NILAI TETAP (FIXED CAPACITOR)
Fixed Capacitor adalah Kapasitor yang nilainya konstan atau tidak dapat diubah
maupun berubah-ubah. Berikut ini adalah jenis-jenis Kapasitor yang termasuk fixed
capacitor:
1. Kapasitor Keramik (Ceramic Capasitor)

Kapasitor Keramik adalah Kapasitor yang Isolatornya terbuat dari Keramik dan
berbentuk bulat tipis ataupun persegi empat. Kapasitor Keramik tidak memiliki
polaritas, jadi dapat dipasang bolak-balik dalam rangkaian. Pada umumnya, Nilai
Kapasitor Keramik berkisar antara 1pf sampai 0.01µF.

2. Kapasitor Polyester (Polyester Capacitor)

Kapasitor Polyester adalah kapasitor yang isolatornya terbuat dari polyester dengan
bentuk persegi empat. Kapasitor polyester dapat dipasang terbalik dalam rangkaian
elektronika (tidak memiliki polaritas)

3. Kapasitor Kertas (Paper Capacitor)


Kapasitor Kertas adalah kapasitor yang isolatornya terbuat dari kertas dan pada
umumnya nilai kapasitor kertas berkisar diantara 300pf sampai 4µF. Kapasitor
kertas tidak memiliki polaritas arah atau dapat dipasang bolak balik.

4. Kapasitor Mika (Mica Capacitor)

Kapasitor Mika adalah kapasitor yang bahan isolatornya terbuat dari bahan mika.
Nilai kapasitor Mika pada umumnya berkisar antara 50pF sampai 0.02µF.
Kapasitor mika juga dapat dipasang bolak balik karena tidak memiliki polaritas
arah.

5. Kapasitor Elektrolit (Electrolyte Capacitor)

Kapasitor Elektrolit adalah kapasitor yang bahan isolatornya terbuat dari Elektrolit
(Electrolyte) dan berbentuk Tabung / Silinder. Kapasitor Elektrolit atau disingkat
dengan ELCO ini sering dipakai pada rangkaian yang memerlukan kapasintasi
(Capacitance) yang tinggi. Kapasitor elektrolit ini memiliki polaritas arah
Positif (-) dan Negatif (-), sehingga pada pemasangannya harus memperhatikan
polaritasnya. Pada umumnya nilai kapasitor elektrolit berkisar dari 0.47µF hingga
ribuan micro farad(µF). Biasanya di badan kapasitor elektrolit (ELCO) akan tertera
nilai kapasitansi, tegangan (Voltage), dan terminal Negatif-nya. Hal yang perlu
diperhatikan, kapasitor elektrolit dapat meledak jika polaritas (arah)
pemasangannya terbalik dan melampui batas kamampuan tegangannya.
6. Kapasitor Tantalum

Kapasitor Tantalum juga memiliki Polaritas arah Positif (+) dan Negatif (-) seperti
halnya Kapasitor Elektrolit dan bahan Isolatornya juga berasal dari elektrolit.
Disebut dengan Kapasitor Tantalum karena kapasitor jenis ini memakai bahan logam
tantalum sebagai terminal anodanya (+). Kapasitor Tantalum dapat beroperasi pada
suhu yang lebih tinggi dibanding dengan kapasitor elektrolit lainnya dan juga
memiliki kapasintansi yang besar tetapi dapat dikemas dalam ukuran yang lebih
kecil dan mungil. Oleh karena itu, Kapasitor Tantalum merupakan jenis kapasitor
yang berharga mahal. Pada umumnya dipakai pada peralatan Elektronika yang
berukuran kecil seperti di Handphone dan Laptop.

B. KAPASITOR VARIABEL (VARIABLE CAPACITOR)


Kapasitor Variabel adalah Kapasitor yang nilai Kapasitansinya dapat diatur atau
berubah-ubah. Secara fisik, Kapasitor Variabel ini terdiri dari 2 jenis yaitu :
1. VARCO (Variable Condensator)

VARCO (Variable Condensator) yang terbuat dari Logam dengan ukuran yang
lebih besar dan pada umumnya digunakan untuk memilih Gelombang Frekuensi
pada Rangkaian Radio (digabungkan dengan Spul Antena dan Spul Osilator).
Nilai Kapasitansi VARCO berkisar antara 100pF sampai 500pF
2. Trimmer

Trimmer adalah jenis Kapasitor Variabel yang memiliki bentuk lebih kecil
sehingga memerlukan alat seperti Obeng untuk dapat memutar Poros pengaturnya.
Trimmer terdiri dari 2 pelat logam yang dipisahkan oleh selembar Mika dan juga
terdapat sebuah Screw yang mengatur jarak kedua pelat logam tersebut sehingga
nilai kapasitansinya menjadi berubah. Trimmer dalam Rangkaian Elektronika
berfungsi untuk menepatkan pemilihan gelombang Frekuensi (Fine Tune). Nilai
Kapasitansi Trimmer hanya maksimal sampai 100pF.

C. Berdasarkan Polarnya
- Kapasitor Polar
Memiliki polaritas (+) dan (-). Dalam pemasangannya harus diperhatikan
polaritasnya dan tidak boleh dipasang terbalik. Pada bodynya terdapat tanda
polaritasnya untuk menandai kaki yang berpolaritas (+) atau (-). Contoh : Elco,
Tantalum
- Kapasitor Non Polar (Bipolar Capasitor)
Jenis kapasitor ini bisa dipasang bolak-balik. Contoh : Kapasitor Mika, Kapasitor
Kertas, Kapasitor Keramik, Kapasitor Polyster

D. Fungsi Kapasitor

Pada peralatan elektronika, kapasitor merupakan salah satu jenis komponen


elektronika yang paling sering digunakan. Hal ini dikarenakan kapasitor memiliki
banyak fungsi sehingga hampir setiap rangkaian elektronika memerlukannya.
Dibawah ini adalah beberapa fungsi daripada kapasitor :
- Sebagai Penyimpan arus atau tegangan listrik (Fungsi Utama)
- Sebagai Konduktor yang dapat melewatkan arus AC (Bypass AC)
- Sebagai Isolator yang menghambat arus DC (Blocking DC)
- Sebagai Kopling (Untuk meningkatkan tegangan suatu rangkaian)
- Sebagai Pembangkit Frekuensi dalam Rangkaian Osilator (Jika dirangkain
dengan induktor, contoh : Hartley Oscillator)
- Sebagai Penggeser Fasa
- Sebagai Pemilih Gelombang Frekuensi (Kapasitor Variabel yang digabungkan
dengan Spul Antena dan Osilator)

E. Cara Kerja Kapasitor


Kapasitor bekerja dengan sistem Bypass AC dan Blocking DC. Artinya,
kapasitor akan melewartkan arus AC dan kapasitor hanya akan bekerja layaknya
resistansi biasa. Namun, jika dilewati arus DC, dia akan menyimpan arus DC tersebut
sebesar kapasitas yang dimilikinya. Jika dialiri arus DC, kapasitor akan charge, dan
akan discharge apabila arus pada kapsitor telah penuh. Dalam pengisian (charging)
dibutuhkan suatu aliran arus dari sumber tegangan . Bila pelat – pelat kapasitor
tersebut hubung singkat dengan suatu penghantar maka akan terjadi pengosongan
(discharging) pada kapasitor yang akan menimbulkan panas pada penghantar tersebut.

F. Kapasitansi
Kapasitansi didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat
menampung muatan elektron. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb
= 6.25 x 10^18 elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa
sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1
volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs. Dengan rumus dapat
ditulis:
Q = C.V
Penjelasan:
Q = Muatan yang satuannya Coulumb
C = Kapasitas yang satuannya Farad
V = Tegangan yang satuannya Volt
Rumus untuk Kapasitor dengan Rangkaian Paralel

C Total = C1 + C2 + C3

Pada rangkaian Kapasitor paralel tidak terjadi sama sekali pembagian untuk tegangan
atau muatan listrik, semua tegangan akan memiliki jumlah yang sama pada setiap titik yang
ada di rangkaian kapasitor paralel tersebut

Rumus untuk Kapasitor dengan Rangkaian Seri


1/C Total = 1/C1 + 1/C2 + 1/C3
Pada setiap pengukuran kapasitor seri ini terjadi pembagian tegangan dari sumber
tegangan kepada setiap titik, yang pada akhirnya jika digabungkan dengan cara di jumlahkan
tegangan-tegangannya dari setiap titik maka akan terlihat sama seperti jumlah tegangan dari
sumber tegangan.

Menghitung Jumlah Energi


Energi yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan 1 coulomb pada tegangan 1 volt
adalah sebesar 1 joule.
W=Q.V
Keterangan :
Q = muatan (Coloumb)
V = tegangan (Volt)
W = Energi (Joule)

Time Konstan
t = R.C
Keterangan :
t = waktu (Second)
R = Hambatan (Ω)
C = kapasitansi (Farad)
G. Toleransi, Jangkauan Tegangan dan Jangkauan Kapasitas

No Jenis Kapasitor Jangkauan Jangkauan Toleransi


Tegangan Kapasitas
1 Keramik ≥ 50 volt 5 pF – 1 uF ± 10%
2 Polyester ≤ 400 volt 100 pF – 2 uF ± 5%
3 Polystyrene ≤ 500 volt 50 pF – 500 nF ± 1%
4 Polypropylene (MKP) ≤ 900 volt 1 nF – 100 uF ± 5%
5 Kertas ≤ 600 volt 10 nF – 10 uF ± 10%
6 Mika Perak ≤ 400 volt 5 pF- 10 nF ± 0.5%
7 Electrolit Aluminium ≤ 400 volt 1 uF – 1 F ± 50%
(Elco)
8 Electrolit Tantalum ≤ 60 volt 1 uF – 2000 uF ± 10%
9 Trimmer (TC) ≤ 60 volt 1 pF – 200 pF ± 10%

a. Kondensator Keramik
Memiliki nilai kapasitansi antara 5 pF – 1 uF dengan toleransi ± 10% dan
tegangan kerja 50 volt hingga ribuan volt, memiliki kesetabilan yang tinggi dan baik
digunakan untuk frekwensi tinggi, biasanya memiliki bentuk fisik bulat pipih
berwarna coklet muda atau hijau muda, juga tersedia dalam kemasan SMD
b. Kondensator Polyester ( Polyethylene Terephthalate )
Memiliki nilai kapasitansi antara 100 pF – 2 uF dengan toleransi ± 5% dan
tegangan kerja maksimum 400 volt, memiliki kesetabilan yang cukup, biasanya
memiliki bentuk fisik persegi empat dan berwarna hijau itulah sebabnya kenapa
kondensator ini sering disebut sebagai greencaps, meskipun terkadang ada yang
dibungkus dengan plastik warna merah maupun coklat. Kondensator ini biasa juga
disebut dengan kondensator mylar. Pengembangan dari kondensator polyester adalah
type metalized polyester film atau yang umum dikenal dengan kondensator MKT
c. Kondensator Polystyrene
Memiliki nilai kapasitansi antara 50 pF – 500 nF dengan toleransi ± 1% dan
tegangan kerja maksimum 500 volt, memiliki kesetabilan yang sangat baik, biasanya
memiliki bentuk fisik silinder. Sering digunakan untuk operasi tegangan tinggi.
d. Kondensator Polypropylene (MKP)
Memiliki nilai kapasitansi antara 1 nF – 100 uF dengan toleransi ± 5% dan
tegangan kerja maksimum 900 volt, memiliki kesetabilan yang cukup.
e. Kondensator Kertas
Memiliki nilai kapasitansi antara 10 nF – 10 uF dengan toleransi ± 10% dan
tegangan kerja maksimum 600 volt, memiliki kesetabilan yang lumayan, biasanya
memiliki bentuk fisik persegi empat bening.
f. Kondensator Mika Perak
Memiliki nilai kapasitansi antara 5 pF- 10 nF dengan toleransi ± 0.5% dan
tegangan kerja maksimum 400 volt, memiliki kesetabilan yang sangat baik.
g. Kondensator Electrolit Aluminium (Elco)
Memiliki nilai kapasitansi antara 1 uF – 1 F dengan toleransi ± 50% dan
tegangan kerja maksimum 400 volt terpolarisasi, memiliki kesetabilan yang cukup.
h. Kondensator Electrolit Tantalum
Memiliki nilai kapasitansi antara 1 uF – 2000 uF dengan toleransi ± 10% dan
tegangan kerja maksimum 60 volt terpolarisasi, memiliki kesetabilan yang baik.
i. Kondensator Trimmer (TC)
Memiliki nilai kapasitansi antara 1 pF – 200 pF dengan toleransi ± 10% dan
tegangan kerja maksimum 60 volt, memiliki kesetabilan yang cukup, termasuk
golongan capasitor variabel, cara mangubah kapasitansinya dengan menggunakan
obeng trim.