Anda di halaman 1dari 20

Makalah

Penggunaan Informasi Akuntansi Penuh


Dalam Penentuan Harga Jual

Oleh :
 Alamsyah 16 – 320 – 027
 Arifuddin 16 – 320 – 030
 Waode Iit Ariska 16 – 320 – 032
 Arfatussolehah 16 – 320 – 041
 Fanni Ayundhira Z. Anda 16 – 320 – 048
 Hesti Aliara 16 – 320 – 024
 Waode Salmaini A 16 – 320 – 055
 Rosita 16 – 320 – 057
 Dayanti 16 – 320 – 073
 Niati Wanci 16 – 320 – 043
 Ratu faradhiba imran 15 – 320 – 013
 Leni syaharia 15 – 320 – 015

FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN
2018
1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah melimpahkan karunia ilmu yang
bermanfaat dan mudah-mudahan selalu memberikan kesempatan kepada kita untuk
memperoleh ilmu yang lebih baik lagi. Amin.
Dengan segala usaha dan doa telah kami lakukan untuk menyelesaikan makalah ini.
Harapan kami, meskipun kecil artinya, makalah ini dapat memberikan sumbangan bagi
keprofesionalan manajemen Indonesia dengan memeberikan kemampuan dalam
pemanfaatan informasi akuntansi penuh dalam penentuan harga jual di dalam perencanaan
dan pengendalian kegiatan perusahaan dan pengendalian berbagai sumber daya dalam
pencapaian tujuan perusahaan.
Pada makalah kami ini masih jauh dari sempurna, mungkin masih ada kesalahan dan
kekurangan. Oleh karena itu, segala masukan, kritik dan saran yang bertujuan untuk lebih
menyempurnakan makalah ini akan kami terima dengan senang hati.
Akhirnya, kami berharap semoga makalah ini berguna bagi Dosen Pembimbing,
mahasiswa, dan pembaca pada umumnya.

Baubau, 9 April 2018

KELOMPOK 5

2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................................................ i
DAFTAR ISI ................................................................................................................................... ii
BAB I. PENDAHULUAN ................................................................................................................. 1
A. Latar Belakang. .................................................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah .................. .......................................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan .................... .......................................................................................... 1

BAB II. PEMBAHASAN ....................... .......................................................................................... 2

A. Definisi Informasi Akuntansi Penuh .................................................................................. 2


B. Keputusan Penentuan Harga Jual ..................................................................................... 3
C. Manfaat Informasi Biaya Penuh dalam Keputusan Penentuan Harga Jual....................... 3
D. Metode Penentuan Harga Jual ......................................................................................... 4
E. Faktor Yang Mempengaruhi Penentuan Harga Jual Barang dan Jasa ............................... 7

BAB III. PENUTUP .............................. .......................................................................................... 9

A. Kesimpulan ............................. .......................................................................................... 9


B. Saran ...................................... .......................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA ............................. ........................................................................................ 10

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Akuntansi manajemen dapat dipandang dari dua sudut: sebagai suatu tipe akuntansi
dan sebagai suatu tipe informasi.Sebagai suatu tipe informasi, akuntansi manajemen dibagi
menjadi tiga tipe:
1. Informasi akuntansi penuh (full accounting information)
2. Informasi akuntansi diferensial (differential accounting information)
3. Informasi akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting information)
Pada bagian ini kami menjelaskan Informasi Akuntansi Penuh Dalam Penentuan
Harga Jual.
Konsep informasi akuntansi penuh perlu dipahami untuk memperoleh pengertian
yang benar mengenai informasi tersebut sehingga pembaca mampu membedakan konsep
informasi akuntansi penuh dengan konsep informasi lainnya. Pemahaman konsep informasi
akuntansi penuh merupakan dasar untuk mempelajari pemanfaatan informasi akuntansi
tersebut.
B. Rumusan masalah
1. Apa itu definisi akuntansi
2. Bagaimana keputusan harga jual
3. Apa manfaat informasi biaya penuh dalam keputusan penenyuan harga jual
4. Bagaimana metode penentuan harga jual
5. Apa sajafaktor yang mempengaruhi penentuan harga jual barang dan jasa

C. Tujuan penulisan
1. Untuk mengetahui definisi akuntansi
2. Untuk mengetahui keputusan harga jual
3. Untuk mengetahui informasi biaya penuh dalam keputusan penenyuan harga jual
4. Untuk mengetahui metode penentuan harga jual
5. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penentuan harga jual barang dan jasa

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. Defenisi Informasi Akuntansi Penuh


Informasi akuntansi penuh adalah seluruh aktiva, seluruh pendapatan yang diperoleh,
dan/atau seluruh sumber yang dikorbankan suatu objek informasi.
Unsur yang membentuk informasi akuntansi penuh adalah total aktiva, total pendapatan,
dan/atau total biaya. Jika informasi akuntansi penuh berupa aktiva maka informasi ini
disebut dengan aktiva penuh (full assets). Jika informasi akuntansi penuh berupa deluruh
sumber yang dikorbankan untuk suatu objek informasi maka informasi ini disebut denagn
biaya penuh (full costs). Jika informasi akuntansi penuh berupa pendapatan maka informasi
ini disebut denagn pedapatan penuh (full revenues).

B. Keputusan Penentuan Harga Jual


Umumnya harga jual produk dan jasa ditentukan oleh perimbangan permintaan dan
penawaran di pasar sehingga biaya bukan merupakan penentu harga jual. Karena
permintaan pelanggan atas produk dan jasa tidak mudah ditentukan oleh manager penentu
harga jual, maka dalam penentuan harga jual, manager tersebut akan menghadapi banyak
ketidakpastiaan. Selera pelanggan, jumlah pesaing yang memasuki pasar dan harga jual yang
ditentukan oleh pesaing, murupakan contoh faktor-faktor yang sulit diramalkan, yang
mempengaruhi pembentukan harga kual produk atau jasa di pasar.

C. Manfaat Informasi Biaya penuh Dalam Keputusan Penentuan Harga Jual


Pada dasarnya, dalam keadaan normal, harga jual produk atau jasa harus dapat
menutup biaya penuh yang bersangkutan denagn produk atau jasa dan menghasilkan laba
yang dikehendaki.
Biaya penuh merupakan total pengorbanan sumber daya untuk menghasilkan produk atau
jasa, sehingga semua pengorbanan ini harus dapat ditutup oleh pendapatan yang diperoleh
dari penjualan produk atau jasa. Disamping itu, harga jual pula dapat menghasilkan laba
yang memadai, sepadan dengan investasi yang ditanamkan untuk menghasilkan produk
atau jasa.
Informasi biaya penuh memeberikan manfaat berikut ini bagi manager penentu harga jual
dalam pengambilan keputusan penentuan harga jual:
1. Biaya penuh merupakan titik awal untuk mengurangi ketidakpastiaan yang
dihadapi oleh pengambil keputusan.
Penentun harga jual umumnya merupakan pengambilam keputusan yang
menyangkut masa yang akan datang. Satu-satunya informasi yang memberikan kepastian
yang relatif tinggi, yang ada di tanagn manager penentu harga jual adalah biaya. Biasaya
bagi manager penentu harga jual, meskipun harga jual produk sudah terbentuk di pasar,
informasi biaya penuh dibutuhkan oleh manager tersebut sebagai titik awal untuk

5
mengurangi ketidakpastiaan dalam menentukan harga jual produk atau jasa yang akan
dibebankankepada pelanggan di masa yang akan datang.
2. Biaya penuh merupakan dasar yang memberikan perlindunagn bagi perusahaan
dari kemungkinan kerugian
Kerugian merupakan keadaan suatu usaha yang total pendapatan yang telah diperoleh
tidak cukup untuk menutup total biaya. Untuk menghindara kerugian salah satu cara adalah
denagn beruasaha memperoleh pendapatan yang paling tidakdapat menutupi biaya.
Dengan demikian adalah merupakan tanggung jawab manager penentu harga jual untuk
menetapkan harga jual produk atau jasa yang dapat memberikan perlindungan bagi
perusahaan dari kemungkinan kerugian. Untuk memungkinkan manager melakukan
penentuan harga jual tersebut, ia perlu memerlukan informasi biaya penuh masa yang akan
datang yang bersangkutan denagn produk atau jasa yang dihasilkan perusahaannya
3. Biaya Penuh Memberikan Informasi Yang Memungkinkan Manager Penentu
Harga jual Melongok Struktur Biaya Perusahaan Pesaing.
Dengan informasi biaya penuh yang berada di tangannya, manager penentu harga
jual akan mampu memahami atau paling tidak mendug tindakan yang dilakukan perusahaan
pesaingnya, manakala perusahaan pesaing melakukan perubahan harga jual. Manager
penetu harga jual perlu memahami struktur biaya yang membentuk kos produk atau jasa
yang dipasarkan, karena berdasar informasi ini ia akan memiliki data pembanding struktur
biaya produk saingannya, sehingga berdasarkan informasi biaya tersebut ia akan mampu
memperkirakan tindakan yang dilakukan oleh perusahaan pesaing.

4. Biaya penuh merupakan dasar untuk pengambilan keputusan perusahaan


memasuki pasar.
Untuk memasuki pasar tertentu, faktor yang harus dipertimbangkan adalah apakah
biaya penuh produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan memungkinkan perusahaan
memasuki pasar tersebut denagn harga jual yang telah terbentuk. Karena pada umumnya
harga jual sudah terbentuk di pasar karena perimbangan permintaan dan penawaran.

D. Metode Penentuan Harga Jual


Seperti telah disebutkan diatas, dalam keadaan normal harga jual harus mampu
menutup biaya penuh dan menghasilkan laba yang sepadan dengan investasi. Dalam
keadaan khusus, harga jual produk tidak dibebani tugas untuk menutup seluruh biaya
penuh; setiap harga jual diatas variabel telah memberikan kontribusi dalam menutup biaya
tetap.
Berikut ini akan diuraikan tiga metode penentuan harga jual:

1. Penentuan Harga Jual Normal


Dalam keadaan normal, manager penentu harga jual memerlukan informasi biaya
penuh yang akan datang sebagai dasar penentuan harga jual produk atau jasa. Metode
penentuan harga jual normal sering disebut denagn istilah cost-plus pricing, karena harga

6
jual ditentukan denagn menambah biaya masa yang akan datang denagn suatu persentase
markup (tambahan diatas jumlah biaya) yang dihitung dengan formula tertentu. Yaitu
sebagai berikut:
Harga jual = Taksiran biaya penuh + Laba yang diharapkan
Dalam cost plus pricing, harga jual dihitung dengan formula umum sebagai berikut:
Biaya langsung yang berhubungan dengan volume atau jasa Rp xx
Markup x% dari biaya langsng yg berhub. dgn volume produk/jasa xx +
Total harga jual Rp xx
Volume produk atau jasa xx :
Harga jual pruduk atau jasa per satuan Rp xx

Persentase markup dihitung dengn formula umum sebagai berikut:


Biaya tidak langsung Rp xx
Laba yang diharapkan xx +
Jumlah Rp xx
Biaya langsung yg berhub dengan produk atau jasa xx
Persentase markup dari biaya langsung yang berhub dgn produk/jasa Rp xx

2. Penentuan Harga Jual Waktu Dan Bahan


Penentuan harga jual waktu dan bahan ini pada dasarnya merupakan cost-plus
pricing. Harga jual jual ditentukan sebesar biaya penuh ditambah dengan laba yang
diharapkan. Metode penentuan harga ini digunakan oleh perusahaan bengkel mobil, dok
kapal dan lainnya yang menjual jasa reparasi bahan dan suku cadang. Volume jasa dihitung
berdasarkan waktu yang diperlukan untuk melayani pelanggan, sehingga perlu dihitung
harga jual per satuan waktu yang dinikmati oleh pelanggan. Sedangkan volume bahan dan
suku cadang yang diperlukan sebagai pelengkap penyerahan dihitung berdasarkan kuantitas
bahan dan suku cadang yang diberikan kepada pelanggan.

Formula harga jual waktu :


Biaya tenaga kerja langsung Rp xx
Persentase markup dari biaya tenaga kerja langsung xx +
Harga jual waktu xx

Persentase markup dihitung sebagai berikut:


Biaya tidak langsung Rp xx
Laba yang diharapkan xx +
Jumlah xx
Taksiran jam kerja langsung xx :
Persentase markup dari biaya tenaga kerja langsung xx
Biaya tenega kerja langsung dihitung sebagai berikut:
Taksiran upah tenaga kerja yg akan dibayarkan kpd tenaga kerja langsung selama tahun
anggaran Rp xx

7
Biaya kesejahteraan tenaga kerja langsung xx +
Jumlah biaya tenaga kerja langsung xx
Jam kerja tenaga kerja langsung dalam tahun anggaran xx :
Biaya tenaga kerja langsung per jam

Contoh Soal :

1. GLORIA berusaha di usaha bengkel mobil. Manajer pemasaran PT GLORIA sedang


mempertimbangkan penetuan harga jual jasa reparasi untuk tahun angaran yang akan
datang. Perusahaan memiliki dua departemen : BENGKEL dan TOKO SUKU
CADANG. Perusahaan mempekerjakan 6 orang tenaga mekanik dan 4 orang ahli
listrik dalam departemen BENGKEL

 Menurut anggaran, perusahaan direncanakan akan beroperasi pada kapasitas normal


sebanyak 300 hari @ 7 jam kerja/hari
 Aktiva yang digunakan di departemen BENGKEL sebesar 60 juta
 Aktiva yang ditanam dalam departemen TOKO SUKU CADANG sebesar 28 juta.
 Tarif kembalian investasi (ROI) yang diharapkan dalam tahun anggaran adalah
sebesar 25%

Tafsiran jam kerja tenaga kerja langsung untuk tahun anggaran yad sbb :

Upah tenaga kerja langsung :

21.000 jam @ Rp. 1.500 perjam Rp. 31.500.000

Biaya kesejahteraan tenga kerja langsung :

Tunjangan kesehatan 10 org x 12 bln x Rp. 50.000 Rp. 6.000.000

Tunjangan kesejahteraaan 10 org x 12 bln x Rp. 25.000 Rp. 3.000.000

——————— +

Jumlah biaya tenaga kerja langsung Rp. 40.500.000

Jam tenaga kerja langsung 10 org x 300 hari x 7 jam/hr 21.000 jam

———————-
:

Biaya tenaga kerja langsung perjam Rp. 1.929

Biaya tidak langsung bengkel dianggarakan sbb :

Gaji pengawas & TK tidak langsung lain Rp. 11.600.000

Biaya depresiasi aktiva tetap Rp. 2.200.000

8
Biaya asuransi Rp. 650.000

Biaya listrik Rp. 800.000

Biaya air Rp. 400.000

Biaya depresiasi aktiva tetap Rp. 350.000

Biaya umum Rp. 500.000

——————— +

Jumlah biaya tidak langsung Dept.BENGKEL Rp. 16.500.000

Biaya tidak langsung toko suku cadang dianggarkan sbb:

Gaji tenaga kerja Rp. 9.000.000

Biaya listrik Rp. 700.000

Biaya kantor Rp. 300.000

——————– +

Jumlah BTK tidak langsung dept. TOKO Rp. 10.000.000

Perhitungan Mark-up Dept. BENGKEL :

Biaya tidak langsung dept. BENGKEL Rp. 16.500.000

Expectasi laba 25% x Rp. 60 juta Rp. 15.000.000

———————+

Jumlah Rp. 31.500.000

Biaya tenaga kerja langsung Rp. 40.500.000

———————-:

Persentase mark-up dari BTKL 78%

Perhitungan Mark-up Dept. TOKO SUKU CADANG

Biaya tidak langsung toko suku cadang dianggarkan sbb:

Gaji tenaga kerja Rp. 9.000.000

Biaya listrik Rp. 700.000

9
Biaya kantor Rp. 300.000

——————– +

Jumlah BTK tidak langsung dept. TOKO Rp. 10.000.000

Ekspektasi Laba 25% x Rp. 28 juta Rp. 7.000.000

——————- +

Jumlah Rp. 17.000.000

Mis. Taksiran harga beli bahan & suku cadang Rp. 23.800.000

——————– :

Persentase mark-up dari harga bahan & suku cadang 40%

Menentukan Harga Jual Dept. BENGKEL

Dimisalkan : Untuk service mesin terdiri dari pekerjaan ga nti oli dan tune-up mesin yang
memerlukan 2 orang tenaga mekanik dan 1 orang tenaga ahli listrik, yang masing-masing
bekerja sbb :

Mekanik 1 jam orang

Ahli listrik 1,5 jam orang

Sehingga perhitungan harga jual dept. BENGKEL :

Biaya tenaga kerja langsung 2,5 jam x @1.929 Rp. 4.823

Mark-up : 78% x Rp. 4.823 Rp. 3.762

————- +

Harga jual jasa service mesin Rp. 8.585

Menentukan Harga Jual Dept. TOKO BAHAN dan SUKU CADANG

Dimisalkan : Seorang pelanggan memerlukan jasa service mesin dan memelukan 1 kaleng oli
mesin yang harga fakturnya Rp. 10.000 dan saringan oki (oli filter) yang harga fakturnya Rp.
8.000

Sehingga perhitungan harga jual dept. TOKO BAHAN :

Harga jual jasa service mesin Rp. 8.585

Harga bahan dan suku cadang Rp. 18.000

10
Mark-up dari harga bahan & suku cadang Rp. 7.200

————— +

Harga jual bahan dan suku cadang Rp. 25.200

—————- +

Jumlah hasil penjualan jasa service + bahan Rp. 33.785

3. Penentuan harga jual dalam cost-type contract (cost-type


contract pricing)
Cost-type contract adalah kontrak pembuatan produk atau jasa yang pihak pembeli
setuju untuk membeli produk atau jasa pada harga yang didasarkan pada total biaya yang
sesungguhnya dikeluarkan oleh produsen ditambah dengan laba yang dihitung sebesar
persentase tertentu dari total biaya sesungguhnya tersebut. Dalam cost-type pricing harga
jual yang dibebankan kepada palanggan dihitung berdasarkan biaya penuh sesungguhnya
yang telah dikeluarkan untuk memproduksi dn memasarkan produk.

Rumusan Menghitung Harga Jual Per Unit (Manufaktur)

Rumus perhitungan harga jual atas dasar biaya secara umum dapat dinyatakan dalam
persamaan berikut ini :

Harga Jual / unit = BIAYA* + % Mark-up

Persentase markup dihitung dengan rumus :

Persentase Mark-up = Expectasi Laba + BIAYA**

Keterangan:

* Biaya = Biaya yang berhubungan langsung dengan volume (perunit)

** Biaya = Biaya yang tidak berhubungan langsung oleh volume produk (non produksi)

Terdapat perbedaan konsep langsung dan tidak langsungnya biaya dengan volume antara
metode full costing dengan metode variable costing. Konsep biaya yang berhubungan
langsung dengan volume menurut metode full costing adalah berupa biaya produksi,
sedangkan biaya yang tidak berhubungan langsung dengan volume adalah berupa biaya
nonproduksi.

11
Variable costing memandang dengan cara yang berbeda terhadap biaya yang dipengaruhi
secara langsung oleh volume produk bila dibandingkan dengan full costing. Dalam
pendekatan variable costing, biaya penuh yang dipengaruhi secara langsung oleh volume
produk terdiri dari biaya variabel, sedangkan biaya penuh yang tidak dipengaruhi secara
langsung oleh volume produk terdiri dari biaya tetap.

Contoh soal :

Manajer Pemasaran PT. GLORY sedang mempertimbangkan penentuan harga jual produk
ASTREX untuk tahun anggaran yang akan datang. Menurut anggaran, perusahaan
direncanakan akan beroperasi pada kapasitas normal sebanyak 1.000.000 kg dengan
taksiran biaya penuh untuk tahun anggaran yang akan datang sbb :

Biaya Variabel :

Biaya produksi variable Rp. 2.000.000.000

Biaya adm & umum variable Rp. 50.000.000

Biaya pemasaran variable Rp. 50.000.000

————————– +

Total biaya variable Rp. 2.100.000.000

Biaya Tetap :

Biaya produksi tetap Rp. 1.000.000.000

Biaya adm. & umum tetap Rp. 150.000.000

BIaya pemasaran tetap Rp. 250.000.000

————————– +

Total biaya tetap Rp. 1.400.000.000

————————– +

Total biaya penuh Rp. 3.500.000.000

Total aktiva yang diperkirakan pada awal tahun anggaran Rp. 4.000.000.000 dan laba yang
diharapkan dinyatakan dalam tarif kembalian investasi (ROI) 25%

12
Penyelesaian :

 Menggunakan pendekatan Full Costing

Unsur biaya :

Biaya produksi variable Rp. 2.000.000.000

Biaya produksi Rp. 1.000.000.000

————————— +

Total Rp. 3.000.000.000

Unsur mark-up :

Biaya non produksi variable Rp. 100.000.000

Biaya non produksi tetap Rp. 400.000.000

Ekspektasi laba25% X rp. 4.000.000.000 Rp. 1.000.000.000

————————– +

TOTAL unsur Mark-up Rp. 1.500.000.000

Rp. 1.500.000.000

Persentase Mark-up = ———————— x 100% = 50%

Rp. 3.000.000.000

Perhitungan Harga Jual :

Biaya produksi Rp. 3.000.000.000

Mar-up 50% x Rp. 3.000.000.000 Rp. 1.500.000.000

————————— +

Total harga jual Rp. 4.500.000.000

Volume produksi 1.000.000 kg

————————— :

Harga jual produk / kg Rp. 4.500,-

13
 Menggunakan pendekatan Variabel Costing

Unsur biaya :

Biaya produksi variable Rp. 2.000.000.000

Biaya produksi tetap Rp. 1.000.000.000

Biaya non produksi variable Rp. 100.000.000

————————– +

Rp. 3.100.000.000

Unsur mark-up :

Biaya produksi tetap Rp. 1.000.000.000

Biaya non produksi tetap Rp. 400.000.000

Ekspektasi laba25% X Rp. 4.000.000.000 Rp. 1.000.000.000

————————– +

TOTAL Unsur Mark-up Rp. 2.400.000.000

Rp. 2.400.000.000

Persentase Mark-up = ———————— x 100% = 77,4%

Rp. 3.100.000.000

Perhitungan Harga Jualnya :

Biaya produksi Rp. 3.000.000.000

Mar-up 77,4% x Rp. 3.000.000.000 Rp. 2.322.000.000

————————— +

Total harga jual Rp. 5.322.000.000

Volume produksi 1.000.000 kg

————————— :

Harga jual produk / kg Rp. 5.322,-

14
Menggunakan pendekatan Total Costing

Unsur biaya :

Biaya produksi variable Rp. 2.000.000.000

Biaya produksi tetap Rp. 1.000.000.000

Biaya non produksi tetap Rp. 400.000.000

Biaya non produksi variabel Rp. 100.000.000


————————— +

Rp. 3.500.000.000

Unsur mark-up :

Ekspektasi laba 25% X Rp. 4.000.000.000 Rp. 1.000.000.000

Rp. 1.000.000.000

Persentase Mark-up = ———————— x 100% = 28,57%

Rp. 3.500.000.000

Perhitungan Harga Jualnya :

Biaya produksi Rp. 3.000.000.000

Mar-up 28,57% x Rp. 3.000.000.000 Rp. 857.100.000

————————— +

Total harga jual Rp. 3.857.100.000

Volume produksi 1.000.000 kg

————————— :

Harga jual produk / kg Rp. 3.857,-

15
4. Penentuan Harga Jual Pesanan Khusus (Special Order Pricing)

Pesanan khusus merupakan pesanan yang diterima oleh perusahaan di luar pesanan
reguler perusahaan. Biasanya pelanggan yang melakukan pesanan khusus ini meminta harga
di bawah biaya penuh, karena biasanya pesanan khusus mencakup jumlah yang besar.
Dalam mempertimbangkan penerimaan pesana khusus, informasi akuntansi diferensial
merupakan dasar yang dipakai sebagai landasan penentuan harga jual. Jika harga yang
diminta oleh pemesan lebih besar dari biaya diferensial yang berupa biaya variebel untuk
memproduksi data memasarkan pesanan tersebut, maka pesanan dapat dipertimbangkan
untuk diterima. Biaya diferensial yang dipakai sebagai landasan penentuan harga pesanan
khusus diperkirakan menyebabkan perubahan volume kegiatan melampaui kisar perubahan
yang menjadikan biaya tetap bertambah.

5. Penentuan Harga Jual Produk Atau Jasa Yang Dihasilkan Oleh


Perusahaan Yang Diatur Dengan Peraturan Pamerintah

Perusahaan yang mengatur hajat hidup orang banyak, sehingga dalam penetapan harga
jual produk dibutuhkan pedoman :

1. Unsur-unsur biaya produksi dan non produksi


2. Cara pengukurannya

Dengan adanya pedoman tsb, diharapkan didapatkan harga yang wajar. Tiap kenaikan harga
diatur peraturan pemerintah yang harus dapat dipertanggungjawabkan (dilihat dari biaya
penuh yang digunakan sebagai dasar dan kewajaran labanya).

Harga Jual = Tafsiran Biaya penuh masa yad + Expectasi Laba

Contoh Soal :

Misalnya untuk menghasilakan listrik diperlukan investasi sebesar Rp. 3.200.000.000 untuk
pembelian mesin dan ekupment serta modal kerja. Taksiran biaya produksi listrik pada
volume produksi 100.000.000 kwh per tahun adalah sbb :

Biaya bahan baku Rp. 4.000.000.000

Biaya TK langsung Rp. 3.000.000.000

BOP (variable + tetap) Rp. 8.000.000.000

————————– +

Jumlah taksiran biaya produksi Rp. 15.000.000.000

Taksiran biaya non produksi setahun terdiri dari :

Biaya pemasaran Rp. 1.500.000.000

16
Biaya administrasi & umum Rp. 700.000.000

————————- +

Jumlah taksiraan biaya nonproduksi Rp. 2.200.000.000

Diputuskan laba wajar untuk perusahaan listrik : 25% dari investasi

Penyelesaian : Menghitung harga jual listrik per kwh?

Diketatui :

Taksiran biaya penuh :

Biaya produksi Rp. 15.000.000.000

Biaya non produksi Rp. 2.200.000.000

Taksiran aktiva penuh yang digunakan Rp. 3.200.000.000

Hitung Mark-up

Biaya non produksi Rp. 2.200.000.000

Ekspektasi laba 25% x Rp. 3.200.000.000 Rp. 800.000.000

————————– +

Jumlah biaya tidak langsung (non prod) Rp. 3.000.000.000

Jumlah biaya langsung (produksi) Rp. 15.000.000.000

————————— :

Persentase mark-up dari biaya produksi 20%

Tafsiran biaya produksi Rp. 15.000.000.000

Mark-up 20% x Rp. 15.000.000.0000 Rp. 3.000.000.000

————————– +

Total harga jual Rp. 18.000.000.000

Volume produk (dalam kwh) Rp. 100.000.000

————————– :

Harga jual listrik per kwh Rp. 180

17
E. Faktor Yang Mempengaruhi Penentuan Harga Jual Barang Dan Jasa

Dalam penentuan harga barang dan jasa banyak hal yang mempengaruhinya antara lain:
1. Perimbangan permintaan dan penawaran
Umumnya harga jual produk dan jasa standar ditentuken oleh perimbangan permintaan dan
penawaran di pasar. Karena permintaan pelanggan atas produk dan jasa tidak mudah
ditentukan oleh manajer penentu harga jual maka dalam penentuan harga jual manager
tersebut akan menghadapi ketidakpastiaan.
2. Selera pasar
Penentuan harga jual juga dipengaruhi selera pasar. Dengan melihat kecenderungan selera
pasar, manajer penentu harga jual akan semakin terbantu untuk menentukan harga jual
karena kecenderungan ini juga dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran pelanggan.
3. Jumlah pesaing yang memasuki pasar
Yang juga perlu diperhatikan dalam penentuan harga jual barang dan jasa adalah jumlah
pesaing yang ada di pasar karena harga jual umumnya sudah terbentuk di pasar yang dibuat
oleh pesaing.

4. Harga jual yang ditentukan oleh pesaing


Jika perusahaan ingin memenangkan persainagn di pasar, salah satu nasihat yang harus
dipertimbangkan adalah: “pahami pesaingmu”. Jika pesaing menurunkan harga jual
produknya manajer penentu harga jual sudah menerti apa yang harus dilakukan dalam
memutuskan penetuan harag jual begitu pula jika pesaing menaikkan harga jual produknya.

5. Biaya
Satu-satunya faktor yang memiliki kepastian relatif tinggi yang berpengaruh dalam
penentuan harga jual adalah biaya. Biaya memberikan informasi batas bawah suatu harga
jual harus ditentukan. Biaya bukan satu-satunya faktor yang harus dipertimbangkan dalam
penentuan harga jual.

18
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Akuntansi manajemen dapat dipandang dari dua sudut: sebagai suatu tipe akuntansi
dan sebagai suatu tipe informasi.Sebagai suatu tipe informasi, akuntansi manajemen dibagi
menjadi tiga tipe:
1. Informasi akuntansi penuh (full accounting information)
2. Informasi akuntansi diferensial (differential accounting information)
3. Informasi akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting information)
Pada bagian ini kami menjelaskan Informasi Akuntansi Penuh Dalam Penentuan Harga Jual.
Konsep informasi akuntansi penuh perlu dipahami untuk memperoleh pengertian
yang benar mengenai informasi tersebut sehingga pembaca mampu membedakan konsep
informasi akuntansi penuh dengan konsep informasi lainnya. Pemahaman konsep informasi
akuntansi penuh merupakan dasar untuk mempelajari pemanfaatan informasi akuntansi
tersebut dan pereyasaannya.
Dalam penentuan harga jual, manajemen memerlukan informasi akuntansi penuh.
Penentuan harga jual dalam cost-type contract memerlukan informasi akuntansi masa lalu.
Dalam penentuan harga jual normal dan penentuan harga jual produk atua jasa dalam
perusahaan yang diatur dengan peraturan pemerintah, manajemen memerlukan informasi
akuntansi penuh masa yang akan datang.
Penentuan Harga Jual yang terdiri atas:
- Penentuan harga jual barang dan jasa
- Faktor yang mempengaruhi harga jual barang dan jasa
- Metode penentuan harga jual

B. Saran

Adapun saran dari pembahasan ini adalah semoga penyusunan dari anggaran
menjadi lebih baik lagi sehingga materi tentang Penggunaan Informasi Akuntansi Penuh
Dalam Penentuan Harga Jual dapat dipahami dan dipelajari.

19
DAFTAR PUSTAKA

Mulyadi.Akuntansi Manajemen;Konsep, Manfaat & Rekayasa Edisi 3,


Yogyakarta,Salemba Empat: 2001.
Artikel artikel lain

20

Anda mungkin juga menyukai