Anda di halaman 1dari 9

PROSEDUR TETAP PENGENDALIAN BINATANG DI RS

A. Pengendalian lalat
○ Secara fisik
Pengaturan pintu ruangan agar lebih sering tertutup
Mencegah penumpukan sampah domestik, Pengelolaan sesuai SOP
Mencegah kontaminasi benda lain oleh cairan tubuh pasien
Menjaga agar makanan selalu dalam keadaan tetutup
Merawat luka dengan baik
Sanitasi toilet yang baik
○ Secara kimia
Penggunaan Pestisida spray
○ Cara lain
Penggunaan fly paper, Fly stick
Penggunaan lampu anti lalat

A. Pengendalian Nyamuk
○ Secara Fisik
Penggunaan Kawat kasa pada lubang jendela
Pengaturan pintu yang lebih sering tertutup
Pencegahan penumpukan linen dalam ruangan
Pengaturan hygiene pasien dan penunggu pasien
Penggunaan kelambu bagi pasien
Pengurasan tempat penampungan air
○ Secara Kimia
Penggunaan pestisida spray
Pemberantasan sarang nyamuk / penggunaan bubuk abate
Bekerjasama dengan PKM setempat dalam rangka PSN
○ Cara Lain
Penggunaan lampu anti nyamuk

A. Pengendalian Tikus
○ Secara Fisik
Menutup semua lubang pada dinding
Pencegahan penumpukan sampah domestik
Pengaturan penyimpanan makanan
Sanitasi ruangan yang baik
○ Secara Kimia
Memakai racun tikus
○ Cara lain
Penggunaan Paper stick
Penggunaan perangkap tikus

A. Pengendalian hewan lain


Pengendalian Kucing
○ Menutup semua lubang pada dinding
○ Pencegahan penumpukan sampah domestik
○ Pengaturan penyimpanan makanan
○ Menangkap dan membuang kucing
PROSEDUR TETAP PENGENDALIAN SUMBER INFEKSI INANIMATE

A. Kebijakan tentang Pengendalian Sampah


1. Sampah Rumah sakit adalah bahan yang tidak berguna lagi, tidak digunakan,
ataupun bahan yang dibuang
2. Sampah RS dibedakan menurut potensi infeksinya :
• Sampah Domestik dibedakan sesuai kemudahan pembakarannya
○ Sampah domestik kering/non organik yaitu sampah yang berasal dari benda
mati biasanya berasal dari kegiatan sehari-hari RS seperti kertas, plastik,
kotak minuman, kardus, dll
○ Sampah domestik basah /organik : yaitu sampah yang berasal dari benda
hidup / yang dapat membusuk seperti sisa makanan, daun, buah, kulit buah,
rumput dll
• Sampah Infeksius
○ Sampah Infeksius adalah semua sampah dari hasil kegiatan perawatan dan
pengobatan pasien, baik yang kontak langsung dengan tubuh pasien atau
cairan tubuh pasien ataupun tidak kontak langsung, seperti, tabung syringe,
botol infus, catheter urine, urine bag, NGT , Verband,dll
• Sampah Radioaktif
○ Sampah radioaktif adalah sampah yang dihasilkan dari hasil
kegiatan radiologi
• Sampah Sitotoksik
○ Sampah Sitotoksik adalah sampah yang termasuk bahan beracun
berbahaya terutama jika kontak dengan tubuh seperti formalin, dl
• Benda tajam
○ Benda tajam adalah sampah yang berbentuk tajam yang biasanya dipakai
untuk tindakan invasif kepada pasien seperti jarum suntik, jarum IV
catheter, Jarum Spinal, Jarum Jahit bedah bisturi dll

1. Standard Tempat sampah di RS


• Tempat sampah berbentuk tabung meninggi dilengkapi tutup yang
memudahkan kita membuang sampah ke dalamnya tanpa mengotori tangan,
sebagian dilengkapi dengan Kenop pembuka yang digerakkan dengan cara
menginjaknya.
• Tempat sampah terbuat dari plastik yang kuat, warna tidak diitentukan, bagian
dalamnya rata / kicin , tidak bertekstur yang dapat menambah kemingkinan
menempelnya kotoran.
• Tempat sampah ada beberapa ukuran : Ukuran kecil untuk disediakan di setiap
wastafel dan pada trolley perawatan Ukuran sedang untuk disediakan di dalam
tiap ruangan rawat inap dan unit – unit pelayanan
Ukuran besar untuk disediakan di beberapa tempat di koridor, dan
lingkungan RS serta di ruang verbedding.
• Tempat sampah di wastafel terdiri dari tempat sampah domestik
Tempat sampah di ruangan-ruangan rawat inap dan unit-unit pelayanan
terdiri dari tempat sampah domestik dan tempat sampah infeksius
Tempat sampah di koridor dan lingkungan RS terdiri dari Tempat sampah
domestik
Tempat sampah di ruang verbedding terdiri dari tempat sampah domestik,
tempat sampah infeksius ,tempat sampah cytotoksik, dan kotak penampung
benda tajam
Tempat sampah di bagian radiologi terdiri dari tempat sampah domestik
dan tempat sampah radioaktif
• Tempat sampah domestik terdiri dari 2 tempat sampah : Tempat sampah
kering/anorganik dan tempat sampah basah/organik
• Bagian dalam tempat sampah dilengkapi dengan Kantung sampah
sedemikian rupa sehingga sampah yang dibuang kedalam tempat sampah
tersebut ditampung dengan baik oleh kantung sampah tersebut.
Kantung sampah untuk tempat sampah domestik berwarna hitam
Kantung sampah untuk tempat sampah infeksius berwarna Putih
Kantung sampah untuk tempat sampah radioaktif berwarna merah
Kantung sampah untuk tempat sampah cytotoksik berwarna Biru
Namun demikian pemakaian warna yang seragam / hitam, masih
diperbolehkan mengingat keterbatasan logistik
• Diberi petunjuk yang jelas pada tempat sampah mengenai nama tempat
sampah dan jenis sampah yang ditampungnya.
• Tempat penampungan benda tajam terbuat dari bahan plastik atau kardus
yang tahan tusukan

1. Tempat pengumpulan sampah sementara


• Tempat pengumpulan sampah infeksius sementara bertempat di ruang
verbedding.
• Tempat pengumpulan sampah domestik sementara bertempat di area
tungku pembakaran

1.Tempat pengolahan sampah akhir


• Tungku pembakaran
Lokasi : Halaman belakang RSBL
Fungsi/peruntukan : Pembakaran sampah domestik
Spesifikasi
Ukuran : 5 x 1 meter
Komposisi : beton
Bagian
Cerobong : Beton, tinggi 3 m
Bagian atas : Untuk pembakaran sampah domestik basah
Bagian bawah : Untuk pembakaran sampah kering

• Incinerator
Merk : Tesena Model TSN 9605IC
Kapasitas : 0,5m3/jam atau 70kg/jam
Temperatur maksimum : 1200oC
Burner : 1 buah
Blower : 1 buah
Dimensi : 250 cm X155cmX255cm
Cerobong :6m
Daya Listrik : 220V/1500Watt 50Hz
Tangki Bahan Bakar : 60 liter solar
1.Prosedur Pengumpulan sampah di RS
a. Sampah di masukkan ke dalam tempat sampah sesuai jenisnya :
Sampah domestik dimasukkan ke dalam tempat sampah domestik berisi
kantung sampah berwarna hitam
Sampah infeksius dimasukkan ke dalam tempat sampah infeksius berisi
Kantung sampah berwarna Kuning
Sampah radioaktif , beracun / berbahaya dimasukkan ke dalam tempat sampah
radioaktif berisi Kantung sampah berwarna merah
Sampah cytotoksik dimasukkan ke dalam tempat sampah cytotoksik berisi
kantung sampah berwarna Ungu
Benda tajam dimasukkan kedalam tempat tahan tusukkan. Selalu memegang
benda tajam menggunakan alat seperti pinset,needle holder atau klem.
b. Petugas Bagian Pemeliharaan Berkeliling memeriksa seluruh kantung sampah
di RS setiap pagi sesuai jadwal kerjanya, sambil membawa trolley sampah
• Kantung sampah domestik yang sudah penuh 2/3 nya diambil dan diganti
dengan kantung baru yang sama warnanya. Atau kantung yang sudah
berbau busuk dan atau mengundang lalat diambil dan diganti dengan
yang baru.
• Kantung sampah infeksius setiap hari diganti dengan yang baru. Tidak
boleh ada penumpukan sampah infeksius di ruangan2. Beritahukan
kepada pasien dan keluarganya bahwa sampah akan diambil.
• Sampah radioaktif dikelola oleh petugas radiologi /lab/ farmasi
• Sampah cytotoksik dikelola oleh paramedik dan atau petugas lab
• Benda tajam dikelola oleh paramedik.
a. Sampah dikumpulkan di tempat penyimpanan sementara
• Sampah domestik dibakar setiap hari di tungku pembakaran
• Sampah infeksius dikumpulkan di ruang verbedding hingga penuh 2/3
kantung sampah besar. Bila sudah penuh 2/3nya. Kantung sampah
diambil dan diganti yang baru. Kantung sampah dikirim ke bagian
incinerator.
• Sampah radioaktif selanjutnya dikemas dan diangkut sesuai dengan
ketentuan dan peraturan yang berlaku, diserahkan ke BATAN untuk
penanganan lebih lanjut
• Sampah cytotoksik bila sudah penuh 2/3 dikirim ke bagian incinerator
• Sampah benda tajam dikumpulkan dalam wadah tahan tusukan hingga
penuh 2/3nya. Setelah itu dikirim ke bagian incinerator.
• Semua tempat penyimpanan sementara dibersihkan dan didesinfeksi
setiap kali dikosongkan

1. Prosedur pembakaran sampah domestik di Tungku Pembakaran


• Petugas pemeliharaan menyiapkan tungku pembakaran. Bersihkan dari
sisa2 pembakaran
• Masukkan kantung sampah domestik kering ke bagian bawah tungku.
• Dengan bantuan minyak tanah atau solar maka sampah kering dibakar
• Setelah api menyala cukup besar , masukkan kantung sampah
domestik basah ke bagian atas tungku
• Pelihara api menyala sampai semua sampah terbakar habis.
• Tunggu sampai api benar-benar padam, bila perlu dibantu dengan air
• Tutup pintu tungku rapat2

A. Kebijakan tentang Pengendalian Linen
1. Pengertian Linen adalah segala jenis aset RS yang terbuat dari kain
2. Secara umum Linen terdiri atas :
• Linen Kelengkapan pakaian
• Linen Kelengkapan Tempat tidur
• Linen Pelengkap ruangan
• Linen Kelengkapan tindakan

Linen Kelengkapan Pakaian terdiri dari :


• Baju Pasien dewasa pria
• Baju pasien dewasa wanita
• Baju Pasien anak
• Sarung
• Pakaian Pelindung
• Pakaian khusus ruang OK pria
• Pakaian khusus ruang OK wanita
• Masker kain
• Head cap kain

Linen Kelengkapan tempat tidur terdiri dari :


• Seprai putih
• Seprai warna
• Selimut tipis bergaris
• Selimut tebal warna
• Laken
• Handuk alas kepala
• Sarung bantal
• Sarung guling

Linen Kelengkapan Ruangan terdiri dari :


• Gordyn jendela tipis
• Gordyn jendela tebal pendek
• Gordyn Jendela tebal panjang
• Gordyn penyekat

Linen Kelengkapan tindakan terdiri dari :


• Pakaian Operasi
• Apron
• Duk kecil
• Duk sedang
• Duk Besar
• Duk Bolong kecil
• Duk bolong sedang
• Duk Bolong besar

1. Dilihat dari potensi infeksinya, Linen dibagi dalam tiga kategori :


• Linen Non Infeksius
Yaitu Semua linen yang tidak berhubungan langsung dengan tubuh pasien
dan tidak terkontaminasi oleh cairan tubuh pasien
Contoh : Gordyn, tirai,kelambu, taplak meja, (yg tidak kontak dg tubuh atau
cairan tubuh pasien )
• Linen Infeksius non kontaminasi
Yaitu Linen yang berhubungan langsung dengan tubuh pasien namun tidak
terkontaminasi cairan tubuh pasien
Contoh : Pakaian pasien, selimut, seprai,sarung, dll yang tidak terkena
cairan tubuh pasien
• Linen Infeksius Terkontaminasi
Yaitu Linen yang langsung berhubungan dengan tubuh pasien ataupun tidak,
yang terkontaminasi cairan tubuh pasien
Contih : Duk, jas operasi, atau linen lain yang terkontaminasi cairan tubuh
pasien (darah, urine, muntahan, sputum, faeces, dll)
• Khusus untuk pasien dengan Hepatitis B , Hepatitis C dan atau HIV, maka
semua linen infeksius dianggap terkontaminasi

1. Standard Ruang penyimpanan Linen


• Ruang penyimpanan Linen merupakan ruangan penyimpanan barang-barang
milik RS yang terbuat dari kain yang tidak sedang dipakai / didistribusikan ke
ruangan-ruangan.
• Lokasi berdekatan dengan ruang laundry dan ruang penyetrikaan /
perbaikan/ packing.
• Luas Ruangan disesuaikan denga kebutuhan. Merupakan suatu ruangan
tertutup, dengan ventilasi dan pencahayaan yang cukup.
• Dibuat aman terhadap hewan tikus, ngengat, nyamuk, laba-laba.
• Terdapat lemari rak dilengkapi pintu – pintu yang selalu tertutup

1. Standard Fasilitas Laundry RS


A. Standard Prasarana / Ruangan Laundry RS
• Lokasi ruangan laundry bisa dijangkau oleh unit lain dengan mudah ( sesuai dg
masterplan RS ) , Tidak berdekatan dengan ruangan rawat inap pasien, dan tidak
dijalan lintas.
• Lantai terbuat dari plester yang kuat, rata, tidak licin, dan kemiringan
memadai
• Tersedia saluran pembuangan air kotor sistem tertutup, dengan ukuran,
bahan, dan kemiringan yang memadai
• Tersedia Ruangan / area penirisan / pengeringan linen yang baru dicuci
• Tersedia ruangan-ruangan :
○ Ruang Linen kotor
○ Ruang linen bersih
○ Toilet
○ Gudang untuk menyimpan alat-alat laundry dan alat kebersihan
• Pintu masuk ruang laundry untuk linen kotor berbeda dengan pintu keluar linen
yang bersih. Ada jalur transport tertentu agar linen bersih tidak terinfeksi lagi
linen kotor

A. Standard sarana Laundry RS


• Tersedia Kran air bersih dengan kualitas dan tekanan yang cukup
• Tersedia pencahayaan yang cukup ±200 Lux
• Tersedia alat-alat kebersihan
• Tersedia jalur listrik yang aman dari cipratan air
• Tersedia wastafel
A. Standard Peralatan dan Obat-obatan di Unit Laundry RS
• Tersedia mesin cuci yang dapat mencuci berbagai jenis linen
• Tersedia bahan yang diperlukan untuk melakukan Proses Dekontaminasi.
• Tersedia pengaduk cucian

A. Standard Sumber daya manusia di unit Laundry RS


• Petugas bagian pemeliharaan yang sudah dilatih secara internal tentang
pengelolaan linen

1. Standard Pengelolaan Linen Kotor di RS


A. Pengumpulan Linen Kotor
• Linen kotor segera diambil dan dimasukkan kedalam wadah / ember besar
bertutup . Jangan dibiasakan menaruh linen kotor di lantai.
• Wadah linen kotor dibedakan sesuai jenis linen menurut potensi infeksiusnya :
Linen infeksius disimpan pada ember khusus linen infeksius. Sedangkan linen
non infeksius disimpan pada embernya sendiri.
• Contoh : Pasca operasi, semua duk yang terkena darah dimasukkan ke ember
khusus jangan ditaruh dilantai. Segera buka jas operator/asisten / instrumenter
dan segera masukkan ke ember . Disediakan ember di ruang ganti baju. Baju OK
dimasukan ke ember di ruang ganti baju.
• Tutup ember dengan baik. Usahakan linen tidak ada yang menyembul
keluar. Segera transport ke bagian laundry. Dengan trollry khusus.
• INGAT ! selalu gunakan pelindung tangan / handschoen setiap memegang linen
terkontaminasi. Selalu mencuci tangan sesudah menyentuh linen terkontaminasi.
A. Transport Linen kotor dalam ember tertutup menggunakan trolley khusus dengan
jalur yang sudah ditentukan, langsung ke ruang laundry. Jangan berhenti atau
mampir ke mana-mana.
B. Masuk ke ruang laundry melalui pintu masuk linen kotor. Taruhlah ember tertutup
pada ruangan linen kotor. Lakukan serah terima dengan petugas laundry.
C. Petugas laundry mempelajari linen yang terkumpul. Selalu memisahkan linen
non infeksius, dan linen infeksius. Hitunglah jumlah linen seluruhnya yang akan
dicuci. INGAT Selalu memakai APD standard ruangan laundry.

PROSEDUR TETAP PENGENDALIAN LINGKUNGAN

A. Kebijakan tentang Ruangan dan Bangunan


1. Lingkungan , ruang dan bangunan RS harus selalu dalam keadaan bersih, mudah
dibersihkan, dan tersedia fasilitas sanitasi yang memenuhi persyaratan kesehatan
2. Lingkungan , ruang danbangunan Rumah sakit tidak memungkinkan sebagai
tempat bersarang dan berkembangbiaknya serangga, binatang pengerat dan
binatang pengganggu lainnnya.
3. Bangunan RS harus kuat , utuh, terpelihara, mudah dibersihkan,
dan dapat mencegah penularan penyakit serta kecelakaan
4. Tata ruang dan penggunaannya harus sesuai dengan fungsinya,
serta memenuhi persyaratan kesehatan.
5. Konstruksi :
• Lantai
o Lantai terbuat dari bahan yang kuat, yang kedap air permukaan rata, tidak
licin dan mudah dibersihkan
o Lantai yang selalu kontak dengan air, kemiringannya harus cukup ke arah saluran
limbah / drainase
o Lantai harus selalu bersih, dibersihkan 2 x sehari, tingkat kebersihan memenuhi
syarat
• Dinding
o Permukaan dinding harus rata, berwarna terang, dicat
tembok, dan mudah dibersihkan
o Permukaan dinding yang selalu terkena percikan air
harus dilapisi bahan yang kuat dan kedap air
• Ventilasi
o Ventilasi dapat menjamin peredaran udaradi dalam
kamar dengan baik
o Tersedia lubang udara yang cukup dan dibersihkan secara berkala
o Dapat dilengkapi Exhauster Fan, Kipas angin dan atau AC
• Atap
o Atap harus kuat, dan tidak menjadi tempat perindukan
serangga dan tikus atau binatang lainnya.
o Kerangka atap perlu diresidu dulu agar tahan terhadaprayap.
o Pemeriksaan secara berkala terhadap kemungkinankebocoran
• Langit-langit
o Kuat, berwarna terang dan mudah dibersihkan
o Tinggi minimal 2,5 m dari lantai
o Kerangka kayu dibuat anti rayap
• Pintu
o Pintu harus kuat, dapat mencegah masuknya serangga ,
tikus dan binatang pengganggu lainnya
o Menggunakan cat anti rayap
o Dilengkapi shutter otomatis
o Dibuat sedemikian rupa sehingga pembukaan pintu dapat diminalisir,
misalnya dengan membagi pintu menjadi 2 bagian, 1 bagian cukup untuk dilewati 1
orang saja. Bagian lain lebar, dibuka jika ada bed atau trolley yang melewati.
o Tersedia lubang kaca sehingga paramedik dapat
mengawasi ruangan tanpa harus selalu membuka pintu.
• Instalasi
o Pemasangan jaringan instalasi air bersih, air limbah,
listrik, Oksigen, Suction, sistem penghawaan, sarana
komunikasi dll harus rapi, aman dan terlindung.
DEKONTAMINASI, DESINFEKSI , STERILISASI

A. DEFINISI
Dekontaminasi
Adalah sustu proses / kegiatan yang berusaha menghilangkan kontaminasi
suatu benda oleh benda lain yang potensial menjadi sumber infeksi yang sekaligus
juga membasmi sebagian mikroorganisme sehingga kita dapat menangani secara
aman.
Desinfeksi
Adalah tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan hampir semua
mikroorganisme
penyebab penyakit yang mencemari benda mati atau instrumen. Tindakan serupa pada
kulit disebut Antisepsis
Sterilisasi
Adalah tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua mikroorganisme
termasuk endospora bakteri.