Anda di halaman 1dari 7

PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. ISKAK


Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo
Telp.(0355) 322609 fax. (0355) 322165
e mail : rsu_iskak_ta@yahoo.com
TULUNGAGUNG Kode Pos 66224

KEPUTUSAN

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. ISKAK TULUNGAGUNG


Nomor : 188.4 / 101 / 206 / 2014

TENTANG

KEBIJAKAN MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN ( MFK )


DI LINGKUNGAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Dr. ISKAK TULUNGAGUNG

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. ISKAK TULUNGAGUNG


Menimbang : a. bahwa kegiatan pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah
Dr. Iskak Tulungagung mengandung resiko bahaya yang berpotensi
menimbulkan insiden yang merugikan dan dapat mengganggu
operasional pelayanan kesehatan;
b. bahwa untuk memberikan rasa aman dan tentram bagi karyawan,
pasien dan pengunjung, maka perlu diciptakan suasana yang aman
dan tentram dengan cara meningkatkan mutu pelayanan dan
kewaspadaan terhadap terjadinya bencana;
c. bahwa agar peningkatan mutu pelayanan dan kewaspadaan
terhadap bencana tersebut dapat terwujud perlu ditetapkan
Pemberlakuan Kebijakan Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
(MFK) dilingkup Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Iskak Tulungagung
dengan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Iskak
Tulungagung.

Mengingat : 1. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 tentang


Keselamatan Kerja;
2. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan;
3. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang
Rumah Sakit;
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
463/Menkes/S/VI/1993 tentang Berlakunya Standar Pelayanan Medik
di Rumah Sakit;
5. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1333/Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit;
6. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 432 /
MENKES / SK / IV / 2007 tentang Pedoman Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit;
7. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1087 /
MENKES / SK / VII / 2010 tentang Standar Kesehatan dan
Keselamatan Kerja di Rumah Sakit.
8. Peraturan Daerah Kabupaten Tulungagung Nomor 6 Tahun 2008
tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten
Tulungagung;
9. Peraturan Bupati Tulungagung Nomor 45 Tahun 2008 tentang Tugas,
Fungsi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Tulungagung.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KESATU : Memberlakukan Kebijakan Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)


di Lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Iskak Tulungagung seperti
tercantum dalam lampiran Keputusan ini.
KEDUA : Kebijakan-kebijakan tersebut menjadi dasar untuk pelaksanaan
operasional dalam melakukan interaksi dan koordinasi baik di dalam unit
sendiri ataupun interaksi dan koordinasi antar unit.
KETIGA : Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan apabila
ternyata dikemudian hari terdapat kekeliruan atau ketidaksesuaian lagi,
maka akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Tulungagung
pada tanggal : 2 September 2014
Pj. DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Dr. ISKAK TULUNGAGUNG

dr. SUPRIYANTO, Sp. B.


Pembina
NIP. 19640131 199602 1 001
Lampiran : Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Dr. Iskak Tulungagung
Nomor : 188.4 / 101 / 206 / 2014
Tanggal : 2 September 2014

KEBIJAKAN MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN ( MFK )


DI LINGKUNGAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. ISKAK TULUNGAGUNG

I. PENANGGULANGAN KEBAKARAN DAN KEWASPADAAN BENCANA


a. Penanggulangan keadaan darurat kebakaran dan kewaspadaan bencana di Rumah
Sakit Umum Daerah Dr. Iskak Tulungagung merupakan tanggung jawab semua
karyawan;
b. Seluruh karyawan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Iskak Tulungagung wajib
membantu menyelamatkan pasien disamping menyelamatkan diri sendiri;
c. Keadaan darurat internal yaitu kebakaran dan gempa bumi dikoordinasikan oleh Sub
Komite Penanggulangan Kebakaran dan Kewaspadan Bencana;
d. Keadaan darurat external yaitu kecelakaan massal, keracunan massal dan bencana
yang terjadi diluar sehingga Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Iskak Tulungagung
menerima pasien dengan jumlah banyak pada waktu yang bersamaan
dikoordinasikan oleh Triage Officer IGD;
e. Seluruh karyawan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Iskak Tulungagung wajib
memahami dan mampu memadamkan api dengan menggunakan Alat Pemadam Api
Ringan (APAR) dan alat pemadam sederhana;
f. Penggunaan APAR dan alat pemadam sederhana hanya untuk api yang kecil dan
masih terlokalisir (pada tahap awal kebakaran);
g. Pemadaman dengan api besar dilakukan oleh Regu Utama Pemadam Kebakaran
(PMK) setempat;
h. Jika terjadi kebakaran segera tekan tombol alarm kebakaran atau laporkan ke
Instalasi Humas nomor extention 300 untuk disambungkan ke Pemadam Kebakaran
(PMK) dibawah Dinas PUPPW;
i. Alat pemadam kebakaran di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Iskak Tulungagung
terdiri dari Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan hidrant;
j. Pelatihan tentang Pemadam Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana dilakukan rutin
tiap tahun di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Iskak Tulungagung;
k. Pemantauan dan pemeliharaan sarana prasarana penanggulangan kebakaran dan
kewaspadaan bencana dilaksanakan oleh Instalasi Pemeliharaan Sarana;
l. Titik area kumpul darurat kebakaran dan gempa bumi adalah di depan / halaman
IGD, utara Bank Darah Rumah Sakit (BDRS), depan IPS dan utara Instalasi Sanitasi.

II. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


a. Seluruh karyawan wajib menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja
b. Komite K3 memberikan rekomendasi mengenai perencanaan, pembuatan tempat
kerja dan pemilihan alat serta pengadaannya terkait keselamatan dan kesehatan
kerja;
c. Memantau perizinan, kalibrasi dan sertifikasi sarana dan prasarana peralatan
keselamatan dan kesehatan kerja bekerjasama dengan Instalasi Pemeliharaan
Sarana;
d. Mengadakan peralatan keselamatan dan kesehatan kerja , rambu keselamatan dan
Alat Pelindung Diri (APD);
e. Semua karyawan wajib menggunakan APD yang disediakan sesuai dengan unit kerja
masing-masing;
f. Seluruh insiden karena faktor keselamatan bagi karyawan dan pengunjung, wajib
dibuat laporan berupa pengisian laporan insiden yang ditujukan kepada Komite K3;
g. Kecelakaan kerja adalah :
 Kecelakaan yang terjadi saat karyawan berangkat dari rumah menuju tempat
kerja;
 Kecelakaan yang terjadi saat karyawan berada ditempat kerja atau jam kerja,
missal kecelakaan akibat lingkungan kerja, peralatan kerja, tidak menggunakan
APD;
 Kecelakaan yang terjadi saat karyawan pulang dari tempat kerja menuju
kerumah;
h. Insiden yang terjadi akibat kecelakaan kerja ditangani oleh Komite K3 dan dilaporkan
kepada Direktur ;
i. Staf yang mengetahui / terlibat didalam insiden yang terjadi tidak diperkenankan
untuk menginformasikan kepada pihak luar lainnya seperti Instansi lain maupun
rumah sakit lain;
j. Laporan yang ada dalam formulir insiden sifatnya rahasia dan tidak diperkenankan
untuk melakukan penggandaan (fotocopy). Formulir ini disediakan di Komite K3;
k. Pengunjung yang mengalami kecelakaan dilingkungan Rumah Sakit Umum Daerah
Dr. Iskak Tulungagung, setelah mendapat pertolongan pertama, karyawan yang
melihat atau menolong segera melapor kpada Komite K3 maksimal 1 x 24 jam;
l. Insiden kecelakaan pengunjung ditangani oleh Komite K3, dilaporkan kepada
Direktur;
m. Bilamana kecelakaan tersebut disebabkan karena kondisi lingkungan dan atau
peralatan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Iskak Tulungagung yang tidak aman dan
tidak ada peringatan tanda bahaya, maka pembiayaaan pengobatan menjadi
tanggung jawab rumah sakit. Tetapi bila kecelakaan tersebut merupakan akibat dari
kecerobohan atau kelalaian korban, atau sudah terdapat peringatan tanda bahaya
tetapi tidak dihiraukan, maka biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh korban;
n. Mengumpulkan dan mengolah pelaporan nyaris celaka dan celaka serta
tindaklanjutnya yang dialami pekerja dan pengunjung RS;
o. Melaksanakan pelatihan dan penyuluhan Keselamatan dan Kesehatan Kerja bagi
pekerja RS;
p. Meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan dengan menghilangkan
Kecelakaan akibat kerja dan Penyakit akibat kerja;
q. Pemeriksaan kesehatan bagi pekerja Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Iskak
Tulungagung yang terdiri dari 3 (tiga) jenis, yaitu :
 Pemeriksaan kesehatan awal;
 Pemeriksaan kesehatan berkala;
 Pemeriksaan kesehatan Khusus;
r. Pemeriksaan kesehatan awal wajib bagi calon karyawan Rumah Sakit Umum Daerah
Dr. Iskak Tulungagung;
s. Pemeriksaan kesehatan berkala ditujukan untuk seluruh karyawan Rumah Sakit
Umum Daerah Dr. Iskak Tulungagung yang sudah bekerja dengan ketentuan sebagai
berikut :
 Untuk karyawan yang berhubungan dengan pelayanan dilakukan 1 (satu) tahun
sekali yaitu bagi karyawan di Instalasi Radiologi, Laboratorium, Gizi,
Hemodialisis, ICU, ICCU, Poliklinik, CSSD/Loundry, Sanitasi / limbah;
 Untuk karyawan yang tidak berhubungan langsung dengan pelayanan dilakukan
2 (dua) tahun sekali yaitu bagian kantor, logistik, farmasi;
t. Pemeriksaan kesehatan khusus ditujukan untuk seseorang yang diduga terkena
penyakit akibat kerja dan memerlukan tindak lanjut;
u. Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bekerjasama dengan Sub bagian
Kepegawaian;
v. Segaa tindaklanjut dari hasil pemeriksaan kesehatan karyawan ditindaklanjuti sesuai
rekomendasi dan atas persetujuan Direktur.

III. KESEHATAN LINGKUNGAN DAN B3


Lingkup kesehatan lingkungan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Iskak Tulungagung
yaitu :
a. Penyediaan air bersih
b. Pengelolaan limbah
 Limbah cair
 Limbah padat
 Limbah B3
c. Penyehatan ruang bangunan dan halaman
d. Penyehatan makanan dan minuman
e. Pengendalian serangga, tikus dan binatang pengganggu
f. Identifikasi B3 di ruangan
g. Pelabelan B3 pada semua bahan B3
h. Pelaporan tumpahan B3

IV. Keamanan :
a. Menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman serta perlindungan terhadap
gangguan apapun di RSUD Dr. Iskak;
b. Keamanan diperlukan di setiap unit pelayanan dan dilaksanakan oleh Satpam dan unit terkait
secara terintegrasi dilaksanakan di instalasi pelayanan RSUD Dr. Iskak
c. Pelayanan RSUD Dr. Iskak buka 24 jam dilaksanakan di berbagai Instalasi yang disiapkan
untuk pelayanan .
d. Kriteria Keamanan adalah terjaminnya rasa aman pada saat berada di lingkungan RSUD
Dr. Iskak
e. Terjaminnya rasa aman yang berkelanjutan dan terintegrasi antara semua personil di semua
unit pelayanan untuk mendukung pelayanan kesehatan yang baik di RSUD Dr. Iskak.
f. Menegakan Peraturan Daerah dan peraturan pelaksanaanya dalam menyelenggarakan
keamanan dan keselamatan di RSUD Dr. Iskak yang meliputi aspek pengamanan dan
keselamatan fisik, aset, dokumen, personil, informasi dan pengamanan teknis lainya ;
g. Melindungi dan mengayomi lingkungan rumah sakit dari setiap gangguan kemanan,serta
menegakan peraturan dan tata tertib yang berlaku di RSUD Dr. Iskak;
h. Mengkoordinasikan pelaksanaan bila terjadi bencana yang disebabkan oleh alam dan atau
karena kelalian manusia;
i. Melaksanakan koordinasi dengan Instansi terkait (TNI/Polri) dalam hal memelihara dan
menyelenggarakan kemanan dalam rangka keselamatan;
j. Unsur pembantu pimpinan di dalam pembinaan kemanan dan keselamatan;
k. Unsur pembantu Polri dalam pembinaan kemanan serta menumbuhkan kesadaran dan
kewaspadaan;
l. Membantu menyelesaikan perselisihan diwilayah kerjanya yang dapat mengganggu
ketertiban dan keamanan;
m. Melaporkan kepada Kepolisian jika menemukan hal –hal yang patut diduga adanya tindak
pidana;
n. Mengadakan pengaturan dengan maksud menegakan tata tertib yang berlaku di lingkungan
kerjanya, khususnya yang menyangkut keamanan dan keselamatan;
o. Dalam rangka keamanan dan keselamatan melakukan scrining kepada semua tamu yang
akan bertemu Pimpinan RS;
p. Memberikan id cart kepada penunggu pasien rawat inap;
q. Melakukan screening kepada setiap pengunjung RS;
r. Memberikan informasi tentang jam berkunjung;
s. Melakukan patroli sekitar kawasan terpencil;
t. Melakukan patroli di semua wilayah RS;
u. Mengamankan tempat kejadian perkara jika terjadi tindak pidana;
v. Menangkap dan membrogol pelaku kejahatan sebelum diserahkan kepada pihak yang
berwajib;
w. Menolong korban;
x. Melaporkan kepada pihak kepolisian jika terjadi tindak kejahatan

2. Penyelamatan jika terjadi kebakaran:

a. Jika terjadi kebakaran semua petugas harus mampu melakukan penyelamatan secara
sistematis;
b. Melakukan pemadaman dengan APAR (Alat Pemadam Api Ringan);
c. Menyelamatkan korban terutama manusia,material,dan secepatnya menghubungi pihak-
pihak terkait, pemadam kebakaran,ambualnce dan Instansi terkait;
d. Mematikan aliran listrik;
e. Memberitahukan kepada karyawan disekitar kejadian;
f. Melarang orang-orang yang tidak berkepentingan memsuki wilayah kejadian.

4. Tindakan jika terjadi huru hara :

a. Blokir tempat-tempat penting terutama Ruang Pimpinan dan tempat dokumen penting;
b. Tutup pintu gerbang dan perketat penjagaan;
c. Amankan kendaraan di areal parkir;
d. Pengamanan tempat tempat fasilitas komunikasi dll yang dianggap penting;
e. Hubungi pihak kepolisian;
f. Tanpa terkecuali semua anggota kemanan mengambil langkah sesuai dengan SPO yang
telah disiapkan;
g. Segera menghubungi dan melaporkan kepada Pimpinan.

4. Tindakan jika ada ancaman Bom lewat telepon :

a. Terimalah telepon dengan tenang dan tidak panik;


b. Tanyakan nama penelpon dan tempat bom berada;
c. Tanyakan bom melalui temer jam berapa bom meledak;
d. Ulur sedikit waktu untuk mengenali lokasi dan penelpon melelui suara;
e. Beritahu teman sekitar dengan kode;
f. Segera hubungi Wadir Umum & Keuangan Pesawat 335
g. Lapor ke Direktur Pesawat 324

5. Tindakan jika menemukan bungkusan mencurigakan/diduga bom :

a. Laporkan kepada pihak kepolisian terdekat;


b. Lihat dan periksa hati-hati dengan pihak kepolisian;
c. Jangan dipindah atau diangkat;
d. Optimalkan alat komuikasi yang ada;
e. Hubungi Ka Instalasi Keamanan, Kabag Tata Usaha, Wadir Umum & Keuangan, Direktur.

6. Tindakan bila terjadi ledakan bom :

a. Secepatnya hubungi Pos Satpam Utama;


b. Evakuasi penderita dan pengunjung ke titik kumpul;
c. Gunakan jalur tangga darurat;
d. Jangan gunakan lift;
e. Lakukan pengamanan TKP;
f. Himpun informasi dari saksi-saksi;
g. Laporkan lengkap ke aparat yang berwajib;

LAIN-LAIN :
1. Seluruh karyawan baru wajib mengikuti orientasi K3
2. Bila ada sekelompok orang berkumpul dalam jumlah > 30 orang sebaiknya dilakukan
“safety induction / safety briefing / petunjuk keselamatan”
3. Rapat Pleno K3 dilakukan tiap bulan sekali pada minggu ke 2 (dua) atau pada saat
keadaan darurat
4. Pelatihan tentang K3 dilakukan rutin setiap tahun bekerja sama dengan bagian Diklat

Ditetapkan di Tulungagung
pada tanggal : 2 September 2014

Pj. DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


Dr. ISKAK TULUNGAGUNG