Anda di halaman 1dari 21

LOMBA KARYA TULIS ILMIAH CHEMFAIR 2017

PEMANFAATAN LIMBAH TONGKOL JAGUNG UNTUK


MEMPRODUKSI BIOHIDROGEN SEBAGAI ALTERNATIF ENERGI
TERBARUKAN YANG RAMAH LINGKUNGAN DENGAN METODE
GASIFIKASI BIOMASSA

Disusun Oleh :
Wangsit Aria Kirana (02211645000001)
Badril Azhar (02211645000004)
Palguno Helyoso (02211645000019)

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER


SURABAYA
2017

i
HALAMAN PENGESAHAN

1. Judul : Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung Untuk


Memproduksi Biohidrogen Sebagai Alternatif Energi Terbarukan yang Ramah
Lingkungan Dengan Metode Gasifikasi Biomassa
2. Subtema :
3. Ketua Pelaksana Kegiatan :
a. Nama Lengkap : Wangsit Aria Kirana
b. NIM : 02211645000001
c. Jurusan / Fakultas : Teknik Kimia / Teknologi Industri
d. Perguruan Tinggi : Institut Teknologi Sepuluh Nopember
e. Alamat Rumah : Jl. Megamendung RT 02/03, Kab. Bogor
f. No. Telepon / HP : 081575225338
g. Alamat email : wangsitariak@gmail.com
4. Anggota Tim : Palguno Helyoso & Badril Azhar
5. Dosen Pembimbing :
a. Nama Lengkap : Prof. Dr. Ir. Arief Widjaja, M. Eng
b. NIP : 19660523 199102 1 001
c. Alamat Rumah :
d. No. Telepon / HP : 085231078200

Mengetahui,
Surabaya, 26 Oktober 2017

Dosen Pembimbing Ketua Tim

(Prof. Dr. Ir. Arief Widjaja, M. Eng.) (Wangsit Aria Kirana)


NIP. 19660523 199102 1 001 NIM. 02211645000001

Menyetujui,
Kepala Departemen

(Juwari, S.T., M. Eng., Ph.D)


NIP. 19730615 199903 1 003
,,

ii
KATA PENGANTAR

Bismillah. Kami mulai dengan nama Rabb kami yang kasih sayang-Nya
membumbung tinggi tak terperi. Segala puji bagi-Nya, Tuhan yang berawal dari-Nya semua
nikmat dan bermuara pada-Nya keluh, syukur, dan doa. Limpahan karunia dan anugerah
serta rahmat-Nya kepada kami sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis tepat pada
waktunya.
Karya tulis ini ditulis sebagai bentuk usaha kami untuk berbagi pengetahuan serta ilmu
bagi pembaca. Jika dalam penulisannya masih banyak mengandung kesalahan itu karena
semata-mata keterbatasan kami sebagai manusia dalam memahami ilmu milik-Nya yang
Maha Luas ini. Namun, jika dalam penyajiannya terdapat banyak fakta dan kebenaran maka
itu semata-mata adalah rahmat dan berkah-Nya kepada kita sebagai bentuk kemurahan-Nya.
Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada segala pihak yang membuat karya tulis
ini selesai tepat pada waktunya, diantaranya :
1. Orang tua kami yang selalu senantiasa mendo’akan segala bentuk usaha kami
mencari ilmu yang bermanfaat
2. Prof. Arief Widjaja sebagai dosen pembimbing kami selama penyusunan karya tulis
ini
3. Pak Juwari sebagai Kepala Departemen Teknik Kimia-FTI ITS
4. Teman-teman yang selalu memberikan support serta semangat dalam menyelesaikan
karya tulis ini
Akhir kata, kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat Penulis harapkan
demi perbaikan. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa/i Fakultas Teknologi
Industri Departemen Teknik Kimia kedepannya.

Surabaya, Oktober 2017

Penulis

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................................. i


HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................................. ii
KATA PENGANTAR ........................................................................................................ iii
DAFTAR ISI ....................................................................................................................... iv
DAFTAR TABEL ................................................................................................................ v
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................................... vi
ABSTRAK .......................................................................................................................... vii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................... 8
I. Latar Belakang ......................................................................................................... 8
II. Rumusan Masalah .................................................................................................... 8
III. Tujuan .................................................................................................................... 8
IV. Manfaat .................................................................................................................. 9
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ....................................................................................... 10
II.1 Biohidrogen ............................................................................................................. 10
II.2 Limbah Tongkol Jagung ........................................................................................ 10
II.3 Gasifikasi ................................................................................................................. 13
BAB III METODE PENULISAN .................................................................................... 14
I. Jenis Penulisan ........................................................................................................ 14
II. Fokus Penulisan ...................................................................................................... 14
III. Sumber Data ........................................................................................................ 14
IV. Teknik Pengumpulan Data ................................................................................ 14
BAB IV PEMBAHASAN .................................................................................................. 15
BAB V SIMPULAN DAN SARAN .................................................................................. 16
V.1 Simpulan .................................................................................................................. 16
V.2 Saran ........................................................................................................................ 16

iv
DAFTAR TABEL

Table 1 Analisis kimia tongkol jagung (Lachke, 2002) ...................................................... 13

v
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Jagung dan Tongkol Jagung ............................................................................... 11


Gambar 2 Porsi pemenuhan konsumsi energi primer di Indonesia (Blue Print Pengelolaan
Energi Nasional 2005 – 2025, Lampiran K, Jakarta, 2005 dalam Wijaya (2012)) ............. 11
Gambar 3 Potensi riil energi limbah jagung di Indonesia tahun 2006 ................................ 12

vi
ABSTRAK

Hidrogen merupakan sumber energi yang bersih dan efisien. Gas tersebut memiliki
kandungan energi tertinggi (143GJ/ton) per unitnya dan merupakan bahan bakar yang tidak
terikat secara kimia dengan karbon. Dengan demikian, pembakaran hidrogen tidak akan
menimbulkan efek rumah kaca, penipisan lapisan ozon, atau hujan asam. Hal tersebut karena
proses pembakarannya di udara hanya akan menghasilkan uap air dan energi panas. Di masa
yang akan datang, hidrogen diprediksi akan menjadi bahan bakar yang banyak digunakan.
Hidrogen dapat diproduksi dari sumber energi terbarukan, seperti biomassa dan dikenal
dengan istilah biohidrogen. Melimpahnya biomassa di Indonesia merupakan penunjang
ketersediaan substrat dalam jangka waktu yang panjang. Salah satu biomassa yang melimpah
di Indonesia adalah tongkol jagung. Tongkol jagung merupakan bagian dari buah jagung
yang telah diambil bijinya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ketersediaan
tongkol jagung di Indonesia pada tahun 2015 adalah sekitar 6.355.214 ton. Namun, biomassa
ini masih belum banyak dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah (added
value). Tongkol jagung mengandung lignoselulosa sangat dimungkinkan untuk
dimanfaatkan menjadi biohidrogen karena lignoselulosa memiliki kandungan hidrogen yang
cukup banyak. Hidrogen tersebut dihasilkan melalui proses gasifikasi. Tahapan yang
pertama adalah memperkecil ukuran bahan baku dengan mencacahnya serta dikurangi
kadar air dengan dijemur. Air pada bahan baku tidak boleh melebihi 30%, dengan bentuk
partikel kubus atau mendekati bulat. Bahan kemudian dimasukan kedalam alat gasifier,
dengan proses pertama adalah pemanasan hingga 100 0C. Tahap kedua adalah pirolisis
untuk memecah senyawa-senyawa lignoselulosa hingga suhu 500 0C. Hasil pirolisis
kemudian direduksi sehingga dihasilkanlah hidrogen yang kita sebut sebagai biohidrogen.
Tahap selanjutnya adalah oksidasi, sebagian kecil dari biomassa hasil proses sebelumnya
dibakar dengan udara untuk menghasilkan panas yang diperlukan untuk proses.

Kata Kunci: Biohidrogen, Tongkol Jagung, Gasifikasi

vii
BAB I
PENDAHULUAN

I. Latar Belakang
Ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil merupakan kondisi yang perlu
diperhatikan. Dilansir dari kompas, pada tahun 2016 sebanyak 95 persen konsumsi energi
nasional saat ini masih bertumpu pada minyak bumi dan batubara. Indonesia pun bahkan telah
menjadi produsen dan eksportir batu bara terbesar ketiga di dunia setelah Tiongkok dan
Amerika Serikat dengan nilai produksi bersih hingga mencapai 281,7 Mt atau setara dengan
satu juta ton minyak. Produksi secara besar ini tentu menguntungkan Indonesia, namun disisi
lain ketergantungan dari bahan bakar fosil itu sendiri akan semakin parah.
Sudah menjadi hal yang umum kita ketahui bahwa bahan bakar fosil merupakan sumber
energi yang tidak terbarukan dimana proses pembentukannya juga membutuhkan waktu yang
sangat lama. Jika sumber energi ini dipergunakan terus menerus makan berpotensi terjadinya
krisis energi. Maka dari itu penggunaannya harus diimbangi dengan energi terbarukan
salahsatunya biomassa.
Potensi biomassa di Indonesia merupakan salahsatu yang terbesar di dunia. Biomassa tersebut
dapat berasal dari tanaman, pepohonan, limbah pertanian dan limbah peternakan. Potensi
sumber daya biomassa Indonesia itu sendiri diperkirakan mencapai 49.810 MW. Salahsatu
limbah yang melimpah di Indonesia adalah tongkol jagung. Tongkol jagung merupakan bagian
dari jagung yang biasanya dibuang sebagai limbah setelah biji jagung dimanfaatkan.
Hidrogen merupakan sumber energi yang bersih dan efisien. Gas tersebut memiliki
kandungan energi tertinggi (143Gjton-1) per unitnya dan merupakan bahan bakar yang tidak
terikat secara kimia dengan karbon. Dengan demikian, pembakaran hidrogen tidak akan
menimbulkan efek rumah kaca, penipisan lapisan ozon, atau hujan asam. Di masa yang akan
datang, hidrogen diprediksi akan menjadi bahan bakar yang banyak digunakan. Hidrogen dapat
diproduksi dari sumber energi terbarukan, seperti biomassa dan dikenal dengan istilah
biohidrogen.
Oleh karena itu, karya tulis ini mengkaji potensi limbah tongkol jagung menjadi
biohidrogen yang prospektif pada masa depan menggunakan metode gasifikasi yang efektif
dan murah.

II. Rumusan Masalah


a. Mengapa tongkol jagung berpotensi menjadi bahan baku biohidrogen sebagai energi
terbarukan?
b. Mengapa metode gasifikasi digunakan untuk memproses tongkol jagung menjadi
biohidrogen?

III. Tujuan
a. Mengetahui potensi dari tongkol jagung menjadi bahan baku biohidrogen sebagai
energi terbarukan
b. Mengetahui mengapa metode gasifikasi dipilih sebagai metode proses pengolahan
tongkol jagung sebagai biohidrogen

8
IV. Manfaat
Bagi Masyarakat
Sebagai dasar berkembangnya teknologi biohidrogen melalui pengembang-pengembang dari
kalangan umum baik komersial ataupun bukan terutama di bidang biomassa itu sendiri.

Bagi Institusi Pendidikan


Sebagai pengetahuan serta rujukan tentang pemanfaatan limbah perkebunan khususnya
tongkol jagung untuk bahan baku biohidrogen sebagai energi alternatif ramah lingkungan.

Bagi Peserta
Sebagai sarana mengembangkan gagasan serta pengetahuan mengenai energi terbarukan
sebagai solusi pencegahan potensi krisis energi di masa mendatang sebagai akibat dari
penggunaan bahan bakar fosil secara terus menerus.

9
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

II.1 Biohidrogen
Hidrogen merupakan sumber energi yang bersih dan efisien. Gas tersebut memiliki
kandungan energi tertinggi (143Gjton-1) per unitnya dan merupakan bahan bakar yang tidak
terikat secara kimia dengan karbon. Dengan demikian, pembakaran hidrogen tidak akan
menimbulkan efek rumah kaca, penipisan lapisan ozon, atau hujan asam. Hal tersebut karena
proses pembakarannya di udara hanya akan menghasilkan uap air dan energi panas. Di masa
yang akan datang, hidrogen diprediksi akan menjadi bahan bakar yang banyak digunakan.
Hidrogen dapat diproduksi dari sumber energi terbarukan, seperti biomassa dan dikenal dengan
istilah biohidrogen.
Biohidrogen merupakan salah satu energi terbarukan yang tergolong bahan bakar bersih
dan ramah lingkungan, dikarenakan penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar tidak
menghasilkan limbah sama sekali. Produk dari proses pembakaran hidrogen adalah oksigen,
dan uap air. Keuntungan lainnya dengan menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar adalah
mempunyai efisiensi energi yang sangat tinggi saat diproses menjadi bahan bakar
dibandingkan dengan sumber bahan bakar lainnya seperti bahan bakar diesel dan etanol.
Teknologi yang digunakan untuk memproduksi hidrogen biasanya berasal dari pembakaran
bahan bakar fosil melalui proses termokimia. Dari teknologi ini, terdapat beberapa kekurangan
seperti mahalnya biaya produksi, dan menghasilkan emisi gas rumah kaca. Walaupun
demikian, kebutuhan akan hidrogen terus meningkat.

II.2 Limbah Tongkol Jagung


Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga
rumput-rumputan. Berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika melalui kegiatan
bisnis orang-orang Eropa ke Amerika. Sekitar abad ke-16 orang Portugal menyebarluaskannya
ke Asia termasuk Indonesia. Orang Belanda menamakannya mais dan orang Inggris
menamakannya corn.
Menurut Rukmana (1997), klasifikasi tanaman jagung (Zea mays L.) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Class : Monocotyledoneae
Ordo : Poales
Familia : Poaceae (Graminae)
Genus : Zea
Spesies : Zea mays L.

10
Gambar 1 Jagung dan Tongkol Jagung

Selain dapat mengurangi pencemaran lingkungan, pembuatan biohidrogen dari bahan


dasar tongkol jagung ini juga dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan
energinya. Keuntungan lainnya, biohidrogen lebih ramah lingkungan jika dibandingan dengan
bahan bakar fosil sehingga dapat mengurangi polusi udara akibat penggunaan bahan bakar.

Gambar 2 Porsi pemenuhan konsumsi energi primer di Indonesia (Blue Print Pengelolaan Energi Nasional 2005 – 2025,
Lampiran K, Jakarta, 2005 dalam Wijaya (2012))

Jagung (Zea mays) adalah merupakan tanaman pangan yang penting di Indonesia. Pada
tahun 2006, luas panen jagung adalah 3,5 juta hektar dengan produksi rata-rata 3,47ton/ha,
produksi jagung secara nasional 11,7 juta ton. Menurut Prasetyo (2002) sebagaimana dikutip
oleh Teguh dkk. (2008) limbah batang dan daun jagung kering adalah 3,46 ton/ha sehingga
limbah pertanian yang dihasilkan sekitar 12.1juta ton. Dengan konversi nilai kalori 4370
kkal/kg (Sudradjat, 2004) potensi energi limbah batang dan daun jagung kering Residue to
Product Ratio (RPR) tongkol jagung adalah 0,273 (pada kadar air 7,53%) dan nilai kalori 4451
kkal/kg (Koopmans and Koppejan, 1997; Sudradjat, 2004). Potensi energi tongkol jagung
adalah 55,75 GJ. Potensi energi limbah pada komoditas jagung sangat besar dan diharapkan
akan terus meningkat sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan produksi
jagung secara nasional. Namun, limbah jagung memiliki banyak kegunaan, diantaranya adalah
untuk pakan ternak, dalam hal ini pemerintah telah mencanangkan program pengembangan

11
peternakan secara terintegrasi (Crop Livestock System/ CLS). Oleh karena itu, optimasi
pemanfaatan limbah jagung sangat diperlukan untuk mendapatkan keuntungan yang optimal.
Untuk memperkirakan potensi riil energi limbah jagung, penggunaan tongkol jagung untuk
keperluan bahan bakar sekitar 90% sedangkan limbah batang dan daun sekitar 30% dari potensi
yang ada.

Gambar 3 Potensi riil energi limbah jagung di Indonesia tahun 2006

Sifat tongkol jagung yang memiliki kandungan karbon yang tinggi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa untuk mengeringkan 6 ton jagung dari kadar air 32.5% sampai 13.7% bb
selama 7 jam diperlukan sekitar 30 kg tongkol jagung kering per jam (Alkuino 2000).

12
Table 1 Analisis kimia tongkol jagung (Lachke, 2002)

Tongkol jagung yang termasuk biomassa mengandung lignoselulosa sangat dimungkinkan


untuk dimanfaatkan menjadi biohidrogen karena memiliki kandungan selulosa yang cukup
banyak. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan biomassa tongkol jagung menjadi
biohidrogen.

II.3 Gasifikasi
Gasifikasi biomasa atau bahan alam seperti tongkol jagung, jerami, limbah padat rumah
tangga atau kotoran. Di dalam prosesnya, bahan-bahan tadi dipanaskan pada suhu tinggi dalam
sebuah reaktor. Proses pemanasan ini mengakibatkan ikatan molekul dalam senyawa yang ada
menjadi terpecah dan menghasilkan campuran gas yang terdiri dari hidrogen, karbon
monoksida dan metana. Selanjutnya metana yang dihasilkan diubah menjadi gas hidrogen.
Metana direaksikan dengan steam (uap air) pada suhu tinggi (700~1000oC) dengan
bantuan katalis, untuk menghasilkan hidrogen, karbon dioksida (CO2) dan karbon
monoksida (CO). Sebuah reaksi samping juga terjadi antara karbon monoksida dengan steam,
yang menghasilkan hidrogen dan karbon dioksida. Persamaan reaksi yang terjadi pada proses
ini adalah:
CH4 + H2O --> CO + 3H2
CO + H2O --> CO2 + H2
Gas hidrogen yang dihasilkan kemudian dimurnikan, dengan memisahkan karbon dioksida
dengan cara penyerapan.
Gasifikasi biomasa atau bahan organik memiliki beberapa keunggulan, antara lain
menghasilkan lebih sedikit karbon dioksida, sumber bahan baku yang berlimpah dan
terbarukan, bisa diproduksi di hampir seluruh tempat di dunia serta biaya produksi yang lebih
murah.

13
BAB III
METODE PENULISAN

I. Jenis Penulisan
Penulisan karya ilmiah ini ditulis menggunakan metode studi literatur yang
berkenaan dengan penelitian yang pernah dilakukan. Data-data yang diperoleh dari
penelitian sebelumnya digunakan sebagai referensi untuk mempelajari sifat-sifat
kecenderungan data dengan variabel-variabel yang berkaitan. Variabel tersebut
diantaranya adalah bahan baku yang digunakan berdasarkan komposisinya, prosedur
preparasi bahan baku, serta proses yang digunakan untuk mengolah bahan baku yaitu
tongkol jagung menjadi biohidrogen.

II. Fokus Penulisan


Fokus penulisan adalah produksi biohidrogen yang merupakan salahsatu dari
biofuel potensial dengan menggunakan bahan baku tongkol jagung dengan menggunakan
proses gasifikasi.

III. Sumber Data


Sumber data yang diperoleh sepenuhnya berasal literatur-literatur penelitian yang
pernah dilakukan. Kecenderungan data dari proses yang dilakukan dapat diamati dari
literatur penelitian yang telah dilakukan oleh studi sebelumnya.

IV. Teknik Pengumpulan Data


Pengumpulan data untuk penulisan karya tulis ini dilakukan dengan mempelajari
serta menganilisis literatur-literatur yang terkait. Literatur yang dijadikan referensi, tidak
hanya berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan namun juga berdasarkan studi teori
yang melandasinya. Beberapa data juga diperoleh dari jurnal-jurnal dari peneliti terkait.

14
BAB IV
Pembahasan
Biohidrogen akan diproduksi menggunakan metode gasifikasi biomassa dengan bahan
baku tongkol jagung. Metode gasifikasi dipilih karena bahan baku yang digunakan merupakan
biomassa berupa tongkol jagung, sedangkan metode lain seperti steam reforming
menggunakan gas alam dan elektrolisis menggunakan air sebagai bahan bakunya.
Tongkol jagung yang akan digasifikasi harus dipersiapkan terlebih dahulu, seperti
kadar air dan ukuran partikel. Kadar air tongkol jagung tidak lebih dari 30% dan ukuran
partikelnya antara 0,5 sampai 5 cm. Untuk mendapatkan ukuran partikel seperti yang
diinginkan, tongkol jagung dicacah terlebih dahulu, lalu dijemur untuk mengurangi kadar
airnya. Setelah itu, tongkol jagung dengan ukuran yang telah memenuhi digasifikasi dengan
tipe kontak moving bed karena kebutuhan oksigen yang lebih sedikit dan suhu keluaran gas
yang tidak terlalu tinggi. Pada proses gasifikasi terjadi beberapa tahap, yaitu tahap
pengeringan, pirolisis, reduksi dan oksidasi. Pada tahap pengeringan terjadi pengeringan
biomassa (tongkol jagung) pada suhu 100oC. Di tahap pirolisis, akan terjadi perekahan molekul
besar menjadi molekul-molekul yang lebih kecil dari suhu 250oC sampai 500oC. Dari tahap ini
dihasilkan arang, uap air dan gas-gas. Pada tahap ketiga atau tahap reduksi, arang bereaksi
dengan uap air dan CO2 yang dihasilkan dari tahap sebelumnya dan menghasilkan gas H2 dan
CO sebagai komponen utama. Pada tahap oksidasi, sebagian kecil biomassa atau hasil pirolisis
dibakar dengan udara untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan ketiga tahap di atas. Proses
oksidasi ini dapat mencapai suhu 1200oC. Produk utama dari gasifikasi adalah syngas yang
terdiri dari CO dan H2 yang merupakan komponen utama.
Proses selanjutnya adalah peningkatan jumlah gas H2. Untuk meningkatkannya
digunakan proses Water Gas Shift (WGS). Pada proses ini syngas hasil dari gasifikasi
dikontakkan dengan air di dalam suatu kolom dengan tambahan katalis. Pada proses WGS ini
dilakukan dalam dua proses, yaitu satu dengan temperatur tinggi, yaitu kisaran 350-450oC
dengan katalis Fe-Cr dan yang kedua pada temperatur lebih rendah, yaitu kisaran 250oC dengan
katalis Cu-Zn. WGS dibagi menjadi dua proses dengan perbedaan katalis dan temperatur
karena banyaknya penggunaan dua proses WGS di industri. Hasil keluaran dari proses WGS
ini terdiri dari CO2 dan H2 sebagai komponen utamanya. Setelah itu gas tersebut perlu
dimurnikan dari pengotornya yaitu CO2 menggunakan proses absorbsi dengan solven MDEA.
Keluaran dari proses absorbsi ini adalah Gas H2 sebagai komponen utamanya dengan
konsentrasi sebesar 50% sampai 57% volume.

15
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
V.1 Simpulan
1. Potensi dari tongkol jagung sebagai bahan baku biohidrogen cukup baik dengan
kandungan hidrogen 6,32% dari total persen berat keseluruhan tongkol tersebut. Selain
itu sisa dari pengolahan proses gasifikasi masih menghasilkan arang karbon yang masih
memiliki nilai jual sebagai biofuel.
2. Metode gasifikasi dipilih karena bahan baku yang berupa biomassa sehingga melimpah
di alam, CO2 yang dihasilkan sedikit dan biaya operasional yang murah.
V.2 Saran
Menurut analisa, kadar karbon pada tongkol jagung sebenarnya mendominasi
daripada kadar karbon, sehingga biomassa yang lebih dianjurkan adalah arang karbon.

16
LAMPIRAN I

BIODATA KETUA KELOMPOK


Nama Lengkap : Wangsit Aria Kirana
NIM : 02211645000001
Program Studi/Jurusan : S1/Teknik Kimia
Fakultas : Teknologi Industri
Tempat dan Tanggal Lahir : Boyolali, 13 April 1994
Alamat : Jl. Megamendung RT 02/03, kab. Bogor
E-mail : wangsitariak@gmail.com
No.Telp/Hp : 081575225338
Karya Tulis Ilmiah :-

17
BIODATA ANGGOTA 1
Nama Lengkap : Palguno Helyoso
NIM : 02211645000019
Program Studi/Jurusan : Teknik Kimia
Fakultas : Teknologi Industri
Tempat dan Tanggal Lahir : 20 Agustus 1995
Alamat : Komplek Pondok Melati, Kota Bekasi
E-mail : palgunoh@gmail.com
No.Telp/Hp : 082214050779
Karya Tulis Ilmiah :-

18
BIODATA ANGGOTA 2
Nama Lengkap : Badril Azhar
NIM : 02211645000004
Program Studi/Jurusan : Teknik Kimia
Fakultas : Fakultas Teknologi Industri
Tempat dan Tanggal Lahir : Padang Ganting, 2 Oktober 1995
Alamat : Jln. Keputih gang IIC No.16A Sukolilo, Surabaya
E-mail : badrilazhar@engineer.com
No.Telp/Hp : 085274858249
Karya Tulis Ilmiah :-

19
BIODATA DOSEN PEMBIMBING
Nama Lengkap dan Gelar : Prof. Dr. Ir. Arief Widjaja, M. Eng.
NIP : 19660523 199102 1 001
Tempat dan Tanggal Lahir : Surabaya, 23 Mei 1966
Alamat :
E-mail : arief_w@chem-eng.ac.id
No.Telp/Hp : 085231078200

20
LAMPIRAN II

LEMBAR PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini;


Nama Ketua : Wangsit Aria Kirana
NIM : 02211645000001
Jurusan/ Fakultas : Teknik Kimia / Teknologi Industri
Universitas : Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Alamat : Jl. Megamendung RT 02/03, kec. Megamendung,
Kab. Bogor
Dengan ini menyatakan bahwa karya tulis dengan judul “Pemanfaatan
Limbah Tongkol Jagung Untuk Memproduksi Biohidrogen Sebagai
Alternatif Energi Terbarukan yang Ramah Lingkungan Dengan Metode
Gasifikasi Biomassa” yang kami sertakan dalam Lomba Karya Tulis
Ilmiah ini adalah benar hasil karya kelompok kami, bukan merupakan
plagiat atau saduran dari karya tulis orang lain serta belum pernah
menjuarai dikompetisi serupa. Apabila dikemudian hari pernyataan ini
tidak benar maka saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh
panitia CHEMFAIR 2017 berupa diskualifikasi dari kompetisi.

Demikian surat ini dibuat dengan sebenar-benarnya tanpa ada unsur


paksaan, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Surabaya, 26 Oktober 2017


Yang menyatakan,

Materai
Rp 6.000,-

(Wangsit Aria Kirana)