Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PENGENALAN PERALATAN PRAKTIKUM

Disusun sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas Laporan Praktikum mata kuliah Mikrobiologi Perikanan semester ganjil

Disusun oleh :

Kelompok 3 C

Yaumil Akbar Rachim

230110160172

Raihan Wandri Samara

230110160173

Munawwar Johar Latif

230110160174

Ridho Wiranda Gurning

230110160176

Naufal Sofyan Ibrahim N

230110160177

Murfida Lefizani

230110160178

Farhan Aziz

230110160179

Ibrahim Abdullah

230110160180

Ayu Octrina

230110160182

Thessa Yusela

230110160183

Octrina 230110160182 Thessa Yusela 230110160183 UNIVERSITAS PADJADJARAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS PADJADJARAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN PROGRAM STUDI PERIKANAN JATINANGOR

2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa., yang telah melimpahkan berkat dan rahmat-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan praktikum Mikrobiologi. Sehubungan dengan tugas praktikum mata kuliah Mikrobiologi, kami sebagai mahasiswa perikanan dituntut untuk menyusun sebuah laporan praktikum berjudul Pengenalan Peralatan Praktikum. Kami menyadari bahwa laporan ini belum sempurna. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki laporan praktikum ini. Akhir kata kami berharap semoga laporan praktikum mengenai peralatan praktikum ini dapat memperkaya wawasan tentang Mikrobiologi terhadap pembaca.

Jatinangor, 18 Oktober 2017

i

Penyusun

DAFTAR ISI

BAB

Halaman

 

KATA PENGANTAR

i

DAFTAR ISI

ii

I

PENDAHULUAN

1

1.1

Latar Belakang

1

1.2

2

1.2

2

II

LANDASAN TEORI

3

2.1 Mikrobiologi

3

2.2 Peralatan Praktikum

3

2.3 Sterilisasi

4

III

METODELOGI

6

3.1 Waktu dan Tempat

6

3.2 Alat dan Bahan

6

3.3 Prosedur Praktikum

8

IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

9

4.1 Hasil Pengamatan

9

4.2 Pembahasan

19

V

SIMPULAN DAN SARAN

26

5.1 Kesimpulan

26

5.2 Saran

26

VI

PENDALAMAN

27

DAFTAR PUSTAKA

29

ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Pada saat sekarang ini, dengan berkembangnnya ilmu pengetahuan, maka semakin tinggi pula rasa ingin tahu seseorang terhadap apa yang terdapat di alam sampai pada mikrooorganisme yang tak dapat di lihat dengan mata telanjang. Dari hal inilah muncul ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang mikroorganisme tersebut yang disebut dengan mikrobiologi. Mikrobiologi berasal dari kata mikro(kecil atau renik), “bio” (hidup) dan “logos” (hidup). Jadi mikrobiologi merupakan bidang ilmu biologi yang mengkaji tentang mikroba yang mencakup bermacam-macam kelompok organisme mikroskopik. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka dilakukanlah percobaan ini untuk mengetahui teknik pengenalan, penyiapan dan penggunaan serta fungsi dan prinsip kerja setiap alat laboratorium mikrobiologi. Pengenalan alat-alat yang digunakan untuk praktikum sangatlah penting untuk keberlangsungan praktikum. Sebelum melakukan praktikum hal yang paling utama yang harus dipahami oleh praktikan adalah mengetahui terlebih dahulu nama-nama alat, fungsi, dan cara penggunaan alat-alat yang akan kita gunakan, agar praktikum yang akan dilakukan berjalan dengan baik (Setiawati 2002). Dalam melaksanakan praktikum, seperti biasa para praktikan akan melakukan perhitungan dan pengukuran. Dalam hal ini, maka penggunaan dan ketelitian praktikan dalam menggunakan alat adalah hal yang penting, dimana hal tersebut dapat menentukan hasil akhir dari praktikum. Untuk dapat meningkatkan ketelitian praktikan adalah dengan memperhatikan dan memahami alat yang akan digunakan. Salah satu contohnya adalah alat-alat yang memiliki skala, dimana skala-skala yang dimiliki masing-masing alat tentunya akan berbeda, dan tentu saja juga memiliki tingkat ketelitian yang berbeda pula. Semakin kecil skala alat tersebut maka akan semakin besar tingkat ketelitiaannya. Hal kedua yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara kita membaca skala itu sendiri. (Koesmadji 2008)

1

2

1.2 Tujuan

Adapun tujuan yang ingin dicapai pada praktikum kali ini adalah untuk mengetahui apa saja peralatan yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi, prosedur kerja dan fungsi peralatan tersebut.

1.3 Manfaat

Manfaat dari dilaksanakannya praktikum tentang pengenalan peralatan praktikum adalah praktikan mengetahui apa saja peralatan yang digunakan dalam

praktikum mikrobiologi dan mampu mengoperasikannya agar dapat mempersingkat waktu dan tidak menghambat pelaksanaan praktikum.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Mikrobiologi

Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari mikroba. Mikrobiologi adalah salah satu cabang ilmu dari biologi, dan memerlukan ilmu pendukung kimia, fisika,

dan biokimia. Mikrobiologi sering disebut ilmu praktik dari biokimia. Dalam mikrobiologi dasar diberikan pengertian dasar tentang sejarah penemuan mikroba, macam-macam mikroba di alam, struktur sel mikroba dan fungsinya, metabolisme mikroba secara umum, pertumbuhan mikroba dan faktor lingkungan, mikrobiologi terapan dibidang lingkungan dan pertanian. Mikrobiologi lanjut telah berkembang menjadi bermacam-macam ilmu yaitu virologi, bakteriologi, mikologi, mikrobiologi pangan, mikrobiologi tanah, mikrobiologi industri, dan sebagainya yang mempelajari mikroba spesifik secara lebih rinci atau menurut kemanfaatannya (Sumarsih 2003). Awal terungkapnya dunia mikroba adalah dengan ditemukannya mikroskop oleh Leeuwenhoek (1633-1723). Mikroskop temuan tersebut masih sangat sederhana, dilengkapi satu lensa dengan jarak fokus yang sangat pendek, tetapi dapat menghasilkan bayangan jelas yang perbesarannya antara 50-300 kali. Leeuwenhoek melakukan pengamatan tentang struktur mikroskopis biji, jaringan tumbuhan dan invertebrata kecil, tetapi penemuan yang terbesar adalah diketahuinya dunia mikroba yang disebut sebagai “animalculus” atau hewan kecil. Animalculus adalah jenis-jenis mikroba yang sekarang diketahui sebagai protozoa, algae, khamir, dan bakteri (Sumarsih 2003).

2.2 Peralatan Praktikum

Laboratorium merupakan tempat yang terbaik untuk mengetahui teknik- teknik yang diperlukan untuk analisis yang konsisten dan reproduksi sel (Cairns 2003). Laboratorium adalah tempat yang dilengkapi dengan peralatan untuk melangsungkan eksperimen di dalam sains atau melakukan pengujian dan anlisis.

3

4

Alat laboratorium kimia merupakan benda yang digunaka dalam kegiatan di laboratorium kimia yang dapat dilakukan berulang-ulang. Contoh alat laboratorium kimia: tabung reaksi, gelas ukur, thermometer, pembakar spirtus dan lain sebagainya (Poedjiadi 1984). Sebelum melakukan praktikum, terlebih dahulu kita harus mengenal atau mengetahui tentang alat-alat yang digunakan dalam melakukan praktikum tersebut. Hal ini berguna untuk mempermudah kita dalam melaksanakan percobaan, sehingga resiko kecelakaan di laboratorium dapat ditanggulangi. Kebersihan dan kesempurnaan alat sangat penting untuk bekerja di laboratorium. Alat yang kelihatan secara kasat mata, belum tentu bersih, tergantung pada pemahaman seorang analis mengenai apa artinya bersih. Alat kaca seperti gelas piala atau erlenmeyer paling baik dibersihkan dengan sabun atau deterjen sintetik. Pipet, buret, dan labu volumetrik mungkin memerlukan larutan deterjen panas untuk bisa bersih benar (Day & Underwood 1998). Di dalam pekerjaan mikrobiologi seringkali kita tidak terlepas dari alat-alat yang berada dalam laboratorium. Untuk itu diperlukan pemahaman tentang fungsi dan sifat-sifat dari alat yang digunakan. Peralatan yang digunakan pada laboratorium mikrobiologi hampir sama dengan peralatan-peralatan yang umumnya digunakan di laboratorium kimia. Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat, prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan. Beberapa kegunaan alat dapat dikenali berdasarkan namanya. Penamaan alat-alat yang berfungsi mengukur biasanya diakhiri dengan kata meter seperti thermometer, hygrometer dan spektrofotometer, dll. Alat-alat pengukur yang disertai dengan informasi tertulis, biasanya diberi tambahan “graph” seperti thermograph, barograph (Moningka 2008).

2.3 Sterilisasi Sterilisasi dalam mikrobiologi adalah suatu proses untuk mematikan semua organisme yang terdapat pada atau di dalam suatu benda. Ketika untuk pertama kalinya melakukan pemindahan biakan bakteri secara aseptic, sesungguhnya hal itu telah menggunakan salah satu cara sterilisasi, yaitu

5

pembakaran. Namun, kebanyakan peralatan dan media yang umum dipakai di dalam pekerjaan mikrobiologi akan menjadi rusak bila dibakar. Untungnya tersedia berbagai metode lain yang efektif. Cara-cara sterilisasi dan desinfeksi yaitu, pembersihan, sinar matahari, sinar ultraviolet, sinar-x, dan sinar-gamma, pendinginan, dan pemanasan. Macam- macam cara sterilisasi dengan pemanasan yaitu, pemanasan dalam nyala api, pemanasan dengan udara panas (dry heat oven), merendam dalam air mendidih (menggodok), pemansan dengan uap air yang mengalir, dengan uap air yang ditekan, dan cara sterilisasi benda-benda yang tidak tahan suhu tinggi, misalnya pasteurisasi, tyndalisasi, dengan pengeringan, dengan penyaringan (filtrasi), dan dengan menggunakan zat kimia (desinfektan) (Indan 2003).

BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum ini dilaksanakan pada:

Hari / Tanggal Tempat

: Rabu / 11 Oktober 2017 : Laboratorium Aquakultur FPIK, Universitas Padjajaran

3.2 Alat dan Bahan Peralatan utama yang digunakan dalam kegiatan praktikum mikrobiologi perairan terdiri dari peralatan yang berkaitan dengan inokulasi mikroba dan sterilisasi. Adapun prinsip kerja dan kegunaan peralatan tersebut adalah sebagai berikut :

Mikroskop adalah alat untuk memperbesar kenampakan objek sehingga mempermudah melakukan pengamatan.

Colony counter adalah peralatan yang dilengkapi dengan kuadran penghitungan, lampu dan kaca pembesar untuk mempermudah penghitungan mikroba.

Inkubator adalah peralatan yang dilengkapi dengan sistim untuk mempertahankan suhu dan kelembaban selama masa inkubasi sehingga mikroba dapat tumbuh secara baik

Hot plate stirrer adalah alat yang dilengkapi fasilitas pengaduk dan pemanas sehingga dapat digunakan untuk membantu pengadukan agar suspensi tidak mengendap dan pendistribusian mikroba dalam media kaldu atau media fermentasi, baik pada suhu kamar maupun suhu yang lebih tinggi.

Electric shaker adalah alat yang dapat digerakkan kearah depan dan belakang atau melingkar sehingga dapat digunakan untuk membantu pengadukan larutan dan pendistribusian mikroba dalam media kaldu atau media fermentasi

6

7

Lemari pendingin adalah lemari yang dilengkapi sistim penurunan suhu sehingga dapat digunakan untuk mengendalikan aktivitas dan pertumbuhan mikroba dalam media kultur

Oven adalah alat pemanas yang dapat digunakan untuk sterilisasi peralatan secara kering

Otoklaf adalah alat yang dilengkapi sistim peningkatan suhu sehingga dapat mengubah air menjadi uap panas. Otoklaf dapat digunakan untuk melakukan sterilisasi basah, baik peralatan maupun media kultur

Timbangan analitik adalah alat ukur yang dapat digunakan untuk menentukan bobot sampel dengan ketelitian tinggi

Peralatan untuk memudahkan proses inokulasi, isolasi maupun transfer mikroba. Peralatan ini terdiri dari:

1. Jarum ose adalah alat berupa kawat baja berujung tajam atau membulat yang digunakan untuk mengambil mikroba yang akan diinkubasi, diisolasi atau ditransfer ke media kultur lain.

2. Lampu spirtus adalah lampu berbahan bakar spirtus yang digunakan untuk sterilisasi panas dan mempertahankan sterilisasi ruang inokulasi, isolasi dan transfer mikroba.

3. Tabung reaksi adalah tabung berbahan gelas atau plastik yang digunakan sebagai wadah media kultur berupa agar tegak dan agar miring

4. Cawan petri (Petri disk) adalah cawan berbahan gelas atau plastik yang digunakan sebagai wadah media kultur dalam bentuk lempeng agar.

5. Pipet tetes adalah pipet yang memiliki alat penghisap berbahan karet dan digunakan untuk memindahkan cairan dalam jumlah kecil

6. Pipet hisap adalah pipet yang berkerja dengan cara dihisap sehingga cairan akan memasuki pipet sebanyak yang diinginkan. Pipet hisap digunakan untuk memindahkan cairan dalam jumlah relatif lebih banyak

8

7. Balon pipet adalah bola terbuat dari bahan karet yang dipasang di bagian pangkal pipet hisap. Balon pipet digunakan untuk menghisap cairan yang akan dipindahkan ke media lainnya menggunakan pipet hisap.

3.3 Prosedur Kerja

Prosedur pada praktikum adalah mengamati alat-alat yang akan digunakan dalam laboratorium mikrobiologi, serta dapat memahami prinsip kerja dan fungsi

dari masing-masing alat.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan

Berikut adalah tabel hasil pengamatan.

Tabel 1. Hasil Pengamatan

Nama

     

Peralatan

Prinsip Kerja

Prosedur Kerja

Gambar Peralatan

 

Prinsip Kerjanya yaitu memantulkan cahaya melalui cermin,lalu diteruskan hingga lensa obyektif dilensa obyektif bayangan yang dihasilkan adalah maya,terbalik dan diperbesar kemudian bayangan akan diteruskan dan dihasilkan bayangan tegak,nyata dan diperbesar oleh mata pengamat semakin banyak cahaya yang dipantulkan melalui cermin, maka akan

1.

Letakkan

 

mikroskop di atas

meja dengan cara memegang lengan mikroskop sedemikian rupa

sehingga mikroskop berada persis di hadapan pemakai !

sehingga mikroskop berada persis di hadapan pemakai !

2.

Putar revolver

Mikroskop

sehingga lensa obyektif dengan perbesaran lemah

berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi klik pada revolver.

3.

nyalakan

 

mikroskop dengan ukuran cahaya yang normal ( jangan terlalu terang )

9

10

 

4.

Tempatkan

preparat pada

meja benda tepat pada lubang preparat dan jepit dengan penjepit obyek/benda!

5.

Aturlah fokus

untuk memperjelas gambar obyek dengan cara memutar pemutar kasar, sambil

dilihat dari lensa okuler. Untuk mempertajam

semakin terang

pula

mikroorganisme

yang dilihat

putarlah pemutar halus.

6.

bayangan obyek sudah ditemukan, maka untuk

memperbesar gantilah lensa obyektif dengan ukuran dari 10

Apabila

X,40 X atau 100 X, dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik.

7.

Apabila telah

selesai menggunakan, bersihkan mikroskop dan simpan pada tempat yang tidak lembab.

11

Prinsip kerjanya adalah menghitung Colony mikroba secara counter otomatis dengan bantuan pulpen/tombol hitung.
Prinsip kerjanya
adalah
menghitung
Colony
mikroba secara
counter
otomatis dengan
bantuan
pulpen/tombol
hitung.
Cara
menggunakannya
adalah setelah
kita on-kan, kita
simpan cawan
petri yang berisi
bakteri atau jamur
ke dalam kamar
hitung, mengatur
alat penghitung
pada posisi dan
mulia menghitung
menggunakan
jarum penunjuk
sambil melihat
jumlah pada layar
bidang.
1.Hubungkan
kabel power ke
stop kontak.
2.Putar tombol
power ke arah kiri
(lampu power
hijau menyala).
3.Atur suhu
dalam incubator
dengan menekan
tombol set.
Inkubator
Prinsip kerjanya
adalah
menginkubasi
sesuai suhu yang
diinginkan
4.Sambil
menekan tombol
set, putarlah
tombol di
sebeklah kanan
atas tombol set
hingga mencapai
suhu yang di
inginkan.
5. Setelah suhu
yang diinginkan
selesai diatur,

12

   

lepaskan tombol set. 6.Inkubator akan menyesuaikan setingan suhu secara otomatis setelah beberapa menit.

 

Magnetic

Prinsip kerjanya dilakukan dengan cara menambah air pada ferri tartrat lalu meletakkannya di atas hot plate. Setelah dihubungkan dengan arus listik, alat ini akan menghomogenk an sekaligus memanaskannya

Pelat (plate) yang terdapat dalam alat ini dapat dipanaskan sehingga mampu mempercepat proses homogenisasi. Pengadukan dengan bantuan batang magnet Hot plate dan magnetic stirrer seri SBS-100 dari SBS® misalnya mampu menghomogenka n sampai 10 L, dengan kecepatan sangat lambat sampai 1600 rpm dan dapat dipanaskan sampai 425 o C.

mampu menghomogenka n sampai 10 L, dengan kecepatan sangat lambat sampai 1600 rpm dan dapat dipanaskan

stirer

13

Electric shaker Prinsip kerjanya yaitu mengagitasi pertumbuhan mikroba dengan kecepatan yang bisa diatur atau
Electric
shaker
Prinsip kerjanya
yaitu
mengagitasi
pertumbuhan
mikroba dengan
kecepatan yang
bisa diatur atau
menghomogenk
an
isolat-isolat
dalam medium
cair.
Sambungkan alat
dengan listrik lalu
simpan tabung
reaksi atau media
yang akan kita
aduk di penjepit
karet pada electric
shaker. Atur
waktu dan
kecepatan yang
akan digunakan.
Prinsip kerjanya
yaitu,
mengawetkan
Lemari
mikroba/mediu
pendingin
m
sesuai pada
suhu yang
diinginkan
Dengan
memasukkan
media secara
langsung
kedalamnya,
kemudian
mengatur suhunya
sesuai dengan
ketentuan
Oven
Prinsip kerjanya
yaitu alat-alat
yang ingin
disterilkan
dibungkus
dalam kertas
kemudian
dimasukkan
dalam oven lalu
ditutup. Setelah
itu
mengaktifkan
tombol power
dan mengatur
suhu yang
diinginkan.
tekan saklar
power indikator
lampu menyala,
setelah itu atur
suhu dalam
ruangan yang
diinginkan
dengan cara
memutar pengatur
suhu, begitu pula
dengan waktunya

14

Autoklaf

Prinsip kerjanya menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi 121 C selam kurang lebih 15 menit

tekan saklar power indikator lampu menyala, setelah itu atur suhu dalam ruangan yang diinginkan dengan cara memutar pengatur suhu, begitu pula dengan waktunya

setelah itu atur suhu dalam ruangan yang diinginkan dengan cara memutar pengatur suhu, begitu pula dengan

Timbanga

Prinsip kerjanya Pastikan timbangan hidup/masih bagus Letakkan zat yang akan ditimbang diatasnyakemudi an lihat hasil yang ditunjukkan

1. Nolkan terlebih dulu neraca tersebut 2.Letakkan zat yang akan ditimbang pada bagian timbangan 3.Baca nilai yang tertera pada layar monitor neraca

4.Setelah

2.Letakkan zat yang akan ditimbang pada bagian timbangan 3.Baca nilai yang tertera pada layar monitor neraca

n analitik

digunakan,

 
 

nolkan kembali

neraca tersebut

 

Prinsip kerjanya

sebelum alat ini digunakan, terlebih dahulu disterilkan dengan memanaskan ujungnya sampai berpijar, kemudian membiarkan ujung ose dingin sebelum digunakan untuk mencegah matinya bakteri.

 

yaitu ose

yaitu ose

disentuhkan

pada bagian

mikrobia

Jarum Ose

kemudian

menggosokkan

pada kaca

preparat untuk

diamati

15

 

Prinsip kerja alat ini bekerja berdasarkan metode pemanasan bakteri dengan nyala api langsung

dengan

  Prinsip kerja alat ini bekerja berdasarkan metode pemanasan bakteri dengan nyala api langsung dengan

menyalakan

sumbu pada

Lampu

spirtus

tabung spiritus

kemudian lampu

spiritus dapat

digunakan.

 

Prinsip kerjanya

dapat diisi media padat maupun cair. Media padat yang dimasukkan ke tabung reaksi dapat diatur menjadi 2 bentuk menurut fungsinya, yaitu media agar tegak dan agar miring.

yang dimasukkan ke tabung reaksi dapat diatur menjadi 2 bentuk menurut fungsinya, yaitu media agar tegak

yaitu sebagai

wadah

penyimpanan

Tabung

Reaksi

medium dengan

volume tidak

diketahui karena

tidak dilengkapi

dengan skala

 

Prinsip kerjanya

 
  Prinsip kerjanya  

yaitu, medium

diletakkan di

Cawan

dalam cawan

digunakan untuk membiakkan sel.

Petri

petri kemudian

ditutup dengan

 

menggunakan

penutup cawan.

 

Prinsip kerjanya

Pipet ini digunakan untuk mengambil dan memindahkan larutan yang akan digunakan dan dikeluarkan tetes per tetes

kerjanya Pipet ini digunakan untuk mengambil dan memindahkan larutan yang akan digunakan dan dikeluarkan tetes per

yaitu

pengambilan

larutan

Pipet Tetes

berdasarkan

pompa karet

atau pengatur

skala pada

bagian atas.

16

 

Prinsip kerjanya mengambil zat

Pipet ini digunakan untuk mengambil dan memindahkan larutan

  Prinsip kerjanya mengambil zat Pipet ini digunakan untuk mengambil dan memindahkan larutan

Pipet

cair yang akan

Hisap

direaksikan, ditetesi, maupun dicampurkan

 

Prinsip kerjanya Letakkan dahulu larutan kedalam Beker gelas lalu tekan S untuk menghisap, tekan E untuk mengeluarkan cairan

Digunakan bersama pipet

dahulu larutan kedalam Beker gelas lalu tekan S untuk menghisap, tekan E untuk mengeluarkan cairan Digunakan

Balon

ukur, untuk

pipet

mengambil cairan dengan ketelitian yang akurat

Beaker

Prinsip kerjanya memasukan larutan lalu diukur pada skala yang ada atau telah ditentukan dan merupakan alat ukur yang kurang pasti

Beaker glass Digunakan dengan cara memasukan larutan berbentuk cair untuk diukur pada skala tertentu ( 10 ml, 50 ml, 100 ml, 1000 ml)

Digunakan dengan cara memasukan larutan berbentuk cair untuk diukur pada skala tertentu ( 10 ml, 50

Glass

 

Menuangkan larutan kedalam Erlenmeyer lalu diukur, bias ditutup dengan

Digunakan dengan cara memasukan larutan atau zat cair ke dalam Erlenmeyer dan larutan bias di homogenkan dengan menutup tutup Erlenmeyer dengan alumunium dan dihomegenkan

cair ke dalam Erlenmeyer dan larutan bias di homogenkan dengan menutup tutup Erlenmeyer dengan alumunium dan

Erlenmeye

alumunium

r

melarutkan larutan untuk mengukur, kurang steril dan menghomogenk an

17

Gelas ukur

Menuangkan larutan kedalam gelas ukur lalu diukur dengan lebih teliti ( kelipatan 1 )

Gelas ukur digunakan dengan cara memasukan suatu larutan cair ke dalam gelas ukur dan diukur skala volume larutan yang tertera pada gelas ukur ( pengukuran lebih teliti dibanding dengan beaker glass )

dan diukur skala volume larutan yang tertera pada gelas ukur ( pengukuran lebih teliti dibanding dengan
   

1.Pastikan kita be

 

kerja

di

meja tahan

api. Juga

memastikan

bahwa jauh dari

benda-benda

terutama yang

mudah terbakar.

Untuk memanaskan atau mensterilkan suatu bahan atau larutan dengan skala besar

2.Sambungkan

selang gas ke keran gas. Buka

Bunsen

Burner

keran tabung gas yang ada di kamar gas. 3.Pastikan tidak ada retak

 

di

selang gas. Unt

uk melakukan hal ini, remas lembut sepanjang selang gas, dan melihat

apakah ada retak muncul. Atau, dapat di cek secara visual.

18

   

4.Pastikan

 

bahwa collar di dasar cerobong asap tertutup. Hal ini untuk memastikan bahwa api dalam keadaan paling dingin pada saat pertama kali dinyalakan. 5.Sebelum memb uka keran gas, menyalakan korek api/ lighter dan tahan sedikit di atas bagian atas burner tube. 6. Buka keran gas.

 

Prinsip kerjanya

Digunakan dengan cara menjepit media/bahan yang akan digunakan untuk penelitian / praktikumkan

  Prinsip kerjanya Digunakan dengan cara menjepit media/bahan yang akan digunakan untuk penelitian / praktikumkan

menjepit benda

yang akan

Pinset

diambil atau

dipindahkan

L Glass

Digunakan dalam penyebaran mikroba. 90° : untuk 2 kuadran 120°: untuk 4 kuadran

Untuk yang berukuran 90° menyisir sisi-sisi pada cawan petri dan dapat terbagi 4 bagian sehingga lebih akuran ukurannya sedangkan untuk yang berukuran 120° hanya untuk

cawan petri dan dapat terbagi 4 bagian sehingga lebih akuran ukurannya sedangkan untuk yang berukuran 120

19

   

1 bagian cawan petri

 

Batang

Prinsip kerjanya Mengaduk bahan/mikroba yang ada pada tabung reaksi dibagian atas panjang dan pendek. Pendek untuk Erlen meyer dan yang panjang untuk tabung reaksi

Penggunaannya yaitu masukan batang pengaduk pada tabung reaksi atau Erlenmeyer, lalu aduk secara perlahan dan benar.

Penggunaannya yaitu masukan batang pengaduk pada tabung reaksi atau Erlenmeyer, lalu aduk secara perlahan dan benar.

pengaduk

 

Untuk

Alat diaduk dan dipanaskan dengan suhu (stabil) menggunakan tabung reaksi

100-250m

  Untuk Alat diaduk dan dipanaskan dengan suhu (stabil) menggunakan tabung reaksi 100-250m

Water

memanaskan

Bath

dengan suhu

(stabil)

Dry Bath

Prinsip kerjanya Alat pengaduk tanpad media air dengan suhu yang stabil

Letakkan beaker glass berisi larutan/mikroba, lalu atur suhu dan waktu, dan larutan yang didalamnya akan terhomogenkan secara otomatis dalam waktu yang sudah ditentukan

lalu atur suhu dan waktu, dan larutan yang didalamnya akan terhomogenkan secara otomatis dalam waktu yang

4.2 Pembahasan

Mikrobiologi merupakan segala sesuatu tentang organisme yang berukuran

mikro yang tidak bisa dilihat dengan kasat mata. Pengamatan mikrobiologi

dilakukan dengan menggunakan mikroskop.

20

Berdasarkan hasil pengamatan yang kemudian dapat dibuktikan dengan bukti gambar, sebagai hasil pengamatan mengenai pengenalan alat-alat mikrobiologi

member kejelasan pada kita bahwa peralatan mikrobiologi dikelompokkan kedalam peralatan eletrik dan non elektrik. Non elektrik terdiri dari alat alat gelas dan keramik, dan alat ala non gelas. Adapun pembahasan pada percobaan ini adalah:

a. Alat-Alat elektrik a. Mikroskop binokuler Mikroskop binokuler berfungsi sebagai alat untuk melihat objek renik dengan bantuan elektron dan cahaya lampu. Lat ini terdiri dari empat lensa objektif dengan empat perbesaran 10x, 25x, 40x dan 100x. Prinsip kerjanya yaitu dengan memantulkan cahaya melalui cermin, lalu diteruskan hingga ke lensa objektif. Sehingga benda yang tidak dapat dilihat kasat mata dapat diamati dibawah mikroskop.

b. Autoklaf elektrik Autoklaf merupakan alat elektrik yang digunakan sebagai alat sterilisasi untuk berbagai macam alat dan bahan yang akan disterilkan. Alat ini menggunakan uap air panas bertekanan untuk proses sterilisasinya, sehingga alat ini paling sering digunakan untuk sterilisasi alat, bahan maupun medium dari mikroba. Prinsip dari autoklaf adalah terjadinya koagulasi yang lebih cepat dalam keadaan basah dibandingkan dengan keadaan kering. Harus diperhatikan bahwa dalam sterilisasi dengan autoklaf udara harus dikeluarkan terlebih dahulu sebelum klep ditutup, sehingga di dalamnya hanya terdapat uap panas, uap panas inilah yang memiliki daya kerja sterilisasi. Bila terdapat udara selain uap panas, maka suhu yang dicapai tidak dapat mematikan spora. Panas lembab sangat efektif meskipun pada suhu yang tidak begitu tinggi, karena ketika uap air berkondensasi pada bahan-bahan yang disterilkan, dilepaskan panas

sebanyak 686 kalori per gram uap air pada suhu 121 o C. Panas ini yang akan

mendenaturasikan atau mengkoagulasikan protein pada mikrooragnisme hidup dan dengan demikian mematikannya. Maka sterilisasi basah dapat digunakan untuk mensterilkan bahan apa saja yang dapat ditembus uap air dan tidak rusak bila dipanaskan pada suhu 120 o C selama selang waktu 15 menit.

21

c. Incubator anaerob Incubator digunakan untuk menginkubasi bakteri-bakteri anaerob sesuai masa inkubasi dan suhu pertumbuhannya.

d. Hot plate dan Stirrer Hot plate yaitu alat yang digunakan untuk menghomogenkan larutan dengan pengadukan. Pelat (Plate) yang terdapat dalam alat ini dapat dipanaskan sehingga mampu mempercepat proses homogenisasi.

e. Colony counter Colony counter merupakan alat yang berfungsi sebagai penghitung jumlah mikroba pada cawan petri menggunakan sinar dan kaca pembesar. Perhitungan mikroba dapat juga dilakukan dengan perbesaran dengan menggunakan lup atau dengan menandai beberapa koloni yang terdapat pada cawan petri menggunakan bulpoint yang terdapat pada colony counter dan juga menggunakan tombol check. Selain itu alat tersebut dilengkapi dengan skala atau kuadran yang sangat berguna untuk pengamatan pertumbuhan koloni sangat banyak. Jumlah koloni pada cawan petri dapat ditandai dan dihitung otomatis yang dapat di-reset. Adapun cara penggunaannya yaitu setelah menekan tombol ON, menyimpan cawan petri yang berisi bakteri atau jamur ke dalam kamar hitung, mengatur alat penghitung pada posis dan mulai menghitung dengan menggunakan jarum penunjuk sambil melihat jumlah pada

layar hitung. Prinsip kerja dari alat ini adalah menghitung mikroba secara otomatis dengan bantuan pulpn atau tombol hitung.

f. Water bath Water bath merupakan alat yang fungsinya untuk menciptakan suhu yang konstan dan digunakan untuk inkubasi pada analisa mikrobiologi. Prinsip kerjanya yaitu menciptakan kondisi yang steril dengan jalan menginkubasi dalam bentuk merebus. Teknik penggunaannya yaitu dengan cara memasukkan bahan pada alat ini dan menyalakan tombol on nya dan mengatur suhu yang diperlukan.

22

g. Timbangan Elektrik Timbangan Elektrik alat ini berfungsi untuk menimbang bahan kimia dan

lain-lain yang ukurannya sangat terbatas. Timbangan ini memiliki batas maksimal penimbangan, sehingga jika bahan yang ditimbang melewati batasan tersebut makan perhitungan ketelitiannya berkurang. Teknik penggunaanya yaitu pertama meletakkan dibidan yang datar kemudian langgsung ditimbang

h. Oven Oven merupakan alat yang digunakan untuk proses sterilisasi dengan

menggunakan udara panas dan kering, dimana oven berfungsi untuk mensterilisasikan berupa alat-alat gelas yang tidak berskala. Prinsip kerja alat ini adalah dengan menghancurkan lisis mikroba dengan menggunakan udara panas kering. Mekanisme kerja oven yaitu adanya konduksi panas dan adanya

Adapun suhu dan waktu yang digunakan

bervariasi antara lain 140ºc selama 3 jam, 160ºc selama 2 jam, dan 180ºc selama 1 jam.

i. Kulkas/Refrigator Refrigerator/kulkas adalah alat yang digunakan untuk pengerjaan medium seperti proses isolasi atau penanaman bakteri dalam kondisi ruangan yang

aseptis agar tidak terkontaminasi dengan udara luar. Adapun prinsip kerja dari lemari pendingin adalah untuk mengawetkan mikroba atau medium sesuai pada suhu yang diinginkan.

absorbsi oleh permukaan panas

b. Alat-alat gelas dan keramik

a. Cawan petri Cawan petri merupakan alat yang fungsinya untuk plating dan isolasi mikroba. Prinsip kerja dengan menggunakan alat ini yaitu mediumdituangkan terlebih dahulu pada cawan petri yang sudah dilengkapi dengan penutupnya

sehingga mikroba yang akan diisolasi dapat dibiakkan di dalamcawan petri ini.

b. Pipet ukur Pipet ukur merupakan alat untuk memindahkan larutan dengan volume yang diketahui. Tersedia berbagai macam ukuran kapasitas pipet ukur, diantaranya pipet berukuran 1 ml, 5 ml dan 10 ml. Cara penggunaanya adalah cairan disedot

23

dengan pipet ukur dengan bantuan filler sampai dengan volume yang diinginkan. Volume yang dipindahkan dikeluarkan mengikuti skala yang

tersedia. Jadi, pipet volumetrik adalah pipet yang isinya sudah tertentu, terutama digunakan untuk memipet larutan baku dalam volume secara tepat.

c. Pipet tetes Pipet tetes yaitu pipet dilengkapi dengan karet hisap pada bagian ujung atasnya. Pipet ini digunakan untuk mengambil dan memindahkan larutan yang akan digunakan dengan volume yang tidak diketahui atau dengan kata lain

dengan tetes per tetes. Salah satu penerapannya adala dalam menambahkan HCl atau NaOH saat mengatur pH media, penambahan reagen ada uji biokimia, dan penambahan larutan lainnya dengan volume yang tidak diketahui.

d. Tabung reaksi

Tabung reaksi yaitu alat yang paling sering digunakan sebagai tempat media pertumbuhan mikroba dalam bentuk media tegak atau miring yang disumbat terlebih dahulu pada lubang tabung. Tabung reaksi memiliki rak tempat meletakkan tabung reaksi.

e. Labu erlenmeyer Labu erlenmeyer merupakan alat yang digunakan sebagai tempat penyimpanan medium, memanaskan larutan dan menampung hasil dari penyaringan. Alat ini juga dapat digunakan sebagai wadah larutan yang akan disterilkan dengan cara ditutup terlebih dahulu mulut tabu erlenmeyer dengan menggunakan kapas dan aluminium foil lalu disterilisasikan dengan memasukkannya ke dalam autoklaf.

f. Mortar dan Pastle Sebagai bahan untuk menghancurkan bahan padatan.

g. Gelas kimia Gelas kimia merupakan alat atau wadah yang memiliki banyak fungsi termasuk tahan terhadap suhu panas. Gelas kimia dapat digunakan sebagai tempat larutan atau zat cair, dapat juga digunakan sebagai preparasi media dan lain sebagainya.

24

h. Pembakar bunsen Pembakar bunsen merupakan alat yang digunakan untuk pemijaran serta dapat juga digunakan sebagai alat sterilisasi mikroba. Lampu spritus juga mempunyai fungsi lain yaitu mengamankan praktikan pada saat melakukan penanaman medium. Cara menggunakan bunsen ini yaitu dengan membakar sumbu lalu memanaskan alat-alat tersebut di atas api sampai pijar. Selain itu, alat ini juga digunakan dalam penegerjaan secara aseptik yaitu dengan mendekatkan di sekitar tempat pengerjaan mikroba untuk menghindari terjadinya kontaminasi.

i. Gelas ukur Gelas ukur yaitu alat yang digunakan sebagai wadah pembuatan larutan baku dan dapat digunakan sebagai wadah untuk mengencerkan sampel larutan menjadi sejumlah volume tertentu pada konsentrasi yang dikehendaki. Prinsip kerjanya yaitu dengan memasukkan zat atau larutan yang akan diencerkan ke dalam gelas ukur kemudian menambahkan aquadest sampai batas skala yang telah ditentukan.

c. Alat-alat non gelas

a. Jarum inokulum/ose Ose lurus dan ose bulat berfungsi untuk memindahkan mikroorganisme dengan cara pemijaran. Prinsip kerjanya yaitu sebelum alat ini digunakan terlebih dahulu dipijarkan, kemudian membiarkan ose menjadi dingin sebelum digunakan untuk mencegah matinya bakteri. Prinsip kerja dari ose adalah ose disentuhkan pada bagian mikrobia yang akan diambil kemudian meletakkan kembali pada suatu tempat untuk diamati. Ose ada dua macam yaitu ose lurus

dan ose bulat, pada dasarnya prinsip kerja dari kedua ose tersebut adalah sama.

b. Pinset

Pinset memiliki banyak fungsi diantaranya yaitu untuk mengambil dan memindahkan benda atau media dengan cara menjepit. Spoit berfungsi untuk mengambil cairan sesuai dengan volume yang diinginkan, karena alat ini dilengkapi dengan skala. Cara menggunakannya yaitu dengan menyedot cairan

25

yang diinginkan kemudian menekan kembali ujung spoit untuk mengeluarkan cairan tersebut.

c. Rak tabung reaksi Rak tabung berbentuk persegi panjang dengan permukaan papannya berlubang sebagai tempat penyimpanan tabung reaksi agar posisi tabung tetap tegak. Prinsip kerjanya adalah untuk meletakkan tabung reaksi dalam jumlah yang banyak.

BAB V Kesimpulan dan Saran

5.1. Kesimpulan

Setelah melakukan kegiatan praktikum mikrobiologi tentang pengenalan peralatan praktikum, kelompok kami dapat mengetahui dan memahami berbagai peralatan praktikum yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi perairan sehingga suatu saat bisa mengoperasikan seluruh alat praktikum sesuai dengan prinsip kerja dengan baik dan benar. Kelompok kami juga dapat mengetahui jenis peralatan utama yang diperlukan dalam melaksanakan kegiatan praktikum yang sangat spesifik. Untuk ekgiatan praktikum mikrobiologi perikanan, peralatan utama yang perlu dipelajari adalah mikroskop, autoklaf, inkubator, colony counter, hot plate stirrer, lemari pendingin dan peralatan inokulasi mikroba lainnya

5.2. Saran

Semoga untuk praktikum mikrobiologi perikanan kedepannya, kelompok kami dapat lebih mengetahui lebih banyak mengenai dunia mikroba agar suatu saat

kelompok kami dapat mengaplikasikan ilmu yang kami dapat selama praktikum mikrobiologi perikanan kepada masyarakat luas untuk meningkatkan kebutuhan gizi masyarakat dengan bantuan mikroba.

26

BAB VI PENDALAMAN

1. Menurut Anda, Proses sterilisasi seperti apa yang tepat untuk

melakukan proses sterilisasi media kultur? Jawab :

Untuk kebanyakan benda, panas merupakan metode sterilisasi yang paling praktis dan efisien. Walaupun tidak seorangpun mengetahui dengan tepat bagaimana panas membunuh mikroorganisme tertentu. Kita benar-benar tahu bahwa kematian itu terjadi dengan menghentikan satu atau lebih protein penting seperti enzim. Jumlah panas yang diperlukan untuk mematikan mikroorganisme berbeda dari satu organisme ke organisme lain (Wesley et al 1993). Tidak hanya dipanaskan, penambahan alkohol pun dapat membantu dalam mensterilkan media kultur karena alkohol mampu menghambat pertumbuhan mikroba (Dwidjoseputro 2003), sehingga mikroba yang berada pada media kultur dapat terhambat.

2. Jelaskan oleh Saudara perbedaan utama hot plate stirrer dengan

electric shaker. Jawab :

Hot plate stirrer dan Stirrer bar (magnetic stirrer) berfungsi untuk menghomogenkan suatu larutan dengan pengadukan. Pelat (plate) yang terdapat dalam alat ini dapat dipanaskan sehingga mampu mempercepat proses homogenisasi. Pengadukan dengan bantuan batang magnet Hot plate dan magnetic stirrer mampu menghomogenkan sampai 10 L, dengan kecepatan sangat lambat sampai 1600 rpm dan dapat dipanaskan sampai 425oC. Alat ini digunakan untuk mengocok media cair sambil dipanasi. Alat ini juga dapat dipakai untuk melarutkan ferri tartrat yang tidak mudah dilarutkan. Prinsip kerjanya dilakukan dengan cara menambah air pada ferri tartrat lalu meletakkannya di atas hot plate. Setelah dihubungkan dengan arus listik, alat ini akan menghomogenkan sekaligus memanaskannya.

27

28

Electric shaker Adalah alat yang dapat digerakkan kearah depan dan belakang atau melingkar sehingga dapat digunakan untuk membantu pengadukan larutan dan pendistribusian mikroba dalam media kaldu atau media fermentasi. Shaker adalah alat yang digunakan untuk menghomogenkan dan menginkubasi mikroba. Prinsip kerjanya yaitu mengagitasi pertumbuhan mikroba dengan kecepatan yang bisa diatur atau menghomogenkan isolat-isolat dalam medium cair.

3. Jelaskan oleh Saudara, prinsip kerja dari balon pipet. Apa kerugian

yang mungkin dihadapi apabila tidak menggunakan balon pipet tersebut? Prinsip kerjanya yaitu pertama letakkan larutan pada beker glass, lalu tekan S (Suction) yang terdapat pada balon untuk mengambil atau menghisap larutan, tekan E (Exhause) untuk mengeluarkan larutan, dan tekan A (Aspirate) untuk mengisi angina untuk balon agar bisa menghisap larutan kembali. Kekurangan dari menggunakan balon pipet tersebut adalah ketelitian yang kurang akurat, berbeda dengan pipet ukur yang memiliki tingkat keakuratan cukup tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

Cairns, D. 2003. Intisari Kimia Farmasi Edisi Kedua. Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Day, R. A, dan A.L. Underwood. 1998. Kimia Analisa Kuantitatif: Erlangga:

Jakarta. Dwidjoseputro, D. 2003. Dasar-dasar Mikrobiologi. Djambatan. Jakarta.

Firebiology. 2007. Kimia Dasar Jilid 1 Edisi ketiga. Jakarta: Erlangga

Indan. 2003. Mikrobiologi dan Parasitologi. PT. Citra Aditya Bakti; Bandung

Koesmadji. 2008. Teknik Laboratorium. FMIPA UPI : Bandung

Peodjiadi, A. 1984. Buku Praktikum dan Manual Alat Laboratorium Pendidikan Kimia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.

Setiawati. 2002. Biokimia I. Jogjakarta: Gajah Mada University Press

Sumarsih, S., 2003. Mikrobiologi Dasar. Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Yogyakarta.

29