Anda di halaman 1dari 22

PELAPORAN KORPORAT

UJIAN AKHIR SEMESTER II


ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
(PEMERINTAH BPKP RIAU DAN PERUSAHAAN PT. ANTAM, TBK)

OLEH :

IDA AYU WIDYAWATI 1707611013

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2018

0
Soal 1.

Buatlah analisis atas laporan keuangan bagi sebuah perusahaan pada sektor publik (laporan
pemerintah pusat atau daerah) dengan mengambil data dari laporan keuangan suatu entitas
pelaporan pada sektor public dan melampirkannya!

JAWABAN :
Berikut saya lampirkan laporan keuangan Pemerintah Riau Tahun 2017

1. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH BPKP RIAU


Analisis laporan keuangan dimaksudkan untuk membantu bagaimana memahami laporan
keuangan, bagaimana menafsirkan angka-angka dalam laporan keuangan, bagaimana

1
mengevaluasi laporan keuangan dan bagaimana menggunakan informasi keuangan untuk
pengambilan keputusan.
Berikut merupakan hasil analisis laporan keuangan Pemerintah BPKP Riau :
a. Rasio Likuiditas, adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban finansial jangka pendeknya.
Rasio Likuiditas
1 Rasio Lancar Keterangan

Rasio Lancar 2016 Aktiva Lancar X 100%

Hutang Lancar

141,582,490 X 100%

63,464,097 Rasio lancar Pemerintah Riau pada tahun 2016 diperoleh


sebesar 2.23, dianggap baik karena nilainya melebihi dari 1 .
Hasil 2.231 Sehingga pada tahun 2016 Pemerintah Riau mampu
melunasi kewajiban melalui aset lancarnya. Sedangkan,
pada tahun 2017 rasio lancar Pemerintah Riau diperoleh
Rasio Lancar 2017 Aktiva Lancar x 100% sebesar 1.25, terdapat penurunan rasio dikarenakan aktiva
lancar yang dimiliki oleh Pemerintah Riau menurun. Akan
Hutang Lancar tetapi, Pemerintah Riau masih bisa melunasi kewajibannya
melalui aset lancar, dikarenakan nilai rasionya melebihi 1.
68,390,782 X 100%

54,545,813

Hasil 1.25

b. Rasio Solvabilitas adalah rasio yang mengukur seberapa jauh perusahaan dibelanjai dengan
hutang. Setiap penggunaan utang oleh perusahaan akan berpengaruh terhadap rasio dan
pengembalian.
2
Rasio Solvabilitas
Keterangan

1 Rasio Hutang Ekuitas Total Hutang x 100%


2016
Total Ekuitas

63,464,097 x 100%

36,765,043,563
Berdasarkan analisis rasio hutang ekuitas yang
Hasil 0.002 dilakukan pada Pemerintah Riau diperoleh hasil pada
tahun 2016 sebesar 0.002 dan pada tahun 2017
diperoleh nilai sebesar 0. Ini menunjukkan bahwa
besaran utang Pemerintah Riau tidak melebihi modal
Rasio Hutang Ekuitas Total Hutang x 100%
sendiri sehingga tidak memberatkan. Semakin kecil
2017
Total Ekuitas rasio ini maka semakin baik karena porsi utang
terhadap modal semakin kecil sehingga kondisi
54,545,813 x 100% keuangan Pemerintah Riau semakin aman.

79,134,552,247

Hasil 0.00

2 Rasio Total Hutang Total Hutang x 100%


2016
Total Aktiva

63,464,097 x 100%

141,582,490 Rasio total hutang Pemerintah Riau pada tahun 2016


diperoleh sebesar 0.048, ini berarti bahwa sebagian
Hasil 0.448 besar aset Pemerintah Riau dibiayai melalui ekuitas.
Sedangkan, pada tahun 2017 rasio total hutang
Pemerintah Riau diperoleh sebesar 0.8, yang dimana
Rasio Total Hutang Total Hutang x 100% ini menunjukkan bahwa sebagian besar aset pada
2017 tahun 2017 dibiayai melalui hutang.
Total Aktiva

54,545,813 x 100%

68,390,782

Hasil 0.80

3
Soal 2
Buatlah analisis atas laporan keuangan bagi sebuah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia. Analisis meliputi: analisis laporan keuangan, analisis keberlanjutan, dan analisis
terintegrasi yang sudah dijalankan oleh perusahaan dengan melampirkan laporan keuangan yang
dianalisa!

Berikut saya lampirkan laporan keuangan yang akan di analisis menggunakan rasio
likuiditas dan solvabilitas :

4
5
JAWABAN :

2. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT. ANTAM, TBK

a. Rasio Likuiditas

Rasio Likuiditas
1 Rasio Lancar Keterangan

Rasio Lancar Aktiva Lancar x


2016 100%
Hutang Lancar

X
10,630,221,568 100%
Rasio lancar Perusahaan ANTAM pada tahun 2016
4,352,313,598 diperoleh sebesar 2.442, dianggap baik karena nilainya
Hasil 2.442 melebihi dari 1 . Sehingga pada tahun 2016 Perusahaan
ANTAM mampu melunasi kewajiban melalui aset
lancarnya. Sedangkan, pada tahun 2017 rasio lancar
ANTAM diperoleh sebesar 1.62, terdapat penurunan
Rasio Lancar Aktiva Lancar x rasio dikarenakan aktiva lancar yang dimiliki oleh
2017 100% Perusahaan ANTAM menurun. Akan tetapi, Perusahaan
Hutang Lancar ANTAM masih bisa melunasi kewajibannya melalui aset
lancar, dikarenakan nilai rasionya melebihi 1.
X
9,001,938,755 100%

5,552,461,635
Hasil 1.62

1 Cash Ratio Keterangan


Cash Ratio 2016 Kas + Setara Kas x 100% Cash Ratio Perusahaan ANTAM pada tahun
Hutang Lancar 2016 diperoleh sebesar 1.752, dianggap baik
6
7,623,385,438 x 100% karena nilainya melebihi dari 1 . Sehingga
4,352,313,598 pada tahun 2016 Perusahaan ANTAM mampu
melunasi hutangnya akan tetapi kas yang
Hasil 1.752
dimiliki terlalu besar sehingga akan
menimbulkan terjadinya idle cash.
Cash Ratio 2017 Kas + Setara Kas x 100% Sedangkan, pada tahun 2017 cash ratio
Hutang Lancar diperoleh sebesar 1, Perusahaan ANTAM
masih bisa melunasi kewajibannya.
5,550,677,020 x 100%
5,552,461,635
Hasil 1.00

b. Rasio Solvabilitas

Rasio Solvabilitas
Keterangan
1 Rasio Hutang Total Hutang x 100%
Ekuitas 2016 Total Ekuitas
11,572,740,239 X 100% Berdasarkan analisis rasio hutang ekuitas yang dila
18,408,795,573 pada ANTAM diperoleh hasil pada tahun 2016 sebesa
Hasil 0.629 dan pada tahun 2017 diperoleh nilai yang sama yaitu s
0.62. Ini menunjukkan bahwa besaran utang Perus
ANTAM tidak melebihi modal sendiri sehingga
Rasio Hutang Total Hutang x 100%
memberatkan. Semakin kecil rasio ini maka semaki
Ekuitas 2017 Total Ekuitas karena porsi utang terhadap modal semakin kecil se
11,523,869,935 X 100% kondisi keuangan Perusahaan ANTAM aman.
18,490,403,517
Hasil 0.62

2 Rasio Total Hutang Total Hutang x 100%


2016 Total Aktiva
X 100%
Rasio total hutang Perusahaan ANTAM pada
11,572,740,239
tahun 2016 diperoleh sebesar 0.39, dan pada
tahun 2017 diperoleh sebesar 0.38 berarti bahwa
29,981,535,812
sebagian besar aset Perusahaan ANTAM dibiayai
melalui ekuitas.
Hasil 0.386

Total Hutang x 100%

7
Rasio Total Hutang Total Aktiva
2017
X 100%
11,523,869,935

30,014,273,452
Hasil 0.38

Berikut saya lampirkan laporan laba rugi yang akan dianalisis menggunakan rasio
profitabilitas :

8
c. Rasio Profitabilitas

9
Rasio profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui
semua kemampuannya, dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, ekuitas,
jumlah karyawan, jumlah cabang dan sebagainya.

Rasio Profitabilitas

1 ROA (Return on Asset) Keterangan


ROA Tahun 2016 EAT x 100% Return on Asset berguna untuk mengukur
Total Aktiva kemampuan perusahaan secara keseluruhan
27,270,423 x 100% dalam menghasilkan keuntungan terhadap
jumlah aktiva secara keseluruhan yang
29,981,535,812
tersedia pada perusahaan. Semakin tinggi
Hasil 0.001 rasio ini berarti semakin baik kondisi suatu
perusahaan. Berdasarkan analisis rasio ROA
ROA Tahun 2017 EAT x 100% yang dilakukan pada Perusahaan ANTAM
diperoleh nilai sebesar 0.001 pada tahun 2016
Total Aktiva
dan 0 pada tahun 2017. Ini berarti bahwa
(54,895,325 x 100% investasi yang dilakukan oleh Perusahaan
) ANTAM belum dapat dikembalikan menjadi
30,014,273,452 laba.
Hasil 0.00

2 ROE (Return on Equity) Keterangan


ROE Tahun 2016 EAT x 100% Rasio ini menunjukan berapa persen diperoleh
Total Ekuitas laba bersih bila diukur dari modal pemilik.
27,270,423 100% Semakin besar rasio ini maka akan semakin
baik. Berdasarkan analisis rasio ROE yang
18,408,795,573
dilakukan pada perusahaan ANTAM diperoleh
Hasil 0.001 nilai sebesar 0.001 pada tahun 2016 dan 0
pada tahun 2017. Ini berarti bahwa Peusahaan
ROE Tahun 2017 EAT x 100% ANTAM belum dapat mengelola modalnya
Total Ekuitas dengan baik, sehingga belum dapat
(54,895,325 100% menghasilkan laba.
)
18,490,403,517
Hasil 0.00

2.1. ANALISIS KEBERLANJUTAN PERUSAHAAN ANTAM.


10
Analisis keberlanjutan perusahaan dapat dilihat dari laporan keberlanjutan yang perusahaan
laporkan setelah mereka menyelesaikan laporan keuangan.
Sustainability report disusun berdasarkan kerangka pelaporan GRI mengungkapkan
keluasan dan hasil yang terjadi dalam suatu periode laporan tertentu dalam konteks komitmen
organisasi, strategi, dan pendekatan manajemennya. Kerangka pelaporan GRI ditujukan sebagai
sebuah kerangka yang dapat diterima umum dalam melaporkan kinerja ekonomi, lingkungan,
dan sosial dari organisasi. Antam memiliki komitmen untuk bersinergi dengan seluruh pemangku
kepentingan dalam aspek kinerja ekonomi, sosial dan lingkungan merupakan upaya mewujudkan
pertumbuhan Perusahaan yang berkelanjutan.
ANTAM memiliki sebuah komitmen yakni “Komitmen kami untuk bersinergi dengan seluruh
pemangku kepentingan dalam aspek kinerja ekonomi, sosial dan lingkungan merupakan upaya
mewujudkan pertumbuhan Perusahaan yang berkelanjutan”
a. Kinerja Ekonomi
Seiring pemulihan ekonomi dan naiknya kembali harga komoditas, realisasi Penerimaan
Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk sub sektor mineral dan batu bara di Indonesia pada 2017
mencapai Rp40,61 triliun, naik sebesar 48,3% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp27,2 triliun.
Subsektor mineral, merupakan salah satu penyumbang utama pendapatan negara. ANTAM
berhasil membukukan pertumbuhan keuangan pada 2017 dengan total laba bersih yang
meningkat sebesar 111%, yaitu Rp136 miliar dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp64,81 miliar.
(penjelasan dapat dilihat pada laporan keberlanjutan Perusahaan ANTAM agar lebih
jelasa pada halaman 112)
b. Lingkungan

11
Sebagai Perusahaan yang berfokus pada pengelolaan sumber daya alam, ANTAM
menyadari aktivitas operasional Perusahaan memiliki dampak lingkungan. Berkenaan dengan
itu, Perusahaan berkomitmen memenuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku, serta beyond
compliance melalui upaya pemenuhan ekspektasi masyarakat dan pemerintah tentang
pengelolaan lingkungan ANTAM. Pada tahun 2017, ANTAM berhasil mempersembahkan
kinerja terbaik dalam aspek pengelolaan lingkungan dan sosial melalui pencapaian PROPER
EMAS pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dari Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diraih oleh UBP Emas. Hal ini menandakan
bahwa UBP Emas telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan
(beyond compliance) dan melakukan upaya-upaya pengembangan masyarakat secara
berkelanjutan dan terintegrasi. Selain PROPER EMAS untuk UBP Emas, tahun ini ANTAM
berhasil menorehkan dua PROPER HIJAU untuk UBPP Logam Mulia dan UBP Bauksit, serta
dua PROPER BIRU untuk UBP Nikel Maluku Utara dan UBP Nikel Sulawesi Tenggara.
ANTAM berkomitmen meningkatkan kinerja lingkungan, serta berupaya melakukan perbaikan
berkesinambungan dan inovasi dalam bidang lingkungan.

12
c. Sosial

13
14
ANTAM berkomitmen memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di sekitar wilayah
operasional Perusahaan. ANTAM melakukan kegiatan operasional yang terintegrasi sehingga
dapat menciptakan nilai bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan. Dalam
melaksanakan program CSR, ANTAM melibatkan masyarakat lokal di seluruh wilayah
operasional, meliputi UBP Nikel Sulawesi Tenggara, UBP Nikel Maluku Utara, UBP Emas,
UBPP Logam Mulia, UBP Bauksit, dan Unit Geomin serta Kantor Pusat. Salah satu bentuk
keterlibatan masyarakat dalam kegiatan CSR yaitu rekrutmen tenaga kerja lokal dalam
membantu pelaksanaan program CSR di masing-masing unit. ANTAM melibatkan diri dan
terlibat dalam Musrembang (Musyawarah Rencana Pengembangan) agar kegiatan CSR sejalah
dengan rencana daerah. Selain itu, ANTAM juga memiliki program School Development
Program (SDP) di UBP Nikel Maluku Utara dan UBP Nikel Sulawesi Tenggara, program ini
dibuat untuk meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia yang ada.
d. Organisasi
Di ANTAM, aspek keselamatan dan kesehatan kerja dikelola oleh unit kerja setingkat
divisi. Bagian K3 di masing-masing unit bertanggung jawab atas pengelolaan aspek ini dengan
dipimpin oleh General Manager. Lebih lanjut, ANTAM memiliki Komite K3 atau Safety
Committee yang beranggotakan Manajemen dan karyawan ANTAM, untuk melakukan
pengawasan dan evaluasi atas pengelolaan K3 di unit bisnis, serta atas tenaga kerja kontraktor,
atau mitra kerja dan tamu yang berkerja di area operasional. Pada penerapannya di tingkat divisi
dan departemen, Safety Committee dibantu oleh Safety Sub- Committee. Pertambangan bagian
K3L dipimpin oleh Kepala Teknik Tambang yang langsung bertanggung jawab sebagai General
Manager, sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Apabila dilihat dari penjabaran yang telah dilakukan diatas, dapat disimpulkan bahwa
ANTAM sudah melakukan pengungkapan mengenai keluasan dan hasil yang terjadi dalam suatu
periode laporan tertentu dalam konteks komitmen organisasi, strategi, dan pendekatan
15
manajemennya. Bila dilihat dari laporan keberlanjutan yang telah dibuat oleh ANTAM semua
faktor yang termasuk ke dalam GRI sudah terpenuhi dan dipenuhi oleh ANTAM.

2.2. ANALISIS INTEGRASI PERUSAHAAN ANTAM.


Integrated reporting (IR) adalah suatu proses komunikasi informasi suatu organisasi,
terutama tercermin dalam “integrated report”, kepada para stakeholder tentang penciptaan nilai
dari waktu ke waktu. Integrated reporting menyajikan secara bersama informasi material tentang
strategi, tatakelola dan remunerasi, kinerja, risiko dan prospek suatu organisasi yang
mencerminkan konteks komersial, sosial dan lingkungan dimana organisasi itu beropreasi.
a. Visi Perusahaan ANTAM
Pernyataan Visi dan Misi ANTAM 2030 disusun berdasarkan Keputusan Direksi PT
ANTAM (Persero) Tbk No. 318.K/834/DAT/2014 mengenai Arah Strategis 2030 yang
dikeluarkan di bulan Desember 2014. Visi ANTAM pada tahun 2030 adalah “Menjadi korporasi
global terkemuka melalui diversifikasi dan integrasi usaha berbasis sumber daya alam”. Terdapat
beberapa strategi yang akan ANTAM lakukan di dalam pemenuhan visinya. Adapun strategi
yang akan ANTAM lakukan adalah perluasan melalui proyek pengolahan mineral bersifat hilir,
perluasan basis cadangan dan sumber daya, menjalin kemitraan untuk mengembangkan produksi
mineral olahan baru dari cadangan yang telah ada, menurunkan lebih lanjut cash cost dan
meningkatkan daya saing biaya, peningkatan kinerja bisnis inti untuk meningkatkan revenue
peusahaan.
b. Corporate Governance
ANTAM merupakan salah satu perusahaan yang memperoleh banyak penghargaan
mengenai penerapan corporate governance di perusahaan. Corporate Governance yang
diterapkan oleh ANTAM telah berjalan dengan baik dan hamper disetiap kategori mendapatkan
nilai yang maksimal.
Dalam perkembangannya metoda penilaian yang digunakan dari tahun ketahun mengalami
perubahan dan pada tahun 2017, digunakan 4 (empat) metode, yakni metode ASX, metode
BUMN Scorecard (Keputusan BUMN berdasarkan SK-16/S. MBU/2012), metoda OJK dan
ASEAN Scorecard.
Atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) pada
Badan Usaha Milik Negara. Untuk periode Tahun 2017 (1 Januari 2017-31 Desember 2017)
assessment dilakukan oleh PT Sinergi Daya Prima. Adapun hasil penilaian penerapan Good
Corporate Governance ANTAM tahun 2017 sebagai berikut peringkat kualitas penerapan GCG
sangat baik dengan tingkat pemenuhan 97,01%, sedikit lebih rendah dari 2016 yang tingkat

16
pemenuhannya 97,86%. Berdasarkan penilaian ASX CG Principle & Recommendation, tingkat
adopsi ANTAM untuk periode yang berakhir 31 Desember 2017 berada pada level “The
Corporate Governance Structure is Outstanding”.
Berikut merupakan grafik penilaian CGPI ANTAM periode 2012-2016. Apabilia dilihat
dari table dibawah bahwa penilaian score ANTAM terus meningkat tiap tahunnya.

Tabel Penilaian Penerapan Tata Kelola ANTAM 2017.

Dilihat dari hasil diatas bahwa pencapian pada tahun 2017 telah mengalami peningkatan.
17
Berdasarkan penjabaran diatas bahwa unsur da nisi yang terdapat di integrated
reporting seperti visi perusahaan, financial statement, sustainability report sudah terdapat dalam
laporan tahunan ANTAM pada tahun 2017. Pengungkapan yang telah diharuskan dan sifatnya
sukarela telah dilakukan oleh ANTAM.

Soal 3
Untuk soal nomer 2, dilanjutkan dengan melakukan analisis deskriptif atas kebijakan akuntansi
tentang imbalan kerja, pendapatan, kebijakan dan estimasi akuntansi dan kesalahan, pajak
penghasilan, dan instrument keuangan yang diterapkan atas entitas tersebut!

JAWABAN:
3. ANALISIS DESKRIPTIF ATAS KEBIJAKAN AKUNTANSI
Standar baru, revisi dan interpretasi yang telah diterbitkan, dan yang berlaku efektif untuk
tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2017 namun tidak berdampak
material terhadap laporan keuangan konsolidasian ANTAM adalah sebagai berikut:
a. Amandemen PSAK 1 (Revisi 2015) “Penyajian Laporan Keuangan”
b. ISAK 31 “Interpretasi atas Ruang Lingkup PSAK 13 Properti Investasi”
c. ISAK 32 “Definisi dan Hierarki Standar Akuntansi Keuangan”
d. PSAK 3 (Penyesuaian 2016) “Laporan Keuangan Interim”
e. PSAK 24 (Penyesuaian 2016) “Imbalan Kerja”

18
f. PSAK 58 (Penyesuaian 2016) “Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan
Operasi yang Dihentikan”
g. PSAK 60 (Penyesuaian 2016) “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”
Analisis deskriptif mengenai kebijakan akuntansi yang berada di perusahaan ANTAM akan
dibahasi sebagai berikut :
a. Imbalan Kerja
Imbalan kerja yang diberikan PT. Antam, Tbk penerapannya sudah sesuai dengan PSAK 24
yang telah digunakan oleh perusahaan. Berikut penjabaran mengenai imbalah kerja ANTAM
yaitu :
 Kewajiban Pensiun
PT. Antam memiliki beberapa program pension yang sesuai dengan perundang-undangan
yang telah berlaku. Program pensiun imbalan pasti adalah program pensiun yang
menentukan jumlah imbalan pensiun yang akan diberikan, biasanya berdasarkan pada
satu faktor atau lebih seperti usia, masa kerja atau kompensasi. Perusahaan akan
membayar iuran tetap kepada sebuah entitas yang terpisah (dana pensiun) dan tidak
memiliki kewajiban hukum atau konstruktif untuk membayar kontribusi lebih lanjut
apabila dana pensiun tersebut tidak memiliki aset yang memadai untuk membayar seluruh
imbalan karyawan yang berhubungan dengan pelayanan yang diberikan oleh karyawan
pada tahun kini dan sebelumnya. Kewajiban program pensiun imbalan pasti yang diakui
di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah nilai kini kewajiban imbalan pasti pada
tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian dikurangi nilai wajar aset program.
 Imbalan Pelayanan Kesehatan Pascakerja
Grup menyediakan imbalan kesehatan pascakerja untuk para pensiunan yang berhak. Hak
atas imbalan ini pada umumnya diberikan apabila karyawan bekerja sampai usia pensiun
dan memenuhi masa kerja minimum tertentu. Akrual atas perkiraan biaya imbalan ini
diakui sepanjang masa kerja karyawan, dengan menggunakan metode akuntansi yang
sama dengan metode yang digunakan dalam perhitungan program pensiun imbalan pasti.
 Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja
Pesangon pemutusan kontrak kerja terutang ketika Grup memberhentikan hubungan kerja
sebelum usia pensiun normal atau ketika seorang pekerja menerima penawaran
mengundurkan diri secara sukarela dengan kompensasi imbalan pesangon.
 Imbalan Purnajasa

19
Grup juga memberikan imbalan purnajasa kepada semua karyawan tetapnya. Kewajiban
imbalan purnajasa dicatat berdasarkan perhitungan aktuaria dengan menggunakan metode
projected-unit-credit yang dilakukan oleh aktuaris independen.

b. Pendapatan
Pengakuan Pendapatan pada ANTAM diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi
akan diperoleh Grup dan jumlahnya dapat diukur secara andal. Pendapatan diukur pada nilai
wajar pembayaran yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan Pajak Pertambahan Nilai
(“PPN”). Penjualan dari produk diakui sebagai pendapatan pada saat pengalihan risiko
kepemilikan kepada pelanggan Penjualan dari produk yang dilakukan melalui pihak ketiga
(agen) diakui sebagai pendapatan pada saat produk diterima berdasarkan ketentuan usaha.
Pendapatan dari jasa terdiri dari pendapatan dari jasa pemurnian, jasa pertambangan dan sewa
alat berat. Ketika hasil dari transaksi pemberian jasa dapat diukur secara andal, pendapatan
terkait dengan transaksi tersebut harus diakui dengan acuan tingkat penyelesaian atas transaksi
pada saat akhir periode pelaporan.
Sesuai dengan penjelasan yang telah dijabarkan diatas dan juga dilampirkan di dalam laporan
keuangan ANTAM, bahwa pengakuan pendapatan ANTAM baik itu pendapatan atas penjualan
produk maupun pendapatan atas jasa, itu semua telah sesuai dan merujuk kepada ketentuan yang
telah ada dalam PSAK 23.
c. Kebijakan dan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan
Kebijakan akuntansi yang digunakan oleh ANTAM telah dijabarkan diatas. Kebijakan
perubahan estimasi akuntansi yang dilakukan oleh ANTAM sudah mengikuti SAK yang telah
berlaku di Indonesia.
d. Pajak Penghasilan
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak diakui dalam laporan laba
rugi, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang diakui di penghasilan
komprehensif lain atau langsung diakui ke ekuitas. Beban pajak kini dihitung berdasarkan
peraturan perpajakan yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan. Pajak penghasilan
tangguhan diakui, untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak aset dan
liabilitas dengan nilai tercatatnya pada laporan keuangan konsolidasian. Pajak penghasilan
tangguhan ditentukan dengan menggunakan tarif pajak yang telah berlaku atau secara substantif

20
telah berlaku pada tanggal pelaporan dan diharapkan diterapkan ketika aset pajak penghasilan
tangguhan direalisasi atau liabilitas pajak penghasilan tangguhan diselesaikan.

21