Anda di halaman 1dari 11

Jati Agung kabupaten lampung selatan.

Di desa ini terdapat macam-macam


kelompok sosial dengan pola-pola budaya yang berbeda.

1.1 Tujuan

Tujuan dari turun lapang yang dilakukan adalah:


1. Mengetahui proses sosial yang terjadi di desa Way Huwi
2. Mengetahui kelompok sosial apa saja yang ada di desa Way Huwi
3. Mengetahui struktur kelompok sosial desa Way Huwi
serta yang terpenting adalah memiliki kesadaran bersama akan
keanggotaannya (Kun Maryati, 2009).

2.2 Ciri-ciri Kelompok Sosial

1. Memiliki motif yang sama antara satu individu dengan individu lainnya
sehingga kerjasama dan interaksi untuk mencapai tujuan yang sama lebih
mudah terjadi.
2. Anggota kelompok memiliki kesadaran bahwa ia adalah bagian dari
kelompok yang bersangkutan.
3. Terdapat hubungan timbal balik antar anggota.
4. Mempunyai struktur sosial sehingga kelangsungan hidup kelompok
tergantung kepada kesungguhan anggotanya dalam menjalan peran
mereka.
5. Memiliki norma dan aturan yang mengatur hubungan antar anggota.
6. Merupakan satu kesatuan yang nyata sehingga dapat dibedakan dengan
kelompok lainnya (Kun Maryati, 2009).

2.3 Proses Terbentuknya Kelompok Sosial

Terbentuknya suatu kelompok sosial dipicu oleh naluri manusia yang tidak
bisa hidup bersama dan ingin menyatu dengan manusia lain disekitarnya.
Oleh karena itu bergabungnya seseorang dengan sebuah kelompok biasanya
merupakan sesuatu yang murni muncul dari keinginannya sendiri. Dua faktor
utama yang membuat seseorang bergabung dalam suatu kelompok adalah
kedekatan dan kesamaan.

Pembentukan suatu kelompok akan diawali dengan adanya kontak sosial dan
komunikasi sosial yang akan menghasilkan proses sosial dalam interaksi
sosial.
Kata kontak berasal dari bahasa latin “con” yang artinya bersama dan “tango”
yang artinya menyentuh. Secara harfiah kontak sosial dapat diartikan “sama –
sama menyentuh. Arti kata kontak dalam ilmu sosial tidaklah harus dengan
sentuhan atau koneksi fisik. Kontak sosial merupakan sebuah tindakan yang
menimbulkan kesadaran untuk saling berhubungan dari satu pihak dengan
pihak lainnya.

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak


kepada pihak lainnya. Pada umumnya komunikasi yang sering kita lihat
dilakukan secara verbal (berbicara) dengan menggunakan cara yang dapat
dimengerti oleh kedua belah pihak, contohnya dengan menggunakan bahasa
dari suatu negara tertentu.

Kontak sosial dan komunikasi merupakan dua hal yang akan mengawali
terbentuknya sebuah kelompok sosial. Melalui kontak dan komunikasi
tersebut maka seseoang akan menemukan dasar-dasar untuk membentuk
suatu kelompok (Jabat, 2003).

2.4 Jenis-jenis Kelompok Sosial

Macam-macam kelompok - Menurut pendapat Robert Bierstedt, kelompok


memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi,
hubungan sosial antarkelompok, dan kesadaran jenisnya.
1. Kelompok statis, adalah kelompok bukan organisasi yang tidak memiliki
hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contohnya, kelompok
penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan.
2. Kelompok kemasyarkatan, adalah kelompok yang memiliki persamaan,
tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara para
anggotanya
3. Kelompok sosial, adalah kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran
jenis dan hubungan satu dengan yang lainnya tetapi tidak terikat dalam
ikatan organisasi. Contohnya, kelompok pertemuan atau kerabat.
4. Kelompok asosiasi, adalah kelompok yang memiliki kesadaran akan jenis
dan mempunyai persamaan mengenai kepentingan pribadi maupun juga
kepentingan bersama. Contohnya, negara, sekolah, pramuka dan osis.

Macam-macam kelompok sosial - menurut Robert Bierstedt, berdasarkan


keteraturan terdapat bermacam-macam jenis kelompok, antara lain sebagai
berikut.

1. Kelompok Sosial Yang Teratur

a) In-group adalah kelompok sosial yang individunya mengidentifikasinya


dirinya dalam kelompok tersebut. Sifat in-group didasarkan pada faktor
simpat dan kedekatan dengan anggotak kelompok. Seperti, dian adalah
siswa kelas X-A SMA Harapan Pertiwi, maka yang menjadi in-group
Dian adalah kelas X-A.

b) Out-group adalah kelompok yang diartikan oleh individu sebagai lawan


in-groupnya atau kelompok yang ada diluar kelompok dirinya. Seperti,
out- qroup bagi Dian adalah kelas selain kelas X-A, seperti kelas X-B
atau X-C.

c) Kelompok primer dan kelompok sekunder

Kelompok primer adalah kelompok kecil yang anggotanya memiliki


hubungan dekat, personal dan langgeng. Misalnya keluarga. Kelompok
sekunder adalah kelompok yang lebih besar, bersifat sementara,
dibentuk untuk tujuan tertentu, dan hubungan antaranggotanya tidak
bersifat pribadi sehingga biasanya tidak langgeng. Misalnya
kesebalasan sepak bola.
d) Paguyuban (gemeinschaft) dan patembayan (gesselschaft)

Paguyuban adalah bentuk dari hubungan bersama yang anggota-


anggotanya terikat oleh hubungan batin murni yang sifatnya alamiah
dan juga kekal. Ciri-ciri paguyuban adalah hubungan akrab, eksklusif
(hanya orang tertentu), dan bersifat pribadi. Patembayan adalah ikatan
lahir yang bersifat pokok dalam jangka waktu yang pendek.

e) Grup formal dan grup informal

Grup formal adalah kelompok yang mempunyai peraturan tegas dan


sengaja diciptakan oleh anggota-anggotanya untuk mengatur antar
sesama. Contohnya: perusahaan, birokrasi, dan negara. Grup
informal adalah kelompok yang tidak mempunyai sturktur yang pasti,
terbentuk karena pertemuan yang berulang-ulang sehingga terjadi
pertemuan kepentingan dan pengalaman. Contohnya, klik (ikatan
kelompok teman terdekat atau perkawanan).

f) Membership group dan reference group

Membership group adalah suatu kelompok yang didalanya setiap orang


secara fisik menjadi anggotanya. Reference group adalah kelompok
sosial yang menjadi acuan bagi seseorang untuk membetuk kepribadian
dan perilakunya (Muin, 2013).

2. Kelompok Sosial Yang Tidak Teratur

a) Kerumunan (Crowd)

Kerumunan identik dengan semangat dan keinginan yang menyala-


nyala yang cenderung merusak (destruktif). Namun, tidak semua
kerumunan menciptakan kerusuhandan kekacauan. Menurut Herbert
Blumer (1900-1987), ada empat tipe kerumunan, yaitu sebagai berikut.

a) Kerumunana tidak tetap (causal crowd) adalah kerumunan yang


keberadaannya singakat dan terorganiasi longgar. Hal ini bersifat
spontan. Contoh, kerumunan orang yang bersama-sama melihat
rumah terbakar atau kecelakaan lalu lintas.
b) Kermunan konvensional (conventional crowd) adalah kerumunan
yang terjadi secara terncana yang berperilaku teratur. Contohnya,
para penonton sepak bola atau penonton pertunjukan teater.
c) Kerumunan betindak (acting crowd) adalah kerumunan yang
didasari pada permusuhan atau aktivitas destuktif. Contohnya, mob
(kemunculan yang secara emoasional dan irasional yang muncul
untuk menjalankan aksi penuh destruktif).
d) Kerumunan ekspresif (expressive crowd) adalah kerumunan yang
muncul untuk melampiaskan emosi dan ketegangan. Contohnya,
para penonton konser musik rock.

b) Publik

Publik adalah orang-orang yang berkumpul secara alamiah yang


memiliki kesamaan kepentingan. Orang-orang yang berkumpul dalam
suatu pasar tradisional (pengunjung) memiliki banyak kesamaan,
namun masing-masing tidak bertanggung jawab satu sama lainnya
(Andreas, 2008).
Metode yang kami gunakan dalam wawancara dengan narasumber adalah
dengan menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif adalah metode
yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap
suatu masalah daripada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi.
Metode penelitian ini lebih suka menggunakan teknik analisis mendalam ( in-
depth analysis ), yaitu mengkaji masalah secara kasus perkasus karena
metodologi kulitatif yakin bahwa sifat suatu masalah satu akan berbeda
dengan sifat dari masalah lainnya. Tujuan dari metodologi ini bukan suatu
generalisasi tetapi pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah.
Penelitian kualitatif berfungsi memberikan kategori substantif dan hipotesis
penelitian kualitatif.

3.3 Hasil Turun Lapang

Hasil yang kami dapat setelah melakukan sosialisasi desa di desa Way Huwi
adalah sebagai berikut.

3.3.1 Posyandu Harapan Kita

Posyandu Harapan Kita berdiri sekitar tahun 2012/2013 di kediaman pak


Naryo selaku bendahara desa. Posyandu ini dikhususkan untuk ibu hamil
dan anak-anak atau balita dengan persyaratan berdirinya yaitu minimal 50
balita dan 10 ibu hamil. Awal berdirinya, posyandu ini memiliki sedikit
kendala dalam hal keuangan karena belum di acc, sehingga digunakan dana
pribadi. Tetapi sekarang tidak ada lagi kendala dalam hal itu. Posyandu
Harapan Kita berdiri atas dasar kemauan pribadi dan keinginan untuk
bersosialisasi dengan masyarakat. Harapannya ialah dapat meringankan
biaya masyarakat dan meningkatkan kesehatan anak-anak dan ibu hamil.

Sebagai kelompok sosial, Posyandu Harapan Kita tentunya memiliki


struktur kepengurusan berupa bagan. Namun, Pak Naryo menegaskan
bahwa bagan kepengurusan hanyalah bagan yang tidak berfungsi. Hal itu
karena setiap anggota atau pengurus mempunyai peran yang sama,
semuanya bekerja sebulan sekali yaitu setiap tanggal 21. Kegiatan yang
dilakukan dalam posyandu ini adalah imunisasi, menimbang, dan periksa
ibu hamil.

3.3.2 Pengajian Annisa Desa

Pengajian Annisa Desa didirikan pada tahun 2007 yang disebabkan


rapuhnya akhlak masyarakat kelurahan Wai Huwi RT 2. Pengajian ini
didirikan dengan tujuan membangun ukhuah islamiah dan membina mental
remaja, khususnya dibidang perempuan. Kegiatan yang dilakukan adalah
khosidah, arisan, dan pengajian antar RT (antar majelis taklim). Kegiatan
dilakukan setiap awal bulan dengan jumlah anggota yang datang sekitar 250
orang atau 430 orang dari jumlah seluruhnya yaitu 2000 orang.

3.3.3 PKK Karya Mandiri

PKK Karya Mandiri didirikan pada tahun 2014 atas dasar kurangnya
kegiatan ibu-ibu. Diketuai oleh Ibu Purwani Rahayu, PKK ini bertujuan
membangun keakraban antar ibu-ibu. Adapun pengurus lainnya adalah Ibu
Aminah selaku sekretaris dan Ibu Rahmi selaku bendahara. Kegiatan yang
dilakukan dalam PKK Karya Mandiri ini antara lain masak-memasak,
pengajian, bola voli, dan posyandu.

3.3.4 TPA Al-Abrur

TPA Al-Abrur didirikan pada tahun 2007 di dekat Masjid Miftahussalam


yang berdiri setahun sebelumnya yaitu tahun 2006. TPA ini dapat berdiri
karena donator pembiayaan masjid. Tujuannya adalah untuk membina atau
memberikan pendidikan gratis. Kegiatan yang dilkukan selain mengaji
adalah belajar dasar-dasar islami dan agama. Kegiatan dilakukan setiap hari
Senin sampai Jum’at, sore hari untuk yang masih iqra’ dan malam hari
untuk yang sudah Al-qur’an. Pada awal berdirinya, TPA ini diketuai oleh
Bapak H. Ngaliman. Tetapi kemudian struktur kepengurusan berganti setiap
3 tahun sekali.

3.3.5 Komunitas Forbit

Komunitas Forbit berdiri pada tahun 2003 dan diketuai langsung oleh Bapak
DPRD Bandung. Komunitas ini menawarkan kesehatan, kepemimpinan, dan
kebersamaan yang dibekap perusahaan Melia Sehat Sejahtera. Komunitas
forbit ini bertujuan untuk membentuk karakter kepemimpinan,
kebersamaan, dan berpenghasilan.
penjelasan makalah di atas. Dan tentunya kita sebagai makluk sosial pasti
termasuk kedalam keanggotaan salah satu kelompok sosial di atas.

Makalah ini bukanlah satu-satunya acuan dalam pendeskripsian kelompok


sosial dan kehidupan masyarakat. Masih banyak referensi yang lebih baik.
Kritik dan saran yang membangun semoga dapat membantu kami menyusun
makalah yang lebih baik lagi.
1. Tujuan dibentuknya PKK Karya Mandiri?
2. Tahun terbentuknya PKK Karya Mandiri?
3. Struktur PKK Karya Mandiri?
4. Kegiatan yang ada di PKK Karya Mandiri?

A. Kelompok Sosial Komunitas Bisnis


1. Latar Belakang terbentuknya Komunits Bisnis?
2. Tujuan dibentuknya Komunits Bisnis?
3. Tahun terbentuknya Komunits Bisnis?
4. Struktur Komunits Bisnis?
5. Kegiatan yang ada di Komunits Bisnis?