Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN TAHUNAN

PROGRAM KESEHATAN JIWA


UPT PUSKESMAS KARANGSARI
TAHUN 2016

PEMERINTAH KABUPATEN CIREBON


DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS KARANGSARI
Jl. Kisabalanang No.1 Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Indonesia telah menghadapi berbagai transformasi dan transisi di berbagai bidang yang

mengakibatkan terjadinya perubaha gaya hidup, pola perilaku dan tata nilai kehidupan. Dalam

bidang kesehatan terjadi transisi epidemiologis di masyarakat dari kelompok penyakit menular ke

kelompok penyakit tidak menular termasuk berbagai jenis gangguan akibat perilaku manusia dan

gangguan jiwa.

Masalah kesehatan jiwa tidak menyebabkan kematian secara langsung, namun akan

menyebabkan penderitaan berkepanjangan baik dari individu, keluarga, masyarakat, dan Negara

karena penderitanya menjadi tidak produktif dan bergantung pada orang lain.

Gangguan jiwa dalam pandangan masyarakat masih identik dan psikotik (gila) sementara

kelompok gangguan jiwa lain yang lebih ringan kurang dikenal seperti ansietas, psikomatis,

depresi dan gangguan jiwa yang tampil dalam bentuk berbagai keluhan fisik. Kelompok

gangguan jiwa inilah yang banyak ditemukan di masyarakat. Mereka ini akan datang kepelayanan

kesehatan umum dengan keluhan fisiknya, sehingga petugas kesehatan seringkali berfokus pada

keluhan fisik. Melakukan berbagai pemeriksaan dan memberikan berbagai jenis obat untuk

mengatasi masalah kesehatan jiwa yang melatar belakangi keluhan fisik tersebut seringkali

terabaikan, sehingga pengobatan menjadi tidak efektif.

Untuk mengtasi masalah kesehatan jiwa tersebut dapat dlakukan pencegahan baik

mencegah agar tidak berkembang menjadi lebih buruk.


B. KEADAAN UMUM WILAYAH PUSKESMAS

1. Luas Wilayah

UPT Puskesmas Karangsari merupakan Puskesmas yang berada di wilayah kecamatan

Weru Kabupaten Cirebon dengan luas wilayah sebesar 9,2 Km2.

Puskesmas Karang Sari mempunyai 9 desa binaan yaitu:

1. Desa Karang sari

2. Desa Kertasari

3. Desa Megu Cilik

4. Desa Megu Gede

5. Desa Setu Kulon

6. Desa Setu Wetan`

7. Desa Tegalwangi

8. Desa Weru Kidul

9. Desa Weru Lor

Batas-batas wilayah kerja sebagai berikut:

1. Sebelah Barat berbatasan dengan Puskesmas lurah.

2. Sebelah Utara berbatasan dengan puskesmas Plered

3. Sebelah Timur berbatasan dengan Puskesmas Watu Belah

4. Sebelah Selatan berbatasan dengan Puskesmas Sumber


Jumlah penduduk wilayah UPT puskesmas Karang sari tahun 2016 sebanyak 66.113 jiwa.

JUMLAH PENDUDUKWILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGSARI

JUMLAH
NO NAMA DESA
PENDUDUK
1 Karangsari 7.600
2 Kertasari 7.049
3 Megu Cilik 7.768
4 Megu Gede 8.603
5 Setu Kulon 6.503
6 Setu Wetan 6.516
7 Tegalwangi 10.020
8 Weru Kidul 5.621
9 Weru Lor 6.433
JUMLAH 66.113
BAB II

KESEHATAN JIWA

A. PENGERTIAN, TUJUAN, SASARAN, RUANG LINGKUP

1. Pengertian Kesehatan Jiwa

Kesehatan jiwa adalah keadaan jiwa yang sehat menurut ilmu kedokteran sebaga

unsure kesehatan (seoerti yang dimaksudkan UU No.9 tahu 1960), yang dalam

penjelasannya disebutkan sebagai berikut :

“ Suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, dan emosional

yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang

lain. Maka kesehatan jiwa mempunyai sifat-sift yang harmonis (serasi) dan memperhatikan

semua segi-segi kehidupan manusia dalam hubungannya dengan orang lain”.

2. Tujuan Penelitian

a. Tujuan Umum

Untuk meningkatkan derajat kesehata jiwa dan kualitas hidup masyarakat

Kecamatan Weru.

b. Tujuan Khusus

1. Meningkatkan pengetahuan.pemahaman, dan kesadaran masyarakat Kecamata


Weru terhadap kesehata Jiwa.
2. Meningkatka upaya untuk mencegah gangguan jiwa dilingkungan Kecamatan
Weru.
3. Terdeteksi dan tertanggulanginya masalah kesehatan jiwa secara dini
dilingkungan masyarakat Kecamatan Weru.
3. Sasaran
Puskesmas melaksanakan pelayanan kesehatan jiwa :
1. Melaksanakan pelayanan kesehatan jiwa dengan mengintegrasikannya dalam
Yankes lainnya diseluruh rentang usia
2. Memberikan penyulan kesehata jiwa kepada pengunjung/pasien Puskesmas
baik individu atau kelompok masyarakat.
3. Memberikan psikoterapi lingkungan atau keluarga kepada pasien dengan
gangguan kesehata jiwa.

4. Ruang Lingkup

Lingkup masalah kesehatan jiwa yang dihadapi dan perlu ditangani oleh program

kesehatan jiwa bersifat : Komplek dan meliputi :

1. Masalah gangguan (penyakit) jiwa dan syaraf.

Penyakit jiwa adalah suatu perubahan pada fungsi jiwa, yang menyebabkan

adanya gangguan kesehatan jiwa, yang dapat menimbulkan penderitaan pada

individu (diste-ress) dan atau hambatan dalam melaksanakan fungsi social.

2. Masalah Psikososial

Masalah Psikososial dapat diartikan sebagai setiap perubahan dalam kehidupan

individu baik yang bersifat psikososial ataupun social yang mempunyai pengaruh

timbal balik dan dianggap berpotensi cukup besar sebagai factor penyebab

terjadinya gangguan jiwa (atau gangguan kesehatan secara nyata).

3. Masalah perkembangan manusia yang harmonis dan penigkatan kualitas hidup

Upaya kesehata jiwa lebih lanjut ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat,

bukan saja yang terganggu jiwanya, atau yang mempunyai masalah psikososial

yang perlu di intervensi (dicegah) agar tidak menjadi sakit, tetai juga ditujukan

untuk meningkatkan taraf kesehatan jiwanya agar dapat hidup lebih

sehat,harmonis dsn produktif atau dalam arti lain meningkatkan kualitas hidupnya

dengan memanfaatkan azas kesehatan jiwa.


BAB III

TINJAUAN TEORITIS KESEHATAN JIWA

A. Cakupan Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Jiwa

1. Pegertian

- Deteksi dini gangguan kesehatan jiwa adalah kegiatan pemeriksaan untuk melihat

adanya gejala awal gangguan kesehatan jiwa dengan menggunakan metode 2

menit

- Kesehatan jiwa adalah kondisi mental sejahtera yang memungkinkan hidup

harmonis dan produktif sebagai bagian yang utuh dari kualitas hidup seseorang

menyebabkan adanya gangguan pada fungsi jiwa serta menimbulkan penderitaan

pada individu.

- Jenis ganguan jiwa antara lain : gangguan psikotik, neurotic, tecardasi mental,

gangguan kesehatan jiwa pada bayi dan anak remaja, napza, epilepsy.

2. Definisi Operasional

Cakupan deteksi dini gangguan kesehatan jiwa adalah persentase pasien yang

mendapatkan pelayanan deteksi didni gangguan kesehatan jiwa di puskesmas.

3. Satuan

Persen (%)

4. Sasaran

Jumlah keseluruhan kunjungan pasien puskesmas dalam kurun waktu satu tahun.

5. Target

20% X kunjungan pasien puskesmas dalam kurun waktu satu tahun


6. Cara perhitungan

Jumlah pasien yang diperiksa deteksi dini

ganggguan kesehatan jiwa di puskesmas

dalam kurun waktu satu tahun

Cakupan deteksi dini ganguan kesehatan jiwa =

Jumlah seluruh kunjungan pasien puskesmas

dalam kurun waktu satu tahun

7. Pembuktian / sumber data :

- Register pasien harian

- Rekam medic

8. Rujukan

- Penggolongan diagnosis ke ICD-10 dari WHO tahun 1992 dan buku saku

diagnosis jiwa rujukan ringkas dari PPDGJ-III editor Dr.Rusdi Muslim, Spkj.

- Buku pedoman pelayanan kesehatan jiwa dasar di puskesmas Depkes RI Tahun

2004.

- SP3

1.1 Cakupan penanganan pasien terdeteksi gangguan kesehatan jiwa

1. Pengertian

- Penanganan kasus gangguan kesehatan jiwa dalam bentuk psikotarmaka dan

psikoterapi adalah penanganan pasien-pasien yang sudah terdiagnosa gangguan

jiwa ringan, sedang sampai berat dan mendapat pengobatan sesuai dengan

tingkatan diagnose. Untuk gangguan berat langsung di rujuk ke pelayanan

sekunder.
- Penanganan kasus gangguan jiwa ringan-sedang dilakukan puskesmas dalam

bentuk pemberian obat, konseling atau home care bagi pasien puskesmas, untuk

kasus berat dirujuk ke RS Jiwa atau RSUD dan rujukan baloik (dari RS

Jiwa/RSUD)

2. Definisi Oprasional

Cakupan penanganan pasien terdeteksi gangguan kesehatan jiwa diwilayah kerja

puskesmas dalam kurun waktu satu tahun.

3. Satuan

Persen %.

4. Sasaran

Jumlah pasien yang terdeteksi gangguan kesehtan jiwa diwilayah kerja puskesmas

dalam kurun waktu satu tahun.

5. Target

100%

6. Cara penghitungan

Jumlah pasien terdeteksi gangguan kesehatan jiwa


yang ditangani diwilayah kerja puskesmas dalam
kurun waktu satu tahun
Cakupan penanganan pasien

Terdeteksi gangguan kesehatan jiwa

Jumlah seluruh kunjungan pasien puskesmas dalam kurun waktu satu tahun

7. Pembuktian / sumber data :

- Register pasien harian

- Rekam medic
8. Rujukan

- Penggolongan diagnosis ke IC-10 dari WHO tahun 1992 dan buku saku diagnosis

gangguan jiwa rujukan dari PPOGJ-II Editor Dr.Rusdi Muslim, Spkj.

- Buku pedoman pelayanan kesehatan jiwa dasar di puskesmas Depkes RI tahun

2004.

- SP3

1.2 Masalah

Cakupan penderita pasien jiwa belum mencapai target atau penjaringan pasien jiwa

kurang.

1.3 Penyebab

Kurang koordinasi dengan petugas di BP Puskesmas maupun BP di desa.

1.4 Pemecahan masalah

1. Lebih berkoordinasi lagi dengan petugas di Bp Puskesmas da Bp desa.

2. Pemberian buku registrasi harian setiap perawat PKD.


BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kesehatan jiwa adalah bagian dari kesehatan secara menyeluruh, bukan sekunder terbatas

dari gangguan jiwa tetapi pemenuhan kebutuhan perasaan bahagia, sehat, serta mampu

menangani tantangan hidup.

Dari hasil kegiatan tahunan upaya kesehatan jiwa di puskesmas Karangsari, maka

penyuluhan dapat mengambil kesimpulan yaitu:

 Pelaksanaan upaya kesehatan jiwa yaitu adalah bagian dari upaya pembangunan

kesehatan dan merupakan upaya mendukung peningkatan sumberdaya manusia serta

merupakan bagian dari pencegahan dan pemberantas penyakit jiwa dengan menitik

beratkan pada pencapaian target penemuan penderita.

B. Saran

Kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya kesehatan jiwa masyarakat harus

diberikan pengertian dan penjelasan akan pentingnya kesehatan dengan berbagai caranya

seperti sosialisasi tentang kesehatan jiwa. Sasaran dan perasaan harus mendukung agar dapat

membantu tercapainya tujuan dalam sebuah program.

Diadakan pelatihan-pelatihan kepada petugas dari pemerintah untuk lebih mudah dalam

proses pengembangannya.
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan hidayah-

Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tahunan UPAYA KESEHATAN JIWA yang

harus dilaporkan oleh petugas program kesehatan jiwa dalam kinerjanya. Penulis ucapkan terima

kasih kepada seluruh pihak yang membantu dalam pembuatan laporan ini.

Selanjutnya penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya,

mohon maaf apabila dalam pembuatan laporan ini masih terdapat banyak kesalahan, karena

sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah SWT semata. Penulis berharap kepada para

pembaca agar dapat memberikan masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan

laporan ini.

Mengetahui Karangsari, 31 Desember 2016


Kepala UPT Puskesas Karangsari Pemegang Program Kes Jiwa

Nurpatmawati,S.Farm,Apt,M.Mkes Nunik Wahyuni,Amd.Kep


NIP.19750312199403 2 001
BAB IV

1. IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN JIWA

UPAYA SASARAN TARGET PENCAPAIAN KESENJANGAN


NO
KESEHATAN Jumlah Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Cakupan deteksi 73.121 14.624 20% 8.915 61% 5.709 39%
1
dini gangguan jiwa
Cakupan 8.915 8.915 100% 5.672 63% 3.343 37%
2
penanganan pasien
terdeteksi
gangguan
kesehatan jiwa

2. MENETAPKAN URUTAN PRIORITAS MASALAH

KRITERIA
NO MASALAH NILAI PRIORITAS
U S G

Cakupan deteksi dini gangguan jiwa 4 4 4 64 1


1
Cakupan penanganan pasien terdeteksi
4 4 3 48 2
2 gangguan kesehatan jiwa

3. MENETAPKAN URUTAN PRIORITAS MASALAH

Cakupan penanganan Terdetelsi Gangguan Kesehatan Jiwa di puskesmas Karangsari Tahun 2016

masih belum mencapai target dari target 14.624 (20%) dengan cakupan 8.915(61%)

kesenjangan 5.709 (39%) dikrenakan pengetahuan masyarakat menurun dan skrining gangguan

jiwa oleh petugas kesehatan belum optimal baik di puskesmas,BP Desa dan Posyandu, untuk

mengatasi masalah tersebut maka dilakukan penyuluhan di masyarakat dan meningkatkan

kemampuan petugas dalam melakukan skrining gangguan jiwa melalui refresing petugas.
5. PEMECAHAN MASALAH

NO. Prioritas Penyebab Alternatif Pemecahan Keterangan


Masalah Masalah Pemecahan Masalah
masalah Terilih
Cakupan Pengetahuan Sosialisasi program Pelatihan
penanganan masyarakat jiwa penyuluhan kader
pasie Deteksi tentang keswa keswa pelatihan
Dini Gangguan kurang kader posyandu
Jiwa
Kurangnya Diadakan pelatihan Pelatihan
pelatihan petugas untuk petugas petugas
keswa Rangkap keswa
Jadwal Petugas

Belum Penyusunan Kunjungan


optimalnya rencana kerja dilakukan
kunjungan 1bulan 2 kali
rumah
Transport Mengusulkan Mengusulkan
monitoring transport dana transport
pasien keswa meningkatkan
kerjasama dengan
program
koperkom,promkes
Anggapan Sosialisasi program Sosialisasi
masyarakat penyuluhan program
tentang keswa pendekatan kader
salah